PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN

(RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 - 2016

Pantai Cermin
SE
LA
T
MA
LA
KE L. PAKAM KA
Teluk Mengkudu
Perbaungan

Tanjung Beringin

KAB. DELI SERDANG KEC. SEI RAMPAH

Bandar kalifah

Galang

KOTA TEBING
Dolok Masihul TINGGI
KE
KIS
ARAN
Kotarih

Tebing Tinggi KAB. ASAHAN

Bangun Purba

Sipis-pis

Dolok Merawan

KAB. SIMALUNGUN

KE
P. SIA
NT AR
2.1 KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Arah dan kebijaksanaan pembangunan Provinsi Sumatera Utara, yang diperkirakan
akan mempengaruhi perkembangan Kabupaten Serdang Bedagai pada umumnya dan Kota
Sei Rampah pada khususnya dapat dilihat dari beberapa program-program pembangunan
Provinsi Sumatera Utara baik yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka
Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) maupun Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sumatera Utara. Program-program pembangunan
yang akan ditinjau terutama yang berkaitan atau berpengaruh terhadap pembagunan
Kabupaten Serdang Bedagai.

2.1.1 RPJM Provinsi Sumatera Utara

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Sumatera Utara
merupakan acuan bagi Kabupaten/Kota untuk menyusun RPJM Kabupaten/Kota masing-
masing. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) juga merupakan acuan
Pemerintah Daerah di dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah setiap tahunnya
atau yang disebut dengan RKPD. Kebijaksanaan pembangunan Provinsi Sumatera Utara
yang dituangkan dalam RPJM Provinsi Sumatera Utara yang diperkirakan akan
mempengaruhi perkembangan Kabupaten Serdang Bedagai dapat diuraikan sebagai berikut:

A. Program Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan, meliputi :

1. Peningkatan/pembangunan jalan Nasional sepanjang 427,9 Km terdiri dari ruas
Lintas Timur, Lintas Tengah dan Lintas Barat, termasuk melanjutkan pembangunan
jalan di wilayah perbatasan dan pengalihan ruas jalan lintas Sumatera dari Tarutung
- Sipirok ke Siborongborong - Sipahutar - Pangaribuan - Sipirok.

2. Peningkatan/pembangunan jalan Nasional di Kawasan Perkotaan sepanjang ±
127,71 Km dan jembatan Nasional sepanjang 4.008 M termasuk pembangunan
beberapa Fly Over/Under Pass di wilayah Kota Medan dan perlintasan kereta api.

™ Laporan Akhir II - 1

PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN
(RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 - 2016

3. Peningkatan/pembangunan jaringan jalan Provinsi sepanjang ± 717,1 Km

4. Peningkatan/pembangunan jalan akses pariwisata, pusat-pusat produksi dan
distribusi, antara lain ruas Binjai – Timbang Lawang, Perbaungan – Pantai Cermin,
Sei Rampah – Tanjung Beringin, Tele – Pangururan, Pangururan – Ambarita,
Ambarita – Tomok, Nainggolan – Pangururan, Tomok – Onanrunggu – Nainggolan
sepanjang ± 136,35 Km, dan jalan lingkar luar pariwisata Danau Toba.

5. Peningkatan/pembangunan akses jalan ke Pelabuhan, antara lain; Tanjungbalai–
Teluk Nibung, Aek Nabara – Negeri Lama – Tanjung Sarang Elang, Sei Bejangkar –
Tanjung Tiram, Simpang Pangkalan Susu – Pangkalan Susu, Sei Rampah –
Tanjung Beringin, Medan – Tembung – Kuala Namu sepanjang ± 103 Km.

6. Pembangunan jalan dan jembatan untuk membuka dan mengembangkan daerah
potensial, strategis dan wilayah tertinggal, antara lain ruas jalan yang
menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu - Tapanuli Selatan, Kabupaten
Labuhanbatu - Toba Samosir, Kabupaten Deli Serdang- Kabupaten Karo serta
Kabupaten Pakpak Bharat – Humbang Hasundutan, Tanjung Morawa – Saribudolok
– Tongging.

7. Mendorong pengembangan/pembangunan jalan tol sepanjang ± 94,12 Km terdiri dari
ruas tol Medan – Binjai sepanjang ± 16,0 Km, ruas tol Tanjung Morawa – Tebing
Tinggi sepanjang 53,12 Km dan ruas tol Medan – Bandara Baru Medan di Kuala
Namu sepanjang ± 25 Km

8. Mendorong percepatan pembangunan high grade road Trans Sumatera dan
pembangunan jalan tol

9. Mendorong peningkatan peranan swasta dalam penyelenggaraan pembangunan
jalan dan jembatan

10. Mendorong dan mendukung peningkatan/pembangunan jalan dan jembatan
kabupaten/kota yang strategis, jalur pesisir, pariwisata dan daerah tertinggal

B. Program Peningkatan Dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Kereta Api, meliputi :

1. Peningkatan kapasitas jaringan kereta api melalui lintasan Medan – Belawan, Tebing
Tinggi – Kisaran, Medan – Tebing Tinggi

2. Peningkatan dan pembangunan jembatan kereta api lintasan Kisaran – Rantau
Parapat, Medan – Tebing Tinggi, Tebing Tinggi – Kisaran

™ Laporan Akhir II - 2

Pembangunan dan peningkatan kapasitas dermaga di Pulau Nias dan Danau Toba untuk menunjang kepariwisataan. peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana pengendalian banjir pada daerah rawan banjir dan pengamanan pantai antara lain di pantai Barus. Program Pengembangan Wilayah Perbatasan. Penggantian sistem Radio Train Dispatching dan pemasangan Warning Device pada perlintasan sebidang. Memfasilitasi penyelesaian batas administrasi wilayah pada 11 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Mengembangkan wawasan kebangsaan masyarakat daerah perbatasan 3. Tanjung Sarang Elang. Pengadaan kapal-kapal patroli 3. Peningkatan dan pembangunan dermaga di pelabuhan Pangkalan Susu. Pandan. Tanjung Tiram. Meningkatkan kapasitas dan pemantapan penyelesaian wilayah perbatasan 2. Pembangunan gedung kantor 6. Rantau Parapat – Batas Riau. Tanjung Beringin dan Pulau Kampai 2. Pembangunan kapal navigasi 5. Bandar Tinggi – Kuala Tanjung dan angkutan massal lintas MEBIDANG 4. 2. Peningkatan fungsi pelabuhan Sibolga 7. meliputi : 1. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 .Gabion Belawan. E. diantaranya Kabupaten Deli Serdang dengan Serdang Bedagai. C. Pantai Cermin dan Natal. Pembangunan Global Maritime Distress and Safety System 4. Rehabilitasi. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai. Ujung Baru . Operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi prasarana pengendalian banjir pada SWS dan pengamanan pantai antara lain di Kabupaten Tapanuli Tengah. Mendorong percepatan pembangunan Rail Way Trans Sumatera melalui pembangunan jaringan baru lintas Besitang – Batas Aceh. meliputi : 1. Program Peningkatan dan Pembangunan Transportasi Laut. Pangkalan Dodek. Mandailing Natal dan Serdang Bedagai. meliputi : 1. D. dan Kabupaten Serdang Bedagai dengan Tebing Tinggi.2016 3. ™ Laporan Akhir II .3 .

1 dan Gambar 2. Padangsidempuan. Kisaran. Tanjung Balai. dan Tebing Tinggi. Pusat Pelayanan sekunder B diarahkan di Stabat. b.2016 2. pusat pelayanan dan fungsi primer. Pusat Pelayanan Sekunder : yaitu pusat yang melayani satu atau lebih daerah Kabupaten/Kota.2 RTRW Provinsi Sumatera Utara Kebijaksanaan pembangunan Provinsi Sumatera Utara yang dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sumatera Utara yang diperkirakan akan mempengaruhi perkembangan Kabupaten Serdang Bedagai antara lain dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Pusat pelayanan sekunder A diarahkan di Kota Pematang Siantar. Hirarki fungsional wilayah Propinsi Sumatera Utara yang lebih bersipat horizontal tersebut diwujudkan dalam 3 (tiga) hirarki pusat pelayanan yaitu : a. Pematang Raya. Konsep ini mendorong terciptanya satuan ruang wilayah yang lebih efesien. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . dan wilayah nasional/internasional yang lebih luas.1. Pusat pelayanan sekunder ini terdiri atas pusat pelayanan sekunder A dan pusat pelayanan sekunder B.4 . Pengembangan hirarki fungsional yang lebih bersipat horizontal dimaksudkan untuk mengupayakan pengembangan ruang yang terdesentralisasi pada sumberdaya alam setempat serta terciptanya keseimbangan pertumbuhan yang proporsional (balance growth). Pusat Pelayanan Tersier : yaitu kota-kota mandiri selain pusat primer dan sekunder yang dikembangkan untuk melayani satu atau lebih kecamatan. wilayah Sumatera bagian Utara. Arahan Struktur Tata Ruang Strutur ruang wilayah Propinsi Sumatera Utara terutama dibentuk oleh jaringan prasarana transportasi. c. Pengembangan Kota Sibolga sebagi pusat pelayanan primer diprioritaskan bagi pengembangan wilayah Pantai Barat Sumatera Utara. Rantau Prapat. Pusat pelayanan ini terletak di kawasan perkotaan Mebidang (Medan-Binjei-Deli Serdang) dan Kota Sibolga. Pusat pelayanan sekunder A dikembangkan dengan identitas yang lebih tinggi untuk memacu pertumbuhan perekonomian di wilayah sekitarnya. Pusat pelayanan tersier terutama dikembangkan untuk menciptakan satuan ruang wilayah yang lebih efesien. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel II. Pandan. Sidikalang. Kawasan ini diarahkan sebagai pusat aktifitas sekunder dan tersier bagi Propinsi Sumatera Utara. Pusat Pelayanan Primer : yaitu pusat yang melayani wilayah Propinsi Sumatera Utara. Kabanjahe. Balige.1 berikut : ™ Laporan Akhir II . Tarutung. Panyabungan dan Gunung Sitoli.

Pusat pemerintahan Propinsi .Industri .Pemerintahan Kota 3. Tebing Tinggi . Deli Serdang) .Pemerintahan Kota . Balige .Perikanan Sekunder A .Industri .Perdagangan dan jasa 1. Sibolga .Pusat Pemerintahan Kabupaten 7.Pendidikan umum dan kejuruan.Perdagangan .Pendidikan umum dan kejuruan.Pusat distribusi dan kolektor barang dan jasa regional Mebidang (Medan. .Pusat pelayanan jasa pariwisata Binjai.5 .Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan .Pusat Pemerintahan Kabupaten 2.Pusat Pendidikan .Pemerintahan Kota .Pendidikan umum dan kejuruan. .Industri Pengolahan hasil perkebunan dan tanaman pangan .Pusat perdagangan dan jasa regional Primer A 1.Pendidikan umum dan kejuruan.Pendidikan umum dan kejuruan.Pendidikan umum dan kejuruan. laut dan udara regional . Stabat .Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan.Pemerintahan Kota . Kabanjahe .Pengolahan hasil perikanan .Pendidikan umum dan kejuruan.Pusat perdagangan dan jasa regional Primer B 2.Pendidikan umum dan kejuruan . Padangsidempuan . Tanjung Balai . Kisaran .Pendidikan umum dan kejuruan .Industri . Pematang Siantar . . .Pusat Pemerintahan Kabupaten 5.Pengolahan hasil perkebunan dan tanaman pangan . . Pandan .Pusat Pemerintahan Kabupaten 1.Pusat Pemerintahan Kabupaten 4. . . .Pusat Pemerintahan Kabupaten 3.Perdagangan .Pendidikan umum dan kejuruan. .Pelayanan jasa pariwisata ™ Laporan Akhir II .Pendidikan kejuruan.Perdagangan dan jasa . Kawasan Perkotaan .Industri Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan .1 STRUKTUR PUSAT PELAYANAN PROPINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2003-2018 HIRARKI KOTA FUNGSI UTAMA .Pengolahan hasil perkebunan dan tanaman pangan .2016 TABEL II. .Pendidikan tinggi . PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 .Pengolahan hasil perikanan .Pusat transportasi laut . Sidiklang .Industri Pengolahan hasil Pertanian Sekunder B .Pusat Pemerintahan Kabupaten 6. Pematang Raya .Pusat Pemerintahan Kota 4. dan hasil hutan .Pusat pelayanan jasa pariwisata .Pusat transportasi darat.Pelabuhan 2.

Gunung Tua .Pengolahan Hasil Perkebunan 5.Pendidikan umum dan kejuruan.Pendidikan kejuruan .Pendidikan kejuruan.Pendidikan kejuruan. Perbaungan .Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan 12.Perdagangan Sekunder B . PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . 8.Pendidikan kejuruan .Pengolahan hasil pertanian tanaman pangan 3. .Perdagangan .Pendidikan kejuruan.6 . .Pengolahan hasil Pertanian 10.Pendidikan umum dan kejuruan.Pendidikan umum dan kejuruan. Gunung Sitoli .Pusat Pemerintahan Kabupaten 12. HIRARKI KOTA FUNGSI UTAMA .Perikanan dan Pelabuhan 7. Jawa . Aek Nabara .Pengolahan hasil pertanian 6. Dolok Masihul .Perikanan dan . Indrapura . Aek Kanopan .Pusat Pemerintahan Kabupaten 11. Tanjung Selamat . .Pusat Pemerintahan Kabupaten .Pengolahan hasil pertambangan dan Pertanian .Industri Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan.Pendidikan kejuruan 11.Pendidikan kejuruan.Pengolahan hasil perikanan . Tanjung Pura . .1……. . . . Sipirok .Pendidikan kejuruan .Pengolahan Hasil Perkebunan 8.Pendidikan kejuruan. Pematang T.Pengolahan hasil Pertanian Pelayanan .Pengolahan hasil perkebunan 16.Pengolahan Hasil Perkebunan dan .Pengolahan hasil Perkebunan dan hutan 15.Pendidikan kejuruan . Rantau Prapat . Garoga . Panyabungan .Perdagangan .Pengolahan hasil Pertanian 14.Pengolahan hasil Pekebunan . Tarutung perkebunan dan hasil hutan .Perdagangan dan jasa .Perikanan dan Pelabuhan 9. Tersier .Pendidikan kejuruan. Labuhan Bilik .Pengolahan Hasil Perkebunan 4.Pendidikan kejuruan. . .Pengolahan hasil Pertanian 13. Kota Pinang . . Pangkalan Berandan . . Natal .Pengolahan Hasil Perkebunan 2.Pendidikan kejuruan.Pendidikan kejuruan. ™ Laporan Akhir II .Pendidikan kejuruan.2016 Lanjutan Tabel II.Pariwisata 1.Pendidikan umum dan kejuruan .Pendidikan umum dan kejuruan. Kotanopan . .Pusat Pemerintahan Kabupaten 9.

Lahewa .Kesehatan 32.7 .Perternakan .Pendidikan kejuruan.Jasa dan Perdagangan .Perikanan .Pengolahan hasil pertanian . 21. Saribudolok . 19. Pangururan .Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan Pelayanan .2018 ™ Laporan Akhir II . 23.Pendidikan kejuruan 33.Pendidikan kejuruan dan Periwisata Tersier 27.Pengolahan hasil pertanian . Lumut .Pengolahan hasil pertanian tanaman pangan . HIRARKI KOTA FUNGSI UTAMA 17.Pengembangan Pariwisata Sumber : RTRWP Sumatera Utara 2003 . Siborong-borong . Purbasari . Berastagi . Salak .Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan .Pendidikan kejuruan 30. Sumbul .Pendidikan kejuruan.Pengolahan hasil perkebunan .Pendidikan kejuruan.Pengolahan hasil perikanan dan perkebunan . Kuta Buluh .Pengolahan hasil Perkebunan dan .Pendidikan kejuruan.Pariwisata .1……. 22. 20.Pengolahan hasil pertanian tanaman pangan .Pendidikan kejuruan.Perikanan .Pendidikan kejuruan. 26.Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan . PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Porsea . 25.pendidikan kejuruan 28.Jasa dan Perdagangan . Siempat Nempu .Pendidikan kejuruan. Muara .Pendidikan 34.Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan . 18.Pendidikan kejuruan 29.Perdagangan 31. Perdagangan .Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan dan hasil hutan .Pendidikan kejuruan.Pengolahan hasil Pertanian tanaman pangan .Industri Pengolahan Hasil Pertanian Tanaman Pangan .Pendidikan kejuruan. Barus . Dolok Sanggul .Pariwisara .Pengolahan hasil perkebunan dan tanaman pangan . Teluk Dalam . 24. Prapat .2016 Lanjutan Tabel II.Pengolahan hasil Pertanian .

8 .2016 ™ Laporan Akhir II . PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 .

ƒ Jalur Pantai Barat. ƒ Muara Sipongi – Kotanopan – Panyabungan – Siabu – Padangsidimpuan – Sipirok – Tarutung – Siborongborong – Balige – Porsea – Prapat – Pematang Siantar – Tebing Tinggi.2016 2.Pematang Siantar – Prapat – Balige – Panyabungan dan jalur dalam pulau Nias. dan mulai dari arah Siborongborong – Balige – Prapat – Pematang Siantar – Tebing Tinggi sampai Medan hingga batas daerah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kisaran. antara lain : ƒ Jalur Pantai Timur. mulai dari Kota Pinang – Aek Nabara – Rantau Prapat – Aek Kanopan – Simpang Kawat – Tanjungbalai – Kisaran – Indrapura – Tebing Tinggi – Perbaungan – Lubuk Pakam – Medan – Binjai – Stabat – Pangkalan Brandan – Besitang hingga ke Nanggroe Aceh Darussalam melalui Langkat. ƒ Jalur yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan kawasan andalan mulai dari Medan – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Perdagangan.9 . terutama pergerakan antar propinsi di Sumatera bagian Utara. b. Jaringan jalan arteri primer dan kolektor primer yang dibawah kewenangan Pemerintah Pusat meliputi jalur-jalur sebagai berikut : ƒ Kota Pinang – Rantau Prapat – Simpang Kawat – Tanjungbalai – Tebing Tinggi – Perbaungan – Medan – Binjai – Stabat – Pangkalan Brandan – Kearah Aceh. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . mulai dari Muara Sipongi – Kotanopan – Panyabungan – Siabu – Padangsidimpuan – Sipirok – Tarutung – Siborongborong – Dolok Sanggul – Sidikalang – Kutabuluh dan Lau Pakam hingga batas daerah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jaringan jalan arteri primer sebagai jalur lintas regional. mulai dari Manisak – Simpang Gambir – Natal – Batang Toru – Lumut – Pandan – Sibolga – Barus dan Manduamas hingga batas daerah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. melalui 3 (tiga) jalur utama. ƒ Natal – Lumut – Pandan – Sibolga – Tarutung ƒ Medan – Berastagi – Kabanjahe – Sidikalang – hingga ke Tapak Tuan ™ Laporan Akhir II . yang merupakan konsentarsi pergerakan terbesar. Rencana Jaringan Jalan Jaringan transportasi yang membentuk struktur ruang wilayah Propinsi Sumatera Utara dibentuk melalui : a. ƒ Jalur Tengah. Tanjungbalai – Rantau Prapat .

Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya terutama yang berkaitan dengan fungsi hidrologis untuk pencegahan banjir. Jaringan jalan lokal primer berperan sebagai feeder road yang menjalankan fungsi koleksi dan distribusi komoditi ekonomi dari dan ke wilayah perdesaan. Melalui pembangunan feeder road ini. 3. Feeder road selain diperankan oleh jalan- jalan lokal. juga jaringan kereta api dengan stasiunnya dikawasan Pantai Timur. menahan erosi dan sedimentasi. yang menghubungkan kota-kota tersier dengan wilayah belakangnya penghasil komoditi dan produk sumber daya alam. Jaringan jalan lokal primer. Arahan Pemanfaatan Kawasan Lindung Pola pemanfaatan ruang pada kawasan lindung pada garis besarnya akan mencakup 6 (enam) fungsi perlindungan sebagai berikut : a. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 .10 . Kawasan ini ™ Laporan Akhir II . Komoditi yang difasilitasi oleh jaringan jalan ini adalah komoditi lokal yang berperan untuk menumbuhkan perekonomian berbasis sektor primer. serta mempertahankan fungsi peresapan bagi air tanah.Barus – Pakkat – hingga Dolok Sanggul ƒ Lumut – Padangsidimpuan – Gunung Tua – hingga Kota Pinang ƒ Aek Kota Batu – Parsoburan – Toba Samosir ƒ Aek Nabara – Negeri Lama – Tanjung Sarang Elang ƒ Simpang Ajamu – Sei Rakyat – Labuhan Bilik – Sei Berombang ƒ Sigambal – Sipiongot – Sipirok – Sibolga ƒ Singkuang – Padangsidimpuan c. maka sektor perekonomian rakyat bersekala ekonomi terbatas dapat terjangkau untuk diolah lebih lanjut dalam sektor sekunder.2016 ƒ Siborongborong – Dolok Sanggul – hingga ke Sidikalang ƒ Sibolga – Sipirok – Sipiongot hingga Sigambal ƒ Aek Nabara – Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang ƒ Tarutung – Parsoburan hingga Aek Kota Batu ƒ Parlilitan – Batu Gajah hingga Sidikalang ƒ Porsea – P. Rakyat hingga batas Kabupaten Asahan ƒ Silimbat – Pasoburan – batas Labuhanbatu ƒ Pangururan – Tele ƒ Ruas jalan lingkar dalam Pulau Samosir ƒ Ruas jalan lingkar luas Danau Toba Jaringan jalan yang kewenangannya pada Pemerintah Propinsi adalah : ƒ Sibolga – Sorkam .

Deli Serdang. Asahan. Termasuk dalam kawasan ini sekeliling Danau Toba. b. Taman Wisata Alam di Sibolangit (Deli Serdang). Labuhanbatu. d. Untuk kawasan pelestarian alam termasuk juga didalamnya adalah Taman Nasional Gunung Leuser di Langkat. Dolok Surungan (Toba Samosir). Tapanuli Selatan bagian Selatan. termasuk didalamnya kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung. Kawasan rawan bencana yaitu : yang mengalami bencana alam seperti gerakan tanah. bagian Selatan Mandailing Natal. Kawasan perlindungan setempat yang berfungsi melestarikan fungsi badan perairan dan kerusakan oleh kegiatan budidaya. Barumun (Tapanuli Selatan) dan Nias serta hutan Manggrove di Pantai Timur.11 . Sebagian besar wilayah Sumatera Utara di sekitar Bukit Barisan membujur arah Utara/Selatan pada dasarnya potensial terhadap gerakan tanah. disamping itu juga suaka margasatwa Karang Gading (Deli Serdang dan Langkat). rayapan. Utara Sibolga. Simalungun. Lau Debuk-debuk (Karo). dan mampu meresapkan air kedalam tanah. Liang Balik dan Batu Ginurit (Labuhanbatu). longsoran. Kawasan yang berfungsi sebagai suaka alam dan margasatwa untuk melindungi keanekaragaman hayati. Deleng Lancup (Karo). Taman Hutan Raya Bukit Barisan (Deli Serdang. ekosistem dan keunikan alam. Tapanuli Tengah serta Hutan Manggrove di Pantai Timur seluas 435 Km2 dengan ketebalan rata-rata 325 meter. Pulau Nias bagian Selatan dan bagian tengah. runtuhan. kawasan sekitar danau atau waduk. ™ Laporan Akhir II . Holiday Resort (Labuhanbatu). Karo dan Langkat). kawasan sekitar mata air. Sicikeh-cikeh (Dairi). Termasuk sempadan pantai. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Termasuk didalamnya adalah Cagar Alam Sibolangit (Deli Serdang). Kawasan cagar budaya yaitu : kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun yang memiliki bentuk biologi alami yang khas. banjir bandang. rayapan. Sijaba Huta Ginjang (Deli Serdang) dan Muara (Humbang Hasundutan). gelombang pasang dan banjir bandang. Kawasan ini mencakup juga lahan gambut di Kabupaten Asahan. Tapanuli Tengah. sempadan sungai. longsoran. Siranggas (Dairi). Langkat. Labuhanbatu. Dolok Saut (Deli Serdang). Toba Samosir. dengan kelerangan lebih dari 40% bercurah hujan tinggi. kawasan terbuka hijau kota termasuk didalamnya hutan kota. e. c.2016 berada pada ketinggian 1000 m dpl.

Simalungun. Asahan. yaitu di Kabupaten Tapanuli Selatan. Deli Serdang. Mandailing Natal. Namun. c.12 . Dairi. Pulau pulau kecil dengan luasan maksimal 10 Km2. Labuhan Batu. dan Tapanuli Selatan. Deli Serdang. Kawasan Budidaya Perternakan Lokasi kegiatan peternakan diarahkan sesuai dengan lokasi kegiatan pertanian. Toba Samosir dan Deli Serdang). sebagai basis pemasaran dari hasil produksi pertanian tanaman pangan dikembangkan kawasan Agropolitan Merek (Karo). Simalungun. antara lain yaitu : a. Demikian pula lahan kering yang merupakan lahan pertanian tanaman pangan yang ada tetap dipertahankan dan dilakukan pengembangan pada lahan yang sesuai. Kawasan Budidaya Pertanian Tanaman Perkebunan Sebagian besar lahan perkebunan tersebut berada di wilayah Timur yang meliputi hampir seluruh wilayah kabupaten di pantai Timur. maupun kebun campuran. Tapanuli Tengah dan Nias. Tapanuli Selatan. Beberapa lokasi yang berdasarkan proses pemaduserasian pemanfaatan ruang diarahkan sebagai kawasan lindung pada kenyataanya telah dimanfaatkan sebagai kawasan perkebunan dan pertanian tanaman lahan kering. Deli Serdang. yang mendukung pengembangan holtikultura pada kawasan bukit barisan (Karo. dan Nias. 4. Tapanuli Selatan. untuk meningkatkan beberapa fungsi desa – kota. Labuhanbatu. lahan kering. Pengembangan perkebunan diarahkan ke beberapa lokasi yang sesuai. Disamping itu. Deli Serdang. Arahan Pemanfaatan Kawasan Budidaya Pola pemanfaatan ruang pada kawasan budidaya pada garis besarnya terdiri dari 8 (delapan) kawasan. Dairi. Deli Serdang. Toba Samosir. berdasarkan penelitian yang ™ Laporan Akhir II . yaitu di Langkat. Karo. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Labuhanbatu. Toba Samosir. sehingga dapat dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. baik lahan basah. Dairi. sedangkan untuk perkebunan besar di Kabupaten Langkat. Kawasan Budidaya Pertanian Tanaman Pangan Lokasi pertanian tanaman pangan yang tersebar diseluruh kabupaten tetap dipertahankan dan untuk beberapa lokasi dilakukan pengembangan pada lahan yang sesuai dan belum dimanfaatkan untuk kegiatan lain.2016 f. dan Langkat. meliputi Kabupaten Langkat. b. Toba Samosir. Labuhan Batu. g. Karo.

di Kabupaten Asahan. Deli Serdang. Pulau Tanahmasa dan Tanahbala. Medan. Simalungun bagian Selatan. ƒ Hutan produksi konversi. Deli Serdang bagian Selatan. Deli Serdang. dan Pulau Nias dan sekitarnya. Langkat. Karo. Dairi. Toba Samosir. ƒ Hutan produksi tetap. Tapanuli Selatan bagian Timur. Kawasan Budidaya Kehutanan. di kabupaten Langkat sebelah Barat. Toba Samosir. serta pulau Nias.13 . Juga perikanan danau terutama di kabupaten Toba Samosir. Sibolga. kecuali Kota Pematangsiantar. Deli Serdang bagian Selatan. kecuali Kota Sibolga. Pakpak Bharat. Berdasarkan analisis kesesuaian lahan. maka lokasi budidaya hutan produksi meliputi : ƒ Hutan produksi terbatas.Tapanuli Selatan. sedangkan perikanan laut dikembangkan di seluruh daerah kabupaten/kota yang memiliki kawasan laut. Mandailing Natal bagian Selatan dan Utara. dan Pulau Tanahbala bagian Tengah. Pemanfaatan lahan untuk perikanan darat tersebar di seluruh kabupaten/kota. kawasan sekitar Danau Toba (Toba Samosir). Labuhan Batu bagian Barat. Tapanuli Tengah bagian Utara. e. Simalungun. Karo. Simalungun. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . ™ Laporan Akhir II . Sedangkan jenis unggas dikembangkan di seluruh kabupaten/kota kecuali Kota Tebing Tinggi dan kabupaten Mandailing Natal. Simalungun bagian Utara dan Barat. hutan Siosar (Karo) serta di Pulau Nias. Dairi. Asahan. Humbang Hasundutan. Tapanuli Selatan. Pulau Tanahmasa bagian Selatan. Labuhanbatu bagian Barat dan Timur. Kawasan Budidaya Perikanan Kegiatan perikanan di Propinsi Sumatra Utara selama ini didominasi oleh perikanan laut dibandingkan perikanan darat. terutama kabupaten Asahan. Nias. Asahan. Tapanuli Selatan. Deli Serdang. Mandailing Natal. Dairi dan Tapanuli Selatan. Jenis ternak kecil dikembangkan di seluruh kabupaten/kota. serta hasil pemaduserasian. Langkat. Mandailing Natal (di sekitar kawasan lindung). Pulau Nias bagian Utara dan Timur. penggunaan lahan yang ada.2016 dilakukan pengembangan jenis ternak besar potensial dilakukan di Kabupaten Nias. d. dan Kabupaten Mandailing Natal. Deli Serdang. Labuhan Batu. Tapanuli Tengah. Labuhan batu. Karo Dairi dan Tapanuli Selatan. Deli Serdang. di Kabupaten Langkat. dan Mandailing Natal. Pengembangan pemanfaatan lahan bagi perikanan laut lebih lanjut diarahkan pada kawasan pantai Barat dan pantai Timur. Asahan bagian Selatan. Labuhan Batu dan Kota Medan.

serta Bahorok untuk wisata alam. Sedangkan untuk industri besar dan menengah diarahkan di Kawasan Perkotaan Mebidang sebagai pusat kegiatan industri terbesar di Sumatra Utara. Kawasan pariwisata diarahkan untuk dikembangkan di kawasan yang memiliki obyek wisata yang potensial. Kawasan pertambangan Arahan pola pemanfaatan ruang bagi kawasan potensi pertambangan meliputi seluruh kabupaten/kota di Sumatra Utara. budaya. Toba Samosir. Bagi Kabupaten Toba Samosir. Kawasan Pantai Timur sekitar kabupaten Deli Serdang dan Kawasan Pantai barat Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga serta Mandailing Natal Untuk wisata bahari dan minat khusus. terutama wisata alam. dan Medan. di Asahan termasuk Tanjung Balai. Kawasan Pariwisata. minat khusus. budaya. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Tapanuli Tengah. Tapanuli Selatan.14 . Sumatera Utara memiliki potensi obyek dan daya tarik wisata yang cukup beragam. kota Porsea dan Balige sebagai pusat industri dan untuk kota Sibolga serta kota lainnya di Pantai Barat. Nias dan Kawasan Pantai Timur. baik untuk eksplorasi maupun eksploitasi. dan minat khusus. Dairi. Karo. baik berupa industri pengolahan hasil pertanian maupun jenis industri rumah tangga lainnya. Untuk galian tambang lainnya terdapat di Kabupaten Langkat.2 KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Tinjauan terhadap kebijaksanaan pembangunan. Deli Serdang. dan budaya. h. dilakukan untuk mengetahui arah dan kebijaksanaan pembangunan Kabupaten Serdang Bedagai yang diduga mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan Kota Sei Rampah sebagai Ibukota Kabupaten dari Kabupaten Serdang Bedagai.2016 f. sedangkan industri besar dan menengah lainnya diarahkan di Labuhanbatu termasuk Rantauprapat. kecuali Kota Sibolga. g. Pengembangan industri kecil diarahkan di seluruh kabupaten/kota. Padangsidimpuan untuk industri pengolahan hasil ikan. Untuk bahan galian golongan c diarahkan di seluruh kabupaten/kota. Pematangsiantar. Nias dan sekitarnya untuk wisata alam. Pengembangan kawasan wisata utama diarahkan di Danau Toba dan sekitarnya untuk wisata alam dan budaya. Kebijaksanaan pembangunan yang dimaksud adalah : Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. dan minat khusus. Berastagi dan Tanah Karo untuk wisata alam dan budaya. Mandailing Natal. serta Pematangsiantar. Simalungun. Wilayah Pengembangan Industri. ™ Laporan Akhir II . 2.

2. Program Pembangunan Dalam Bidang Penataan Ruang Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1.2016 2. B. Kebijaksanaan pembangunan Kabupaten Serdang Bedagai yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2006 – 2010 yang diperkirakan akan mempengaruhi perkembangan Kota Sei Rampah antara lain : A. Badan dan kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Pemantapan kelembagaan penataan ruang. 3. antar lembaga eksekutif dan legislatif.2010 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serdang Bedagai merupakan pedoman dan acuan bagi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam menyusun rencana strategis pembangunan daerah pada Dinas. Penyusunan pedoman teknis penataan ruang terutama pengendalian pemanfaatan ruang untuk berbagai tindakan pemerintah. Penyediaan data dan informasi spasial yang handal dan akurat sebagai input bagi penyusunan rancana tata ruang.1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2006 . Pembinaan struktur kelembagaan dan peningkatan kapasitas dan pengelolaan perkotaan. antar daerah. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Peningkatan kapasitas aparat legislatif dan eksekutif terutama dalam pengendalian pemanfaatan ruang. ™ Laporan Akhir II . peninjauan kembali dan pendayagunaan rencana tata ruang. Program Pembangunan Perkotaan Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. terutama di kawasan strategis nasional untuk menjamin keterpaduan pembangunan antar wilayah dan antar sektor untuk mencegah kerusakan lingkungan. Pelaksanaan sosialisasi penataan ruang dan pelayanan informasi pada masyarakat untuk memantapkan sistem pemantauan yang melibatkan masyarakat sesuai dengan prinsip good governance. Pemantapan koordinasi dan konsultasi antara pusat dan daerah. 6. 5.15 . 7. 4. Penyusunan. 2. serta dengan lembaga dan organisasi masyarakat yang terkait dalam kegiatan penataan ruang baik ditingkat nasional dan daerah.

Penegakkan hukum pertanahan dan menyelesaikan kasus-kasus pertanahan seperti yang terdapat pada PT. 8. Pengendalian penggunaan tanah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah termasuk pemantapan sistem perizinan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang atau penggunaan tanah di daerah. 13. 7. 4. pengendalian perubahan penggunaan tanah dan pengendalian pemanfaatan bersama atas tanah. Program pengelolaan Pertanahan Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. ™ Laporan Akhir II . 4. Pengembangan sistem jaringan pelayanan perkotaan yang mendukung alur distribusi produksi antar kota. dan antar kota dan pedesaan. Pembinaan prasarana dasar permukiman perkotaan. 10. Pembinaan pembangunan prasarana dan sarana pada kota-kota sekunder. Pembinaan sarana dan prasarana kawasan pasar tradisional dan pasar modern. 9. Melakukan koordinasi dalam perencanaan penanganan dan penyelesaian permasalahan di perkotaan. antar wilayah. Mendorong percepatan dalam penyusunan rencana pembangunan jalan Tol Medan – Tebing Tinggi. 11. Perkebunan Nusantara di Kabupaten Serdang Bedagai dan swasta. Peningkatan kemitraan pemerintah masyarakat dan swasta dalam pembangunan kota terutama lingkungan perumahan. 3. 5. 3. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Mendorong percepatan pembangunan jalan lingkar luar (Ring Road) Kota Sei Rampah. C. Pengendalian akumulasi pemilikan dan penguasaan tanah. 6. Pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarana kebersihan dan pertamanan di perkotaan.16 . 2.2016 2. Pembinaan penanggulangan masalah kemiskinan dan kerawanan sosial. Pembinaan dan bantuan teknis pengelolaan gedung-gedung negara. Pembinaan fungsi kawasan perkotaan antara lain kawasan industri. 12. Pembinaan pelayanan pertanahan didaerah yang didukung sistem informasi pertanahan yang handal.

3. Penataan kembali pemilikan tanah. Pemantapan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. 5. 9. Program Pengembangan Ekonomi Lokal Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : ™ Laporan Akhir II . Pembinaan dan penyuluhan hukum pertahanan serta monitoring pelaksanaan pemberian hak atas tanah. 6. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . pelaksanaan. 2. seperti paguyuban petani. Pengembangan sistem informasi pertanahan di Kabupaten Serdang Bedagai. E. Mengaplikasikan sistem informasi geografi (geographic information system). 10. koperasi dan lembaga adat. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan perdesaan dengan prinsip tata pemerintahan yang baik. Peningkatan penyuluhan dan pelatihan keterampilan usaha bagi masyarakat perdesaan. 4. Penguatan lembaga dan organisasi berbasis masyarakat. 8. pemantauan dan evaluasi pembangunan perdesaan. Penataan tapal batas antar Kabupaten/Kota dan antar kecamatan. 9.17 . Peningkatan akses masyarakat perdesaan pada informasi. Penyempurnaan manajemen dan sistem pembiayaan daerah untuk mendukung pembangunan kawasan perdesaan. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan mengkoordinasikan peran stakeholder dalam pembangunan kawasan perdesaan. penguasaan tanah dan penggunaan tanah secara fisik dan hukum melalui konsolidasi tanah. 7.2016 5. Pengembangan kelembagaan untuk divusi teknologi kekawasan perdesaan. 6. D. terutama teknologi tapat guna dan ramah lingkungan. Peningkatan pertisipasi masyarakat perdesaan dalam perencanaan. 7. Pembinaan pemilikan tanah dan penguasaan tanah objek land reform melalui program retribusi/distribusi tol. 8.

termasuk lembaga keuangan mikro.2016 1. Perlindungan sumber daya alam dari pemanfaatan eksploitatif dan tidak terkendali. F. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 .18 . kepada pelaku usaha perdesaan. 4. persampahan dan drainase. Pemantapan dan pengembangan kawasan agropolitan yang strategis dan potensial. ™ Laporan Akhir II . Peningkatan prasarana jalan perdesaan yang menghubungkan kawasan perdesaan dan perkotaan. Peningkatan pelayanan lembaga keuangan. Peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam perlindungan sumber daya alam. Program Terkait Peningkatan Infrastruktur Perdesaan Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. 3. 6. on farm (budidaya). 2. Peningkatan pelayanan prasarana permukiman seperti pelayanan air minum. Optimalisasi jaringan irigasi dan jaringan pengairan lainnya. terutama kawasan-kawasan konservasi dan kawasan yang rentan terhadap kerusakan. Peningkatan promosi produk-produk perdesaan. Peningkatan pengembangan usaha agribisnis yang meliputi mata rantai subsektor hulu (pasokan input). 2. Penguatan lantai pasokan bagi industri pedesaan dan penguatan keterkaitan produksi berbasis sumber daya lokal. Pengembangan budaya usaha dan kewirausahaan terutama bagi angkatan kerja muda perdesaan. 4. 8. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana energi termasuk katenagalistrikkan di perdesaan. Pengembangan dan pemasyarakatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. 3. Pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan. 7. G. 5. 4. air limbah. hilir (pengelolaan) dan jasa penunjang. 2. Pengembangan jaringan kerjasama usaha. 3. Pengembangan dan penerapan ilmu dan teknologi tepat guna dalam kegiatan usaha ekonomi masyarakat perdesaan. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1.

Menyiapkan ketentuan/pedoman dalam memperkuat kemampuan swasta dan masyarakat serta perguruan tinggi dalam ikut berpartisipasi menyusun perencanaan daerah. Menyiapkan dan menerapkan konsep baru dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. 3. Menyiapkan dan menerapkan perencanaan pembangunan partisipatif masyarakat daerah. 2.19 . 5. ™ Laporan Akhir II . Melakukan studi – studi dalam rangka peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Pembinaan aparatur penyelenggara prasarana jalan dan jembatan. 9. 3. Menyiapkan katentuan pedoman pengintegrasian perencanaan tata ruang dan perencanaan pembangunan serta proses penganggaran. Menyiapkan dan menerapkan pedoman teknis kerjasama daerah dalam perencanaan. Menyiapkan dan menerapkan ketentuan tentang jabatan fungsional perencana kopetensi dan sistem karir perencana. 2. Meyelenggarakan pelatihan tenaga fungsional perencana. 4. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas LLAJ Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. Monitoring. 4. J. Perencanaan dan pengawasan jalan dan jembatan. Program Peningkatan Kapasitas Perencanaan Daerah Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1.2016 H. evaluasi dan pembinaan pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan. 7. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Invetarisasi dan pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan. Meningkatkan dan menyempurnakan data statistik sebagai sumber informasi dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). I. 6. Program Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. 8. Penanggulangan muatan secara komprehensif.

4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sungai dan pantai dalam rangka pengendalian banjir dan pengamanan pantai. Peningkatan sistem lalulintas melalui penataan jaringan transportasi dan penetapan kelas jalan. Program Pengendalian Banjir Program ini memuat kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1. 2. Peningkatan sistem komunikasi radio. Operasi dan pemeliharaan serta perbaikan alur sungai agar fungsinya tetap terpelihara dan kapasitas pengaliran dapat dipertahankan. Operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi prasarana pengendali banjir dan pengamanan pantai.2. 2. 3. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . 5. yaitu : 1. ™ Laporan Akhir II . 5. K. Rencana Struktur Tata Ruang Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2006 – 2016. Pengembangan dan Pengelolaan Hidrologi dan Hidrometri dalam rangka Early Warning System. wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dibagi menjadi 3 (tiga) Wilayah Pengembangan (WP).20 . 4.2 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2006 . WP – A dengan pusat pengembangan di Sei Rampah (Kecamatan Sei Rampah) dengan wilayah pengaruhnya : • Tanjung Beringin (Kecamatan Tanjung Beringin). Pembangunan fasilitas keselamatan angkutan jalan. 3. • Bandar Khalipah (Kecamatan Bandar Khalipah).2016 Kebijaksanaan pembangunan Kabupaten Serdang Bedagai yang dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2006 – 2016 yang diperkirakan akan mempengaruhi perkembangan Kota Sei Rampah antara lain : A.2016 2. • Sei Bamban (Kecamatan Sei Bamban pemekaran dari Kecamatan Sei Rampah). Pengembangan transportasi perkotaan dan perdesaan berbasis masyarakat dan wilayah. peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana pengendalian banjir pada daerah rawan banjir dan abrasi. Rehabilitasi.

WP-B dengan pusat pengembangan di Perbaungan (Kecamatan Perbaungan) dengan wilayah pengaruhnya : • Pantai Cermin (Kecamatan Pantai Cermin) • Sialang Buah (Kecamatan Teluk Mengkudu) • Pegajahan (Kecamatan Pegajahan pemekaran dari Kecamatan Perbaungan) 3. • Pusat Kesehatan. • Pusat pendidikan. perdagangan bagi Wilayah Pengembangan A (WP – A) dan wilayah Kabupaten.21 . 2. • Sipispis (Kecamatan Sipispis). PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . • Tebing Syahbandar (Kecamatan Tebing Syahbandar pemekaran dari Kecamatan Tebing Tinggi). • Tebing Tinggi (Kecamatan Tebing Tinggi). • Pusat perekonomian. • Silinda (Kecamatan Silinda pemekaran dari Kecamatan Kotarih). jasa. Pusat pelayanan Perbaungan dan Dolok Masihul. • Bintang Bayu (Kecamatan Bintang Bayu pemekaran dari Kecamatan Kotarih). B. merupakan kota hirarki ke II dengan fungsi sebagai : ™ Laporan Akhir II . sampai dengan tingkat pelayanan tertinggi dalam bentuk Rumah Sakit Umum.2016 2. Pusat pelayanan Sei Rampah. merupakan kota hirarki ke I dengan fungsi sebagai : • Pusat pelayanan Wilayah Pengembangan A (WP – A) sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kabupaten. sampai dengan perguruan tinggi untuk lingkup Kabupaten. • Serbajadi (Kecamatan Serbajadi pemekaran dari Kecamatan Dolok Masihul).C dengan pusat pengembangan di Dolok Masihul (Kecamatan Dolok Masihul) dengan wilayah pengaruhnya : • Kotarih (Kecamatan Kotarih). • Dolok Merawan (Kecamatan Dolok Merawan). WP . Rencana Hirarki Pusat Pelayanan Hirarki dan tata jenjang pusat-pusat pelayanan yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai adalah : 1.

Tebing Tinggi . • Jalan Lingkar Luar dan lingkar dalam yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan di dalam Kota Sei Rampah. Rencana Kawasan Lindung Rencana Kawasan lindung yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai antara lain : 1. C. • Pusat perekonomian. 2. Kabupaten Simalungun. ™ Laporan Akhir II . Rencana peningkatan jalan arteri primer. jasa. Rencana Jaringan Jalan Rencana jaringan jalan yang dikembangkan di Kabupaten Serdang Bedagai antara lain : 1. Silinda. 3.Sipispis - Dolok Merawan . 3.2016 • Pusat pelayanan wilayah pengembangan sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kecamatan. perdagangan dan permukiman.Sei Bamban . • Jalan di Kecamatan Kotarih.Bandar Khalipah menuju Kota Medan. perdagangan bagi Wilayah Pengembangan. • Pusat pendidikan menengah. kesehatan (RSU). Rencana peningkatan jaringan jalan kolektor primer. Kabupaten Deli Serdang.22 . Kota Tebing Tinggi.Dolok Merawan . meliputi ruas jalan dari arah Medan . 2/PB yang diarahkan berada di Kecamatan Sipispis dengan luas 2670 Ha. Pusat pelayanan hirarki ke III dan seterusnya. Rencana pembukaan jalan baru antara lain : • Jalan Tol yang bertujuan untuk membuka jalan bebas hambatan sebagai akses dari Kota Medan ke Kota Tebing Tinggi. • Kecamatan Dolok Masihul dan Dolok Merawan menuju Kabupaten Asahan/Simalungun dan Kota Tebing Tinggi. kesehatan.Kotarih . dan Kabupaten Asahan. yang menghubungkan : • Kecamatan Pantai Cermin .Lubuk Pakam .Simalungun - Pematang Siantar. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . dan pertanian.Sei Rampah . memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan. D.Dolok Masihul . Bintang Bayu menuju jalan arteri sekunder.Tebing Tinggi . Kawasan hutan lindung Simbolon II Reg.Perbaungan . pendidikan menengah. perekonomian.

Perbaungan. 5. Tebing Syahbandar. Pantai Cermin. Kawasan cagar budaya berupa obyek peninggalan bersejarah (bangunan-bangunan kuno. Kabupaten Serdang Bedagai memiliki berbagai deposit mineral yang dapat dikembangkan. Pegajahan. Tanjung Beringin dan Bandar Khalipah. seperti Masjid Kuno dan Makam Sultan) yang terdapat di Kecamatan Pantai Cermin.23 . Kotarih. 6. Perbaungan. Dolok Merawan. Dolok Merawan. 2. Sei Bamban. Perkebunan swasta dan PTP besar diarahkan di Kecamatan Dolok Masihul. Kecamatan Perbaungan. Kecamatan Sipispis. dan Tebing Tinggi. Kecamatan Tanjung Beringin dan Kecamatan Teluk Mengkudu. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Kawasan perikanan darat direncanakan di Kecamatan Tebing Syahbandar. 4. 4. Teluk Mengkudu dan Pantai Cermin. Sipispis. dan Bintang Bayu. 5. Kawasan sempadan sungai. Kawasan hutan produksi diarahkan di Kecamatan Dolok Masihul (Partuntungan Reg 1/PB) dengan pengembangan berupa hutan tanaman industri sedangkan kawasan hutan produksi diarahkan di Kecamatan Kotarih (Silinda Reg 3/SG) dengan pengembangan Agroforestry (Wana Tani). permukiman. Perbaungan. ™ Laporan Akhir II . Pegajahan. 3. Kawasan peternakan besar diarahkan menyebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai dengan syarat jauh dari jalan arteri primer. Kawasan Hutan Mangrove yang diarahkan pada Kecamatan Bandar Khalipah. Silinda. yang terdapat pada seluruh wilayah kabupaten. Sipispis. Tanjung Beringin dan Bandar Khalipah. Kawasan tanaman lahan kering direncanakan menyebar hampir diseluruh Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai baik dalam skala besar mapun kecil kecuali Kecamatan Kotarih. Teluk Mengkudu. Rencana Kawasan Budi Daya Kawasan Budidaya yang dikembangkan di Kabupaten Serdang Bedagai antara lain : 1. yaitu Galian C (Pasir) di Kecamatan Perbaungan. Tanjung Beringin.2016 2. dan harus memiliki AMDAL. Sedangkan untuk perikanan laut diarahkan di Kecamatan Pantai Cermin. 3. Kotarih dan Pantai Cermin (diarahkan dengan pengembangan pembibitan ikan nila). Serba Jadi. E. Bintang Bayu. Sei Rampah. Silinda. Kecamatan Dolok Masihul. Pegajahan dan Perbaungan. Kawasan lindung berupa sempadan pantai diarahkan pada Kecamatan Pantai Cermin. Tebing Tinggi. Teluk Mengkudu.

Untuk kawasan industri perikanan (pakan ikan dan udang) diarahkan pada Kecamatan Pantai Cermin yang terletak di Desa Naga Kisar. Pegajahan. Jenis obyek wisata yang dapat dikembangkan di Kabupaten Serdang Bedagai adalah: • Wisata bahari diarahkan di Kecamatan Pantai Cermin. Teluk Mengkudu dan Tanjung Beringin. dan Tebing Tinggi sedangkan Pasir Pantai di Kecamatan Pantai Cermin. Sipispis dan Dolok Merawan). ™ Laporan Akhir II . Kecamatan Perbaungan. 7. • Ekowisata (wisata berwawasan lingkungan) diarahkan di Pulau Berhala. 8. Silinda. Dolok Masihul. Bintang Bayu. Pulau Sokong Siembang.24 . Industri pengalengan ikan yang diarahkan pada Kecamatan Tanjung Beringin. Bintang Bayu. Tebing Syahbandar dan Dolok Merawan). • Wisata alam yang diarahkan disepanjang sungai yang terdapat di bagian selatan/pegunungan (Kecamatan Kotarih. • Agrowisata berupa perkebunan karet dan sawit di lokasi perkebunan besar (Kecamatan Sei Rampah. Serba Jadi. Tanjung Beringin dan Bandar Khalipah. Tebing Syahbandar. Sipispis. Teluk Mengkudu. Dolok Masihul. Dolok Masihul. dan Pulau Sokong Nenek Kecamatan Tanjung Beringin.2016 Silinda. PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KAWASAN (RUTRK) KOTA SEI RAMPAH 2006 . Agroindustri dan industri kecil/kerajinan diarahan di Kecamatan Tebing Tinggi (Desa Paya Lombang) dan Kecamatan Tebing Syahbandar (Desa Penggalangan).