AKADEMI REFRAKSI OPTISI GAPOPIN

TEKNIK CROSS CYLINDER PADA PEMERIKSAAN
PRESBYOPIA DENGAN CROSS GRID

Karya Tulis Ilmiah
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Diploma III
Ahli Madya Refraksi Optisi

SRI RUMANINGSIH
NIM : 13.021

PROGRAM DIPLOMA III
KESEHATAN REFRAKSI OPTISI
JAKARTA
2016

-8- Akademi Refraksi Optisi Gapopin

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Karya Tulis Ilmiah ini adalah hasil karya saya sendiri,
dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk
telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : SRI RUMANINGSIH
NIM : 13.021
Tanda Tangan :

Tanggal : 28 Juli 2016

-i9 - Akademi Refraksi Optisi Gapopin

AKADEMI REFRAKSI OPTISI
GAPOPIN

HALAMAN PERSETUJUAN

Nama : SRI RUMANINGSIH
NIM : 13.021
Tahun Akademi : 2015/2016
Mata Ujian Karya Tulis : Klinik Refraksi
Judul Karya Tulis Ilmiah : TEKNIK CROSS CYLINDER PADA
PEMERIKSAAN PRESBYOPIA DENGAN CROSS
GRID

Disetujui oleh,
Pembimbing Materi dan Teknis

Opep Cahya Nugraha A.Md.R.O., S.K.M.

Jakarta, 28 Juli 2016
Diketahui
Akademi Refraksi Optisi
GAPOPIN

M. Wahyu Budiana A.Md.R.O., S.K.M., Fiacle

-ii10 - Akademi Refraksi Optisi Gapopin

. DEWAN PENGUJI Pembimbing : Opep Cahya Nugraha A.) Penguji : M.021 Tahun Akademi : 20115/2016 Mata Ujian Karya Tulis : Klinik Refraksi Judul Karya Tulis Ilmiah : TEKNIK CROSS CYLINDER PADA PEMERIKSAAN PRESBYOPIA DENGAN CROSS GRID Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai salah satu persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh Gelar Ahli Madya Refraksi Optisi. Akademi Refraksi Optisi – Gapopin...M. S.M..K.K. W.Md. Kes (……………………. S.R. S. A.. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .E.. Fiacle(... Budiana..Md.R.) Penguji : Kadaryati M.) Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 28 Juli 2016 -iii 11 ...O.O. HALAMAN PENGESAHAN Karya Tulis Ilmiah ini diajukan oleh : Nama : SRI RUMANINGSIH NIM : 13.………………….) Penguji : Bunyamin RA A.O.. (…………………….. (……………………..R.Md.

merawat. Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Akademi Refraksi Optisi–Gapopin berhak menyimpan. saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : SRI RUMANINGSIH NIM : 13. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . dan mempublikasikan Karya Tulis Ilmiah saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis / pencipta dan pemilik Hak Cipta. saya menyetujui untuk memberikan kepada Akademi Refraksi Optisi–Gapopin Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul : TEKNIK CROSS CYLINDER PADA PEMERIKSAAN PRESBYOPIA DENGAN CROSS GRID beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 28 Juli 2016 Yang menyatakan SRI RUMANINGSIH -iv12 . mengelola dalam bentuk pangkalan data (database). HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Sebagai civitas akademik Akadeni Refraksi Optisi – Gapopin.032 Mata Ujian Karya Tulis : Klinik Refraksi Akademi : Akademi Refraksi Optisi – Gapopin Demi pengembangan ilmu pengetahuan. mengalihmediakan / memformatkan. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Serta seluruh mahasiswa ARO GAPOPIN.. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak.Md. yang menjadi contoh semangat menuntut ilmu bagi penulis.R. penulis sangat terbuka dalam menerima saran dan kritik demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. Bapak Opep Cahya Nugraha A. KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT. S.Md. Para Staf Dosen Akademi Refraksi Optisi–Gapopin dan juga Staf Administrasi. selaku dosen pembimbing materi dan teknis. Penulis 2016 .K. S.v13 .A. Dengan hormat penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak M. sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan Karya Tulis Ilmiah ini mungkin masih banyak kekurangan. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Diploma III Ahli Madya Refraksi Optisi–Gapopin. Wahyu Budiana.R. Fiacle selaku pimpinan institusi.M..O. Teman-teman seperjuangan Angkatan XXII yang telah memberikan dorongan dan bantuan dalam menyelesaikan karya tulis ini.O. karena atas berkat dan rahmat-Nya. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini membawa manfaat bagi pengembangan ilmu.M.K..

Kata Kunci : Presbyopia. Adisi. Penulis menggunakan pengumpulan data yang bersifat deskriptif dengan kepustakaan salah satunya dari American Optometric Association yang berjudul Optometric Clinical Practice Guideline Care of the Patient with Presbyopia. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . ABSTRAK Nama : SRI RUMANINGSIH Mata Ujian Karya Tulis : Klinik Refraksi Judul : TEKNIK CROSS CYLINDER PADA PEMERIKSAAN PRESBYOPIA DENGAN CROSS GRID Presbyopia adalah merupakan bagian dari proses penuaan secara alamiah dialami oleh semua orang. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan kekuatan lensa adisi yang sesuai dengan kebutuhan pasien dengan menggunakan teknik cross cylinder. Cross Cylinder -vi14 . Deskriptif. Jarak kerja berpengaruh pada kekuatan adisi yang dibutuhkan oleh pasien. Jarak Kerja.

The purpose of this inspection is to obtain power of the lens addition according to the needs of patients using the technique of cross cylinder. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Working Distance.15 . The distance work influential strength of the addition needed by the patient. Addition. Cross Cylinder vii . Descriptive. Key Word :Presbyopia. ABSTRACT Name : SRI RUMANINGSIH Type of Exam Paper : Clinical Refraction Title : THE TECHNIQUE OF CROSS CYLINDER ON PRESBYOPIA EXAMINATION WITH CROSS GRID Presbyopia is a part of the natural aging process experienced by everyone. The author uses data collection descriptive essay with the one of literature of the American Optometric Association entitled “Optometric Clinical Practice Guideline Care of the Patient with Presbyopia”.

............ 8 B........................................................................... 3 C........................................................................................................................................ viii Daftar Gambar .................................... 9 1. 1 A............. xiv PENDAHULUAN ............ 6 2........... Metode Pengumpulan Data ............ xiii Daftar Lampiran ......................................... Teknik Penggunaan Cross Cylinder ....................................................... Definisi Presbyopia ........................................................................ vi Abstract .................................................................. vii Daftar Isi ........................................................................................................................ i Halaman Persetujuan .......................................... 6 3...................... DAFTAR ISI Halaman Halaman Pernyataan Orisinalitas ................................. Definisi Cross Cylinder .................................................................................................. ....................................... 6 A..................... Fungsi Dasar Cross cylinder ..............16 ..... 9 viii .................................................................................................... 4 D............................ iv Kata Pengantar .............................................. iii Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Tulis Ilmiah Untuk Kepentingan Akademis ............................................... Prinsip Dasar Cross Cylinder . ii Halaman Pengesahan .......................................................................... Latar Belakang Penulisan .................................................................................................................. Sistematika Penulisan ..... PRESBYOPIA ................................................... 7 4..................................................................................... CROSS CYLINDER ....................................... v Abstrak ................. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . xii Daftar Tabel ............................................................................................................................................................. 4 BAB I TINJAUAN UMUM ......................... 6 1............................ Alasan Pemilihan Judul ........ 1 B........ ......

.................. 30 1.............. 24 D... Definisi Akomodasi ...................................... Alat-Alat Yang Digunakan Dalam Pemeriksaan Presbyopia ....... Pengaruh Akomodasi Pada Pasien Presbyopia .. Gejala dan Tanda Yang Mengindikasi Terjadinya Presbyopia ....... 33 3...... CROSS GRID........... 24 2................................................... Fungsi Cross Grid .... 18 6............................. 11 3........ Teknik Pemeriksaan Presbyopia Menggunakan Cross Cylinder ...................... Teknik Pemeriksaan Presbyopia .......... 21 C............................................. TAHAPAN–TAHAPAN DALAM PEMERIKSAAN PRESBYOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK CROSS CYLINDER ................................................................... Amplitudo Akomodasi ........ Klasifikasi Presbyopia ........................... Definisi Adisi ............................................ 38 -ix 17 ................ Akademi Refraksi Optisi Gapopin .................................................... 36 BAB II MASALAH YANG TIMBUL DALAM PENENTUAN ADISI PADA PRESBYOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK CROSS CYLINDER ...................................... 30 2.............................................. Pengertian Cross Grid ................. Etiologi Presbyopia ........... 27 E........................................... 22 1....................................................................... 14 4. 24 1... 22 2....................................................................... . 34 F........................................................................................................................................ 16 5......................... AKOMODASI ........... Near Point Accommodation ............... 2.......................................................

.. 38 B........................................ 44 A.... 47 D.......... Perubahan Pada Jarak Kerja .................... 44 B.................................. 52 DAFTAR REFERENSI ....................... Mengatasi Ketidaktepatan Titik Axis Pada Pemakaian Cross Cylinder ............................................. 39 2.................................. 50 BAB IV PENUTUP . Ketidaktepatan Titik Axis ............................................................ 41 4........................ 45 C............... Pengaruh Akomodasi Pasien Terhadap Near Point Accommodation ............. 39 1....... Akademi Refraksi Optisi Gapopin ............................................................... 42 BAB III PENANGANAN MASALAH YANG TERJADI PADA TEKNIK PEMERIKSAAN PRESBYOPIA MENGGUNAKAN CROSS CYLINDER .................................................. 51 B. 40 3........................................ 41 D. 47 F...... Kesalahan Koreksi Pada Tajam Penglihatan Jauh .. Faktor Penyulit Dalam Pemeriksaan Presbyopia ................................................................................... 41 C...... Pengaruh Akomodasi Pada Pasien Presbyopia ......................... Saran .......... Mengatasi Kesalahan Penentuan Adisi Akibat Pencahayaan ............ A..................................................................... Kesalahan Penentuan Adisi Akibat Pencahayaan ... Masalah Yang Diakibatkan Oleh Faktor Alat .......... 53 -x18 ....... 47 E.... Mengatasi Kesalahan penentuan Adisi Akibat Kesalahan Koreksi Pada Tajam Penglihatan Jauh .................................. Kesimpulan .................................. Mengatasi Komunikasi Yang Kurang Kooperatif ........ Kesalahan Komunikasi ...... Mengatasi Kesalahan Penata Laksanaan Peralatan ........ 51 A...................................

.. DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Cross Cylinder .............................................................................. 9 Gambar 3 Penglihatan Presbyopia .............. 25 Gambar 8 Trial Lens Set .... 26 Gambar 12 Pen Light .. 11 Gambar 4 Penambahan Lensa Adisi Untuk Presbyopia .............................................................................. 26 Gambar 11 PD Ruler ................... 13 Gambar 6 Cross Grid .......................................................................... 6 Gambar 2 Uji Cross Cylinder Dengan Kontras Yang Sama .................................. 48 -xi19 ... Akademi Refraksi Optisi Gapopin .................................................................................................................................................................................... 25 Gambar 9 Trial Frame .............. 12 Gambar 5 Perubahan Kemampuan Penglihatan...................................... 27 Gambar 13 Proses Akomodasi Pada Mata ................................................................................................................................. 23 Gambar 7 Phoroptor ...................................................................................................................................... 31 Gambar 14 Pemeriksaan Tajam Penglihatan Dekat ...... 26 Gambar 10 Cross Grid .....................

......................................................................................... 21 Tabel 2 Amplitude Accommodation .......... DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 Tabel Usia ....... Akademi Refraksi Optisi Gapopin ................................. 34 -xii 20 ....

................ DAFTAR LAMPIRAN Halaman Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia .......................................... Akademi Refraksi Optisi Gapopin ..... 58 Ilustrasi Kasus ................21 ....... 59 xiii ....................... .........................

Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga ahli seperti Refraksionis Optisien yang profesional dan handal dalam melayani masyarakat. LATAR BELAKANG PENULISAN Kacamata telah banyak digunakan untuk membantu mengatasi kelainan refraksi. Astogmatism) maupun kelainan akomodasi (presbyopia). tergantung dari berbagai macam faktor yang dapat mengakibatkannya. seperti yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1 tahun 2016 Tentang Ketentuan Umum. BAB I Pasal 1 ayat 3 menjelaskan bahwa “Refraksionis Optisien (RO) -122 . Berbeda dengan presbyopia yang merupakan kelainan akomodasi. Hypermetropia. maka akan mempengaruhi kegiatan yang kita lakukan. baik itu akibat kelainan refraksi (Myopia. Untuk kelainan refraksi hanya dapat terjadi pada sebagian manusia. Pemakaian yang ada sekarang ini memiliki fungsi yang tidak hanya untuk memperbaiki kelainan refraksi yang ada akan tetapi juga digunakan sebagai sarana untuk penampilan serta untuk keperluan terapi. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan mata sebagai indera penglihatan. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . PENDAHULUAN A. Kacamata terdiri dari sebuah bingkai (frame) dan sepasang lensa yang terpasang tepat pada frame-nya sedangkan fungsi utamanya sebagai alat bantu dalam memperbaiki ketajaman penglihatan seseorang. Sehingga ketajaman penglihatan sangat diperlukan agar dapat melihat dengan baik dan benar. dapat dipastikan semua manusia pasti akan mengalaminya. Bila penglihatan kita terganggu .

23 . “Setiap penyelenggaraan optikal wajib memperoleh izin dari pemerintah daerah kabupaten/kota setempat. Besarnya nilai akomodasi akan terus berubah sesuai dengan jarak pemeriksaan dan besarnya lensa koreksi yang terpasang di depan mata pasien. jarak pemeriksaan yang dipakai adalah sesuai jarak baca yang diinginkan oleh pasien.” Selain itu seorang RO harus memiliki izin kerja seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. dengan sendirinya jarak ini akan merangsang terjadinya akomodasi. 2 adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan refraksi optisi atau optometri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Presbyopia adalah adalah kelainan akomodasi dan merupakan keadaan normal yang dihubungkan dengan usia dimana kemampuan akomodasinya menurun atau berkurang sehingga tidak dapat bergantung lagi pada jangkauan jarak baca pada umumnya (30-40cm). 1 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . hal ini dikarenakan penurunan fisiologi amplitudo akomodasi yang besarnya bervariasi dengan individu pekerjaan dan kelainan refraksinya. sehingga bayangan yang jatuh dibelakang retina dapat difokuskan kembali tepat di retina. karena koreksi presbyopia yang tepat dan sama besar akomodasinya hanya dapat dicapai bila koreksi visus jauhnya sudah tepat dan terpasang di depan kedua mata pasien ketika pemberian adisi sedang berlangsung. . Karena itu pemeriksaan ini disebut juga refraksi dinamis. Kelainan presbyopia dikoreksi dengan pemakaian lensa plus atau lensa adisi. Inti pemeriksaannya adalah refraksi subjektif dekat secara monokuler dan binokuler. BAB II Pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa. Pada pemeriksaan presbyopia.

trauma. 3 Proses pemeriksaan presbyopia. Presbyopia adalah salah satu gangguan tajam penglihatan dekat yang paling sering dijumpai pada orang-orang yang berprofesi sebagai penjahit atau karyawan konveksi dan mereka yang gemar melakukan pekerjaan dengan jarak pandang dekat pada waktu yang lama. 2. teknik amplitudo akomodasi. Menurunnya kualitas daya penglihatan seseorang untuk jarak dekat pada usia presbyopia dan atau sebelum usia 40 tahun karena tuntutan pekerjaan. 4. teknik red green test dan teknik cross cylinder. B. khususnya dalam pemeriksaan presbyopia. 3. Oleh karena itu mutu pelayanan refraksi harus ditingkatkan. .24 . ALASAN PEMILIHAN JUDUL Karya tulis ini berjudul “TEKNIK CROSS CYLINDER PADA PEMERIKSAAN PRESBYOPIA DENGAN CROSS GRID” dengan alasan sebagai berikut: 1. Masyarakat pengguna kacamata semakin kritis dalam menilai pelayanan yang mereka dapatkan. Penurunan ketajaman penglihatan dekat mengganggu aktifitas sehari-hari terutama aktifitas yang memerlukan ketelitian pada penglihatan dekat. terutama dalam menentukan nilai dari adisi yang harus diberikan kepada pasien presbyopia dapat dilakukan dengan menggunakan teknik reading test. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . penyakit kardiovaskular dan efek samping obat.

BAB II : Dalam bab ini akan dibahas mengenai masalah yang timbul dalam penentuan adisi menggunakan teknik cross cylinder karena kesalahan komunikasi. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam menyusun karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif dengan study kepustakaan dimana materi yang didapat. faktor penyulit dalam pemeriksaan presbyopia. prinsip dasar cross cylinder. definisi presbyopia beserta klasifikasi dari presbyopia dan etiologinya. Serta berdasarka pengetahuan di lapangan dan ilmu selama perkuliahan secara teori dan praktek intern maupun ekstren. gejala dan tanda presbyopia. SISTEMATIKA PENULISAN Karya tulis ini disusun dalam empat bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I : Dalam bab ini akan membahas tentang.25 . D. . diambil atau dikutip dari kepustakaan atau literatur baik cetak maupun media. Berikutnya akan dibahas mengenai pengertian cross grid dan fungsi cross grid pengertian dari akomodasi beserta pengaruh akomodasi bagi penderita presbyopia dan pengertian dari Near Point Accomodation. fungsi dasar dan teknik penggunaan cross cylinder. definisi adisi. definisi cross cylinder. masalah yang ditimbulkan oleh faktor alat. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . 4 C.

26 . mengatasi perubahan refraksi karena kelainan organik. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . mengatasi kesalahan penentuan adisi akibat ketidaktepatan koreksi tajam penglihatan jauh. . mengatasi kesalahan penentuan adisi akibat pencahayaan. BAB IV : Dalam bab ini akan disampaikan kesimpulan dari seluruh materi yang telah dibahas dari bab-bab sebelumnya dan akan disampaikan saran yang mungkin bermanfaat bagi pembaca karya tulis ini. mengatasi kesalahan dalam penata laksana peralatandan terapi medis bagi penderita presbyopia. 5 BAB III : Pada bab ini pembahasan dan solusi dari permasalahan penentuan adisi yang dikarenakan kesalahan komunikasi menggunakan teknik cross cylinder untuk penderita presbyopia.

com/jccppt- 150805194414-lva1-app6892/95/jcc-jackson-cross-cylinder-11-638. http://image. (2016). Prinsip Dasar Cross Cylinder Pada metode ini prinsip dasarnya sama dengan pada saat melakukan pemeriksaan refraksi astigmatism. Slide 11.jpg?cb=1438804122 Diunduh Pada Tanggal 29 Juli 2016 Pukul 06:42 -627 . mengamati dan membedakan dua baris yang saling tegak lurus satu dengan yang lainnya (meridian vertikal dan meridian horizontal). 1 In Slideshare. BAB I TINJAUAN UMUM A. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Definisi Cross Clinder Adalah kombinasi dari dua silinder dengan kekuatan yang sama tetapi dengan tanda-tanda yang berlawanan ditempatkan dengan sumbu mereka di 90° satu sama lain dan dipasang di pegangan. CROSS CYLINDER 1.slidesharecdn. Jackson Crossed Cylinder. Teknik cross cylinder bisa juga disebut teknik flip cross Gambar 1 Cross Cylinder1 2. Hanya saja pada pemeriksaan tajam penglihatan dekat.

Selanjutnya kurangi adisi secara bertahap dari +0. pasang roda pemutar sejajar axis yang sesuai dengan hasil autoref.00 Dioptri ditambahkan serentak pada dua mata atau binokuler sampai pasien bisa melihat garis vertikal lebih jelas / lebih tajam.28 . 7 Objek yang digunakan adalah cross grid dan alat yang digunakan adalah Cross cylinder dengan kekuatan Dioptri. pasien diperintahkan untuk mengidentifikasi garis yang terlihat paling jelas. Pada pasien yang awalnya melihat garis vertikal atau keduanya lebih jelas.25 Dioptri dsampai pasien bisa melihat garis pada meridien horizontal dan meridien vertikal sama jelas.1444-0938.2007. http://onlinelibrary. Menurut Clinical And Experimental Optometry2 ada dua variasi dalam pemeriksaan menggunakan cross cylinder. maka terjadi presbyopia. Lensa +3. b. Dengan Myopisation.Volume 91 P. 2 Clinical And Experimental Optometry. Fungsi Dasar Cross Cylinder a.1111/j. yaitu : a.x/pdf. Tanpa Myopisation. Kekuatan lensa plus yang ditambah diambil sebagai penambahan tentatif.wiley. Comparing Methods Of Determining Addition In Presbyopes. Jika garis horisontal dianggap lebih jelas.00159. pergerakan arah axis per 5° mengikuti petunjuk titik merah jika posisinya lebih bagus sampai target terlihat sama jelas antara posisi pertama dan posisi kedua. Mencari axis cylinder. penambahan itu dicatat sebagai nol 3.25 Dioptri sampai terlihat kontras yang sama antara garis vertikal dan garis horizontal. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Diunduh Pada Tanggal 05 Agustus 2016 Pukul 06:23 WIB . Wiley Online Library : Optometrists Association Australia.3.com/doi/10. ditambahkan lensa binokuler secara bertahap dari +0. dengan koreksi jarak ditempatkan di phoroptor. (2007).

b. Mencari power cylinder. d.50 dan spheris di tambah +0. Menghaluskan axis cylinder. pasang cross cylinder pada posisi tanda putih berhimpit dengan axis yang sudah di dapat. Dengan begitu maka lensa CC bisa digunakan untuk menguji penglihatan dekat. jika dilakukan pada pasien presbyopia maka akan terbaca seperti ini : a.25 dan pemeriksaan di hentikan kalau titik putih lebih jelas atau titik merah sama jelas dengan titik putih.00) meridian horizontal lebih jelas terlihat karena jatuh dekat retina.00) meridian vertikal lebih jelas terlihat karena jatuh dekat retina.29 . Jika titik hitam pada cross cylinder berhimpit pada angka 90° (-0. penentuan besar adisi ditentukan dari kejelasan dan kenyamanan pasien dalam melihat obyek sesuai jarak kerja yang biasa digunakan.50 cyl -1. 4. roda pemutar kembali ke posisi mencari axis dan perhalus sampai sama jelas. . Teknik Penggunaan Cross Cylinder Lensa Cross Cylinder diletakkan di depan mata. 8 b. jika titik merah lebih jelas maka power cylinder di tambah -0. c. Mencari power adisi. dengan memasangkan cross cylinder secara monokuler dan pasien diarahkan untuk melihat objek cross grid untuk membandingkan garis–garis pada meridian vertikal dan meridian horizontal. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .50 cyl +1. Jika titik merah pada cross cylinder berhimpit pada angka 90° (+0.

Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Definisi Presbyopia Presbyopia. dimana kemampuan akomodasi seseorang telah mengalami penurunan sehingga sampai pada tahap dimana penglihatan pada jarak dekat menjadi kurang jelas. Namun. PRESBYOPIA 1. opia = vision = penglihatan) merupakan keadaan normal sehubungan dengan usia. . yang biasa juga disebut penglihatan tua (presby = old = tua . baru akan menyadari presbyopia yang dialaminya ketika sudah kesulitan membaca koran atau majalah. biasanya sekitar 44 atau 45 tahun. orang yang jarang memerlukan ketelitian dalam penglihatan dekatnya. Secara klinis. Orang yang dalam pekerjaan sehari-harinya banyak membutuhkan ketelitian pada penglihatan dekat. dan kelainan refraksi. presbyopia terjadi setelah umur 40 tahun. pekerjaan.30 . akan menyadari atau merasakan presbyopia pada dirinya secara dini. dan bervariasi dengan individu. 9 Gambar 2 Uji Cross Cylinder Dengan Kontras Yang Sama B. Sejalan dengan penurunan fisiologi amplitudo akomodasi yang dimulai sejak seseorang berumur 10 tahun.

(2011). (2012).37 WIB . Diunduh Pada Tanggal 06 Maret 2016 pukul 05. org/documents/optometrists/CPG-17. 49 https://books.4 Presbyopia adalah gangguan penglihatan yang berkaitan dengan usia. Nema dan Nitin Nema.1 presbyopia without optical correction results in an inability to perform once-effortless near tasks at a customary working distance without experiencing visual symptoms. Menurut Mitchell Scheiman dan Bruce Wick dalam bukunya Clinical Management Of Binocular Vision adalah sebagai berikut : 3 HV.31 .Meskipun tidak melumpuhkan jika dikoreksi. Berkurangnya kemampuan fungsi otot siliaris juga berperan dalam pengembangan presbyopia. Itu hasil dari penurunan secara bertahap di akomodasi diharapkan dengan usia dan dapat memiliki lebih dari satu efek pada kualitas penglihatan dan kualitas hidup.co. It results from thegradual decrease in accommodation expected with age and can have multiple effects on quality of vision and quality of life. Besides lenticular changes. yaitu : Presbyopia is an age-related visual impairment.pdf. Nema dan Nitin Nema dalam bukunya Textbook of Opthalmology menerangkan tentang definisi presbyopia sebagai berikut : Presbyopia is not a refractive error but a physiological condition of gradual loss of accommodative power due to age – related decrease in the elastic of lens capsule and lens substance.3 Presbyopia adalah bukan kelainan refraksi tetapi suatu kondisi fisiologis dimana menghilangnya kemampuan akomodasi mata secara bertahap karena usia–penurunan terkait dengan elastisitas kapsul lensa dan isi lensa. Louis: American Optometric Association. 3 http://www. 10 Menurut HV. 4 American Optometric Association. Though not incapacitating if corrected. St. presbyopia tanpa koreksi optik akan mengalami ketidakmampuan untuk melakukan tugas-tugas dekat yang dulunya mudah dilakukan pada jarak kerja tanpa mengalami gangguan penglihatan.aoa. Diunduh Pada Tanggal 5 Mei 2015 Pukul 21:01 WIB. loss of ciliary muscle function is also implicated in the development presbyopia. Optometric Clinical Practice Guideline Care of the Patient with Presbyopia.id/books?id=CulFDEdqNk4C&pg= PA49#v=onepage&q&f=false. New Delhi : Jaypee BrothersMedical Publisher P.google. Sixth Edition. Sedangkan definisi presbyopia menurut American Optometric Association. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Textbook Of Opthalmology.

slide. Saat melihat jauh pada mata 5 Scheiman.google. Shankar : Presbyopia. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Timbulnya presbyopia dapat dipahami dengan mengamati perubahan yang terjadi pada kristal lensa. Philadelphia : Lippincott William & Wilkins.slideshare. Mitchell.. published 2014. Third Edition. https://books.id/books?id=jGGROHBFYt8C&pg=PA 350#v=onepage&q&f=false. Etiologi Presbyopia Presbyopia adalah merupakan bagian dari proses penuaan secara alamiah yang dialami oleh semua orang. (2008) Clinical Management Of Binocular Vision : Heteropic. Bruce.” Gambar 3 Penglihatan Presbyopia6 2. Wick. Accommodative. Ghauri S. And Eye Movement Disorder. 350. 11 “Presbyopia is a condition in which the amplitude of accomodation has diminished tho the point at which clear or comfortable vision at the near point is not achievable. This usually occurs between the ages of 40 and 45. P. 3 http://www.co. Lensa merupakan salah satu media refrakta dengan daya pembiasan sepertiga dari keseluruhan daya refraksi lainnya.”5 “Presbyopia adalah suatu kondisi dimana amplitudo akomodasi telah berkurang dari jarak dekat atau penglihatan yang nyaman tidak tercapai. Penderita akan menemukan perubahan kemampuan penglihatan dekatnya. Diunduh Pada Tanggal 05 Mei 2016 Pukul 21:30 WIB 6 In Slideshare.net/ GauriSShrestha/presbyopia-37326180 Diunduh Pada Tanggal 29 Juli 2016 .32 . Ini biasanya terjadi antara usia 40 dan 45 tahun.

” 7 Grosvenor. Louis : Butterworth- heinemann P.co. Primary Care Optometry. (2007). Seperti yang diungkapkan oleh Grosvenor dalam bukunya Primary Care Optometry “Presbyopia is an anomaly of accomodation brought about by changes in the structure of the crystalline lens with age.id/books?id=uEmQKPAOwccC&pg=PA89&dq=one page&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwivk5OtuLzNAhUOTI8KHcozCdcQ6AEIMTAA#v=onepa ge&q&f=false Diunduh pada Tanggal 27 Mei 2016 Pukul 20.7” “Presbyopia adalah kelainan akomodasi karena perubahan lensa kristalin yanng dikarenakan usia. 89 https://books. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Fifth Edition.google. sedangkan untuk melihat benda lebih dekat dari jarak tidak terhingga diperlukan penambahan kekuatan agar bayangan yang jatuh tepat di retina. Seseorang yang memiliki postur tinggi dengan jangkauan lengan yang panjang akan memiliki adisi yang berbeda dengan seseorang yang berpostur tubuh kurang tinggi pada usia yang sama. Gambar 4 Penambahan Lensa Adisi Untuk Presbyopia Presbyopia juga dipengaruhi oleh bentuk postur tubuh dan kebiasaan dalam menggunakan penglihatan dekat.18 ..33 . 12 normal bayangan jatuh tepat pada retina tanpa akomodasi. St. Theodore D.

Gambar 5 Perubahan Kemampuan Penglihatan8 8 Grosvenor. sehingga lensa dapat mempunyai berbagai fokus. Otot ini mengubah tegangan pada kapsul lensa. 13 Keadaan lensa kristalin berada dalam kondisi dimana elastisitasnya telah banyak berkurang sehingga menjadi kaku dan menimbulkan hambatan terhadap proses akomodasi.id/books?id=uEmQKPAOwccC&pg=PA19&dq=one page&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwivk5OtuLzNAhUOTI8KHcozCdcQ6AEIMTAA#v=onepa ge&q&f=false Diunduh pada Tanggal 27 Mei 2016 Pukul 20. Organ utama penggerak proses akomodasi adalah muskulus silliaris.34 .google. Fifth Edition. sirkuler dan radial. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .. https://books. St. Louis : Butterworth- heinemann P.18 .co. karena proses ini utamanya adalah dengan mengubah bentuk lensa kristalin menjadi lebih cembung. maka muskulus silliaris menjadi terhambat atau bahkan tertahan dalam mengubah kecembungan lensa kristalin. baik untuk objek berjarak dekat maupun yang berjarak jauh dalam lapang pandang. Fungsi serat-serat sirkuler adalah untuk mengerutkan dan relaksasi serat-serat zonula. 19. Theodore D. Primary Care Optometry. yaitu suatu jaringan otot yang tersusun dari gabungan serat longitudinal. Jika elastisitas lensa kristalin berkurang dan menjadi kaku (sclerosis). (2007). yang merupakan kapsuldimana lensa kristalin berada di dalamnya.

35 . Klasfikasi Presbyopia Menurut Andrew Keirl dan Caroline Christie dalam bukunya Clinic Optic Refraction9 secara klinis. 14 3. Early presbyopia Pasien tidak memiliki kemampuan akomodasi yang cukup dan penglihatan dekat yang jelas tanpa bantuan lensa koreksi. Late presbyopia Pasien ini tidak mempunyai sisa akomodasi sehingga power adisi mereka sangat ditentukan oleh jarak kerja yang dibutuhkan. b. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Keirl. Diunduh Pada 15 Mei 2016 Pukul 12:05 WIB. Orang tinggi biasanya membutuhkan adisi kecil sebagai akibat dari jarak baca atau jarak 9 Andrew. Keberadaan ocular motor balance adalah kompensasi. 153. Dalam kasus ini amplitudo akomodasi diukur dan dua mata dibandingkan. Christie.co.google. . (2007). Usia penderita bervariasi. Caroline. https://books. tidak ada tambahan koreksi yang harus dibuat untuk penglihatan dekatnya. Clinical Optic And Refraction : A Guide For Optometrists. c.. Philadelpia : Elsevier’s Health Sciences Rights Department. First Edition. karena perbedaan yang signifikan antara kedua mata bisa mengindikasikan adanya penyakit. yaitu: a. tergantung dengan jarak kerja mata dan jarak fiksasi yang dibutuhkan. Contact Lens Opticians And Dispensing Opticians. P. presbyopia dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok.id/books?id=- 9ftET_IDkYC&pg=PA153&dq=prepresbyopia&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwimvoyPgv_MA hUMt48KHUYOAC8Q6AEIGjAA#v=onepage&q=pre-presbyopia&f=false. Pre-presbyopia Pasien ini memiliki akomodasi yang cukup dan kemampuan akomodasi untuk fokus melihat obyek dekat sesuai dengan keinginan mereka.

kemampuan untuk penglihatan maksimal. http://www.37 WIB . Optometric Clinical Practice Guideline Care of the Patient with Presbyopia. St. b. 15 kerja mereka yang lebih lebar.pdf.36 . Menurut American Optometric Association10. Pada umumnya ke semuanya amat berkaitan dengan keadaan lingkungan. Namun.aoa . Usia juga menjadi bahan pertimbangan didalamnya. Umumnya ini terjadi pada usia diatas 30 tahun s/d menjelang 40 tahun. yaitu : a. gizi dan keadaan kesehatan secara umum lainnya. terutama dalam ruangan dengan kontras rendah mungkin akan sulit karena usia yang telah lanjut atau terdapat kelainan pada kedua mata. Incipient Presbyopia (Presbiopia Dini) Keadaan ini dikategorikan sebagai situasi dimana seseorang mulai mengeluhkan kemampuan melihat pada obyek dekat namun hasil pemeriksaan mata tidak terdeteksi mengalami presbyopia atau dengan kata lain tidak memerlukan nilai koreksi plus. seperti age-related maculopathy atau rusaknya saraf disekitar kornea sehingga menyebabkan rusaknya lapang pandang sentral. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . 10 American Optometric Association. Diunduh Pada Tanggal 06 Maret 2016 pukul 05. Functional Presbyopia (Presbiopia Fungsional) Saat seseorang terpengaruh oleh amplitudo akomodasi dan meningkatnya kebutuhan untuk melihat obyek berjarak dekat (baca : membaca) dapat dikonfirmasi sebagai penyandang presbyopia fungsional. 5. kebutuhan. (2011). Louis: American Optometric Association P.org/documents/optometrists/CPG-17. presbyopia di klasifikasikan menjadi 5 (lima). Beberapa di antaranya dapat kurang (presbyopia premature) atau bahkan melebihi dari usia yang dijadikan tolok ukur.

Pasien sering melaporkan masalah dengan mampu membaca untuk jangka pendek saja. Nocturnal Presbyopia (Presbiopia Nokturnal) Kesulitan dalam membaca dengan tingkat iluminasi yang rendah merupakan gambaran tentang keadaan ini. Bertambahnya ukuran besaran pupil yang mana besaran pupil normal berkisar antara 2-4 mm menjadikan keadaan ini dapat kita alami. misalnya. Absolute Presbyopia (Presbiopia Absolut) Sebagai akibat dari pengaruh amplitudo akomodasi dan keberlanjutan presbyopia fungsional. sakit kepala. 16 c. d. menjadi sulit masalah tersebut cenderung lebih besar ketika pasien menjadi lelah. dan mengantuk. perlu peningkatan pencahayaan atau jarak. seperti menjahit atau melihat rincian halus pada objek di dekat jarak. memperhatikan kabur atau ganda cetak. pada akhir hari atau akhir minggu kerja. Premature Presbyopia (Presbiopia Prematur) Dalam kasus seperti ini. obyek pecah. komplikasi dari penyakit lain. Semuanya berhubungan dengan lingkungan.37 . e. kemampuan akomodasi tidak mencukupi dari yang dibutuhkan. . Penderita biasanya kurang dari usia yang menjadi ketentuan dan kesepakatan para ahli dalam membutuhkan koreksi baca. 4. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Tugas lainnya. gizi. dan atau disebabkan oleh pengaruh obat-obatan. Poin ini juga menandai bahwa seseorang sudah tidak mempunyai kemampuan berakomodasi yang tersisa. Gejala dan Tanda yang mengindikasi terjadinya Presbyopia Keluhan terkait dengan presbiopia dapat dinyatakan dalam berbagai cara. karena tidak mampu baca baik-baik saja atau rendah kontras.

17 Kesulitan melihat pada jarak kerja dan mengubah atau mempertahankan fokus dijelaskan oleh penurunan amplitudo akomodasi. Kelelahan dan sakit kepala telah berhubungan dengan kontraksi orbicularis yang otot atau bagian dari otot occipitofrontalis dan diduga dikaitkan dengan ketegangan dan frustrasi atas ketidakmampuan untuk mempertahankan jelas penglihatan dekat. jika tidak ditangani. yang keduanya umum di presbyopia. Diplopia dapat terjadi sebagai akibat dari exotropia berhubungan dengan peningkatan exophoria dan penurunan amplitudo Vergence fusional positif. beberapa orang yang memiliki sedikit kebutuhan untuk melihat rincian halus di dekat. dapat memiliki efek buruk permanen pada penglihatan atau kesehatan mata. Hampir semua orang pada akhirnya akan mengalami beberapa cacat akibat presbyopia. menggunakan satu mata untuk penglihatan jarak dan yang lainnya untuk dekat. yang berfungsi dalam penglihatan tunggal. . Di antara pengecualian langka adalah beberapa pasien dengan pupil sangat kecil yang manfaat dari kedalaman fokus. Mengantuk telah dikaitkan dengan upaya fisik pengeluaran akomodasi selama periode melakukan pekerjaan pada jarak dekat. Sebagai kondisi yang berhubungan dengan usia. presbyopia umumnya tidak dianggap dalam konteks yang sama seperti penyakit mata atau gangguan lain yang.38 . mengakibatkan peningkatan kedalaman fokus. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . dan beberapa dengan antimetropia. Terang cahaya untuk membaca manfaat pasien dengan menyebabkan konstriksi pupil.

Pada pasien myopia untuk membaca pada jarak dekat lebih nyaman dengan melepas kacamatanya. berair dan sering terasa pedih atau bahkan sakit kepala setelah membaca beberapa lama. Setelah membaca mata lelah. sering memerlukan sinar yang lebih terang untuk membaca dekat. Kening yang tampak berkerut apabila membaca pada jarak dekat terutama ketika membaca huruf-huruf kecil c. 18 Gejala-gejala presbyopia adalah sebagai berikut a. c. Kesulitaan membaca tulisan dengan cetakan huruf yang halus atau kecil. Gangguan pekerjaan terutama di malam hari. e. Ukuran diameter pupil yang mengecil (miosis) b. Kemunduran jarak baca dari biasanya d. sampai posisi di mana ia merasa nyaman dalam membaca. b. Menjauhkan objek bacaan dari mata pada saat membaca. menjadi merah. d. Tanda-tanda tersebut antara lain : a.39 . Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Kesulitan dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan penglihatan dekat yang teliti. Teknik Pemeriksaan Presbyopia Pemeriksaan presbyopia dilakukan apabila pemeriksaan penglihatan jauh sudah dilakukan terlebih dahulu baik pemeriksaan refraksi obyektif dan . Selain gejala tersebut ada pula beberapa tanda yang dapat dilihat pada pasien presbyopia dan digolongkan sebagai gejala yang bersifat obyektif. 5. mata terasa pegal.

19 pemeriksaan refraksi subyektif sehingga didapat tajam penglihatan maksimal. Retinoscope. Pemeriksaan adisi menggunakan refraksi subjektif dan tidak menggunakan refraksi objektif. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Pupil Distance Ruler. Alat-alat yang dibutuhkan untuk pemeriksaan subjektif : Trial Lens Set. Autorefraktometer. Menemukan koreksi presbyopia pada dua mata secara terpisah atau monokuler . Pen Light. Teknik Dasar Pemeriksaan Presbyopia a. Secara umum alat-alat yang digunakan pada pemeriksaan refraksi obyektif adalah : Keratometer. Teknik pemeriksaan presbyopia dapat dilakukan dengan monokuler maupun dapat dilakukan binokuler karena kedua mata melakukan konvergensi terhadap objek dekat. Apabila keduanya tidak berkomunikasi dengan baik. Pada teknik pemeriksaan ini diperlukan adanya komunikasi dan kerjasama yang baik dari keduanya.40 . Trial Frame. Sedangkan metode pemeriksaan obyektif adalah suatu metode pemeriksaan refraksi dimana hasil pemeriksaan ditentukan oleh pemeriksaan sendiri. Metode pemeriksaan subjektif adalah teknik pemeriksaan refraksi dimana hasil refraksi ditentukan oleh pasien dan pemeriksa. maka hasil koreksi refraksi akan sulit ditentukan. pemeriksaan disini dituntut ketrampilan untuk dapat mempergunakan alat refraksi dengan baik dan tepat (pemeriksaan bersifat aktif). Reading Chart. Selalu mencari tahu kesalahan refraksi jauhnya dan memperbaikinya b. Optotype.

20

c. Titik dekat atau near point akan lebih tepat diperoleh dengan

mempertimbangkan pekerjaan pasien atau kebiasaan membaca jarak

dekat pasien

d. Kelemahan dari lensa cembung dengan pasien yg bisa melihat jelas di

titik dekat harus disesuaikan dengan resep, karena kelebihan power

koreksi dekat akan mengakibatkan gejala astenopia.

Dalam menentukan besarnya adisi ada empat teknik yang dapat

dilakukan, yaitu:

a. Teknik dynamic cross cylinder

Pemeriksaan tajam penglihatan dekat dengan obyek cross grid dan lensa

cross cylinder . Apabila pada pemeriksaan penglihatan dekat

pasien melihat garis di meridien horizontal lebih jelas daripada meridien

vertikal maka bisa dipastikan pasien mengalami presbyopia

b. Teknik amplitudo akomodasi

Amplitudo akomodasi merupakan perbedaan dioptri titik terjauh yang

masih dapat dilihat tanpa akomodasi (puctum remotum) dengan titik

terdekat yang masih bisa terlihat jelas dengan akomodasi sekuat-kuatnya

(punctum proximum). Adisi yang diperlukan = NRA+PRA/2

c. Teknik tabel usia / Reading test

Pada teknik ini pemberian lensa adisi sesuai dengan usia pasien, dengan

obyek reading chart, pasien diarahkan untuk melihat obyek pada jarak

baca / 35-40 cm kemudian tambahkan lensa adisi sesuai kebutuhan.

- 41 - Akademi Refraksi Optisi Gapopin

21

Usia (tahun) Kekuatan Lensa Positif yang dibutuhkan
40 +1.00 D
45 +1.50 D
50 +2.00 D
55 +2.50 D
60 +3.00 D

Tabel 1
Tabel Usia11

d. Teknik duchrome test

Teknik ini menggunakan Bichrome test sebagai objek pemeriksaan

refraksi dekat. Setelah tajam penglihatan terkoreksi arahkan pasien untuk

melihat objek bichrome test, arahkan untuk membedakan mana kontras

yang lebih jelas, bila obyek dengan warna dasar hijau leih jelas maka

pasien menderita presbyopia dan sebaliknya, dan sebaliknya jika obyek

di bidang merah lebih jelas makapasien tidak mengalami kelainan

presbyopia.

Pada karya tulis ini, penulis lebih menekankan tentang penjelasan

mengenai pemeriksaan presbyopia menggunakan teknik cross cylinder

dengan cross grid sebagai objek target.

6. Definisi Adisi

Definisi adisi menurut kamus bahasa indonesia adalah :

11
Ryan Koko’s Blog http://ryan-koko.blogspot.co.id/2012/05/presbiopi.html Diunduh Tanggal 29 Juli
2016 Pada Pukul 10:53

- 42 - Akademi Refraksi Optisi Gapopin

22

“Penambahan yang dilakukan secara terus-menerus; hasil

penambahan; tambahan; Kim penambahan senyawa terhadap senyawa

lain sehingga terjadi reaksi; kim zat-zat yang ditambahkan”12

Adisi sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu Additional atau

singkatnya Add yang artinya tambahan atau tambah, dalam hal ini kata adisi

pada pemeriksaan refraksi sebuah proses penambahan lensa berkekuatan

positif pada seseorang yang mengalami presbyopia. Dari penjelasan di atas

dapat disimpulkan bahwa lensa adisi adalah lensa yang ditambahkan untuk

koreksi penglihatan jarak dekat, berupa lensa konvergen yaitu lensa plus

(positif).

C. CROSS GRID

1. Pengertian Cross Grid

Target yang digunakan adalah garis silang yang dicetak pada kartu,

garis silang tersebut terdiri dari tiga garis hitam yang pekat. Pengujian dapat

dilakukan monokuler atau binokuler.Pemeriksaan tajam penglihatan dekat

dengan mengamati dan membedakan dua baris yang saling tegak lurus,

penggunaan cross cylinder atau silinder silang dalam menentukan

presbyopia dan resep lensa korektif yang diperlukan digambarkan oleh

Jacques, seorang optometrist.

12
KBBI Online. (2016) Adisi. http://kbbi.web.id/adisi Diunduh Pada Tanggal 18 Juni 2016 Pukul
23:07 WIB

- 43 - Akademi Refraksi Optisi Gapopin

50 × 90°) diperkenalkan sebelum pemeriksaan mata (sumbu cylinder minus harus di 90°). jika pasien cukup dapat berakomodasi pada target. Kelebihan power koreksi akan menyebabkan garis vertikal target menjadi lebih jelas. Sebuah cross cylinder (+ 0. garis vertikal target akan jatuh sampai belakang retina sedangkan garis horisontal jatuh di depan retina. Lensa plus (+) ditambahkan sampai kejelasan yang sama (atau kabur) diperoleh untuk kedua garis target. pasien akan melaporkan bahwa garis horisontal lebih jelas. .44 . Tes ini didasarkan pada asumsi bahwa pasien akan menangguhkan akomodasi di antara garis cross grid.dilakukan pemeriksaan jarak dekat dengan menempatkan target cross grid 40 cm di depan pasien. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . garis horizontal cross grid akan jatuh lebih dekat ke retina dari pada garis vertikal. jika pasien presbyopia. Tes ini tidak berlaku jika pasien aktif mengakomodasi pada satu set garis. 23 Gambar 6 Cross Grid Setelah koreksi jauh ditentukan. Pasien akan melaporkan kejelasan yang sama atau kekaburan garis dari target. Namun.50 D × 180° -0. Jika target dapat diteruskan ke retina yaitu.

. dan menentukan resep kacamatanya. yang terdiri dari berbagai lensa coba yang berbeda digunakan menilai refraksi mata selama pengujian penglihatan. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Pemeriksaan yang dilakukan secara binokuler kadang-kadang berbeda dengan pemeriksaan secara monokuler. 24 2. D.45 . Pemeriksaan biasanya dilakukan secara binokuler tapi dapat juga dilakukan secara monokuler apalagi saat melakukan uji keseimbangan binokuler. mungkin pada awalnya pasien tidak bisa mengenali target dengan jelas. cross grid menjadi objek pemeriksaan yang valid untuk mendeteksi dan mengkoreksi presbyopia. Fungsi Cross Grid Secara teoritis. kemudian cukup ditambah power lensa spheris plus sampai target yang bisa dilihat jelas oleh pasien. Akan sulit melakukan tes pada pasien dengan usia muda yang kehilangan akomodasi dekatnya. TAHAPAN – TAHAPAN DALAM PEMERIKSAAN PRESBYOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK CROSS CYLINDER 1. phorias dan amplitudo akomodasi mata. Alat–Alat yang digunakan dalam pemeriksaan presbyopia a. Phoroptor Phoropter adalah instrumen untuk mengukur ametropia. kekuatan lensa koreksi yang didapat pada binokuler lebih rendah dari monokuler. Dalam prakteknya kesulitan ditemui pada respon pasien dalam memperoleh kejelasan dari kedua meridien garis. Tes yang dilakukan dengan teknik cross grid akan mengindikasikan adanya kelainan akomodasi.

Trial Frame Berupa bingkai uji coba tempat diletakannya lensa uji coba. posisinya telah disesuaikan dengan ukuran bingkai yang sesungguhnya. stenopic slit.46 . Gambar 8 Trial Lens Set c. termasuk posisi PD dan VD nya. termasuk aksesorisnya misalnya pin hole. mad glass. 25 Gambar 7 Phoroptor b. lensa prisma dan lain-lain. Trial Lens Set Berupa lensa-lensa uji coba dengan ukuran spheris minus dan plus serta cylinder. occluder. . filter lensa merah dan hijau. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .

Objek cross grid Kartu baca yang digunakan untuk koreksi tajam penglihatan dekat (baca) Gambar 10 Cross Grid e. PD Ruler PD rule adalah pengukuran jarak antar pupil. Gambar 11 PD Ruler . alat yang digunakan pada pengukuran PD ini salah satu contohnya adalah mistar / penggaris. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . 26 Gambar 9 Trial Frame d.47 .

27 f. Teknik pemeriksaan presbyopia menggunakan cross cylinder Pemeriksaan refraksi dekat untuk penderita presbyopia selalu dilakukan dengan binokuler namun juga dapat dikerjakan dengan monokuler karena kedudukan kedua bola mata yang selalu mengadakan konvergensi terhadap objek dekat. . ringan dan digunakan pada saat melakukan observasi dan inspeksi bola mata. Informasi yang digali meliputi : keluhan utama. Pen Light Pen light atau lampu senter kecil seperti pulpen dengan tujuan mudah dibawa. riwayat kesehatan secara umum dan riwayat penyakit mata sebelumnya. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Gambar 12 Pen Light 2. Diharapkan kebutuhan pasien dan analisa hasil dapat tersirat setelah dilakukan anamnesa.48 . Anamnesa Anamnesa dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi tentang keluhan pasien dan masalah-masalah yang dihadapi oleh pasien. Berikut tahapan–tahapannya : a. keluhan tambahan.

Pemeriksaan Refraksi Pemeriksaan refraksi bisa dilakukan dengan dua cara yaitu. c. Oleh karena itu komunikasi yang jelas dan kalibrasi alat sangat diperlukan. jika terdapat kesalahan dalam pemeriksaan penglihatan jauh maka hasil koreksi pada tajam penglihatan dekat tidak dapat maksimal. Begitu juga bila hasil refraksi jauh over. pasien akan merasa tidak nyaman saat melakukan kegiatan jarak dekat terlalu lama. Pemeriksaan refraksi obyektif adalah pemeriksaan refraksi menggunakan autorefraktor atau retinoscope dimana hasil pemeriksaan ditentukan oleh kemampuan pemeriksa.49 . Hasil koreksi tajam penglihatan jauh sangat berpengaruh pada hasil koreksi tajam penglihatan dekat. . pemeriksaan refraksi obyektif dan pemeriksaan refraksi subyektif. sedangkan pasien bersikap pasif. Pemeriksaan Tajam Penglihatan Dekat Dengan Teknik Cross Cylinder Prosedur pemeriksaannya sebagai berikut : a) Pasien diminta duduk dan mulai dilakukan pemeriksaan subjektif dalam penentuan koreksi tajam penglihatan jauh. Dibutuhkan kerjasama yang positif antara pasien dan pemeriksa karena komunikasi yang tepat akan menentukan hasil koreksi yang optimal. Pemeriksaan refraksi suyektif adalah pemeriksaan refraksi dimana hasil pemeriksaan ditentukan oleh tanggapan pasien terhadap pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . 28 b. pasien akan merasa cepat lelah saat melakukan aktivitas dan merasa terganggu.

maka garis pada meridian vertikal akan kelihatan lebih jelas dari garis pada meridian horizontal dan jika pasien sudah mengalami presbyopia akan melihat garis pada meridien horizontal lebih jelas daripada garis pada meridien vertikal. f) Jika pasien melihat pada garis pada meridien vertikal dan meridien horizontal sudah sama jelas (atau sama kabur) maka penambahan lensa spheris plus (+) tadi merupakan adisinya. c) Pasien diarahkan untuk melihat pada garis–garis silang yang diletakkan pada jarak baca yang diinginkan oleh pasien (40 cm) dan pasangkan lensa cross cyllinder (+ 0. .50 × 90°).50 . 29 b) Pemeriksaan tajam penglihatan dekat secara monokuler menggunakan objek cross grid dengan lensa cross cylinder Dioptri. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . e) Pasangkan lensa spheris plus (+) sesuai tabel usia atau hingga pasien melihat garis-garis vertikal menjadi sama terang (atau sama kabur) dengan garis garis horizontal. Jika pemberian spheris plus (+) terlalu tinggi maka garis vertikal akan kelihatan lebih jelas daripada garis horizontal.50 D × 180° -0. d) Jika pasien belum presbyopia.

google. New Delhi : Jaypee Brother Medical Publisher Section 1 hal 3. Clinical Optics and Refraction : A Guide for Optometrists. Philadelphia : Elsevier P.id/books?id=-9ftET_IDkYC&pg=PA132&dq#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 21 Juli 2016 Pukul 22:05 . To focus a near object. Kemampuan ini berhubungan dengan jarak jauh dekatnya benda yang dilihat oleh mata. karena otot mata mengendur. Dalam bukunya Mastering the Techniques of Presbyopia Surgery tentang akomodasi yaitu “Accomodation is a diopter change in power of the eye to allow near objects to be focused on the retina.co. Andrew and Caroline Christie. et all. Definisi Akomodasi Akomodasi adalah kemampuan mata untuk memipih dan mencembungkan lensa mata akibat kontraksi otot siliar. Ashok Garg dkk. “Accommodationis the eye’s ability to change in power in order to focus an objects at different distance. (2007).”13 “Akomodasi adalah perubahan daya dioptri mata untuk memungkinkan objek dekat akan difokuskan pada retina” Menurut buku Clinical Optics and Refraction : A Guide for Optometrists. Contact Lens Opticians and Dispensing Opticians karangan Andres Keirl dan Caroline Christie menyebutkan bahwa.51 .google. https://books. Begitu pula sebaliknya. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . (2006). Contact Lens Opticians and Dispensing Opticians. Ashok. 30 E. https://books. lensa mata akan menipis apabila melihat benda jauh. Lensa mata akan menebal apabila melihat benda pada jarak dekat karena otot mata akan berkontraksi.id/books?id=mTjmFWxb4v UC&pg=section1&dq=Physiology+of+Presbyopia+And+Its+Clinical+Relevance&hl=id&saX &ved=section1#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 21 Juli 2016 Pukul 17:30 WIB 14 Keirl.”14 13 Garg.132. Mastering the Techniques of Presbyopia Surgery.co. it is necessary for the eye increase its dioptric power. AKOMODASI 1.

sedangkan untuk melihat pada jarak yang jauh mata akan berada pada posisi istirahat dari akomodasi. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . otot siliar pada mata akan berkontraksi disertai dengan mengecilnya pupil (miosis) dan bergulirnya kedua mata ke arah hidung untuk memfokuskan 15 Slideshare. Dr James Beatty: Presbyopia Correction. 31 “akomodasi adalah kemampuan mata untuk mengubah kekuatan dioptri agar dapat fokuskan pada benda dengan jarak yang berbeda. http://www. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata. Untuk memfokuskan penglihatan pada objek dekat. Slide 8.” Gambar 13 Proses Akomodasi Pada Mata15 Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat.52 . (2013).net /personalp/presbyopia-24867084?next_slideshow=1 Diunduh Pada Tanggal 29 Juli 2016 Pukul 12:23 . maka dibutuhkan peningkatan daya dioptri. Proses akomodasi akan terjadi apabila kita melihat pada jarak yang dekat. lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Ketika proses akomodasi berlangsung. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina.slideshare.

Hal ini seperti disebutkan A. Sedangkan konvergensi dan akomodasi terjadi pada lensa mata. Ketiga hal tersebut disebut sebagai reflek akomodasi atau trias akomodasi. sehingga pada teori yang dikemukakan Helmholtz disebut dengan teori aktif. yaitu : a. Miosis terjadi pada pupil.53 . Teori Akomodasi Helmholtz Helmholtz berpendapat bahwa akomodasi terjadi dimana zonula zinni mengendor akibat kontraksi otot siliar. maka akan bersangkutan pula pada proses konvergensi dan akomodasi pada lensa mata sehingga akan sulit melihat benda pada jarak dekat. It also pulls the . K. maka intensitas cahaya yang masuk ke mata juga tidak teratur sehingga mata akan sulit untuk melihat dengan tingkat fokus cahaya yang maksimal. mengakibatkan lensa yang elastis menjadi cembung dan diameter lensa menjadi kecil. Berdasarkan perubahan bentuk pada lensa mata inilah. dimana lensa mata berfungsi untuk meningkatkan atau menurunkan daya bias (mencembung dan memipih) agar bayangan yang terjadi pada mata jatuh tepat di retina. Jika pupil sudah mulai sulit untuk bermiosis. dimana pupil berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata. namun ada 2 (dua) teori akomodasi yang sering dibahas. Ada beberapa pendapat yang membahas mengenai teori akomodasi. Khurana dalam bukunya Theory and Practice of Optics and Refraction : Contraction of the ciliary muscle causes the ciliar ring to shorten and move forward the equator of the lens. Jika kemampuan pupil sudah melemah. 32 penglihatan (konvergensi). Akademi Refraksi Optisi Gapopin .

sehingga pada saat terjadi kontraksi pada zonula zini.96 . Accommodation is brought about. K.16 Kontraksi dari otot siliar menyebabkan otot siliari memendek dan memajukan bagian depan lensa. nukleus lensa terjepit dan bagian depan korteks lensa akan mencembung.54 . Hal ini mengakibatkan menekan kapsul di ekuator lensa sehingga membuat cembung. sedangkan yang dapat berubah bentuk adalah bagian korteks lensa.id/books?id=nWaGngEACAAJ&pg=PA95&hl =id#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 22 Juli 2016 Pukul 00:53 WIB 17 Khurana. Hal ini juga dijelaskan oleh A. b. Hal ini juga menarik koroid ke depan. A. 33 choroid forward. Khurana dalam bukunya Theory and Practice of Optics and Refraction : This theory attributed the increased curvature of capsule to increasing tension on the zonules. 16 Khurana. Akibatnya zonula menjadi rileks. Theory and Practice of Optics and Refraction. A. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . therefore by increasing the tension of the zonules. Ibid. It states that contraction of the ciliary muscle pulls on the zonules directly and increases the tension on the capsule.google. Noida:Elsevier P. Dari pernyataan inilah. menyebabkan teori akomodasi Tsherning’s disebut dengan teori pasif. As a result the zonules are relaxed. Second Edition. 95 https://books. the tension of capsule is relieved and the lens attains a more spherical shape. dapat kita ketahui bahwa pembiasan bayangan benda pada retina sangat ditentukan dari kemampuan daya pembiasan pada proses akomodasi atau proses pencembungan lensa mata.co.17 Teori ini disebabkan perubahan kecembungan akibat peningkatan ketegangan kapsul oleh meningkatnya ketegangan di zonula. kondisi tegangnya otot siliar pada zonula meningkatkan ketegangan pada kapsul. K. (2008). Teori Akomodasi Tsherning’s Tsherning’s bependapat bahwa pada dasarnya nukleus lensa tidak dapat berubah bentuk.K. ketegangan kapsul melonggar dan lensa mencapai bentuk yang lebih bulat. P. Akomodasi ini disebabkan karena peningkatan tegangan pada zonula. This result in a compression of the capsule at the equator of the lens and so the poles bulge. Dari penjelasan tersebut di atas baik menurut Helmholtz maupun menurut Tsherning’s.

Mark and Nicola Logan. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Amplitudo Akomodasi Dalam menentukan amplitudo akomodasi seseorang dapat ditentukan dari selisih antar punctum remotum dan punctum proximum. Second Edition New York : Elsevier. 34 Kemampuan akomodasi pada masing-masing orang berbeda.co. (2009).55 .id/books? id=dv2g8aOIhhsC&pg=PA232&dq=american+optometric+association&hl=id&sa=X&ved=hU KEwjZ8Nazlf3MAhUCgI8KHRiiAeoQ6AEIQTAE#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 00:29 WIB .Sedangkan titik terdekat yang masih dapat dibiaskan di retina pada kondisi akomodasi maksimu disebut punctum proximum atau near point accommodation. ditentukan pada amplitudo akomodasi masing-masing. Besarnya amplitudo akomodasi pada kelompok umur telah diukur dan dinyatakan dalam tabel Donders : Tabel 2 Amplitude Accommodation18 3. P.google. Techniques and Clinical Management. Duker dalam bukunya yang berjudul Ophthalmology adalah : 18 Rosenfield. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Myron Yanoff dan Jay S. Pengaruh Akomodasi Pada Pasien Presbyopia Penyebab presbyopia adalah karena menurunnya amplitudo akomodasi seseorang. Titik terjauh yang masih dapat dibiaskan di retina pada kondisi tanpa akomodasi disebut punctum remotum. 232 https://books. Optometry : Science. 2.

Gejala bilateral. San Diego : Elsevier. 1060. maka lensa mata akan mencembung agar cahaya yang masuk melalui media refrakta dapat dibiaskan di lensa mata sehingga bayangan jatuh tepat pada retina. Seperti yang dijelaskan dalam buku Review of Ophthalmology karangan William trattler.id/books?id=u43MTFr7-m8C&pg=1060&dq#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 22 Juli 2016 Pukul 03:39 WIB.google. Neil J. Pada usia awal atau anak–anak memiliki amplitudo akomodasi yang sangat kuat dan akan semakin melemah seiring bertambahnya usia.19 Penyebab paling umum dari gangguan fungsi akomodatif adalah presbyopia. kecepatan reaksi akomodasi melambat. biasanya cukup dengan dilakukan diagnosa. accommodation decrease 19 Yanoff. Freidman yaitu : Up to age 40. progressive blurred vision at near with eye strain.co. . in a patient of appropriate age. Peter K. accommodation decrease by 1 D every 4 years (starting at 14 D at age 8) at age 40 and 48. Agar kekuatan akomodasi meningkat. Duker. Kaiser. Third Edition. (2009). 35 The most common cause of accomodative dysfunction is presbyopia. akibatnya bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina yang disebabkan punctum proximum makin menjauh. Keadaan berkurangnya amplitudo akomodasi pada presbyopia dapat terjadi karena lensa mata yang tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya untuk mencembung. https://books. pada pasien yang usianya telah sesuai. Karena semakin dekat benda yang dilihat oleh mata maka kemampuan akomodasi pada mata harus semakin kuat. P. are usually enough to make the diagnosis. akan terjadi penglihatan kabur pada jarak dekat karena ketegangan pada mata. hal ini karena lensa lensa lebih kaku. Symptoms of bilateral. Ophthalmology. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .56 . Myron. jay S.

20 Sampai dengan usia 40. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .https://books. Kaiser. Section 1. Second Edition.google. Di atas usia 48 tahun. (2012). Neil J. accommodation decrease by 0.21 Berkurangnya akomodasi dimulai sejak dini. Peter K.8 years. Above age 48. Pengukuran objektif menunjukan hilangnya 2. penurunan akomodasi dengan 1 D setiap 4 tahun (mulai 14 d pada usia 8 tahun) pada usia 40 dan 48. Mastering the Techniques of Presbyopia Surgery. Near Point Accommodation a. Techniques and Clinical Management menyebutkan bahwa : ”The near point of accommodationis the point conjugate with the retina when accommodation is fully exerted. P. Techniques and Clinical Management.google.8 tahun..3 diopter loss per decade.5 D setiap 4 tahun.5 D every 4 years. 11 https://books. 229. William. (2009). Objective measurments show 2.id/books ?id=dv2g8aOIhhsC&pg=PA229&dq=american+optometric+association&hl=id&sa=X&ved=0 ahUKEwjZ8Nazlf3MAhUCgI8KHRiiAeoQ6AEIQTAE#v=onepage&q=fully%20exerted&f=f alse. Second Edition New York : Elsevier. Philadelphia : Elsevier P.5 D every 4 years.. 21 Garg. dalam bukunya Mastering The Techniques of Presbyopia Surgery Accommodative loss begins early in life.57 . Menurut Ashok Garg dkk.co.”22 “Titik dekat akomodasi adalah titik konjugasi dengan retina ketika akomodasi sepenuhnya diberikan. (2006). Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 00:29 WIB . Optometry : Science. Review of Ophthalmology. Ibid. resulting in a complete loss of accommodation by 50. Most of the accommodative amplitude is lost between the ages of 15 and 45. Mark and Nicola Logan.3 dioptri per dekade.5 D setiap tahun. 36 by 1. 4. akomodasi menurun sebesar 0.co.” 20 Trattler. Sebagian besar amplitudo akomodatif hilang antara usia 15 dan 45. akomodasi penurunan sebesar 1. Definisi near point accommodation Menurut Mark Rosenfield dan Nicola Logan dalam bukunya yang berjudul Optometry : Science. menyebabkan hilangnya keseluruhan akomodasi pada usia 50. Hal 3 22 Rosenfield.id/books?id=AazA9TQnHYC &pg=PA11&dq#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada tanggal 22 Juli 2016 Pukul 13:36 WIB. Freidman. Ashok. et all.

Campbell dalam bukunya yang berjudul DeJong’s Neurologic Examination. D.+Campbell&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjan9nLl7zNAhWH p48KHZeNBt8Q6AEIGTAA#v=onepage&q&f=false . . Menurut Rama D. 197. Lamkin dalam bukunya yang berjudul The Massachusetts Eye and Ear Infirmary Review Manual for Ophthalmology.google. Jager dan Jeffrey C.co. 37 Menurut William W.” 23 Campbell. Philadhelpia : Lippincott William and Wilkins.google. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . DeJong’s Neurologic Examination.58 . Third Edition.”23 “Titik dekat akomodasi (NPA) adalah titik terdekat dimana objek dapat terlihat dengan jelas. Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 01:54 WIB. William W. Seven Edition. 77. (2013). dengan akomodasi aktif sepenuhnya. Rama.”24 “Titik dekat didefinisikan sebagai titik dalam ruang dari mana cahaya akan fokus tajam pada retina. P. Jeffrey C.uk/books?id=KLaGORVqWB4C&C&pg=PA77#v=onepage&q&f= false Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 02:02 WIB. with accommodation fully active. (2006). The Massachusetts Eye and Ear Infirmary Review Manual for Ophthalmology.https://books.id/books?id=Nh4RqmZeF2M C&pg=PA197&dq=William+W. Third Edition menyebutkan bahwa : “The near point is defined as that point in space from which light will focus sharply on the retina. Philadhelpia : Lippincott William and Wilkins. Seven Edition menyebutkan bahwa : “The near point of accommodation (NPA) is the closest point at which an object can be seen clearly. https://books.co. Lamkin.. P. 24 Jager.

Oleh sebab itu refraksionis Optisien harus selalu memperhatikan apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kendala tersebut. terutama ketika menggunakan teknik Cross cylinder yang jarang dipergunakan. karena hasil akhir pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh komunikasi dua arah yang baik antara pasien dengan pemeriksa. Pemeriksa harus menyampaikan instruksi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan kepada pasien dengan komunikasi yang mudah dipahami. KESALAHAN KOMUNIKASI DALAM PENENTUAN ADISI PADA PRESBYOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK CROSS CYLINDER Masalah yang muncul lebih sering akibat dari tidak berjalannya komunikasi dua arah antara pasien dengan pemeriksa sehingga dicapai kesepakatan ukuran yang diinginkan oleh pasien. Melakukan pemeriksaan kelainan refraksi subjektif terhadap pasien yang pendiam akan mendapat kesulitan dalam menentukan hasil akhir pemeriksaan karena kurang kooperatifnya pasien.38 59 . A. BAB II MASALAH YANG TIMBUL DALAM PENENTUAN ADISI PADA PRESBYOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK CROSS CYLINDER Dalam penentuan adisi seseorang ada kendala yang sering dihadapi oleh Refraksionis Optisien. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . . Dibawah ini akan dijelaskan mengenai kendala yang terjadi ketika pemeriksaan dalam menentukan adisi pada presbyopia menggunakan metode cross cylinder.

60 . Pasien yang memiliki kelainan organik seperti. Maxine. 46. Kesalahan Koreksi Tajam Penglihatan Jauh Ketepatan penentuan kekuatan lensa adisi pada pemeriksaan presbyopia sangat dipengaruhi oleh hasil ketepatan pemeriksaan refraksi untuk penglihatan jauhnya. attentive clients with reasonable cognitive ability”25 “tes subjektif hanya dapat berhasil dilakukan dengan kerjasama. tidak akan mengalami kesulitan dalam melihat jauh. karena daya akomodasi telah menurun (berkurang). 1. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan untuk menentukan mengapa terjadi kegagalan pada pemeriksaan refraksi dekat. misalnya adalah kurangnya penggalian 25 Scheiman. P. (2007). New Jersey: SLACK. https://books google.Mitchell. Glaukoma. FAKTOR-FAKTOR PENYULIT DALAM PEMERIKSAAN PRESBYOPIA Hasil koreksi dekat yang diberikan mungkin gagal atau tidak tepat. Whittaker. pasien memperhatikan dengan kemampuan kognitif yang wajar. Stephen G. Diabetes melitus.” Pada penderita presbyopia yang tidak mempunyai kelainan refraksi dan kelainan penglihatan binokuler. Katarak. dsb. Low Vision Rehabilitation : A Practical Guide For Occupational Therapist. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .co. Scheiman. akan menimbulkan kesulitan tersendiri sehingga diperlukan pemeriksaan yang khusus oleh dokter spesialis mata. B. Kesulitan baru timbul bila melihat dekat. tekanan darah. 39 “subjective tests can only be successfully performed with cooperative. Ketidaktepatan koreksi tajam penglihatan jauh dipengaruhi beberapa faktor.id/books?id=xGKXuM7H6SMC&pg=PA46&dq#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 13 Juni 2016 Pukul 10:12 WIB .

namun cukup dengan melepas kacamata minus yang dipakainya. tetapi dari segi koreksi tentu tetap harus diberikan adisi yang sesuai dengan hasil pemeriksaan. Pada pasien ametropia besaran adisi akan berbeda pada pasien dengan emetropia oleh sebab itu penggalian informasi terhadap kelainan refraksi pasien sangatlah penting untuk mendapatkan hasil koreksi yang tepat dan nyaman. jadi penderita miopia akan seolah- olah lebih lambat menderita presbyopia. 40 informasi pada saat anamnesa pasien. Bila ada dua jarak kerja yang dipakai. .61 . Faktor kedua adalah kondisi pasien yang tidak mendukung pemeriksaan. tentu akan menjadi kurang nyaman dipakai apabila penderita mempunyai kebiasaan atau pekerjaan baru yang memerlukan jarak kerja yang berbeda dibandingkan pada waktu dilakukan pemeriksaan refraksi dekat. Untuk beberapa kasus penderita miopia mungkin tidak memerlukan kacamata baca untuk aktivitas membacanya. Perubahan Pada Jarak Kerja Kacamata yang telah diberikan pada pasien dan tepat koreksi. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . kemungkinan pasien memerlukan dua adisi yang berbeda. Sedangkan pada penderita hipermetropia justru kebalikannya yaitu sangat terasa sukar untuk membaca dekat karena mata tidak cukup untuk akomodasi atau pengaruh daya akomodasi pada penderita hipermetropia laten atau fakultatif yang menganggu ketepatan hasil ukuran. 2. baik kondisi psikologis atau fisiologis pasien.

4. Karena faktor dari pemeriksa yang mungkin gemetar atau menderita tremor saat memegang flip cross cylinder bisa terjadi pergeseran axis sehingga terjadi ketidaktepatan hasil refraksi. Di Amerika persyaratan peralatan ini diatur oleh Badan Pengawasan Makanan dan Minuman yaitu Food and Drug Administration (FDA). Akan jauh lebih baik apabila faktor pencahayaan pada ruang pemeriksaan refraksi subjektif memenuhi syarat pencahayaan. Ketidaktepatan titik axis pada pemakaian cross cylinder Pemeriksaan tajam penglihatan dekat yang dilakukan secara manual menggunakan trial frame dan trial lens set (cross cylinder) akan membuat titik axis bergeser atau kurang tepat. maka pasien tersebut tidak dapat melihat obyek dengan baik dan jelas. 41 3.62 . MASALAH YANG DIAKIBATKAN OLEH FAKTOR ALAT Pemeriksaan presbyopia menggunakan metode cross grid menuntut persyaratan tinggi. Kesalahan penentuan adisi akibat pencahayaan Jika tajam penglihatan pasien dapat diperiksa secara maksimal. Begitu pula dengan penggunaaan peralatan lainnya seperti bingkai uji coba dan lensa-lensa asesoris. C. sedangkan intensitas cahaya disekelilingnya itu kurang. contohnya adalah dalam pengaturan peralatan oftalmik sebagai berikut : . Akademi Refraksi Optisi Gapopin . tidak boleh menggunakan kartu target yang sudah lama umurnya sehingga warna latar belakang atau warna target sudah berubah. kekontrasan kartu target yang sesuai standart.

maka akomodasi juga akan menurun. Code Of Federal Regulation.fda.acc essdata.gov/scripts/cdrh/cfdocs/cfCFR/CFRSearch.63 .Diunduh Pada Tanggal 20 Juli 2016 Pukul 5:00 WIB . title 21. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . hasil ketepatan akan menurun atau berkurang dan jalan pemeriksaan akan terganggu. tanpa menimbulkan kesulitan dalam pengoperasian peralatan tersebut. 2015. PENGARUH AKOMODASI PASIEN TERHADAP NEAR POINT ACCOMMODATION Akomodasi erat kaitannya dengan media refrakta.26” “(a) Identifikasi. D. menyulitkan serta dapat memakan waktu lama.http://www. Hal ini dikarenakan proses terjadinya akomodasi yaitu terletak pada lensa mata.” Pengaturan dan pemakaian alat-alat pemeriksaan refraksi maupun alat lainnya yang termasuk dalam alat oftalmik harus disediakan dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga pemeriksa mudah menggunakan dan dapat dioperasikan dengan baik. sehingga dapat 26 U. 42 “(a) Identification. An ophthalmic instrument stand is an AC-powered or nonpowered device intended to store ophthalmic instruments in a readily accessible position. USA.cfm?CFRPart=886&showFR.S. Volume 8. Food and Drug Administration. Dimana ketika media refrakta menurun. Peralatan yang tidak terkalibrasi dapat menimbulkan masalah pada hasil ketepatan pemeriksaan dan jalannya pemeriksaan. Suatu tempat peralatan yang digunakan untuk mengukur mata (oftalmik) baik yang menggunakan listrik maupun tidak yang termasuk dalam alat – alat optalmik di toko harus berada dalam posisi yang mudah dijangkau (digunakan). : Food And Drug Administration Department Of Health And Human Services.

64 . begitu juga pada penderita afakia yang tidak memiliki lensa untuk berakomodasi. Pada mata emetropia Near Point Accommodation berbeda pada ametropia. 43 mempengaruhi jalannya sinar menuju retina. . Akademi Refraksi Optisi Gapopin .

Refraksionis Optisien pada saat melakukan pemeriksaan dalam menggunakan bahasa harus yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pasien. MENGATASI KOMUNIKASI YANG KURANG KOOPERATIF KOMUNIKASI Komunikasi adalah suatu faktor yang sangat penting dalam penentuan adisi pada pemeriksaan presbyopia. Refraksionis Optisien harus memiliki kemampuan dalam melakukan pemeriksaan juga harus mampu menggunakan komunikasi yang tepat untuk mendapatkan hasil pemeriksaan subjektif yang diinginkan. Cakap. Terutama ketika membedakan garis . BAB III PENANGANAN MASALAH YANG TERJADI DALAM TEHNIK PEMERIKSAAN PRESBYOPIA MENGGUNAKAN CROSS CYLINDER A. 3. Pengetahuan. sehingga terjadi komunikasi yang lancar dalam menentukan hasil akhir pemeriksaan refraksi subjektif. Dalam pemeriksaan refraksi subjektif. Komunikasi yang dilakukan antara Refraksionis Optisien dengan pasien akan menentukan optimal atau tidaknya hasil penentuan adisi dalam pemeriksaan presbyopia menggunakan teknik cross cylinder. dimana Refraksionis Optisien haruslah seorang yang mampu dan cepat tanggap didalam melakukan tugasnya. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . 2. Untuk mendapatkan hasil yang tepat dalam pemeriksaan penentuan adisi maka Refraksionis Optisien dituntut untuk : 1. Refraksionis Optisien harus memiliki pengetahuan baik tentang wawasan khusus keahlian maupun diluar keahliannya.44 65 .

co. Umpan balik (feedback) adalah reaksi sasaran terhadap pesan yang disampaikan sumber. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Hal. Refraksionis Optisien diharapkan dapat menggali informasi tentang keluhan- keluhan yang diutarakan pasien terutama pada kasus hipermetropia dimana lensa mata pasien selalu dalam kondisi akomodasi sehingga dengan penggalian 27 Maulana. Heri D. J.id/books?id=sDKnWExH6tQC&pg=PA95&dq#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 27 Juni 2016 Pukul 10:20 WIB . Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.95. 45 silang pada objek cross grid pada pasien usia lanjut. Agar komunikasi dua arah antara pasien dan pemeriksa dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat dicapai kesepakatan ukuran yang diinginkan oleh pasien. Komunikasi dapat berjalan baik atau tidak ditentukan oleh umpan balik atau reaksi sasaran.66 .”27 B. Seperti yang tercantum dalam buku karangan Heri D. maka pemeriksa harus pandai membangun suasana kooperatif dengan pasien.google. Dengan pemilihan bahasa yang tepat dan mudah dimengerti oleh pasien. (2007). tajam penglihatan jauh pasien harus terkoreksi sampai visus 6/6 atau 20/20. Sehingga untuk mendapatkan adisi yang akurat. maulana yang berjudul Promosi Kesehatan yaitu : “Komunikasi merupakan proses yang terus menerus.J. yang dapat dipergunakan oleh sumber untuk memperbaiki komunikasi yang dilakukan. https://books. MENGATASI KESALAHAN PENENTUAN ADISI AKIBAT KESALAHAN KOREKSI PADA TAJAM PENGLIHATAN JAUH Kelainan refraksi pada pasien dapat mempengaruhi tajam penglihatan dekat pasien. Promosi Kesehatan. Refraksionis Optisien harus mampu menyesuaikan bahasa dan teknik penyampaian yang baik dan jelas kepada pasien.

the near point is the range of accommodation.co. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . because the far point is infinity. karena memiliki titik jauh tak terhingga. the range of accomodation is 10 – (-4) = 14 diopter. Second Edition. For a hyperopic eye with a far point of 25 cm or 4 diopter behind the eye and a near point of 10 cm or 10 diopter. the range of accommodation is 10 – 2 = 8 diopter.28 Untuk emetropia. kisaran akomodasinya adalah 10 – (-4) = 14 dioptri. Karena dalam hal ini. Walsh Frank.https://books. titik dekatnya adalah jarak ketika berakomodasi. kisaran akomodasinya adalah 10 – 2 = 8 dioptri. Kesalahan pemberian ukuran jauh yaitu over correction atau under correction akan mempengaruhi amplitudo akomodasi pasien yang berdampak kepada tajam penglihatan untuk koreksi dekat pada penderita presbyopia. terutama bagi pasien ametropia. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins P.id/books?id=KbQ hFm53NegC&pg=PA295&dg#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 27 Juli 2016 Pukul 12:01 WIB . (2008). 46 informasi yang tepat dapat mempermudah dalam menentukan koreksi tajam penglihatan jauhnya. Untuk mata hipermetropia dengan titik jauh 25 cm atau 4 dioptri di belakang mata dan memiliki titik dekat dari 10 cm atau 10 dioptri. Clinical Neuro-Ophthalmology : The essential. Untuk miopia titik jauhnya adalah 50 cm atau 2 dioptri di depan mata dan memiliki titik dekat 10 cm atau 10 dioptri. kekuatan kacamata baca tidak bisa dipisahkan dari kekuatan dioptri untuk penglihatan jauhnya. Ketepatan penentuan adisi seseorang pada pemeriksaan presbyopia juga dipengaruhi oleh punctum remotum pasien.25. karena punctum remotum pasien ametropia berbeda dengan pasien emetropia.67 . For an emmetrope. For a myope whose far point is 50 cm or 2 diopter in front of the eye and whose near point is 10 cm or 1 diopter. 28 Burton.google.

Pada saat pemeriksaan adisi secara manual menggunakan cross cylinder lebih disarankan untuk menggunakan phoroptor agar lebih stabil dan hasilnya lebih akurat. Persiapan Peralatan Semua peralatan yang akan digunakan dalam pemeriksaan refraksi subjektif harus disiapkan dengan baik. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . MENGATASI KESALAHAN PENENTUAN ADISI AKIBAT PENCAHAYAAN Pemeriksaan refraksi sangat bergantung dengan pencahayaan pada objek kartu agar tidak terjadi akomodasi yang berlebihan pada mata. 47 C. MENGATASI KETIDAKTEPATAN TITIK AXIS PADA PEMAKAIAN CROSS CYLINDER Pemeriksaan refraksi sangat bergantung pada ketrampilan pemeriksa dan komunikasi yang baik dengan pasien. Karena pada phoroptor pemeriksa tidak perlu memegang flip cross cylinder secara langsung sehingga kemungkinan titik axis bergeser bisa diminimalkan. D. Tidak hanya digunakan untuk pemeriksaan tajam penglihatan jauh tetapi dalam pemeriksaan tajam penglihatan jarak dekat. MENGATASI KESALAHAN DALAM PENATA LAKSANAAN PERALATAN 1. E.68 . Persiapan ini dilakukan untuk mempermudah jalannya pemeriksaan dan mempercepat proses pemeriksaan sehingga pemeriksaan merupakan sesuatu yang . pencahayaan yang tepat memiliki peran penting yang berpengaruh pada akomodasi mata.

Letak alat pemeriksaan diatur sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau pemeriksa dan tidak menghalangi pasien. Kalibrasi Alat Alat yang digunakan harus selalu dalam keadaan terkalibrasi. optotip dan alat lain yang digunakan selalu dalam keadaan bersih dan siap pakai. aksis lensa silinder. dan lain sebagainya. Untuk persiapan peralatan pemeriksaan refraksi subjektif ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain : a. jarak antar pusat pupil. 48 menyenangkan pemeriksa dan pasien. lensa uji coba. Kalibrasi perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemeriksaan seperti kekuatan koreksi yang dibutuhkan. alat pengukur PD. b.69 . Gambar 14 Pemeriksaan Tajam Penglihatan Dekat 2. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Lensa–lensa uji coba dan asesorisnya diletakkan sesuai tempat dan tandanya yang memudahkan pemakaian c. Bingkai uji coba. .

29 Yanoff .70 .co. Duker. Setiap metode memiliki kesesuaian untuk kondisi masing– masing. Jay S. London : The Mosby Elsevier..29 Seperti kebanyakan prosedur pemeliharaan kesehatan banyak alat– alat dengan tingkat kecanggihan tinggi tersedia untuk melakukan tehnik ini. Alat–alat ini terdiri dari penganalisa dan pemindai otomatis tinggi yang digunakan secara objektif untuk mengetahui kelainan refraksi mata dalam hitungan detik dengan metode yang telah digunakan berabad–abad lamanya yaitu meletakkan lensa–lensa terpisah pada bingkai uji coba yang dipakai pasien. Myron. Tidak ada perbedaan yang mencolok antara pengunaan alat pemeriksaan yang menggunakan prinsip optik rumit maupun sederhana. Each method has its proponent and in particular situations. Setiap alat yang digunakan memiliki fungsi dan tujuan tertentu untuk memudahkan dalam menentukan kelainan refraksi yang diderita pasien. Opthalmology. Pemeriksaan refraksi subjektif dapat dilakukan dengan baik apabila peralatan yang digunakan diatur sedemikian rupa sehingga selalu dalam keadaan siap pakai. Penggunaan Alat Pemeriksaan Pemakaian alat pemeriksaan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan. P.id/books?id=u43MTFr7m8C&pg=PA64&hl=id&source=gbsgesum maryr&cad=0#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 17 juli 2016 Pada Pukul 06:00 WIB . seperti dijelaskan Myron Yanoff dan Jay S. Alat–alat pemeriksaan juga harus dipelihara perawatannya secara teratur. 64. 49 3. https://books. (2009). each method has its advantages. Duker dalam bukunya Ophthalmology sebagai berikut: As with most health care procedure many levels of sophistication in the instruments are available to perform this technique. They range from highly automated scanner and analyzer that provide an objective of the eye’s refractive error in the second to the centuries– old method of the placing loose lenses by hand in to a trial frame worn by the patient. bersih dan terkalibrasi.google. dengan demikian kerusakan. setiap metode memiliki kelebihannya masing–masing. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . 3rd Edition.

50 ketidaktepatan dan masalah lainnya yang dapat menghambat pemeriksaan dapat diminimalisir. Kemampuan akomodasi pasien juga dipengaruhi oleh usia karena kemampuan akomodasi akan berkurang seiring dengan melemahnya otot lensa mata dalam berkontraksi. Lensa mata pada pasien ametropia akan berbeda near point accomodation nya dibandingkan dengan pasien emetropia. PENGARUH AKOMODASI PASIEN TERHADAP NEAR POINT ACCOMODATION Akomodasi pada masing–masing mata berbeda tergantung kepada kemampuan lensa untuk mencembung dan memipih.71 . lensa mata yang merupakan salah satu media refrakta yang memiliki peran penting dalam proses berjalannya cahaya menuju retina. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . F. . Lensa yang sudah berkurang kemampuan akomodasinya akan membuat kemampuan near point accommodation melemah. Tidak hanya itu.

sukar melakukan pekerjaan dengan melihat dekat terutama di malam hari. 2. Dengan cara membangun komunikasi efektif. 5. BAB IV PENUTUP A. Presbyopia terjadi akibat lensa makin keras. 3. menerapkan prosedur pemeriksaan refraksi. Orang yang gemar melakukan pekerjaan dengan jarak pandang dekat pada waktu yang lama akan lebih cepat membutuhkan kacamata baca akibat presbyopia daripada orang bekerja di lapangan atau luar ruangan. sehingga elastisitasnya berkurang. Pemberian lensa koreksi untuk tajam penglihatan dekat sangat dipengaruhi oleh hasil refraksi penglihatan jauh. daya kontraksinya berkurang sehingga tidak terdapat pengenduran zonula Zinnii yang sempurna.72 Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Penderita presbyopia memposisikan membaca dengan menjauhkan kertas yang dibaca. KESIMPULAN 1. 4. 51 - . Amplitudo Akomodasi. sehingga diperlukan komunikasi yang kooperatif antara pasien dan pemeriksa. Demikian pula dengan otot akomodasinya. Beberapa teknik pemeriksaan pada penderita presbyopia dapat dilakukan antara lain dengan cara Reading Test. Kesulitan dari teknik pemeriksaan menggunakan trial lens set adalah ketidaktepatan titik axis pada saat pemeriksaan tajam penglihatan dekat. Cross Cylinder. membina hubungan profesional. Red Green Test. sering memerlukan sinar yang lebih terang untuk membaca. menerapkan tata laksana peralatan dengan baik.

B. 52 oleh karena itu lebih disarankan untuk menggunakan phoroptor agar lebih stabil dan hasilnya lebih akurat. Sebagai pasien hendaknya mengikuti intruksi dan arahan dari pemeriksa untuk mendapat hasil koreksi yang tepat dan maksimal sehingga kesalahan koreksi bisa dihindarkan dan tidak malu untuk bertanya kalau tidak paham dengan arahan dan intruksi dari pemeriksa serta kejujuran pasien saat dilaksanakan pemeriksaan. 2.73 . . SARAN 1. 6. Pada pasien yang tidak mengenal huruf atau buta huruf pemeriksaan presbyopia menggunakan teknik cross cylinder bisa membantu pemeriksa dan pasien untuk mendapatkan koreksi dekat terbaik. Refraksionis Optisien dalam pemeriksaan presbyopia menggunakan teknik cross cylinder sebaiknya melakukan anamnesa lebih mendalam tentang riwayat penyakit organik pasien terutama untuk penderita katarak dan glaukoma yang lapang pandang penglihatannya terbatasi karena teknik ini tidak dapat digunakan dalam menentukan kekuatan adisi sehingga Refraksionis Optisien harus menggunakan teknik lain dalam menentukan tajam penglihatan dekat. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .

+Campbell&hl =id&sa=X&ved=0ahUKEwjan9nLl7zNAhWHp48KHZeNBt8Q6AEIGTA A#v=onepage&q=William%20W. Contact Lens Opticians And Dispensing Opticians.%20Campbell&f=false. DeJong’s Neurologic Examination.google.co. (2008). Optometric Clinical Practice Guideline Care of the Patient with Presbyopia. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins https://books. St.53 74 . . Keirl. William W.id/ books?id=Nh4RQmZeF2MC&pg=PA197&dq=William+W. (2007). (2011). Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 01:54 WIB. DAFTAR REFERENSI American Optometric Association. Diunduh Pada 15 mei 2016 Pukul 12:05 WIB.id/books?id=9ftET_IDkYC&pg=PA153&dq=prepre sbyopia&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwimvoyPgv_MahUMt48KHUYOAC 8Q6AEIGjAA#v=onepage&q=pre-presbyopia&f=false.google.id/books?id=KbQhFm53NegC&pg=PA295&dg#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 27 Juli 2016 Pukul 12:01 WIB Campbell. First Edition.aoa. Philadhelpia : Lippincott William and Wilkins.co.org/documents/optometrists/CPG-17. Clinical Neuro-Ophthalmology : The essential. Burton. Philadelpia : Elsevier’s Health Sciences Rights Department. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . Louis: American Optometric Association http://www. Seven Edition. Christie.google.37 WIB Andrew. Walsh Frank. https://books. Caroline. https://books..pdf. co. Second Edition. Clinical Optic And Refraction : A Guide For Optometrists. Diunduh Pada Tanggal 06 Maret 2016 pukul 05. (2013).

Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 02:02 WIB. http://onlinelibrary. Diunduh Pada Tanggal 21 Juli 2016 Pukul 17:30 WIB Grosvenor. (2007). Diunduh Pada Tanggal 05 Agustus 2016 Pukul 06:23 WIB Garg.. et all.id/books?id=uEmQKPAOw ccC&pg=PA89&dq=grosvenor+book&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiVx7ij jMAhWIso8KHVX0ChsQ6AEIGjAA#v=onepage&q=presbyopia&f=false. Jager. (2007). New Delhi : Jaypee Brothers Medical Publisher https://books. St.google. Fifth Edition.75 . Sixth Edition.com/doi/10.uk/books?id=Kla GORVqWB4C&pg=PA77#v=onepage&q&f=false.https://books.1444-0938.google. Third Edition.co.co.wiley. Jeffrey C. Ashok. Diunduh pada Tanggal 27 Mei 2016 Pukul 20. Lamkin. 54 Clinical And Experimental Optometry.id/ books?id=mTjmFWxb4vUC&pg=section1&dq=Physiology+of+Presbyopia +And+Its+Clinical+Relevance&hl=id&sa=X&ved=section1#v=onepage&q &f=false. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . (2012). (2006). Mastering the Techniques of Presbyopia Surgery.google. Theodore D.co. Philadhelpia : Lippincott William and Wilkins. Louis : Butterworth-heinemann.x/pdf.18 HV.. D. Textbook Of Opthalmology. Rama.2007. Diunduh Pada Tanggal 5 Mei 2015 Pukul 21:01 WIB.id/books? id=CulFDEdqNk4C&pg=PA49#v=onepage&q&f=false. The Massachusetts Eye and Ear Infirmary Review Manual for Ophthalmology. https://books. New Delhi : Jaypee Brother Medical Publisher https://books.google. 00159. Primary Care Optometry. (2006).co. Nema dan Nitin Nema. Wiley Online Library : Optometrists Association Australia.1111/j. . Comparing Methods Of Determining Addition In Presbyopes.

(2007). Techniques and Clinical Management. google. Promosi Kesehatan. Mark and Nicola Logan. Philadelphia : Elsevier https://books.co.https://books. Second Edition.co.web. Noida : Elsevier https://books. https://books. Andrew and Caroline Christie. (2007).google.co.co.google. Whittaker.id/books?id=nWaGngEA CAAJ&pg =PA96&hl=id#v=onepage&q&f=false. Diunduh Pada Tanggal 23 Juli 2016 Pukul 00:29 WIB Scheiman. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.76 .id/books?id=xGKXuM7H6SMC& . Low Vision Rehabilitation : A Practical Guide For Occupational Therapist. 55 KBBI Online. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .google. Diunduh Pada Tanggal 22 Juli 2016 Pukul 00:53 WIB Maulana. https://books. Optometry : Science.id/books?id=sDKnWExH6tQC&pg=PA95&d q#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 27 Juni 2016 Pukul 10:20 WIB Rosenfield. Clinical Optics and Refraction : A Guide for Optometrists. Stephen G.id/adisi Diunduh Pada Tanggal 18 Juni 2016 Pukul 23:07 WIB Keirl. http://kbbi.id/books?id=dv2g8aOIhhsC&pg=PA229&dq=american+optomet ric+association&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjZ8Nazlf3MAhUCgI8KHRii AeoQ6AEIQTAE#v=onepage&q=fully%20exerted&f=false. A.co. (2007). (2016) Adisi. Second Edition New York : Elsevier. (2008). New Jersey: SLACK. Mitchell. J. Contact Lens Opticians and Dispensing Opticians. Theory and Practice of Optics and Refraction.google.K. Scheiman. Heri D. Diunduh Pada Tanggal 21 Juli 2016 Pukul 22:05 Khurana.id/books?id=9ftETIdkYC& pg=PA132&dq#v=onepage&q&f=false. Maxine. (2009).

Myron. London : The Mosby Elsevier. Peter K. Jay S.google. (2009). https://books.goo gle.google. http://www.co. Myron.. Philadelphia : Elsevier https://books.co. https://books. (2009).co. : Food And Drug Administration Department Of Health And Human Services.. Mitchell.S. jay S.+Duker&hl=id&sa=X&rediresc=y# . And Eye Movement Disorder. William. Accommodative.id/books?id=u43MTFr7m8C&pg=1060&d q#v=onepage&q&f=false Diunduh Pada Tanggal 22 Juli 2016 Pukul 03:39 WIB.id/books?id=AazA9TQnHYC&pg=PA11&dq#v=onepage&q&f=fals e.google. Food and Drug Administration. Kaiser. 3rd Edition. Ophthalmology. Code Of Federal Regulation. Duker. Third Edition.id/ books?id=jGGROHBFYt8C&pg=PA350#v=onepage&q&f=false. volume 8.77 . Review of Ophthalmology.gov/scripts/cdrh/cfdo cs/cfCFR/CFRSearch. 2015. 56 pg=PA46&dq#v=onepage&q=low%20vision%20rehabilitation&f=false. Philadelphia : Lippincott William & Wilkins. Third Edition. Neil J. Akademi Refraksi Optisi Gapopin . (2008) Clinical Management Of Binocular Vision : Heteropic.https://books. Duker. Diunduh Pada tanggal 22 Juli 2016 Pukul 13:36 WIB. (2012). Wick.fda. Yanoff . Freidman.accessdata. Diunduh Pada Tanggal 05 Mei 2016 Pukul 21:30 WIB Trattler..id/books?id=u43MTFr7-m8C&pg= PA64&dq=Myron+Yanoff+dan+Jay+S. title 21. Diunduh Pada Tanggal 20 Juli 2016 Pukul 5:00 WIB Yanoff.cfm?CFRPart=886&showFR. Second Edition. U.co. San Diego : Elsevier. USA. Bruce. Diunduh Pada Tanggal 13 Juni 2016 Pukul 10:12 WIB Scheiman. Opthalmology.

%20Duker&f=false Diunduh Pada Tanggal 17 juli 2016 Pada Pukul 06:00 WIB . 57 v=onepage&q=Myron%20Yanoff%20dan%20Jay%20S. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .78 .

dalam peraturan ini yang dimaksud. adalah : Pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa. “Setiap penyelenggaraan optikal wajib memperoleh izin dari pemerintah daerah kabupaten/kota setempat. “Refraksionis Optisien (RO) adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan refraksi optisi atau optometri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.” Pada BAB II Penyelenggaraan.” -58 79 . Pada BAB 1 Ketentuan Umum. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 1 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan optikal. dalam peraturan ini yang dimaksud adalah : Pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .

Pasangkan lensa cross cylinder dan arahkan pasien untuk melihat pada garis–garis silang yang diletakkan pada jarak baca yang diinginkan oleh pasien (40 cm) dan pasangkan lensa cross cyllinder (+ 0. analisa refraksi. dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan dekat secara monokuler dengan teknik cross cylinder dengan tahapan sebagai berikut : 1. inspeksi dan observasi bola mata. mengeluh kemampuan bacanya berkurang dan harus menjauhkan objek bacaan agar bisa membaca dengan jelas. ILUSTRASI KASUS A. Kemudian. PENYELESAIAN MASALAH Untuk mengatasi masalah tersebut seorang Refraksionis Optisien harus melakukan pemeriksaan refraksi sesuai dengan tahapan-tahapan yaitu : anamnesa. B. baik untuk penglihatan jauh atau penglihatan dekat.59 80 . terapi hasil refraksi.50 × 90°). Akademi Refraksi Optisi Gapopin . KASUS Seorang Ibu berusia 45 tahun datang ke optik. diagnosa refraksi. Pada tahap pemeriksaan subyektif. dan berharap mendapatkan kacamata yang bisa mengatasi keluhannya. pemeriksaan pendahuluan. kesimpulan dan saran. pemeriksaan refraksi obyektif.50 D × 180° -0. Beliau belum pernah menggunakan kacamata bantu. dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan jauh dan diketahui visus mata masih bagus dengan visus 6/6. . pemeriksaan refraksi subyektif.

Setelah masing-masing mata didapat ukuran adisinya lakukan pemeriksaan tajam penglihatan dekat secara binokular dengan objek reading chart dengan lensa adisi yang telah didapat.50 pasien masih melihat garis-garis vertikal dan meridien horizontal menjadi sama jelas. Akademi Refraksi Optisi Gapopin .81 . pada jarak baca 40 cm tanpa penambahan lensa adisi pasien melihat garis pada meridien horizontal lebih jelas. 7.25 pasien melihat garis vertikal lebih jelas. tambahkan lensa +0. Jika pada pemberian lensa spheris +1.50 Dioptri dan disarankan untuk memakai kacamata bantu dengan lensa bifokus atau multifokus untuk memudahkan pasien beraktivitas. 6.25 untuk memastikan kekuatan lensa adisi yang diberikan sudah tepat. Dengan gagang cross cylinder berhimpit di angka 45° atau titik merah berhimpit di 90°. 60 2. itu berarti over correction atau ukuran lensa yang diberikan terlalu besar. C. 5. Pada saat penambahan lensa spheris +0.50 Dioptri. Pada saat ditambahkan lensa spheris -0. KESIMPULAN Dari hasil pemeriksaan tersebut pasien dianalisa menderita presbyopia dengan ukuran adisi +0. 3. Kemudian ditambahkan lensa adisi sesuai tabel usia +1.25 pasien melihat garis-garis horizontal masih lebih jelas maka ukuran lensa adisi yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan pasien adalah +1.50 atau hingga pasien melihat garis-garis vertika sudah sama jelas (atau sama kabur dengan garis-garis horizontal) 4. .