Program Pengawasan Obat, Makanan dan

sebagainya

Secara garis besar, masalah-masalah pokok yang
dihadapi di dalam usaha peningkatan pengawasan obat,
makanan, minuman, kosmetika, alat kesehatan,
obat tradisional, narkotika dan bahan obat berbahaya
dalam Repelita III, adalah masalah-masalah yang
menyangkut bidang prasarana pengawasan dan sarana
pengawasan, serta bidang kete- nagaan; di
samping itu juga ada masalah penyediaan obat-obatan
esen- sial, masalah penyediaan bahan baku
obat nasional serta masalah harga.

rumah Sakit. Meningkatkan mutu obat. baik melalui jalur pemerin. kan dan lebih memantapkan uaaha- usaha pengawasan produksi. Kebijaksanaan dalam Repelita III adalah melanjutkan. makanan dan minuman. (2) Menyelenggarakan tersedianya sebahagian obat- obat esensial oleh pemerintah sendiri untuk keperluan Puskesmas dan Rumah. kosmetika dan alat kesehatan serta obat tradisional. kosmetika dan alat kesehatan. dengan jalan : a. termasuk khasiat atau nilai atau kegunaan. obat tradisional. d. Langkah-langkah pokok di bidang pengawasan obat. bahaya lainnya. meningkat. serta narkotika dan bahan obat ber. serta penyebarannya yang makin merata. Mencegah penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya lainnya. - tah maupun melalui jalur swasta dan swasembada masyarakat. makanan dan minuman. (3) Mengusahakan penyempurnaan sistem distribusi 122 . b. Mencegah diproduksi. makanan dan minuman. diedarkan dan digunakannya obat. Mengusahakan cukupnya persediaan obat dengan penyebarannya yang makin merata dan dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. Harga dan macam obat-obatan esensial ditentukan oleh pemerintah. efektif dan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat luas. serta keamanannya. per-edaran dan penggunaan obat. c. makanan dan sebagainya dalam Repelita III' meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : (1) Mengusahakan tersedianya obat-obatan yang cukup aman. kosmetika dan alat kesehatan serta obat tradisional yang tidak memenuhi syarat bagi kesehatan manusia.

aturan perundang-undangan maupun pedoman pelaksanaan. yang meliputi persyaratan produksi dan distribusi.obat. makanan dan sebagainya. (4) Mengusahakan adanya suatu sistem penyediaan bahan baku obat nasional. persyaratan badan produksi dan badan distribusi obat. baik yang berupa per. (5) Meningkatkan usaha-usaha di bidang prasarana dan sarana pe. . ngawasan obat. makanan dart sebagainya.

konsumen dan sebagainya dalam rangka mengembangkan kesadaran masyarakat sehingga ada peran-serta dalam usaha pengawasan obat. (7) Meningkatkan kegiatan pendaftaran obat. pembakuan mutu dan lain-lain termasuk penyederhanaan tata cara perizinan. - nanya berupa pembangunan laboratorium pengujian di Pusat dan di Propinsi-propinsi. (11) Meningkatkan kerja sama dengan organisasi- organisasi profesi. dan pemeriksaan secara pengambilan contoh terhadap obat. pengusaha. (8) Meningkatkan usaha pencegahan penyalahgunaan narkotika. makanan dan sebagainya. (9) Meningkatkan jumlah. makanan dan sebagainya baik yang akan diedarkan maupun yang telah ada dalam peredaran. (6) Meningkatkan pemeriksaan setempat dan pembinaan terhadap badan usaha produksi dan badan usaha distribusi obat. obat tradisional. serta pembakuan mutu dan/atau persyaratan lain yang ditetapkan. Untuk mendapatkan kepastian mengenai keamanan. makanan dan sebagainya. khasiat atau nilai gizi atau kegunaan. makanan dan . makanan dan minuman. jenis dan ketrampilan tenaga di bidang pengawasan obat. makanan dan sebagai. Selain itu juga meningkatkan usaha-usaha sara. obat berbahaya lainnya dan minuman keras. nya. termasuk sarana penunjang. serta narkotika dan bahan obat berbahaya lainnya. keracunan dan hal-hal lain yang disebabkan oleh obat. (10) Mengembangkan sistem pengendalian tentang akibat sampingan. kosmetika dan alat-alat kesehatan.

sebagainya. 8. Oleh karena itu pengembangan tenaga kese. Program Pendidikan dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Janis dan jumlah tenaga kesehatan yang ada dewasa ini sebetulnya masih kurang sesuai dengan kebutuhan sistem pelayanan kesehatan yang terus berkembang. hatan adalah penting sekali untuk dapat menunjang pembangunan di bidang kesehatan. Tujuan pokok pengembangan dan pembinaan tenaga kesehatan adalah : 123 .

sarjana kesehatan. (3) Meningkatkan perencanaan dan pengawasan usaha pendidikan dan latihan tenaga kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut akan dilakukan berbagai kebijaksanaan dan kegiatan pokok sebagai berikut : (1) Meningkatkan mekanisme kerjasama yang mantap antara bidang pelayanan dan pengembangan pendidikan. Pendidikan dokter umum maupun ahli.a Meningkatkan penyediaan jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang dapat melakukan fungsi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. yaitu : perencanaan. Dalam pengembangan tenaga kesehatan mencakup tiga komponen panting. Meningkatkan pengembangan dan pelaksanaan proses pendidikan dan latihan yang sesuai dengan keperluan. b. serta penggu. sarjana lainnya serta tenaga para medis akan lebih ditingkatkan dan diperluas serta diarahkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terbanyak. yang meliputi jenis dan jumlah tenaga yang diperlukan. dan pemerintah atau masyarakat dapat merencanakan dan melaksanakan pengembangan. sehingga berbagai ba. (4) Meningkatkan pembinaan dan pengelolaan tenaga kesehatan agar supaya tenaga yang telah 124 . naan tenaga kesehatan. tenaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. pendidikan dan latihan. untuk memenuhi kebutuhan tena- ga kesehatan yang diperlukan. (2) Menyusun rencana tenaga kesehatan secara keseluruhan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu kurikulum pendidikan dokter dan para-medis akan diarahkan kepada pelayanan masyarakat luas.

dihasilkan dapat dipergunakan dengan sebaik- baiknya. sesuai dengan keperluan yang ada. Pengembangan tenaga dokter Puskesmas akan dilanjutkan secara bertahap dengan pendidikan dokter ahli baik klinis maupun ke- sehatan masyarakat. Dalam hubungan ini pembinaan tenaga kesehatan yang berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja akan lebih ditingkatkan melalui pentahapan yang terarah. dalam rangka meningkatkan hasil-guna dan dayaguna dari pelayanan kesehatan. .

(5) Agar tenaga-tenaga kesehatan yang telah dihasilkan dapat didaya- gunakan dengan sebaik-baiknya.387 (62) (59) hatan termasuk 27. seleksi serta penempatan secara berangsur-angsur dilaksanakan berdasarkan pada sistem karier dan prestasi kerja. latihan kerja dan lain-lain untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan. (22)(23) bidan) Sanitarian (24) 2. (56) 1.697 1. penjenang 3. (6) (7) TABEL 20 — 1 (8) KEADAAN BEBERAPA JENIS TENAGA KESEHATAN UNTUK PELAYANAN PUSKESMAS PADA AKHIR REPELITA II DAN AKHIR REPELITA III (10) Keadaan pada (12) Keadaan (9) Jenis Tenaga (11) Akhir pada Repelita II (13) Akhir (14)(15) Dokter (16) 3.37 (63) bidan.397 (25) 6. (39) (38) Tata Usaha dan Tenaga Penunjang (40) (41) (42)(43) Lainnya (44) 3.978 (46) TABEL 20 — 2 (47) KEADAAN BEBERAPA JENIS TENAGA KESEHATAN UNTUK PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM PADA AKHIR REPELITA II DAN (48) AKHIR REPELITA III (49) Jenis Tenaga (50) Keadaan pada (52) Keadaan (51) Akhir Repelita pada 11 (53) Akhir (54) 1. (69) 14.147 (17) 5.464 (45) 24.975 (70) 6. Medis: dokter umum.277 4. Untuk itu Pemerintah mengikut sertakan organisasi Profesi/Fungsional . Di samping itu akan lebih ditingkatkan pembinaan tenaga-tenaga kesehatan melalui penataran-penataran.650 6. Non-medis : tenaga administrasi. (31) (30) Dokter Gigi (32)920 (33) 5. (27) (26) Perawat Gigi (28) (29) 2.205 (58) 2. (65) 1. ahli gizi dan lain-lain (67) 4. (19) (18) Perawat Kesehatan (termasuk (20) 9. Dalam hubungan ini peng- adaan. dokter ahli. maka pengelolaan tenaga ke- sehatan perlu dilaksanakan dengan mantap. (34)(35) Pembantu Pengatur ()bat (36) 184 (37) 472 5.282 2.773 (64) tur obat. Paramedis non- perawatan :penga. yang bersangkutan.318 (21) 25.479 3.032 (66) 20.565 (57) 3. Paramedis perawatan: perawat kese- (61) 16.105 (68) dan tenaga penunjang lainnya (71) .