MAKALAH KONSEP STRESS DAN ADAPTASI

Disusun Oleh :

KELOMPOK : 2 (DUA)

 DENI YOAN A 04121003053
 DWI PURNAMA SARI 04121003035
 HIKMAH UTARI HIRDITIA 04121003051
 MADE AYU HARIYATI 04121003049
 UTARI SEPTERA 04121003021

ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDERALAYA

2013

1

.. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah- Nya. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Etika Keperawatan dan pihak lainnya yang telah memberikan semangat dan saran yang membangun demi tersusunnya makalah ini. Adapun maksud dari penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan. Sholawat teriring salam seyogyanya kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kami menyadari akan kekurangan dari makalah ini. Februari 2013 Penyusun 2 . Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. maka dari itu kami menerima kritik dan saran demi kesempurnaan penulisan dan perbaikan dimasa yang akan datang. Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Allah SWT. Indaralaya. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Konsep Stress dan Adaptasi ini. beserta pengikutnya hingga akhir zaman.

..............................2 Rumusan Masalah........................1 Kesimpulan......4 Tahap-tahap stress.3 2............................... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...............................................................................................i DAFTAR ISI……………………………………………………....................3 2........................................................................................................................................................................2 1...........................................3 2........................8 BAB III PENUTUP...............................................................................................................3 Model Stress........1 1.....................................................................5 2.......................3 Tujuan...............................................................5 Adaptasi stress.................................13 3 ....1 1...........................4 2........................................................................................……………………ii BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................................................................4 Manfaat..........11 3.................................................................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................5 2......1 Pengertian Stress dan Stresor............11 DAFTAR PUSTAKA.......2 Jenis Stress.........................................................................1 Latar Belakang...................................................................................................2 1..................................................................6 Manajemen stress...............................

detak jantung lebih cepat. mengatasi. dsb. Sebagian besar stres dapat dipicu karena pengaruh eksternal dan ada pula yang dipengaruhi oleh faktor internal individu tersebut. melalui penanganan yang tepat dengan adanya pemahaman yang baik mengenai stres. Sebagian besar orang beranggapan bahwa yang dimaksud stres adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan membuat orang tersebut merasa tidak nyaman. Stres dapat timbul karena adanya konflik dan frustrasi. bagaimana mencegahnya.mudah marah. Stres sebenarnya dapat dicegah dan diatasi dengan cara-cara tertentu. Pemahaman yang baik terhadap stres akan membantu kita dalam menghadapi stres ketika stres tersebut menyerang kita. BAB I PENDAHULUAN 1. Kata stres telah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.1 LATAR BELAKANG. ataupun memanfaatkan stres tersebut sebagai salah satu bagian dari hidup kita. gangguan pencernaan.tampaknya tidak banyak orang yang mengetahui tentang stres. Tapi melihat hal-hal tersebut. stress merupakan salah satu gejala psikologis yang dapat menyerang setiap orang. tekanan darah meningkat. maka individu tidak akan terkena dampak negatif dari stres tersebut. bingung. 1 .

2 RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana tehnik manajemen stress ? 1. teman-teman sejawat. Bagaimana adaptasi terhadap stress ? 5. Untuk mengetahui penjelasan tentang stress berdasarkan jenis dan modelnya 3. 2 . Untuk mengetahui tahapan-tahapan yang termasuk dalam stress 4.4 MANFAAT Hasil tulisan makalah ini di harapkan dapat memberikan informasi yang berarti bagi dosen. dan pembaca. Untuk mengetahui cara adaptasi terhadap stress 5.1.3 TUJUAN 1. Bagaimana penjelasan tentang stress berdasarkan jenis dan modelnya ? 3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan stress 2. Apa sajakah yang termasuk dalam tahap-tahap stress ? 4. Apakah yang dimaksud dengan stress ? 2. Untuk mengetahui tehnik manajemen stress 1.

2. Sumber stresor dari masyarakat dan lingkungan dapat berasal dari lingkungan pekerjaan. faktor hormon atau gas. Stres kimiawi.2 JENIS STRES Ditinjau dari penyebabnya. basa. Dapat berasal dari keluarga.). fungsi jaringan. 3 . lingkungan sosial. Stresor individual dapat timbul dari tuntutan pekerjaan atau beban yang terlalu berat. masa pubertas. adanya polusi udara dan sampai di lingkungan tempat tinggal kita. perpisahan orang tua. dll.1. dll. merupakan stres yang disebabkan oleh keadaan fisik. bakteri. ketidakpuasan dengan fisik tubuh. berasal dari diri sendiri. atau parasit. merupakan stres yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia yang terdapat pada obat-obatan. “(ivancevich dan Matteson. 2. karakteristik atau sifat yang dimiliki dan sebagainya. Stresor yang berasal dari keluarga disebabkan oleh adanya perselisihan da. penyakit yang dialami. zat beracun asam. merupakan stres yang disebabkan oleh kuman. respon adaptif. seperti suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. dan lingkungan. sinar matahari yang terlalu menyengat. atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan/atau psikologis terhadap seseorang. menyatakan bahwa stres merupakan situasi dimana suatu tuntutan yang sifatnya tidak spesifik dan mengharuskan seseorang memberikan respons atau mengambil tindakan. 1976. Hans Seyle. Perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal dapat menganggu fungsi organisme sehingga penting bagi organisme tersebut untuk beradaptasi terhadap stresor agar dapat bertahan.  Faktor Eksternal. seperti virus. dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis berikut : 1. organ. 2. dll. 1980 dalam Kreitner dan Kinicki. adanya angota keluarga yang mengalami lecanduan narkoba. suara bising. Stres fisiologis. 2004. 4. antara lain gangguan struktur tubuh.1 Sumber Stresor  Faktor Internal.am keluarga. dipengaruhi oleh karakteristik individual dan/atau proses psikologis. Stresor merupakan stimuli yang mengawali atau memicu perubahan yang menimbulkan stres atau atau dapat disebut juga faktor yang dapat menyebabkan seseorang stres. adanya atasan yang tidak pernah puas ditempat kerja. kondisi keuangan. situasi.1 PENGERTIAN STRES DAN STRESOR Stress dapat didefinisikan sebagai. iri terhadap teman-teman yang status sosialnyalebih tinggi. Sebagai contoh. masyarakat. Stres mikrobiologis. atau lingkungan fisik. dll. Stres fisik. yaitu akibat dari tindakan. merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh. 3. BAB II PEMBAHASAN 2.

Model stres yang dikemukakan oleh Selye. resiprokal. dan interaktif. dan persepsi keseluruhan terhadap stres. 5. dan pertambahan usia. 1979 (dalam Dadang Hawari. Stres ditujukan oleh reaksi fisiologis tertentu yang disebut sindrom adaptasi umum (general adaptation syndrom-GAS). Model Berdasarkan Adaptasi Model ini menyebutkan empat faktor yang menentukan apakah suatu situasi menimbulkan stres atau tidak (Mechanic. misalnya dalam hubungan interpersonal. Stres psikologis atau emosional. merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan situasi psikologis atau ketidakmampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri. yang mengukur dampak dari peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan seseorang terhadap penyakit yang dideritanya. sistem pendukung.2011). merupakan stres yang disebabkan oleh proses tumbuh kembang seperti pada masa pubertas. 2. 2. menguraikan stres sebagai respons yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang dihadapinya. Praktik dan norma dari kelompok atau rekan-rekan pasien yang mengalami stres.4 TAHAPAN STRES Menurut Robert J.1962). Kemampuan untuk mengatasi stres. 2. Model stres ini dapat digunakan untuk membantu pasien mengatasi respons yang tidak sehat dan tidak produktif terhadap stresor. Model Berdasarkan Transaksi Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yang dinamis. 3. bergantung pada pengalaman seseorang dalam menghadapi stres serupa. 1976. 6. Sumber daya yang dapat digunakan untuk mrngatasi stresor. Pengaruh lingkungan sosial dalam membantu seseorang mneghadapi stresor. Stres berasal dari hubungan antara orang dan lingkungannya. Model Berdasarkan Stimulus Model ini berfokus pada karakteristik yang bersifat mengganggu atau merusak dalam lingkungan.3 MODEL STRES Akar dan dampak stres dapat dipelajari dari sisi medis dan model teori perilaku. sosial-budaya. Model Berdasarkan Respons Model stres ini menjelaskan respons atau pola respons tertentu yng dapat mengindikasikan stresor. atau keagamaan. stres dapat dibagi kedalam enam tahap berikut : 4 . 4. pernikahan.Van Amberg. Stres proses tumbuh kembang. Riset klasik yang mengungkapkan stres sebagai stimulus telah menghasilkan skala penyesuaian ulang sosial. yaitu : 1.

Jumlah energi yang dibutuhkan dan efektivitas upaya adaptasi tersebut bergantung pada intensitas. Tahap keempat. Adaptasi Fisiologi Riset klasik yang dilakukan selye. Tahap ini ditandai dengan kelelahan fisik yang sangat tidak mampu menyelesaikan pekerjaan ringan dan sederhana. tubuh gemetar dan berkeringat. seperti gangguan lambung dan usus. lingkup. LAS 5 . dan spiritual untuk beradaptasi. mudah lelah sesudah makan siang. dampak stres yang semula menyenangkan mulai menghilang dan timbul keluhan-keluhan karena habisnya cadangan energi. Tahap keenam. 2. teralalu lelah karena gangguan pola tidur. Tahap kelima. dan merasa mampu menyelesaikan menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya (namun tanpa disadari cadangan energi dihabiskan dan timbulnya rasa gugup yang berlebihan). dan adanya kemungkinan terjadi kolaps atau pingsan.GAS). kehilangan semangat. sering mengeluh lambung atau perut tidak nyaman. Tahap ini merupakan tahap stres yang paling ringan dan biasanya ditandai dengan munculnya semangat yang berlebihan. cepat lelah menjelang sore.LAS) dan sindrom adaptasi umum (general adaptation syndrome -. gangguan pada sistem pencernaan semakin berat. Maka keluhan akan semakin nyata. dang jangka waktu stresor. Tahap kedua. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan antara lain merasa letih sewaktu bangun pagi dalam kondisi normal. 3. kemampuan mengingat dan konsentrasi menurun. Jika tahap stres sebelumnya tidak ditanggapi dengan memadai.1997) membagi adaptasi fisiologi menjadi sindrom adaptasi lokal (local adaptation syndrome -. orang menggunakan energi fisiologi. 5. kesulitan untuk bernapas. sosial budaya. 2. biasanya ditandai dengan timbulnya rasa panik dan takut mati yang menyebabkan jantung berdetak semakin cepat. 1. gangguan pola tidur.psikologi.5 ADAPTASI TERHADAP STRES Ketika mengalami stres. Tahap pertama. Tahap ketiga. penglihatan lebih “tajam” dari biasanya. jantung berdebar-debar. serta semakin meningkatanya rasa takut dan cemas. Ketegangan otot semakin terasa. dan tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga. Tahap ini. Akan muncul gejala seperti ketidakmampuan untuk melakukan akyivitas rutin karena perasaan bosan. 6. otot punggung dan tengkuk terasa tegang. dan tidak bisa santai. 4. Tahap ini merupakan tahap puncak. serta jumlah stresor lainnya. serta muncul rasa rakut dan cemas yang tidak jelas penyebabnya. 1976 (dalam potter dan perry.

GAS terdiri atas tiga tahap. yaitu tidak melibatkan keseluruhan sistem tubuh 2. pada tahap ini tubuh sudah mulai stabil. 3. apabila reaksi lokal tidak dapat diatasi. yaitu tahap dimana individu siap menghadapi stresor yang akan masuk kedalam tubuh. bengkak. berkeringat. maka ia akan memasuki tahap ketiga. tingkat ormon. Tahap resistensi. Ciri-ciri LAS adalah sebagai berikut: 1. misalnya ketika daerah tubuh atau kulit terkena infeksi. yang selanjutnya memacu denyut jantung dan menyebabkan pernpasan menjadi cepat da dangkal. merupakan tahap awal dari proses adaptasi. Dan jika stres berkelanjut akan menyebabkan kematian. Jika stres dapat diselesaikan. Bersifat jangka pendek. yaitu membantu memperbaiki hemeostatis daerah atau bagian tubuh. Misalnya. Bersifat adaptif. yang dapat menyebabkan kelenjar adrenal mengeluarkan adrenalin. Tahap kelelahan. panas. terasa nyeri. tahap ini ditandai dengan terjadinya kelelahan karena tubuh tidak mampu lagi menanggung stres dan habisnya energi yang diperlukan untuk beradaptasi. Namun jika stresor tidak hilang. maka timbul gangguan sistem atau seluruh tubuh lainya berupa panas diseluruh tubuh. Adaptasi psikologi dapat bersifat konstruktif atau destruktif. Individu berupaya beradaptasi dengan stresor. Tahap ini dapat diawali dengan kesiagaan yang ditandai dengan perubahan fissiologi pengeluaran hormon oleh hipotalamus. dan output jantung kembali ke normal. Adaptasi Psikologis Merupakan proses penyesuaian secara psikologis dengan cara melakukan mekanisme pertahanan diri yang bertujuan melindungi atau bertahan dari serangan atau hal yang tidakmenyenangkan. yaitu diperlukan stersor untuk menstimulasikannya 3. Perilaku 6 . hipotalamus melepaskan hormon ACTH (hormon adienokortikotropik) yang dapat merangsang adrenal untuk mengeluarkan kortikoid yang akan memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Perilaku konstruktif membantu individu menerima tantangan untuk memecahkan konflik. Kemudian. dan kram. Aktivitas hormon yang ekstensif tersebut mempersiapkan untuk “fight-of-flight” 2. yaitu tidak berlangsung selamanya 4 Bersifat restoratif. GAS GAS merupakan proses adaptasi yang bersifat umum atau sistemik. LAS merupakan proses adaptasi yang bersifat lokal. Tahap reaksi alarm. dan lain-lain. yaitu: 1. Bersifat lokal. tubuh akan memperbaiki kerusakan yang mungkin telah terjadi. maka daerah sekitar kulit tersebut akan menjadi kemerahan.

 Supresi.  Kompensasi. 1. Mekanisme pertahanan diri tersebut adalah:  Rasionalisasi. berkompromi. Perilaku adaptif psikologis juga mengacu pada mekanisme koping (coping mechanism) yang berorientasi pada tugas (task orientation) dan pertahanan diri (ego orientation). yaitu mengubah metode yang biasa digunakan. penggunaan alkohol dan obat-obatan mungkin tampak seperti perilaku adaptif. Upaya untuk mengatasi masalah psikologis dengan melakukan pengalihan tingkah laku pada objek lain. Mencoba menghilangkan pikiran masa lalu yang buruk dengan melupakannya. Berusaha menekan masalah yang secara sadar tidak diterima dan tidak memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan. Adaptasi Sosial Budaya 7 . dan sebagainya. Misalnya.destruktif tidak membantu individu mengatasi stresor. Reaksi yang berorientasi pada tugas.  Identifikasi. mengatasi stresor. dan tindakan orang tersebut. atau memenuhi kebutuhan. contohnnya jika seseorang terganggu akibat situasi gaduh yang disebabkan oleh temannya. berusaha memberikan alasan yang rasional sehingga masalah yang dihadapinya dapat teratasi. misalnya berkonsultasi dengan orang yang ahli. mengganti tujuan. menarik diri dari stresor secara fisik maupun emosi c.  Penyangkalan. menyerang. reaksi ini dikenal sebagai mekanisme pertahanan diri secara psikologis untuk mencegah gangguan psikologis yang lebih dalam. Mengatasi masalah dengan mencari kepuasan terhadap keadaan lain. Meniru perilaku orang lain dan barusaha mengikuti sifat. maka disisi lain ia berusaha menonjolkan bakat melukis yang dimilikinya. seseorang memiliki masalah karena menurutnya daya ingat. reaksi yang berorientasi pada ego . melibatkan penggunaan kemampuan kognitif untuk mengurangi stres dan memecahkan masalah. Misalnya menolak kenyataan bahwa pasangan sudah meninggal dunia dengan cara tetap melakukan rutinitas seolah-olah pasangan masih ada. Terdapat tiga jenis perilaku yang umum: a.  Represi. Bagi sebagian orang. maka ia berupaya menyalahkan temannya tersebut.  Pengalihan. Upaya pertahanan diri dengan cara menyangkal masalah yang dihadapi atau tidak mau menerima kenyataan yang dihadapinya. namun kenyataanya. b. justru menambah dan bukan menanggulangi stres. 2. yaitu bertindak menghilangkan. karakteristik.

Adaptasi Spiritual Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya. 2. seseorang akan giat melakukan ibadah. Merupakan cara untuk mengadakan perubahan dengan melakukan proses penyesuaian perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. individu dapat terhindar dari banyak penyakit yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras yang mengandung alkohol. Pengaturan diet dan nutrisi merupakan cara yang efektif dalam mengurangi atau mengatasi stres. Menu juga sebaiknya bervariasi agar tidak timbul kebosanan. bertujuan mencegah dan mengatasi stres agar tidak sampai ke tahap yang paling berat. Olahraga yang dilakukan tidak harus sulit. Minuman keras merupakan faktor pencetus yang dapat mengakibatkan terjadinya stres. Tidur yang cukup juga dapat memperbaiki sel-sel yang rusak 3. Menghindari minuman keras. Olahraga yang teratur adalah salah satu cara meningkatkan daya tahan dan kekebalan fisik maupun mental. 6. Olahraga teratur. dan sebagainya. Beberapa manajemen stres yang dapat dilakukan adalah: 1. seperti rajin sembahyang. 5. Berhenti merokok. Mengatur berat badan. berpuasa. 8 . apabila mengalami stres. Keadaan tubuh yang tidak seimbang akan menurunkan ketahanan dn kekebalan tubuh terhadap stres. Berhenti merokok adalah bagian dari cara menanggulangi stres karena dapat meningkatkan status kesehatan serta menjaga ketahanan kekebalan tubuh. 4. Istirahat dan tidur merupakan obat yang baik dalam mengatasi stres karena istirahat dan tidur yang cukup akan memulihkan fisik dan kebugaran tubuh. 2. Misalnya. Ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi sesuai porsi dan jadual yang teratur.6 TEKNIK MANAJEMEN STRES Manajemen stres merupakan upaya mengelola stres dengan baik. misalnya seseorang yang tinggal dalam lingkungan masyarakat dengan budaya gotong-royong akan berupaya beradaaptasi dengan lingkungannya tersebut. Berat badan yang tidak seimbang (terlalu gemuk atau terlalu kurus ) merupakan faktor yang dapat menyebabkan timbulnya stres. Istirahat dan tidur. Dengan menghindari minuman keras. Mengatur diet dan nutrisi.

maka terapinya adalah dengan mengobati diare. dilakukan dengan mempelajari cara atau keterampilan yang dapat menyelesaikan masalah. b. dan imunologi sehingga stresor psikososial yang dialami tidak memengaruhi fungsi kognitif efektif atau psikomotor yang dapat mengganggu organ tubuh yang lain. memiliki & Dimiliki. Manajemen stres yang lain adalah dengan cara meningkatkan strategi koping yang berfokus emosi. Dengan mengatur waktu yang sebaik-baiknya. memberikan motivasi dan dukungan agar pasien memiliki rasa percaya diri. Terapi ini menggunakan pendekatan agama dalam mengatasi permasalahan psikologis. memiliki sahabat dll. sedangkan psikoterapi reeduktif dilakukan dengan memberikan pendidikan secara berulang. jika seseorang mengalami diare akibat stres. neuro. Perlindungan psikologis. Meliputi psikoterapi suportif. seperti ketrampilan menetapkan prioritas pekerjaan .Psikoterapi. diterima oleh kelmpok sosial. Kebutuhan Rasa Aman dan Perlindungan (Safety & Security needs ) a. yaitu perlindungan atas ancaman dari pengalaman baru dan asing. Kebutuhan Rasa Cinta. 10. 8. Pengaturan waktu merupakan cara yang tepat dalam mengurangi dan menanggulangi stres. Mengatur waktu. Terapi psikofarmatik. Terapi ini hanya dilakukan pada gejala yang ditimbulkan akibat stres yang dialami sehingga diharapkan tidak mengganggu sistem tubuh yang lain. 9 . Obat yang biasanya digunakan adalah obat anticemas dan antidepresi. Kebutuhan Dasar Manusia Hierarki Maslow (king. pekerjaan yang dapat menimbulkan kelelahan fisik dapat dihindari. 11. Perlindungan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terahadap tubuh atau hidup. 9. dilakukan dengan cara mengatur respons emosional stres melalui periilaku individu.( Belonging needs ) Antara lain memberi dan menerima kasih sayang. Terapi somatik. Kebutuhan Fisiologis (Physiologis Need ) 2. dan strategi koping yang berfokus pada masalah. misalnya dengan meniadakan fakta yang tidak menyenangkan. Contohnya. 1976) : 1. 3. mendapatkan kehangatan keluarga. Terapi ini menggunakan obat-obatan dalam mengatasi stres yang dialami melalui pemutusan jaringan antara psiko.7.Terapi psikoloreligius.

dan kemerdekaaan diri. berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya. Selain itu. Kebutuhan Harga Diri ( Self Esteem Needs) Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untuk mendapatkan kekuatan. orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain 5. meraih prestasi. Kebutuhan Aktualisasi Diri ( Needs for self Actualization ) Merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow. BAB III PENUTUP 10 . rasa percaya diri.4.

Model berdasarkan adaptasi. Stresor adalah faktor yang dapat menyebabkan seseorang mendaptkan stres c. perasaan takut meningkat. kondisi keuangan. Tahap II ( Mulai timbul keluhan ) Ciri-ciri : sering merasa letih tanpa sebab. badan terasa ringan. Mengatur berat badan. Mengatur diet dan nutrisi. gamgguan hubungan sosial. penglihatan tajam.1 KESIMPULAN a. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. otot-otot terasa tegang. Terapi psikofarmatik. sulit tidur. Istirahat dan tidur 3. e. maupun mental. Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik. Dapat berasal dari keluarga. 2. Adaptasi Spiritual g. Stresor individual dapat timbul dari tuntutan pekerjaan atau beban yang terlalu berat. Berhenti merokok 5. karakteristik atau sifat yang dimiliki dan sebagainya. d. negativistik. Olahraga teratur 4. Menghindari minuman keras 6. 2. penurunan konsentrasi. berasal dari diri sendiri. Adaptasi Sosial Budaya 4. masa pubertas. perasaan tdk santai 3. Tahapan Stres 1.  Faktor Eksternal. Jenis Stres  Faktor Internal. emosi. psikis. Model stres ada 4 yaitu. Teknik Manajemen Stres 1. Tahap III ( Keluhan dengan gejala-gejala ) Ciri-ciri : sakit perut. b. 11 . 4. Adaptasi terhadap stres 1. Adaptasi Fisiologi 2. Adaptasi Psikologis 3. kadang-kadang terdapat gangguan sistem seperti pencernaan.Tahap IV ( Keadaan lebih buruk ) Ciri-ciri : sulit beraktivitas. 5. otot. takut tdk jelas. tidak mampu melakukan pekerjaan sederhana. penyakit yang dialami. gangguan tidur. 7. ketidakpuasan dengan fisik tubuh. f.3. dan lingkungan. Tahap I ( Stress paling ringan ) Ciri-ciri : semangat meningkat. Mengatur waktu 8. mules. kemampuan menyelesaikan pelajaran meningkat. perasaan tegang. Model berdasarkan stimulus dan model berdasarkan transaksi.Tahap V ( Semakin buruk ) Ciri-ciri : Keletihan meningkat. gangguan sistem meningkat. Model berdasarkan respons. energi meningkat namun cadangan energinya menurun. masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Hidayat. 11. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta http://www.files.com/2011/04/stress-dan-adaption. 9.html. Salemba Medika. diakses 17 februari 2013 http://www.pscyhologymania.wordpress. Terapi somatik. diakses 17 Februari 2013 12 . alimul a. 2008.Terapi psikoloreligius. 10.html.Psikoterapi.com/2012/05/pengertian-stress.ekatiantanaiyo.aziz.

13 .