You are on page 1of 23

KONSEP KOMINUSI

Istilah kominusi berasal dari kata Latin comminuere artinya mengecilkan.


Kominusi merupakan proses mereduksi ukuran butir agar menjadi lebih kecil dan dapat
digunakan dalam proses selanjutnya. Kominusi adalah salah satu tahapan dari preparasi.
Dalam pengertian lain kominusi juga diartikan sebagai proses reduksi ukuran bijih
mineral menjadi ukuran yang lebih kecil. Kegiatan Kominusi dilakukan dalam dua
tahapan yaitu crushing dan grinding. Alat yang digunakan berupa Crusher Dan juga
Grinding Mill.
Pada umumnya bijih, mineral atau bahan galian dari tambang masih berukuran cukup
besar yang tidak mungkin dapat secara langsung digunakan atau diolah lebih
lanjut.Kominusi merupakan tahap awal dalam proses Pengolahan Bahan Galian (PBG)
yang bertujuan untuk :
1. Membebaskan / meliberasi (to liberate) mineral berharga dari material
pengotornya.
2. Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai dengan kebutuhan pada
proses berikutnya.
3. Memperluas permukaan partikel agar dapat mempercepat kontak dengan zat
lain,
misalnya reagen flotasi.
4. Memenuhi keinginan konsumen atau tahapan berikutnya.

Kominusi ada 2 (dua) macam, yaitu :


1. Crushing (Peremukan / pemecahan)
2. Grinding (Penggerusan / penghalusan)
Kriteria Kominusi
Kominusi adalah istilah umum yang sering digunakan untuk operasi penghancuran,
contohnya adalah mesin pemecah (crusher) atau mesin penggiling (grinder). Adapun
syarat dari pemecah atau penggiling yang ideal yaitu :
a. Memiliki kapasitas besar
b. Memerlukan masukan daya kecil persatuan hasil
c. Menghasilkan hasil dengan satu ukuran tertentu atau dengan distribusi ukuran tertentu
sesuai yang dikehendaki.

1
Cara yang lazim digunakan untuk mengkaji unjuk kerja peralatan proses adalah
dengan memasang suatu operasi ideal sebagai standart, dan membandingkan karakteristik
peralatan yang ada dengan unit.

Prinsip Kominusi
Bahan galian yang tidak sesuai yang diinginkan dapat dihancurkan (dikecilkan
ukurannya) dengan berbagai cara. Umumnya terdapat 4 cara yang biasanya digunakan
dalam pada mesin-mesin pereduksi ukuran/mesin kominusi (size reduction machines),
yaitu:
1. Kompresi atau penekanan (compression)
Pengecilanukuran dilakukan dengan memberi gaya tekan pada bahan galian.
contoh: Jaw crusher, gyratory crusher dan roll crusher.

2
3
Sumber : www.aggdesigns.com
Gambar 1
Jaw crusher

Sumber : harnovi.files.wordpress.com

Gambar 2
Gyratory crusher

Sumber : www.ms-machinery.com

Gambar 3
Roll crusher

4
2. Pembenturan (impaction)
Pengecilan ukuran terjadi akibat adany gaya impak atau pembenturan yang bekerja
pada bahan galian. Contoh: impactor, hammer mill.

5
6
Sumber : crushboss.com

Gambar 4
Impactor

Sumber : cdn2.hubspot.net
Gambar 5
Hammer mill

3. Atrisi atau penggerusan/gesekan (attrition or rubbing)


Pengecilan ukuran dikarenakan adanya gaya abrasi atau kikisan. Contoh: ballmill,
rod mill.

Sumber : 2.bp.blogspot.com

Gambar 6
Ball mill

7
Sumber : www.grinding-mill.appspot.com

Gambar 7
Rod mill

4. Pemotongan (cutting)
Pengecilan ukuran dengan cara pemotongan. Cara ini jarang dilakukan untuk bijih.

Tahapan Kominusi
Pengecilan ukuran biasanya digunakan untuk mengecilkan ukuran sampai ukuran
bijih kurang lebih 20 mm, sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil lagi bahkan halus
dilakukan dengan cara penggerusan. Umumnya pengecilan ukuran bijih dilakukan secara
bertahap yaitu:
1. Pengecilan ukuran tahap pertama (primary crushing), mengecilkan ukuran bijih
sampai ukuran 20 cm.
2. Pengecilan ukuran tahap kedua (secondary crushing), mengecilkan ukuran bijih dari
sekitar 20 cm sampai 5 cm.
3. Pengecilan ukuran tahap ketiga (tertiary crushing), mengecilkan ukuran bijih dari 5
cm menjadi sekitar 1 cm
4. Pengecilan ukuran kasar (grinding), mengecilkan ukuran bijih mulai dari sekitar 1
cm menjadi selkitar 1 mm.
5. Pengecilan ukuran halus (fine grinding), mengecilkan ukuran bijih mulai dari 1 mm
menjadi halus, biasanya ukuran bijih menjadi kurang dari 0,075 mm.

Klasifikasi Crusher
Berikut ini adalah klasifikasi crusher :
1. Primary Crusher ( Primary Breaking)
1.1 Jaw Crusher
Jaw crusher digunakan untuk menghancurkan berbagai material, terutama batuan
jenis pertambangan seperti batu granit, kokas, batu bara, bijih mangan, bijih besi,
ampelas, melebur aluminium, oksida, kalsium karbida menyatu, batu kapur, kuarsit,
paduan, dll. Kompresi terbesar perlawanan dari material yang akan hancur adalah
320MPa. Jaw Crusher banyak digunakan di pertambangan, metall-urgical industri,
bahan bangunan, jalan raya, kereta api dan industri kimia.

8
Untuk menghitung berapa kapasitas Jaw Crusher, maka digunakan rumus berikut:
T = 0,6 x Lr x Sc
Keterangan:
T = kapasitas (ton/jam)
Lr = Lebar lubang penerima (inch)
Sc = Panjang open setting (inch)
Nip angle pada jaw crusher antara 18o 24o pd saat open setting. Nip angel
merupakan sudut bukaan pada rahang (jaw) atau sudut yang dibentuk oleh dua buah jaw.
Gape merupakan jarak horizontal yang ada pada crushing zone. Reduction Ratio adalah
hasil bagi ukuran maksimum feed dengan ukuran produk. Dinyatakan secara empiris :
0,85G
Rr
So

Rr = Reduction Ratio
G = Gape (inch)
So = setting discharge (inch)

Gambar 8
Spesifikasi Jaw Crusher

1.2 Gyratory Crusher


Gyratory crusher diperlihatkan dibuat lebih lebar dan luas dalam bidang dari bijih
lebar yang keras dan aplikasi penghancur mineral. Pada dasarnya seperti pada adukan
semen dan palu penghancur. Kepala penghancur dapat dipindahkan seperti bentuk

9
kerucut yang dipotong ujungnya dan didalam sebuah selubung kerucut yang dipotong
ujungnya. Kepala penghancur berputar secara eksentris dan bahan penghancur yang
terjerat diantara campuran kerucut yang keluar dan bagian dalam kerucut yang berputar.

Gambar 9
Gyratory Crusher

Faktor yang mempengaruhi Gyratory Crusher : ukuran butir, kandungan air dari
feed,kecepatan putaran, gape.

Gyrotary crusher terdiri dari dua conical shells yang berdiri vertikal.
Penghancuran batuan di dalam crushing head didukung oleh gaya-gaya berikut:
a. Gaya Putaran crushing head
b. Gaya gesekan oleh bergeseknya crushing head
c. Gaya gesekan sesama partikel
d. Gaya berat material
Kapasitas Gyratory crusher dapat dihitung :
T = 0,75 So (L G.L) Taggart

2.Secondary Crusher
2.1 Cone Crusher
Cone Crusher cocok untuk menghancurkan berbagai macam bijih dan
batu dengan kekerasan menengah. Hal ini merupakan keunggulan yang
dapat diandalkan konstruksi, produktivitas yang tinggi, penyesuaian yang
mudah dan kurang biaya operasi.

10
Gambar 10
Cone crusher

2.2 Roll Crusher


Roll crushers memiliki maksimum teoritis pengurangan rasio 4:1. Jika
2 inci partikel diumpankan ke crusher roll mutlak ukuran terkecil yang
bisa diharapkan dari crusher adalah 1 / 2 inci. Roll crushers hanya akan
menghancurkan materi ke ukuran partikel minimum sekitar 10 Mesh (2
mm). Sebuah roll crusher meremukkan menggunakan kompresi, dengan
dua rol berputar mengenai suatu poros, terhadap kesenjangan antara roll.
Kesenjangan antara gulungan diatur ke ukuran produk yang diinginkan,
dengan kesadaran bahwa partikel pakan terbesar hanya dapat 4 kali
kesenjangan dimensi. Partikel ditarik ke dalam celah antara gulungan oleh
gerakan berputar dan membentuk sudut gesekan antara gulung dan
partikel, yang disebut sudut nip. Dua gaya gulungan partikel antara
permukaan yang berputar mereka ke daerah kesenjangan yang lebih kecil,
dan patah tulang dari kekuatan kompresi yang disajikan oleh gulungan
berputar. Beberapa keuntungan utama roll crushers yang mereka berikan
sangat bagus dan distribusi ukuran produk yang mereka hasilkan sangat
sedikit debu atau denda. Rolls crushers secara efektif digunakan dalam
menghancurkan mineral bijih di mana tidak terlalu kasar dan mereka juga
digunakan dalam produksi skala yang lebih kecil lebih abrasive

11
pertambangan bijih logam, seperti emas. Batubara mungkin adalah
pengguna terbesar roll crushers, saat ini. Batubara tanaman akan
menggunakan roll crushers, baik tunggal atau roll ganda sebagai crushers
utama, mengurangi batubara ROM. Biasanya, crushers ini akan memiliki
bentuk gigi atau dibesarkan di muka gulungan. (Roll crushers digunakan
untuk mineral dan bijih logam memiliki gulungan dihadapi halus).

GAMBAR 2.2
ROLL CRUSHER

Gambar 11
Roll Crusher

Roll crusher terdiri dari dua buah roll yang berbentuk silinder berdekatan
dan berputar dengan arah yang berlawanan menuju garis sumbu. Diameter roll
sama besar dan jarak dapat diatur. Roll shell terbuat dari baja. Ukuran feed yang
dimasukkan kedalam alat ini berukuran 0,5 dan produk yang dihasilkannya
berukuran 10# (2 mm). Nip Angle besarnya bergantung pada diameter roll,
diameter bijih dan jarak roll. Pada roll yang penting adalah nip angle bisa
menentukan ukuran maximum dari bijih, yaitu:
Su = 0,0476 D
Keterangan:
Su = diameter dalam feed
D = Diameter roll (inch)

12
c. Jenis Alat Crusher
1. Dodge Crusher
Sebuah pandangan penampang Dodge-jenis crusher rahang ditunjukkan
pada Gambar 1.7 dibawah. Mekanisme mesin ini sangat sederhana sehingga
hampir tidak perlu untuk memperbesar atas apa yang dapat diperoleh dari
pemeriksaan luka.
Di satu sisi, mesin Dodge adalah kebalikan dari tindakan yang kita telah
membahas; yang bergerak rahang, yang berputar pada sebuah titik di bawah
discharge pembukaan, memiliki gerakan minimal pada pembukaan, dan
gerakan maksimum pada pembukaan penerima.
Karena tersedak-titik dan titik paling gerak bertepatan di crusher ini,
maka diharapkan bahwa akan kurang kapasitas, jika dibandingkan dengan
ukuran yang sama dari jenis Blake-crusher. Mesin Dodge memiliki nilai-nilai
kesederhanaan, biaya rendah, dan kemudahan penyesuaian dan pemeliharaan,
tetapi, karena kapasitas yang rendah, bidang dibatasi untuk agak sempit batas.
Crusher Dodge cocok dengan sejumlah aplikasi berkapasitas rendah,
seperti operasi pertambangan kecil, pengambilan sampel tanaman,
laboratorium, dan berbagai aplikasi khusus di mana produk tersebut
dibutuhkan kecil, tetapi di mana terlibat tonase tidak membenarkan operasi
dua tahap. Mesin ini mampu membuat perbandingan yang sangat besar-dari
pengurangan, yang merupakan fitur penting bagi jenis aplikasi yang
diuraikan.

Gambar 12
Dodge Crusher

13
2. Impact Crusher

GAMBAR c.2
IMPACT CRUSHER

Gambar 14
Impact Crusher
Berurusan dengan materi dengan panjang sisi 500mm, tidak lebih dari
tekanan anti 350Mpa kekuatan, Impact Crusher dapat digunakan secara luas
di menengah pertama dan menghancurkan.
Selama proses operasi, rotor dalam kecepatan tinggi akan membawa oleh
motor listrik. Material akan ditimpa oleh Hammer Monitor akan hancur, dan
kemudian akan balas ke kapal untuk menghancurkan kedua, kemudian akan
dibuang melalui lubang pembuangan.
Manfaat dan Keuntungan:
Struktur sederhana, Non Sambungan kunci, kromium tinggi Flat Hammer,
dampak khusus piring, menyederhanakan proses penghancuran, dan tinggi
efisiensi dan konservasi energi, Cubic Shape untuk produk akhir.
Pembuangan pembukaan dapat disesuaikan. Ia digunakan secara meluas
dalam air dan listrik, tol, pasir dan batu, menghancurkan ladang.

14
3. VSI Crusher

Gambar 15
VSI Crusher
VSI crusher dirancang oleh ahli Jerman terkenal MBS dan setiap indeks
dalam VSI crusher adalah standar terkemuka di dunia.
VSI SBM crusher crushing menggabungkan tiga jenis dan dapat
dioperasikan 720 jam terus-menerus. Saat ini, telah mengganti VSI palu
crusher crusher rol crusher, bola roller mill, dll dan menjadi mainstream
manking pasir equipmentin bisnis.
Penggunaan VSI Crusher
Digunakan dalam menghancurkan baik dari ming industri seperti bahan
bangunan, metalurgi, insinyur kimia, ming, anti-api bahan, semen dll.
Tergantung pada tujuan penggunaannya.
d. Hammer Mill
Hammer mill merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menghancurkan
material menjadi partikel-partikel yang halus.
Prinsip dasar pengoperasiannya sangat mudah. Hammer mill pada dasarnya
merupakan sebuah wadah terbuat dari besi yang berisi poros, baik secara vertical
maupun horizontal, yang berputar. Pada poros tersebut terdapat hammer.
Hammer adalah bagian yang berfungsi untuk menghancurkan material-material.
Biasanya crusher ini mempunyai 84 buah hammer yang terdapat pada 12
rangkaian hammer axle pada hammer axle ini terdapat hammer-hammernya.
Hammer terpasang bebas agar dapat mengayun pada pusat poros.

15
Poros akan berputar dengan kecepatan tinggi, sementara material akan
masuk dari mulut hammer mill ( feed hopper). Material akan terkena hammer
dan akan hancur, kemudian dikeluarkan berdasarkan ukuran akhir material
tersebut.

Gambar 16
Hammer Mill
2. Grinding
Merupakan tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang
diinginkan.
Tujuan Grinding :
- Mengadakan liberalisasi mineral berharga
- Mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan industri
- Mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan proses selanjutnya
Alat yang digunakan :
a.Ball mill

Gambar 17
Ball Mill
Mill ini merupakan sebuah silinder horizontal dengan diameter sama dengan
panjangnya,yang dilapisi dengan suatu plat.Alat ini memiliki suatu silinder yang
terisi dengan bola baja.cara kerjanya yaitu dengan diputar,sehingga material yang

16
dimasukkan hancur oleh bola-bola baja.Biasanya diameter ball mill sama dengan
panjang ball mill.
b.Rod mill
Media grinding ini alat ini berupa batang-batang besi/baja yang panjangnyya
sama dengan panjang mill.Cara kerjanya dengan diputar.sehingga batang baja
terangkat llu jatuh dan menjatuhi material yang ada dalam rod mill sehingga hancur.
c. Hammer mill
Penggiling ini memiliki sebuah rotor yang berputar dengan kecepatan tinggi
dalam sebuah casing berbentuk silinder.Umpan masuk dari bagian puncak casing
dan dihancurkan,selanjutnya dikeluarkan melalui bukaan pada dasar casing.Umpan
dipecahkan oleh seperangkat palu ayun yang berada pada piring rotor.Kemudian
pecahan ini terlempar pada anvil plate di dalam sebuah casing sehingga dipecahkan
lagi menjadi bagian yang lebih kecil.Lalu digosok menjadi serbuk.Akhirnya
didorong oleh palu ke luar bukaan.
d. Impactor
Impactor menyerupai hammer mill tetapi tidak dilengkapi dengan
ayakan.Impactor merupakan mesin pemecah primer untuk batuan dan biji,dengan
kemampuan mengolah sampai 600 ton/jam.Partikel yang dihasilkan hampir
seragam menyerupai kubus.Pada impactor hanya terjadi aksi pukulan.

Gambar 18
Impactor

17
e. High Medium Speed Grinder
Tekanan Tinggi Medium Speed Grinder (High Pressure Suspension Mill),
desain baru, dari VIPEAK digunakan untuk menggiling Barite, kapur, kaolin, dan
keramik dan terak, yang Moh's kekerasan adalah di bawah 9,3 skala, tidak mudah
terbakar dan non-bahan peledak.
Prinsip Kerja Tekanan Tinggi Sedang Speed Grinder:
Proses penggilingan Mill Utama adalah bahwa perangkat transmisi
membawa sepanjang Shaft Tengah mengemudi. Bagian atas poros menghubungkan
dengan Quincunx Rack, pada frame yang di-load dengan roller perakitan, dan
bentuk poros ayun. Pusat poros tidak berputar di sekitar pusat rotasi, pada waktu
yang sama berkisar sekitar grinding cincin, dan itu sendiri juga berputar pada
penggilingan rekening efek. Sistem sekop, di bagian bawah roller, dimasukkan pada
bagian bawah dari Quincunx Rack. Dalam proses berputar dari sekop dan roller,
bahan paking akan diberi lapisan antara rol dan cincin. Luar gaya sentrifugal (gaya
kompresi) yang menghasilkan dalam proses ini akan memproses bahan bubuk
kecil-kecil, sehingga bubuk yang diinginkan diperoleh.
Kelebihan produk High Pressure Medium Speed Grinder:
(1) produk paten
(2) Produk ukuran dapat disesuaikan dalam kisaran 80-425 jerat
(3) Lebih baik desain, biaya rendah

Gambar 19
High
Medium
Speed
Grinder
3.
Screening

18
1. Hal-hal yang Mempengaruhi
Salah satu pemisahan berdasarkan ukuran adalah proses pengayakan (screening).
Untuk mendapatkan hasil yang baik maka dalam proses pengayakan harus
diperhatikan beberapa faktor berikut :
a. Bentuk lubang ayakan
Bentuk lubang ayakan disesuaikan dengan bentuk dari material yang akan
diayak,pada umumnya bentuk partikel yang akan diayak berupa
bulatan,segiempat,kubus,balok,lonjong dan sebagainya.
b. Celah dan interval ayakan
Tempat-tempat yang jelas di antara masing-masing bingkai dkenal dengan
celah jaringan.Dalam hal ini dikenal pula apa yang dmaksud mesh yang
diartikan sebagai jumlah celah bujur sangkar tiap satu inchi arah memanjang.
c.Ukuran partikel
Ukuran partikel diketahui untuk menentukan jenis ayakan yang sesuai dengan
yang dibutuhkan.
d. Kapasitas ayakan dan keefektifan
2 Alat yang Digunakan
Alat alat yang digunakan dalam proses screening adalah :
a.Grizzly Screen
Grizzly merupakan suatu kisi-kisi yang terbuat dari batangan logam yang
sejajar dan dipasang pada rangka stasioner yang miring.Kemiringan dan lintasan
itu sejajar dengan arah panjang batangan.
Umpan yang sangat kasar,seperti yang keluar dari mesin pemecah
primer,jatuh pada ujung atas kisi.Bogkah-bongkah besar akan meluncur menjadi
ke ujung,bongkah kecil jatuh ke bawah ke suatu kolektor (pengumpul)
tersendiri.

19
Gambar 20
Grizzly Screen

b.Revolving Screen
Revolving screen sering disebut Trommel.Bentuknya dapat berupa silinder atau
kerucut yang miring terhadap horizontal.Kemiringan ayakan dimaksudkan untuk
memudahkan pengeluaran partikel kasar.
Berdasarkan prinsip kerjanya trommel dibagi atas tiga jenis :
1.Trommel dengan silinder tunggal
Ayakan jenis ini terdiri dari satu silinder yang memiliki lubang pada kedua
keujungnya.Silinder tersebut diputar pada porosnya secara horizontal.Silinder
dibuat dari anyaman kawat atau pelat-pelat belubang.
Pada trommel silinder tunggal,material dimasukkan ke lubang pemasukan
di sebelah kiri atas silinder.Trommel merupakan ayakan yang diameter
lubangnya makin ke kanan makin besar atau makin ke kana ukuran mesh nya
makin kecil.Material yang tidak dapat melewati lubang ayakan yang terletak di
ujung kanan dikeluarkan melalui lubang silinder yang terletak di ujung kanan
yang disebut lubang pengeluaran.

20
Gambar 21
Trommel Dengan Silinder Tunggal

2. Trommel Bertingkat
Trommel bertingkat ini lebih dikenal dengan Conical Trommel memiliki
bentuk potongan kerucut.Kemiringan pada ayakan jenis ini berkisar antara 0,75
in sampai 3 in setiap panjang 1 feet,hal ini tergantung pada sifat material yang
akan diayak.Trommel jenis ini sangat cocok untuk mengayak partikel yang
kasar.
Conical trommel mempunyai ayakan yang tersusun secara bertingkat.Di
dekat ujung lubang pemasukan adalah ayakan yang mempunyai mesh paling
besar untuk melewatkan partikel yang sangat halus terlebih dahulu.Kemudian
ayakan dengan mesh sedang terletak di tengah untuk melewatkan partikel yang
agak kasar.Selanjutnya ayakan yang paling kanan dekat lubang pengeluaran
merupakan ayakan dengan mesh terkecil untuk melewatkan partikel yang
kasar.

Gambar 22
Trommel Bertingkat

21
3. Trommel Silinder Gabungan
Trommel silinder gabungan merupakan trommel yang terdiri dari dua
permukaan ayakan atau lebih yang konsentris pada poros yang sama.Semua
permukaan ayakan berbentuk silinder.Permukaan ayakan dengan lubang
paling kasar terletak di silinder bagian dalam dan semakin ke luar lubang
ayakan makin halus.Panjang setiap silinder juga tidak sama,makin keluar
silinder makin pendek,hal ini untuk memudahkan dalam memisahkan
material hasil ayakan.Material yang akan diayak,dimasukkan melalui lubang
pemasukan pada silinder yang bagian dalam.Setelah mengalami perputaran
material yang paling kasar langsung keluar dari silinder terdalam ke
penampung 1,sedang material yang lolos dari ayakan pertama menjadi umpan
untuk ayakan kedua yang lubangnya agak halus.Di sini material yang kasar
keluar dari silinder ke dua ke penampung IV.Material yang agak kasar dan
halus menjadi umpan diayakan ketiga pada silinder terluar.Material halus dari
ayakan ketiga langsung melewati lubang ayakan ke penampung IV,sedangkan
material yang agak kasar keluar dari silinder terluar ke penampung V.

Gambar 23
Trommel Silinder Gabungan
c. Shaking Screen
Ayakan ini mempunyai bingkai berbentuk segi empat,yang digerakkan
maju mundur.Keuntungan dari ayakan ini adalah hemat tempat dan kebutuhan

22
tenaganya rendah.Kerugian ayakan jenis ini ialah biaya perawatan yang tinggi
dan kapasitas ayakan rendah.

Gambar 24
Shaking Screen

23