MATEMATIKA

INTEGRAL

Disusun Oleh:
Atik Asiska
NIM 2014-66-138
Sesi 01
Fakultas Fisioterapi

UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat hidayah dan rahmat-Nya yang
diberikan kepada penulis berupa kesehatan rohani dan jasmani sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul ”INTEGRAL” dapat diselesaikan dengan baik

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu
untuk memperbaikan makalah ini penulis mengharapkan kritik-kritik dan saran-saran yang
membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada
umumnya. Atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih.

Jakarta,13 Desember 2014

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Kata Pengatar...............................................................................................ii

Daftar Isi...................................................................................................iii

Bab I Pendahuluan........................................................................................1

I.1 Konsep Integral............................................................................1

Bab II Pembahasan.......................................................................................2

II.1 Integral TakTentu........................................................................2

II.2Aturan Integral Substitusi dan Parsial............................................4

II.3Teknik Pengintegralan..................................................................5

II.4 Integral Trigonometri................................................................11

II.5 Integral Tertentu.......................................................................14

II.6 Aplikasi Integral (Luas Daerah)..................................................17

II.7 Volume benda putar..................................................................25

DAFTAR PUSTAKA................................................................................33

iii

definisi integral fungsi kontinu dangan aturan lima langkah dan interpretasi setiap langkah.materi yang diberikan meliputi : Integral tentu sebagai pengabstrakan berbagai masalah nyata. Untuk menyesaikan persoalan pada konsep integral tentu maka muncul teknik pengintegralan yang bersifat integral parsial dan dengan menggunakan aturan rantai maka muncul aturan substitusi yang mencakup juga substitusi trigonometri.x dalam selang [a.penggunaan kecepatan pesawat ulang-alik endaevour untuk menentukan ketinggian yang dicapai pada waktu tertentu.panjang kurva.usaha. Sebagai contoh integral banyak dilibatkan dalam berbagai situasi seperti : penggunaan laju tetesan minyak dari tangki untuk menentukan kebocoran selama selang waktu tertentu.b] .keluaran kardiak. usaha/kera.perkiraan populasi. Secara umum. Sedangkan luas bagian yang berada di bawah sumbu-x diberi tanda negatif.momen. aljabar integral(sifat kelinearan.bisbol dan lain-lain. Bab I Pendahuluan I. Hubungan ini disebut teorema dasar kalkulus. Integral tentu. 1 . Turunan digunakan untuk mendefinisikan konsep anti turunan yang menghasilkan sifat-sifat integral dan teorema dasar kalkulus digunakan untuk mendefinisikan integral tentu dan memunculkan sifat-sifat aljabar integral tentu.dalaam beberapa bidang integral juga digunakan untuk memcahkan masalah yang berkaitan dengan volume.Menentukan Luas Daerah dan Menentukan Volume benda putar. yaitu suatu hubungan yang memungkinkan kita untuk menghitung secar mudah nilai sebenarnya dari banyak integral tentu tanpa perlu memakai jumlah Rienman. Luas bagian yang berada di atas sumbu-x diberi tanda positif. Gagasan ini memunculkan kaitan integral tentu dengan luas daerah. Dari integral tentu dapat digunakan untuk mendefinisikan luas.volume yang memuat juga konsep volume benda putar. Melalui teorema dasar kalkulus mereka mengembangkan konsep integral yang dikaitkan dengan turunan. Berdasarkan peta konsep integral. Di Indonesia konsep-konsep integral diberikan pada siswa-siswa Menengah Atas yang meliputi : Pengertian integral.integral tentu menentukan batasan luas daerah yang tercakup diantara kurva y = f (x) dan sumbu. teorema dasar I dan II dalam kalkulus.pusat massa. primitif dan integral tentu fungsi sederhana.surplus konsumen. perumusan bentuk integral dalam bentuk situasi nyata.gaya pada bendungan.Integral satu fungsi sebagai fungsi batas atasnya .Selain itu.Integral tak tentu. Integral dan matematika adalah 2 operasi utama di dalam kalkulus. Prinsip-prinsip integral di formulasikan oleh Sir Isaac Newton dan Gottfried Liebnez pada abad 17 dengan memanfaatkan hubungan erat antara anti turunan dan integral tertentu.integral tentu diperoleh dari konsep turunan. pengertian fungsi primitif dan sifatnya.1 KONSEP Integral dan turunan adalah konsep yang paling penting dalam matematika. Definisi secar modern tentang integral dikemukakan oleh Reinman dengan gagasan pertamanya adalah jumlah Reinman. Integral mempunyai aplikasi yang luas dalam bidang sains dan industri.integral pada suatu selang dan inegral pada subselangnya).Untuk di perguruan tinggi kalkulus integral merupakan Bagian dari mata kuliah Kalkulus.

F(b) / F(a) adalah nilai Fungsi hasil integral untuk x = a atau x = b. integral tertentu memiliki batas-batas. n  1 n 1 n 1 2 f(x) disebut integran. Bab II Pembahasan Integral merupakan kebalikan dari proses diferensiasi. fungsi ini belum memiliki nilai pasti (berupa varia-bel) sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan fungsi tak tentu ini disebut integral tak tentu. Perbedaanyang mendasar. a disebut batas bawah dan b disebut batas atas. maka: d ( F ( x ))  F ' ( x)   f ( x) dx d ( F ( x ))  f ( x ) dx    d ( F ( x ))   f ( x ) dx  F ( x)  c   f ( x) dx  f ( x) dx  F ( x )  c 2. Integral tertentu adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu fungsi pada batas (selang) tertentu dan menghasilkan nilai pasti. maka: b  f ( x)dx  F (b)  F (a) a u du  u n 1  c. Jika F adalah anti turunan dari f. Jika F adalah anti turunan dari f. Integral ditemukan menyusul di- temukannya masalah dalam diferensiasi di mana matematikawan harus berpikir bagai-mana menyelesaikan masalah yang berkeba-likan dengan solusi diferensiasi Integral terbagi dua yaitu integral taktentu dan integral tertentu. Integral tak tentu adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. Profil: . 1.

integral tertentu tersebut dinamakan Integral Reimann. RUMUS DASAR INTEGRAL TAKTENTU Integral Aljabar 1. Untuk Mengenang jasanya. maka:  f ( x)  g ( x) dx   f ( x) dx   g ( x) dx Contoh 3:  2x 3  3 x 2  4 dx  . 23 x 2  c  13 x x  c 3 3. maka: x x n1  c n dx  1 n 1 dimana c adalah konstanta Contoh 1: 3 1 4  x dx  4 x  c 1 3  x 2 dx  3 x 2  c  3 x x  c 2 2 2. George Friedrich Bernhard Reimann (1826 – 1866). Matematikawan asal Jerman yang menjelaskan Integral tertentu dengan menggunakan luas daerah yang dihi-tungnya menggunakan polygon dalam dan polygon luar. maka:  kf ( x ) dx  k  f ( x ) dx Contoh 2: 3 3 2 4  2 x dx  2 x dx  4 x  c 1  2 x dx  2  x 2 dx 1 1 3  12 . Jika f dan g fungsi-fungsi yg terintegralkan. Jika f fungsi yang terintegralkan dan k suatu konstanta. Jika f dan g fungsi-fungsi yg terintegralkan. Jika n bilangan rasional dan n ≠1. maka:  f ( x )  g ( x ) dx   f ( x) dx   g ( x ) dx 4.

 24 x 4  33 x 3  4 x  c Aturan Integral Subtitusi 5.(36xx  1) 2 d(3x2+1) 2 1 = 12  (3x 2  1) d(3x2+1)2 1 1 = 1 1 2 1 1 (3 x 2  1) 2 2 3 = 1 2 2 3 (3x 2  1) 2 = 1 3 (3x 2  1) 3 x 2  1 +c 4 Aturan Integral Parsial 6. Dimisalkan 5x = u dan (1 – x)6 dx = dv.{ 17 (1  x) 7 }   17 (1  x ) 7 . 1 =  3x. Contoh 4:  3x. di mana u’ merupakan turunan dari fungsi u.. maka:  u dv  uv   v du Aturan ini juga merupakan salah satu teknik dalam menyelesaikan masalah Integral. Jika u suatu fungsi yang dapat didiferen-sialkan dan r suatu bilangan rasional tak nol. 3x 2  1 dx =. Contoh 5:  5 x(1  x) dx = … 6 Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan integral subtitusi.. maka du = 5 dx dan v   (1  x ) dx . biasanya digunakan untuk me-nyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan teknik Subtitusi. dan c adalah konstanta dan r ≠ 1. gunakan teknik 6 subtitusi utk mencari v yaitu: v   17 (1  x ) 7  5 x(1  x)  dx  uv   v. Aturan ini merupakan salah satu teknik dalam menyelesaikan masalah Integral. karena (1–x) turunannya adalah –1 jadi tidak dapat menghilangkan 5x . maka:  ( u( x )) 1 ( u( x )) r 1 r u' ( x ) dx  r 1 c .5dx 6 . Jika u dan v fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan.du  5 x. (dx bisa diganti d(3x2+1) asal dibagi dengan turunannya).

Subtitusi Dalam Integral Tak Tentu Teorema : Misal g fungsi yang terdiferensialkan dan F suatu anti turunan dari f.   75 x(1  x) 7  { 75 . sedangkan tanda (+) atau (–) hasil integral yang akan di-jumlahkan.  18 (1  x) 8 }   75 x (1  x ) 7  565 (1  x) 8 Bisa juga menggunakan table parsial untuk mempermudah langkah penyelesaian se-bagai berikut: soal dibagi dua bagian penyelesaian. 5x (1 – x)6 d x (+) 5  17 (1  x ) 7  75 (1  x) 7 (–) 0  17 .3 Teknik Pengintegralan 1. Teknik Subtitusi a. x 1 1 / 2 Jawab : Misalkan u = x = x1/2 sehingga du = x dx maka 2 sin x  1 1 / 2   dx = 2  sin x x  dx = 2  sin udu = 2cosu + c = 2cos x +c x  2  . Untuk baris ke tiga ber-tanda (+) dan terus berulang dengan bergantian tanda.  18 (1  x ) 8 5 56 (1  x) 8 Jadi:  5 x(1  x) dx   57 (1  x) 7  (1  x) 8 6 5 56 Catatan: dikalikan. jika u = g(x) maka  f(g(x))g’(x) dx =  f(u) du = F(u) + c = F(g(x)) + c Contoh : sin x Hitunglah  dx . bagian kiri diferensialkan hingga sama dengan nol dan bagian kanan di-integralkan hingga sebelah kirinya sama dengan nol. 5 II.

Pengintegralan Bentuk-Bentuk Trigonometri a. Teorema : Misal g mempunyai turunan kontinu pada [a. maka keluarkan faktor sin x atau cos x dan kemudian gunakan kesamaan sin 2 x + cos 2 x = 1.  sin m x cos n x dx .  sin n x dx.  cos n x dx Jika n bilangan bulat positif ganjil. maka b g (b )  f ( g ( x )) g ' ( x )dx   f (u )du a g (a) Contoh : 1 x 1 Hitung  2 dx 0 ( x  2 x  6) Jawab : Misal u = x2+2x+6 sehingga du = 2x+2 dx = 2(x+1)dx perhatikan u = 6 jika x = 0 dan u = jika x = 1. cos 2 x = 2 2 Contoh : 2 1 1  cos 2 x  1. maka gunakan rumus setengah sudut 1  cos 2 x 1  cos 2 x sin 2 x = .b.  cos 4 x dx =    dx = 4  (1 + 2 cos 2x + cos 2 2x) dx  2  1 1 1 =  dx + 4  cos 2x (2) dx + 8  (1 + cos 4x) dx 4 3 1 1 = x+ sin 2x + sin 4x + c 8 4 32 b. jadi 1 x 1 1 1 2( x  1)  2 dx =  2 0 ( x 2  2 x  6) dx 0 (x  2 x  6) 1 9 du 1 1 1  3 =    ln u  96  (ln 9  ln 6) = ln  26 u 2 2 2  2 6 2. Jika n bilangan bulat positif genap. Subtitusi Dalam Integral Tentu.b] dan f kontinu pada daerah nilai g.

keluarkan faktor tg x.  sin mx cos nx dx. maka gunakan rumus setengah sudut. Keluarkan faktor tg 2 x = sec 2 x – 1 dalam kasus tg atau faktor cotg 2 x = cosec 2 x – 1 dalam kasus cotg. Jika m dan n bilangan bulat positif genap. maka keluarkan faktor sec 2 x atau cosec 2 x.  cotg m x cosec n x dx Jika n genap dan m sembarang.cos (m – n)x] cos mx cos nx = ½[cos (m+n)x + cos (m – n)x] Contoh :  sin 2x cos 3x dx = 1/2  sin 5x + sin (-x) dx = 1/10  sin 5x d(5x) – ½  sin x dx = .  tg m x sec n x dx.  tg n x dx. Gunakan kesamaan : sin mx cos nx = ½[sin (m+n)x + sin (m – n)x] sin mx sin nx = -½[cos (m+n)x .  cotg n x dx. Contoh : Tentukan : 1.  cos mx cos nx dx. c. Contoh :  cotg 4 x dx =  cotg 2 x (cosec 2 x – 1) dx =  cotg 2 x cosec 2 x dx –  cotg 2 x dx 1 = . Pengintegralan Parsial Pengintegralan parsial (sebagian) dapat dilakukan jika pengintegralan dengan teknik subtitusi tidak memberikan hasil.cotg 3x + cotg x + x + c 3 d.  tg –3/2 x sec 4 x dx 2. Jika m atau n bilangan bulat positif ganjil dan eksponen lain sembarang. 7 Jika m ganjil dan n sembarang.  sin mx sin nx dx. cotg 2 x d(cotg x) .  tg 3 x sec –1/2 x dx e. . dan dengan catatan bagian sisa pengintegralan lebih sederhana dari integral mula-mula. maka keluarkan faktor sin x atau cos x yang berpangkat ganjil tersebut kemudian gunakan kesamaan sin 2 x + cos 2 x = 1.sec x.1/10 cos 5x + ½ cos x + c. 3. (cosec 2 x – 1) dx = .

 xe x dx Misalkan u = x. P(x) dan Q(x) fungsi –fungsi Polinom dengan Q(x) ≠ 0 Q( x) Fungsi Rasional dibedakan atas : . v = ex x  xe dx = xe x   e x dx = xex –ex + c 4. x2  a2 Gunakan berturut-turut subtitusi : x = a sin t. dv = ex dx maka du = dx . Integral Fungsi Rasional Fungsi Rasional merupakan fungsi hasil bagi dua fungsi Polinom yang ditulis : P( x) F ( x)  . Integral yang memuat bentuk a2  x2 . udv  uv   vdu Contoh : 1. a.ctg t – t + c 2 4 sin t 4  x2  x =  sin 1    c x  2 5. a2  x2 . shg  dx = x2 2 cos t  ( 2 cos t ) dt   ctg 2 tdt = . x = a tg t dan x = a sec t. Contoh : 4  x2 1. Fungsi Integral yang memuat bentuk n ax  b Penyelesaian dengan menggunakan subtitusi : u = n ax  b Contoh : Hitung  x3 x  4dx Jawab : Misalkan u =  x3 x  4dx maka u 3 = x – 4 dan 3 u 2 du = dx 8 3 3 4 Shg  x3 x  4dx =  (u 3  4)u.3u 2 du  ( x  4) 7  ( x  4) 3  c 7 b. Integral Fungsi Akar (Subtitusi yang Merasionalkan). Tentukan  dx Jawab : x2 Jawab : 4  x2 Misalkan x = 2 sin t maka dx = 2 cos t dt dan 4  x2 = 2 cos t .

b. Fungsi Rasional Tak Sejati yaitu fungsi rasional dimana derajat fungsi polinom pada pembilang lebih besar dari atau sama dengan derajat fungsi polinom pada penyebut. Fungsi Rasional Tak Sejati dapat ditulis sebagai penjumlahan fungsi polinom dengan Fungsi Rasional Sejati dengan jalan membagi fungsi pembilang dengan fungsi penyebut. Fungsi Rasional Sejati yaitu fungsi rasional dimana derajat fungsi polinom pada pembilang lebih kecil dari pada derajat fungsi polinom pada penyebut. Permasalahan mengintegralkan fungsi rasional terletak pada bagaimana mengintegralkan fungsi rasional sejati. B =  1 . dan C = 3 sehingga 2 2 5x  3 1 3  dx =  dx 2 2 x 3  2 x 2  3x  x   x  1 dx   x  3 dx 1 3 = .ln x  ln x  1  ln x  3  c 2 2 .a. Penjabaran Fungsi Rasional atas Faktor Linear yang Berbeda Contoh : 5x  3 Tentukan  dx x 3  2 x 2  3x Jawab : 5x  3 5x  3 A B C     3 x  2 x  3x 2 x ( x  1)( x  3) x x  1 x  3 maka 5x + 3 = A(x+1)(x-3) + Bx(x-3) + Cx(x+1) dengan menyamakan koefisien pada kedua polinom diruas kiri dan ruas kanan maka diperoleh : A = -1 . bahwa fungsi rasional sejati dapat ditulis sebagai jumlah dari fungsi rasional sejati yang lebih sederhana 9 Contoh : 5x  1 2 3   2 x 1 x 1 x 1 a. Suatu fakta.

b. Penjabaran Fungsi Rasional atas Faktor Kuadrat yang Berbeda Contoh : 6 x 2  3x  1 Tentukan  dx ( 4 x  1)( x 2  1) Jawab : 6 x 2  3x  1 A Bx  C   (4 x  1)( x 2  1) 4x  1 x2 1 Selanjutnya tentukan A.. Penjabaran Fungsi Rasional atas Faktor Linear yang Berulang Contoh : x Tentukan  dx ( x  3) 2 Jawab : x A B   ( x  3) 2 x  3 ( x  3) 2 maka x = A(x-3) + B dengan menyamakan koefisien pada kedua polinom diruas kiri dan ruas kanan diperoleh : A = 1 dan B = 3 sehingga 10 x 1 3 3  dx   dx   dx  ln x  3  c ( x  3) 2 x3 ( x  3) 2 x3 Yang perlu diperhatikan untuk tiap faktor (ax  b) k dalam penyebut. Rumus – rumus lainnya: . yaitu : A1 A2 Ak   ..4 Integral Trigonometri 1.  ax  b (ax  b) 2 (ax  b) k c. B dan C seperti cara diatas dan kemudian hitung integral setiap sukunya. II. maka ada sebanyak k suku penjabarannya. Rumus – rumus dasar:  cos x dx  sin x  c  sin x dx   cos x  c 2.

misalnya dengan meng-ubah bentuk fungsi. csc x dx   csc x  c 3. cos xdx   1 2  sin 3x  sin xdx  ( 13 cos 3 x  cos x) 1 2 . Soal-soal lainnya: Contoh 9: ►  sin 2 x. Jika a dan b suatu konstanta. cos x  12 [sin(2 x  x)  sin(2 x  x)] :  sin 2 x. sec x dx  sec x  c  cot x. maka:  k cos ax dx  k a sin x  c  k sin ax dx   k a cos x  c Contoh 6: ►  2 cos 12 x dx  sin 12 x d ( 12 x)  2 1 2  4 cos 12 x  c Contoh 7: ►  4 sin 3 x dx  sin 3 x d (3 x)  4 3   43 cos 3x  c 4. Jika k dan a suatu konstantan. baru diintegralkan: sin 2 x.  sec x dx  tan x  c 2  csc x dx   cot x  c 2 11  tan x. cos xdx  12 Ada beberapa cara. maka:  cos(ax  b)dx  sin(ax  b)  c 1 a  sin(cx  d )dx   cos(cx  d )  c 1 c Contoh 8: ►  cos(3 x  60 ) dx  0  13 sin(3x  60 0 )  c 5.

cos x  2 sin x cos x... cos xdx 2  2  cos x.5 RUMUS DASAR INTEGRAL TERTENTU b  f ( x)dx  F ( x) b a a  F (b)  F ( a ) Contoh 11: 2 3 2  2x  x dx  1 2 x4  1 2 x 1 1 .d (cos x) 2 subtitusi   23 cos x  c3 Contoh 10: ►  ( x  1).   16 cos 3x  12 cos x  c Atau sin 2 x.. cos x  sin 2 x. cos xdx   2  sin x. x2  1 cos xdx 2x sin x 2  cos x 0  sin x 13 II. cos xdx  . 2 Untuk masalah ini hanya bisa gunakan Integral parsial.

Teorema Kelinearan Jika f dan g terintegralkan pada interval [a. b. c b c  f ( x ) dx   f ( x ) dx   f ( x ) dx a a b 4. dan c. b]. maka: a i). Teorema Perubahan batas Jika f terintegralkan pada interval [a.  k .  f ( x ) dx    f ( x ) dx 14 a b 3. Teorema Kesimetrisan i) Jika f fungsi genap.  f ( x ) dx  0 a b a ii). maka a a  f ( x ) dx  2  f ( x) dx a 0 ii) Jika f fungsi ganjil.  f ( x)  g ( x) dx   f ( x) dx   g ( x) dx a a a b b b iii). maka . b] dan k suatu konstanta.  12 (2) 4  12 (2)  { 12 (1) 4  12 (1)}  8  1  { 12  12 }  8 atau 2 3 2  2x  x dx  1 2 x4  1 2 x 1 1  12 ( 2 4  14 )  12 ( 2  1)  12 (15)  12 (1)  8 1. maka: b b i). f ( x ) dx  k  f ( x) dx a a b b b ii).  f ( x )  g ( x) dx   f ( x) dx   g ( x) dx a a a Contoh 12: 4 4 2 2 3 4  2 x dx  2 x dx  23 ( x 2 ) 2 2  (4  2 3 )  23 (64  8)  112 2 3 3 3 2. Teorema Penambahan Interval Jika f terintegralkan pada interval yang memuat tiga titik a.

.. 0 Jawab: Berdasarkan contoh 9. Diketahui  (3 x  2 x  1) dx  25.. Jawab: Kita dapat gunakan teknik Integral Subtitusi dengan mengubah dx menjadi d(3x2+1) dan membagi dengan 6x (turunan 3x2+1) 1 1 3x 3x 2  1  3x 3x  1 dx  0 d (3 x 2  1). Nilai 2 a =…. 2 a (3 3 3 2  3)  ( a 3  a 2  a )  25.. Hasil dari  3x 0 3 x 2  1 dx  . maka   sin 2 x. cos x dx  . cos x dx    2 3 cos 3 x 0 0   23 cos 3   ( 23 cos 3 0)   23 (1) 3  [ 23 (1) 3 ]  23  23  4 3 1 3. a 2 Jawab: 3  (3x  2 x  1) dx  x 3  x 2  x 3a . a  f ( x ) dx 0 a Menghitung integral tak tentu dan integral tertentu fungsi aljabar dan fungsi trigonometri 3 1 1. (39)  (a 3  a 2  a )  25. 2 0 6x .. Nilai a yang memenuhi = 2 1 1 Maka nilai a = 2 = 1 2 2  2. a 3  a 2  a  14  0. Nilai  sin 2 x. cos x dx    1 6 cos 3 x  12 cos x 0 0   16 cos 3  12 cos   ( 16 cos 0  12 cos 0)   16 (1)  12 (1)  [ 16 (1)  12 (1)]  16  12  [ 16  12 )]  4 3 Atau 15   sin 2 x.

cos 5 x dx  . cos 5 x  12 [sin(3x  5 x)  sin(3x  5 x)]  1 2 (sin 8 x  sin 2 x) .. 1 3 1  (3 x  1) 2 d (3 x 2  1)  12 .1  12 .  1  ( 18 . cos 5 x dengan rumus trigonometri sin a. 0 Jawab: Ubah bentuk sin 3 x. Nilai  sin 3x. maka  2  sin 8 x  sin 2 x dx  900 1 2 1 2 ( 18 cos 8 x  12 cos 2 x 0 ) 0  12 [ 18 cos 4  12 cos   ( 18 cos 0  12 cos 0)]  12 [ 18 . cos b  12 [sin( a  b)  sin( a  b)] sin 3 x.7  73  2 4..1  12 .. 23 (3 x 2  1) 2 1 2 1 2 0 0 3 3  12 23 [(4) 2  (1) 2 ]  13 .1)]  12 [ 18  12  18  12 )]   12 16 .

panjang) dari satu batas ke batas berikutnya. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x = f(y)  0 . sb-x .II. b Jika garisnya sejajar sumbu-y maka bergeraknya sepanjang sumbu-x :  Y dx . sb-y . dan jika garisnya a b sejajar sumbu-x maka bergeraknya sepanjang sumbu-y: X dy a RUMUS DASAR LUAS DAERAH b Batas-batasnya ada pada sumbu-x L   Y dx a atau d Batas-batasnya ada pada sumbu-y L   X dy c Berikut beberapa model masalah Luas Daerah 1. garis x = a .6 Aplikasi Integral I. garis y = d d d  L  g(y) dy c c x . LUAS DAERAH Konsep dasar: Luas suatu daerah merupakan limit jumlah garis (persegi. Luas daerah yang di batasi oleh kurva y = f(x)  0 . garis y = c . Luas suatu daerah dapat dihitung dengan cara menggeser/menggerakan garis (x atau y) terhadap sumbu hingga menutupi daerah yang dimaksud. garis x = b y f(x) x a b Rumus: b  L f x)( dx a 17 y g(y) 2.

garis y = d Rumus: g(y) y d c x y y = f(x) a 18 x 5. Rumus: 3. garis x = a . garis x = b y y a b x f(x) Rumus: b b L    f ( x) d x   f ( x) d x a a 4. Jika cy = f(x) pada interval a < x < b grafiknya memotong sumbu-x. garis y = c . sb-y . maka luasnya b merupakan jumlah dari bebe-rapa integral tertentu . Luas daerah yang di batasi oleh kurva y = f(x)  0 . sb-x . Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x = f(y)  0 .

Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f1(x). Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f1(x) . y = f2(x) . garis x = b y y = f1(x) y = f2(x) x a b Rumus: b L   { f1 ( x)  f 2 ( x )} dx a 7. garis x = a .Rumus: 6. y = f2(x) yang berpotongan pada titik yang berabsis a dan b y = f2(x) y = f1(x) Rumus: x a b 19 8. dan garis y = f2(x) berpotong-an pada titik yang berabsis a . Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f1(x).

Tentukan rumus luas yang akan digunakan d. Luas daerah yang dibatasi sebuah kurva dalam interval tertentu. sb-x dan sb-y. y y = f2(x) y = f1(x) x a b Rumus: ab Lf(x)d21 x 0a Beberapa Teknik Menghitung Luas Daerah 1. 0) ttk pot dgn sb-y. Perhatikan daerah yang dimaksud untuk menentukan batas-batas integrasinya c. x = 0 → (0. Langkah-langkahnya: a. maka luas daerahnya bisa dihitung sebagai -berikut : 2 20 2 2 L   y dx   x 2  4 x  4 dx 0 0 . Jawab: Melukis kurva: y  x 2  4 x  4 ttk pot dgn sb-x. 4) Jika memperhatikan 4 daerah yang diminta. Contoh 13: Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh: y  x 2  4 x  4 . Tentukan daerah yang diminta dengan menggambar daerahnya b. Hitung nilai integral sebagai hasil luas daerah. y = 0 2 x 2  4 x  4  0 → ( x  2)  0 → (2.

Luas daerah yang dibatasi dua kurva. Contoh 10: Hitunglah luas daerah tertutup yang dibatasi kurva y 1 = x2 dan garis y2 = 2 .x 21 Jawab : a. Langkah-langkahnya: a. 2  1 3 x 3  2x 2  4x 0  8 3 satuan luas atau dengan rumus lain dengan mengubah bentuk fungsinya.d 1 4 3 y  x2 2 1 x -3 -2 -1 0 1 2 . Tentukan daerah yang diminta dengan menggambar kedua kurva b. Perhatikan daerah yang dimaksud untuk menentukan batas-batas dan dasar sumbu integrasinya . maka batas daerahnya dari -2 s. Gambar daerahnya b. Tentukan rumus dasar yang akan dipakai : b d L   y1  y 2 dx atau L   x1  x 2 dy a c Jika kurva 1 berada di atas/kanan kurva 2 b d L   y1  y 2 dx atau L   x1  x2 dy a c Jika kedua kurva bersebelahan/ berlanjut. y  x 2  4 x  4  y  ( x  2) 2 x2 y dan batasnya 0 s. c. Tentukan titik potong kedua kurva y1 = y2 → x2 = 2 – x → x2 + x – 2 = 0 → (x + 2)(x – 1) = y  2x y 0 diperoleh x = -2 dan x = 1.d 4 4 4 L   x dy   2  y dx 0 0 4  2y  2 3 y y 0  8 3 satuan luas 2.

Tentukan titik potong kedua kurva y x1 = x2 → y2 = 6 – y  y2 + y – 6 = 0  (y + 3)(y – 2) = 0 6 Diperoleh: y = . Rumus luas yang dipakai 2 L   x2  x1 dy 0 d. Menghitung luasnya : 2 L   6  y  y 2 dy 0  6y  1 2 y2  1 3 y3 2 0 25 = 3 satuan luas . Gambar daerahnya b. garis x + y = 6. dan sumbu x Jawab : a. Menghitung luasnya : 1 L   (2  x)  ( x 2 ) dx 2 1  2x  1 2 x2  1 3 x3 2  2(1  2)  12 (1  4)  13 (1  8) = 4 ½ satuan luas Contoh 11: Hitunglah luas daerah yang dibatasi kurva y2 = x.3 dan y = 2 x  y2 2 x 0 6 x 6 y 22 c.c. Rumus luas yang dipakai 1 L  y1  y 2 dx 2 d.

. Rumus luas yang dipakai 4 6 L   y1dx   y2 dx 0 4 y1  x dan y 2  6  x d.Bisa juga diselesaikan dengan pendekat-an lain (dengan dasar sumbu x). Menghitung luasnya : 4 6 L   x dx   (6  x) dx 0 4 3 4  23 x 2 0 [6 x  12 x 2 64 ] 23 25 = 3 satuan luas Pilar-pilar jembatan pada gambar di atas membentuk partisi-partisi sebagaimana per-masalahan Aplikasi Integral yang baru kita pelajari. Gambar daerahnya b. Tentukan titik potong kedua kurva y2 disubtitusi ke y1 → (6 – x)2 = x  36 – 12x +x2 – x = 0  (x – 4)(x – 9)=0 y diperoleh: x = 4 dan x = 9 6 x  y2 2 x 0 4 6 x 6 y c. Jawab : a.

24 .

dan garis x=b y y = f(x) x a b y y = f(x) 25 diputar mengelilingi sb-x. Untuk menghitung volume benda putar kita lakukan dengan menggunakan luas daerah lingkaran yang bergerak memenuhi seluruh benda yang dimaksud. II. garis x = a .7 VOLUME BENDA PUTAR Konsep dasar : Volume benda putar merupakan volume bangun ruang yang terbentuk karena suatu daerah diputar mengelilingi salah satu sumbu . maka lingkarannya berjari-jari X dan bergerak mengikuti sumbu-y (dy) Catatan : rumus luas lingkaran : L   r 2 RUMUS DASAR VOLUME BENDA PUTAR b Diputar mengelilingi sumbu-x L    Y 2 dx a atau d Diputar mengelilingi sumbu-y L    X 2 dy c Berikut beberapa model masalah Volume Benda Putar 1. Jika daerahnya diputar mengelilingi sumbu-x. Volume benda putar yang terbentuk oleh daerah yang dibatasi: y = f(x) . maka x a b . maka lingkarannya berjari-jari Y dan bergerak mengikuti sumbu-x (dx) dan jika daerahnya diputar mengelilingi sumbu-y.

garis y = c . garis x = a .RUMUS: b V    { f ( x )}2 dx a 2. Volume benda putar yang terbentuk oleh daerah yang dibatasi: Y = f1 (x). garis x = b y y = f1 (x) y = f1 (x) y = f2 (x) y a y = f2 (x) x b x a b diputar mengelilingi sumbu-x . maka y d x = f(y) c x RUMUS: d V    { f ( y )}2 dy c 26 3. Volume benda putar yang terbentuk oleh daerah yang dibatasi: x = f(y) . Y = f2 (x) . maka . dan garis y = d y d x = f(y) c x diputar mengelilingi sb-y.

Volume benda putar yang terbentuk oleh daerah yang dibatasi: dibatasi X = f1 (y) . dan daerah berada di kuadran 2 y X  f1 ( y) X  f 2 ( y) b a x 0 27 diputar mengelilingi sumbu-y. y = a. maka y X  f1 ( y) X  f 2 ( y) b a x 0 . RUMUS: b V    [{ f1 ( x)}2  { f 2 ( x)}2 ] dx a 4. X = f2 (y) . dan garis x = 0 Kedua kurva berpotongan di titik yang berordinat.

RUMUS: a b V    { f 2 ( y )}2 dy   { f1 ( y ) 2 } dy 0 a Beberapa teknik Menghitung Volume Benda Putar. Volume benda putar yang dibatasi oleh kurva y = – x2 + 4 & y = – 2x + 4 diputar 3600 mengelilingi sumbu-y ! Jawab: 4 y  x2  4 y  2 x  4 2 . Berikut beberapa contoh: 1. Jika diputar terhadap sumbu-y. Perhatikan sumbu yang menjadi pusat pemutaran. 3. Tentukan volume benda putar yang dibatasi oleh kurva y = x2  1 dan sumbu-x diputar mengelilingi sumbu-x sejauh 360o ! Jawab: y y  x2 1 x 1 0 1 1 Diputar mengelilingi sumbu-x y y  x2 1 x 1 0 1 1 28 Menghitung Volume Benda Putarnya: 1 V    {x 2  1} 2 dx 1 1  2  x 4  2 x 2  1 dx 0  2 [ 15 x 5  2 3 x 3  x 10 ]  2 [ 15  23  1]  26 15  sv 2. 2. Jika diputar terhadap sumbu-x. maka batas- batasnya harus ada pada sumbu-x juga. Pastikan gambar daerah yang akan diputar sudah sesuai dengan batas-batasnya. 1. Untuk daerahnya terdiri dari dua kurva maka perhatikan posisi keduanya. maka batas-batas-nya harus ada pada sumbu-y juga.

0) dan (3. (0. Karena diputar terhadap sumbu-y. diputar mengelilingi sumbu-x sejauh 360o y1  x 2 Daerah yang diputar 3 6 y2  6 x  x 2 tentukan titik pot. Tentukan volume benda putar yang diba-tasi oleh kurva y = 6x – x2 dan y = x2 .9) 3 V =   ( y 2 )  ( y1 ) dx 2 2 0 . maka bentuk fungsi diubah y  x 2  4  x  → {f(y)} 4 y y  2 x  4  x  ( 4  y ) → {g(y)} 1 2 b V =   f ( y )  g ( y ) dy 2 2 a 4 1 2 =   ( 4  y )  (2  2 y ) dy 0 2 4 1 2 =   (4  y )  (4  2 y  y ) dy 0 4 4 1 2 =  y  y dy 0 4 1 3 1 4 8 =  y  y2  =  sv 12 2 0 3 29 3. Ke-2 kurva: y1  y2 ↔ x 2  6x  x 2 → 2x 2  6x  0 ↔ x(2 x  6)  0 .

Jawab: y y  x2 yx6 x 0 -3 -1 1 2 6 30 Dengan memperhatikan daerahnya. . 3 =   (6 x  x )  ( x ) dx 2 2 2 2 0 3 =   (36 x  12 x  x )  x dx 2 3 4 4 0 3 =   36 x  12 x dx 2 3 0 = 12 x 3  3 x 4 30   81 Menghitung luas daerah dan volume benda putar dengan menggunakan integral 1. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva: y  x 2 dan garis x + y = 6 adalah ... maka Rumus luas yang dipakai 2 L y 3 1  y 2 dx 2 L  (6  x )  ( x 2 ) dx 3 2  6x  1 2 x2  1 3 x3 3  6( 2  3)  12 (4  9)  13 (8  27) = 20 56 satuan luas 2. Luas daerah yang diarsir pada gambar adalah …satuan luas y x3 y  x2  4x  3 4 3 2 y  x2  6x  5 1 x 0 1 2 3 Jawab: .

y  1 1 2 x dan x  4 diputar 360o mengelilingi sumbu x adalah Jawab: y  12 x 2 x 0 4 31 4 V    (2 x ) 2  ( 12 x ) 2 dx 0 y2 x 4    4 x  14 x 2 dx  2 x 2  121 x 3 4 0 0  2  16  121 4  4  4  16(2  13 )  26 23  satuan volum 4. Volume benda putar bila daerah yang di-batasi kurva y  2x 2 . jika daerah antara kurva y  x 2  1 dan y  x  3 . 3 3 L   y1  y 2 dx L    x 2  6 x  5  ( x 2  4 x  3) dx 1 1 3    2 x 2  10 x  8 dx = 1   23 x 3  5 x 2  8 x 3 1   23 (27  1)  5(9  1)  8(3  1) 13 L = 6 23 satuan luas 3. Volume benda putar yang terjadi. diputar mengelilingi sumbu x adalah …satuan volum Jawab: y y  x3 y  x 1 2 0 x -3 2 -1 1 2 V    ( y1 )  ( y2 ) 2 dx 2 1 2 2 V    ( x  3) 2  ( x 2  1) 2 dx    x 2  6 x  9  ( x 4  2 x 2  1) dx 1 1 2     x 2  6 x  8  x 4 dx 1 .

wordpress.wordpress.3  8.blogspot.9  3.blogspot.3  15 33  23 52  32 DAFTAR PUSTAKA https://anggastefanus.htmlhttps://prezi.meetmath.pdf http://istanamengajar.html trigonometri-1-5/http//.com/2013/03/rumus-rumus-integral-dengan-berbagai.com/2012/10/bab-1-silabus-integral.htmlrey/copy-of-integral http://matematikasulis.com/f6fl-cuvn .  13 x 3  3 x 2  8 x  15 x 5 2 1   13 (8  1)  3(4  1)  8(2  1)  15 (32  1)   13 .com/2013/08/13/soal-dan-pembahasan-integral- http://hernakuncoro.com/2010/02/integral.com/531248-materi-integral- trigonometri.files.

33 .