LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR SENYAWA ANORGANIK

GARAM KOMPLEKS DAN GARAM RANGKAP

OLEH

KELOMPOK 10

YONDRIADI

OKI MARLINA PETRI

YUNI PURNAMA SARI

DEBBY FIRMANTIA PUTRI

DOSEN : 1. DRA. BAYHARTI, M.Sc

2. DRA ANDROMEDA, M.Si

3. EKA YUSMAITA, M.Pd

ASISTEN : 1. JONI DARMANTO

2. UTARI NOVITRIA

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

dan inayah-Nya kepada kami. Padang. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. hidayah. sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Garam Kompleks dan Garam Rangkap” dengan sebaik mungkin. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Kami mengucapkan puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. 2016 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang. Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Terlepas dari semua itu. Akhir kata kami berharap semoga makalah ini memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. Desember 2016 Penyusun .

misalnya [Co(NH3)6]3+ dan [Fe(CN)6]3-. Garam kompleks merupakan suatu garam yang terbentuk dari suatu anion atau kation kompleks. Garam-garam itu memiliki struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. contoh garam rangkap misalnya ammonium tembaga (II) sulfat heksahidrat Cu(SO4)2 (NH4)2. Garam kompleks dapat diartikan sebagai garam yang mengandung ion-ion kompleks .misalnya heksamin kobalt (III) klorida Co (NH3)6Cl3 dan tetra amin tembaga (II) sulfat monohidrat Cu(NH3)4SO4. misal K3[Fe(CN)6] akan terion menjadi K+ dan [Fe(CN)6]3-. Namun bila suatu garam kompleks dilarutkan. 6H2O. Tembaga merupakan logam berwarna merah dan mudah dibengkokkan. Garam rangkap dalam larutan akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya. Latar Belakang Garam dapat terdiri atas garam kompleks dan garam rangkap. atau dikenal sebagai senyawa koordinasi.6H2O akan terion menjadi Fe 2+.dan NH4+. misalnya FeSO4(NH4)SO4. SO42. BAB 1 PENDAHULUAN A. Garam kompleks memiliki perbedaaan dengan garam rangkap. Salah satu senyawaan Cu dengan bilangan oksidasi 2 adalah kompleks ion khelat . H2O. Atom tembaga membentuk senyawa sebagai kation dengan bilangan oksidasi +1 dan +2. maka akan terion menjadi ion penyusun dan ion kompleksnya.6H2O dan K2SO4Al2(SO4)3. misal FeSO4(NH4)SO4. Garam rangkap terbentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu. misalnya heksaminkobalt(III) klorida atau [Co(NH3)6]Cl3 dan kalium heksasianoferat(III) atau K3[Fe(CN)6].24H2O. Garam rangkap dapat diartikan sebagai garam yang dibentuk dari dua garam yang mengkristal secara bersama-sama. Garam rangkap merupakan suatu garam yang terbentuk dari kristalisasi larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu.

xH2O dan garam rangkap ammonium tembaga (II) sulfat heksahidrat Cu(SO4)2 (NH4)2. Tujuan Tujuan praktikum percobaan ini adalah mempelajari reaksi pembuatan garam rangkap ammonium tembaga (II) sulfat heksahidrat Cu(SO 4)2 (NH4)2. Beberapa garam dapat mengkristal dari larutannya dengan mengikat sejumlah molekul air sebagai hidrat. besi sulfat heptahidrat dan aluminium sulfat nonhidrat. seperti Cu(H2O)4 2+ dan SO4(H2O)2-dalam tembaga sulfat pentahidrat. Manfaat Manfaat praktikum percobaan ini adalah agar mengetahui gambaran mengenai proses pembentukan garam kompleks tetra amin tembaga (II) sulfat monohidrat Cu(NH3)4SO4. Rumusan Masalah Rumusan masalah praktikum percobaan ini adalah bagaimana proses pembuatan garam kompleks tetra amin tembaga (II) sulfat monohidrat Cu(NH 3)4SO4. Bentuk struktur dalam kristal terdiri atas kation terhidrat dan anion terhidrat. 6H2O agar diketahui proses kristalisasai dan reklistalisasi yang menyertai pembuatan kristal kedua garam tersebut. tetramintembaga(II) sulfat hidrat yang dapat dibuat dengan mereaksikan CuSO4 dengan amonia berlebih. xH2O. xH2O dan garam rangkap ammonium tembaga (II) sulfat heksahidrat Cu(SO4)2 (NH4)2. xH2O. H2O dan garam rangkap ammonium tembaga (II) sulfat heksahidrat Cu(SO 4)2 (NH4)2. xH2O dan garam kompleks tetra amin tembaga (II) sulfat monohidrat Cu(NH3)4SO4. Atom nitrogen dari amina terikat kuat pada Cu hingga pada tekanan 1 atm dan pada suhu 90oC tidak terjadi disosiasi NH3. D. Berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu dilakukan praktikum percobaan pembuatan garam kompleks tetra amin tembaga (II) sulfat monohidrat Cu(NH 3)4SO4. . B. Sebagai contoh adalah tembaga sulfat pentahidrat. xH2O ? C.

Garam adalah suatu zat yang dihasilkan jika logam (atau kumpulan atom yang bertindak sebagai logam) menggantikan satu atau lebih atom hidrogen pada asam. namun jika pasangan elektron iti terikat kuat. dengan menggantikan 2 atom hidrogen dengan 2 atom Na. adalah garam yang berasal dari asam sulfat. sehingga terbentuk ikatan pemberi-penerima elektron. Senyawa koordinasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompleks netral dan ion yang dalam hal ini paling sedikit satu dari ion tersebut harus merupakan ion kompleks. Yang disebut garam dalam istiah sehari- hari adalah natrium klorida. . dan L = ligan yang memiliki pasangan elektron (Rivai.dalam padatan Kristal dan ion ini tetap mempertahankan keutuhannya jika dimasukkan dalam larutan dan harga disosiasi menjadi kecil (Day dan Selbin. Contoh: Natrium sulfat Na2SO4. 1995). Keadaan-keadaan antara elektron ini mungkin saja terjadi. NaCl.HgBr 2 sebetulnya mengandung ion tetrahedral [HgBr4]2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pembentukan senyawa kompleks koordinasi ialah perpindahan satu atau lebih pasangan elektron dari ligan ke ion logam. Meskipun dapat terjadi disosiasi parsial. Salah satu karakteristik karakteristik senyawa kompleks ialah bahwa ion kompleks atau kompleks netral yang menyusun senyawa tersebut masih seringkali mempertahankan identitasnya dalam larutan. maka ligan bertindak sebagai pemberi elektron dan ion logam sebagai penerima elektron. Proses pembentukan ikatan antara pemberi-penerima elektron tersebut dapat dituliskan dengan persamaan : M + :L ↔ M:L Dimana M = ion logam. Akibat dari perpindahan kerapatan elektron ini. H 2SO4. 1993). pasangan elektron jadi milik bersama antara ion logam dan ligan. Misalnya senyawa yang semula ditulis 2 KBr. maka ikatan kovalen sejati dapat terbentuk.

Contoh dari garam kompleks ialah Cu(SO4)2(NH4)2. meliputi warna yang unik. + - akan terurai menjadi ion K dan ion kompeks Fe(CN)6 (Hadiat. seperti Cu(H2O)4 2+ dan SO4(H2O)2-dalam tembaga sulfat pentahidrat. Kation garam rangkap umumnya terdiri kation logam transisi yang bergabung kation logam alkali atau ion ammonium Ciri-ciri khas ligan. Bentuk struktur dalam kristal terdiri atas kation terhidrat dan anion terhidrat. . Beberapa garam dapat mengkristal dari larutannya dengan mengikat sejumlah molekul air sebagai hidrat. (Basset. Contoh: K 3Fe(CN)6. 1994). yaitu SO 4 dan Cl . KMgSO4Cl (Kalium Magnesium Sufatklorida) + 2+ 2. pembentukan senyawa paramagnetik. Garam kompleks merupakan garam-garam yang memiliki ikatan koordinasi (garam yang dapat membentuk ion-ion dan salah satunya ion kompleks). Ciri logam transisi adalah memiliki memiliki subkulit d yang tidak terisi penuh atau mudah menghasilkan ion-ion dengan subkulit d yang tidak terisi penuh. dan terutama kecenderungan besar untuk membentuk ion kompleks. dan (iii) efek-efek sterik ruang. (ii) sifat-sifat penyepitan itu (jika ada). Garam rangkap akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya ketika dilarutkan. tri kalsium heksa siano ferat atau kalium feri sianida. (Chang. Garam rangkap adalah garam yang terdiri dari dua kation yang berbeda dengan sebuah anion yang sama dalam satu kisi kristalnya. jika dilarutkan dalam air. Garam ini. Contoh lain dari garam kompleks yakni [Co(NH3)6]Cl3 atau CoCl3. 1994). Ciri ini menyebabkan beberapa ciri khas. yaitu K dan Mg dan dua ion sisa asam. adalah (i) kekuatan basa dari ligan itu.6NH3 yang berfungsi sebagai ligan ialah NH3 sedangkan Cl ialah diluar daerah koordinasi (sukardjo. Garam rangkap biasanya lebih mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam tunggal penyusunnya. Contoh: KMgCl 3 (Kalium Magnesium Klorida) mengandung dua + 2+ ion logam. Garam yang mengandung lebih dari satu ion logam atau ion sisa asam dalam rumusnya. Di antara ciri-ciri khas ligan yang umum diketahui sebagai mempengaruhi kestabilan kompleks dalam mana ligan itu terlibat. Garam yang mengandung ion-ion kompleks. besi sulfat heptahidrat dan aluminium sulfat nonhidrat. 1985). Sebagai contoh adalah tembaga sulfat pentahidrat. Garam kompleks. - mengandung dua ion logam. yaitu K dan Mg . aktivitas katalitik. Garam rangkap.2004).

Dalam larutan air selalu terdapat ion kompleks tetraakuo atau lebih mudah disebut dengan ion tembaga (II) Cu2+ saja. 1985). yang dapat diturunksn dari tembaga (II) oksida CuO hitam. yang lunak dan dapat ditempa. perilakunya mirip perilaku senyawa perak (I). Mereka mudah dioksidasi menjadi senyawa tembaga (II). Tembaga adalah logam merah muda. padat. Karena potensial elektrodanya positif. Asam nitrat yang sedang pekatnya (8M) dengan mudah melarutkan tembaga: 2+ - 3Cu + 8HNO3 → 3Cu + 6NO3 + 2NO ↑ + 4H2O Asam sulfat pekat panas juga melarutkan tembaga: 2+ 2- Cu + 2H2SO4 → Cu + SO4 + SO2↑ + 2H2O Kebanyakan garam tembaga (I) tak larut dalam air. Namun. meskipun dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit. Ia melebur pada 2+ 1038C. berwarna putih (atau sedikit kuning). ia tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer. (Svehla. . Warna ini benar-benar khas hanya untuk ion tetraakuokuprat (II) [Cu(H2O)4]2+ saja. Garam-garam tembaga (II) anhidrat. maupun dalam bentuk larutan air. (+0. seperti tembaga (II) sulfat anhidrat CuSO4. Garam-garam tembaga (II) umumnya berwarna biru. oksidasi selanjutnya menjadi Cu (II) adalah sulit. baik dalam bentuk dalam bentuk hidrat.34 V untuk pasangan Cu/Cu ).

Alat dan Bahan 1. Waktu Pelaksanaan Hari / Tanggal : Rabu / 30 November 2016 Pukul : 07.00 – 09. Bahan  CuSO4. UNP A. Alat  Gelas kimia 50 mL  Corong gelas  Gelas ukur 50 mL  Gelas arloji  Pengaduk gelas  Kertas saring  Aluminium foil  Botol semprot  Pipet tetes  Timbangan Mettler  Pemanas listrik  Melting point apparatus 2. FMIPA. BAB III METEDOLOGI PERCOBAAN A.5H2O .40 WIB Tempat : Laboratorium Kimia Anorganik.

5M  Amonia pekat  Etanol  Akuades B.  Tutup rapat dengan alumunium foil dan biarkan pada suhu ruang.  Tambahkan 20mL etanol dengan pipet tetes secara perlahan melalui dinding gelas sampai terbentuk dua lapisan (bawah = biru gelap. Pembuatan Garam Kompleks  Larutkan sebanyak x g tembaga(II) sulfat pentahidrat dengan 5.  Reaksikan kedua larutan tersebut dengan 2mL KSCN 0. proses kristalisasi bisa dibantu dengan menambahkan air dingin di luar wadah gelas. amati pertumbuhan kristal yang terbentuk pada hari berikutnya.  Diamkan larutan tersebut pada suhu kamar.  Keringkan pada suhu kamar dan timbang massanya. 2. . 3.  Timbang x g amonium sulfat dan larutkan dalam 20 mL air (sebagai larutan 2). Prosedur kerja 1.  Saring dan letakkan dalam gelas arloji lalu keringkan kristal dalam oven pada ±60°C selama 2 jam.  (NH4)2SO4  KSCN 0. nilai x akan diberikan oleh asisten. atas = bening).  Saring kristal yang terbentuk dan cuci dengan etanol secukupnya. Amati perubahan yang terjadi. Uji Kualitatif  Timbang sejumlah massa yang sama dari garam rangkap dan garam kompleks yang diperoleh kemudian masing – masing larutkan dengan 5 mL akuades.  Tambahkan amonia pekat tetes demi tetes (sambil diaduk) sampai endapan yang terbentuk larut kembali (amonia berlebih).  Uapkan larutan tsb sampai jenuh dan kemudian biarkan dingin.0 mL akuades dalam gelas kimia 50 mL (nilai x akan diberikan oleh asisten). Pembuatan Garam Rangkap  Timbang x g tembaga(II) sulfat pentahidrat dan larutkan ke dalam 20 mL air mendidih (sebagai larutan 1). kemudian kristal ditimbang. nilai x akan diberikan oleh asisten.5M.  Campurkan larutan 1 dan 2 kemudian aduk hingga homogen.

Kristal mulai terbentuk kemudian dicuci dengan etanol secukupnya.5H2O + 5 ml Larutan berwarna biru aquades + 2 tetes ammonia pekat 2. tutup Larutan berwarna biru tua dan dengan aluminium foil dan diamkan beberapa hari terbentuk dua lapisan (biru gelap 4.2 gram 2. Kristal yang terbentuk disaring. Pembuatan Garam Kompleks Perlakuan Pengamatan 1. Tabel Pengamatan 1.7 gram B. aduk hingga homogen 2. Diuapkan atau dipanaskan 3. setelah itu di timbang Berat kristal = 3. Pembuatan Garam Rangkap Perlakuan Pengamatan 1.5H2O + 20 ml Larutan berwarna biru muda aquades mendidih. dibagian bawah dan bening kemudian dikeringkan dalam oven. 2 gram CuSO4. dibagian bawah) setelah itu di timbang Berat kristal = 1. 2 gram CuSO4. Aduk hingga homogen Larutan berwarna biru muda 3. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. campurkan dengan 2 gram ammonium sulfat + 20 ml aquades. Diamkan dan dinginkan dalam bak Larutan berubah menjadi warna es biru tua 4. Kristal yang terbentuk disaring. Ditambahkan 20 ml etanol. Perhitungan .

032 mol 0.8 mol/ L mol NH3 ¿ M .00396 mol .00801 mol 0.008 mol Maka.00801 mol 0. 0.5 gram / mol gram ¿ mol CuSO4. . ρ.5H2O + 4 NH3 Cu (NH3)4SO4.029 0.00801 mol 37 .2 ml Mr = 17 gram / mol Massa Kristal = 1.91 kg /L .2 gram Mr = 245.V ¿ 19.008 mol Akhir -0.5 gram/mol ¿ 0. 1000 g /kg ¿ 17 gram/mol ¿ 19. - Reaksi 0.5H2O Mr 2 gram ¿ 249.2 x 10−4 L ¿ 0. 1.5 gram / mol Volume ammonia pekat = 0. Pembuatan Garam Kompleks Massa CuSO4.H2O + 4H2O Awal 0.5H2O = 2 gram Mr = 249.00396 mol Reaksi : CuSO4. 1000 g /kg ¿ M NH3 Mr 0.8 mol/ L .37 .

5H2O + (NH4)2SO4 Cu(SO4)2(NH4)2.964 gram x 100 % = 61 % 2.H2O = mol .5 gram/mol ¿ 0.2 gram / 1. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa berat kristal adalah = 1.7 gram Mr = 399.H2O adalah 1.5 gram / mol Massa (NH4)2SO4 = 2 gram Mr = 132 gram / mol Massa Kristal = 3.5 gram/mol Massa = 1. Pembuatan Garam Rangkap Massa CuSO4.00801 mol gram ¿ mol (NH4)2SO4 Mr 2 gram ¿ 132 gram/mol ¿ 0. berat teoritis dari kristal Cu(NH3)4SO4. Mr = 0.008 x 245.5H2O Mr 2 gram ¿ 249.2 gram Sehingga % rendemen hasilnya = berat sampel / berat teoritis x 100 = 1.01 mol - .964 gram.964 gram Jadi.00801 mol 0. Massa Cu(NH3)4SO4.5H2O = 2 gram Mr = 249.015 mol Reaksi : CuSO4.5 gram / mol gram ¿ mol CuSO4.6H2O Awal 0.

01 x 399. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa berat kristal adalah = 1.5 gram x 100 % = 92. berat teoritis dari kristal Cu(SO4)2(NH4)2.7 gram / 399.01 mol Akhir -0.01 mol Maka.6H2O = mol . Reaksi 0.5 gram/mol Massa = 3. Mr = 0. 0.61 % .01 mol 0.6H2O adalah 3.002 mol .2 gram Sehingga % rendemen hasilnya = berat sampel / berat teoritis x 100 = 3. Massa Cu(SO4)2(NH4)2.995 gram.01 mol 0.995 gram Jadi.

Garam rangkap memiliki struktur yang lebih panjang dibandingkan sengan struktur garam kompleks. selanjutnya kristal tersebut ditimbang. Kristal yang sudah terbentuk disaring menggunakan kertas saring. Kristalisasi adalah proses dimana kristal garam kompleks dan garam rangkap terbentuk melalui beberapa proses diantaranya : pemanasan. sedangkan . Pembahasan Garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks. pendinginan. Rekristalisasi bertujuan untuk mendapatkan kristal dengan kemurnian tertinggi yang bebas dari pengotor – pengotor kristal. Percobaan pertama yaitu pembuatan garam kompleks Cu(NH3)4SO4. penguapan. Setelah pengeringan selesai.C. Garam rangkap dalam larutannya merupakan campuran berupa ion sederhana yang akan mengion bila dilarutkan lagi. Larutan tersebut ditutup dengan aluminium foil dan diamkan selama beberapa hari. berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ion kompleks apabila dalam larutan. kemudian kristal dikeringkan didalam oven. Penambahan etanol pada saat pembuatan garam kompleks berfungsi untuk mencegah penguapan yang dapat terjadi pada saat pembuatan garam kompleks. Garam rangkap terbentuk dari dua garam yang mengkristal secara bersama-sama dalaam perbandingan molekul tertentu. Berat kristal yang diperoleh adalah sebanyak 1. Setelah dilarutkan.H2O dimana terusi dilarutkan dengan aquades dan ammonia pekat yang selanjutnya ditambahkan dengan etanol. Garam-garam ini memiliki struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Penguapan tersebut harus dicegah agar tidak banyak komponen kristal garam kompleks yang terbuang ke udara. Kristal yang terbentuk dari proses kristalisasi selanjutnya dapat dimurnikan atau direkristalisasi menggunakan beberapa pelarut yang cocok atau sesuai dengan kristal yang terbentuk. penyaringan. Garam kompleks ini berbeda dengan garam rangkap.2 gram. Garam kompleks dan garam rangkap dapat dibuat kristalnya melalui serangkaian proses kristalisasi dan rekristalisasi.

Setelah itu. Percobaan kedua adalah proses pembuatan garam rangkap Cu(SO4)2(NH4)2. kemudian kristal dikeringkan pada suhu kamar. hal tersebut disebabkan karena tidak adanya ketersediaan bahan yang dibutuhkan dalam pengujian kualitatif pada kristal garam kompleks dan garam rangkap.964 gram. Maka rendemen kristal yang diperoleh adalah sebesar 61 % dan sisanya adalah pengotor-pengotor.61 % dan sisanya adalah pengotor-pengotor. selanjutnya kristal disaring dan dicuci dengan etanol secukupnya. prosese pemanasan ini dilakukan agar zat-zat yang terdapat dalam larutan semakin cepat atau mudah bereaksi. kristal selanjutnya ditimbang dan berat kristal yang diperoleh adalah 3. Untuk uji kualitatif praktikan tidak melakukannya.secara teoritis berat kristal adalah 1.7 gram.995 gram. sedangkan secara teoritis berat kristal adalah 3. larutan didinginkan dalam bak es agar proses pembentukan kristal berlangsung dengan cepat. Setelah proses pengeringan kristal selesai. . Setelah krista sudah terbentuk. Maka rendemen kristal yang diperoleh adalah sebesar 92. Kemudian campuran ini diuapkan dengan cara pemanasan.6H2O dimana terusi dilarutkan dengan aquades mendidih dan dicampurkan dengan ammonium sulfat yang sudah dilarutkan dengan aquades.

2 gram dengan rendemen 61 % . Sifat dari garam kompleks yakni jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi kompleks dan ionnya. 2. sedangkan sifat garam rangkap jika dilarutkan dalam air akan terionisasi menjadi ion-ion pembentuknya. BAB V KESIMPULAN A.7 gram dengan rendemen 92. Kristal garam rangkap kupri ammonium sulfat hidrat CuSO 4(NH4)2SO4.61 % 3.xH2O yang terbentuk sebanyak 1. Kesimpulan 1.xH2O yang terbentuk sebanyak 3. Kristal garam rangkap kupri ammonium sulfat hidrat Cu(NH3)4SO4.

G. Rineka Cipta. Sukardjo. Kimia Koordinasi. J. Jakarta: Erlangga. UI. Day. 1985. Asas Pemeriksaan Kimia Edisi Pertama. 2004. dkk. M. Yogyakarta : UGM Press Hadiat. Kamus Sains. Jakarta. Analisi Anorganik Kuntitatif Makro dan Semimikro. . Selbin. Jakarta : Balai Pustaka Rivai. 1993. DAFTAR PUSTAKA Bassett. Svehla. Kimia Anorganik Teori. 1994. Jakarta : PT Kalman Media Pusaka. Jakarta. 1995. Raymond. Kimia Dasar Jiid Satu Edisi Ketiga. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Chang. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. H.1985.1994.C dan J.