AKIBAT BERBUAT MAKSIAT ampunanNya tetapi tetap berbuat dosa, dia sama dengan orang-orang

yang membangkang.

Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya Nasib Para Pelaku Maksiat
dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, Al-Qur'an telah banyak menceritakan berbagai kejadian dan bahaya yang
hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, ditimbulkan dari perbuatan maksiat. Cerita tersebut bukanlah sesuatu
noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang yang dibuat-buat atau lamunan, apalagi cerita bohong untuk sekedar
disebut-sebut Allah dalam ayat,?Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya menakut-nakuti manusia, namun ia benar-benar terjadi dan menjadi
apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (HR tragedi bagi umat manusia.
Tarmidzi)
Diantaranya adalah banjir besar yang mencapai puncak gunung pada
Perbuatan Maksiat Dalam Al-Qur'an Allah swt berfirman yang artinya : masa nabi Nuh as yang menjadikan penghuni bumi karam tenggelam,
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah angin puting beliung yang berhembus keras membanting kaum ?Ad hingga
kepada ku" (QS.51:56) Disana Allah swt menegaskan kepada manusia, semua mati bagaikan pelepah kurma yang berguguran, guntur dahsyat
bahwa maksud dari penciptaan manusia dan jin adalah hanya untuk yang mematikan kaum Tsamud, hujan batu di negri Sodom pada kaum
beribadah kepada Allah swt, lain tidak. Dalam rangka menunaikan tugas nabi Luth yang membinasakan semua penghuninya, awan azab berupa
ibadah tersebut, manusia diperintahkan untuk taat dan tunduk kepada mega naungan yang ketika turun bagaikan api yang membakar kaum
semua perintah Allah swt, baik yang langsung Allah swt firmankan dalam Syu'aib, tenggelamnya Fir'aun dan kaumnya di sungai Nil, pekik keras
Al-Qur'an, maupun yang disampaikan melalui sabda Rasulullah saw. yang menghancurkan orang-orang yang digambarkan dalam surat Yasin.

Oleh sebab itulah di dunia ini hanya terdapat 2 golongan manusia. Sekali lagi, semua kisah tersebut benar terjadi. Dan penyebab turunnya
Golongan pertama adalah mereka yang selalu taat pada segala perintah azab Allah swt tersebut tidak lain adalah perbuatan dosa dan maksiat
Allah swt dan sunnah Rasulullah saw. Sedangkan golongan kedua adalah sehingga semua menjadi pelajaran bagi umat manusia hingga hari
mereka yang ingkar kepada 2 hal tersebut. Perbuatan ingkar itulah yang kiamat. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda :
disebut dengan maksiat dan setiap perbuatan maksiat itu adalah dosa. "Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung
kepada Allah swt dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziah mengatakan, bahwa orang-orang bodoh Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga
mengandalkan rahmat dan ampunan Allah swt sehingga mereka mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah
mengabaikan perintah dan larangan-Nya serta lupa dengan azab-Nya ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu
yang pedih dan tak mungkin dicegah. Barangsiapa yang mengandalkan kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan
tertimpa paceklik, masalah ekonomi dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, Dalam shahih Muslim dikatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda :
tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat melainkan mereka akam "Penduduk yang di dunia begelimang kesenangan sementara dia itu
mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya termasuk ahli neraka dihadirkan pada hari kiamat untuk kemudian
mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum dicelup dengan celupan neraka. Kemudian kepada mereka dikatakan, ?
melakukan tipuan (ingkar janji) melainkan akan Allah swt utus kepada Hai ibnu Adam, adakah kau lihat kebaikan ?" Dia menjawab, "Wallahi,
mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. tidak ya Rabbi !" Dan manusia yang di dunia paling sengsara hidupnya
Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak sementara dia itu calon penghuni surga akan dicelup dengan celupan
mengamalkan Al-Qur'an) melainkan akan Allah swt jadikan permusuhan surga. Lalu kepada mereka akan dikatakan, "Hai ibnu Adam, adakah kau
antar mereka." peroleh kesengsaraan? Adakah kau temui kegetiran?" Dia menjawab,
"Tidak, demi Allah ya Rabbi, tidak kudapati sama sekali.""
Rasulullah saw juga bersabda : "Jika engkau dapati Allah Azza wa Jalla
memberikan limpahan kekayaan kepada seorang hamba padahal hamba Sedangkan dalam shahih Muslim Rasulullah saw pernah bersabda tentang
itu tetap berada di dalam kemaksiatan, maka tak lain hal itu merupakan 3 golongan manusia yang pertama diadili di hari akhir. Golongan pertama
penundaan tindakan dari Nya" (HR Ahmad) adalah mereka yang mati syahid. Diantara mereka wajahnya tersungkur
dan diseret ke neraka karena ternyata perang yang telah dilakukannya
Selanjutnya beliau (Rasulullah saw) membaca ayat yang artinya : ?Maka semata-mata hanya agar disebut pahlawan. Golongan kedua adalah
tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada orang yang sering membaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu dan
mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk senantiasa mengamalkan pengetahuannya. Namun ternyata mereka juga
mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah tersungkur dan diseret ke dalam nereka. Mengapa ? Karena ternyata
diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong- mereka hanya ingin mendapat gelar sebagai orang alim dan pintar.
konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS Al-An'aam : Golongan ketiga adalah seorang laki-laki yang seluruh kekayaannya dia
44) korbankan. Tetapi nasibnya sama dengan kedua golongan sebelumya, ia
tersungkur dan diseret ke neraka, karena ia melakukan itu agar
Imam Ahmad meriwayatkan, Abi Rafi' bercerita bahwa Rasulullah saw dikatakan dermawan.
pernah melewati pekuburan Baqi. Lalu beliau berkata, "Kotorlah engkau,
cis ... !" Aku menyangka kiranya beliau maksudkan diriku. Beliau Masih banyak ayat-ayat Al-Qur'an maupun sabda Rasul yang
bertutur, ?Tidak, cuma inilah kuburan si fulan yang pernah kuutus untuk menggambarkan akan bencana apa yang dialami oleh orang yang berbuat
memungut zakat pada bani fulan lalu dia mencuri baju wol dan kini dia maksiat. Namun cukuplah kiranya beberapa ayat, hadits dan kisah diatas
sedang dipakaikan baju yang serupa dari api neraka. menjadi pelajaran bagi kita untuk bisa diambil hikmah dan membuat kita
lari dari perbuatan maksiat.
kegersangan ini semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan
Selanjutnya pada bagian dua dari tulisan ini akan kita lihat 26 pengaruh dengan keluarga, anak-anak dan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf
dan bahaya maksiat yang dapat langsung dirasakan oleh setiap diri berkata, "Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat
manusia, seperti yang dituliskan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziah dalam pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan istriku."
bukunya ?Aatsaarul Ma'ashi wa Adhraaruha" (Akibat Berbuat Maksiat).
5. Maksiat Menyulitkan Urusan
1. Maksiat Menghalangi Ilmu Pengetahuan Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka pelaku maksiat
Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi segala urusannya. Maksiat
kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya Menggelapkan Hati Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah
tersebut. Ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam gelap gulita. Ibnu Abbas ra berkata, "Sesungguhnya perbuatan baik itu
Syafi'i yang luar biasa, beliau (Imam Malik) berkata, "Aku melihat Allah mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan
telah menyiratkan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang
padamkan cahaya itu dengan maksiat. ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati,
kelemahan badan, susutnya rizki dan kebencian makhluk."
2. Maksiat Menghalangi Rizki
Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rizki. Maka meninggalkannya 6. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan
berarti menimbulkan kefakiran. "Seorang hamba dicegah dari rezeki Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya
akibat dosa yang diperbuatnya" (HR. Ahmad) kuat maka kuatlah badannya. Tapi bagi pelaku maksiat, meskipun
badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah jika kekuatan itu sedang
3. Maksiat Menimbulkan Jarak Dengan Allah dia butuhkan, hingga kekuatan pada dirinya sering menipu dirinya
Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif sendiri. Lihatlah bagaimana kekuatan fisik dan hati kaum muslimin yang
tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, "Jika kegersangan hatimu telah mengalahkan kekuatan fisik bangsa Persia dan Romawi.
akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati
kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa diatas 7. Maksiat Menghalangi Ketaatan
dosa." Orang yang melakukan dosa dan maksiat akan cenderung untuk
memutuskan ketaatan. Seperti selayaknya orang yang satu kali makan
4. Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang Lain tetapi mengalami sakit berkepanjangan dan menghalanginya dari
Maksiat menjauhkan pelakunya dari orang lain, terutama dari golongan memakan makanan lain yang lebih baik.
yang baik. Semakin berat tekanannya, maka semakin jauh pula jaraknya
hingga berbagai manfaat dari orang yang baik terhalangi. Kesunyian dan 8. Maksiat Memperpendek Umur dan Menghapus Keberkahan
Pada dasarnya, umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Sementara Kesombongan di muka bumi dan menciptakan berbagai kerusakan adalah
itu tak ada yang namanya hidup kecuali jika kehidupan itu dihabiskan milik Fir'aun dan kaumnya. Sedangkan takabur dan congkak merupakan
dengan ketaatan, ibadah, cinta dan dzikir kepada Allah serta warisan kaum Hud as. Dengan demikian bisa dikatakan, bahwa pelaku
mementingkan keridhaan-Nya. maksiat jaman sekarang adalah kaum yang memakai baju atau
mencontoh umat terdahulu yang menjadi musuh Allah swt. Dalam
9. Maksiat Menumbuhkan Maksiat Lain musnad Imam Ahmad dari Ibmu Umar disebutkan bahwa Rasulullah saw
Seorang ulama Salaf berkata, bahwa jika seorang hamba melakukan bersabda, "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia
kebaikan, maka hal tersebut akan mendorong dia untuk melakukan termasuk golongannya."
kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan
keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan 13. Maksiat Menimbulkan Kehinaan dan Mewariskan Kehinadinaan
yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi si pelaku. Kehinaan itu tidak lain adalah akibat perbuatan maksiatnya kepada Allah
sehingga Allah pun menghinakannya. ?...Dan barang siapa yang dihinakan
10. Maksiat Mematikan Bisikan Hati Nurani Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah
Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan dan sebaliknya akan berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Hajj:18) Sedangkan
menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan, karena kemuliaan itu
dapat memutuskan keinginan untuk bertobat. Inilah yang akan menjadi hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. ?Barang siapa yang
penyakit hati yang paling besar. menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah lah kemuliaan itu ..." (QS. Al-
Faathir:10) Seorang Salaf pernah berdoa, ?Ya Allah, anugerahilah aku
11. Menghilangkan Keburukan Maksiat Itu Sendiri dan Memudahkan kemuliaan melalui ketaatan kepada Mu, dan janganlah Engkau hina
Dosa dinakan aku karena aku bermaksiat kepada Mu."
Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, maka ia tidak lagi buruk
memandang perbuatan itu, sehingga maksiat itu menjadi adat 14. Maksiat Merusak Akal
kebiasaan. Ia pun tidak lagi mempunyai rasa malu melakukannya, bahkan Ulama Salaf berkata, bahwa seandainya seseorang itu masih berakal
memberitakannya kepada orang lain tentang perbuatannya itu. Dosa sehat, maka akal sehatnya itulah yang akan mencagahnya dari
yang dilakukannya dianggapnya ringan dan kecil. Padahal dosa itu adalah kemaksiatan kepada Allah. Dia akan berada dalam genggaman Allah,
besar di mata Allah swt. sementara malaikat menyaksikan dan nasihat Al-Qur'an pun
mencegahnya, begitu pula dengan nasehat keimanan. Tidaklah seseorang
12. Maksiat Warisan Umat Yang Pernah Diazab melakukan maksiat kecuali akalnya telah hilang.
Misalnya, homoseksual adalah warisan umat nabi Luth as. Perbuatan
curang dengan mengurangi takaran adalah peninggalan kaum Syu'aib as. 15. Maksiat Menutup Hati
Allah berfirman, ?Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang kebaikan seluruhnya. Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah
selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (Al-Muthoffifiin:14) sesukamu." (HR. Bukhari)
Imam Hasan mengatakan hal itu sebagai dosa yang berlapis dosa. Ketika
dosa dan maksiat telah menumpuk maka hatinya pun telah tertutup. 19. Maksiat Meremehkan Allah
Jika seseorang berlaku maksiat, disadari atau tidak, rasa untuk
16. Maksiat Dilaknat Rasulullah saw mengagungkan Allah perlahan-lahan lenyap dari hati. Jika perasaan itu
Rasulullah saw melaknat perbuatan maksiat seperti mengubah petunjuk masih ada, tentulah ia akan mencegahnya dari berlaku maksiat.
jalan, padahal petunjuk jalan itu sangat penting (HR Bukhari),
melakukan perbuatan homoseksual (HR Muslim), menyerupai laki-laki 20. Maksiat Memalingkan Perhatian Allah
bagi wanita dan menyerupai wanita bagi laki-laki, mengadakan praktek Allah akan membiarkan orang yang terus-menerus berbuat maksiat
suap-manyuap (HR Tarmidzi) dan sebagainya. berteman dengan syaitan. Allah berfirman : ?Dan janganlah kamu seperti
orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa
17. Maksiat Menghalangi Syafaat Rasul dan Malaikat kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS.
Kecuali bagi mereka yang bertobat dan kembali ke pada jalan yang lurus, Al-Hasyir:19)
sebagaimana Allah swt berfirman : ?(Malaikat-malaikat) yang memikul ?
Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji 21. Maksiat Melenyapkan Nikmat dan Mendatangkan Azab
Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun Allah berfirman : ?Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka
bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : ?Ya Tuhan kami, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah
rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS Asy-
kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan Syura:30)
peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyla-nyala. Ya Tuhan Ali ra berkata :Tidaklah turun bencana malainkan karena dosa. Dan
kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ?Adn yang telah Engkau tidaklah bencana lenyap melainkan karena tobat."
janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh diantara bapak-
bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. 22. Maksiat Memalingkan Istiqamah
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan Orang yang hidup di dunia ini bagaikan seorang pedagang. Pedagang yang
peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan." (QS: Al-Mukmin:7-9) cerdik tentu akan menjual barangnya kepada pembeli yang sanggup
membayar dengan harga tinggi. Ialah Allah yang akan membeli barang
18. Maksiat Melenyapkan Malu itu dan dibayarnya dengan kehidupan surga yang abadi. Jika seseorang
Malu adalah pangkal kebajikan, jika rasa malu telah hilang, hilangkah menjualnya dengan imbalan kehidupan dunia yang fana, ketika itulah ia
seluruh kebaikannya. Rasulullah bersabda : ?Malu itu merupakan tertipu.
Sumber : Al-Qur'an & Sunnah dan Akibat Berbuat Maksiat, karya Ibnul
Qayyim Al-Jauziah