SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA

PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH B3
NO : ..../SSS/MOU/III/2017

Pada hari ini ....................... tanggal ………………………… ( ………………………..),
telah diadakan Perjanjian Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(LB3) yang dibuat dan ditanda-tangani oleh dan antara:

1. PT. ……………………………………………………….., suatu Perseroan
Terbatas yang didirikan berdasarkan Hukum Negara Republik
Indonesia, beralamat di ..................................................., dalam hal ini
diwakili oleh ………………………………….., dalam jabatannya selaku
……………………….., dan oleh karena itu bertindak untuk dan atas
nama PT………………………………………… selanjutnya disebut “Pihak
Pertama”;

2. PT. SAGRAHA SATYA SAWAHITA, suatu Perseroan Terbatas yang

didirikan berdasarkan Hukum Negara Republik Indonesia, beralamat di
jalan Yos Sudarso No 56 Kelurahan Klatak Kabupaten Banyuwangi,
dalam hal ini diwakili oleh Pucca Hezkya Sp. S.sos dalam jabatannya
selaku Kepala Operasional dan oleh karena itu bertindak untuk dan
atas nama PT. SAGRAHA SATYA SAWAHITA selanjutnya disebut
“Pihak Kedua”.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam Perjanjian ini selanjutnya bersama-sama
akan disebut sebagai ”Para Pihak” dan secara sendiri-sendiri akan disebut
sebagai ”Pihak”.
Selanjutnya Para Pihak terlebih dahulu menerangkan sebagai berikut :
- Pihak Pertama adalah perusahaan yang bermaksud menggunakan jasa
pengangkutan limbah B3;
- Pihak Kedua adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
pengelolaan limbah B3, bermaksud untuk memberikan jasa pengelolaan

Paraf
Pihak I Pihak
II

Undang-undang No. 18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. berlaku 5(lima) tahun sampai dengan tanggal 13 Juni 2019 8. Ijin Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Skala Propinsi No. B-4214/Dep. Bali. 32 tahun2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. meliputi wilayah Jawa Timur. 14 Tahun 2013 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun 6.IV/LH/PDAL/04/2014 dan B- 7747/Dep. yang antara lain : 1. Sagraha Satya Sawahita dengan nomor register. Sagraha Satya Sawahita. Peraturan Pemerintah No. limbah B3 kepada Pihak Pertama. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.Produk perundang-undangan baru yang mengatur tentang lingkup pekerjaan ini. 9. yang dikeluarkan oleh pemerintah pada masa berlaku Perjanjian Kerja ini. 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan 5. Kep Men-LHK No. Peraturan pemerintah No.05 Tahun 2015 tentang izin pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk kegiatan pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun PT. Undang-undang No.12. berupa minyak pelumas bekas dan residu. Kep Men-LH No. berlaku 5 (lima) tahun sampai tanggal 25 Mei 2020 7.P2T/1/17. dan perpanjangan perizinan akan selalu diinformasikan Paraf Pihak I Pihak II . 2. Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.03/01/VI/2014. 3.IV/LH/PDAL/07/2013 tentang rekomendasi pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun kepada PT. dokumen limbah B3 adalah UP 0000001. 06. Peraturan Pemerintah No. 4. Dalam upaya memenuhi peraturan perundangan lingkungan hidup khususnya yang berkaitan dengan limbah B3. 10. Per Men-LH No.

Jasa adalah pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Pihak Kedua termasuk pengangkutan dan/atau pengumpulan limbah B3 sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini (”Jasa”). limbah medis/laboratorium/kimia. Para Pihak telah sepakat dengan itikad baik untuk saling mengikat diri dalam melaksanakan Perjanjian ini dengan ketentuan . 4. thinner. bottom ash dan spent earth. Bahwa limbah B3 terbatas pada limbah B3 oli bekas. Pihak Kedua bertanggung jawab terhadap segala akibat yang ditimbulkan dimulai pengangkutan dari lokasi Pihak Pertama sampai dengan lokasi Pihak Ketiga . fly ash. Limbah B3 yang diserahkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua sesuai jenis limbah dan tidak terkontaminasi oleh benda-benda atau Paraf Pihak I Pihak II . rust cleaner. sarung tangan terkontaminasi. Pihak Kedua adalah perusahaan pengangkutan limbah B3 yang memberikan jasa pengelolaan limbah B3 yang selanjutnya oleh Pihak Kedua diserahkan kepada Pihak Ketiga 2. sludge. 3. accu bekas. catridge bekas. Pihak Pertama bermaksud menggunakan Jasa Pihak Kedua untuk melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan dalam proses produksi oleh Pihak Pertama yang selanjutnya diserahkan kepada Pihak Ketiga ( pengolah / pemanfaat / pemusnah akhir limbah B3 ) . kaleng cat. dari Pihak Kedua kepada Pihak Pertama. Berdasarkan uraian diatas Para Pihak sepakat mengaturnya dalam ketentuan- ketentuan sebagai berikut : . grease. air terkontaminasi.ketentuan yang diatur dalam Perjanjian ini: PASAL 1 RUANG LINGKUP PERJANJIAN DAN LOKASI 1. Pihak Kedua akan memberikan Jasa kepada Pihak Pertama. dan Pihak Pertama setuju menggunakan Jasa Pihak Kedua. Bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas. filter oli bekas. kain majun terkontaminasi. residu. masker terkontaminasi.

Lokasi pengangkutan limbah B3 bertempat di Lokasi Pihak Pertama. Pengangkutan tidak dilakukan pada hari libur atau hari besar Paraf Pihak I Pihak II . PASAL 2 JANGKA WAKTU PERJANJIAN 1. Perjanjian ini dapat diperpanjang kembali dengan kesepakatan bersama secara tertulis oleh Para Pihak selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender sebelum berakhirnya Perjanjian ini dengan kondisi dan ketentuan yang disepakati bersama Para Pihak. Pihak Pertama sama sekali tidak boleh memberikan limbah B3 miliknya kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari pihak kedua. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal ……………………… sampai dengan tanggal …………………………… 2. yaitu di ………………………………………………………………… . PASAL 3 ADMINISTRASI 1. 5. Apabila terjadi kontaminasi sebelum proses pengiriman maka Pihak Kedua berhak menolak untuk memberikan Jasa dan akan mengembalikannya kembali kepada Pihak Pertama dengan seluruh biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab Pihak Pertama. limbah lainnya. 6. Pihak Pertama harus memberikan pemberitahuan tertulis dalam bentuk fax ataupun email untuk pengangkutan limbah B3 kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sebelum tanggal pengangkutan. Jadwal pengangkutan dapat diatur sesuai dengan kesepakatan oleh Para Pihak. atau apabila ditentukan lain oleh Pihak Pertama dengan kesepakatan tertulis dari Para Pihak. 7. Jasa yang akan dilakukan oleh Pihak Kedua secara prioritas atau sesuai kontrak wajib dilakukan kepada Pihak Pertama.

840. Pihak Pertama harus menunjuk salah seorang personel lapangan untuk menandatangani dan stempel seluruh dokumen pengangkutan limbah B3 dengan menunjukkan surat tugas dari Pihak Pertama. Pihak Pertama akan melakukan pembayaran didepan setiap pengadaan atau order pengangkutan limbah b3 kepada Pihak Kedua dengan jangka waktu pembayaran dilakukan 1 hari setelah barang diangkut 4.000 PASAL 5 OPERASIONAL Paraf Pihak I Pihak II . Pembayaran untuk Jasa berdasarkan Perjanjian ini akan dilakukan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua dengan cara transfer ke rekening bank dengan keterangan sebagai berikut: Nama Bank : BNI ( Bank Negara Indonesia ) Cabang Pemuda Surabaya No.9-611. Sagraha Satya Sawahita NPWP / PKP : 02. 2. 3. 3. kecuali ada persetujuan tertulis sebelumnya dari Para Pihak. 2. Pihak Pertama dibebaskan dari segala tuntutan yang dimungkinkan akibat dari penyimpangan administrasi tersebut PASAL 4 BIAYA ATAS JASA PENGANGKUTAN LIMBAH B3 DAN PEMBAYARAN 1. Rekening : 2349234994 Atas Nama : PT. Pihak Kedua akan menerbitkan tanda terima untuk setiap pembayaran oleh Pihak Pertama.294. surat jalan dan surat tugas personil lapangan yang melakukan pengangkutan limbah B3. Nasional. Pihak Kedua harus memenuhi persyaratan administrasi terhadap pelaksanaan Jasa. Pihak Pertama akan membayar kepada Pihak Kedua atas jasa pengelolaan limbah B3 . yaitu isian di sistem manifest harus lengkap.

Pihak Pertama mengemas Limbah B3 dengan kemasan yang baik dan layak sehingga aman untuk diangkut dengan menggunakan truck bak terbuka 2. maka Pihak Pertama berhak memutus Perjanjian ini sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian. Pihak Pertama mengijinkan Pihak Kedua untuk memasuki TPS dilingkungan Pihak Pertama dibawah pengawasan Head General Affair/ HSE selaku penanggung jawab dan pengawasan lapangan perusahaan Pihak Pertama. PASAL 6 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK 1. HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA 1. 1. Pihak Kedua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap limbah B3 yang dibawa dari lokasi Pihak Pertama dan Pihak Pertama dibebaskan seluruhnya dari resiko penyalahgunaan limbah B3 yang telah dibawa oleh Pihak Kedua.1Pihak Pertama wajib untuk menyimpan limbah B3 nya selama kurang dari 3 bulan dan dalam kondisi tidak terkontaminasi dengan limbah- limbah lainnya.3Pihak Pertama wajib menandatangani dan stempel dokumen Limbah B3 (Manifest Limbah B3).2Pihak Pertama wajib melakukan pembayaran atas biaya Jasa sesuai dengan Pasal 4 Perjanjian ini. 2.4Pihak Pertama wajib menanggung segala resiko kecelakaan dan pencemaran yang terjadi akibat kelalaian Pihak Pertama dalam menangani Limbah B3nya sendiri dalam lokasi TPS Pihak Pertama 1. 1. HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA Paraf Pihak I Pihak II .1. 3.5Pihak Pertama mempunyai hak untuk memberikan pengaduan tertulis maksimal sebanyak 3 (tiga) kali kepada Pihak Kedua dengan rentang waktu setiap pengaduan 2 (dua) minggu dan apabila Pihak Kedua tidak memperbaiki kelalaiannya. 1.

7Pihak Kedua sangat disarankan untuk dapat memberikan transfer of knowledge kepada Pihak Pertama tentang prosedur pengangkutan dan penyimpanan limbah B3.2.6Pihak Kedua wajib mengasuransikan. simbol dan manifest limbah B3. keamanan dan keselamatan kerja karyawan Pihak Kedua yang ditugaskan untuk melakukan pengangkutan limbah B3 milik Pihak Pertama sesuai undang-undang ketenaga kerjaan yang berlaku. Pihak Pertama dibebaskan dari segala tuntutan yang dimungkinkan akibat dari penyimpangan dan/atau kelalaian yang dilakukan oleh Pihak Kedua dalam melakukan Jasa.8Pihak Kedua melakukan kegiatan pengangkutan limbah B3 milik pihak pertama paling lambat 3 (tiga) bulan sekali atau sesuai kesepakatan bersama. 2. termasuk tetapi tidak terbatas pada kepemilikan izin yang diwajibkan.1Pihak Kedua wajib melakukan Jasa sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Republik Indonesia.4Pihak Kedua wajib menaati aturan internal dan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lokasi Pihak Pertama saat melakukan pengangkutan limbah B3. 2.3Pihak Kedua wajib melengkapi personilnya dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai bahaya dan risiko kerja saat melakukan pengangkutan limbah B3 di Lokasi. jaminan kesehatan. 2. 2.5Pihak Kedua wajib Menyediakan label.2Pihak Kedua menyediakan kendaraan transportasi yang telah mempunyai izin pengangkutan limbah B3 dan dokumen manifest untuk limbah B3 2. Paraf Pihak I Pihak II . 2. dan semua biaya serta risiko yang timbul sehubungan karyawan Pihak Kedua dalam melakukan pengangkutan limbah B3 tersebut menjadi tanggung jawab Pihak Kedua. 2.

Pihak Pertama menjamin bahwa limbah B3 adalah limbah yang dihasilkan oleh Pihak Pertama sendiri atau sub kontraktornya PASAL 8 KELALAIAN Masing-masing Pihak dianggap lalai apabila: 1. terlikuidasi. Paraf Pihak I Pihak II . atau 2. 2. melebur dengan krediturnya. dengan memberikan pemberitahuan tertulis dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sebelum tanggal efektif pengakhiran yang ditentukan. 2. maka Pihak lainnya berdasarkan keputusannya sendiri berhak untuk mengakhiri Perjanjian ini. Dalam hal terjadi peristiwa kelalaian berdasarkan pasal 8 oleh salah satu Pihak. Para Pihak sepakat untuk melaksanakan Perjanjian dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian. Perjanjian ini tidak dapat dialihkan oleh salah satu Pihak dalam Perjanjian ini kepada pihak manapun juga kecuali dengan persetujuan tertulis dari Pihak lainnya. PASAL 9 PENGALIHAN DAN PENGAKHIRAN PERJANJIAN 1. atau melanjutkan usaha di bawah pengampu. atau jika tindakan apapun dilakukan atau kejadian timbul yang (menurut hukum yang berlaku) memiliki dampak yang sama dari tindakan atau kejadian tersebut diatas. Gagal melaksanakan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dari Perjanjian ini atau gagal memenuhi kewajiban-kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini. wali atau manajer untuk kepentingan krediturnya. terdapat perintah pengampuan atau administrasi yang diberikan kepadanya. Menjadi bangkrut atau pailit. PASAL 7 JAMINAN PARA PIHAK 1.

PASAL 10 PEMBERITAHUAN Semua pemberitahuan harus diberitahukan secara tertulis dan akan dianggap telah cukup diberikan bila diserahkan dengan pos tercatat. Yos Sudarso no. dapat mengakhiri Perjanjian ini dengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sebelum tanggal pengakhiran. kepada pihak lain pada alamat sebagaimana tersebut dibawah ini : PIHAK PERTAMA PT. ataupun email. maka Pihak Pertama. SAGRAHA SATYA SAWAHITA Alamat : Jln. Pucca Hezkya SP. pada saat kapanpun. berdasarkan pertimbangan dan keputusannya sendiri. 3. biaya pos lunas atau dikirim dengan faximile. ……………………………………… Alamat : ………………………………… U.P : Bpk. S.sos HP : 081330224627 / 081240534040 Fax :- Paraf Pihak I Pihak II . Para Pihak sepakat untuk tidak memberlakukan ketentuan-ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. kabupaten Banyuwangi U. dengan alasan yang sewajarnya dan dapat diterima. 4. Para Pihak sepakat.56 Kelurahan Klatak.P : ………………………………… Telepon : ………………………………… Fax : ………………………………… Email : ………………………………… PIHAK KEDUA PT. Dalam hal terjadi pengakhiran Perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat 2 di atas. bahwa selain pengakhiran yang disebabkan oleh peristiwa kelalaian sebagaimana diatur dalam Pasal 8.

karyawan dan agen masing-masing Pihak wajib menjaga kerahasiaan seluruh informasi komersial dan teknis yang mereka miliki dan peroleh dari masing-masing Pihak. Pihak Pertama akan membuatkan surat pemberitahuan secara tertulis atau resmi kepada Pihak Kedua. informasi yang telah diketahui umum. PASAL 12 KERAHASIAAN Para Pihak. direktur. kecuali untuk informasi yang telah dikuasai/dimiliki oleh salah satu Pihak. dan informasi yang setelah pengungkapannya menjadi informasi umum.com PASAL 11 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan dan perubahan yang berupa penambahan atau pengurangan item pekerjaan. PASAL 13 HUKUM DAN YURISDIKSI 1. 2. pejabat. Apabila terdapat perselisihan antara Para Pihak dalam penafsiran Paraf Pihak I Pihak II . dikerjakan setelah didiskusikan Pihak Pertama dan Pihak Kedua.Email : ptsagrahabwi@gmail. serta dilarang menggunakan informasi tersebut selain untuk tujuan yang dimaksudkan dalam Perjanjian ini. Perjanjian ini tunduk dan diatur berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia.

atau pemogokan. kebakaran. hujan badai. maka salah satu Pihak wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pihak lainnya mengenai terjadinya Peristiwa Force Majeure tersebut dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak tanggal terjadinya Peristiwa Force Majeure tersebut. Indonesia. termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam. Paraf Pihak I Pihak II . pengeboman. huru- hara. 2. perang. sepanjang keterlambatan dan/atau kegagalan itu disebabkan oleh suatu kejadian di luar batas kemampuan Pihak yang bersangkutan dan yang setelah diperhitungkan secara teliti. tidak mungkin dapat dicegah/diatasi oleh Pihak yang bersangkutan. Setiap permasalahan yang timbul akibat terjadinya Peristiwa Force Majeure akan diselesaikan oleh Para Pihak secara musyawarah untuk mencapai mufakat. banjir. dan/atau pelaksanaan Perjanjian ini. Dalam hal terjadi Peristiwa Force Majeure. terorisme yang kesemuanya langsung berhubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini (masing-masing dinyatakan sebagai “Peristiwa Force Majeure”). gempa bumi. Keterlambatan dan/atau kegagalan dalam pelaksanaan Perjanjian ini oleh Pihak manapun tidak dapat dianggap sebagai suatu kelalaian atau tidak dapat dituntut jika ada kerugian. PASAL 14 FORCE MAJEURE 1. 3. Namun apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Pengadilan Negeri Banyuwangi. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah mufakat dalam waktu 60 (enam puluh) hari kalender.

dikesampingkan. 2. Segala perubahan atas ketentuan dalam Perjanjian ini akan berlaku hanya apabila terdapat pernyataan tertulis dan ditanda tangani oleh Para Pihak. 2. Perjanjian ini merupakan syarat dari salah satu prosedur yang diberlakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pasal 17 PENUTUP Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani oleh Para Pihak dalam rangkap 2 (dua) yang kemudian bermaterai cukup dan berkekuatan hukum yang sama dan Para Pihak masing-masing akan mendapatkan 1 (satu) naskah asli Perjanjian ini. Perjanjian ini bukan merupakan atau tidak dapat dipakai sebagai bukti ketaatan pengangkutan limbah B3 (compliance). PASAL 16 KHUSUS 1. 4. Paraf Pihak I Pihak II . Bukti ketaatan harus menggunakan dokumen limbah B3 (system manifest dengan Bar code) sesuai dengan jenis dan jumlah limbah B3 yang dihasilkan. 3. dan menurut hukum yang berlaku. Tidak ada ketentuan dalam Perjanjian ini yang dapat diubah. kesanggupan atau kesepakatan sebelumnya yang berhubungan dengan Perjanjian ini. PASAL 15 LAIN-LAIN 1. diabaikan kecuali dengan suatu Perjanjian atau surat tertulis yang ditanda tangani oleh Para Pihak. Perjanjian ini merupakan suatu kesepakatan secara keseluruhan antara Para Pihak sehubungan dengan hal yang dituangkan dalam Perjanjian ini dan menghapuskan segala maksud. Hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur dan dijelaskan lebih lanjut oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam ADDENDUM tersendiri yang ditanda tangani kedua belah pihak dan menjadi salah satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA PT. S.sos …………………… Kepala Operasional Paraf Pihak I Pihak II . SAGRAHA SATYA SAWAHITA ……………………………… Pucca Hezkya SP. ……………………………………… PT.