BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Senyawa karbon merupakan senyawa yang kelimpahannya banyak dan beragam di alam
semesta. Aldehida dan keton merupakan kelompok senyawa organik yang mengandung gugus
karbonil yang memiliki persamaan dan perbedaan baik dari segi sifat-sifat kimia, fisika dan
kegunaan. Suatu aldehid memiliki satu gugus alkil atau aril dan satu hidrogen yang terikat pada
karbon karbonil dengan rumus RCHO, sedangkan suatu keton mempunyai dua gugus alkil atau
aril yang terikat pada karbon karbonil dengan rumus umum RCOR.
Aldehid dan keton umumnya mengalami reaksi pada gugus karbonil, oleh karena itu struktur
dan sifat gugus karbonil diketahui terlebih dahulu. Gugus karbonil terdiri dari sebuah atom
karbon sp2 yang dihubungkan ke sebuah atom O oleh satu ikatan dan satu ikatan . Meski sama-
sama merupakan senyawa organik yang memiliki gugus C sp2 yang terhubung dengan O namun
dalam penggunaan kedua senyawa ini berbeda. Senyawa aldehid memiliki gugus karbonil yang
mudah teroksidasi sedangkan keton tidak. Namun karena secara fisik kedua larutan ini memiliki
sifat yang sama, maka dilakukanlah pengujian untuk aldehid dan keton dengan menggunakan uji
tollen dan uji fehling A dan fehling B.

B. Tanggal Praktikum
Kamis, 30 Januari 2014.

C. Judul Praktikum
Identifikasi aldehida dan keton.

D. Tujuan Praktikum
Mengidentifikasi aldehida dan keton dengan pereaksi-pereaksi khusus.

ukuran 150 m × 16 mm 4 buah 2 Kawat kasa 1 buah 3 Kaki tiga 1 buah 4 Pembakar spiritus Secukupnya 5 Pipet 5 buah 6 Gelas kimia.E. 100 ml 2 buah 7 Penjepit 1 buah 8 Aseton 10 tetes 9 Formaldehida (formalin) 10 tetes 10 Pereaksi Tollens 10 tetes 11 Fehling A 5 tetes 12 Fehling B 5 tetes 13 Air Secukupnya . Alat dan Bahan No Alat/Bahan Jumlah . 1 Tabung reaksi.

2. Kocok hingga homogen. Cara Kerja 1. kemudian isi masing-masing tabung dengan 10 tetes larutan formaldehida. Ulangi langkah 1-6 menggunakan aseton sebagai pengganti formaldehida untuk tabung 3 dan tabung 4. 5. kemudian panaskan campuran dalam tabung 2 menggunakan air. Panaskan campuran dalam tabung 1 menggunakan penangas air. 6. Tambahkan kira-kira 10 tetes larutan Tollens ke dalam tabung 1. Tambahkan 5 tetes larutan Fehling A dan 5 tetes Fehling B ke dalam tabung 2. Amati kembali yang terjadi. 3. BAB II KAJIAN PUSTAKA Aldehid dan keton merupakan dua dari sekian banyak kelompok senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. 4. Amati yang terjadi pada bagian dalam dinding tabung.F. Suatu keton menghasilkan dua gugus alkil yang terikat pada karbon . 7. Siapkan penangas air (isi gelas kimia 250 ml dengan air hingga 2/3 tinggi gelas lalu letakan di atas nyala api. Siapkan panangas air. Siapkan dua buah tabung reaksi.

siringaldehid. Aldehid merupakan senyawa organik yang mengandung gugus –CO. Aldehid dan keton mengandung gugus karbonil C = O. yang membedakannya umumnya aldehid berbau merangsang dan keton berbau harum (Fessenden. Lignin dapat dihidrolisa menggunakan nitrobensen atau kombinasi etanol dan asam hidroklorat yang menghasilkan senyawa vanilin. Aseton (dimetilketon) CH 3COOH3 merupakan zat cair tanpa warna yang mudah terbakar mempunyai baud an rasa yang khas. guaiasilaton. Misalnya etil alkohol bila dioksidan menjadi asetaldehide yang bila dioksidan lagi akan menjadi asam asetat. 1987). Banyak aldehid dan keton mempunyai bau khas. maka senyawa tersebut adalah golongan aldehid. Pada hasil penelitian ini hidrolisa secara kimiawi menghasilkan kenaikan monosakarida sampai 88% . Gugus lain dalam suatu aldehid dapat berupa alkil. Jika salah satu dari kedua gugus tersebut adalah hidrogen. 1986). digunakan sebagai pelarut dalam industri dan dalam laboratorium (Amiruddin. tetapi perubahannya tetap melampaui dari keadaan yang dapat diamati dari pencaran yang lebih tinggi. Oksidasi alkohol sekunder menghaslkan keton. yang mempunyai satu gugusan metil. hanya sejumlah terbatas dari keton yang dapat membentuk hasil bisulfit dalam jumlah yang berarti. Aldehid diperoleh pada pengoksidasian sebagian alkohol primer. Sedangkan keton senyawa dengan gugus karboksil terikat pada dua radikal hidrokarbon. karena semua zat-zat ini mempunyai lebih kesamaan gugus formil. 1964). Jika dua gugus ini menempel pada gugus karbonil adalah gugus karbon. vaniloil metil keton atau hidroksibenzoil metil keton. aril atau H. 1993). Walaupun reaksi adisi umum untuk aldehida. -CHO. alfa- etoksipropioguaiakon. keton yang paling sederhana adalah aseton.karbonilnya. Aldehida yang lebih tinggi berlaku hampir sama. reaksi berkurang (Louis. Dalam deret keton. maka senyawa itu dinamakan keton. tergantung dari ukuran gugusan yang melekat. Oksidasi bertahap dari etanol menjadi asetaldehida kemudian menjadi asam asetat yang diilustrasi dengan model molekul (Petrucci. Oksida parsial dari alkohol menghasilkan aldehid. Aseton bereaksi lebih lambat dan kurang luas. p-hydroksibenzaldehid. namanya diturunkan dari asam yang terbentuk bila senyawa dioksidan lebih lanjut. Aldehid dan keton lazim terdapat dalam system mahluk hidup.

tetapi proses ini merupakan kontrol positif dan diharapkan tidak diterapkan secara luas karena menggunakan zat toksik asam sulfat pekat dan encer (Susilaningsih. Reaksi enol dengan halogen menghasilkan haloketon-α. 2008). misalnya yang paling umum digunakan sebagai sumber antioksidan adalah α-tocopherol bermanfaat untuk mencegah atau menghambat autooksidasi dari lemak dan minyak. Ikatan σ adalah hasil tumpang tindih satu orbital sp2 atom karbon dengan satu orbital p atom oksigen. Reaksi dengan reagen Grignard menghasilkan magnesium alkoksida dan setelahnya alkohol tersier reaksi dengan alkohol. Rendemen vanili yang dihasilkan dari oksidasi produk isomerisasi (yang masih berupa campuran reaksi). reaksi ini dikenal sebagai reaksi Haller-Bauer (1909). Reaksi pada karbon-α keton dengan air berat menghasilkan keton-d berdeuterium fragmentasi pada fotokimia reaksi Norrish (Praptiwi. Produk oksidasi. Ikatan rangkap karbon-oksigen pada gugus karbon terdiri atas satu ikatan σ dan satu ikatan π. keton dan ester mengalami reaksi pada gugus karbonil. Dua orbital sp2 lainnya dari atom karbon digunakan untuk mengikat atom lain.atom oksigen gugus karbonil masih memiliki dua orbital dan terisi dua buah elektron. asam atau basa menghasilkan hemiketal dan air. (ν) = 1670 cm-1.kandungan gula. Ini adalah bagian dari reaksi pelindung karbonil. kedua buah elektron ini adalah orbital 2s dan 2p (Katja. 2004). Senyawa aldehid. sangat mudah dikarakterisasi dengan spektrofotometer infra merah (IR).. Gugus karbonil bersifat polar dan memiliki orbital hibrida sp 2 sehingga ketiga atom yang terikat pada atom karbon terletak pada bidang datar dengan sudut ikatan 120°. Keton terlibat dalam berbagai macam reaksi organik seperti contoh adalah Adisi nukleofilik atau reaksi keton dengan nukleofil menghasilkan senyawa adisi karbonil tetrahedral. reaksi RCOR' dengan natrium amida menghasilkan pembelahan dengan pembentukan amida RCONH2 dan alkana R'H. 2006). yang berupa vanili 4. Reaksi keton juga merupakan Adisi elektrofilik yaitu reaksi dengan sebuah elektrofil menghasilkan kation yang distabilisasi oleh resonansi. reaksi lebih jauh menghasilkan ketal dan air. yang merupakan pita serapan spesifik karbonil dari gugus . Sedangkan ikatan π adalah hasil tumpang tindih orbital p atom karbon dengan orbital p yang lain dari oksigen. et al. yaitu dengan mengamati munculnya pita serapan pada bilangan gelombang.

Analisis Hasi Praktikum No Kegiatan Pengamatan . aldehida pada vanili yang terikat langsung pada cincin aromatik (benzena). 2002). yang berlangsung melalui mekanisme radikal bebas (Suwarso.3) dapat dilihat sebagai proses perpindahan hidrogen atau ikatan σ (sigma) pada sistem allil. Reaksi penataan ulang sigmatropic hidrogen (1. BAB III PEMBAHASAN HASIL PRAKTIKUM A.

yaitu gugus karbonil. Sebelum dipanaskan Sesudah dipanaskan Warna biru. Keberadaan atom hidrogen tersebut menjadikan aldehid sangat mudah teroksidasi. Warna biru. maka keton sangat sulit teroksidasi dengan senyawa lain. endapan merah. Sedangkan keton adalah senyawa organik yang karbon. ada sedikit merah. C=O. atau dengan kata lain. Warna hitam. yang banyak. Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid dan keton. Oleh karena itu. 2 Formalin+Tollens adanya cermin adanya cermin berwarna perak. bening. endapan merah. Aldehida adalah senyawa organik yang karbon – karbonilnya (karbon yang terikat pada oksigen) selalu berikatan dengan paling sedikit satu hidrogen. aldehid adalah agen pereduksi yang kuat. belum Warna hitam agak 4 Aseton+Tollens terdapat cermin perak. atau dengan kata lain aldehid dan keton merupakan senyawa-senyawa yang mengandung salah satu dari gugus penting di dalam kimia organik. adanya cermin perak.karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lain. Jadi dengan penjelasan tersebut maka perbedaan antara sebuah aldehid dengan sebuah keton . Warna hitam. langsung Warna putih. Karena keton tidak memiliki atom hidrogen istimewa ini. Pembahasan Senyawa aldehida dan keton yaitu atom karbon yang dihubungkan dengan atom oksigen oleh ikatan ganda dua (gugus karbonil). adanya merah. B. tidaklah mengherankan jika terdapat kemiripan sifat-sifat dari senyawa golongan aldehid dan keton. belum Warna biru agak 3 Aseton+Fehling A+Fehling B adanya endapan merah. belum Warna merah 1 Formalin+Fehling A+Fehling B adanya endapan bening.

pengaruhnya berlawanan sehingga menaikkan reaktifitas terhadap nukleofil. Karena itu ia cenderung menetralkan muatan positif parsial pada karbon karbonil. kedua gugus ini merapat (hibridisasi berubah dari sp2 menjadi sp3 dan sudut ikatannya menyempit dari 1200 menjadi 109. Suatu keton dengan gugus R lebih stabil dibandingkan suatu aldehid yang hanya memiliki satu gugus R. Pada formaldehida yang . yakni formalin yang mempunyai kecenderungan untuk berpolimerisasi. Keton yang paling sederhana adalah aseton. Aldehid yang paling sederhana. Atom karbon karbonil pada keton mempunyai ruangan yang lebih sempit (dua gugus R) dibanding aldehid (satu gugus R dan satu H). Jika R bersifat penarik elektron (misalnya halogen). Bila muatan positif parsial ini tersebar ke seluruh molekul. Aldehid dapat dioksidasi dengan mudah menggunakan semua jenis agen pengoksidasi. Reaktivitas relatif aldehida dan keton dalam reaksi adisi sebagian dapat disebabkan oleh banyaknya muatan positif pada karbon karbonilnya. suatu cairan yang berbau sedap yang digunakan terutama sebagai pelarut untuk senyawa organik dan pembersih cat kuku. dan menurunkan reaktifitasnya terhadap nukleofil. alasan pertama mengenai sterik (hal ihwal ruangan). Gugus karbonil distabilkan oleh gugus alkil di dekatnya yang bersifat melepaskan elektron. Alasan kedua mengenai elektronik.50). Pada adisi nukleofilik. sehingga kesterikan yang ditimbulkan pada adisi terhadap aldehid lebih kecil dibanding terhadap keton. makin besar muatan itu akan makin reaktif. Cairan yang baunya agak tidak enak ini digunakan sebagai bahan dasar dalam industri polimer dan di laboratorium sebagai bahan pengawet untuk contoh binatang. dilakukan uji pereaksi Fehling dan Tollens pada beberapa senyawa yaitu formalin dan aseton. Aldehid lebih stabil dibandingkan dengan keton. Pada percobaan ini. Aldehid lebih reaktif terhadap reaksi adisi nukleofilik dibandingkan dengan keton karena dua alasan yaitu. maka senyawaan karbonil itu kurang reaktif dan lebih stabil.dapat diketahui. Praktikum kali ini dilakukan untuk mengidentifiksi aldehida dan keton dengan pereaksi- pereaksi khusus. sedangkan keton tidak. Pada pengamatan yang telah dilakukan dengan menggunakan perekasi Fehling dan Tollens diperoleh hasil untuk membedakan antara senyawa aldehid dan keton. Gugus R basa (alkil) biasanya bersifat pemberi elektron dibanding dengan hidrogen.

. Aseton merupakan senyawa keton yang paling sederhana. lalu dengan pereaksi Tollens dihasil kan cermin perak yang banyak. Bila dipanaskan dengan menambah aldehid maka terjadi endapan Cu2O yang berwarna merah bata. lalu untuk pereaksi Tollens juga menghasilkan cermin perak yang banyak.Untuk Pengamatan pada uji pereaksi Fehling. Kesimpulan Setelah dilakukan analisis hasil praktikum. dan untuk pereaksi Tollens adanya cermin perak yang agak sedikit. Bila Fehling A dan Fehling B dicampur dengan volume yang sama maka dihasilkan larutan biru tua. Pada setiap pengamatan aseton setelah ditambah pereaksi Fehling ada sedikit endapan merah. aseton tidak mengalami reaksi dengan pereaksi ini karena senyawa ini tidak dapat dioksidasi oleh pereaksi Fehling. BAB IV PENUTUP A. didapatkan bahwa Formalin ditambah pereaksi Fehling A dan Fehling B hasil akhirnya adanya perunahan menjadi merah dan adanya endapan merah. Adapun senyawa keton yang dilibatkan dalam reaksi–reaksi pengujian ini adalah aseton. ditambah pereaksi fehling terdiri atas dua larutan yaitu Fehling A yang terdiri dari larutan CuSO4 dan Fehling B yang terdiri dari Kalium natrium nitrat dan Natrium hidroksida.

reaksi ini dalam industry digunakan untuk membuat formaldehid atau formalin. Aldehid mempunyai sedikitnya satu hydrogen yang terikat pada karbon karbonil . TUJUAN 1. Mempelajari tes untuk membedakan aldehid dan keton. agar hasilnya sesuai dengan teori yang telah ada. Berikut ini adalah cara pembuatan keton: 1. I. lalu dengan pereaksi Tollens awarna tetap adanya sedikit cermin perak . Destilasi kering garam natrium karboksilat dengan garam natriu m format 3. Mempelajari sifat kimia aldehid dan keton 2. TEORI DASAR Aldehid dan keton merupakan senyawa yang mempunyai gugus karbonil. Dari alkilester dengan pereaksio Grignard (RMgX) 4. Keton dalam industry dibuat dengan oksidator O2 dari udara dengna katalis Cu dan Ag . Reduksi turunan asam karboksilat tertentu. B. sedangkan keton tidak mempunyai hydrogen yang terikat pada karbonil . 2. Saran Diperlukan praktikum yang lebih akurat lagi. II. hanya karbon yang mengandung gugus R (R adalah alkil atau aromatic) Rumus struktur aldehid dan keton yaitu: Berikut ini adalah cara pembuatan aldehid: 1. Oksidasi alcohol primer dengan katalis Ag /Cu . Aseton ditambah pereaksi Fehling A dan B hasil akhirnya warna tetap biru dan adanya sedikit emdapan merah. Pemutusan oksidatif ikatan rangkap yang mengandung hydrogen finilik 5.

Tes fehling Pereaksi fehling merupakan kompleks ion ion Cu (II) direduksi menjadi ion Cu2O (endapan merah bata) 5. Aldehid dan keton bereaksi dengan berbagai senyawa.4.dinitrrilfenilhidrazin (2. Alcohol tidak memberikan hasil positif dengan uji Ini. bagian positif dari sebuah molekul akan tertarik pada bagian negative dari yang lain (Fassenden. Tes Tollens Aldehid dengan pereaksi tollens (oksidator lembut)dioksidasi menjadi asam karboksilat . Warna endapan yang terbentuk berfariasi. kegunaan . Tes 2. 1997). Formaldehid dapat mengubah sifat protein . Keton dibuat dilaboratarium melalui reaksi oksidasi alcohol sekunder dengan oksidator K 2CrO7 dalam suasana asam. 1992). maka tidak dapat terjadi ikatan hydrogen seperti pada alcohol. dan melmac. Salah satu contoh senyawa aldehid adalah formaldehid. Mulai dari kuning hingga merah.yang bewarna ungu berubah menjadi endapan MnO2 yang bewarna coklat. 3. formika. 6.2. sehingga protein tidak dapat laruit dalam air dan tahyan terhadap bakteri pembusuk. Manfaat. Dengan destilasi keringgaram-garam alkali atau alkali tanah karboksilat. Reaksi ini umum digunakan untuk mengetui adanya gugus aldehid dan keton. zat warna dan obat-obatan. ion Cu (II) direduksi menjadi Cu 2O (endapan bewarna merah bata). yang ditandai dengan terbentuknya cermin perak.4-DNDH) Semua senyawa aldehid dan keton menghasilkan endapan dengan pereaksi Tes 2. 4. Sebaliknya alcohol dan fenol adalah polar dan dapat membentuk gaya tarik menarik elektrostatik yang relative kuat antara molekulnya. Ini lah yang menyebabkan . Kimiawan memanfaatkan kemudahan oksidasi aldehid dengan mengembangkan beberapa uji untuk mendeteksi gugus fungsi ini (Willbraham. Aldehid aromatic dan keton tidak bereaksi dengan pereaksi benedict. Berikut ini merupakan beberapa tes atau uji yang digunakan untuk mempelajari sifat-sifat kimia dari aldehid dan keton.4- DNDH). Sifat fisik aldehid dan keton Aldehid dan keton tidak mengandung hydrogen yang terikat pada oksigen .dinitrrilfenilhidrazin (2. Oksidasi dengan KMnO4 (oksidator kuat) Aldehid dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan oksidator kuat seperti KMnO 4. 2. 3. Tes Iodoform Meyil keton menghasilkan endapan kuning iodoform jika direaksikan dengan iodin dalam larutan NaOH.4. tetapi pada umumnya aldehid lebih reaktif dibanding keton. Tes positif jika ion MnO4. 1. Tes Benedict Aldehid alifatik dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan pereaksi benedict ( komplek ion Cu (II) sitrat dalam larutan basa). dampak dan bahaya aldehid dan keton Aldehid digunakan untuk memproduksi resin. Penggunaan terbesarnya adalah sebagai reaksi untuk penyiapan senyawa organic dan untuk pembuatan polimer seperti bakelit.

Larutan iodin. Formaldehid juga digubakan sebagai antiseptic. Pemanas listrik 5. iodoform dan pewarna.* *pereaksi tollens Tollen A: larutkan 3 g AgNO3 dalam 30 ml aquadest Tollen B : larutkan 3 NaOH dalam 30 ml aquadest *Pereaksi benedict Larutkan 34. KMnO4 5. panaskan hingga larut. karena baunya yang harum. aseton 4.1 Alat 1. Zat ini merupakian bahan utama pada beberapa merek pengahapus cat kuku. Aseton utamanya digunakan sebagai pelarut dalam industry (untuk cat dan pernis). III. formaldehid 2. ALAT DAN BAHAN 3. Batang pengaduk 4. Tabung reaksi 2. Pereaksi benedict* 8. formaldehid digunakan sebagai pengawet. Efek ini akan berikibat pada penyakit hati. NaOH 6. potensi dari efek toksik aldehid biasanya terletak pada adanya penumpukan gugus karbonil pada tubuh. hipertensi. Thermometer 3. Aseton adalah keton yang paling sederhana dan penting. teratogenistar. Dalam tempat terpisah larutkann 3. diabetes. Campurkan kedua larutan dan encerkan hingga 200 ml *pereaksi fehling . Kaca arloji 6. benzaldehid 3. Pereaksi fehling* 9.6 natrium sitrat hidrat dan 20 gr Na2CO3 anhidrat dalam 160 ml aquadest. Pipet tetes 3. Gelas ukur 8. pembuiatan kloroform . Aseton juga digunakan sebagai pengering alat-alat laboratorium .5H2O dalam 10 ml aquadest. Gelas piala 7. Pereaksi tollens* 7.5 gr larutan CuSO 4.2 Bahan 1. Keton banyak digunakan dalam industry parfum. Bahaya dari aldehid adalah efek toksik . penyakit neurogeneratif dan penyakit penuaan lainnya. pelarut dan bahan campuran parfum.

masukkan 15 tetes formaldehid . masukkan . dan benzaldehid kedalam tabung ketiga. Oksidasi dengan KMnO4 (Oksidator Kuat) Masukkan kedalam 3 tabung reaksi berbeda 5 ml KMnO4 1 1%. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.masing – masing 6 tetes larutan formaldehid kedalam tabung pertama. Tes fehling Campurkan 2.93 g CuSO4. aseton kedalam tabung kedua dan benzaldehid kedalam tabung ketiga . kemudian panaskan dalam penangas air mendidih tidak lebih dari 10 menit. Panaskan dalam penangas air selama 10 menit . Kemudian tambahkan masing –masing 5 tetes formaldehid kedalam tabung pertama.5 ml larutan fehling A dan 2. aseton kedalam tabung kedua dan benzaldehid kedalam tabung ketiga. 5. Tes iodoform Masukkan 4 ml NaOH 5% kedalam 3 tabung reaksi .1 Hasil N Tes /uji Reagen O formaldehid aseton Benzaldehid 1 Oksidasi dengan KMnO4 endapan coklat Tidak bereaksi Endapan coklat pekat . Tambahkan 40 tetes demi tetes larutan iodine. Tambahkan 2 ml pereaksi benedict kedalam masing-masing tabung reaksi dan goyangkan ketiga tabung reaksi tersebut. Fehling A : larutkan 6. IV. dinginkan tabung reaksi tersebut kedalam penangas es selama 10 menit. Goyangkan tabung reaksi tersebut . Hindari pemakaian ammonia berlebih. dinginkan dan amati terbentuknya endapan merah bata. Tes benedict Siapkan terlebih dahulu penangas air diatas 900C .5 ml larutan fehling B kedaklam 3 tabung reaksi . aseton kedalam tabung kedua dan benzaldehid kedalam tabung ketiga . 3. V.6 g kalium natrium tatrat dalam aquadest. 2. Amati terbentuknya endapan merah bata. Tes tollens Campurkan 1 ml larutan tollens A dan 1 ml larutan tollens B kedalam tabung 2% tetes demi tetes sampai partikel AgO tinggal sedikit. kemudi an encerkaln larutan hingga 100 ml. Masukkan masing –masing 2 tetes formaldehid kedalam tabung pertama . Fehling B : larutkan 12 g NaOH dan 34.5H2O dalam aquadest yang mengandung beberapa tetes asam sulfat encer . Kemudian tambahkan 20 tetes formaldehid kedalam tabung pertama. saring jika diperlukan dan encerkan larutan hingga 100 ml. amati terbentuknya endapan coklat MnO2. aduk larutan hingga rata. aseton dan benzakdehid kedalam tabung berbeda. aseton kedalam tabung kedua . Amati terbentuknya endapan bewarna kuning. Amati terbentuknya cermin perak. PROSEDUR KERJA 1. *larutan iodin Larutkan I2 dan 10 g KI dalam aqudest hingga volumenya 100 ml. 4. panaskan dalam penangas air 600C selama 5 menit.

percobaan ini digunakan untuk mengetahui dapat tidak nya aldehid dan keton dioksidasi menjadi asam karboksilat. Hasil oksidasi KMnO4 ini mengubah aldehid menjadi asam karboksilat. hasil yang diperoleh formaldehid bereaksi dengan benedict dengan menghasilkan endapan merah bata. pada reaksi ini formaldehid dan benzaldehid tidak bereaksi dengan iodoform. Pada percobaan ini senyawa yang termasuk gugus aldehid yaitu formaldehid dan benzaldehid yang ditandai dengan menghasilkan endapan coklat. aseton dan benzaldehid. Dengan reaksinya: Selanjutnya pengujian dengan tollens. sedangkan aseton dan benzaldehid tidak bereaksi. Selanjutnya pada tes fehling. iodoform bereaksi dengan mengahsillkan endapan kuning. Sedangkan dengan aseton. Sedaangkan keton dengan oksidasi KMnO 4 tidak bereaksi. perlakuan pertama yaitu oksidasi dengan KMnO 4. formaldehid dan benzaldehid menghasilakn endapan merah bata sedangkan aseton tidak bereaksi. Jadi idoform hanya bereaksi pada aseton . Dari sini diketahui bahwa benzaldehid termasuk aldehid aromatic sehingga tidak bereaksi dengan reagen benedict. sampel yang digunakan adalah formaldehid . Dari percobaan pada formaldehid dan benzaldehid menghasilkan endapan cermin perak. Jadi disini diketahui bahwaa tes fehling hanya bereaksi pada aldehid dan tidak pada keton. sedangkan pada aldehid tidak Reaksinya: . Sedangkan pada aseton tidak bereaksi. 2 Tes tollens Endapan cermin Tidak bereaksi Endapan cermin perak perak 3 Tes benedict Endapan merah Tidak bereaksi Tidak bereaksi bata 4 Tes fehling Endapan merah Tidak bereaksi Endapan merah bata bata pekat 5 Tes iodoform Tidak bereaksi Endapan kuning Tidak bereaksi 4. Reaksinya: Pada pengujian benedict. Reaksinya : kemudian yang terakhir adalah tes iodoform . Benzaldehid menghasilkan endapan coklat yang lebih pekat dari formaldehid.2 Pembahasan Pada percobaan ini .

aldehid bereaksi dengan oksidator kuat KMnO4 .1 Kesimpulan 1. Sedangkan keton hanya bereaksi dengan reagen iodoform. Tes yang digunakan untuk membedakan aldehid dan keton adalah oksidasi dengan KMnO 4 . tes fehling dan tes iodoform.VI. reagen tollens. reagen fehling . 2. tes benedict. dan reagen benedict kecuali aldehid aromatic. KESIMPULAN DAN SARAN 6. selain itu juga dibutuhkan kehati-hatian dalam menggunakan tabung reaksi sehin . tes tollens.2 Saran Sebaikya dalam praktikan selanjutnya praktikan lebih teliti lagi dalam mengamati perubahan yang terjadi . 6.