PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

“SI BAJA” APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI
SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN KECINTAAN ,
KEPEDULIAN DAN MENCEGAH

PUNAHNYA TERHADAP BUDAYA JAWA

Bidang Kegiatan :

PKM-GT

Diusulkan Oleh :
Ketua Kelompok :
Sancaka Prana Wisesa NIM : 04315035 Angkatan : 2015

Anggota :
Bangkit Tri Harsongko NIM : 04315036 Angkatan : 2015
Agus Prasetyo NIM : 04114001 Angkatan : 2014

Universitas Narotama
Surabaya
2016
Kata Pengantar

Segala puji bagi AllahSWT atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya,
sehinnga proposal Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT)
yang berjudul “SI BAJA” Aplikasi Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar
untuk Meningkatkan Kecintaan, Kepedulian dan Mencegah Punahnya Budaya
Jawa” dapat terselesaikan.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan pada junjungan nabi
kita Muhammad SAW beserta para pengikutnya atas terselesaikannya proposal
ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak, diantaranya
adalah :
1. Bapak Dr. Arasy Alimuddin, SE, MM selaku wakil direktur
kemahasiswaan Universitas Narotama Surabaya
2. Bapak Made Kamisutara, ST, M.Kom selaku ketua program studi
Universitas Narotama Surabaya
3. Ibu Natalia Damastuti, ST, MT selaku dosen pendamping
4. Bapak, Ibu, dan segenap keluarga penulis yang senantiasa mendukung dan
mendoakan
5. Segenap keluarga besar mahasiswa S1 Teknik Informatika Universitas
Narotama Surabaya atas kerjasama dan dukungannya
6. Segenap keluarga besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama
Surabaya atas inspirasi dan sumbangan ilmu yang diberikan
7. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu per
satu
Diharapkan proposal PKM-GT ini dapat memberikan sumbangan pikiran dan
memberikan manfaat bagi kita semua.
Amin.
Surabaya, Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL..................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN........................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................. iv
RINGKASAN................................................................................ v
1.) PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................... 1
1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan............................................ 2
2.) GAGASAN
2.1 Kondisi Hampir Punahnya Bahasa Jawa di Indonesia.......... 3
2.2 Solusi Umum yang Ditawarkan ............................................ 4
2.3 Meningkatkan Kecintaan dan Kepedulian terhadap Budaya
Jawa dengan Memakai Aplikasi Pembelajaran “SI BAJA”... 5
2.4 Pihak-Pihak yang terkait......................................................... 5
2.5 Langkah Strategis yang Diperlukan........................................ 6
3.) KESIMPULAN
3.1 Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran “SI BAJA” untuk
Meningkatkan Kecintaan dan Kepedulian Terhadap
Budaya Jawa.................................................................... 7
3.2 Teknik Implementasi Gagasan .................................. 7
3.3 Prediksi Hasil yang Akan Dicapai ............................. 8
3.4 DAFTAR PUSTAKA................................................... 9
4 LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota.......................... 10
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyusun
dan Pembagian Tugas............................................... 1
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Tim.......................... 1
RINGKASAN

Bahasa jawa merupakan salah satu bahasa yang masih eksis sampai saat
ini. Bahasa jawa adalah budaya warisan luhur yang sudah berumur lebih dari 12
abad. Bahasa Jawa bukan hanya sebagai kebanggaan orang Jawa saja, tetapi juga
merupakan kebanggan bangsa Indonesia. Banyak sumbangsih Bahasa Jawa dalam
pembentukan nilai nilai luhur Budaya Nasional.

Seiring perkembangan zaman masyarakat mulai menganggap enteng
bahasa Jawa ataupun Bahasa Daerah dan mengganggap bahwa bahasa asing lebih
utama untuk masa kedepannya, contoh penggunaan bahasa jawa yang seharusnya
digunakan pada suatu kalangan masyarakat di rumah adalah interaksi orang tua
dengan anak, dengan banyaknya bahasa yang dibuat sendiri yang terkadang tidak
sesuai atau bahkan jauh melenceng dari bahasa asal dan entah terkadang bahasa
kasar yang yang tidak seharusnya ditujukan kepada orang yang lebih tua.

Karena hampir punahnya Bahasa Daerah kita cara menghidupkan Bahasa
Jawa tentu saja tidak mudah. Dimulai dengan memperhatikan pembelajaran
Bahasa Jawa di jenjang Sekolah Dasar maka dengan harapan mampu membentuk
anak Berbahasa Jawa sekaligus memiliki unggah ungguh yang baik. Lalu hal lain
yang dapat pemerintah lakukan ialah tetap mendukung perkembangan aplikasi SI
BAJA dan tetap mengadakannya pelajaran Bahasa Jawa dan membantu sarana dan
prasarana untuk pembelajaran di kelas nantinya.

Aplikasi SI BAJA ini diharapkan bisa mencegah punahnya Bahasa Jawa
lalu mampu menerapkan Bahasa Jawa dan unggah ungguh yang baik sejak usia
dini. Selain itu gagasan ini juga akan menambah rasa cinta dan peduli untuk
generasi muda ataupun tua bahwa pentingnya mencegah punahnya budaya di
Indonesia. Pihak terkait yang dapat membantu terlaksananya ide gagasan ini
adalah Dinas Pendidikan dan Pemerintahan Pusat dalam memperhatikan
kurikulum Bahasa Daerah dan mengatur sarana prasarana di sekolah, dan juga
tidak luput pentingnya peran guru di sekolah dan peran orang tua dirumah untuk
selalu mengawasi para generasi muda di Indonesia.

Keyword : Bahasa Jawa, SI BAJA, unggah ungguh, punahnya budaya di
Indonesia
1.) PENDAHULUAN
1.1) Latar Belakang

Bahasa jawa merupakan salah satu bahasa yang masih eksis sampai saat
ini. Bahasa jawa adalah budaya warisan luhur yang sudah berumur lebih dari 12
abad. Bahasa Jawa bukan hanya sebagai kebanggaan orang Jawa saja, tetapi juga
merupakan kebanggan bangsa Indonesia. Banyak sumbangsih Bahasa Jawa dalam
pembentukan nilai nilai luhur Budaya Nasional.

Bahasa Jawa merupakan bahasa tertua di Indonesia. Pemakai Bahasa Jawa
meliputi kesuluruhan Jawa Tengah, Jawa Timur (kecuali Madura), lalu sebagian
Jawa Barat, dan orang Jawa lainnya yang bermukim di luar pulau Jawa dan di luar
negeri. Bahasa Jawa bukan semata mata sebagai alat komunikasi saja, tetatpi lebih
dari itu, dalam bahasa terkanduung nilai budaya yang tinggi. Salah satunya adalah
nilai kesantunan, dalam nilai kesantunan berbahasa akan mencerminkan bagaiman
pribadi seseorang dengan mampu menempatkan lawan bicaranya pada posisi yang
layak. Yang muda akan berbahasa santun pada yang lebih tua, yang berpangkat
akan berbicara santun pada bawahannya, sehingga kesenjangan berkomunikasi
dapat diminimalkan.

Penggunaan Bahasa Jawa di kalangan pelajar di Jawa Timur kawasan
timur dan daerah tapal kuda saat ini banyak yag kurang memperhatikan terutama
unggah ungguhnya. Mereka berbicara dengan rekan seusia maupun kepada yang
lebih tua umurnya tidak membedakan,yaitu penggunaan ragam ngoko. Siswa juga
banyak menggunakan beberapa kata yang dianggap tabu misalkan mengumpat,
menghina dan lainnya

Beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya kemampuan micara jawa
dan kuranngnya perhatian unggah ungguh siswa antara lain :

1.) Pengaruh modernisasi
2.) Tuntutan Bahasa Nasional maupun Bahasa Internasional
3.) Lingkungan pergaulan siswa baik dalam keluarga,sekolah,maupun
masyarakat kurang mendukung
4.) Pembeljaran bahasa di sekolah belum maksimal
5.) Kurangnya perhatian orang tua pada anak.
1.2) TUJUAN DAN MANFAAT

1.) Dengan adanya aplikasi ini lebih meningkatkan semangat para generasi
muda untuk lebih awal mengenal dan belajar Bahasa Daerah kita
2.) Menanamkan rasa sopan santun terhadap orang tua akan bahasa yang kita
gunakan terhadap beliau
3.) Menggerakan hati para generasi kita untuk juga turut peduli dan andil
untuk tetap melestarikan Bahasa Daerah kita.
4.) Turut mendukung atas pembuatan aplikasi SI BAJA
5.) Mencegah punahnya Budaya Jawa dan Budaya Lain di Indonesia
2.) GAGASAN

2.1) Kondisi Hampir Punahnya Bahasa Jawa di Indonesia

Penggunaan Bahasa Internasional lebih dipilih untuk dipelajari lebih lanjut
dibanding dengan Bahasa Daerah atau Bahasa Nasional sendiri. Media
komunikasi yang digunakan masyarakat jawa dulu, kini sudah mulai tidak
digunakan sebagai bahasa tutur sehari hari oleh orang jawa sendiri. Hal tersebut
dibenarkan oleh sejumlah pakar budaya dan guru Bahasa Jawa seperti yang
dikutip oleh penulis surat kabar harian Kompas (17-05-2009) yaitu pernyataan
dari pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Sri Harti Widyastuti “Sekarang ini Bahasa Jawa sebagai bahan percakapan sehari
hari sudah ditinggalkan beredasarkan penilitian menunjukan banyak keluarga
yang tidak lagi menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa percakapan sehari hari
(Regional, 2009). Komunikasi antar manusia dalam lingkungan tertentu
membentuk relasi yang sesuai dengan kesiapan mentalitas. Kesiapan ini
dibutuhkan untuk dapat mengkomunikasikan sesuatu lebih jelas (Slamet Ds,
2003;75). Menurut Wahab dalam penilitiannya tentang dampak kealpaan penutur
Bahasa Jawa terhadap perilaku bangsa, penutur bahasa yang dahulu terkenal
sebagai bahasa yang halus kini tinggal mitos. Orang jawa sekarang ini cenderung
mempunyai peringai bringas, kejam, dan tidak mengenal kesantunan.
Kebringasan bangsa ini terjadi karena buah kealpaan penutur asli Bahasa Jawa
yang telah mengabaikan stratifikasi yang sudah tertata rapi. Saat sekarang, sulit
dijumpai orang atau anak muda yang berbudi luhur, tutur kata lemah lembut,
unggah ungguhnya baik. Fenemona yang terlihat, kebanyakan orang menyenangi
sesuatu yang praktis, ekonomis, dinamis, dan demokratis. Berbahasa Jawa dengan
menerapkan unggah ungguh merupakan tindakan yang kurang demokratis
menurut kebanyakan masyarakat penutur jawa. Pemahaman seperti itu terhadap
penggunaan Bahasa Jawa adalah perkembangan negatif.
Perkembangan dunia yang sangat pesat akibat arus globalisasi dengan tingkat
mobilitas dan dinamika yang sangat tinggi, telah menyebabkan dunia menuju ke
arah yang hampir tidak memiliki sekat pada ruang dan waktu. Oleh karenanya
masyarakat harus siap menghadapi situasi situasi dalam konteks keberagaman
sendiri sebagai ciri khas bentuk masyarakat yang memiliki peradaban dan tidak
mengalami “geger budaya” atau shock culture
2.2) Solusi Umum yang Pernah Ditawarkan

Salah satu keadaan yang memperlihatkan gejala gejala kepunahan bahasa
adalah penurunan secara drastis jumlah pemakai Bahasa Jawa yang aktif. Seperti
yang telah dipaparkan diatas, Keadaan yang tidak kalah memprihatinkan adalah
pengabaian penggunaan Bahasa Daerah oleh penutur usia muda. Generasi muda
tidak cakap lagi menggunakan Bahasa Daerah mereka masing masing.
Kebanyakan mereka hanya menguasainya secara pasif. Usaha yang dapat
diupayakan untuk mencegah kepunahan bahasa antara lain dengan mengolah
Bahasa Daerah yang terancam punah menjadi buku dan mulai diajarkan sebagai
materi ajar muatan lokal sehingga dikenal generasi muda. Selain itu Bahasa Jawa
harus di pakai dalam percakapan di rumah, untuk nama jalan, nama bangunan,
nama kompleks perkantoran, nama kompleks perdagangan, merek dagang,
ataupun lembaga pendidikan nama nama tersebut dapat ditulis dibawah nama
dalam Bahasa Indonesia. Menghidupkan Bahasa Jawa tentu saja tidak hanya
sekedar membuat kurikulum mata pelajaran di sekolah tetapi dengan tindakan
yang lebih konkret yaitu menjadikannya sebagai bahasa tutur aktif. Pemerintah
sendiri juga telah menunjukan keberpihakannya dengan mengeluarkan peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 40 tahun 2007 yang bertentangan Pelestarian,
Pembinaan, dan Pengembangan Bahasa Nasional dan Daerah. Selain itu, Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan membuat bidang
khusus untuk perlindungan Bahasa Indonesia dan Daerah. Perlindungan itu akan
lebih mengarah kepada Bahasa Daerah dan sastra lisan yang hampir punah. Ada 2
langkah yang diterapkan pusat bahasa untuk perlindungan yaitu dokumentasi dan
revitalisasi. Dokumentasi berbentuk pengumpulan kosa kata dan merekamnya,
kemudian Revitalisasi untuk menghidupkan kembali dengan cara mengadakan
berbagai pagelaran festival seni.
Selain itu ada 3 cara yang telah dilakukan, pertama ialah Transmit. Transmit itu
pemindahan kemahiran berbahasa orang tua ke anak anaknya. Kita
mengondisikan agar orang tua mengaja anak anaknya sendiri. Lalu, tahap kedua
ialah festival. Anak anakk yang sudah diajari oleh orang tuanya kemudian
dipertemukan dan mengikuti pagelaran festival seni, jadi mereka bisa bertemu dan
mengobrol dengan teman temannya. Tahap ketiga ialah fasilitasi agar mereka
melakukan hal itu terus menerus, bukan sekali dilakukan ataupun sekali saja
datang ke festival lalu selesai. Diharapkan mereka juga harus mengaplikasikannya
sehari-hari.
2.3) Meningkatkan Kecintaan dan kepedulian terhadap Budaya Jawa
dengan memakai aplikasi pembelajaran “Si Baja”

Fenomena punahnya Bahasa Jawa sepertinya akan lebih parah dan takutnya
akan menyebabkan hilangnya Budaya Jawa itu sendiri demi mencegah itu kita
perlu menekankan Budaya Jawa terhadap generasi muda. Dengan cara, kembali
mengadakan pembelajaran Bahasa Jawa saat usia dini di sekolah dasar, lalu
ditambah dengan memakai aplikasi pembelajaran SI BAJA dapat memberi
ketertarikan terhadap anak anak untuk belajar Bahasa Jawa karena SI BAJA selain
berbentuk aplikasi pembelajaran juga merupakan suatu tokoh atau karakter
animasi yang berada di dalam aplikasi pembelajaran tersebut. Dengan
menyuguhkan tokoh animasi ini bisa menjadi contoh yang baik untuk anak anak
sekolah dasar, dengan menyuguhkan bahwa karakteristik SI BAJA yang sangat
tahu akan unggah ungguh diharapkan siswa sekolah dasar memiliki pribadi yang
baik sejak dini. Selain mengajarkan unggah ungguh yang benar dan baik tentu
saja dapat mengajarkan kecintaan dan kepedulian kita akan Budaya di Indonesia.
selain SI BAJA, karakter animasi ini akan memiliki teman yang juga turut
mengajarkan atau mencotohkan bagaimana Berbahasa Jawa yang baik dan benar.
Hal ini dapat memberi kita keuntungan yaitu kita Bangsa Indonesia dapat
mengenal lebih baik Budaya Jawa dan Bahasanya. Tentu saja juga mencegah
punahnya Budaya Jawa di Indonesia, dan juga menciptakan rasa peduli dan cinta
terhadap Budaya Jawa dan Budaya lainnya di Indonesia.

2.4) Pihak Pihak yang Terkait

Gagasan “SI BAJA” Aplikasi Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar
untuk Meningkatkan Kecintaan , Kepedulian dan Mencegah Punahnya Terhadap
Budaya Jawa, ini dapat terwujud, tentu jika ada dukungan penuh dari Dinas
Pendidikan untuk melalukan pembenahan dan mulai memperhatikan kurikulum
pembelajaran Bahasa Jawa dan tentu saja bukan Bahasa Jawa melainkan Bahasa
daerah lain juga turut diperhatikan. Dukungan dari para pengajar Bahasa Jawa
juga diperlukan diharapkan mereka mampu memberi kesan bahwa Belajar Bahasa
Jawa tidaklah menakutkan ataupun membosankan melainkan sangat
menyenangkan dan mudah dimengerti. Selain itu dukungan dari orang tua / wali
murid juga diperlukan untuk memantau anak mereka, mengajarkan juga Bahasa
Jawa di rumah dan menerapkan unggah ungguh yang baik. Dan tak kalah
pentingnya adanya kesadaran dari para siswa sekolah dasar dan masyarakat umum
betapa pentingnya budaya kita ini, jika kita tidak peduli dan cinta akan budaya
kita siapa lagi yang akan peduli.
2.5) Langkah Strategis yang Diperlukan

Untuk dapat mengimplementasikan gagasan ini, dapat dilakukan beberapa
langkah strategis. Salah satunya adalah dengan proposal ini, diharapkan dapat
dibaca dan dipertimbangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional agar
dilakukan perumusan kurikulum khusus berkaitan dengan Meningkatkan
Kepedulian akan mata pelajaran Bahasa Jawa. Apabila gagasan ini dapat
diwujudkan perlu dilakukan beberapa hal penting berikut agar bisa mencapai pada
keberhasilan :
 Bagi Pelajar : untuk juga peduli akan Bahasa Jawa ataupun bahasa daerah
selain itu juga harus bertasipasi kegiatan belajar mengajar disekolahnya
untuk mencegah punahnya bahasa jawa dan harus diterapkan di kehidupan
sehari hari
 Bagi Guru : ikut membiming para murid untuk belajar Bahasa Jawa dan
turut berpartisipasi mengarahkan atau menunjukan unggah ungguh yang
baik dan benar supaya membentuk pribadi para siswa yang baik
 Bagi Wali Murid : ikut membimbing anaknya untuk berbicara Bahasa
Jawa yang baik dan benar dan turut berpartisipasi mengarahkan atau
menunjukan unggah ungguh yang baik dan benar supaya membentuk
pribadi anak yang baik
 Bagi Pemerintah : ikut mendukung perkembangan aplikasi SI BAJA dan
peduli akan mata pelajaran Bahasa Jawa ataupun Bahasa Daerah
3.) KESIMPULAN

3.1) Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran “SI BAJA” untuk
Meningkatkan Kecintaan dan Kepedulian terhadap Budaya Jawa

Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran “SI BAJA” dapat membantu kita untuk
mencegah punahnya Bahasa Jawa dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap
budaya kita. Dibantu pula dengan :
1. Memberikan pelatihan cara mengaplikasikan aplikasi SI BAJA pada guru
Bahasa Daerah di sekolah dasar.
2. Pemerintah tetap mengadakan kurikulum Bahasa Jawa untuk pendidikan
di sekolah dasar.
3. Sarana dan Prasarana di sekolah dasar harus memenuhi syarat untuk
proses belajar mengajar menggunakan aplikasi SI BAJA seperti dengan
menggunakan layar LCD

3.2) Teknik Implementasi Gagasan

Terdapat 34 provinsi di Indonesia. Sebagai tahap pertama implementasi
aplikasi SI BAJA, kita mulai dengan mengenalkan aplikasi ini ke Departemen
Pendidikan Nasional dan ke Sekolah Dasar di beberapa kota di Pulau Jawa
terutama kita tekankan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Tahap Kedua pengimplementasian aplikasi Si BAJA, mulai mengcek sarana dan
prasarana sekolah dasar yang telah disetujui apakah layak untuk dibuat pengetesan
aplikasi ini. Tahap Ketiga pengimplementasian aplikasi SI BAJA, dengan
memberi pelatihan para guru Sekolah Dasar untuk mengetahui bagaimana cara
memakai dan cara mengaplikasikannya.. Tahap Keempat pengimplementasian
aplikasi SI BAJA, mulailah untuk mencoba aplikasi ini di sekolah dasar yang
sudah disetujui untuk melakukan pembelajaran Bahasa Jawa seperti jadwal yang
ditentukan di sekolah masing masing. Saat pengimplementasian aplikasi SI BAJA
ini dinyatakan sukses, dapat kita mulai untuk dikenalkan aplikasi ini ke sekolah
dasar lainnya. Jika pembelajaran berjalan lancar hal ini tentunya akan membawa
keuntungan bagi Negara karena kita mencegah punahnya Budaya Jawa..
3.3) Prediksi Hasil yang Akan Dicapai

Jika pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran “SI BAJA” dalam upaya
meningkatkan technopreneur dapat diwujudkan dan berjalan lancar, tentunya
Indonesia dapat mencetak Generasi muda yang dapat mengetahui , mempelajari,
mengembangkan budaya JAWA dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan
membawa keuntungan bagi Negara.
Beberapa manfaat yang akan dicapai saat upaya pemanfaatan aplikasi “SI
BAJA”dalam meningkatkan banyaknya anak – anak generasi muda yang memiliki
rasa kecintaan terhadap budaya kita:
1. Mencegah punahnya budaya Jawa di Indonesia yang dikarenakan
Kemajuan Global
2. Mampu mebuat Bahasa Jawa bersaing dengan Pelajaran Bahasa
Internasional lainnya.
3. Menerapkan Unggah Ungguh yang baik utk para generasi muda
yang mulai menghilang
4. Membentuk budaya Mandiri
4.) DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah. [Online]
Available at: http://vinianisya.blogspot.co.id/2012/03/bahasa-daerah-di-indonesia-
terancam.html
[Diakses 7 April 2016].

Ds, S., Trias, Y., Anhari, B. & Prihatmi, S. R., 2003. Peribahasa Jawa sebagai
Cermin Watak, Sifat, dan Perilaku Manusia Jawa. Jakarta: Pusat Bahasa.

Karzi, Udo Z, 2007. Bahasa Daerah Terancam Punah. [Online]
Available at: http;//ulun.lampunggech.com/2007/11/humaniora-726-bahasa-
daerah-terancam.html
[Diakses 7 April 2016].

Regional, 2009. Memperihatinkan, Nasib Penggunaan Bahasa Jawa. [Online]
Available at: http://m.kompas.com/news/read/data/2009.05.17.06032772
[Diakses 9 April 2016].

Sugiyono, 2015. Semua Bahasa Daerah Terancam Punah. [Online]
Available at: http://wawancara.news.viva.co.id/news/read708092-semua-bahasa-
daerah-terancam-punah
[Diakses 7 April 2016].

Suharti, 2006. Penerapan Unggah-Ungguh Berbahasa Jawa di Sekolah: Upaya
Pembinaan Perilaku Bangsa yang Tangguh. Kongres Bahasa Jawa, Volume IV.
5. Lampiran-Lampiran

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Ketua

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Sancaka Prana Wisesa
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi S 1 Teknik Informatika
4 NIM 04315035
5 Tempat dan Tanggal Lahir Madiun, 31 Oktober 1997
6 E-mail sancakapranaw@gmail.co
m
7 No.Telepon/HP 082114604606

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institusi SDN SMP Negeri 34 SMA Negeri 22
Dr.Soetomo VI Surabaya Surabaya
Surabaya
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk- 2004 - 2009 2009 - 2012 2012 - 2015
Lulus

C. Pemakalahan Seminar Ilmiah

No. Nama Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
- - - -

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan. Saya sanggup menerima sanksi
Anggota 1

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Bangkit Tri Harsongko
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi S 1 Teknik Informatika
4 NIM 04315036
5 Tempat dan Tanggal Lahir Surabaya , 19 Maret 1997
6 E-mail bangkittriharsongko@gmail.co
m
7 No.Telepon/HP 082139915662

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institusi SD Kartika IV-9 SMP Kartika IV- SMA Shafta
Surabaya 11 Surabaya Surabaya
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk- 2004 - 2009 2009 - 2012 2012 - 2015
Lulus

C. Pemakalahan Seminar Ilmiah

No. Nama Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
- - - -

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan. Saya sanggup menerima sanksi.
Anggota 2

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Agus Prasetyo
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Sistem Komputer
4 NIM 04114001
5 Tempat dan Tanggal Lahir Surabaya, 06 Maret 1992
6 E-mail Aguz.prazisme97@gmail.co
m
7 No.Telepon/HP 081330320597

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institusi SDN SMP Karman SMA Wijaya
Kandangan II Amat Putra
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk- 1998 - 2004 2004 - 2007 2007 - 2010
Lulus

C. Pemakalahan Seminar Ilmiah

No. Nama Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
- - - -

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan. Saya sanggup menerima sanksi.

.
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No. Nama/NIM Program Kelompok Alokasi Uraian
Studi Bidang Ilmu Wakttu Tugas
1 Sancaka Prana S 1 Teknik Teknologi 4 Penyusunan
Wisesa Informatika dan Rekayasa Minggu Karya,
Pengamatan,
dan Mencari
Solusi
Masalah
2 Bangkit Tri S 1 Teknik Teknologi 4 Peninjauan
Harsongko Informatika dan Rekayasa Minggu Ide Masalah
3 Agus Prasetyo S 1 Teknik Teknologi 4 Membantu
Informatika dan Rekayasa Minggu Mencari
Solusi

Related Interests