CITRA SATELIT 20 JENIS

A. CITRA FOTO UDARA

Citra foto adalah gambaran suatu gejala di permukaan bumi sebagai hasil pemotretan dengan
menggunakan kamera. Guna melakukan pemeotretan, kamera tersebut dipasang pada wahana tertentu,
contohnya layang - layang, balon udara, atau pesawat terbang. Hasil pemotreran yang menggunakan
wahana-wahana itu di sebut foto udara, sedangkan apabila wahana yang digunakan adalah satelit hasilnya
disebut foto satelit.

Citra foto dapat dibedakan atas beberapa dasar, yaitu berdasarkan atas :
1. spektrum elektromagnetik yang digunakan
2. sumbu kamera,
3. sudut liputan kamera,
4. jenis kamera,
5. warna yang digunakan,
6. sistem wahana dan pengindraannya.

1. Spektrum Elektromagnetik Yang Digunakan

Berdasarkan spektrum elektromaknetik yang digunakan, citra foto dapat dibedakan atas :
a. foto ultraviolet, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet. Spektrum
ultraviolet yang dapat digunakan untuk pemotretan hingga saat ini adalah spektrum ultraviolet
dekat hingga panjang gelombang 0,29 µm.

b. Foto ortokromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunkan spektrum tampak dari saluran biru
hingga sebagian hijau (0,4 µm – 0,56 µm).

c. Foto pankromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak.

d. Foto inframerah asli (true infrared photo), yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum
inframerah dekat hingga panjang gelombang 0,9 µm dan hingga 1,2 µm bagi film inframerah
dekat yang dibuat secara khusus.

Ia telah dikembangkan paling lama. Hingga sekarang foto pankromatik masih merupakan foto yang paling banyak digunkan didalam pengindraan jauh system fotografi. dan lebih banyak orang yang telah terbiasa dengan foto jenis ini. yaitu : . Foto inframerah modifikasi. Sumbu Kamera / Sudut Pengamatan Kamera Foto udara dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi. yaitu foto yang dibuat dengan spectrum inframerah dekat dan sebagian spectrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau. harganya lebih murah bila dibandingkan dengan harga foto lain. 2. e.

Dimisalkan daerah yang terpotret terdiri dari blok – blok yang berbentuk bujur sangkar. foto yang dihasilkannya masih dapat digolongkan sebagai foto vertikal. foto vertikal. . yakni bila cakrawala tidak tergambar pada foto. Bentuk bujur sangkar tergambar dengan bujur sangkar pula pada foto vertikal. foto agak condong. dan foto sangat condong. foto condong. Foto condong dibedakan dibedakan lebih jauh atas : a. 2. foto sangat condong (high oblique photograph). Foto agak condong (low oblique photograph). 1.4º. dan pada foto sangat condong berubah lebih jauh menjadi trapesium yang tampak cakrawalanya. Beda antara foto vertikal. sedang pada foto agak condong berubah menjadi trapesium. Sudut ini pada umumnya sebesar 10º atau lebih besar. Apabila sudut condongnya berkisar antara 1º . yakni foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi. yakni foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus kepermukaan bumi. b. yakni bila pada foto tampak cakrawalanya.

3. merah dan inframerah pantulan. Untuk pemotretan seluruh wilayah indonesia misalnya. dengan kamera ganda ini. Dengan menggunakan kamera ganda. pada tiap pemotretan dihasilkan dua foto yang berbeda.000. yaitu foto yang di buat dengan kamera tunggal. . Lombok. yaitu beberapa foto daerah sama yang dibuat dengan saluran yang berbeda – beda. madura. Bagi daerah jarang penduduk. Foto yang dibuat dengan kamera ganda (dual kamera). Perekamannya dilakukan secara bersamaan sehingga pada setiap pemotretan dihasilkan empat foto yang saluran elektromagnetiknya berbeda. dihasilkan foto pankromatik hitam putih dengan skala 1 : 50. Madura. foto yang dihasilkan dengan kamera ganda ini berupa foto pankromatik hitam putih dengan berskala 1 : 100. Foto jamak dapat dibuat dengan 3 cara yaitu dengan : · Multikamera atau beberapa kamera yang masing – masing diarahkan ke satu daerah sasaran. Foto jamak. b.000 dan foto inframerah berwarna skala 1 : 60. b. hijau. Foto multispektral. Foto jamak dibedakan lebih jauh atas : a.000 dan foto inframerah berwarna dengan skala 1 : 30.000 bagi daerah padat penduduk seperti jawa. · Kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna. Jenis data kamera : Berdasarkan kamera yang digunakan di dalam pengindraan. Mamfaat foto multispektrum ialah untuk meningkatkan kemampuan mengenali obyek pada foto. citra foto dapat dibedakan atas : a. yaitu beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama. · Kamera multilensa atau satu kamera dengan beberapa lensa. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar oleh satu lembar foto. Sudut liputan kamera diukur sepanjang diagonalnya. Paine (1981) membedakan citra foto berdasarkan sudut liputan (angular coverage) kamera atas empat jenis. Pada umumnya digunakan empat kamera atau satu kamera berlensa empat dengan menggunakan saluran biru. Bali. Foto tunggal.

CITRA NONFOTO Citra nonfoto adalah gambaran kenampakan muka Bumi yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera. yaitu foto pankromatik berwarna.penghematan biaya pemotretannya sangat berarti. warna obyek tidak sama dengan warna foto. seperti satelit yang beroperasi di angkasa luar. Foto jenis ini dibuat sebelum perang dunia kedua dan sekarang tidak dibuat lagi. Bila dua jenis foto tersebut dipotret dengan penerbangan sendiri – sendiri. yakni foto yang di buat dari pesawat udara atau dari balon. 2. yakni foto yang dibuat dari satelit. Ukuran suatu objek yang cepat dapat membantu mempercepat proses interpretasi citra. satu foto vertikal dan empat foto condong disekitarnya. Kita perlu mengenal ukuran dalam objek yang dikaji terhadap objek lain disekitarnya. c. Perekaman dilakukan secara parsial dengan . Foto udara yang dibuat dengan satu kamera vertikal dibagian tengah dan dua. Hasilnya berupa satu foto vertikal yang bersambung dengan dua foto condong disebelah kanan dan disebelah kiri foto (trimetrogon). untuk membantu dalam proses interpretasi objel tersebut. empat. Ukuran Ukuran suatu fitur atau objek merupakan fungsi dari skala. tampak merah pada foto. foto berwarna dibedakan atas : 1. Pada foto berwarna semu. atau delapan kamera condong dibagian tepi. 4. Citra nonfoto diperoleh dari perekaman objek melalui penyiaman (scanning). biayanya menurun menjadi 40 milyar rupiah (keterangan lisan dari Bakosurtanal). Termasuk ukuran absolutnya. foto warna asli (true color). foto udara. yaitu : 1. foto satelit atau foto orbital. Penyiaman (scanner) dipasang pada wahana. 5. Obyek seperti vegetasi yang berwarna hijau dan banyak mementulkan spektrum inframerah. biaya pemotretannya untuk seluruh wilayah indonesia mencapai 70. Sistem Wahana Ada dua jenis foto yang dibedakan berdasarkan wahana yang digunakan.000 milyar rupiah. dan satu foto vertikal ditambah delapan foto condong disekitarnya. Warna yang digunakan (Lensa) Berdasarkan warna yang digunakan. foto berwarna semu (false color) atau foto inframerah berwarna. B. 2. Bila pemotretannya dilakukan dengan kamera ganda.

menggunakan beberapa spektrum.7-24 Saluran X 37.3. Pengindraan pada spektrum ini mendasarkan atas beda suhu obyek dan daya pancarnya yang pada citra tercermin dengan beda rona atau beda warnanya. Citra radar dibedakan lebih jauh atas dasar saluran yang digunakan. citra nonfoto dibedakan atas: 1. citra inframerah termal. citra radar dan citra gelombang mikro. spektrum ternal. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan. Jendela atmosfer yang digunakan ialah saluran dengan panjang gelombang (3. yaitu seperti yang disajikan pada tabel 4. serta gelombang mikro.5-75 Saluran S 75-150 Saluran L 150-300 Saluran p 300-1000 . Tabel 4. dan wahana yang digunakan. 2. (8-14) µm dan sekitar 18 µm. Citra nonfoto dibedakan berdasarkan: spektrum elektromagnetik yang digunakan sensor yang digunakan. 1.5)µm.3. seperti spektrum tampak dan perluasannya.5-5. jenis citra radar berdasarkan salurannnya Panjang gelombang yang digunakan Jenis citra radar (µm) Saluran Ka 7. yaitu citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro. sedang citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah. Spektrum Elektromagnetik Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan.7 Saluran Ku 16.5-11 Saluran K 11-16. yaitu citra yang dibuat dengan inframerah termal.

citra satelit Luna (Rusia). Citranya tidak disebut citra tampak. Citra multispektral pada landsat sering dibedakan atas: a. 2. yaitu citra yang dibuat dengan kamera ‘Return Beam Vidicion' pada landsat -1 dan landsat-2. misalnya citra Seasat (AS) dan citra MOS (Jepang) yang diorbitkan pada tahun 1986. citra multispektral. yaitu citra yang dibuat dengan MSS sebagai sensornya. 2. Citra satelit untuk penginderaan laut. . yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi diudara atau dirgantara. Istilah citra dirgantara jarang sekali digunakan. misalnya spektrum inframerah termal. misalnya citra landsat (AS). dan citra satelit Venera (Rusia). Sebagai contoh misalnya citra inframerah termal. dan citra MSS yang dibuat dari udara. citra nonfoto dibedakan atas: 1. b. 3. citra dirgantara (airborne image). d. citra radar. Citra RBV pada landsat-3 bukan lagi berupa citra multi spektral. Citra satelit untuk pengidraan cuaca. Ia beroperasi dengan spektrum tampak. citra MSS. Ia lebih sering disebut berdasarkan sensornya atau wahananya. Citra satelitdibedakan lebih jauh atas penggunaan utamanya. Berbeda dengan citra tunggal yang umumnya dibuat dengan saluran lebar. Disamping citra MSS landsat juga ada citra MSS yang dibuat dari pesawat udara. dan citra lainnya. melainkan citra ganda. citra Soyus (Rusia). Citra multispektral pada umumnya dibuat dengan saluran sempit. melainkan elektronik. misalnya citra satelit Ranger (AS). b. yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau luar angkasa. yaitu: a. 2. Seperti misalnya citra RBV. misalnya citra NOAA (AS). meskipun berupa kamera. citra tunggal. c. Sensor (Lensa) Berdasarkan sensor atau lensa yang digunakan. Wahana (Jenis data) Berdasarkan wahananya atau jenis datanya . Citra nonofoto dibedakan atas: 1. Meskipun citra nonfoto juga ada yang menggunakan spektrum tampak. dan citra Meteor (Rusia). Ia dapat beroperasi dengan spektrum tampak dan spektrum lainnya. citra satelit untuk penginderaan planit. Citra ‘Return Beam Vidicion' atau citra RBV. Citra satelit untuk penginderaan sumberdaya bumi. citra satelit Viking (AS). yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal. citra satelit (satellite/spaceborne image). hasilnya bukan berupa foto karena detektornya bukan film dan prosesnya bukan fotografik. Dan citra SPOT yang diorbitkan oleh Perancis pada tahun 1986. Citra ‘multispektral scanner' atau citra MSS. yaitu citra yang dibuat dengan saluran jamak.

Bentuk Merupakan gambar dua dimensi Merupakan gambar tiga dimensi (jika dilihat secara stereoscopic) 3. 4.Berikut beberapa perbedaan diantara citra foto dan citra non foto : No. karena merupakan hasil Sebentar. Hasil Dapat dibaca tanpa alat Bantu Tidak dapat dibaca oleh bahkan oleh setiap orang. sembarang orang. Oleh karena itu peta. Komponen penjelas Terdapat komponen-komponen Tidak ada komponen- tertentu yang dapat menjelaskan isi komponen. 2. hasil dari pemotretan ulang dengan teknik tertentu. Objek/gambar Berupa lambang atau symbol yang Merupakan gambar objek dapat mewakili objek di yang sebenarnya. karena memerlukan alat Bantu dan keahlian tertentu untuk menafsirkan . langsung terhadap permukaan bumi. 5. Faktor Pembeda Peta Citra 1. karena merupakan penggambaran yang berulang. perlu interpretasi citra untuk mengetahui/mengenali objek. Waktu pembuatan Lama. permukaan bumi.

.

Peluncuran Tanggal : 18 Oktober 2001. 98 derajat. Roket Peluncur : Delta II.A.S. California. (sumber: https://geomusa. U. sun-synchronous inclination Putaran ke lokasi yg sama : 2-3 hari tergantung posisi Lintang Periode orbit : 93. a) Contoh Citra Quick Bird b) Bidang Orbit Tinggi: 450 km.2 derajat sinkron matahari c) Resolusi Spektral Pankromatik:  61 centimeter (2 ft) Ground Sample Distance (GSD) pada nadir  Black & White: 445 s/d 900 nanometer . Dan mulai memproduksi data pada bulan Mei 2002.20 JENIS SATELIT 1. Range waktu Peluncuran : 1851-1906 GMT (1451- 1506 EDT). Quickbird diluncurkan dengan 98º orbit sun-synchronous dan misi pertama kali satelit ini adalah menampilkan citra digital resolusi tinggi untuk kebutuhan komersil yang berisi informasi geografi seperti sumber daya alam. Vandenberg Air Force Base.4 minutes. Quick Bird Quickbird merupakan satelit penginderaan jauh yang diluncurkan pada tanggal 18 Oktober 2001 di California.com/2015/10/quickbird/). Lokasi Peluncuran : SLC-2W. 97.

Identifikasi wilayah habitat satwa c. Identifikasi perubahan kawasan hutan akibat illegal loging. Simulasi Terbang pada pelatihan pilot b. BIDANG KEHUTANAN a.65m GSD pada nadir Multispektral: 2. Desain dan perencanaan tapak konstruksi b.62m GSD pada nadir f) Aplikasi Citra Quickbird biasanya memiliki format GeoTIFF yang user friendly. potensi panen. BIDANG PERTANIAN DAN PERKEBUNAN a. kandungan air. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam menangani. memanipulasi. BIDANG ARSITEK DAN KONSTRUKSI a. Inventarisasi potensi pertambangan b. Kebanyakan orang-orang menggabungkan semua band citra yang terpisah menjadi satu. Format ini lebih disukai karena integrasinya yang mudah dengan platform GIS seperti ArcGIS dan aplikasi pengolah citra seperti ERDAS Imagine dan ENVI. Ukuran tergantung pada luas scene namun karena data Quickbirdmemiliki resolusi yang halus. Visualisasi 3 dimensi relief permukaan bumi pada industri film dan game . Desain dan perencanaan lanscape konstruksi BIDANG PERTAMBANGAN DAN ENERGI a.4 meter (8 ft) GSD pada nadir  Blue: 450 – 520 nanometer  Green: 520 – 600 nanometer  Red: 630 – 690 nanometer  Near-IR: 760 – 900 nanometer d) Resolusi Temporal 1 – 3. Monitoring batas-batas fungsi kawasan hutan b. dan menampilkan citra. Citra GeoTIFF sering kali tersedia dengan satu band per filenya. Melakukan identifikasi jenis tanaman dan kondisi tanah. file citra multi-band dapat diolah menggunakan aplikasi pengolah citra yang beredar. Pemetaan situasi tutupan lahan pertambangan yang akan di buka c. efektifitas pengairan. ukuran file bisa sangat besar (1 GB atau lebih).5 hari tergantung lintang (30º off-nadir) e) Resolusi Spasial Pankromatik : 0. kesuburan dan penyakit tanaman. petak tanaman hingga tiap individu tanaman b. Multispektral:  2. Perencanaan site plan lokasi pertambangan BIDANG ENTERTAINMENT DAN PELATIHAN a. Melakukan observasi pada lahan yang luas.

com/2015/10/ikonos/) .2. Satelit IKONOS https://geomusa.

IKONOS juga memiliki 4 band warna dengan resolusi 4 meter (biru. 0. IKONOS adalah satelit komersial pertama dengan resolusi sub-meter band pankromatik.82m GSD pada nadir 3. Diluncurkan pada tahun 1999. Citra yang diperoleh pada sudut off-nadir akan memiliki resolusi spasial lebih baik dari yang disebutkan di atas. hijau. c) Resolusi Temporal Antara 1. Sensor memiliki kemampuan untuk memutar dan dapat memperoleh citra hingga 60 derajat off nadir.047) tapi juga dapat dibuat skala lebih rendah menjadi 8-bit (0-256).82 m pada nadir.5 sampai 3 hari. Dengan kemampuan menempatkan sensor pada sudut off nadir. inframerah dekat). merah. d) Resolusi Spektral e) Resolusi Spasial Band pankromatik memiliki resolusi spasial 0. 4 band warna memiliki resolusi spasial 4 m pada nadir. . f) Aplikasi Untuk mengamati perubahan penggunaan lahan pada suatu wilayah tertentu.IKONOS adalah sensor multispektral ruang angkasa dengan kemampuan resolusi spasial sangat tinggi. Untuk melihat tutupan lahan (land cover) di suatu. a) Contoh Citra b) Bidang Orbit IKONOS berada di orbit sun synchronous dengan ketinggian 681 km di atas pemukaan bumi. Data IKONOS dikumpulkan dengan presisi radiometrik 11-bit (nilai piksel dari 0 sampai 2. Untuk mempertimbangkan perencaan pembangunan.2m GSD pada nadir. IKONOS dapat melakukan pencitraan ulang pada setiap tempat di bumi kurang lebih setiap 3 hari.

id/wp-content/uploads/2015/02/Informasi-Satelit- SPOT-6. perencanaan desa dan kota. Satelit SPOT (http://pusfatekgan.pdf) a) Contoh Citra b) Bidang Orbit: Orbit SPOT adalah orbit polar. dan manajemen bencana alam. c) Resolusi Temporal: 2-3 hari tergantung posisi lintang d) Resolusi Spektral Pankromatik: 480-710 nm Multispektral: Green 500-590 nm Red 610-680 nm IR dekat 780-890 nm e) Resolusi Spasial Pankromatik: 5m GSD pada nadir Multispektral: 10m GSD pada nadir f) Aplikasi Citra satelit SPOT 5 baik digunakan untuk keperluan pembuatan peta dengan skala sedang (1:25 000 dan 1: 10 000). sun syncrhonous dan berfase.7o. Orbit pada SPOT 5 memiliki ketingggian 832 km di atas permukaan air laut dengan inklinasi 98.go.lapan.3. Satelit Aster a) Contoh Citra . circular. 4. Sudut inklinasi dari bidang orbitalnya dikombinasikan dengan rotasi bumi di seputaran poros kutub sehingga satelit SPOT 5 dapat merekam permukaan bumi yang sama dalam 26 hari. eksplorasi minyak dan gas.

52-0.90 mikrometer d) Resolusi Spasial: 1-4 meter e) Resolusi Temporal: kurang dari 3 hari f) Aplikasi: Untuk bidang pemetaan. Satelit OrbView . c) Resolusi Spektral: Band 1 : 0.52 mikrometer Band 2 : 0.63-0.52-0.76-0. survey terhadap keadaan sumber daya alam.86 mikrometer d) Resolusi Spasial: 15 meter e) Resolusi Temporal: 5 hari f) Aplikasi: ASTER digunakan untuk memonitoring tutupan awan. 5. penggunaan lahan.62-0. monitoring bencana alam. bencana alam.69 mikrometer Band 4 : 0.76-0. tutupan salju dan pola vegetasi. 6. temperatur lahan.60 mikrometer Band 3 : 0. Satelit Alos a) Contoh Citra b) Bidang Orbit: mengorbit pada orbit sinkron matahari pada ketinggian 470 km c) Resolusi Spektral: Band 1 : 0. es lautan.69 mikrometer Band 3 : 0. b) Bidang Orbit: Mengorbit pada ketinggian 705 km. observasi yang presisi terhadap penggunaan lahan.6 mikrometer Band 2 : 0. es.45-0.

69 mikrometer Band 4 : 0.90 mikrometer d) Resolusi Spasial: 1-4 meter e) Resolusi Temporal: kurang dari 3 hari f) Aplikasi: mampu menghasilkan peta digital dengan ketelitian tinggi dan kenampakan 3 dimensinya. Satelit SRTM SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan.52 mikrometer Band 2 : 0.62-0. seperti kontur.45-0. Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D. a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: mengorbit pada orbit sinkron matahari pada ketinggian 470 km c) Resolusi Spektral: Band 1 : 0.52-0.60 mikrometer Band 3 : 0. Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). profil. 7.76-0. a) Contoh Citra . Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri).

Landsat 2. Landsat 5.4 – 0.63 – 0.52 – 0.52 Biru. 0. a) Contoh Citra b) Bidang Orbit: Sun Syncronous (Polar).5 IM thermal. atau GEOTIFF. Ketinggian orbit 705 Km c) Resolusi Spektral: 0. dan kemiringan 57 derajat. Landsat 3. dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.69 Merah.75 IM tengah.08 – 2. dan 2.4 – 12. 1. . 10. dan Landsat 7 adalah 30 meter. ASCII.55 – 1. HGT. landsat 4. c) Resolusi Spektral : d) Resolusi Spasial : 3 detik (setara ≈ 90 meter) e) Resolusi Temporal : selama 11 hari f) Aplikasi : Global Mapper. Satelit ini dikenal sebagai satelit sumber daya alam karena fungsinya adalah untuk memetakan potensi sumber daya alam dan memantau kondisi lingkungan.35 IM jauh. d) Resolusi Spasial: Landsat 1. e) Resolusi Temporal: 16 hari f) Aplikasi: Data dari Landsat juga bisa membantu proyek kosnervasi di bawah program REDD+ (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation) untuk menghitung berkurangnya emisi karbon.64 hijau. b) Bidang Orbit: ketinggian 233 km. 0. Berbeda dengan Landsat 6 yang menggunakan inframerah thermal memiliki resolusi spasial 60 meter. Satelit Landsat Satelit LANDSAT merupakan salah satu satelit yang digunakan untuk mengamati permukaan bumi. dan Grid ArcView 8.

798 Km c) Resolusi Spektral: d) Resolusi Spasial:  Spotlight: 3m  Ultra Fine: 3m  Multi-Look Fine: 8m  Fine: 8m  Standard: 30m  Wide: 30m  ScanSAR Narrow: 50m . Satelit Radarsat RADARSAT-2 merupakan generasi satelit komersial SAR terbaru milik Kanada. diluncurkan pada 14 Desember 2007 dengan roket Soyuz di Boikonur.9. Kazakhstan. (MDA). Dettwiler and Associates Ltd. a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: Sun Synchronous Polar Orbit. 98.6º. Satelit ini dibuat dengan kerjasama antara Pusat Antariksa Kanada (CSA) dengan MacDonald.

 ScanSAR Wide: 100m  Extended High Incidence: 18-27m  Extended Low Incidence: 30m  Fine Quad-Polarisation: 8m  Standard Quad-Polarisation:30m e) Resolusi Temporal: 24 hari f) Aplikasi:  Perencanaan Penggunaan Lahan  Perencanaan Infrastruktur  Environmental assessment Mapping /Surveying Utility corridor mapping  Pertambangan dan Eksplorasi Minyak bumi dan Gas Alam  Pertanian  DEM generation (InSAR) Subsidence mapping (DInSAR/PSIsnSAR)  Hydrology  Geologi 10. membuktikan kegunaan pengamatan satelit cuaca. TIROS adalah satelit pertama yang mampu penginderaan jauh dari Bumi. adalah serangkaian satelit cuaca awal diluncurkan oleh Amerika Serikat. a) Contoh Citra: . pada saat satelit pengintai militer diam-diam dalam pengembangan atau penggunaan lahan. yang diawali dengan TIROS-1 di 1960. dipromosikan oleh Harry Wexler. Satelit TIROS TIROS. atau Television Infrared Observation Satellite. memungkinkan para ilmuwan untuk melihat Bumi dari perspektif baru: ruang angkasa. Satelit Hyperion a) Contoh Citra b) Bidang Orbit c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial e) Resolusi Temporal f) Aplikasi 11. Program.

4-12.58-0. monitoring iklim.3-11.68 mikrometer Band 2 : 0. b) Bidang Orbit: Polar Orbit c) Resolusi Spektral: d) Resolusi Spasial: 1.55-3.1 km e) Resolusi Temporal: 360 scan/ menit f) Aplikasi: pengamatan satelit cuaca. Satelit NOAA a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: : mengorbit pada orbit sinkron matahari pada ketinggian 850 km c) Resolusi Spektral: Band 1 : 0.93 mikrometer Band 4 : 10. studi el nino.73-1.3 mikrometer Band 5 : 11.4 mikrometer d) Resolusi Spasial: 1 km e) Resolusi Temporal: 24 jam f) Aplikasi: Digunakan untuk memprediksi kondisi cuaca harian.10 mikrometer Band 3 : 3. deteksi arus laut untuk memandu kapal-kapal pada dasar laut dengan ikan berlimpah . pada saat satelit pengintai militer diam-diam dalam pengembangan atau penggunaan lahan 12.

a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: Polar Matahari c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial .385 mikrometer d) Resolusi Spasial: 5 hari e) Resolusi Temporal: 250-1000 meter f) Aplikasi: Untuk pendeteksian kebakaran hutan. Satelit Modis a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: Mengorbit pada ketinggian 705 km c) Resolusi Spektral: terdapat 36 band dengan panjang gelombang antara 0. 14.13. pengukuran suhu permukaan bumi. oseanografi. Program ini dikelola oleh Air Force Space Command dengan operasi on-orbit disediakan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration.62 sampai 14. Satelit DMSP Defense Meteorological Satellite Program (DMSP) adalah satelit yang berfungsi untuk memantau meteorologi. Misi satelit terungkap Maret 1973. perubahan tutupan lahan. Mereka memberikan citra awan dari orbit polar yang matahari-sinkron pada ketinggian nominal 450 mil laut (830 km). dan fisika matahari-terestrial untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Data yang dikumpulkan dari berbagai sensor dapat digunakan untuk: • studi lingkungan dan iklim perubahan di Bumi pada tingkat lokal. Envisat dirancang untuk mempelajari tanah. laut. 16. a) Contoh Citra: . atmosfer dan es bumi topi. Satelit Lidar LIDAR (Light Detection and Ranging) adalah sebuah teknologi peraba jarak jauh optik yang mengukur properti cahaya yang tersebar untuk menemukan jarak dan/atau informasi lain dari target yang jauh. Metode untuk menentukan jarak menuju objek atau permukaan adalah dengan menggunakan pulsa laser. regional dan global • berkontribusi pada pengelolaan dan pemantauan semua bahan baku. apakah terbarukan atau tidak • terus pengukuran untuk melayani masyarakat meteorologi • memperoleh pemahaman yang lebih baik dari struktur dinamis dan kerak dan interior Eearth ini. yang menggunakan gelombang radio daripada cahaya. e) Resolusi Temporal f) Aplikasi 15. Satelit Envisat a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: 790 km (490 mi) (± 10 km (6. jarak menuju objek ditentukan dengan mengukur selang waktu antara transmisi pulsa dan deteksi sinyal yang dipancarkan.6 menit f) Aplikasi: 10 instrumen onboard.2 mil)) c) Resolusi Spektral: 390-1040 nm d) Resolusi Spasial: 1040 x 1200 m e) Resolusi Temporal: 100. Seperti teknologi radar.

juga dilengkapi antena komunikasi. kamera Satelit Himawari 8 dan 9 juga dirancang mampu melakukan peliputan yang cepat baik untuk cakupan global maupun lokal dan pemilihan area srta penjadwalan yang dapat dipogram dengan fleksibel. geografi. a) Contoh Citra: b) Bidang Orbit: c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial e) Resolusi Temporal . arkeologi. Satelit Himawari Satelit Himawari 8 dan 9 dibuat oleh Mitsubishi Electric Corporation (MELCO) dan memiliki berat 1. geologi. panel surya dan sensor pedung lainnya. Dalam pemantauan bumi. geomorfologi. peraba jarak jauh dan fisik atmosfer 17. dirancang agar dapat dioperasikan di orbit masing-masing hingga 8 tahun serta memiliki ketahanan fungsi Busnya di orbit hingga 15 tahun. Pada gambar di bawah ditunjukkan sketsa Satelit Himawari 8 dan 9 yang memiliki kendali tiga axis dan akan membawa unit baru utama yang disebut AHI.300 Kg tiap satelit. seismologi. b) Bidang Orbit c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial e) Resolusi Temporal: f) Aplikasi: bidang geodesi.

ATS-1 a) Contoh Citra b) Bidang Orbit c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial e) Resolusi Temporal f) Aplikasi 19. f) Aplikasi 18. Goes a) Contoh Citra b) Bidang Orbit c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial e) Resolusi Temporal f) Aplikasi . Luna a) Contoh Citra b) Bidang Orbit c) Resolusi Spektral d) Resolusi Spasial e) Resolusi Temporal f) Aplikasi 20.