Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10

BAB III

ROCK MASS RATING (RMR)

3.1 Tujuan

Mengetahui kualitas batuan dan klasifikasi geomekanika suatu batuan dari singkapan

3.2 Dasar Teori

Menurut Arild Palstolm, rock mass merupakan tubuh atau massa batuan yang dipisahkan oleh
diskontinuitas. Umumnya, metoda yang digunakan untuk mengklasifikasi massa batuan dalam
kegiatan geologi teknik adalah Rock Mass Rating (RMR), yang memiliki beberapa parameter,
seperti:

 Uniaxial Compressive Strength (UCS) dari material batuan
 Rock Quality Designation (RQD)
 Jarak dari dikontinuitas
 Kondisi diskontinuitas
 Kondisi air tanah

3.3 Alat & Bahan

 Alat tulis
 Batugamping (berupa singkapan di lapangan)
 Mistar pengukur jarak
 Kompas geologi
 Tali penanda
 Concrete test hammer (Schmidt Hammer) CT-320
 Jangka sorong

3.4 Prosedur Pengujian

 Menentukan sebuah singkapan di daerah Padalarang, di belakang Multi Marmer Alam
yang akan diobservasi
 Melakukan deskripsi terhadap singkapan tersebut (komposisi mineral dan derajat
pelapukannya) dan menentukan nama batuan yang ada di singkapan tersebut
 Menentukan panjang garis pengamatan sepanjang 20 m dengan batasan 1 m ke atas dan 1
m ke bawah dari garis pengamatan
 Menentukan salah satu ujung garis pengamatan sebagai datum
 Menghitung panjang setiap rekahan yang memotong garis pengamatan

10

kondisi keairan. dan RQD dari seluruh rekahan berdasarkan data-data yang telah diperoleh di atas kemudian mencatatnya 3. kondisi pelapukan.6 Flowchart Perhitungan Tentukan kuat tekan uniaxial batuan beserta rating nya Hitung RQD dan rating nya 11 Tentukan Tentukanrating ratingkeairan kondisi spasi diskontinuitas diskontinuitas diskontinuitas .5 Langkah Kerja Tentukan singkapan yang akan dideskripsi Tentukan singkapan yang akan dideskripsi Buat garis pengamatan sepanjang 20 m Buat garis pengamatan sepanjang 20 m Ukur kedudukan. panjang. bukaan. material pengisi. spasi rata-rata (X). Linkup pengamatannya adalah 1 m di bawah dan 1 m di atas garis pengamatan Uji kekuatan batuan dengan Schmidt Hammer sebanyak 5 kali Buat sketsa dari rekahan-rekahan yang diamati Catat segala pengamatan dalam bentuk tabel 3. dan posisi dari setiap rekahan yang memotong garis pengamatan.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10  Menghitung lebar setiap rekahan kemudian mencatatnya  Mengukur letak rekahan dihitung dari datum kemudian mencatatnya  Mengukur spasi setiap rekahan terhadap rekahan sebelumnya kemudian mencatatnya  Mendeskripsi kondisi rekahan dan kondisi keairan di rekahan tersebut kemudian mencatatnya  Mengukur orientasi rekahan dengan menggunakan kompas kemudian mencatatnya  Melakukan percobaan dengan menggunakan Schimdt-Hammer untuk mengetahui kekuatan batuan di singkapan  Menghitung besarnya rekuensi diskontinuitas (λ).

dan Maret di belakang kedudukan. bukaan. dan Gambar 3.2.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 Catat segala pengamatan dalam bentuk tabel 3. 11. di Jl. RMR (posisi.8 Foto-Foto Saat Praktikum Gambar 3. pemasangan tali garis pengamatan 12 . Raya dibutuhkan dalam 08. kondisi keairan Tabel 3. parameter yang Sabtu. kondisi pelapukan. .1. Wakt Asist Lokasi Kegiatan tanggal u en Pengukuran parameter- Padalarang. material Alam pengisi.1 Waktu Pengujian RMR 3.00 Saat 22 Padalarang.7 Waktu Pengujian Hari.00 Rico 2014 Multi Marmer panjang.

9 Perhitungan dan Data Hasil Percobaan RQD untuk scanline N (banyak diskontinuitas) a. pengukuran parameter RMR Gambar 3. Kelompok 9 di depan lokasi pengamatan 3.5. Fracture index= ℷ = L( panjang scanline) 35 ¿ 20 13 .3 kondisi rekahan Gambar 3.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 Gambar 3. Penggambaran sketsa Gambar 3.6.4.7. Pengukuran dengan Schmidt Hammer Gambar 3.

5 sedang 10 ker 4 ada 2. tak 4 275 13 8 40 77 43 segar 0 ker 1 ada 3. RQD¿ =100.2 tak 11 705 73 15 32 169 6. tak 14 860 45 10 330 75 27 segar 0 ker 62 ada 14 .1 ℷ+1 ) .1 x 1.3 tak 2 49 5 5 194 20 119 lapuk 10 ker 9 ada 89. ( ( 0. e−0.3 74 lapuk 0 ada b 29.75 ) ¿ 100. tak lem 9 604 124 15 105 86 300 sedang 0 24 ada b ag 4.75 non linier b.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 ¿ 1.6 tak 10 632 28 10 44 169 78 sedang 10 lem 2 ada b 1. e ¿ 103. ( 0.75 )+1 ) .6 tak 12 800 95 15 220 58 63 segar 10 ker 7 ada 31.1 ℷ −0.96 Nila Nilai Posis i Spa Stri Bu i Spasi Mater Kon Kon N si ke kaa Panj Kondisi Disk Diskon ial disi s o Disk (N Dip n ang Pelapu ontin tinuita Pengi Dis Ke . tak 13 815 15 8 158 42 45 segar 0 ker 31 ada 27.1 tak lem 1 44 44 10 10 65 123 lapuk 0 3 ada b 2.1 ( 1.3 tak lem 5 310 35 10 15 80 47 lapuk 10 9 ada b 2. tak lem 8 480 65 15 56 16 42 sedang 0 66 ada b 31. tak 3 262 213 20 96 88 103 segar 0 ker 92 ada 37. onti … (m (cm) kan uitas s (cm) si kon a nuit E) m) (cm) tinu as itas 6.4 tak lem 6 337 27 10 24 65 15 segar 10 6 ada b tak lem 7 415 78 15 170 65 6.

>50 23 1223 51 10 12 51 ng segar 0 ker 43 0 klastik 1. tak 16 935 35 10 324 46 18 segar 0 ker 11 ada 8.3 87 ng segar 0 b klastik gampi 35.0 tak lem 28 1675 125 15 22 59 36 lapuk 10 3 ada b 14. tak 29 1740 65 15 56 82 12 segar 0 ker 64 ada tak 30 1802 62 15 228 57 325 325 segar 0 ker ada tak 31 1849 47 10 233 48 42 42 segar 0 ker ada 27. tak 18 1050 40 10 327 78 14 segar 0 ker 33 ada gampi 6. 22 1172 52 10 183 45 235 ng segar 0 ker 65 klastik gampi 69.5 tak 24 1427 204 20 48 86 131 segar 10 ker 4 ada 1.9 tak 33 1908 9 8 157 72 76 segar 10 ker 8 ada tak 34 1965 57 10 312 51 54 54 segar 0 ker ada tak 35 1995 30 10 27 84 23 23 segar 0 ker ada 15 .4 tak 27 1550 40 10 182 66 113 segar 0 ker 9 ada 4.2 lem 20 1113 20 10 131 82 63 ng lapuk 10 6 b klastik gampi lem 21 1120 7 8 84 72 9.1 tak 17 1010 75 15 226 54 120 segar 0 ker 6 ada 41. tak 15 900 40 10 321 81 40 segar 0 ker 95 ada 26. >60 tak 32 1899 50 10 114 87 segar 0 ker 66 0 ada 4.2 tak 25 1453 26 10 62 71 46 segar 10 ker 4 ada 1.4 tak 26 1510 57 10 137 89 51 segar 10 ker 1 ada 5.6 19 1093 43 10 29 54 220 ng segar 0 ker 5 klastik gampi 4.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 21.

Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 Total Nilai Pembobotan RMR = 48.2.49 Tabel 3. Data hasil percobaan RMR 16 .

6.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 3. Grafik hubungan antara UCS dengan Schmidt-Hammer . dengan nilai rata-rata (mean rebound number) dari batugamping adalah 36.10 Analisis Hasil Uniaxial Compressive Strength didapat melalui: Sampel batugamping memiliki 35 data pengujian Schmidt-Hammer.8. Gambar 3.

5 water pressure / .25 25 – 125 >125 tunnel length Joint 0 < 0. Hasil rating didapat melalui tabel berikut : Parameters Range of Values Point Load For this low Range STRENGTH Strength >10MPa 4–10 MPa 2-4 Mpa 1-2 MPa uniaxial Compressive OF INTACT Index 1 ROCK Uniaxial MATERIAL 100-250 25 25-50 25-50 Compressive >250 MPa 50-100 MPa 25-50 MPa MPa MPa Mpa Mpa Strength Rating 15 12 7 4 2 1 0 Drill Core Quality (RQD) 90-100% 75 – 90 % 50– 75% 25-50% < 25% 2 Rating 20 17 13 8 3 Spacing of Discontinuitas >2 m 0.5 > 0.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 Melalui grafik hubungan Uniaxial Compressive Strength (UCS) dengan Schmidt- Hammer. didapat nilai kuat tekan sampel batugamping sebesar 87±40 MPa.6-2 m 200-600mm 60-200mm <60 mm 3 Rating 20 15 10 8 0 Very rough Slighty surfaces Slightly rough Slicenisded Soft gouge > 5mm rough Unweathered surfaces surfaces thick surface wallrock Not Separation < Separation < Gouge <5 Condition of Discontinuity Continuous Separation > 5mm 1mm 1mm mm thick 4 No separation Sligthtly Highly Separation weathered weathered Continuous 1-5 mm walls wallls Continuous Rating 30 25 20 10 0 5 Ground Water Inflow per 10 m None < 10 10 .1 0.1 0.2-0.2-0.

. kondisi keairan didapatkan hasil RMR (48.4.4) dengan klasifikasi massa batuan berdasarkan nilai totalnya yakni Fair Rock. Klasifikasi massa batuan berdasarkan nilai total pembobotan yang didapat 3.11 Pembahasan Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batuan dan klasifikasi geomekanika suatu batuan dari singkapan. spasi diskontinuitas. RQD.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 Major principal σ General Completely Conditio Damp Wet Dripping Flowing dry ns Rating 15 10 7 4 0 Tabel 3. Berdasarkan hasil perhitungan dari data kuat tekan batuan. kondisi diskontinuitas.3 Parameter pembobotan RMR dan klasifikasinya Rating 100-81 80-61 60-41 40-21 <20 Class I II III IV V Very good Very poor Description Good rock Fair rock Poor rock rock rock Tabel 3.

kondisi keairan. posisi diskontinuitas. orientasi (strike dan dip). yang diamati adalah seberapa banyak rekahan untuk mengetahui nilai fracture index dan RQD. dengan mengabaikan inti bor yang memiliki panjang kurang dari 10 cm dan memperhitungkan persentase inti bor dengan panjang lebih dari 10 cm untuk kemudian dibandingkan dengan . Berikut klasifikasinya :  Nilai index rekahan (fracture index) adalah 1. Penilaian terhadap batuan dapat dilakukan melalui pengamatan di lapangan dan pengamatan pada inti bor. dapat diklasifikasikan sebagai batuan sedang (fair rock) pada golongan III RQD atau Rock Quality Designation merupakan metode yang diperkenalkan oleh Deree dan Miller yang digunakan untuk mengetahui kualitas batuan berdasarkan pengamatan inti bor yang terambil. RMR merupakan salah satu pendekatan empiris yang dapat digunakan dalam pra-pelaksanaan kegiatan (tahap perencanaan).48. pembangunan dam. lebar diskontinuitas. Untuk inti bor. dalam konstruksi infrastruktur.Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 BAB IV KESIMPULAN Makna nilai RMR adalah untuk mengetahui tingkat stabilitas suatu batuan apabila kestabilan tersebut terganggu. Nilai yang dihitung adalah panjang diskontinuitas. dan pembangunan terowongan. Sampel pada percobaan kali ini memiliki cakupan 20 m dengan scanline di lapangan. dan kuat tekan batuan. RMR juga dapat digunakan sebagai antisipasi dari ketidakstabilan lereng. maupun pengupasan lereng yang memerlukan kajian relatif singkat. spasi diskontinuitas. misalnya pada pengupasan batuan untuk pertambangan. Aplikasi RMR banyak digunakan dalam kegiatan pertambangan atau pembangunan yang melibatkan batuan. baik gangguan yang berasal dari alam ataupun yang berasal dari kegiatan yang melibatkan manusia. kondisi diskontinuitas. Batuan yang dianalisa berupa batugamping grainstone. Untuk pengamatan di lapangan dengan metode scanline dilakukan dengan penilaian terhadap diskontinuitas yang berupa rekahan. Selain itu.75 m-1  Memiliki nilai RMR (Rock Mass Rating) sebesar 49.

8 m-1  Nilai RQD nya 69. Total panjang keseluruhan dari inti bor ini adalah 500 m yang dibagi menjadi beberapa interval berdasarkan keutuhan core nya.5% yang diklasifikasikan menjadi batuan dengan kondisi cukup (fair) .Klasifikasi Batuan dan Massa Batuan – Kelompok 10 panjang inti bor secara keseluruhan. Dari percobaan RQD didapat hasil :  Nilai indeks rekahan : 3.