PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN

PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Pembelajaran merupakan proses kompleks dalam diri peserta didik dan terkait dengan
berbagai aspek dalam diri maupun luar dirinya. Guru sebagai pemberi fasilitas belajar
dituntut memiliki kemampuan dalam memilih dan menerapkan strategi pembelajaran.
Dengan kemampuan tersebut guru dapat melaksanakan fungsi pemberi fasilitas dengan
baik sehingga peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar secara efektif.
Kemampuan ini merupakan salah satu persyaratan kemampuan guru profesional.

Banyak pendapat yang dikemukakan oleh ahli berkaitan dengan pemilihan strategi
instruksional ini, sehingga guru dapat belajar, membuat pertimbangan dan membuat
keputusan tentang strategi pembelajaran yang diterapkan pada peserta didik. Strategi
pembelajaran yang dipilih tentu perlu dipertimbangkan dalam beberapa segi mengingat
bahwa konteks pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap proses pembelajaran
yang dipandunya. Di samping itu, dikenal beragamnya pendekatan, metode, teknik, dan
model pembelajaran yang dikemukakan beberapa ahli mendorong guru untuk memilih
salah satu atau beberapa yang sesuai dengan kondisi pemelajaran. Perlu diingat juga
bahwa beberapa strategi yang ditawarkan ahli tersebut tidak ada jaminan adanya salah
satu strategi pembelajaran yang paling baik. Setiap jenis strategi memiliki kelebihan
dan kekurangannya dan memiliki kecocokan penggunaannya masing-masing.

Faktor-faktor yang Perlu Dipetrimbangkan dalam Pemililihan Strategi
Pembelajaran
Pendidik mempunyai peran penting dalam menentukan strategi belajar mengajar yang
paling tepat dan baik karena pendidik lebih tahu keaadaan dan kondisi anak didik serta
segala aspek yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Sanjaya (2009: 296)
menyatakan bahwa sebelum memilih strategi belajar mengajar ada bebrapa hal yang
harus diperhatikan agar pemilihan strategi belajar mengajar dapat optimal dan efektif.
a. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai
Setiap kegiatan belajar mengajar tentu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Semakin kompleks tujuan yang ingin dicapai maka semakin rumit juga strategi yang
harus dirancang. Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang dapat diajukan
sehubungan dengan tujuan kegiatan belajar mengajar: Apakah tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif, afektif atau psikomotorik?
Pertanyaan ini mengandung pengertian bahwa setiap jenis tujuan yang dirumuskan
akan berimplikasi pada rancangan suatu strategi. Bagaimana kompleksitas tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai, apakah tingkat tinggi atau tingkat rendah? Apakah
untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis?

b. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran

Pertimbangan-pertimbangan lainnya Pertimbangan lainnya dalam hal ini adalah pertimbangan ditinjau dari strategi itu sendiri. siswa. materi pelajaran berupa data yang harus dihafal. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan kaitannya dengan pertimbangan dari segi strategi itu sendiri yaitu: 1. namun pasti ada hal-hal tertentu yang pasti berbeda. bakat. Apakah strategi itu memiliki memiliki nilai efektifitas dan efisiensi? Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan bahan pertimbangan dalam menetapakan startegi yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. yang memiliki perbedaan. Pertimbangan dari sudut siswa Siswa adalah individu yang unik. Beberapa pertanyaan rancangan strategi ditinjau dari sudut siswa diantaranya: Apakah strategi yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangan siswa? Apakah strategi yang digunakan itu sesuai dengan minat. tidak ada siswa yang sama. c. misalnya perbedaan dari sudut minat. kemampuan bahkan gaya belajar. Materi pelajaran yang sederhana misalnya. Apakah strategi yang diterapkan dianggap satu-satunya startegi yang dapat digunakan? 3. Tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan afektif dan psikomotorik. bakat dan kondisi siswa? Apakah strategi yang dipilih sesuai dengan gaya belajar siswa? d. dan masyarakat. pokok masalah.Materi atau pengalaman belajar merupakan pertimbangan kedua yang harus diperhatikan. Peter F Oliva (1997: ))dalam bukunya yang berjudul Developing the Curriculum menyatakan beberapa sumber pemilihan strategi pembelajaran yaitu tujuan. mungkin siswa hanya dituntut untuk mendengarkan. sesbab begitu banyak strategi yang dapat dipilih dalam proses belajar mengajar. teori. Walaupun secara fisik agak sama. Dengan demikian strategi belajar mengajar yang dirancang mestilah sesuai dengan keadaan siswa. . Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang pemilihan strategi pemelajaran. guru. Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu srategi saja? 2. Dengan demikian strategi yang digunakan juga sederhana. mencatat dan menghafalnya. atau keterampilan. Berbeda ketika materi pelajaran berupa generalisasi. maka pengalaman belajar pun harus dirancang sedemikian rupa sehingga materi pelajaran dan pengalaman belajar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. maka pengalaman belajar pun cukup sederhana juga.

tujuan instruksional. Kita pernah mendengar pepatah bahwa tidak ada satu pun etode yang baik tetapi yang ada ada. Faktor ini terutama berkaitan dengan karakteristik peserta didik yang meliputi (a) kematangan mental dan kecakapan intelektual. 1974: 98-100) dinyatakan bahwa dalam memilih strategi instruksional perlu memperhatikan 1. respons (reaksi siswa terhadap stimulans).. studi independen. Guru yang baik adalah guru yang professional dan selalu meningkatkan kemampuan profesionalnya.Selain itu juga adanya fator kondisi fisik peserta didik ikut menentukank keberhasilan pembelajaran sehingga perlu dipertimbangkan dalam pemilihan strateginya. Guru Kemampuan guru dalam hal ini meliputi pemahaman terhadap berbagai jenis strategi pembelajaran. Juga tidak dapat ditinggalkan gaya belajar peserta didik yang perlu disesuaikan dengan gaya mengajar guru. Pola kegiatan pembelajaran dapat dibagi menjadi 3 (Kemp) yaitu presentasi.lah guru yang baik. kecakapan intelektual dan motivasinya dalam belajar bahasa. lingkungan belajar dan besar kecinya kelompok belajar. Di samping itu . dan interaksi gurusiswa. (b) kondisi fisik dan kecakapan psikomotorik. kemampuan. 2. Peserta didik Peserta didik merupakan sujbek pembelajaran sehingga strategi pembelajaran harus mempertimbangkan faktor peserta didik. Faktor lingkungan belajar mencakup tempat terjadinya proses pembelajaran termasuk di dalamnya konteks pembelajaran. Umur berkaiatan dengan tugastugasperkemangan dalam beajar bahasa seperti dikemukakan oleh Piaget. kemampuannya dalam memilih strategi pembelajaran dan kemampuannya dalam menerapkan strategi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor-faktor: 1. Peter F Oliva menjelaskan bahwa faktor guru penting karena di tangan gurulah pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan tidaknya. pola-pola kegiatan belajar mengajar. Kematangan mental berkaitan dengan kesiapan peserta didik secara psikologis dalam mengikuti pembelajaran bahasa. Termasuk dalam faktor belajar meliputi stimulans (penyampaian materi pelajaran oleh guru). faktor belajar. 2. dan 3. dan feedback (umpan balik yang diberikan kepada siswa untuk menunjukan tepat tidaknya respon tersebut.Sedangkan Esef (dalam Gafur. dan (d) jenis kelamin. Kondisi fisik yang sehat dari peserta didik dapat menunjuukkan kesiapannya dalam pembelajaran. oleh Oliva dijelaskan adanya faktor minat. Faktor peserta didik. (c) umur.

bersikap toleran dan pemaaf. Menurut Jawad Ridla (dalam Majid. menghargai kebenaran karena guru adalah penyampai kebenaran. bersikap kasih sayang terhadap siswanya seperti terhadap putra-putrinya sendiri. Tingkat kesulitan yang ditemukan guru semakin berkurang pada aspek tertentu seiring dengan bertambahnya pengalamannya. Pandangan terhadap anak didik Proses belajar dari guru yang memandang anak didik sebagai mahluk individual dengan yang memiliki pandangan anak didik sebagai mahluk sosial akan berbeda. hasil proses belajarnya pun akan berbeda 3) Latar belakang Pendidikan dan Pengalaman guru Guru pemula dengan latar belakang pendidikan keguruan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. 3. menghindarkan diri dari ketamakan dan komersialisasi ilmu. sebab ilmu yang bersifat batiniah harus dapat diamati secara lahir. 4. 7. dan 8. 2005: 124-125) seorang guru harus menerapkan prinsip (kode etik) yang meliputi 1. keadilan dan keinsafan. karena tugas guru berkaitan dengan tujuan kebahagiaan dunia akhirat. Ia harus menyatukan antara ucapan dan perbuatannya. karena ia sudah dibekali dengan seperangkat teori sebagai pendukung pengabdiannya. Ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan guru dalam proses belajar yaitu : 1. 2006:112). 6. yang mengedepankan ketulusan dan kejujuran dalam menghadapi berbagai persoalan.. Kepribadian Hal ini akan mempengaruhi pola kepemimpinan yang guru perlihatkan ketika melaksanakan tugas didalam kelas 2. 2. keharusan mengamalkan ilmu yang dikuasainya.guru professional dituntut dapat melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Guru dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas. Karena prosesnya berbeda. rendah hati. Guru yang bukan berlatar belakang pendidikan . Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah dan orang yang berpengalaman dalm bidang profesinya (Djamara. 5. ilmu sebagai sarana pengabdian guru pada orang lain.

untuk menjembatinya dibuat program Akta 4 dan Akta 5. istilah maupun pernyataan. benda yang nyata atau wujudnya dapat dilihat atau dirasa oleh indra. memberi penguatan. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar. 4. kecakapan mengajar. kata-kata. sikap.keguruan dan ditambah tidak berpengalaman mengajar . dan kemampuan mengajar. Oleh sebab itu. prinsip. Fakta dapat dipelajari melalui informasi dalam bentuk lambing. klasifikasi dan contohnya. Dalam KTSP dikenal standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan konsep kita dapat memberikan cirriciri. Konsep dibentuk dari dan melalui pola unsure bersama di antara anggota kumpulan . dan 3. memecahkan masalah. Berkaitan dengan guru. Konsep atau pengertian merupakan serangkaian perangsang yang memiliki sifat-sifat yang sama. ada beberapa hal yang perlu diperbincangkan yaitu gaya mengajar. Gaya mengajar dikaiutkan dengan kepribadiannya. mengajar siswa dengan kelompok kecil. Fakta merupakan sifat suatu gejala. Pemilihan bahan ajar dapat digunakan prinsip relevansi. Ada dua jenis keterampilan. Banyak kecakapan mengajar (ada yang mendeskripsikan 23) yang penting dikuasai guru di antaranya membuka dan menutup pelajaran. Di samping itu seorang guru harus harus memiliki kompetensi prasyarat berkaitan dengan kompetensi kepribadian. 2009: 200). konsistensi. pedagogis. mengadakan variasi. yaitu keterampilan fisik dan keterampilan intelektual. menilai. dan aspek psikomotorik. Kterampilan berbahasa lebih merupakan keterampilan intelektual karena berhubungan dengan proses berpikirb seperti menuangkan gagasan. . Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal atau memadai tentang pengetahuan. dan kecukupan. definisi. peristiwa. prosedur. akan banyak menemukan masalah dikelas. mernjelaskan. Artinya materi pembelajaran harus relevan atau ada kaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah dirumuskan.Setiap jenis bahan ajar membutuhkan cara pembelajaran yang berbeda. mengelola kelas. keterampilan merupakan pola kegiatan yang bertujuan dan memerlukan peniruan serta koordinasi informasi yang dipelajari. konsep. Berbeda dengan keterampilan. Prinsip konsistensi artinya bahan ajar yang harus disajikan juga empat macam. dan sosial (Sanjaya. Tujuan dan kompetensi dasar yang diharapkan Tujuan pembelajaran berkaitan dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi yang sudah dirumuskan. nilai. menyimpulkan dan lain-lain. Bahan Ajar Bahan ajar meliputi fakta. atau kalimat. Konsep adalah klasifikasi pola yang bersamaan. Prinsip merupakan suatu pola antarhubungan fungsional di antara prinsip Dengan kata lain prinsip adalah hubungan fungsional dari beberapa konsep. professional.

b) Pembelajaran lebih jelas dan menarik c) Proses pembelajaran lebih interaktif d) Pemakaian waktu dan tenaga lebih efisien e) Kualitas hasil belajar lebih meningkat f) Proses belajar dapat berlangsung secara luwes tidak harus di kelas g) Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap proses belajar h) Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif 7. sikap. dan kebutuhan siswa untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan sebagai sumber Misalnya: tujuan pembelajarannya adalah agar siswa mampu melakukan lompat tinggi. misalnya komit terhadap tatabahasa maka siswa harus memahami tatabahasa. Ada baiknya siswa berpartisipasi dalam memilih topik. perkembangannya. Jika pokok masalahnya sikap. pemahaman. Penggunaan strategi pembelajaran yang mengaktifkan siswa secara simultan cenderung menggunakan waktu yang relative lama. dan menyusun kegiatan pembelajaran. 6. minat. b. Masyarakat Tulisan ini memuat rangkuman materi Selecting and Implementing Strategies of Instruction yang merupakan bagian dari buku Developing the Curriculum yang disusun oleh Peter F. 1. c. 5. Sarana dan Prasarana Kemp dan Dayton (dalam Hairudin. Sumber-sumber pemilihan strategi instruksional a. mendorong startegi yang sesuai. mampu menerapkan. Siswa sebagai sumber Seorang guru harus mengenali siswa dalam hal kemampuannya. nilai dan sikap yang harus dikuasai siswa setelah menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu. dan kecakapan. Waktu yang Tersedia Waktu yang diugunakan untuk mengajarkan materi dengan strategi tertentu akan menentukan. Pokok masalah sebagai sumber Dalam hal ini pokok masalah dapat berwujud fakta. sikap. pemilihan tugas individu atau kelompok. permasalahan yang berkaitan dengan pemilihan dan penerapan strategi instruksional.keterampilan. 2004: 7-4-7-5) menyatakan manfaat media dalam pembelajaran adalah: a) Memudahkan penyampaian materi pembelajaran sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. membantu mengidentifikasi tujuan. memilih materi. . strategi intruksional yang dipilih adalah memberi contoh pada siswa melompat tinggi dan siswa menampilkan aktivitas melompat tinggi. dan konsisten dalam menerapkan kaidah tata bahasa yang berlaku. dan solusi permasalahan dengan meramunya dari sumber lain yang relevan. Oliva. apresiasi.

membangun dan terkait urutan jarak pendek tujuan untuk area subyek tertentu. . Semakin luas pengalaman dan semakin professional guru akan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih menarik. Hal ini berkaitan dengan harapan masyarakat terhadap sekolah yang direalisasikan dalam strategi pembelajaran. mengurangi. dan akademis pada siswa. dan catatan siswa. (b) mengidentifikasi tujuan jangka panjang untuk area subyek tertentu. yaitu: (a) menunjukkan kemampuan untuk menambah. komite sekolah. nilai. atau mengembangkan bahan ajar untuk suatu tujuan tertentu yang ditetapkan pembelajaran dan kebutuhan siswa belajar. 4) Administrasi keterampilan meliputi kemampuan (a) menyiapkan seperangkat rutinitas kelas dan prosedur untuk pemanfaatan bahan dan gerakan fisik. yaitu: Menunjukkan kemampuan untuk mengkomunikasikan informasi pada topik yang diberikan dengan cara yang koheren dan logis. Di samping itu mempertimbangkan juga masukan dari komite. model mengajar guru. dan membagi (b) menunjukkan kemampuan untuk memahami pola pembangunan fisik. mudah. pilih. (c) memilih. sosial. Dalam hal ini guru dituntut memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas. Guru sebagai sumber Strategi instruksional harus disesuaikan dengan gaya mengajar guru. kebudayaan. dan nasihat mengenai kebutuhan mereka di daerah-daerah. guru. 3) Keterampilan teknis Keterampilan teknis yang perlu dimiliki guru diantaranya: (a) mendiagnosis pengetahuan masuk dan atau keterampilan siswa untuk satu set tujuan pembelajaran menggunakan tes diagnostik. kepercayaan. (d) menjalin hubungan dengan siswa di callroom dengan menggunakan perangkat motivasi verbal dan atau visual. sumber dan alat. fasilitas.d. mengadaptasi. jam belajar. Menunjukkan kemampuan menulis yang logis. ada beberapa kemampuan guru yang turu mempengaruhi aktivitas pembelajaran siswa di kelas yaitu: 1) Keterampilan komunikasi guru di kelas yang akan mempunyai efek besar terhadap interaksi pembelajaran. Guru dapat mempertimbangkan pemilihan strategi dengan siswa. Menunjukkan kemampuan untuk memahami dan menafsirkan pesan setelah mendengarkan. 2) Pengetahuan dasar Seorang guru hendakanya memiliki pengetahuan dasar yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar. pengamatan guru. orang tua. pendapat masyarakat tentang sekolah. Masyarakat sebagai sumber Strategi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. pokok masalah. understoodstyle dengan tata bahasa yang tepat dan struktur kalimat. mengembangkan. mengalikan. Menunjukkan kemampuan membaca materi dan menafsirkan memahami profesi. e. dan tujuan pembelajaran. Di samping itu. dan urutan kegiatan belajar yang terkait sesuai untuk diberikan seperangkat tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa laearning. (b) menyiapkan standar untuk perilaku siswa.

5) Keterampilan interpersonal mencakup (a) mengidentifikasi dan atau menunjukkan perilaku yang mencerminkan perasaan untuk martabat atau harga diri kelompok etnis. sikap. guru memfokuskan pada materi terorgasisasi dsekat dengan siswa. 3. dan keyakinan. Guru yang nyaman tentang pekerjaannya akan mengundang pengunjung ke kelas menggunakan sumber perorangan. guru menunjukkan emosi intensif dalam mengajar. budaya. Gaya Mengajar. Fischer dan fischer mengidentifikasikan gaya mengajar termasuk: 1. (d) mengidentifikasi dan atau mengembangkan system untuk menyimpan catatan kelas dan kemajuan siswa secara individu. (d) mendemonstrasikan mengajarkan keterampilan yang membantu siswa dalam mengembangkan nilai-nilai mereka sendiri. terpusat pada pembelajaran. Gaya mengajar menurut Muhammad Ali ( dalam Djamara. terpusat pada mata pelajaran. terpusat pada anak. 2006:115). dan guru mendukung partisipasi siswa. (b) mendemonstrasikan pembelajaran dan keterampilan sosial yang membantu siswa dalam mengembangkan konsep diri yang positif. 4. dan Kecakapan Mengajar Gaya mengajar adalah seperangkat karakteristik dan sifat personal yang secara jelas mengidentifikasi individu sebagai guru unik.(c) mengidentifikasi penyebab perilaku buruk kelas dan teknik untuk memberikan bimbingan dan konseling pada mereka. 2. 6. (c) mendemonstrasikan pembelajaran dan keterampilan sosial yang membantu siswa dalam berinteraksi secara konstruktif dengan rekanrekan mereka. 5.. guru menyediakan struktur agar siswa mengejar apa yang akan dikerjakan dan diminatinya. dapat dibedakan 4 macam yaitu: Gaya mengajar klasik Gaya mengajar teknologis Gaya mengajar . memperbolehkan kegiatan yang menggunakan peralatan audio video. orientasi tugas. pendapat siswa ditanggapi. Guru yang demokratis akan mempersilakan siswa berpartisipasi dalam membuat keputusan. gaya yang negative missal tidak demokratis. perencana kooperatif. guru menggabungkan antara terpusat pada anak dan terpusat pada pembelajaran. menarik secara emosional. Gaya Belajar. Guru yang gemar pengetahuan akan memasukkan ke dalam metode bentuk-bentuk penelitian. Gaya positif misalnya konsisten pada siswa. bahasa dan lainnya. dan guru mendukung partisipasi siswa.

yang dikelompokkan ke dalam empat kategori. dan kontrol diri. model pemrosesan informasi. Bruce Joyce mengidentifikasi ke dalam dua puluh lima model mengajar. model mengajar adalah seperangkat tingkah laku umum yang menekankan pada strategi khusus. bermain peran. dan model pertemuan kelas William Glasser.Perubahan adalah mungkin tetapi tidak mudah. Jika gaya mengajar adalah seperangkat tingkah laku guru secara personal. 2. problem solving. Gaya bukan sesuatu yang setiap saat dapat diubah. Beberapa dapat bekerja dalam tekanan beberapa lagi tidak. Beberapa setuju dengan abstraksi. rileks pada tingkat sekolah menengah dilengkapi dengan gaya terpusat pada tugas. sekolah berharap mengungkap variasi gaya belajar siswa selama di sekolah sehingga mereka akan belajar bagaimana berinteraksi dengan berbagai tipe orang. atau terapi guru dapat mengubah gaya mengajarnya. guru dapat mengubah gaya mengajarnya jika guru menjadi fleksibel.personalisasi Gaya mengajar interaksional Gaya Belajar Gaya mengajar guru berhubungan dengan gaya belajar siswa. model sosial. yang lain dapat belajar dengan materi konkret. dan pengajaran bermedia. model personal. menentukan pembelajaran di kelas. Ada 3 alasan guru perlu mengubah gaya mengajarnya yakni: 1. memanfaatkan lebih dari satu gaya yang memiliki kesamaan dengan kelompok siswa. Beberapa membutuhkan petunjuk. dan model latihan inkuiri Richard Suchman. pengajaran terprogram. 4. yang lain sedikit. konseling. diskoveri. simulasi. Pemberian harapan untuk berubah. yaitu. demonstrasi. 1. belajar di laboratorium. contohnya model inkuiri social. tutorial. Akhirnya siswa yang termasuk sedikit terstruktur. informal. sekolah mengharapkan gaya mengajar guru cocok dengan gaya belajar siswa. Di LPTK para siswa diperkenalkan dengan model mengajar seperti pengajaran ekspositorik. diskusi kelompok. Buce Joyce dan Marsha Weil mendefinisikan model mengajar adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk mendesain materi instruksional. . Variasi model penting dalam pengajaran yang sukses. model perilaku contohnya manajemen kontingensi. contohnya pengajaran nondirektif Carl Rogers. ketepatan latihan. 3. Di antara para siswa ada yang dapat mengekspresikan deiri lebih baik secara lisan dibanding secara tertulis. 3. contohnya model induktif Hilda Taba. 2. Kadang-kadang personalitas berubah dicontoh dari perilaku orang lain yang penting.

Memilih pengajaran terprogram misalnya. Berpikir deduktif . 1984: 95) menyatakan strategi instruksional ialah semua komponen materi. kegiatan lanjutan. evaluasi. partisipasi siswa. Sedangkan Dick dan Carey (dalam Gafur. antusias. dan menyenangkan. guru yang memainkan peran sebagai perencana (model). Selanjutnya komponen satrategi instruksional meliputi: 1. 1984: 95). kegiatan pembelajaran. kegiatan instruksional pendahuluan. pengetahuan dasar. membutuhkan waktu untuk mengaplikasikannya. Di samping itu proses pembelajaran akan dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Dalam memilih strategi instruksional masih ada lagi hal yang dipertimbangkan adalah kecakapan mengajar. Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi instruksional ialah setiap kegiatan yang dipilih menyangkut pemilihan materi. kecakapan administratif. dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan yang diharapkan. dan menilai (kecakapan). di mana aplikasinya dilakukan lebih dahulu dan siswa menentukan kaidah darinya. Pembelajaran yang menerapkan strategi instruksional secara tepat ditandai oleh kondisi siswa yang dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang telah ditentukan. Penggunaan model yang sama untuk semua guru tidak menyenangkan. dan kecakapan interpersonal. paket pelajaran. Diidentifikasi ada 23 kompetensi umum yang dikelompokkan dalam 5 kategori yaitu kecakapan berkomunikasi. 3. menulis program. sedikit waktu menggunakan sehingga efisien untuk beberapa siswa daripada berpikir induktif.Penggunaan satu model dapat membuat kelelahan dan kebosanan siswa. mempercayai siswa belajar terbaik (gaya) dan memiliki kecakapan memilih materi. Pendidik telah menncurahkan perhatiannya untuk mengidentifikasikan kecakapan umum mengajar (kompetensi). dan kecakapan teknis. Strategi instruksional ialah setiap kegiatan yang dipilih yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada siswa dalam menuju tercapainya tujuan instruksional (Kozma dalam Gafur. 4. ikhlas. dan 5. 2. Ini membuat situasi sangat tidak menyenangkan. seperti seseorang yang terpusat pada subjek mementingkan perincian . mengurutkan. prosedur pembelajaran yang dapat membantu siswa mencapai tujuan (kompetensi). Dengan pelatihan yang tepat guru dapat menguasai kecakapan umum mengajar. penyampaian informasi. . Sebuah model harus sesuai dengan gaya guru maupun gaya belajar siswa.

lingkungan. Belajar memiliki makna sebagai kegiatan baik terstruktur maupun tidak terstruktur untuk memperoleh pengetahuan. Aktivitas pembelajaran tersebut dilaksanakan dengan mendayagunakan potensi yang dimiliki secara optimal. Seperti yang dikemukakan oleh Suwalni Sukirno (1995: 8. membangun sikap tertentu. fasilitas. bimbingan. dan 7. pandangan. maka pemilihan dan penerapan model mengajar pun harus mengikuti kebutuhan siswa. demonstrasi dan sebagainya tergantung pada karakteristik kompetensi yang hendak dipelajari. Pemilihan strategi instruksional di samping apa yang telah disampaikan Peter F. 5. diskusi. tujuan yang hendak dicapai. tujuan. Kalau seorang guru menginginkan siswa semakin produktif dan berkembang sesuai dengan gaya belajarnya sendiri. dan memiliki keterampilan tertentu. meningkatkan dan menumbuhkan motivasi belajar untuk memilih kegiatan belajar . 4. Tiap model mengajar yang dipilih haruslah mengungkapkan berbagai realitas yang sesuai dengan situasi kelas. 2. Model mengajar dikembangkan 1. praktik. umpan balik. 6. 3. tes formatif Sebelum melaksanakan pembelajaran guru harus memilih strategi instruksional yang cocok dengan beberapa komponen pembelajaran seperti siswa. presentasi. latihan transisi.Dalam penyampaian informasi dapat digunakan metode ceramah dan tanya jawab. 2. pendahuluan. beranjak dari perbedaan karakteristik siswa. Belajar harus menyentuh kepentingan siswa secara mendasar. Model mengajar merupakan perangsang bagi siswa untuk melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajarannya. role playing. sedangkan dalam partisipasi siswa dapat digunakan metode penugasan.2) bahwa model- model mengajar menawarkan berbagai alternatif strategi dengan keragaman cara yang dapat ditempuh. Menurut Oemar Hamalik (2008: 207-208) strategi instruksional terbagi dalam 4 komponen dan tahapannya meliputi: 1. Oliva juga memberikan alternatif pemilihannya yang berkaitan dengan model mengajar. . guru.

Model pembelajaran ialah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. dan sebagai pedoman untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran (Aunurrahman. . 2. Model pembelajaran bersifat praktis dan implementatif. memberikan kemudahan bagi siswa memahami pelajaram sehingga memungkinkan siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik. Oemar Hamalik ( 2008: 103) menyatakan bahwa faktor sosial budaya penting dalam penyusunan kurikulum yang relevan. 4. kurikulum harus berdasarkan kondisi sosial budaya masyarakat.Sebagai wujud pemilihan strategi instruksional seorang guru harus memiliki pemahaman yang baik tentang siswa-siswanya. keragaman kemampuannya. Berkaitan dengan aspek kemasyarakatan. 2009: 142). menumbuhkan motivasi dalam mengerjakan tugas. tidak ada model yang lebih baik daripada model yang lain. pemahaman guru terhadap berbagai model penting untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien. 3. dan metode pembelajaran dengan karakteristik materi pembelajaran. setiap model berkaitan dengan model lain. namun dalam prosesnya keberhasilan individu beragam ada yang cepat. guru dapat menyesuaikan jenis pendekatan. Disamping itu pemilihan model pembelajaran yang tepat. 3. kurikulum harus disusun berdasarkan nkebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila. Oliva. kondisi sosial budaya yang berubah . ada yang lambat. program kurikulum harus disusun dan memuat materi sosial budaya dalam masyarakat. guru dituntut untuk mengkombinasikan beberapa model. sehingga 1. 4. Pelaksanaan pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya rasa senang siswa terhadap pelajaran. Pada dasarnya setiap individu pada setiap tingkatan usia memiliki potensi untuk belajar. minat. sejumlah model pembelajaran yang berbeda namun pemisahan model yang satu dengan yang lain tidak bersifat diskrit. penyusunan kurikulum memperhatikan prinsip fleksibilitas dan kedinamisannya. 2. model pembelajaran memberikan arah untuk persiapan dan implementasi kegiatan pembelajaran. 2009: 146). Ada 4 premis berkaitan dengan model pembelajaran: 1. Pemilihan strategi instruksional mempertimbangkan beberapa aspek atau sumber seperti telah dikemukakan oleh Peter F. dan karakteristik pribadinya (Aunurrahman. motivasinya.

Penggunaan CTL mengisyaratkan adanya 7 strategi penting dalam pembelajaran (Johnson. 4. memberdayakan siswa untuk belajar mandiri. 3. Pokok masalah sebagai sumber pertimbangan pemilihan strategi instruksional relevan dengan pembelajaran yang menerapkan prinsip contextual teaching and learning (CTL). belajar melalui kolaborasi. 6. pengajaran berbasis problem. dan lain-lain di antara para siswa dengan atau tanpa kehadiran guru? 4. 7. 2. Dalam hal ini mata pelajaran dikaitkan kehidupan nyata. 3. kerja kelompok. apakah materi pelajaran tersebut paling baik kalau dipelajari siswa secara individual sesuai dengan kecepatan dan kesempatan masing-masing? 3. menurut Essef (dalam Gafur. dan besar kecilnya kelompok belajar . menggunakan konteks beragam. Dasar-dasar pemilihan strategi instruksional menurut beberapa ahli ialah 1.Demikian juga dalam kurikulum actual harus tercermin hal-hal yanbg dikemukakan tersebut. menggunakan penilaian otentik. 1984: 109) dalam memilih strategi instruksional atau kegiatan belajar mengajar perlu diperhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. sesuai dengan polapola kegiatan belajar mengajar. mempertimbangkan kebinekaan siswa. termasuk di dalamnya dalam pemilihan strategi instruksional. 2. 2009: 21) yang meliputi: 1. apakah diperlukan pengalaman yang hanya bisa berhasil diperoleh dengan jalan diskusi. 1984: 100) berorientasi pada tujuan pembelajaran. 5. mengejar standar tinggi. 1984: 98-100) disesuaikan dengan faktor belajar. menurut Merril (dalam Gafur. apakah materi pelajaran tersebut paling baik kalau disampaikan kepada semua siswa secara serentak dalam satu waktu? 2. Sementara itu menurut Kemp (dalam Gafur. lingkungan. apakah diperluka adanya diskusi atau konsultasi secara individual antara guru dan siswa? .

3. 4. Melihat beberapa kemampuan professional tersebut ada kemampuan yang berkaitan langsung dengan kemampuan pemilihan dan pelaksanaan pembelajaran seperti kemampuan mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. dan sumber belajar agar pembelajaran efektif dan efisien. kemampuan menguasai landasan kependidikan. pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan. metode. ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai guru yaitu 1. Penguasaan metodologi dan strategi pembelajaran harus diimbangi dengan penguasaan kecakapan mengajar agar pengelolaan pembelajaran menjadi efektif dan efisien. kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. Di samping apa yang telah dikemukakan oleh Peter F. dan Kecakapan Mengajar Tugas dan peran guru tidak hanya menyangkut penyampaian informasi tertentu kepada siswa tetapi juga meliputi peran antara lain membimbing siswa agar berkembang sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya. melatih keterampilan. 6. 9. Di samping itu seorang guru adalah orang yang selalu mengembangkan diri dan dinamis baik dalam menambah wawasan pengetahuan maupun untuk kepentingan profesionalnya. 7. ada sejumlah keterampilan dasar mengajar yang harus . 2005:146). 5. kemampuan dalam menyusun program pembelajaran. memotivasi siswa agar tetap semangat menghadapi tantangan dan rintangan.Hubungan antara Model Mengajar. Dengan demikian seorang guru harus menguasai keterampilan dasar mengajar yang diperolehnya di LPTK maupun mengembangkan diri selama menjadi guru. 2. Oliva tentang kemampuan umum dan khusus dalam mengajar . kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. Gaya Mengajar. baik keterampilan intelektual maupun motoriknya. melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai media. Metode Mengajar. kemampuan dalam melaksanakan unsur-unsur penunjang seperti administrasi kelas. kemampuan mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja (Sanjaya. kemampuan menguasai materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya. 8. Ditinjau dari persyaratan professional guru.

b model sinektik. 4. yang termasuk di dalamnya misalnya (a) model investigasi kelompok.9) yang terbagi dalam 4 rumpun model mengajar yaitu: 1. keterampilan mengadakan variasi. 5. 7. kecakapan mengajar berkaitan dengan strategi belajar mengajar. (b) model inkuiri social. Rumpun model interaksi social. 3. Rumpun model perilaku. Strategi belajar mengajar ialah pola umum perbuatan guru-siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. (c) model role playing. (c) model pertumbuhan kognitif. Rumpun model pemrosesan informasi yang antara lain (a) model berpikir induktif. (c) model pertemuan kelas. . keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Dalam peristiwa belajar mengajar actual guru dapat memilih model mengajar tertentu seperti yang telah ditawarkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil (dalam Sukirno.5-8. 2. 6. Sedangkan rentetan perbuatan gurusiswa dalam peristiwa belajar mengajar aktual disebut prosedur instruksional (Hasibuan. Pembicaraan tentang model mengajar. 2005: 156) yaitu: 1.dikuasai guru agar dalam melaksanakan tugas profesionalnya berhasil secara optimal. 4. keterampilan member penguatan. 3. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. keterampilan mengelola kelas. Strategi menunjuk kepada karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan guru-siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Rumpun model pribadi diantaranya (a) model pengajaran nondirektif. Para ahli dari Stanford University dan Sidney University mengidentifikasikan ada 23 keterampilan dasar mengajar yang kemudian disarikan ke dalam beberapa keterampilan dasar mengajar (Sanjaya. 2. 1995: 8. 2008: 3). keterampilan bertanya. misalnya (a) model pengelolaan kontingensi. metode mengajar. (b) model latihan inkuiri. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

unik dan individual yang merupakan cerminan kepribadiannya. Selanjutnya hubungan antara model tersebut dengan metode mengajar dapat digambarkan merupakan gerakan pada satu kontinum dari model ekspositorik ke model diskoveri inkuiri yang dapat digambarkan sebagai berikut. Dalam penerapan model mengajar.9-8. . 1995: 8. Di samping itu Ely dan Gerlach (dalam Suwalni Sukirno.10) menyatakan bahwa ada dua model pembelajaran yaitu model ekspositorik dan model diskoveri inkuiri. dan kecakapan /keterampilan mengajar akan dapat diamati gaya mengajar guru yang bersifat personal. (c) model relaksasi. metode mengajar.(b) model mawas diri.

co.http://ariplie.blogspot.html .id/2015/03/pemilihan-strategi-pembelajaran.