You are on page 1of 42

c  

    


BAB I
KONSEP LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan Laporan Keuangan yang disusun oleh perusahaan
yang mempunyai satu atau lebih anak perusahaan yang terbentuk dari adanya peristiwa
penggabungan usaha. PSAK No.22 telah memberi definisi mengenai mengenai penggabungan
usaha (Business Combination) yaitu :

³Penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu
entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan
lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain.´

Bentuk-bentuk penggabungan usaha dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
O ? 
ÿerjer yaitu satu bentuk penggabungan usaha dimana satu perusahaan mengambil alih
semua aktiva dan operasi dari perusahaan lain dan kemudian perusahaan yang diambil
alih tersebut dibubarkan.
PT. A
PT. A
PT. B

1

c       



h ?  

Konsolidasi yaitu satu bentuk penggabungan usaha dimana satu perusahaan yang baru
terbentuk mengambil alih semua aktiva dan operasi dari dua atau lebih perusahaan lain
yang kemudian dibubarkan.
PT. A
PT. C
PT. B
( ? c  
Akuisisi yaitu satu bentuk penggabungan usaha dimana satu perusahaan mengakuisisi
saham berhak suara perusahaan lain dan kedua perusahaan tetap beroperasi sebagai
entitas hukum yang berdiri sendiri, tetapi timbul hubungan induk-anak (parentsubsidiary).
PT A

PT A

PT B

PT B

Dilihat dari definisi mengenai penggabungan usaha di atas terdapat dua metode
penggabungan usaha yaitu :
O ?    
 
Dalam metode ini, kepemilikan dari setiap perusahaan yang bergabung dianggap satu
kesatuan dan tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Aktiva dan kewajiban
perusahaan-perusahaan yang bergabung dicatat pada entitas akuntansi yang baru
sebesar nilai bukunya.
h ?   

Dalam metode ini, penggabungan usaha dianggap sebagai suatu transaksi pembelian
dimana suatu perusahaan dapat memperoleh aktiva bersih dari perusahaan lain yang
bergabung. Perusahaan yang membeli perusahaan lain mencatat aktiva yang diterima
dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya.

2

c       



ÿasing-masing metode dalam penggabungan usaha menentukan konsep yang berbeda dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasi. Dalam bab-bab selanjutnya akan lebih membahas
mengenai penyusunan laporan keuangan konsolidasi dengan menggunakan metode
pembelian. Di bawah ini akan diilustrasikan sedikit mengenai aplikasi akuntansi untuk kedua
metode di atas.
O ?    

Untuk mengilustrasikan aplikasi akuntansi penggabungan usaha untuk metode
penyatuan kepemilikan, berikut asumsi mengenai akun modal pemegang saham PT A
dan PT B pada saat penggabungan usaha.(000) 
c
ÿodal Saham, @ Rp 10.000,-   

Rp 150.000,-

Rp 50.000,-

Rp 200.000,-

20.000,-

30.000,-

50.000,-

170.000,-

80.000,-

250.000,-

60.000,-

40.000,-

100.000,-

Rp 230.000,-

Rp120.000,-

Rp 350.000,-

Tambahan ÿodal Disetor
Total ÿodal Disetor
Laba Ditahan
Aktiva bersih & Ekuitas

c ? ÷ 
             
      
 
PT A menerbitkan 5.000 lembar saham @ Rp 10.000,- untuk memperoleh
aktiva bersih PT B. Ayat jurnal yang dibuat oleh PT A untuk mencatat
penyatuan usaha ini adalah sebagai berikut :
Aktiva Bersih

Rp 120.000.000,-

ÿodal Saham @ Rp 10.000,-

Rp 50.000.000,-

Tambahan ÿodal Disetor

30.000.000,-

Laba Ditahan

40.000.000,-

3

c       



PT A melanjutkan usaha, sehingga PT B perlu untuk membuat ayat jurnal
berikut untuk mencatat pembubaran perusahaannya :
ÿodal Saham @ Rp 10.000,-

Rp 50.000.000,-

Tambahan ÿodal Disetor

30.000.000,-

Laba Ditahan

40.000.000,-

Aktiva Bersih

Rp 120.000.000,-  

? ÷ 
             
      

 

PT C menerbitkan 20.000 lembar saham @ Rp 10.000,- untuk memperoleh
aktiva bersih PT A dan PT B. Ayat jurnal yang dibuat oleh PT C untuk
mencatat penyatuan usaha ini adalah sebagai berikut :
Aktiva Bersih

Rp 350.000.000,-

ÿodal Saham @ Rp 10.000,-

Rp 200.000.000,-

Tambahan ÿodal Disetor

50.000.000,-

Laba Ditahan

100.000.000,-

PT C melanjutkan usaha, sehingga PT A dan PT B perlu untuk membuat ayat
jurnal berikut untuk mencatat pembubaran perusahaannya :
-? ˜     c
ÿodal Saham @ Rp 10.000,-

Rp 150.000.000,-

Tambahan ÿodal Disetor

20.000.000,-

Laba Ditahan

60.000.000,-

Aktiva Bersih

Rp 230.000.000,-

-? ˜     
ÿodal Saham @ Rp 10.000,-

Rp 50.000.000,-

Tambahan ÿodal Disetor

30.000.000,-

Laba Ditahan

40.000.000,-

Aktiva Bersih

Rp 120.000.000,-  

4

c       



h ?   

Untuk mengilustrasikan aplikasi akuntansi penggabungan usaha untuk metode
pembelian, berikut asumsi yang diperlukan : 

PT A menerbitkan 100.000 lembar saham @ Rp 10.000,- untuk memperoleh
aktiva bersih PT B pada tanggal 1 Januari 2006. Harga pasar saham biasa PT A
pada tanggal 1 Januari 2006 yaitu Rp 15.000,- per lembar. Terdapat beberapa
tambahan biaya dalam penggabungan usaha tersebut yaitu biaya langsung yang
berkaitan dengan penerbitan saham sebesar Rp 20.000.000,- dan biaya konsultan
sebesar Rp 10.000.000,-

Berikut ayat jurnal yang dibuat oleh PT A untuk mencatat penerbitan 100.000 lembar
saham dan untuk mencatat biaya tambahan lainnya yang dikeluarkan oleh PT A dalam
penggabungan usaha dengan PT B :
- ˜     O   
 
Investasi pada PT B

Rp 1.500.000.000,-

ÿodal Saham @ Rp 10.000,-

Rp 1.000.000.000,-

Tambahan ÿodal Disetor

500.000.000,- 

˜          

Investasi pada PT B

Rp

Tambahan ÿodal Disetor

10.000.000,20.000.000,-

Kas

Rp

30.000.000,-

Jika PT B dibubarkan, berikut ayat jurnal yang perlu dibuat PT A untuk mengakui
Aktiva dan kewajiban PT B dan mencatat timbulnya Goodwill yang merupakan selisih
antara biaya investasi dengan aktiva bersih yang diperoleh PT A :
Aktiva

Rp 1.600.000.000,-

Goodwill

10.000.000,-

Kewajiban

Rp 100.000.000,-

Investasi pada PT B

1.510.000.000,-

5

c       



Jika PT B tidak dibubarkan dan terbentuk hubungan induk-anak antara PT A dan PT B
maka ayat jurnal di atas tidak perlu dibuat pada saat penggabungan usaha namun
dibuat pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi. Nilai aktiva PT B sebesar
Rp 1.600.000.000,- dan nilai kewajiban PT B sebesar Rp 100.000.000,- merupakan
asumsi yang dibuat untuk lebih memudahkan dalam memahami ilustrasi di atas. 

Sebelum masuk ke pembahasan berikutnya, timbul satu pertanyaan : ÿengapa Perusahaan
yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan perlu untuk membuat Laporan Keuangan
Konsolidasi? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita lihat PSAK No. 4, ³Laporan Keuangan
Konsolidasi,´ paragraph 04 :
³Para pengguna laporan keuangan pada umumnya ingin mengetahui dan mendapatkan
informasi tentang posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas dari suatu kelompok
perusahaan secara keseluruhan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penyajian
laporan keuangan konsolidasi yang menyajikan informasi keuangan dari suatu
kelompok perusahaan sebagai satu kesatuan ekonomi meskipun masing-masing
perusahaan dalam kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah
satu sama lain.´

Jelas bahwa Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan bagi manajemen perusahaan,
terutama perusahaan investor untuk mengetahui Laporan Keungan secara keseluruhan dalam
artian tidak melihat secara terpisah untuk masing-masing perusahaan yang berafiliasi
sehingga diperoleh pemahaman yang menyeluruh dalam mendukung proses pengambilan
keputusan. Untuk menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi tentu diperlukan Laporan
Keuangan dari masing-masing perusahaan yang berafiliasi baik perusahaan induk maupun
perusahaan anak. PSAK No. 4, ³Laporan Keuangan Konsolidasi´ paragraf 09 dan 10
menentukan mengenai periode fiskal laporan keuangan yang akan digabung :
³Laporan keungan perusahaan induk dan perusahaan anak yang digunakan dalam
penyusunan laporan keungan konsolidasi lazimnya adalah laporan keungan dengan
tanggal pelaporan yang sama. Apabila ternyata tanggal pelaporannya berbeda,
perusahaan anak biasanya menyusun laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang
sama dengan perusahaan induk. Apabila penyesuaian tanggal tersebut tidak dapat

6

c       



dilakukan, laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang berbeda tersebut dapat
juga digunakan untuk tujuan konsolidasi sepanjang perbedaan tanggal pelaporan
tersebut tidak lebih dari 3 (tiga) bulan. Sesuai dengan asas konsistensi, baik jangka
waktu periode laporan maupun perbedaan dalam tanggal pelaporan harus selalu sama
dari waktu ke waktu.´

7

c       

 

c÷÷ 
˜ ˜c!c"c˜c#c !÷c ÷ 
ÿetode penyusunan laporan keuangan konsolidasi tergantung metode yang digunakan
oleh perusahaan induk dalam mencatat investasinya pada perusahaan anak. Terdapat tiga
metode pencatatan investasi pada perusahaan anak :
O ? ˜÷c 
Jika diketahui perusahaan induk menggunakan metode ekuitas dalam mencatat
investasi pada perusahaan anak, berikut ayat jurnal yang diperlukan dalam menyusun
Laporan Keuangan Konsolidasi :

a.? Pendapatan dari perusahaan anak

xxx

Dividen

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

b.? Laba ditahan perusahaan anak (awal)

xxx

ÿodal Saham perusahaan anak

xxx

Goodwill

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

Hak ÿinoritas

xxx

c.? Beban

xxx
Goodwill

xxx

Untuk mengetahui perusahaan induk menggunakan metode ekuitas dalam mencatat
investasinya yaitu dengan melihat ciri-ciri berikut: 

Perusahaan induk mencatat nilai pendapatan dari perusahaan anak dan investasi
pada perusahaan anak sesuai dengan jumlah yang seharusnya dicatat yaitu telah
dikurangkan dengan beban amortisasi goodwill.

8

c       



Untuk menghitung nilai pendapatan dan investasi digunakan rumus berikut :      
    
â % kepemilikan induk x Laba bersih anak ± beban amortisasi goodwill 

÷$        
â Investasi Awal + Pendapatan dari perusahaan anak
± (% kepemilikan induk x dividen anak)

Untuk menghitung nilai        digunakan rumus berikut :
â % kepemilikan anak x Laba bersih anak
Berikut format kertas kerja konsolidasi yang diperlukan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasi :
PT Induk

!  !  " 
-Pendapatan
-Pendapatan dari perusahaan anak
-Beban
-Pendapatan Hak ÿinoritas

!  !     
-Laba ditahan perusahaan induk
-Laba ditahan perusahaan anak
-(+) Laba bersih
-(-) Dividen   

-Aktiva
1.Aktiva Lancar
2.Investasi pada perusahaan anak
3.Aktiva Tetap
-Passiva
1.Kewajiban Lancar

9

PT Anak

Penyesuaian & Hak

Laporan

Eliminasi

Konsolidasi

ÿinoritas

c       



2.Kewajiban Jangka Panjang
3.ÿodal Saham
4.Laba Ditahan
5.Hak ÿinoritas akhir tahun

h ? ˜÷c ÷c!#c 

Berbeda dengan metode ekuitas, jika diketahui satu perusahaan yang memiliki
beberapa anak perusahaan menggunakan metode ekuitas tidak lengkap dalam
mencatat investasinya pada perusahaan anak, diperlukan  
$ sebelum
menyusun jurnal penyesuaian dan eliminasi. Tujuan penyusunan jurnal konversi yaitu
untuk mengkonversi (merubah) Laporan Keuangan perusahaan induk yang
sebelumnya menggunakan metode ekuitas tidak lengkap menjadi metode ekuitas. Jika
Laporan Keuangan perusahaan induk telah dikonversi menjadi metode ekuitas, akan
mudah bagi kita untuk menyusun jurnal penyesuaian dan eliminasi yang diperlukan
sesuai dengan penjelasan yang telah diuraikan pada bagian pertama.

Ciri bahwa satu perusahaan menggunakan metode ekuitas tidak lengkap dalam
mencatat investasi dapat kita ketahui dari bagaimana cara perusahaan tersebut
menghitung pendapatan yang diperolehnya dari anak perusahaan. Jika satu perusahaan
induk menggunakan metode ekuitas tidak lengkap maka perusahaan tersebut akan
menggunakan rumus berikut :      

 c 
â % Kepemilikan induk x Laba bersih Anak
Terlihat bahwa Perusahaan Induk mengabaikan pencatatan beban amortisasi goodwill
dalam perhitungannya. Hal ini akan menyebabkan pendapatan dari perusahaan anak
akan dicatat terlalu besar demikian juga pencatatan investasi pada perusahaan anak
akan dicatat terlalu besar dengan selisih sebesar beban amortisasi goodwill yang tidak
turut diperhitungkan. ÿaka jurnal konversi yang diperlukan yaitu sebagai berikut :

10

c       



k. Pendapatan dari perusahaan anak

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

Jika kita telah mengkonversi laporan keuangan yang menggunakan metode ekuitas
tidak lengkap dengan memasukkan jurnal di atas pada lembar kertas kerja konsolidasi,
laporan keuangan akan terlihat seperti jika perusahaan menggunakan metode ekuitas.
ÿaka ayat jurnal penyesuaian dan eliminasi yang diperlukan berikutnya yaitu sebagai
beikut :

a.? Pendapatan dari perusahaan anak

xxx

Dividen

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

b.? Laba ditahan perusahaan anak (awal)

xxx

ÿodal Saham perusahaan anak

xxx

Goodwill

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

Hak ÿinoritas

xxx

c.? Beban

xxx

Goodwill

xxx

Ayat jurnal di atas sama dengan ayat jurnal yang telah diuraikan pada bagian pertama.
Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa      !      

                
         
     
        

$ . Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya disini kita juga perlu
untuk menghitung nilai pendapatan dari perusahaan anak dan nilai investasi pada
perusahaan anak yang sebenarnya yaitu dengan memperhitungkan beban amortisasi
goodwill. Perhitungan ini akan berbeda dengan perhitungan yang dilakukan

11

c       



perusahaan induk yang mengabaikan pencatatan beban amortisasi goodwill. Perlu
digaris bawahi disini bahwa perhitungan          tidak berubah,
tetap menggunakan rumus : % kepemilikan anak x Laba bersih anak.

Satu lagi yang perlu Anda ketahui pada saat menyusun kertas kerja konsolidasi,
penggunaan metode ekuitas tidak lengkap akan menyebabkan !     ÷   
    !    
, demikian juga !     ÷   
    !      
.
( ? ÷c c 

ÿetode ini adalah metode alternative ketiga selain metode ekuitas dan metode ekuitas
tidak lengkap yang dapat digunakan oleh perusahaan induk dalam mencatat
investasinya pada perusahaan anak. Untuk membedakan metode ini dengan kedua
metode lainnya dapat diketahui dari dua ciri berikut :

1.? Perusahaan Induk mencatat      $       c  %& 

   ' $    , bukan Pendapatan dari Perusahaan Anak (%
kepemilikan induk x laba bersih anak ± Beban amortisasi goodwill).
2.?  
÷$        c   , tidak mengalami perubahan dari
periode ke periode.

Sama halnya dengan metode ekuitas tidak lengkap, jika kita ketahui perusahaan induk
menggunakan metode biaya, maka perlu untuk membuat  
$ ke metode
ekuitas terlebih dahulu. Jurnal konversi yang diperlukan yaitu sebagai berikut :

k. Pendapatan dividen

xxx

Investasi pada perusahaan Anak

xxx

Pendapatan dari Perusahaan Anak

12

xxx

c       



Dengan ayat jurnal konversi di atas, maka Pendapatan Dividen dieliminasi dari
laporan keuangan induk, kemudian memunculkan akun pendapatan dari perusahaan
anak yang sebelumnya tidak dicatat pada laporan keuangan induk, dan terakhir
menambah nilai investasi pada perusahaan anak sesuai dengan nilai akun tersebut per
tanggal penyusunan laporan keuangan konsolidasi. Setelah jurnal ini diposting ke
kertas kerja konsolidasi, maka laporan keuangan induk telah dikonversi ke metode
ekuitas. Setelah laporan keuangan perusahaan induk dikonversi, berikut ayat jurnal
penyesuaian dan eliminasi yang diperlukan untuk mengkonsolidasi laporan keuangan
induk dan laporan keuangan anak. Jurnal ini sama dengan jurnal yang telah dibahas
pada bagian pertama.

a.? Pendapatan dari perusahaan anak

xxx

Dividen

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

b.? Laba ditahan perusahaan anak (awal)

xxx

ÿodal Saham perusahaan anak

xxx

Goodwill

xxx

Investasi pada perusahaan anak

xxx

Hak ÿinoritas

xxx

c.? Beban

xxx

Goodwill

xxx

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa sama halnya dengan metode ekuitas tidak
lengkap,      !       
    
                   
          
          

$ .

13

c       



Untuk menyusun jurnal konversi, kita terlebih dahulu perlu untuk menghitung nilai    
       ( % kepemilikan induk x Laba bersih anak ±
beban amortisasi goodwill ) dan  
$         ( Investasi
Awal + Pendapatan dari perusahaan anak ± % kepemilikan induk x dividen anak )
karena Induk tidak melakukan perhitungan maupun pencatatan kedua akun ini.
Perhitungan          tetap menggunakan rumus : % kepemilikan
anak x Laba bersih anak.
Sama halnya dengan metode ekuitas tidak lengkap, penggunaan metode biaya pada
pencatatan investasi pada perusahaan anak akan menyebabkan !     ÷   
    !    
, demikian juga !     ÷   
    !      
                    

14

c       

 

c÷÷÷
!cccc "c c ÷cc""˜ ccc" ÷cc  

Bab berikut akan membahas metode penyusunan laporan keuangan konsolidasi

dimana terjadi transaksi penjualan persediaan antar perusahaan induk dan perusahaan anak.
Transaksi penjualan persediaan antar perusahaan induk dan perusahaan anak menimbulkan
laba/keuntungan yang menurut PSAK No. 4 tidak seharusnya dimasukkan dalam Laporan
Konsolidasi dan harus dieliminasi pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi. Pada
laporan keuangan terpisah perusahaan induk dan anak dimungkinkan adanya transaksi antar
perusahaan ini. Namun tidak demikian pada laporan keuangan konsolidasi dimana perusahaan
induk dan anak dilaporkan sebagai satu entitas ekonomi/satu perusahaan yang utuh. 

c   (  Laporan Konsolidasi seharusnya tidak memasukkan
keuntungan atau kerugian dari transaksi antar-perusahaan dalam grup.
Karenanya, setiap laba atau rugi antar-perusahaan di dalam grup harus
dieliminasi; konsep yang biasanya diterapkan untuk tujuan ini adalah laba
atau rugi kotor (bruto)  

 adalah untuk menunjukkan laba rugi dan posisi keuangan entitas
yang dikonsolidasikan yang seharusnya tampak jika transaksi persediaan antar perusahaan
induk dan perusahaan anak tidak ada dengan mengabaikan jumlah dari setiap transaksi.

Ayat jurnal yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi jika
terdapat transaksi penjualan persediaan antar perusahaan tergantung pada jenis transaksi
penjualan persediaan yang terjadi. Terdapat dua jenis transaksi penjualan persediaan antar
perusahaan :

15

c       



O ?  
 c  ) 
´ang dimaksud penjualan persediaan arus ke bawah yaitu  
     

          . Berikut ayat jurnal penyesuaian dan eliminasi
yang diperlukan untuk menyesuaikan laporan keuangan induk dan laporan perusahaan anak :
a)? Penjualan

xx

Harga Pokok Penjualan

xx

(Untuk mengeliminasi pembelian dan penjualan antar-perusahaan)

b)? Harga Pokok Penjualan

xx

Persediaan

xx

(Untuk menangguhkan laba yang belum direalisasi dalam persediaan akhir perusahaan
anak)

c)? Investasi pada PT Anak

xx

Harga Pokok Penjualan

xx

(Untuk mengakui laba dari persediaan awal perusahaan anak yang sebelumnya
ditangguhkan)

Dengan ketiga ayat jurnal di atas, kita telah menyesuaikan transaksi penjualan
persediaan antar perusahaan induk dan anak sehingga akun-akun yang timbul akibat transaksi
tersebut dieliminasi dari laporan keuangan induk dan laporan keuangan anak. Penyesuaian
tersebut meliputi penyesuaian nilai penjualan, harga pokok penjualan, dan nilai persediaan
yang menjadi terlalu besar akibat adanya transaksi penjualan persediaan antar perusahaan
induk dan anak. Sedangkan ayat jurnal c dibuat untuk mengakui laba dari penjualan
persediaan antar perusahaan induk dan anak (yang sebelumnya ditangguhkan dengan ayat
jurnal b) pada saat persediaan tersebut telah benar-benar terjual kepada pihak
ketiga/perusahaan lain.

16

c       



Perhitungan Pendapatan dari Perusahaan Anakditentukan dengan rumus berikut :      

 c
â % kepemilikan induk x laba bersih perusahaan anak
(+) Laba yg belum direalisasi dari persediaan awal perusahaan anak
(-) Laba yg belum direalisasi dari persediaan akhir perusahaan anak
(-) biaya amortisasi goodwill
Sedangkan perhitungan pendapatan hak minoritas ditentukan dengan rumus berikut :     

   
â % Kepemilikan anak x Laba bersih anak
Perhitungan pendapatan hak minoritas     oleh adanya transaksi penjualan
persediaan antar perusahaan, karena jenis transaksinya adalah transaksi penjualan persediaan
arus ke bawah dimana yang menjual adalah perusahaan induk sehingga tidak mempengaruhi
laba bersih perusahaan anak.
h ?  
c c 
´ang dimaksud penjualan persediaan arus ke bawah yaitu  
     

          . Berikut ayat jurnal penyesuaian dan eliminasi
yang diperlukan untuk menyesuaikan laporan keuangan induk dan laporan perusahaan anak :

a)? Penjualan

xx

Harga Pokok Penjualan

xx

(Untuk mengeliminasi pembelian dan penjualan antar-perusahaan)

b)? Harga Pokok Penjualan

xx

Persediaan

xx

(Untuk menangguhkan laba yang belum direalisasi dalam persediaan akhir perusahaan
anak)

17

c       



c)? Investasi pada PT Anak
Hak ÿinoritas

xx
xx

Harga Pokok Penjualan

xx

(Untuk mengakui laba dari persediaan awal perusahaan anak yang sebelumnya
ditangguhkan)

Ayat-ayat jurnal di atas sama dengan ayat jurnal yang diperlukan pada transaksi
penjualan persediaan arus ke bawah. Perbedaan hanya pada ayat jurnal c dimana pengakuan
laba dari penjualan persediaan antar perusahaan induk dan anak selain dialokasi ke akun
investasi pada PT Anak, juga dialokasi pada akun hak minoritas. Hal ini karena yang menjual
persediaan tersebut adalah perusahaan anak sehingga pada saat persediaan telah benar-benar
terjual kepada pihak ketiga, sebagian laba harus dialokasi ke perusahaan anak yaitu pada akun
hak minoritas.

Perhitungan        c ditentukan dengan rumus berikut :

â % kepemilikan induk x laba bersih perusahaan anak
(+) % kepemilikan induk x Laba yg belum direalisasi dari persediaan awal perusahaan anak
(-) % kepemilikan induk x Laba yg belum direalisasi dari persediaan akhir perusahaan anak
(-) biaya amortisasi goodwill

Sedangkan perhitungan pendapatan hak minoritas ditentukan dengan rumus berikut :    
   
â % Kepemilikan anak x Laba bersih anak
(+) % Kepemilikan anak x Laba yg belum direalisasi dari persediaan awal perusahaan anak
(-) % Kepemilikan anak x Laba yg belum direalisasi dari persediaan akhir perusahaan anak

Perhitungan pendapatan hak minoritas    oleh adanya transaksi penjualan
persediaan antar perusahaan, karena jenis transaksinya adalah transaksi penjualan persediaan
arus ke atas dimana yang menjual adalah perusahaan anak sehingga Laba yang belum

18

c       



direalisasi dari persediaan awal dan akhir perusahaan anak mempengaruhi laba bersih
perusahaan anak dan perhitungan pendapatan hak minoritas.

Untuk lebih memahami uraian di atas berikut akan diberikan ilustrasi mengenai
metode penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi dimana terdapat transaksi penjualan
persediaan antar perusahaan induk dan perusahaan anak baik transaksi penjualan persediaan
arus ke bawah maupun transaksi penjualan persediaan arus ke bawah.

A.? ÷ 
    *   
!     
 +  

 c  )  

  
 c  )  
PT Jasatama memperoleh 80 % kepemilikan PT Altech dengan harga Rp 300.000.000
pada tanggal 1 Januari 2005 ketika ekuitas PT Altech terdiri dari modal saham sebesar
Rp 250.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp 50.000.000. Nilai wajar aktiva dan
kewajiban PT Altech sama dengan nilai bukunya pada tanggal ini dan setiap goodwill
diamortisasi selama 10 tahun. PT Jasatama menggunakan metode ekuitas dalam
mempertanggungjawabkan investasinya pada PT Altech.
Selama tahun 2005 PT Jasatama menjual persediaan kepada PT Altech dengan harga
Rp 150.000.000 dan pada tanggal 31 Desember 2005 dalam persediaan PT Altech
termasuk laba yang belum direalisasi sebesar Rp 30.000.000. Selama tahun 2006 PT
Jasatama menjual persediaan kepada PT Altech dengan harga Rp 100.000.000 dan
pada tanggal 31 Desember 2006 dalam persediaan PT Altech termasuk laba yang
belum direalisasi sebesar Rp 20.000.000.
Laporan keuangan PT Jasatama dan PT Altech per dan untuk tahun berakhir 31
Desember 2006 adalah sebagai berikut :

19

c       

 

,     

c 

Penjualan

700.000

300.000

Pendapatan dari PT Altech

124.000

-

Harga pokok penjualan

270.000

130.000

Beban-beban operasi

145.000

20.000     

  

    
   

!      

(-  

O. 

(+) Laba Ditahan 1 Januari 2006

70.000

80.000

(-) Dividen

50.000

20.000

!     (O h/ (h-  

hO 

— !
Kas

166.000

50.000

Piutang dagang

180.000

130.000

60.000

80.000

Tanah

115.000

100.000

Bangunan bersih

280.000

100.000

Peralatan bersih

342.000

140.000

Investasi pada PT Altech

396.000

-

Persediaan  

c  $    

O .(-  

/ 

Utang Usaha

225.000

100.000

Kewajiban lainnya

150.000

40.000

ÿodal Saham, nominal Rp. 10.000

735.000

250.000

Laba Ditahan

429.000

210.000  

)   01  O .(-  

/   

: Siapkan kertas kerja konsolidasi PT Jasatama dan perusahaan anak untuk tahun
berakhir 31 Desember 2006.

20

c       



*   
!     
+ 
 c  
) 

Nilai wajar aktiva dan kewajiban PT Altech sama dengan nilai bukunya pada saat akuisisi 

   $    
   c    

2# )

 

Goodwill â 300.000.000 ± (80 % x (250.000.000 + 50.000.000))
â 300.000.000 ± 240.000.000
â Rp 60.000.000,Biaya Amortisasi Goodwill/tahun â 60.000.000/10 th â Rp 6.000.000, -/th
Pendapatan dari PT Altech Th. 2006
â (% kepemilikan induk x Laba bersih anak) + Laba yg belum direalisasi dari persediaan
awal perusahaan anak ± Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir perusahaan
anak ± Biaya amortisasi goodwill Th 2006
â (80 % x 150.000.000) + (30.000.000 - 20.000.000) - 6.000.000
â 120.000.000 + 10.000.000 ± 6.000.000
â Rp 124.000.000,÷$   c 
(O h.
â Investasi awal + pendapatan dari PT Altech Th. 2005
± Dividen dari PT Altech Th. 2005
â Investasi awal +( 80 % x laba bersih PT Altech Th 2005 ) ± Amortisasi goodwill
Th 2005 - Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir Th 2005)) ± (80 %
x dividen PT Altech Th 2005)
â Investasi awal +( 80 % x (laba bersih PT Altech Th 2005±
dividen PT Altech Th 2005) ) ± Amortisasi goodwill
Th 2005 - Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir Th 2005))
â Investasi awal + ((80 % x Laba ditahan Th 2005) ± Amortisasi goodwill Th 2005
- Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir Th 2005)

21

c       



â 300.000.000 + (80 % x 30.000.000) ± 6.000.000 - 30.000.000
â 300.000.000 + 24.000.000 ± 6.000.000 ± 30.000.000
â Rp 288.000.000,÷$   c 
(O h/
â Investasi pada PT Altech 31 Desember 2005 + Pendapatan dari PT Altech Th 2006
± Dividen dari PT Altech Th 2006
â 288.000.000 + 124.000.000 ± (80 % x 20.000.000)
â 288.000.000 + 124.000.000 ± 16.000.000
â Rp 396.000.000,    
   
â % kepemilikan anak x laba bersih anak
â 20 % x 150.000.000
â Rp 30.000.000,
, 
    
 

a.? Penjualan

Rp 100.000.000,-

Harga pokok penjualan

b.? Harga pokok penjualan

Rp 100.000.000,-

Rp 20.000.000,-

Persediaan

c.? Investasi pada PT Altech

Rp 20.000.000,-

Rp 30.000.000,-

Harga pokok penjualan

d.? Pendapatan dari PT Altech

Rp 30.000.000,-

Rp 124.000.000,-

Dividen

16.000.000,-

Investasi pada PT Altech

Rp 108.000.000,-

22

c       



e.? Laba ditahan_PT Altech

Rp 80.000.000,-

ÿodal saham_PT Altech

250.000.000,-

Goodwill

54.000.000,-

Investasi pada PT Altech

Rp 318.000.000,-

Hak minoritas
f.? Beban

66.000.000,Rp 6.000.000,-

Goodwill

Rp 6.000.000,-

B.? ÷ 
      *    
 !       
 +  

 c c 

PT Jasatama memperoleh 90 % kepemilikan PT Altech dengan harga Rp 280.000.000
pada tanggal 1 Januari 2006 ketika ekuitas PT Altech terdiri dari modal saham sebesar
Rp 150.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp 50.000.000. Nilai wajar aktiva dan
kewajiban PT Altech sama dengan nilai bukunya pada tanggal ini dan setiap goodwill
diamortisasi selama 10 tahun. PT Jasatama menggunakan metode ekuitas dalam
mempertanggungjawabkan investasinya pada PT Altech.
Selama tahun 2005 PT Altech menjual persediaan kepada PT Jasatama dengan harga
Rp 150.000.000 dan pada tanggal 31 Desember 2005 dalam persediaan PT Jasatama
termasuk laba yang belum direalisasi sebesar Rp 30.000.000. Selama tahun 2006 PT
Altech menjual persediaan kepada PT Jasatama dengan harga Rp 100.000.000 dan
pada tanggal 31 Desember 2006 dalam persediaan PT Jasatama termasuk laba yang
belum direalisasi sebesar Rp 20.000.000,Laporan keuangan PT Jasatama dan PT Altech per dan untuk tahun berakhir 31
Desember 2006 adalah sebagai berikut : 

,     

c 

700.000

300.000    

  

    
   
Penjualan

23 

c       



Pendapatan dari PT Altech

122.000

-

Harga pokok penjualan

270.000

130.000

Beban-beban operasi

145.000

20.000

!      

(3  

O.  

(+) Laba Ditahan 1 Januari 2006

70.000

80.000

(-) Dividen

50.000

20.000

!     (O h/ (h3  

hO 

— !
Kas

166.000

50.000

Piutang dagang

180.000

130.000

60.000

80.000

Tanah

115.000

100.000

Bangunan bersih

280.000

100.000

Peralatan bersih

342.000

140.000

Investasi pada PT Altech

400.000

-

Persediaan  

c  $    

O .(-  

/ 

Utang Usaha

225.000

100.000

Kewajiban lainnya

150.000

40.000

ÿodal Saham, nominal Rp. 10.000

735.000

250.000

Laba Ditahan

427.000

210.000  

)   01  O .(-  

/  

: Siapkan kertas kerja konsolidasi PT Jasatama dan perusahaan anak untuk tahun
berakhir 31 Desember 2006.

24

c       



*   
!     
+ 
 c 
c  

Nilai wajar aktiva dan kewajiban PT Altech sama dengan nilai bukunya pada saat akuisisi 

   $    
   c    

2# )


Goodwill â 300.000.000 ± (80 % x (250.000.000 + 50.000.000))
â 300.000.000 ± 240.000.000
â Rp 60.000.000,Biaya Amortisasi Goodwill/tahun â 60.000.000/10 th â Rp 6.000.000, -/th
Pendapatan dari PT Altech Th. 2006
â % kepemilikan induk x Laba bersih anak
(+) % kepemilikan induk x Laba yg belum direalisasi dari persediaan awal PT Anak
(±) % kepemilikan induk x Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir PT Anak
(±) Biaya amortisasi goodwill Th 2006
â (80 % x 150.000.000) + 80 % x (30.000.000 - 20.000.000) - 6.000.000
â 120.000.000 + 8.000.000 ± 6.000.000
â Rp 122.000.000,Investasi pada PT Altech 31 Desember 2005
â Investasi awal + pendapatan dari PT Altech Th. 2005
± Dividen dari PT Altech Th. 2005
â Investasi awal +( 80 % x laba bersih PT Altech Th 2005 ) ± Amortisasi goodwill
Th 2005 ± (80 % x Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir
Th 2005))) ± (80 % x dividen PT Altech Th 2005)
â Investasi awal + ((80 % x Laba ditahan Th 2005) ± Amortisasi goodwill Th 2005

25

c       



- 80 % x Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir Th 2005)
â 300.000.000 + (80 % x 30.000.000) ± 6.000.000 ± (80 % x 30.000.000)
â 300.000.000 + 24.000.000 ± 6.000.000 ± 24.000.000
â Rp 294.000.000,Investasi pada PT Altech 31 Desember 2006
â Investasi pada PT Altech 31 Desember 2005 + Pendapatan dari PT Altech Th 2006
± Dividen dari PT Altech Th 2006
â 294.000.000 + 122.000.000 ± (80 % x 20.000.000)
â 294.000.000 + 122.000.000 ± 16.000.000
â Rp 400.000.000,Pendapatan hak minoritas
â 20 % x 150.000.000 + 20 % x 30.000.000 ± 20 % x 20.000.000
â 30.000.000 + 6.000.000 ± 4.000.000
â 32.000.000
, 
    
 

a.? Penjualan

Rp 100.000.000,-

Harga pokok penjualan

b.? Harga pokok penjualan

Rp 100.000.000,-

Rp 20.000.000,-

Persediaan

c.? Investasi pada PT Altech

Rp 20.000.000,-

Rp 24.000.000,-

Hak minoritas

6.000.000,-

Harga pokok penjualan

d.? Pendapatan dari PT Altech

Rp 30.000.000,-

Rp 122.000.000,-

Dividen

16.000.000,-

26

c       



Investasi pada PT Altech

Rp 106.000.000,-

e.? Laba ditahan_PT Altech

Rp 80.000.000,-

ÿodal saham_PT Altech

250.000.000,-

Goodwill

54.000.000,-

Investasi pada PT Altech

Rp 318.000.000,-

Hak minoritas

f.? Beban

66.000.000,-

Rp 6.000.000,Goodwill

Rp 6.000.000,-              

27

c       

 

c÷
!cccc "c c ÷cc""˜ cccc÷cc  

Bab ini membahas mengenai penyusunan laporan keuangan konsolidasi dimana

terdapat transaksi penjualan aktiva tetap antara perusahaan induk dan perusahaan anak. Laba
yang dicatat dari adanya transaksi ini harus dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Berbeda dengan pembahasan pada bab sebelumnya, selain dapat dibedakan menjadi dua jenis
transaksi penjualan (penjualan arus ke bawah dan penjualan arus ke atas), jenis aktiva tetap
juga harus dibedakan antara aktiva tetap yang tidak dapat disusutkan dan aktiva tetap yang
dapat disusutkan. Demikian juga mengenai saat penyusunan laporan keuangan konsolidasi
dan saat aktiva tetap dijual ke pihak ketiga harus diperhatikan. Jenis transaksi penjualan, jenis
aktiva tetap, saat penyusunan laporan keuangan konsolidasi dan saat penjualan aktiva kepada
pihak ketiga akan menentukan jenis jurnal penyesuaian dan eliminasi yang diperlukan dalam
membuat laporan keuangan konsolidasi.
c ? !  c   c c  $          
?  
c  ) 

c"#  $
1.? Pada Tahun Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Keuntungan atas penjualan tanah

xx

Tanah

xx

(Untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan tanah antar-perusahaan dan
mengurangi tanah menjadi harga perolehannya)

2.? Pada Tahun Setelah Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Investasi pada perusahaan anak

xx

Tanah

xx

(Untuk mengurangi tanah menjadi harga perolehannya dan menyesuaikan akun
investasi untuk membentuk resiprokal dengan akun ekuitas perusahaan anak pada
awal periode)

28

c       



3.? Penjualan Pada Tahun Berikutnya Kepada Entitas Luar
Investasi pada perusahaan anak

xx

Keuntungan atas penjualan tanah

xx

(Untuk menyesuaikan keuntungan atas penjualan tanah bagi entitas yang
dikonsolidasikan)
?  
c c 

c"#  $
1.? Pada Tahun Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Keuntungan atas penjualan tanah

xx

Tanah

xx

(Untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan tanah antar-perusahaan dan
mengurangi tanah menjadi harga perolehannya)

2.? Pada Tahun Setelah Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Investasi pada perusahaan anak

xx

Hak ÿinoritas

xx

Tanah

xx

(Untuk mengurangi tanah menjadi harga perolehannya dan menyesuaikan akun
investasi dan hak minoritas awal untuk membentuk resiprokal dengan akun ekuitas
perusahaan anak pada awal periode)

3.? Penjualan Pada Tahun Berikutnya Kepada Entitas Luar
Investasi pada perusahaan anak

xx

Hak ÿinoritas

xx

Keuntungan atas penjualan tanah

xx

(Untuk menyesuaikan keuntungan atas penjualan tanah bagi entitas yang
dikonsolidasikan)

29

c       

 

? !  c   c c  $         
?  
c  ) 

c"#  $
1.? Pada Saat Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Keuntungan atas Bangunan

xx

Bangunan

xx

(Untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan bangunan antar-perusahaan dan
mengurangi bangunan menjadi harga perolehannya)

2.? Pada Tahun Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Keuntungan atas Bangunan

xx

Akumulasi penyusutan-bangunan

xx

Bangunan

xx

Beban penyusutan

xx

(Untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan bangunan antar-perusahaan dan
mengurangi bangunan menjadi harga perolehannya)

3.? Pada Tahun Setelah Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Investasi pada perusahaan anak

xx

Akumulasi penyusutan-bangunan

xx

Bangunan

xx

Beban penyusutan

xx

(Untuk mengurangi bangunan menjadi harga perolehannya dan menyesuaikan
akun investasi untuk membentuk resiprokal dengan akun ekuitas perusahaan anak
pada awal periode)

4.? Penjualan Pada Tahun Berikutnya Kepada Entitas Luar
Investasi pada perusahaan anak

xx

Akumulasi penyusutan-bangunan

xx

Bangunan

xx

Keuntungan atas penjualan tanah

xx

30

c       



(Untuk menyesuaikan keuntungan atas penjualan bangunan bagi entitas yang
dikonsolidasikan)
?  
c c 

c"#  $
1.? Pada Saat Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Keuntungan atas Bangunan

xx

Bangunan

xx

(Untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan bangunan antar-perusahaan dan
mengurangi bangunan menjadi harga perolehannya)

2.? Pada Tahun Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Keuntungan atas Bangunan

xx

Akumulasi penyusutan-bangunan

xx

Bangunan

xx

Beban penyusutan

xx

(Untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan bangunan antar-perusahaan dan
mengurangi bangunan menjadi harga perolehannya)

3.? Pada Tahun Setelah Penjualan Aktiva Tetap Antar Perusahaan
Investasi pada perusahaan anak

xx

Hak ÿinoritas 1 Januari

xx

Akumulasi penyusutan-bangunan

xx

Bangunan

xx

Beban penyusutan

xx

(Untuk mengurangi bangunan menjadi harga perolehannya dan menyesuaikan
akun investasi dan hak minoritas awal untuk membentuk resiprokal dengan akun
ekuitas perusahaan anak pada awal periode)

31

c       



4.? Penjualan Pada Tahun Berikutnya Kepada Entitas Luar
Investasi pada perusahaan anak

xx

Hak ÿinoritas 1 Januari

xx

Keuntungan atas penjualan bangunan

xx

(Untuk menyesuaikan keuntungan atas penjualan bangunan bagi entitas yang
dikonsolidasikan)

Pendapatan dari perusahaan anak dan Pendapatan Hak ÿinoritas ditentukan dengan rumus
berikut :
?    
c  )        

c 
â % Kepemilikan Induk x Laba bersih Anak
(-) Laba yang belum direalisasi atas aktiva tetap
(+) Pengakuan bagian per bagian keuntungan atas aktiva tetap
(-) Keuntungan atas penjualan aktiva tetap
(-) Biaya Amortisasi Goodwill    

   
â % Kepemilikan PT Anak x Laba bersih PT Anak 
?    
c c        

c 
â % Kepemilikan Induk x Laba bersih Anak
(-) % Kepemilikan Induk x Laba yang belum direalisasi atas aktiva tetap
(+) % Kepemilikan Induk x Pengakuan bagian per bagian keuntungan atas aktiva tetap
(+) % Kepemilikan Induk x Keuntungan atas penjualan aktiva tetap
(-) Biaya Amortisasi Goodwill 

32

c       

    

   
â % Kepemilikan Anak x Laba bersih Anak
(-) % Kepemilikan Anak x Laba yang belum direalisasi atas aktiva tetap
(+) % Kepemilikan Anak x Pengakuan bagian per bagian keuntungan atas aktiva tetap
(+) % Kepemilikan Anak x Keuntungan atas penjualan aktiva tetap

Untuk lebih mudah memahami uraian di atas, berikut akan diberikan ilustrasi kasus dan
cara penyelesaian laporan keuangan konsolidasi dimana terdapat transaksi penjualan aktiva
tetap antara perusahaan induk dan perusahaan anak. Untuk memperoleh pemahaman yang
komprehensif dengan bab sebelumnya, ilustrasi dibawah ini juga mencakup transaksi
penjualan persediaan antar perusahaan induk dan perusahaan anak.

÷      
      
    ÷        

PT Perahu memperoleh 80 % keemilikan PT Sampan pada tanggal 1 Januari 2006
secara tunai sebesar Rp 108.000.000 ketika modal saham PT Sampan sebesar Rp 100.000.000
dan laba ditahan sebesar Rp 10.000.000. Perbedaan biaya investasi dan nilai buku yang
diperoleh diamortisasi selama sepuluh tahun.
Laporan keuangan terpisah PT Perahu dan PT Sampan pada tanggal 31 Desember 2009
diikhtisarkan sebagai berikut :    

      

  

    
  %
Penjualan

650.000

120.000

42.000

-

Harga pokok penjualan

390.000

40.000

Beban-beban operasi

170.000

30.000

Pendapatan dari PT Sampan

!      

O(h  

33  

. 

c       



(+) Laba Ditahan 1 Januari 2009

95.600

20.000

(-) Dividen

70.000

20.000

!     (O h- O.3 /  

. 

— !
Kas

57.200

20.000

Piutang dagang

40.000

20.000

Persedian

60.000

35.000

290.000

205.000

70.000

100.000

122.400

-

Aktiva tetap
Akumulasi penyusutan
Investasi pada PT Sampan  

c  $    

(-- /  

O4 

Utang Dagang

42.000

30.000

ÿodal Saham, nominal Rp. 10.000

300.000

100.000

Laba Ditahan

O.3 / 

.   

)   01  (-- /  

O4   

&$
1.? Penjualan PT Sampan termasuk penjualan antar perusahaan sebesar Rp. 8.000.000 dan
dalam persediaan PT Perahu tanggal 31 Desember 2009 termasuk Rp. 1.000.000 laba
atas barang yang diperoleh dari PT Sampan. Dalam persediaan PT Sampan tanggal 31
Desember 2008 termasuk laba atas barang yang diperoleh dari PT Perahu sebesar Rp.
2.000.000.
2.? PT Perahu berhutang kepada PT Sampan sebesar Rp. 4.000.000.
3.? Pada tanggal 1 Januari 2008 PT Sampan menjual aktiva tetap kepada PT Perahu
dengan harga Rp. 60.000.000 aktiva ini mempunyai nilai buku 40.000.000 pada
tanggal tersebut dan disusutkan oleh PT Perahu selama 5 tahun.
4.? PT

Perahu

menggunakan

metode

equitas

dalam

mempertanggungjawabkan

investasinya pada PT Sampan. 

: Siapkan kertas kerja konsolidasi PT Perahu dan perusahaan anak untuk tahun
berakhir (O h-

34

c       



K                
          

÷        

# )

â 108.000.000 ± 80 % (100.000.000 + 10.000.000)
â 108.000.000 ± 88.000.000
â Rp 20.000.000,Biaya amortisasi goodwill/th â 20.000.000 / 10 th â Rp 2.000.000,- / th
c
   
 $ 2 

1.? Penjualan persediaan barang dagangan (penjualan arus ke atas)
Laba yang belum direalisasi dari persediaan awal th 2009 PT Perahu â Rp 1.000.000,Laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir th 2009 PT Perahu â Rp 2.000.000,2.? Aktiva tetap (penjualan arus ke atas, 1 januari 2008)
Keuntungan atas penjualan bangunan â 60.000.000 ± 40.000.000 â Rp 20.000.000,Pengakuan bagian per bagian atas bangunan â 20.000.000,- / 5 th â Rp 4.000.000,- / th      
 h-
â 80 % x Laba bersih PT Sampan
(+) 80 % x laba yang belum direalisasi dari persediaan awal PT Perahu
(-) 80 % x laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir PT Perahu
(+) 80 % x pengakuan bagian per bagian keuntungan atas aktiva tetap
(-) Biaya amortisasi goodwill th 2009

â 80 % x 50.000.000 + 80 % x 2.000.000 - 80 % x 1.000.000
+ 80 % x 4.000.000 - 2.000.000

â Rp 42.000.000,-

35

c       

    

     h- 

â 20 % x Laba bersih PT Sampan Th 2009
(+) 20 % x laba yang belum direalisasi dari persediaan awal PT Perahu
(-) 20 % x laba yang belum direalisasi dari persediaan akhir PT Perahu
(+) 20 % x pengakuan bagian per bagian keuntungan atas penjualan aktiva tetap

â 20 % (50.000.000 + 2.000.000 ± 1.000.000 + 4.000.000)
â 20 % x 55.000.000
â Rp.11.000.000,, 
    
2 

a.? Penjualan

Rp 8.000.000,-

Harga pokok penjualan

Rp 8.000.000,-

b.? Harga pokok penjualan

Rp 1.000.000,-

Persediaan

Rp 1.000.000,-

c.? Investasi pada PT Sampan

Rp 1.600.000,-

Hak minoritas

400.000,-

Harga pokok penjualan

Rp 2.000.000,-

d.? Investasi pada PT Sampan

Rp 12.800.000,-

Hak minoritas 1 januari

3.200.000,-

Akumulasi penyusutan

8.000.000,-

Aktiva tetap

Rp 20.000.000,-

Beban penyusutan

4.000.000,-

36

c       



e.? Pendapatan dari PT Sampan

Rp 42.000.000,-

Dividen

Rp 16.000.000,-

Investasi pada PT Sampan

26.000.000,-

f.? Laba Ditahan_PT Sampan

Rp 20.000.000,-

ÿodal Saham_PT Sampan

100.000.000,-

Goodwill

14.000.000,-

Investasi pada PT Sampan

Rp 110.000.000,-

Hak minoritas

24.000.000,-

g.? Beban

Rp 2.000.000,Goodwill

Rp 2.000.000,-

h.? Hutang Dagang

Rp 4.000.000,-

Piutang Dagang

Rp 4.000.000,-

37

c       

 

c
!cccc "c c ÷cc""˜ ccc+!÷#c ÷ 

Penarikan obligasi yang telah diterbitkan oleh sebuah perusahaan secara umum dapat
dilakukan dengan 2 cara :
1.? Perusahaan penerbit membeli dan menarik obligasinya sendiri ö ! 
  
2.? Perusahaan afiliasi dari perusahaan penerbit membeli obligasi dari pihak ketiga
dimana obligasinya ditarik secara konstruktif ö !!'    
Agar lebih jelas dapat melihat pada ilustrasi di bawah ini :

ÿenerbitkan Obligasi

Pihak Ketiga

PT Induk/Anak
ÿembeli dan ÿenarik kembali Obligasi
(c!   )

PT Induk

ÿenerbitkan Obligasi

PT Anak

Pembelian Obligasi Oleh Induk
(*!'    )    

38

Pihak Ketiga

c       



A.? OBLIGASI PERUSAHAAN INDUK DIBELI OLEH PERUSAHAAN ANAK

Ilustrasi :
PT Prima memperoleh 70 % kepemilikan PT Sarana pada nilai bukunya Rp 56.000.000,
pada tanggal 31 Desember 20x2 ketika PT Sarana mempunyai modal saham sebesar Rp
50.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp 30.000.000. Pada tanggal 1 Januari 20x4, PT
Prima mempunyai obligasi dengan nilai nominal Ro 100.000.000, tingkat bunga 10 tahun
yang beredar dengan agio yang belum diamortisasi sebesar Rp 1.000.000. Pada tanggal
yang sama, PT Sarana membeli obligasi dengan nilai nominal Rp 10.000.000 dari
obligasi-obligasi tersebut, dengan harga Rp 9.500.000 dari pialang investasi. Pembelian
ini mengakibatkan penarikan konstruktif atas obligasi PT Prima yang bertingkat bunga 10
% dan keuntungan konstruktif sebesar Rp 600.000 yang dihitung sebagai berikut :

Nilai buku obligasi yang dibeli (10 % x 101.000.000)

Rp 10.100.000

Harga beli

Rp 9.500.000

Keuntungan konstruktif atas penarikan obligasi

Rp

600.000

Ayat Jurnal untuk mencatat akuisisi obligasi PT Prima oleh PT Sarana:

Investasi pada obligasi PT Prima

Rp 9.500.000

Kas

Rp 9.500.000

c , 
   
    
     
 
  5O,   h'( 

Utang obligasi 10 %

Rp 10.000.000

Agio obligasi

Rp

100.000

Investasi pada obligasi PT Prima

Rp 9.500.000

Keuntungan atas penarikan obligasi

Rp

39

600.000

c       

 

˜˜"÷c

1 Juli 20x4
Beban bunga
Kas

Rp 5.000.000
Rp 5.000.000

(Rp 100.000.000 x 10 % x ½ tahun)

31 Desember 20x4
Beban bunga
Utang bunga

Rp 5.000.000
Rp 5.000.000

(Rp 100.000.000 x 10 % x ½ tahun)

31 Desember 20x4
.Agio obligasi
Beban bunga

Rp 200.000
Rp 200.000

(Agio Rp 1.000.000 / 5 tahun) 

˜˜ c"cc

1 Juli 20x4
Kas

Rp 500.000
Pendapatan bunga

Rp 500.000

(Rp 10.000.000 x 10 % x ½ tahun)

31 Desember 20x4
Piutang bunga
Pendapatan bunga

Rp 500.000
Rp 500.000

(Rp 10.000.000 x 10 % x ½ tahun)

40

c       



31 Desember 20x4
Investasi pada obligasi PT Prima

Rp 100.000

Pendapatan bunga

Rp 100.000

(Disagio Rp 500.000 / 5 tahun)      

  (O h'(
â 70 % x laba bersih PT Sarana + keuntungan konstruktif a/ obligasi - pengakuan bertahap dr
keuntungan konstruktif
â 70 % x Rp 2.200.000 + 600.000 ± 120.000
â Rp 2.020.000
c , 
   
    
 (O h'( 

a.? Utang obligasi 10 %

Rp 10.000.000

Agio obligasi

Rp

80.000

Investasi pada obligasi PT Prima

Rp 9.600.000

Keuntungan atas penarikan obligasi

Rp

b.? Pendapatan bunga

480.000

Rp 1.100.000

Beban bunga

Rp 980.000

Keuntungan a/ penarikan obligasi

Rp 120.000

c.? Utang bunga

Rp 500.000

Piutang bunga

Rp 500.000

d.? Pendapatan dari PT Sarana

Rp 2.020.000

Investasi pada PT Sarana

Rp 2.020.000

41

c       



e.? Laba ditahan PT Sarana

Rp 40.000.000

Saham biasa PT Sarana

Rp 50.000.000

Investasi pada PT Sarana

Rp 63.000.000

Hak ÿinoritas 1 Januari 20x4

Rp 27.000.000

B.? OBLIGASI PERUSAHAAN ANAK DIBELI OLEH PERUSAHAAN INDUK

42