PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

“TEKNOLOGI SAPI”SEBAGAI REKOMENDASI KATA BAKU BAHASA
INDONESIA
Bidang Kegiatan :
PKM – GAGASAN TERTULIS

Diusulkan Oleh :
Aditya Singgi Prayogi NIM: 04315037 Angkatan: 2015
Arif Abriyanto NIM: 04315038 Angkatan: 2015
Rosye Ayu Nagari NIM: 04213040 Angkatan: 2013

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA
SURABAYA
2016

I
II
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya,
sehingga proposal Program Kegiatan Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang
berjudul “Teknologi SAPI Untuk Rekomendasi Kata Baku Bahasa Indonesia” dapat
terselesaikan.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan pada junjungan nabi
kita Muhammad SAW beserta para pengikutnya atas terselesaikannya proposal ini
penulis juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak, diantaranya adalah:

1. Bapak Dr. Arasy Alimuddin, SE, MM selaku wakil direktur
kemahasiswaan Universitas Narotama Surabaya.
2. Bapak Made Kamisutara, ST, M.Kom selaku ketua program studi
Universitas Narotama Surabaya.
3. Ibu Natalia Damastuti ST, MT selaku dosen pendamping
4. Bapak, Ibu, dan segenap keluarga penulis yang senantiasa mendukung dan
mendoakan.
5. Segenap keluarga besar mahasiswa S1 Teknik Informatika Universitas
Narotama Surabaya atas kerjasama dan dukungannya.
6. Segenap keluarga besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama
Surabaya atas inspirasi dan sumbangan ilmu yang diberikan.
7. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu per satu
.

Diharapkan proposal PKM-GT ini dapat memberikan sumbangan pikiran dan
memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Surabaya,1 April 2016
Penulis

III
DAFTAR ISI

Halaman judul .................................................................................................... I
Halaman pengesahan ......................................................................................... II
Kata Pengantar.................................................................................................... III
Daftar isi ............................................................................................................ IV
Ringkasan ........................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ............................................................................................. 2
Latar belakang ................................................................................................... 2
Tujuan ................................................................................................................ 2
Manfaat .............................................................................................................. 2
GAGASAN ........................................................................................................ 3
Kondisi kekinian pencetus gagasan ................................................................... 3
Solusi yang pernah ditawarkan .......................................................................... 6
Gagasan baru yang ditawarkan .......................................................................... 7
Pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan ............................................. 10
Langkah – langkah strategis yang dilakukanuntuk mengimplementasikan
gagasan................................................................................................................ 11
KESIMPULAN .................................................................................................. 11
Teknologi SAPI(Speech Application Programming Interface) untuk kemudahan
pengguna dan pengembangan teknologi yang pernaha ada ............................... 12
Teknik Implementasi Gagasan ............................................................................ 13
Prediksi Hasil Yang Akan Diapai ....................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 13
LAMPIRAN ……................................................................................................ 14

IV
RINGKASAN
Indonesia memiliki banyak keragam budaya, agama, suku, dan bahasa
adalah salah satunya. Namun masih belum banyak yang memakai bahasa baku
bahasa Indonesia dengan lancar di dalam suatu acara resmi. Bahasa baku umumnya
ditegakkan melalui kamus (ejaan dan kosakata), tata bahasa, pelafalan, lembaga
bahasa, buku, status hukum, komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di
depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati, serta penggunaan di
masyarakat (pemerintah, sekolah, dll).
Seiring perkembangan zaman masyarakat mulai menganggap remeh bahasa
Indonesia dan mengganggap bahwa bahasa asing lebih utama utuk masa
kedepannya, contoh penggunaan bahasa baku yang seharusnya digunakan pada
suatu kalangan masyarakat di sekolah adalah interaksi murid dengan guru,
banyaknya bahasa yang dibuat sendiri yang terkadang tidak sesuai EYD melenceng
dari bahasa asal entah karena penggunaan huruf yang lebih singkat atau karena
ingin dianggap gaul oleh temannya atau terkadang bahasa kasar yang yang tidak
seharusnya ditujukan kepada orang yang lebih tua.Karya tulis ini bertujuan untuk
merumuskan masalah ejaan, kosakata, pelafalan, dan tata bahasa pada bahasa
Indonesia.
Gagasan ini ditulis dengan analisis dari beberapa permasalahan yang terjadi
pada penggunaan kata baku yang sering salah pada acara-acara resmi di Indonesia,
yang dikombinasi dengan solusi logis berdasarkan tinjauan pustaka yang ada.
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa banyaknya kesalahan ejaan, kosa kata,
pelafalan dan tata bahasa pada bahasa Indonesia disebabkan kurangnya pengenalan
terhadap bahasa baku indonesia karena jarangnya bahasa tersebut digunakan. Untuk
meningkatkan pemahaman tentang bahasa baku bahasa indonesia, maka dilakukan
strategi dengan menggunakan kecerdasan buatan pada komputer. Strategi yang
dilakukan dengan menggunakan mesin pencari dan pengenalan suara untuk
selanjutnya di olah menggunakan algoritma-algoritma kecerdasan buatan.
Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Kata Baku Rekomendasi Kata, Pemeriksa Ejaan,
Teknologi SAPI, Speech Application Programming Interface

1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Hal yang mendasari kami merumuskan masalah ini adalah banyaknya
kesalahan ejaan, kosakata, pelafalan, dan tata bahasa kata baku yang digunakan
pada surat atau acara resmi di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan contoh kata
yang ditemukan pada beberapa surat resmi ,yaitu study padahal menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata yang benar adalah studi, adapun pada saat
acara resmi pembawa acara salah mengejakan kata seperti study yang seharusnya
huruf akhir berakhiran i bukan y. Contoh lainnya seperti kata praktek atau praktik.
Begitu juga di kalangan mahasiswa rata-rata mahasiswa cenderung menggunakan
bahasa ninbaku dan bahasa daerah. Dari beberapa pertanyaan, pengertian bahasa
bakulah yang menempati urutan presentase tertinggi, kemungkinan disebabkan
karena pengertian bahasa baku sudah sering didengar dari orang-orang di sekitar
mereka, misalkan guru mereka saat masih sekolah. Memang bukan hal yang mudah
untuk menerapkan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan
akademik. Selain itu, Indonesai memiliki ragam suku, dengan dialek yang berbeda-
beda. Jadi, wajar jika penerapan bahasa baku masih langka di kalangan masyarakat.
Namun jangan sampai bahasa baku Indonesia perlahan terbenam karena pengaruh
globalisasi.
Tujuan dan Manfaat
1. Belajar bahasa baku bahasa Indonesia lebih mudah.
2. Menghemat waktu pencarian kata baku bahasa Indonesia
3. Menghemat waktu antara belajar dan mencari bahasa baku bahasa
Indonesia.
4. Mudah mendapatkan informasi bahasa baku bahasa Indonesia.
5. Mempercepat klarifikasi kesalahan yang sering di abaikan.
6. Mempermudah mengenalkan kata baku bahasa Indonesia.
7. Dengan adanya gagasan ini diharapkan meningkatkan semangat untuk
menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik

2
GAGASAN
Kondisi Bahasa di Masyarakat Saat Ini
Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun
pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif
konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak
orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan
benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku.
Begitu juga dalam situasiyang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang
baku”. (Pateda,1997 : 30). Slogan “pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik
dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan itu
hanyalah suatu retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan bahwa di
segala tempat kita harus menggunakan bahasa baku. Demikian juga, masih ada
cibiran bahwa bahasa baku itu hanya buatan pemerintah agar bangsa ini dapat
diseragamkan dalam bertindak atau berbahasa. “Manakah ada bahasa baku,
khususnya bahasa Indonesia baku? “Manalah ada bahasa Indonesia lisan baku”?
“Manalah ada masyarakat atu orang yang mampu menggunakan bahasa baku itu,
sebab mereka berasal dari daerah”. Atau mereka masih selalu dipengaruhi oleh
bahasa daerahnya jika mereka berbahasa Indonesia secara lisan. Dalam
kedudukannya bahasa Indonesia adalah bahasa nasional, bahasa Indonesia
memiliki tiga fungsi, yaitu Sebagai bahasa yang di gunakan dalam peristiwa
kenegaraan, sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dan sebagai
alat pengembangan kebudayaan nasional ilmu pengetahuan dan teknologi.Terkait
dengan fungsi keduabahasa indonesia digunakan oleh guru dan siswa dan pelaku
pendidikan lain dalam lembaga pendidikan baik untuk mentransfer ilmu berdialog
tentang berbagi persoalan pendidikan dan sebaagainya. Selain itu penggunaan
bahasa Indonesia mencakup seluruh wilayah yang ada diIndonesiaini semua
cakupan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi diIndonesia, seharusnya
menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar tetapi pada kenyataannya
tidak demikian.

3
Penggunaan bahasa Indonesia sering di campur dengan bahasa daerah
(bahasa jawa), bahasa asing ataupun bahasa gaul, apabila hal ini dibiarkan begitu
saja tentunya akan merusak bahasaIndonesia, pada saat ini maupun pada masa yang
akan datang. Oleh karena itu, kita harus memahami bahasabakudan
nonbakuberserta penggunaannya secara baik dan benar hingga akhirnya mampu
membudayakan, tertib bahasa indonesia secara baik dan benar dalam lingkungan
kita.Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing, sebagaimana
pula bahasa lain sebagai bahasa asing, bertujuan memberikan penguasaan lisan dan
tertulis kepada para pembelajar. Mengingat adanya masalah dalam pembelajaran
bahasa Indonesia sebagai bahasa asing karena terjadinya kesalahan berbahasa
pembelajar, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan kesalahan-
kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh para pembelajar bahasa
Indonesia sebagai bahasa asing dan mencoba mengajukan alternatif pengajaran
remedi agar kesalahan-kesalahan itu berkurang. Orientasi idealis penelitian ini
adalah dengan diidentifikasinya kesalahan-kesalahan berbahasa mereka, sekaligus
klasifikasinya dapat ditentukan tahapan-tahapan pembelajarannya sehingga dapat
memberikan sumbangan berarti pada program pembelajaran bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing (BIPA).
Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dapat diartikan sebagai tatabahasa yang
disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perluadanya aturan tata bahasa yang
menyempurnakan sebuah karya tulis, karena dalam sebuah karya tulis memerlukan
tingkat kesempurnaan yang mendetail.
Menggunakan Algoritma Nazief dan Adriani
Algoritma ini merupakan algoritma stemming yang dikembangkan oleh
Bobby Nazief dan Mirna Adriani pada tahun 1996 sebagai hasil penelitian internal
Universitas Indonesia. Stemming adalah proses untuk menggabungkan atau
memecahkan setiap varianvarian suatu kata menjadi kata dasar . Proses stemming
ini dilakukan dengan cara memotong imbuhan yang dilakukan secara rekursif. Serta
mencari kata didalam kamus yang dilakukan sebelum tahap pemotongan.
Kelemahan dari algoritma ini diantaranya tingkat akurasinya tergantung dari kamus
yang dimiliki, Algoritma ini dibuat berdasarkan aturan morfologi dan

4
mengenkapsulasi afiks yang diizinkan dan dilarang, termasuk prefiks, sufiks, infiks
(penyisipan) dan konfiks (kombinasi prefix dan sufiks). Algoritma ini juga
mendukung recoding, sebuah pendekatan untuk mengembalikan sebuah huruf
inisial yang telah dihapus dari sebuah akar kata sebelum mengawali sebuah prefiks.
Ada beberapa aturan yang digunakan pada algoritma Nazief dan Adriani, contohnya
adalah pasangan imbuhan dan akhiran yang tidak diperbolehkan (tabel 1) dan tabel
disambiguitas (tabel 2).

Tabel 1. Daftar awalan dan akhiran yang tidak diperbolehkan

Akhiran yang tidak
Awalan diizinkan
be- -i
di- -an
ke- -i, -kan
me- -an

se- -i, -kan

Table 2. Tabel Disambiguitas

Rule Construct Return

1 berV… ber-V… | be-rV…

2 berCAP… ber-CAP… | where C!=’r’ and P!=’er’

3 berCAerV… ber-CAerV… | where C!=’r’

4 belajar… bel-ajar…

5 beC1erC2… be-C1erC2 … | where C1!={‘r’| ‘l’}

6 terV… ter-V… | te-rV…

7 terCerV… ter-CerV… | where C!=’r’

8 terCP… ter-CerV… | where C!=’r’

9 terCP… te-C1erC2… | where C1!=’r’

5
10 me{l|r|w|y}V… me-{l|r|w|y}V…

11 mem{b|f|v}… mem-{b|f|v}…

12 mempe{r|l}… mem-pe…

13 mem{rV|V}… me-m{rV|V}… | me-p{rV|V}…

14 men{c|d|j|z}… men-{c|d|j|z}…

15 menV… me-nV… | me-tV…

16 meng{g|h|q}… meng-{g|h|q}…

17 mengV… meng-V… | meng-kV…

18 menyV… meny-sV…

19 mempV… mem-pV… | where V!=’e’

20 pe{w|y}V… pe-{w|y}V…

21 perV… per-V… | pe-rV…

23 perCAP… per-CAP… | where C!=’r’ and P!=’er’

24 perCAerV… per-CAerV… | where C!=’r’

25 pem{b|f|v}… pem-{b|f|v}…

26 pem{rV|V}… pe-m{rV|V}… | pe-p{rV|V}…

27 pen{c|d|j|z}… pen-{c|d|j|z}…

28 penV… pe-nV… | pe-tV…

29 peng{g|h|q}… peng-{g|h|q}…

30 pengV… peng-V… | peng-kV…

31 penyV… peny-sV…

32 pelV… pe-lV… | Exception: for “pelajar”, return ajar

33 peCerV… per-erV… | where C!={r|w|y|l|m|n}

6
34 peCP… pe-CP… | where C!={r|w|y|l|m|n} and P!=’er’

Solusi yang pernah di tawarkan
Aplikasi Editor Pemeriksa Ejaan dan Rekomendasi Kata dalam Bahasa
Indonesia Berbasis Android
Aplikasi yang pernah ada sekarang adalah editor Bahasa Indonesia dengan
fitur pemeriksa ejaan dan rekomendasi kata dalam Bahasa Indonesia berbasis
Android. Android dipilih karena merupakan salah satu sistem operasi yangjumlah
penggunanya terbanyak di dunia. Aplikasi ini menggunakan algoritma Nazief dan
Adriani.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online
Aplikasi ini adalah aplikasi kamus yang memeiliki kelebihan pada penarian
kata atau search enginenya menggunakan algoritma stemming dan aplikasi ini
berbasis online sehingga mudah dikunjungi melalui media internet.
Gagasan yang di Ajukan
Teknologi SAPI (Speech Application Programming Interface)
SAPI (Speech Application Program Intervace) 5.1 adalah salah satu API
(Application Programming Interface) yang di sediakan sebagai pengantar untuk
pemrograman denganmenggunakan metode speech recognition dan Text To Speech
(help, overview SAPI 5.1).Dengan adanya SAPI memungkinkan pembuat untuk
mengimplementasikan sistem pengenalsuara dengan menggunakan engine yang
berbeda tanpa merubah aplikasi yang telah dibuat(Adipranata, 2003).Terdapat dua
macam mode pada pengenalan suara atau wicara, yaitu :
1. Mode Diktasi
Pada metode ini pengguna komputer dapat mengucapkan kata atau kalimat, yang
selanjutnya akan dikenali oleh komputer dan diubah menjadi data text.
Kemungkinan jumlah kata yang dikenali dibatasi oleh jumlah kata yang telah
terdapat pada database. Pengenalan Mode Diktasi merupakan Speaker Dependent.
Keakuratan pengenalan mode ini bergantung pada pola suara dan aksen pembicara
serta pelatihan yang telah dilakukan.
2. Mode Command and Control
Pada metode ini, pengguna komputer mengucapkan kata atau kalimat yang sudah
didifinisikan terlebih dahulu pada database dan selanjutnya akan digunakan untuk

7
menjalankan perintah tertentu pada aplikasi komputer. Jumlah perintah yang dapat
dikenali tergantung dari aplikasi yang telah difinisikan terlebih dahulu pada
database jenis-jenis perintah yang dapat dieksekusikan. Terdapat empat proses
utama pada sistem pengenalan suara, baik pada mode Diktasi ataupun Command
and Control, yaitu:
1. Pemisahan kata
Pemisahan kata adalah proses untuk memisahakan suara yang diucapkan oleh
pengguna menjadi beberapa bagian. Masing-masing bagian bisa berupa kalimat
ataupun hanya sebuah kata. Terdapat tiga macam metode yang dapat digunakan
pada proses pemisahan kata, yaitu:
a. Discrete Speech
Pada metode ini, pengguna diharuskan mengucapkan kalimat secara terpenggal
dengan adanya jeda sejenak diantara kata.
b. Word Spolling
Dalam sebuah kalimat yang diucapkan pengguna, sistem hanya mendeteksi kata
yang terdapat didalam perbendaharaan yang dimilikinya, dan mengabaikan kata-
kata lain yang tidak dimilikinya. Kelemahan metode ini adalah besar kemungkinan
sistem akan melakukan kesalahan arti pengenalan dalam bentuk kalimat. Tetapi
metode ini mempunyai kelebihan yaitu pengguna dapat mengucapkan kalimat
secara normal tanpa harus berhenti diantara kata.
c. Continuous Speech
Sistem akan mengenali dan memproses setiap kata yang diucapkan. Metode ini
akan menghasilkan keakuratan dalam mengenali ucapan pengguna. Tetapi
disamping itu, metode ini memerlukan resource (memori komputer waktu proses)
yang besar dalam prosesnya. Pada metode ini sistem harus bisa mendeteksi awal
dan akhir setiap kata dalam kalimat tanpa adanya jeda diantara kata-kata tersebut,
dan setelah berhasil memisahkan kata, langkah selanjutnya adalah mencocokan
dengan perbendaharaan kata yang dipunyai.
2. Ketergantungan terhadap pengguna
Sistem pengenalan suara mempunyai beberapa sifat, dilihat dari ketergantungan
terhadap pengguna, yaitu:
a. Speaker Dependent

8
Sistem membutuhkan pelatihan untuk setiap pengguna yang akan menggunakan
sistem tersebut. Sistem tidak akan bisa mengenali pengguna yang belum pernah
melakukan pelatihan.
b. Speaker Independent
Pengguna tidak perlu melakukan pelatihan sebelum dapat menggunakan sistem,
karena sistem mampu mengenali suara pengguna tidak tergantung warna suara dan
dialek yang digunakan.
3. Speaker Adaptive
Speaker Adaptive merupakan perpaduan dari Speaker Dependent dan Speaker
Independent, dimana pengguna tidak perlu melakukan pelatihan dan keakuratan
pengenalan sistem akan makin meningkat jika pengguna yang sama bekerja terus
menerus selama beberapa waktu tertentu
4. Pencocokan kata
Pencocokan kata adalah proses untuk mencocokan kata ucapan yang berhasil
diidentifikasikan dengan basis data yang dipunyai oleh sistem. Terdapat dua metode
yang dapat dipakai pada proses pencocokan kata ini, yaitu:
a. Whole-Word Matching
Sistem akan mencari dibasis data kata yang sama persis dengan kata hasil ucapan
pengguna.
b. Phoneme Matching
Sistem Pakaryang memiliki kamus fonem. Fonem ialah bagian terkecil dan unik
dari suara yang berbentuk sebuah kata.
5. Perbendaharaan kata
Perbendaharaan kata adalah bagian terakhir dalam sebuah sistem pengenalan suara.
Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan pada perbendaharaan kata, yaitu ukuran
dan keakuratan. Untuk sistem pengenalan pembicaraan dengan mode Command
and Control, akan lebih baik jika menggunakan jumlah perbendaharaan kata sedikit
(kurang dari 100 kata), tetapi untuk mode Diktansi akan lebih membutuhkan jumlah
perbendaharaan kata yang banyak. Pada penelitian ini, aplikasi yang dikembangkan
adalah aplikasi berbasis text untuk menerima diktansi bahasa indonesia.
Sehubungan dengan aplikasi tersebut, maka mode yang

9
digunakan adalah command and control dengan proses continous speech dan
speaker adaptive pada penggunanya.Selanjutnya SAPI (Speech Application
Program Interface) 5.1 secara garis besar dapatdibagi menjadi dua struktur utama
yang berfungsi untuk proses Speech to Text ataupun Text To Speech yaitu : Pada
aplikasi pengenalan suara pada Microsoft Word, API berfungsi menghubungkan
antara aplikasi Microsoft Word dengan SAPI Runtime.
1. Divace Drive Interface (DDI)
DDI menyediakan fungsi untuk menerima data suara dari SAPI Runtime dengan
mengembalikan pengenalan frase pada level SAPI paling dasar. Terdapat dua
engine yang digunakan oleh DDI yaitu recognition engine yang berfungsi sebagai
pengubahsuara menjadi text atau tulisan dan TTS engine (Text to Speech Engine).
Dalamperancangan aplikasi ini hanya menggunakan recognition engine saja, karena
TTShanya berfungsi untuk penerapan aplikasi yang berbasis Text To Speech.
2. Divace Drive Interface (DDI)
DDI menyediakan fungsi untuk menerima data suara dari SAPI Runtime dengan
mengembalikan pengenalan frase pada level SAPI paling dasar. Terdapat dua
engine yang digunakan oleh DDI yaitu recognition engine yang berfungsi sebagai
pengubahsuara menjadi text atau tulisan dan TTS engine (Text to Speech Engine).
Dalamperancangan aplikasi ini hanya menggunakan recognition engine saja, karena
TTShanya berfungsi untuk penerapan aplikasi yang berbasis Text To Speech.
Pihak-pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan

Pelaksana Sumber Dana Program yang di
Terapkan
Lembaga khusus Alokasi dana APBN dan Menyediakan computer,
pengembangan APBD pemerintah untuk internet dan software
keunggulan lokal pengembangan daerah yang akan digunakan
dibawah Pemerintah untuk membangun
daerah program
LSM (Lembaga Pengajuan untuk Pelatihan Algoritma
Swadaya ditampilkan di web dengan Nazief dan Ariani
masyarakat) menggunakan ads sebagai kepada programmer
anggarannya

10
Kalangan akademisi Dana pinjaman dengan Pelatihan Teknologi
( Perguruan Tinggi ) bunga rendah dari bank SAPI (Speech
milik pemerintah Application
Programming
Interface)kepada para
programmer

Kementrian APBN Pelatihan Artificial
Penddikan dan intelligence kepada para
Kebudayaan programmer

Langkah-langkah strategis
Gagasan pemeriksa ejaan kata dan rekomendasi kata baku bahasa indonesia ini
dapat diimplementaskan dengan baik apabila didukung oleh hal-hal strategis
sebagai berikut :
1. Programmer yang handal.
2. Melakukan pendekatan secara gradual (bertahap) kepada tokoh masyarakat
sebagai awal pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat.
3. Konsultasi permasalahan programmer& sosialisasi keseluruhan program
artificial intelligence yang akan dilaksanakan.
4. Melakukan kemitraan strategis dengan perusahaan yang memiliki program
dana sebagai modal awal pengembangan.
5. Pengenalan pada masyarakat bahwa bahasa baku penting dan tidak
sepantasnya disepelekan.
KESIMPULAN
Teknologi SAPI(Speech Application Programming Interface) untuk
kemudahan pengguna dan pengembangan teknologi yang pernaha ada
Pemanfaatan Teknologi SAPI(Speech Application Programming Interface)
dapat membantu kita untuk mencegah semakin banyaknya kesalahan pe. Dibantu
pula dengan :
1. Memberikan pelatihan cara menggunakan teknologi SAPI(Speech
Application Programming Interface).

11
2. Pemerintah menambahkan kurikulum baru ke dalam mata pelajaran bahasa
Indonesia khusunya kata baku dengan menggunakan teknologi SAPI .
3. Sarana dan Prasarana di sekolah dasar harus memenuhi syarat untuk proses
belajar mengajar menggunakan Teknologi SAPI seperti dengan
menggunakan speaker.
Teknik Implementasi Gagasan
Terdapat 34 provinsi di Indonesia. Sebagai tahap pertama implementasi
teknologi SAPI untuk rekomendasi kata baku bahasa Indonesia, kita mulai pada
bidang pendidikan dengan mengenalkan aplikasi ini ke Departemen Pendidikan
Nasional dan ke sekolah di berbagai tingkatan yaitu, SD, SMP, SMK, SMA.Tahap
Kedua pengimplementasian teknologi SAPI untuk rekomendasi kata baku bahasa
Indonesia, mulai mengcek sarana dan prasarana sekolah yang telah disetujui apakah
layak untuk dibuat pengetesan aplikasi ini. Tahap Ketiga pengimplementasian
teknologi SAPI untuk rekomendasi kata baku bahasa Indonesia, dengan memberi
pelatihan para guru Sekolah untuk mengetahui bagaimana cara memakai dan cara
mengaplikasikannya. Tahap Keempat pengimplementasian teknologi SAPI untuk
rekomendasi kata baku bahasa Indonesia, mulailah untuk mencoba aplikasi ini di
sekolah yang sudah disetujui untuk melakukan pembelajaran kata baku bahasa
Indonesia seperti jadwal yang ditentukan di sekolah masing masing. Saat
pengimplementasian teknologi SAPI untuk rekomendasi kata baku Bahasa
Indonesia ini dinyatakan sukses pada bidang pendidikan, dapat kita mulai untuk
dikenalkan aplikasi ini ke sekolah lainnya. Tahap kelima pengimplementasian
teknologi SAPI untuk rekomendasi kata baku bahasa Indonesia, implementasikan
pada masyarakat luas dengan mengunggah teknologi SAPI untuk rekomendasi kata
baku bahasa Indonesia ini ke playstore dengan membuat aplikasi versi androidnya.
Jika pembelajaran berjalan lancar hal ini tentunya akan membawa keuntungan bagi
Negara karena kita bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang bisa diremehkan
dalamejaan, kosakata, tata bahasa dan pelafalan.
Prediksi Hasil Yang Akan Dicapai
Jika pemanfaatan teknologi SAPI untuk rekomendasi kata baku bahasa
Indonesia dalam upaya meningkatkan mutu bahasa Indonesia. Hal ini tentunya akan
membawa keuntungan bagi Negara.

12
Beberapa manfaat yang akan dicapai saat upaya pemanfaatan Google AdSense
dalam meningkatkan jumlah technopreneur dinyatakan berhasil:
1. Menurunnya bahasa gaul atau bahasa buatan anak muda yang salah kaprah.
2. Mengurangi tingkat kesalahan penggunaan kata baku bahasa Indonesia
3. Terciptanya masyarakat yang melek teknologi, terbiasa membaca, dan terbisa
mengeluarkan aspirasi/pemikiran dalam sebuah karya (postingan blog).
4. Menambah kesiapan pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
5. Meningkatkan mutu bahasa Indonesai di tingkat Nasional maupun Internasional.

13
Daftar Pustaka
Adipranata, R., 2003. Implementasi Sistem Pengenalan Suara Menggunakan SAPI
5.1 dan Delphi 5. 1st penyunt. Surabaya: Jurnal Informatika Petra Surabaya.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2000. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang
Disempurnakan (PUEYD). [Online]
Available at: www.mds.kemendikbud.go.id
[Diakses 1 April 2016].

Firdaus A., E. &. V., 2014. APlikasi Pendeteksi Kemiripan Pada Dokumen Teks
Menggunakan Algoritma Nazief & Adriani Dan Metode Cosine Similarity.
s.l.:s.n.

Microsoft, t.thn. Microsoft Speech Platform. [Online]
Available at: https://msdn.microsoft.com/en-
us/library/office/hh361572(v=office.14).aspx
[Diakses 1 April 2016].

Setiawan, E., 2012. Kamus versi online/daring (dalam jaringan). [Online]
Available at: http://kbbi.web.id/
[Diakses 1 April 2016].

Wikimedia Foundation, 2001. Bahasa Baku. [Online]
Available at: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_baku
[Diakses 1 April 2016].

14
15
16
17
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
No. Nama/NIM Program Kelompok Alokasi Uraian
Studi Bidang Ilmu Wakttu Tugas
1 Aditya Singgi S 1 Teknik Teknologi 4 Penyusunan
Prayogi Informatika dan Minggu Karya,
Rekayasa Pengamatan,
dan Mencari
Solusi
Masalah
2 Arif Putra S 1 Teknik Teknologi 4 Peninjauan
Abriyanto Informatika dan Minggu Ide Masalah
Rekayasa
3 Rosye Ayu S 1 Sistem Teknologi 4 Membantu
Nagari Informasi dan Minggu Mencari
Rekayasa Solusi

18
19
1