You are on page 1of 9

Perangcangan Komunikasi Data Multripoint Standar TIA/EIA-485

Oleh : Danny Kurnianto,S.T.,M.Eng

1. Pendahuluan

Transmisi data antara komponen-komponen sistem komputer dan perangkat-


perangkat lain pada jarak yang jauh dan di bawah kondisi tinggi noise biasanya sulit
untuk diwujudkan hanya dengan menggunakan penerima (receiver) dan pengirim
(driver) tunggal di ujung saluran transmisinya. Standar TIA/EIA-485 adalah antarmuka
saluran transmisi digital seimbang yang dikembangkan untuk memperbaiki
keterbatasan dari TIA/EIA-232 [1]. Kelebihan dari Standar TIA/EIA-485 ini adalah :

1. Kecepatan sinyal tinggi sampai 50 M bit/s


2. Saluran transmisi lebih panjang sampai 1200 meter
3. Menggunakan transmisi diferensial pengaruh noise lebih sedikit
4. Dapat terdiri dari banyak penerima dan pengirim dalam satu saluran komunikasi.

Standar TIA/EIA-485 juga dikembangkan untuk meng-upgrade standar TIA/EIA-422,


dimana pada standar 442 mode komunikasi yang digunakan adalah mode simplex
(komunikasi satu arah) dengan hanya terdiri dari 1 pengirim dan penerima pada satu
saluran transmisinya. Sedangkan pada standar TIA/EIA-485 mengijinkan banyak
pengirim dan penerima pada satu saluran komunikasi dengan mode komunikasi
halfduplex (komunikasi dua arah) [1][2]. Pada Gambar 1 ditunjukkan diagram blok
standar TIA/EIA-422 dan pada Gambar 2 ditunjukkan standar TIA/EIA-485.

Gambar 1. Standar TIA/EIA-422 [2]


Gambar 2. Standar TIA/EIA-485 [2].

Jumlah maksimum dari driver dan receiver yang dapat ditempatkan pada saluran
tunggal komunikasi TIA/EIA-485 tergantung pada karakteristik relatif beban yang
disebut sebagai Unit Load (UL). Standar 485 merekomendasikan jumlah maksimum
sebesar 32 UL per saluran. Satu unit load didefinisikan sebagai beban yang
diperbolehkan sebesar 1 mA di bawah tegangan maksimal mode bersama (common-
mode) 12 Volt atau sebesar 0,8 mA pada tegangan 7 Volt [2][3].

Gambar 3. Grafik loading pada transceiver untuk 1 unit load [2] [3]
2. Transmisi Data Dengan Saluran Diferensial Seimbang

2.1. Saluran Diferensial Seimbang Pada Driver

Pada sistem diferensial seimbang, tegangan yang dihasilkan oleh driver muncul pada
sepasang saluran sinyal untuk mengirimkan hanya satu sinyal saja. Saluran seimbang
pada driver akan menghasilkan tegangan dari 2 V sampai 6 V pada terminal output A
dan B. Pada driver juga memiliki saluran koneksi ke ground, meskipun saluran ini
penting tetapi tidak digunakan sebagai penentu kondisi logika data pada bagian
receiver. Pada driver juga terdapat input enable yang berfungsi untuk menghubungkan
driver ke saluran output A dan B, jika sinyal enable dalam kondisi off maka driver
terputus dari jalur transmisi [4]. Pada Gambar 4 ditunjukkan saluran diferensial
seimbang pada driver.

Gambar 4. Saluran Deferensial Seimbang Pada Driver [4]

2.2. Saluran Diferensial Seimbang Pada Receiver


Saluran diferensial seimbang pada receiver mendeteksi kondisi tegangan pada
saluran transmisi yang melintas pada dua sinyal input A dan B. Pada receiver juga
memiliki saluran koneksi ground. Receiver RS-485 merespon perbedaan tegangan
antara input A dan input B. Jika tegangan Vab lebih besar dari 200 mV maka level
logika ditetapkan pada keluaran receiver, artinya apabila tegangan input A lebih besar
200 mV dari input B maka keluaran receiver akan berlogika high dan apabila tegangan
B lebih besar 200 mV dari A maka keluaran receiver akan berlogika low [4]. Pada
Gambar 5 ditunjukkan saluran diferensial seimbang pada receiver.
Gambar 5. Saluran Diferensial Seimbang Pada Receiver [4]

3. Terminasi
Pada umumnya, jalur transmisi RS-485 memerlukan terminasi karena transisi yang
cepat, kecepatan transfer data tinggi dan pengkabelan yang panjang. Tujuan terminasi
adalah untuk menjaga gejala saluran transmisi yang merugikan seperti pemantulan
data, oleh karena itu diperlukan resistor terminasi pada kedua ujung kabel jalur
transmisi. Kesalahan yang sering terjadi adalah menghubungkan resistor terminasi
pada setiap node yang mengakibatkan error pada saluran transmisi [3]. Ada empat
macam konfigurasi terminasi yang dapat digunakan pada rangkaian multipoint standar
TIA/EIA-485 yaitu rangkaian tanpa terminasi, terminasi pararel, terminasi AC dan
terminasi Fail-save.

3.1. Tanpa Terminasi (No termination)


Pilihan jenis ini menjadi mungkin jika dalam kondisi komunikasi jarak pendek dan
kecepatan data rendah. Pemantulan data tetap terjadi tetapi pemantulan ini muncul
setelah 3 kali siklus waktu tunda. Untuk jarak kabel yang pendek, siklus waktu tunda
menjadi pendek, jika kecepatan data rendah maka interval unitnya menjadi panjang.
Jika kondisinya seperti ini, pemantulan terjadi sebelum pengambilan sampling [3]. Pada
Gambar 6 ditunjukkan konfigurasi tanpa terminasi.

Gambar 6. Konfigurasi tanpa terminasi [2].

Kelebihan :
1. Driver membutuhkan hanya sedikit arus dari sumber untuk menghasilkan sinyal
pada receiver.
2. Meminimalisir disipasi daya pada chip driver.
3. Memastikan bahwa keluaran receiver diketahui kondisinya jika receiver secara
internal memiliki fitur open-line fail save.
Kekurangan :
1. Pemantulan sinyal karena ketidaksesuaian impedansi saluran pada kecepatan
data tinggi (digunakan hanya pada aplikasi dengan kecepatan data 200 kbps
dan jarak yang pendek.)

3.2. Terminasi Pararel


Cara terminasi yang popular adalah dengan menghubungkan sebuah resistor
tunggal diantara sepasang saluran disetiap ujungnya. Nilai resistor sesuai dengan
karakteristik impedansi dari mode diferensial kabel, biasanya digunakan nilai resistor
sebesar 100 Ohm. Pada terminasi jenis ini tidak terjadi pemantulan data dan
keakuratan sinyal baik. Yang menjadi masalah adalah disipasi daya pada resistor
terminasi [3]. Pada Gambar 7 ditunjukkan konfigurasi terminasi pararel.

Gambar 7. Konfigurasi terminasi pararel [2]

Kelebihan :
1. Mengeliminasi terjadinya pemantulan data : kecepatan data lebih tinggi dan kabel
lebih panjang.
2. Dapat mendukung aplikasi multidrop atau multipoint.
Kekurangan :
1. Jarak kabel receiver dengan saluran bus utama menjadi panjang (I), dapat
memunculkan kembali pemantulan data.
2. Meningkatnya disipasi daya pada driver (jika dibandingkan dengan konfigurasi
tanpa terminasi).
3. Output pada receiver tidak dapat dipastikan saat driver dalam kondisi idle atau
dalam kondisi impedansi tinggi.
3.3. Terminasi AC
Kelemahan terminasi jenis pararel adalah adanya disipasi daya pada resistor
terminasi, hal ini terjadi karena adanya sebagian arus yang mengalir dari satu saluran
diferensial ke saluran diferensial lainnya melewati resistor terminasi. Untuk mengatasi
hal ini maka digunakan konfigurasi terminasi AC, yaitu dengan memasang kapasitor
secara seri dengan resistor terminasi. Dengan demikian, aliran arus dari satu saluran
diferensial ke saluran yang lainnya akan dieliminasi. Adanya penambahan waktu tunda
pada RC akan menyebabkan kecepatan transmisi menjadi berkurang [2][3]. Pada
Gambar 8 ditunjukkan konfigurasi terminasi AC dengan menggunakan nilai resistor
sebesar 100 Ohm dan nilai kapasitor sebesar 1000 pF.

Gambar 8. Konfigurasi terminasi AC [2]


Kelebihan :
1. Disipasi daya driver akan berkurang jika dibandingkan dengan terminasi pararel.
2. Pemantulan data berkurang.
3. Memastikan output receiver kondisinya diketahui.
Kekurangan :
1. Nilai maksimum kecepatan data dan panjang kabel dibatasi karena adanya waktu
konstan rangkaian RC.
3.4. Terminasi Open-Line Fail-Save
Konfigurasi jenis ini merupakan modifikasi dari konfigurasi terminasi pararel dengan
menyediakan fail-save bias. Pada konfogurasi jenis ini ditambahkan resistor pull-up dan
pull-down untuk memastikan bahwa beda potensial atau tegangan antara saluran
diferensial paling sedikit sebesar 200 mV. Nilai resistor pull-up dan pull-down yang
digunakan biasanya sebesar 820 Ohm dengan resistor pararel sebesar 100 Ohm. Pada
Gambar 9 ditunjukkan konfigurasi terminasi open-line fail-save [2][3].
Gambar 9. Konfigurasi terminasi Open-line Fail-save [2]

Kelebihan :
1. Memaksa tegangan antara saluran diferensial paling kecil sebesar 200 mV yang
melintas di input receiver saat driver dalam kondisi idle atau disconnected.
Kekurangan :
1. Konsumsi daya akan bertambah
2. Disipasi daya tinggi
3. Sedikit Unit Load yang tersedia untuk receiver.

3.5. Terminasi Multipoint


Konfigurasi multipoint dapat digunakan pada standar TIA/EIA-485 tetapi tidak untuk
422. Pada konfigurasi multipoint 485 ini, transceiver dipasang di kedua ujung saluran
komunikasi dan driver atau receiver dapat ditempatkan sepanjang saluran komunikasi.
Terminasi juga dibutuhkan di kedua ujuang saluran. Pada Gambar 10 ditunjukkan
konfigurasi multipoint.

Gambar 10. Konfigurasi multipoint


Kelebihan :
1. Sama seperti terminasi pararel
2. Kualitas sinal yang optimal
Kekurangan :
1. Sama seperti terminasi pararel, tetapi terminasi resistor dipasang pada kedua
ujung saluran yang akan menambah pembebanan (loading) pada driver.

4. Grounding
Pada Gambar 11 ditunjukkan rangakain grounding yang direkomendasikan.

Gambar 11. Grounding Rangkaian Komunikasi Standar 485

Untuk merancang komunikasi data menggunakan standar TIA/EIA-485 (RS-485) dapat


menggunakan IC transceiver SN75ALS176B seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12.

Gambar 12. Diagram Blok IC Transceiver SN75ALS176B [1]


=================================================================
Purwokerto, 09 Desember 2015
Penulis,

Danny Kurnianto,S.T.,.Eng
Dosen STT Telematika Telkom Purwokerto
Referensi:

[1] M.-S. Products, Interface Circuits for TIA/EIA-485, no. September, Texas
Instruments, 2000.

[2] M. Soltero, J. Zhang, and C. Cockrill, 422 and 485 Standards Overview and
System Configurations, no. May, Texas Instruments, 2000, pp. 133.

[3] J. Goldie, Ten Ways to Bulletproof RS-485 Interfaces Ten Ways to Bulletproof
RS-485 Interfaces, National Semiconductor, 2002.

[4] RS-422 and RS-485 Application Note, Ottawa: B&B Electronics Manufacturing
Company, 1992, pp. 123.