E. Hambali, T. K. Bunasor, A. Suryani dan G. A.

Kusumah

APLIKASI DIETANOLAMIDA DARI ASAM LAURAT MINYAK INTI SAWIT
PADA PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN

Erliza Hambali, Tatit K Bunasor, Ani Suryani dan Giri Angga Kusumah

Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB

ABSTRACT

Surfactant represents one of industrial products from a downstream industry of palm. The development of
surfactant has a strong prospect. Surfactant which is widely used in the personal care industry is diethanolamide
(DEA). The use of DEA in a personal care product is to improve foam and emulsion stabilizer. In this research,
we used DEA for 1, 2 and 3%. The best result was achieved by using 3% of DEA. The characteristics of
transparent soap were total water and evaporable substance content of 10,31%, total fatty acid of 32,84%,
unsaponifiables fraction of 1,08%, insoluble matter in alcohol of 1,06%, free alkali of 0,44%, pH of 10,33, foam
stability of 51,50%, emulsion stability of 98,37% and hardness of 2,95 mm/sec.

Key words : dietanolamida, surfactant, transparent soap

PENDAHULUAN terpilih formula untuk pembuatan sabun transparan
terbaik, diteliti aplikasi DEA yang di-hasilkan pada
Industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia pembuatan sabun transparan dengan menggunakan
merupakan industri yang sangat strategis karena formula yang sudah terpilih sebelum-nya. Tahapan
Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit ter- terakhir dari kegiatan penelitian ini adalah
besar kedua di dunia setelah Malaysia. Areal per- karakterisasi sabun transparan yang dihasil-kan.
kebunan kelapa sawit di Indonesia meningkat pesat
sedangkan industri hilirnya belum berkembang. Pembuatan DEA dari Minyak Inti Sawit
Surfaktan merupakan salah satu produk dari
industri hilir kelapa sawit. Industri surfaktan di Persiapan sampel dilakukan untuk mendapat-
Indonesia masih terbatas, padahal surfaktan dibutuh- kan DEA yang digunakan dalam pembuatan sabun
kan dalam jumlah besar untuk bahan emulsifier transparan. Penelitian tahap ini merujuk pada
produk personal care seperti sabun dan shampo, penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Laura
produk kosmetik, maupun produk makanan. Potensi (2004). Bahan baku utama dalam penelitian ini ada-
untuk mengembangkan surfaktan masih sangat besar lah asam laurat (C12H24O2) yang difraksinasi dari
sehingga perlu dilakukan penelitian tentang peman- minyak inti sawit (Palm Kernel Oil) dan dietanol-
faatan surfaktan secara lebih luas. amina. Analisis dilakukan terhadap tegangan permu-
Sabun transparan adalah jenis sabun untuk kaan, tegangan antar muka dan nilai pH.
muka dan untuk mandi yang dapat menghasilkan
busa lebih lembut di kulit dan penampakannya Pemilihan Formula Sabun Transparan
berkilau jika dibandingkan dengan jenis sabun yang
lain. Harga sabun transparan relatif lebih mahal Pada penelitian tahap ini dilakukan penentuan
dibandingkan dengan sabun lainnya dan dikonsumsi formula yang paling sesuai untuk pembuatan sabun
oleh kalangan menengah ke atas. transparan. Formulasi terdiri dari tiga referensi,
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan yaitu Williams dan Schmitt (2002), Mitsui (1997)
konsentrasi dietanolamida dari asam laurat minyak dan Cognis (2003). Proses selanjutnya adalah me-
inti sawit terbaik pada proses pembuatan sabun nentukan formula terbaik. Pengamatan dilakukan se-
transparan dan mengetahui karakteristik sabun trans- cara visual yang meliputi transparansi, jumlah busa
paran yang dihasilkan. dan tekstur sabun transparan yang dihasilkan.

Aplikasi DEA pada Pembuatan Sabun Transparan
METODOLOGI
Penelitian tahap ini bertujuan untuk meng-
Metodologi penelitian ini dimulai dengan hasilkan sabun transparan dengan komposisi hasil
proses pembuatan DEA dari minyak inti sawit yang dari pemilihan formulasi terbaik dan selanjutnya
dilanjutkan dengan pemilihan formula sabun trans- mengaplikasikan DEA pada pembuatan sabun trans-
paran yang akan digunakan dalam penelitian. Setelah paran.

J. Tek. Ind. Pert. Vol. 15(2), 46-53 46

yaitu kadar air dan zat menguap.. akan mem- mukaan air tanpa penambahan surfaktan dietanol..7 dihasilkan melalui penambahan kaustik soda. fraksi tak tersabunkan.. Penelitian tahap ini dilakukan untuk menda- paran yang dihasilkan meliputi sifat fisiko kimia patkan formulasi pembuatan sabun transparan yang yang mengacu pada SNI sabun mandi (SNI 06-3532. dapat di- kan tegangan antar muka sebesar 23. Hasil pengukuran nilai pH yang didapat menunjuk.. HASIL DAN PEMBAHASAN banyak busa dan tekstur. Dengan demikian pe. Pembuatan sabun trans- alkohol.6 dyne/cm.. minyak mineral. Mitsui lemak... dyne/cm (45%). gliserin. 2002). dan Schmitt. alkali bebas. bagian tak larut dalam (1997). terbaik dari tiga referensi yang berbeda.. asam laurat. Gliserin yang ditambahkan dalam for- terjadi penurunan tegangan permukaan sebesar 21. Dengan demikian duk akhir.7 mula sabun transparan berperan sebagai humektan. dan Cognis (2003).. cukup. hadap sabun transparan yang dihasilkan. nilai pH.6 dyne/cm.26. jumlah asam mula menurut Wlliams dan Schmitt (2002). menggunakan formula dari Cognis (2003) meng- hasilkan sabun transparan terbaik dibandingkan Nilai pH dengan formula dari Williams dan Schmitt (2002) dan Takeo Mitsui (1997). busa yang dihasilkan lebih banyak dan ber- dapatkan dari hasil pengukuran adalah sebesar 8. +++ DEA yang dihasilkan adalah tegangan permukaan. minyak jarak. Tek. walaupun tekstur yang Nilai tegangan antar muka yang didapatkan didapat lebih lunak jika dibandingkan dengan yang karena penambahan surfaktan mencapai 24. paran menggunakan formulasi Cognis (2003) untuk mendapatkan kinerja sabun transparan yang lebih baik... karena nilai kukan modifikasi formulasi pembuatan sabun trans- pH nya lebih besar dari tujuh.9 dyne/cm simpulkan sabun transparan yang dihasilkan dengan (49%). Minyak jarak yang ditambahkan memegang peranan penting dalam memberikan kejernihan. etanol dan sukrosa. 46-53 . Kegiatan penelitian selanjutnya adalah mela- kan bahwa surfaktan ini bersifat basa. Dari analisis secara visual ter- nambahan surfaktan dietanolamida dapat menurun. Mitsui Schmitt (2003) buat dengan perbandingan asam laurat dan (1997) (2002) Transparansi . Keterangan : + : Cukup Tegangan Permukaan ++ : Sedang +++ : Baik Nilai tegangan permukaan yang dihasilkan karena penambahan surfaktan dietanolamida men. mengetahui karakteristik sabun transparan yang di- hasilkan. dan membuat sabun menjadi lebih lembut (Williams amida sebesar 48. Bahan baku utama dalam penelitian ini Formula adalah asam laurat dari minyak inti sawit (Palam Analisa Takeo Wlliams dan Cognis Kernel Oil) dan dietanolamina. yaitu transpransinya Nilai pH surfaktan dietanolamida yang di. dyne/cm sedangkan nilai tegangan antar muka air Dietanolamida berfungsi dalam menstabilkan busa dan xilen tanpa penambahan surfaktan dietanol.. Pemilihan bahan baku khususnya pada asam capai 26. Pengamatan secara visual terhadap sabun Proses pembuatan DEA dilakukan dengan me. tekstur yang lembut. + ++ dietanolamina 1:1 dan direaksikan pada suhu 140- 160oC selama 2 jam. transparan menggunakan berbagai formula reaksikan asam laurat dengan dietanolamina pada suhu 150oC. Tekstur ++ . Karakteristik Produk Pemilihan Formula Sabun Transparan Analisis yang dilakukan terhadap sabun trans.. yaitu for- 1994). Dietanolamida di.. stabilitas emulsi dan kekerasan.. Pengamatan dilakukan se- cara visual. Vol. Ind. Asam stearat dan 47 J. Analisis yang dilakukan terhadap sabun transparan yang dihasilkan adalah transparansi. lemak yang digunakan dalam formula. minyak kelapa sawit. paran dengan berbagai komposisi dilakukan untuk stabilitas busa. Analisa yang dilakukan pada Busa ++ . Perubahan dilakukan terhadap komposisi asam stearat. Trietanol- Tegangan Antar Muka amida yang ditambahkan dalam formula berperan dalam proses penyabunan.9 dyne/cm sedangkan nilai tegangan per. Pembuatan DEA dari Minyak Inti Sawit Tabel 1. berikan pengaruh yang signifikan pada warna pro- amida sebesar 48.Aplikasi Dietanolamida Dari Asam Laurat . Pert. 15(2). ++ tegangan antar muka dan nilai pH.

Pada sampel V. Peningkatan kom- posisi etanol yang berlebihan pada sampel IV tidak NaOH 30% 20. Kombinasi komposisi sabun transparan dan hasil analisisnya Komposisi dalam Formula (%) Bahan I II III IV V VI Asam Stearat 7 7 7 7 19 7 Minyak Kelapa Sawit 20 20 . meski. Warna kuning pada sampel II berasal dari minyak Tabel 3. tapi mengeluarkan odor yang tidak sedap.busa Cukup Banyak busa Banyak busa Cukup Banyak busa Cukup . 20 Asam Laurat .2 0. Ind.5 6. Formulasi yang digunakan disajikan Penambahan gliserin dapat meningkatkan pada Tabel 3.2 memberikan pengaruh yang berarti pada karakte. A. tapi mengakibat. A. buat stok sabun. Minyak kelapa sawit dan paran minyak jarak berpengaruh terhadap warna dan busa sabun transparan yang dihasilkan dan kesan setelah Pada penelitian tahap ini dilakukan penambah- pemakaian.5 4. Pert. Formulasi sabun transparan yang diteliti kelapa sawit dan penambahan konsentrasi sukrosa dapat membuat sabun transparan yang dihasilkan Komposisi bahan (%) menjadi lebih keras.transparansi Cukup Baik Agak keruh Keruh Keruh Cukup . adonan akan menjadi lebih keras dan lengket. Penam. 20 - Castor Oil 12 . Suryani dan G.5 ristik sabun.3 20. Palm DEA 1 2 3 bahan sedikit gliserin pada sampel VI tidak banyak NaCl 0. Gliserin dan etanol di-harapkan dapat an DEA pada pembuatan sabun transparan dengan membuat sabun lebih transparan. itu dilakukan penambahan minyak kelapa sawit pada baik. suhu 70oC.3 20.3 20. memanaskan asam stearat hingga mencair. minyak tekstur yang padat.2 0. T. Tabel 2.tekstur Padat Padat Lembek Padat Padat Padat . Formulasi ini digunakan dalam kelapa sawit dan NaOH adalah sebagai bahan pem- penelitian lebih lanjut. Tek.2 0. E. Fungsi dari asam stearat. 1. 46-53 48 . Dari analisis yang dilakukan terhadap sabun Langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan transparan yang dihasilkan dapat disimpulkan for.3 20.5 5.2 Air 6. 20 . Vol.warna Kuning Agak kuning Putih Kuning Buram Kuning . . . K.3 dapat meningkatkan transparansi.5 Deskripsi produk: .5 6. komposisi Gliserin 13 13 13 asam stearat yang berlebihan dapat menyebabkan Ethanol 15 15 15 warna sabun yang dihasilkan menjadi buram. 2 dan 3%. Untuk sampel III subsitusi Bahan Perlakuan Perlakuan Perlakuan minyak kelapa sawit dengan asam laurat yang di. Sukrosa berfungsi formulasi terbaik komposisi hasil penelitian tahap untuk mencegah kristalisasi dan meningkatkan sebelumnya. Kusumah asam laurat berpengaruh pada tekstur dan busa sabun Aplikasi DEA pada Pembuatan Sabun Trans- transparan yang dihasilkan. Stok sabun akan segera terbentuk. Setelah mulasi Sampel II merupakan sabun transparan ter. 20 . Air 6.3 Gliserin 7 13 13 11 7 9 Ethanol 15 15 15 19 15 15 Sukrosa 11 17 17 15 11 11 Palm DEA 1 1 1 1 1 1 NaCl 0.lain-lain Panas Mengkilap Buram Bau alkohol Kasar Kurang busa J. DEA yang ditambahkan adalah sebesar kekerasan sabun transparan yang dihasilkan.2 0. meskipun dapat Kelapa 20 20 20 Sawit menghasilkan busa yang banyak. Sukrosa 17 17 17 pun dapat menghasilkan busa yang banyak.5 6. Bunasor. . Pencampuran NaOH dilakukan setelah menghasilkan busa lebih banyak dan mempunyai larutan homogen. transparansi dan banyaknya busa pada sampel II. Hambali.5 6.3 20. 15(2).3 20. - NaOH 30% 20. Stearat kan sabun menjadi tidak transparan (opaque) dan Minyak sabun mempunyai tekstur lembek.2 0. dengan karakteristik transparansi yang baik.5 6. I II III harapkan dapat mengurangi warna kuning pada Asam 7 7 7 sabun transparan yang dihasilkan. .3 20.2 0.2 0.

Pengadukan Suhu 70 . mudah menyusut pada saat digunakan (Spitz.. kadar air dan zat menguap mandi. terendah terdapat pada perlakuan DEA 3% yaitu sebesar 10.63%. Pengadukan terus dilakukan sampai stok sabun Asam Stearat homogen. Tek. Banyaknya air yang ditambahkan pada produk fraksi tak tersabunkan. yaitu 6 Kadar Minyak mineral % negatif maksimal 15% (SNI). Semakin banyak air yang ter- minyak mineral. tertinggi diperoleh dari perlakuan konsentrasi DEA paran. 46-53 . yaitu dengan merubah konsentrasi Pengadukan DEA sebesar 1..80 oC Penambahan sukrosa yang berlebihan akan mengu- rangi tingkat transparansi sabun yang dihasilkan. Pert. Hal ini disebabkan karena No.. pengaduk- an terus dilakukan hingga semua bahan tercampur Pencetakan secara sempurna.. Selain itu suhu Sabun Transparan yang terlalu tinggi dan pengadukan yang terlalu cepat akan menghasilkan busa yang berlebihan. Ind. alkali bebas dihitung sebagai NaOH dan pada saat digunakan. Jenis Uji Satuan Persyaratan dengan penambahan DEA mengakibatkan pengu- Mutu 1 Kadar air dan zat % Maks 15 rangan komposisi air. Setelah semua bahan dicampurkan. jumlah asam lemak. kestabilan busa. Bila Gambar 1.Aplikasi Dietanolamida Dari Asam Laurat .. Suhu Pemanasan proses dijaga antara 70-80 oC. sehingga sebagai acuan digunakan SNI sabun 1% sebesar 13. Vol.. Setelah itu ditambahkan secara berturut-turut Sabun DEA yang berfungsi dalam pembusaan. 1996).. Gliserin Minyak Kelapa Sawit berfungsi selain sebagai pelembut juga berfungsi untuk meningkatkan transparansi. Syarat mutu sabun mandi menurut SNI perlakuan DEA 2% memiliki kadar air dan zat menguap sebesar 11. Sumber : SNI 06 – 3532. karena suhu yang terlalu rendah dan pengadukan yang terlalu lambat akan mengakibatkan penggumpalan. Diagram alir pembuatan sabun transparan hal ini terjadi akan menghambat dalam proses pencetakan sabun transparan. 15(2).. rasan.22 %. NaCl Pembuatan sabun dilakukan dengan tiga Air macam formula. Pada tahap ini. 2 dan 3%.. Nilai kadar air dan zat menguap sabun transparan Sampai saat ini belum ada SNI untuk sabun trans...22%. 2 dan 3% dengan syarat mutu SNI.31%. Karakteristik Produk Sabun mandi yang beredar di pasaran bebas harus memenuhi standar mutu seperti yang tercan. ditambahkan secara bertahap.. seperti kadar air dan zat menguap pada 105oC. 5 Alkali bebas dihitung % Maks 0.1 Kadar air sabun transparan yang dihasilkan telah sebagai NaOH memenuhi kriteria mutu sabun mandi.. (1994) 49 J. warna. Sedangkan bahan yang dikurangi akibat dari penambahan DEA adalah air. suhu dan Pengadukan dan kecepatan pengadukan harus dijaga tetap NaOH Suhu 70 oC konstan. Kadar air dan zat menguap menguap pada 105oC sabun transparan yang dihasilkan berada dalam 2 Jumlah asam lemak % Min 70 kisaran 10. setelah itu ditambahkan gliserin. belum dicantumkan dalam SNI.31 – 13. agar terjadinya karamelisasi dapat dicegah. Pengukuran kadar air dan 3 Fraksi tak tersabunkan % Maks 2. karena penambahan sukrosa yang berlebihan dapat menyebabkan warna sabun yang dihasilkan menjadi Stock gelap. keke. Pada pengadukan ini suhu dan kecepatan harus diperhatikan.5 zat menguap dilakukan untuk membandingkan kadar 4 Bagian tak larut dalam % Maks 2. Kadar Air dan Zat Menguap tum dalam SNI 06 – 3532 (1994). Selanjutnya di- tambahkan etanol dengan tujuan meningkatkan transparansi sabun transparan yang dihasilkan. NaCl dan Sukrosa DEA yang terakhir air... Gliserin Etanol kan kekerasan sabun transparan. Sukrosa yang berfungsi untuk meningkat. bagian tak larut dalam sabun akan mempengaruhi kelarutan sabun dalam air alkohol. Karakteristik penunjang lainnya kandung dalam sabun maka sabun akan semakin seperti daya membersihkan. sedangkan sabun transparan pada Tabel 4.5 air sabun transparan yang dihasilkan dengan konsen- alkohol trasi DEA 1.

mandi.08%). kan hubungan antara konsentrasi DEA terhadap sentrasi DEA 1%. jumlah asam lemak terendah tersabunkan sabun transparan yang dihasilkan me- terdapat pada perlakuan DEA 1% (28. fraksi tak tersabunkan terendah terdapat pada perlakuan DEA Gambar 3. K. Ketaren (1986) 1 menambahkan bahwa fraksi tidak tersabunkan ada- lah senyawa-senyawa yang sering terdapat larut 0. Spitz (1996) menambahkan 0 1 2 3 bahwa asam lemak memiliki kemampuan terbatas untuk larut dalam air. 1996).5 produk sabun dapat menurunkan kemampuan mem.5 Kadar Fraksi Tak Tersabunkan 2. J. Hal ini dimaksud- kan untuk mengefisiensikan proses pembersihan Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa kotoran berupa minyak atau lemak pada saat sabun faktor konsentrasi DEA berpengaruh nyata (α = digunakan. zat 0 1 2 3 warna dan hidrokarbon. sedang. 15(2).5 (%) 1.08 – 2. DEA 2% dan 3% berbeda nyata dengan konsentrasi miliki jumlah asam lemak 31. Suryani dan G. trasi 2% dan 3% tidak berbeda nyata. Ind.85%.05) terhadap jumlah Kadar fraksi tak tersabunkan sabun transparan asam lemak sabun transparan yang dihasilkan. sabun dengan 60 kadar air yang lebih rendah mengindikasikan akan mempunyai daya simpan yang relatif lebih lama. Hambali. Hasil analisis DEA 1%.05 %. A. 46-53 50 .74%). tetapi perlakuan dengan konsen. lanjut terhadap faktor konsentrasi DEA terhadap Kadar fraksi tak tersabunkan sabun transparan yang jumlah asam lemak sabun transparan yang dihasil. Sabun yang baik memiliki total asam lemak dengan nilai Gambar 2. Pert. Bunasor. A. Tek.05 Fraksi tak tersabunkan 2 Adanya bahan yang tidak tersabunkan dalam 1. 0.05) terhadap kadar fraksi tak tersabunkan sabun Nilai jumlah asam lemak sabun transparan transparan yang dihasilkan. Kusumah Dengan demikian berarti sabun transparan yang dihasilkan cukup keras sehingga lebih efisien dalam pemakaian karena sabun tidak akan mudah 70 larut dalam air. farksi tak tersabunkan sabun transparan. tetapi perlakuan dengan konsentrasi 2% keragaman menunjukkan bahwa faktor konsentrasi dan 3% tidak berbeda nyata.83 31. Gambar 2 menunjukkan hubungan antara konsentrasi DEA terhadap kadar asam lemak sabun transparan. Dalam penyimpanan. Vol. hadap jumlah asam lemak sabun trans- tambahkan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan paran sabun sebaiknya kurang dari 30%.85 Jumlah Asam Lemak 30 28. dihasilkan telah memenuhi kriteria mutu sabun kan menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsen. 1. Hal ini akan membuat sabun Konsentrasi DEA (%) menjadi lebih tahan lama setelah digunakan. Uji lanjut terhadap tertinggi diperoleh dari perlakuan pada konsentrasi faktor konsentrasi DEA terhadap kadar fraksi tak DEA 3% (32. 2. yaitu maksimal 2. Nilai fraksi tak tersabunkan konsentrasi DEA (%) sabun transparan tertinggi diperoleh dari perlakuan pada konsentrasi DEA 1% (2. Uji yang dihasilkan berada dalam kisaran 1. T.5%.5%. artinya bahan-bahan yang di. Hubungan antara konsentrasi DEA 3% (1. Pada Gambar 3 disaji- trasi DEA 2% dan 3% berbeda nyata dengan kon.05%). E. 50 Jumlah asam lemak (%) 40 32.08 bersihkan pada sabun (Spitz. nunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi kan sabun transparan pada perlakuan DEA 2% me. sedangkan sabun transparan pada terhadap fraksi tak tersabunkan sabun perlakuan DEA 2% memiliki fraksi tak tersabunkan transparan 1.84%). DEA berpengaruh nyata (α = 0.5 dalam minyak dan tidak dapat disabunkan dengan soda alkali termasuk didalamnya yaitu sterol.74 20 Total asam lemak adalah jumlah seluruh asam lemak pada sabun yang telah ataupun yang belum 10 bereaksi dengan alkali. Hubungan antara konsentrasi DEA ter- lebih besar dari 70%.

Nilai pH sabun transparan semakin meningkat. Alkali bebas adalah alkali dalam sabun yang tidak terikat sebagai senyawa. bagian tak larut dalam alkohol terendah berlebihan pada proses penyabunan. sehingga dengan penambahan konsen. Peningkatan dapat disebabkan oleh perbandingan jumlah asam konsentrasi DEA tidak berpengaruh terhadap lemak bebas dengan NaOH tidak seimbang. Kelebihan Bagian Tak Larut Dalam Alkohol alkali dalam sabun mandi tidak boleh melebihi 0.5%... Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa Nilai pH sabun umumnya berkisar antar 9. kan sabun transparan pada perlakuan DEA 2% paran yang dihasilkan berada dalam kisaran 0.. yaitu maksimal 2. nilai pH terendah trasi DEA 1. (0.05) terhadap bagian tak larut dalam alkohol dengan sabun akan membuat nilai pH kulit mening- sabun transparan yang dihasilkan. paran pada perlakuan DEA 1% memiliki stabilitas trasi DEA terhadap kadar alkali bebas sabun trans. 2 dan 3% tidak berbeda nyata. dihasilkan berada dalam kisaran 43. sehing..99%.. Uji lanjut ter.56%) Jumlah asam lemak terendah terdapat pada perlakuan DEA 3% (0. dan sulfat serta pati (ASTM. Akan tetapi. Nilai bagian tak Kelebihan alkali pada sabun mandi dapat disebabkan larut dalam alkohol sabun transparan tertinggi karena konsentrasi alkali yang ditambahkan terlalu diperoleh dari perlakuan pada konsentrasi DEA 3% pekat atau karena penambahan alkali yang (1. yang dihasilkan telah memenuhi kriteria mutu sabun mandi.. hal ini berada dalam kisaran 0.95 – memiliki nilai pH 10. Uji lanjut terhadap faktor konsen.47%).45.50%. kat untuk sementara.5- faktor konsentrasi DEA tidak berpengaruh nyata (α 10. Bagian tak larut dalam alkohol sabun trans. Ind. 1. begitu yang tidak tersabunkan menunjukkan jumlah asam juga dengan perlakuan konsentrasi DEA 2% dan 3%.47 – 0. yaitu antara 9-11. silikat.8..45). Stabilitas Busa paran pada perlakuan DEA 2% memiliki jumlah asam lemak 0. 15(2). stabilitas busa terendah terdapat pada per- = 0. Jumlah fraksi lemak berbeda nyata dengan konsentrasi DEA 1%. DEA 1. Uji lanjut terhadap faktor konsentrasi punyai polaritas yang sama.. Stabilitas busa sabun transparan yang paran yang dihasilkan menunjukkan bahwa perlaku.50%)... sabun transparan tertinggi diperoleh dari perlakuan kan menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsen. Mencuci = 0.97%.Aplikasi Dietanolamida Dari Asam Laurat . dihasilkan.05) terhadap nilai pH sabun transparan yang Suatu zat dapat larut dalam pelarut jika mem. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa paran yang dihasilkan telah memenuhi kriteria mutu faktor konsentrasi DEA tidak berpengaruh nyata (α sabun mandi. terdapat pada perlakuan DEA 1% (0. lemak yang tidak terikat oleh basa.33). DEA terbuat dari menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi asam lemak. Pert. sedangkan sabun trans- yang dihasilkan. 2 dan 3 % tidak berbeda nyata. sedang- Bagian tak larut dalam alkohol sabun trans.56 %. = 0. 46-53 .50 %. busa 43. Hal ini disebabkan karena ga dengan penambahan DEA akan mengakibatkan DEA merupakan surfaktan nonionik yang tidak akan lemak tak tersabunkan berkurang. pada konsentrasi DEA 1% (10. mengikat ion.14% untuk sabun kalium. Kulit normal memiliki pH sekitar 5. Nilai stabilitas busa sabun transparan tertinggi Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa diperoleh dari perlakuan pada konsentrasi DEA 3% faktor konsentrasi DEA tidak berpengaruh nyata (α (51. Minyak dan lemak DEA terhadap pH sabun transparan yang dihasilkan hanya sedikit larut dalam alkohol. Vol. 2001). DEA yang mempunyai gugus hidrofobik akan an dengan konsentrasi DEA 1% dan 2% tidak mengikat minyak lebih banyak. sehingga dengan penambahan DEA menyebabkan Nilai alkali bebas sabun transparan tertinggi penurunan pada pH sabun transparan yang dihasil- diperoleh dari perlakuan pada konsentrasi DEA 1% kan..97 – 51. Penurunan nilai pH ini Kadar Alkali Bebas diakibatkan karena DEA bersifat basa lemah. fosfat keras dan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. 51 J. sedangkan sabun trans.33 – 10. penurunan alkali bebas. Nilai pH trasi DEA akan mengakibatkan bagian tak larut sabun transparan yang dihasilkan berada dalam dalam alkohol sabun transparan yang dihasilkan kisaran 10. Tek..39. Jika nilai jumlah tetapi perlakuan dengan konsentrasi 1% dan 3% asam lemak melebihi standar dapat dikatakan bahwa berbeda nyata.58%)..06 %.05) terhadap kadar alkali bebas sabun transparan lakuan DEA 2% (45.1% untuk natrium dan 0... kenaikan pH pada hadap faktor konsentrasi DEA terhadap bagian tak kulit tidak akan melebihi 7 (Jellinek.95%). sedang- kan sabun transparan pada perlakuan DEA 2% Nilai pH memiliki bagian tak larut dalam alkohol 0. reaksi pembentukan sabun yaitu asam lemak bebas Alkali bebas sabun transparan yang dihasilkan dengan basa tidak bereaksi secara sempurna. Nilai pH larut dalam alkohol sabun transparan yang dihasil. terdapat pada perlakuan DEA 3% (10.06%). 1970). Hal Bahan tak larut dalam alkohol pada sabun ini disebabkan karena alkali memiliki sifat yang meliputi garam alkali seperti karbonat.

dengan faktor konsentrasi DEA berpengaruh nyata (α = karakteristik sabun transparan yang dihasilkan yaitu: 0. Uji lanjut terhadap faktor konsen.05) terhadap stabilitas busa sabun transparan sabun transparan yang dihasilkan semakin me- yang dihasilkan. A. sedangkan Ketaren. kestabilan emulsi terendah terdapat pada perlakuan KESIMPULAN DEA 1% (96. 1970. Wiley Interscience. Semakin besar nilai keke. Gambar 4 menunjukkan hubungan antara konsen.37 % dan kekerasan 2. Stabilitas emulsi merupakan salah satu para- Konsentrasi DEA (%) meter penting dalam penentuan mutu sabun. Clear Bar Soap. Departemen TIN. DAFTAR PUSTAKA trasi DEA terhadap kestabilan emulsi sabun Annual Book of ASTM Standards. S.36 mm/det). sehingga dengan penambahan faktor konsentrasi DEA tidak berpengaruh nyata (α konsentrasi DEA akan mengakibatkan kekerasan = 0. 2004.15 Stabilitas Emulsi Sabun 95 94 93 Kestabilan emulsi sabun merupakan kekuatan 92 sistem emulsi yang terdapat dalam sabun untuk 91 mempertahankan kestabilannya dalam berbagai kon. United States. trasi DEA terhadap stabilitas busa sabun transparan yang dihasilkan menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi DEA 1% dan 2% tidak berbeda nyata.33. Vol. begitu juga dengan perlakuan konsentrasi 100 99 98. Volume tranparan. Pert. 2002). Peningkatan kekerasan diakibatkan oleh subsitusi komposisi air dengan DEA pada formula J. T. stabilitas busa 51. pH 10. Elsevier. hadap kestabilan emulsi sabun trans- tensi tetap (Suryani et al. bagian tak larut trasi DEA terhadap stabilitas emulsi sabun trans. alkali bebas 0. Sabun padat termasuk dalam emulsi tipe w/o.37%). 90 1 2 3 disi. fraksi tak tersabunkan 1.05) terhadap stabilitas emulsi sabun transparan kadar air 10. Pengantar Teknologi Minyak dan sabun transparan pada perlakuan DEA 2 % memiliki Lemak Pangan.08 %. Nilai kestabilan paran emulsi sabun transparan tertinggi diperoleh dari perlakuan pada konsentrasi DEA 3% (98. Jellinek.06 %.37%.15 – 98. mm/det.10 mm/det. an dengan konsentrasi DEA 1.15%. 98 kestabilan emulsi 96. 2001. Minyak Inti Sawit.. PA.84 %. = 0. West Conshocken. dalam alkohol 1.95 nyata. Kusumah Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa sabun transparan.37 DEA 2% dan 3%. kekerasan 3. Jakarta. 97 sabun (%) 96 95. Cognis Indonesia. maka sabun transparan yang dan Lama Reaksi dalam Pembuatan dihasilkan memiliki sifat kekerasan yang semakin Dietanolamida sebagai Surfaktan berbasis rendah. Tek. A. (3. Formulation and Function of peroleh dari perlakuan pada konsentrasi DEA 1 % Cosmetics. faktor konsentrasi DEA tidak berpengaruh nyata ( Mitsui.95 mm/det).92%). dapat di- 95. ningkat. Care Chemical Division PT. sedangkan sabun transparan pada perlakuan DEA 1% memiliki stabilitas emulsi Dari hasil penelitian yang dilakukan.50 %. Cognis.44 %. Transleted. 2002. 2 dan 3% berbeda stabilitas emulsi 98.05) terhadap kekerasan sabun transparan yang Amsterdam. Bunasor. dihasilkan. Uji lanjut terhadap faktor konsen. 15(2). Jakarta. 15. tetapi perlakuan dengan konsen. kekerasan terendah terdapat pada New York. Formulation No: Kekerasan GWH 96/25. Hubungan antara konsentrasi DEA ter- tidak terjadi perubahan warna dan memiliki konsis. Nilai kekerasan sabun transparan tertinggi di. simpulkan bahwa konsentrasi Dietanolamida terbaik Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pada formulasi sabun transparan yaitu 3 %. 46-53 52 . K. T.04. S. Ind. Pengaruh Rasio Mol Reaktan rasan hasil pengukuran. New Cosmetic Science. Suryani dan G. mineral negatif.92 trasi 1% dan 3% berbeda nyata.31 %. Hambali. E. Skripsi. perlakuan DEA 3 % (2. yang dihasilkan. 1997. Laura. Gambar 4. Kestabilan emulsi sabun transparan yang di- hasilkan berada dalam kisaran 95. UI Press. Emulsi yang baik tidak membentuk lapisan-lapisan. FETETA Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa – IPB. 1986. minyak paran yang dihasilkan menunjukkan bahwa perlaku. jumlah asam lemak 32.

Sailah.. Hambali.. Departemen Teknologi New York. Sagarin B. Ind. Kimia dan Dewan Standarisasi Nasional. FATETA. H. Illinois. Strianse 1972... Willey Interscience. 53 J.. A. R. Teknologi Industri Kosmetika dan Produk- Spitz.. Teknologi Emulsi. Practical Review. I. 46-53 .. Pert. Vol 2. Bogor.. Soap and Detergent a Theoritical and Produk Perawatan Diri. Vol.. IPB. dan E. and Technology. 2002. Williams. 1996. FATETA. Terjemahan. AOCS Press. SNI 06 – 3532 . Jakarta. Industri Pertanian... Bogor. IPB.Aplikasi Dietanolamida Dari Asam Laurat . G... D. Cosmetics Science Suryani.. W.. Tek. L.1994. Champaign. F. 15(2). Standar Mutu Sabun Mandi. dan Schmitt. 2002.