You are on page 1of 27

DINAMIKA FLUIDA

Bab 8, Dinamika Fluida 1


Setelah mempelajari bab ini mahasiswa mampu
(kompeten), mengenai :
Jenis aliran dalam fluida
Aliran laminer dan aliran turbulen
Persamaan kontinuitas
Hukum Bernoulli
Teorema Torricelli
Alat ukur venturi meter
Hukum Stokes

Bab 8, Dinamika Fluida 2


PENDAHULUAN

Pada bab ini dibahas tentang gerak fluida, tapi terlebih


dahulu dikemukakan tentang sifat-sifat fluida yang
mendasar untuk mempelajari gerak fluida tersebut dengan
syarat-syarat tertentu agar lebih mudah dipahami. Pada
bagian pertama dibahas sifat-sifat fluida, seperti
kekentalan, aliran mantap dan aliran rotasional. Pada
bagian berikutnya dibahas tentang hukum-hukum dan
penerapannya yang berkaitan dengan dinamika fluida,
antara lain Persamaan Kontinuitas, Hukum Bermoulli,
Teorema Torricelli, alat Venturi dan Hukum Stokes.

Bab 8, Dinamika Fluida 3


KEKENTALAN, ALIRAN MANTAP DAN ALIRAN ROTASIONAL

Kekentalan (viskositas)
Dalam statika fluida tidak ada gesekan (komponen gaya
yang sejajar dengan permukaan), tetapi dalam dinamika
fluida mungkin saja ada gesekan. Jika dalam benda tegar
dan elastis kita mengenal koefisien gesek kinetik, maka
besaran seperti itu dalam dinamika fluida dinamakan
kekentalan atau viskositas.
Dalam kinematika kita mengenal permukaan yang ideal
yaitu permukaan licin yang koefisien geseknya sama dengan
nol, maka dalam statika fluida tidak ada gesekan yang
berarti kekentalannya sama dengan nol pula.

Bab 8, Dinamika Fluida 4


ALIRAN MANTAP, STASIONER, LAMINER
Aliran mantap atau aliran stasioner atau aliran laminer yaitu
kecepatan di tiap titik dalam ruang tertentu arah dan
besarnya, artinya setiap elemen fluida yang melewati suatu
titik ( misalnya titik A) yang mempunyai kecepatan v yang
tertentu. Aliran ini dapat diungkapkan secara kualitatif
dengan garis aliran medan atau garis arus.
II

I
Rapat garis Arus
Bab 8, Dinamika Fluida 5
Arah kecepatan di tiap titik searah dengan garis singgung
pada garis arus di titik tersebut. Kumpulan garis arus yang
melintasi suatu permukaan persatuan luas sebanding
dengan besarnya kecepatan di permukaan tersebut.
Artinya, rapat garis arus sebanding dengan kecepatan

Dalam tersebut pada daerah I kecepatannya lebih besar dari


daerah II, karena mempunyai jumlah garis arus yang lebih
rapat. Kumpulan garis arus tersebut dapat membentuk
tabung arus.

Bab 8, Dinamika Fluida 6


Dalam aliran ini, fluida bergerak dalam lapisan-
lapisan dimana setiap partikel fluida mengikuti
lintasan yang kontinu dan teratur, tetap berada
dalam urutan-urutan tanpa terjadi penyusulan
partikel dibelakangnya Analogi/Ilustrasi :
Gerak tentara dalam berbaris merupakan contoh
gerak laminar, meskipun gerak berbelok-belok
pada persimpangan

Bab 8, Dinamika Fluida 7


ALIRAN TURBULEN, ALIRAN ROTASIONAL.

Pada gerak benda tegar, suatu benda dapat bergerak


berotasi sambil bertranslasi, misalnya gerak
menggelinding. Dalam gerak elemen fluida yang
mengalir dapat terjadi juga gerak rotasi. Jika demikian
energi kinetiknya harus dinyatakan dengan dua suku,
pada bab 8 yaitu :

K=K rotasional +K translasi

Bab 8, Dinamika Fluida 8


Fluida dalam bergerak tidak teratur berliku-liku (Zig-
Zag), tetapi secara statistik gerak keseluruhan partikel
fluida dapat diramalkan.

ALIRAN TURBULEN

Analogi/ilustrasi gerak turbulen : Gerak orang-orang di


stasiun atau terminal.

Bab 8, Dinamika Fluida 9


Reynolds Number (NRe)
The Reynolds Number characterizes the flow properties
(laminar or turbulent).
NRe = Inertial forces/viscous forces
= D u / = u D / v = 4 m/ D
Where :
= fluid density (Kg/m3)
u = Average velocity of fluid and u = free stream velocity (Pa.s)
v = kinematic viscosity (m2/s)
D = length characteristic, length for a plate, diameter for cylinder or sphere.
= dynamic viscosity (Pa.s)
m = mass flow rate (Kg/s)

NRe 2100, Laminar

NRe 2100 - 10000, Transitional

NRe 10000, Turbulent


PERSAMAAN KONTINUITAS

v2

A2 A '2
s 2
s1
v1
A1 A1'

Fluida yang mengalir pada dua permukaan


dengan luas yang berbeda
Bab 8, Dinamika Fluida 11
Karena konstan dan tak ada sumber tempat keluarnya
aliran, maupun sumur tempat masuknya aliran, maka
massa fluida akan masuk ke daerah penampang A1 dan
keluar dari penampang A2 setelah menempuh t tertentu
dengan jumlah yang sama.

m = V = A1s1 = A 2 s 2
Maka,
A 1 s1 = A 2 s 2
A 1 v1 t = A 2 v 2 t
A1v1 = A 2 v 2
Persamaan diatas dinamakan persamaan kontinuitas

Bab 8, Dinamika Fluida 12


PERSAMAAN BERNOULLI
Hukum Bernoulli berlaku dalam suatu tabung arus
dengan syarat :

Aliran tidak turbulen (kacau) berarti aliran harus


stasioner
Fluida tidak termampatkan, berarti konstan
Tidak ada sumber/sumur, berarti tidak ada fluida yang
masuk (dari sumber, misalnya mata air) dan yang
keluar (melalui lubang sumur) selain kedua ujung
tabung.
Fluida tidak kental berarti tidak ada gesekan
Aliran tidak rotasional berarti energinya hanya energi
translasi saja.

Bab 8, Dinamika Fluida 13


Penjelasan Hukum Bernoulli

Keterangan :
K1 = energi kinetik pada kedudukan 1
U1 = energi potensial pada kedudukan 1
F1 = p1A1 = gaya pada Kedudukan 1

Bab 8, Dinamika Fluida 14


Berdasarkan rumusan, kerja atau usaha sama dengan
perubahan energi mekanik.
v v
v vF.d s = E M = K + U
F v
Av A.ds = (K2 K1) (U1 U2 )
pdV = (K2 K1) (U1 U2 )

Dari rumusan di atas dV adalah elemen volume,


sehingga diperoleh rumusan usaha sebagai berikut yaitu,

W1 = p1 V1

Bab 8, Dinamika Fluida 15


Bernilai positif karena tekanan p1 berarah kekanan

W2 = p2 V2
Bernilai negatif karena tekanan p2 berarah ke kiri

Sehingga :
W total = W1 + W 2
1
( p1 p2 )V = m( v 2 v1 ) mg (h1 h 2 )
2 2
2
m
karena =
V
atau m = V

Bab 8, Dinamika Fluida 16


Maka,

1
( p1 p2 )V = V(v2 v1 ) Vg(h1 h 2 )
2 2
2
Jadi,
1 2 1 2
p1 + v1 + gh1 = p2 + v 2 + gh 2
2 2
Dikenal sebagai Hukum Bernoulli.

Bab 8, Dinamika Fluida 17


Penggunaan Hukum Bernoulli

1. Teorema Torricelli
Pada bagian ini dibahas mengenai penerapan Hukum
Bernoulli yang dikenal sebagai teorema Torricelli, dan
dibahas pula alat ukur kecepatan fluida yang dikenal dengan
nama alat ukur venturi.
Perhatikan gambar berikut :
p0 = p2

v2 0
v1 >> v 2 dianggap konstan
h = h2 h1
p o = 1 atm = tekanan udara
p 0 = p1
standar

Penjelasan Teorema Torricelli


Bab 8, Dinamika Fluida 18
PENGGUNAAN HUKUM BERNOULLI

1 2 1 2
p1 + v1 + gh1 = p2 + v 2 + gh 2
2 2
po po 0
p0 = p 2
1 2
v1 = g(h1 h 2 )
2 v2 0

v1 = 2gh ; h = ( h1 h 2 )
p0 = p1

Bab 8, Dinamika Fluida 19


2. Alat Ukur Venturi
A2
P2
A1

Persamaan kontinuitas P1 v1
v2

pada titik 1 dan 2 adalah, t-h

H
A1v1 = A 2 v 2 air t h

A1
v2 = v1
A2 air raksa
HG = 13,6 gr cm 3
karena

A1 > A2 , maka v1 < v2

Bab 8, Dinamika Fluida 20


Penerapan hukum Bernoulli P2
A2
A1
pada pipa venturi kita peroleh : P1 v1
v2

1 2 1 2 t-h

p1 + v1 + gh1 = p2 + v 2 + gh 2 h
H

2 2 air t

1 2 1 2
p1 + v1 = p2 + v 2
air raksa
HG = 13,6 gr cm 3

2 2

Dari gambar di atas, h1 = h2 = H, berlaku

1 2 1 2
p1 p2 = v 2 v1
2 2
1 A12
p1 p 2 = ( 2 1) v12
2 A2
Bab 8, Dinamika Fluida 21
Sedangkan tekanan hidrostatik tabung U kolom kiri dan
kanan, berlaku:
p1 + gt = p 2 + g ( t h ) + ' gh
p1 p 2 = gh (') A1
P2
A2

v2
P1 v1
Dari kedua persamaan di atas kita t-h

peroleh, H
air t h

1 2 A12
v1 2 1 = gh (')
2 A2
air raksa
HG = 13,6 gr cm 3

Atau, Keterangan:
2gh (')
v12 = = Hg = 1360 kg/m3
A12 = air = 1000 kg/m3
2 1
A2
Bab 8, Dinamika Fluida 22
HUKUM STOKES

Jika ada benda bergerak dalam aliran yang steady (tunak),


maka bola akan mendapat gaya gesekan yang menurut Sir
George Stokes besarnya adalah :

Keterangan :

Tanda minus menunjukkan arah gaya berlawanan arah dengan arah


kecepatan gerak benda.
(dibaca eta)= viskositas
r = jari-jari bola
v = kecepata relatif bola terhadap cairan.

Bab 8, Dinamika Fluida 23


Pada bola terdapat tiga
FS
macam gaya, yaitu : gaya FA
berat benda , gaya
Archimedes, dan gaya
Stokes, sehingga persamaan v
geraknya berdasarkan
hukum II Newton adalah :

v n W
v
Fl = mla
l =1
l Benda bergerak dengan
kecepatan konstan dalam
W Fs FA = m b a fluida

Bab 8, Dinamika Fluida 24


Atau,
W Fs FA = m b a
mg f V b g 6 rv = m b a
b Vb g f Vb g 6rv = m b a
4 3 4 3
rb b g rb f g 6rv = m b a
3 3
Keterangan:

a = percepatan benda
g = percepatan gravitasi
Vb = volume benda
g = percepatan gravitasi
Vb = volume benda

Bab 8, Dinamika Fluida 25


Jika benda bergerak lurus dan akhirnya mencapai
kecepatan tetap artinya percepatan sama dengan nol,
maka berlaku :

4 3 4 3
rb b g rb f g 6rv = 0
3 3
atau,
(b f )
2
2 gr
v = vakhir =
9
Dimana v = vakhir bernilai konstan.

Bab 8, Dinamika Fluida 26


Example
Calculate the settling velocity of starch
particles of 60 mm diameter in air at 21C and
100 kPa pressure. Assume that the particles
are spherical and of density 1280 kg m-3, and
that the viscosity of air = 1.8 x 10-5 N s m-2 and
density of air = 1.2 kg m-3.

Bab 8, Dinamika Fluida 27