You are on page 1of 8

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada

Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

AKTIVITAS HEMOSTATIK EKSTRAK ETANOL


DAUN ANDONG (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval)
TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS-WEBSTER

Tita Nofianti, Constantia, Dewi Nuraini,


Deden Gugy P, Khairul Yudha P, Ariska Suseno
Program Studi S1 Farmasi
STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Abstrak

Pengujian aktivitas hemostatik dari ekstrak etanol daun andong (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval)
dilakukan untuk menggali potensi daun andong dalam penggunaannya sebagai hemostatik yang berasal
dari bahan alam. Pengujian aktivitas hemostatik ini menggunakan tiga dosis uji ekstrak etanol daun
andong yaitu 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I), 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II), 0,0109
g/20 g BB mencit (dosis III). Selain ketiga dosis uji digunakan pula tiga pembanding yaitu kontrol
normal, kontrol negatif, dan kontrol positif. Hasil yang didapat bahwa ekstrak etanol daun andong
yaitu 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I), 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II), 0,0109 g/20 g BB
mencit (dosis III). Mempunyai aktivitas hemostatik dengan menurunkan waktu pendarahan,
memperlama waktu koagulasi, serta mempercepat waktu protombin.

Kata kunci : Hemostatik, Ekstrak Etanol, Daun Andong (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval),

PENDAHULUAN keparahan berat. 4 dari 5 kasusnya adalah


Kegagalan hemostatik defisiensi faktor VIII (Sacher, 2012).
menimbulkan perdarahan, kegagalan Andong (Cordyline fruticosa (L.)
hemostatik sangat sering terjadi dan A. Cheval) merupakan salah satu tanaman
merupakan masalah klinis yang berbahaya yang banyak digunakan dalam pengobatan
(Sacher, 2012). Perdarahan dapat tradisional. Daun andong banyak
disebabkan oleh defisiensi suatu faktor digunakan sebagai obat sakit kepala, diare,
pembekuan darah, perdarahan dapat pula disentri, TBC paru, asma, sakit kulit,
dihentikan dengan memberikan obat yang inflamasi mata, sakit punggung, rematik,
dapat meningkatkan faktor-faktor dan encok (Farnsworth, 1966; Griffin dan
pembekuan darah misalnya vitamin K, Maunwongyanthi, 1969; Wahyuni, 1985;
atau yang menghambat mekanisme Wijayakusuma, 1994). Tanaman ini
fibrinolitik seperti asam aminokaproat berkhasiat untuk menghentikan
(Ganiswarna, 1995). perdarahan (hemostatis) dan
Hemofilia merupakan suatu meghancurkan darah beku pada memar
penyakit yang sangat umum yang (Dalimartha, 2006). Daun andong
mengacu pada kecendurangan mengalami mengandung saponin, tanin, flavonoid,
perdarahan berlebihan yang parah. Di polifenol, polisakarida, kalsium oksalat
Amerika Serikat, sekitar 1 dari 10.000 dan zat besi (Dalimartha, 2006). Senyawa
orang mengidap hemofilia dengan tanin bersifat astringen yang bekerja lokal
dengan mengendapkan protein darah

118
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

sehingga perdarahan dapat dihentikan maserasi menggunakan pelarut etanol dan


(Baridah, 2013). selanjutnya diberikan kepada hewan uji
dengan dosis 0,0027456 g /20 g bb
TUJUAN PENELITIAN
mencit, dosis 0,0054912 g /20 g bb
Tujuan penelitian adalah mengetahui dan
mencit, dan dosis 0,0109 g /20 g bb
menguji aktivitas hemostatik ekstrak
mencit.
etanol daun andong (Cordyline fruticosa
Hewan Uji
[L.] A.Cheval) terhadap mencit jantan
Hewan yang digunakan adalah mencit
galur swiss-webster.
jantan galur Swiss Webster. Dengan bobot
badan antara 20-25 gram. Sebelum
ALAT dan BAHAN
dilakukan percobaan hewan uji tersebut di
Alat
habituasi dalam laboratorium selama 1
Alat yang digunakan dalam percobaan ini
minggu.
ialah timbangan mencit, gelas kimia, gelas
Penafisan Fitokimia
ukur, batang pengaduk kaca, kandang
Pada penelitian ini dilakuakan penapisan
mencit, alat bedah, sonde oral, kertas
fitokimia pada ekstrak etanol daun andong
saring, mortir dan stemper, tabung reaksi,
meliputi penapisan senyawa alkaloid,
pipet tetes, cawan penguap, kain planel,
saponin, kuinon, flavonoid, tannin,
corong, tabung effendorf, pipa kapiler, alat
polifenol, steroid dan triterpenoid. Hal
sentrifugasi, spuit 1 ml.
tersebut dilakukan untuk mengetahui
Bahan
senyawa metabolit sekunder yang terdapat
Bahan yang digunakan adalah ekstrak
dalam ekstrak etanol daun andong.
etanol daun andong, etanol 96%, Pulvis
Pengujian Aktivitas Hemostatik
Gummi Arabicum, heparin, asam
Ekstrak Etanol Daun Andong
traneksamat, reagen tromboplastin,
Dalam pengujian aktivitas hemostatik,
natrium sitrat, aqua pro injeksi, ammonia,
mencit terlebih dahulu diadaptasikan
kloroform, asam klorida, pereaksi
selama 7 hari dengan pemberian makan
dragendorf, pereaksi mayer, serbuk
dan minum secara normal. Hewan uji
magnesium, larutan alkohol-asam klorida,
dibagi menjadi bebarapa kelompok yaitu
besi (III) klorida, larutan gelatin, pereaksi
kelompok kontrol normal, kontrol negatif,
Lieberman burchard, vanilin 10% dalam
kontrol positif, dan 3 dosis uji.
asam sulfat pekat.
Pada masing-masing kelompok terdiri dari
METODE 5 ekor mencit.
Bahan Uji 1. Kelompok normal tanpa perlakuan
Bahan uji yang digunakan adalah daun apapun.
andong yang diperoleh dari perkebunan 2. Kelompok kontrol negatif, mencit
manoko lembang bandung. Daun andong diinduksi dengan injeksi heparin 13 UI/20
kemudian dibuat ekstrak dengan metode gram BB mencit secara subkutan selama 5
119
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

hari, kemudian dilakukan pemberian PGA yang terkandung yaitu Flavonoid,


1% secara oral selama 6 hari. Alkaloid, Polifenol, Tanin, Monoterpen
3. Kelompok kontrol positif, mencit dan Seskuiterpen, Steorid dan
diinduksi dengan injeksi heparin 13 UI/20 Triterpenoid, Kuinon, dan Saponin. Pada
gram BB mencit secara subkutan selama 5 penelitian ini senyawa yang diduga
hari, kemudian dilakukan pemberian asam memiliki aktivitas hemostatik pada ekstrak
traneksamat 1,3 mg/20 gram BB mencit etanol daun andong yaitu senyawa tanin.
dalam PGA 1% secara oral selama 6 hari. Tanin merupakan senyawa bersifat
4. Kelompok dosis uji I, mencit diinduksi astringen yang bekerja lokal dengan
dengan injeksi heparin 13 UI/20 gram BB mengendapkan protein darah sehingga
mencit secara subkutan selama 5 hari, pendarahan dapat dihentikan (Badriah,
kemudian dilakukan pemberian ekstrak 2013).
etanol daun andong 0,0027456 g/20 g BB Hasil Uji Aktivitas Hemostatika
Mencit dalam PGA 1% secara oral selama Pengujian aktivitas hemostatik merupakan
6 hari. parameter dalam mengetahui suatu proses
5. Kelompok dosis uji II, mencit diinduksi penghentian pendarahan sebagai respon
dengan injeksi heparin 13 UI/20 gram BB terhadap pembuluh darah yang rusak.
mencit secara subkutan selama 5 hari, Pada dasarnya apabila terdapat pembuluh
kemudian dilakukan pemberian ekstrak darah yang rusak, tubuh akan memberikan
etanol daun andong 0,0054912 g/20 g BB respon berupa pengkerutan pembuluh
Mencitdalam PGA 1% secara oral selama dengan jalan menyempitkan diameter
6 hari. pembuluh dan mengurangi aliran darah
6. Kelompok dosis uji III, mencit (vasokontriksi). Pengujian aktivitas
diinduksi dengan injeksi heparin 13 UI/20 hemostatik ini menggunakan tiga dosis uji
gram BB mencit secara subkutan selama 5 ekstrak etanol daun andong yaitu
hari, kemudian dilakukan pemberian 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I),
ekstrak etanol daun andong 0,0109 g/20 g 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II),
BB Mencit dalam PGA 1% secara oral 0,0109 g/20 g BB mencit (dosis III).
selama 6 hari. Selain tiga dosis uji digunakan tiga
Kemudian dilakukan pengamatan uji pembanding yaitu kontrol normal, kontrol
waktu pendarahan, Uji waktu koagulasi, negatif, dan kontrol positif.
Uji Waktu Protombin Uji aktivitas hemostatik dilakukan dengan
cara mencit terlebih dahulu diinduksi
HASIL DAN PEMBAHASAN
dengan heparin. Pemberian induksi
Penapisan Fitokimia
heparin secara subkutan diberikan selama
Berdasarkan skrining fitokimia yang telah
5 hari selanjutnya diberikan ekstrak etanol
dilakukan pada ekstrak etanol daun
daun andong dan asam traneksamat
andong menunjukan metabolit sekunder
selama 6 hari secara oral. Heparin harus
120
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

diberikan parenteral dengan suntikan diperoleh dianalisis secara statistik dengan


subkutan atau intravena, karena obat ini menggunakan SPSS 21. Analisis statistik
tidak melewati membran. Heparin natrium yang digunakan yaitu uji normalitas
digunakan sebagai indikator karena Kolmogorov-Smirnov, uji Homogenitas,
merupakan antikoagulan alami yang uji ANOVA, dan uji LSD.
sangat efektif mempercepat aktivasi Waktu Pendarahan
antitrombin (Davey, 2002), sehingga dapat Uji waktu pendarahan yang dilakukan
menghambat protease faktor pembekuan menggunakan metode Duke. Parameter
(Katzung, 1997). dalam menentukan waktu pendarahan
Dalam pengujian aktivitas hemostatik yaitu pada saat ekor mencit mengalami
terdapat beberapa parameter pengujian pendarahan sampai tidak mengalami
yang diukur yaitu waktu pendarahan, pendarahan lagi dan darah tidak dapat
waktu koagulasi, dan waktu protombin. dihisap lagi oleh kertas saring.
Setelah dilakukan pengujian data yang

Berdasarkan hasil analisis statistik uji 0,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa
normalitas diperoleh nilai signifikansi > terdapat perbedaan yang signifikan pada
0,05 yaitu 0,09. Maka Ho diterima, rata-rata data waktu pendarahan
sehingga dapat disimpulkan bahwa berdasarkan masing-masing kelompok.
variabel data hasil pengujian waktu Berdasarkan hasil pengujian waktu
pendarahan berdistribusi normal. pendarahan, pada kontrol normal
Berdasarkan hasil uji homogenitas pendarahan terjadi berjalan secara normal
diperoleh nilai signifikasi 0,131. Data sebab pada kelompok kontrol normal tidak
Homogen apabila nilai signifikansi > 0,05. diberikan perlakuan apapun. Sedangkan
Sehingga, semua varian data pada perbandingan waktu pendarahan pada
pengujian waktu pendarahan ini bersifat kelompok negatif dan positif menunjukan
homogen. Berdasarkan uji ANOVA perbandingan yang sangat signifikan.
menunjukan nilai signifikasi <0,05 yaitu

121
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

Berdasarkan hasil pengamatan waktu pendarahan jika dibandingkan dengan


pendarahan menunjukan pada kontrol kontrol negatif. Dosis uji III menghasilkan
negatif lebih lama dibandingkan dengan waktu pendarahan relatif lebih cepat
kelompok perlakuan yang lainnya dibandingkan dari dosis uji II. Hal tersebut
dikarenakan kontrol negatif hanya menunjukan bahwa kandungan tanin pada
diinduksi heparin tanpa diberikan dosis ekstrak etanol daun andong dosis uji III
uji. Hal tersebut menunjukan bahwa memiliki konsentrasi tanin lebih banyak
pemberian induksi heparin memberikan sehingga menimbulkan aktivitas
efek pendarahan yang sangat besar, hemostatik terhadap waktu pendarahan,
sehingga waktu pendarahan akan karena berdasarkan sifatnya tanin bersifat
senantiasa bertambah. astringen sehingga dapat mengikat dan
Waktu pendarahan pada kontrol positif mengendapkan protein darah dan
paling cepat dari kelompok uji dengan pendarahan dapat dihentikan.
senyawa uji asam traneksamat. Asam Waktu Koagulasi
traneksamat merupakan competitiv Tujuan sistem koagulasi adalah
inhibitor dari aktivator plasminogen dan menghasilkan enzim serin protoase
penghambatan plasmin. Plasmin sendiri trombin yang dapat gilirannya bekerja
berperan menghancurkan fibrinogen, serta selektif pada protein plasma larut
fibrin, dan faktor pembekuan lainnya. yaitu fibrinogen untuk mengubah menjadi
Oleh karena itu, asam traneksamat dapat fibrin yang tidak larut. Fibrin adalah
membantu mengatasi pendarahan berat produk akhir koagulasi yang dapat dilihat
akibat fibrinolisis (Gunawan, 2007). dan merupakan suatu protein gelatinose
Dosis uji I menghasilkan penurunan waktu (Sacher dan Mcpherson, 2004).

Berdasarkan hasil uji normalitas analisis disimpulkan bahwa semua variabel data
statistik diperoleh nilai signifikansi > 0,05 hasil pengujian waktu koagulasi
yaitu 0,485 maka, Ho diterima karena terdistribusi normal.Berdasarkan hasil
nilai signifikansi>0,05. Sehingga dapat analisis statistik pada uji homogenitas
122
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

menunjukan nilai signifikansi > 0,05 yaitu darah, dapat secara langsung
0,076 , maka Ho diterima karena mengaktifkan faktor-faktor anti
signifikansi > 0,05. Sehingga semua pembekuan terutama antitrombin III.
varian data pada pengujian waktu Waktu koagulasi pada dosis uji I paling
koagulasi homogen. Berdasarkan uji lama jika dibandingkan dengan dosis uji
ANOVA menunjukan nilai sig < 0,05 yang lainnya.
yaitu 0,00. Hal tersebut menunjukan Ho Waktu Protombin (PT)
ditolak maka dapat disimpulkan bahwa Prinsip pengukuran waktu protombin
adanya perbedaan perbedaan signifikan adalah menilai terbentuknya bekuan.
antar kelompok. Pemeriksaan PT digunakan untuk menilai
Pengamatan parameter waktu koagulasi kemampuan faktor koagulasi jalur
dilihat dari terbentuknya benang fibrin. ekstrinsik dan jalur bersama yaitu :
Berdasarkan hasil penelitian waktu Faktor I : fibrinogen
koagulasi dengan metode Slide, waktu Faktor II : prothombin
koagulasi pada kontrol normal lebih cepat Faktor V : proakselerin
jika dibandingkan dengan kontrol positif, Faktor VII : prokonvertin
karena kontrol normal tidak diberikan Faktor X : faktor Stuart
perlakuan apapun. Sedangkan pada Plasma sitrat diperoleh dari darah dengan
kontrol positif waktu koagulasi lebih cepat penambahan natrium sitrat, natrium sitrat
terjadi dari kelompok dosis uji. Hal ini digunakan sebagai antikoagulan pada
tersebut menunjukan bahwa dengan uji protombin, karena apabila
pemberian asam traneksamat dapat menggunakan antikoagulan yang lain
mempercepat waktu koagulasi. seperti natrium oksalat maka faktor V dan
Berdasarkan mekanisme kerjanya bahwa faktor VII akan lebih labil dalam natrium
asam traneksamat yang menghambat oksalat, sedangkan jika menggunakan
plasmin dalam menghancurkan fibrinogen, EDTA maka kerja trombin pada
fibrin dan faktor-faktor pembekuan darah fibrinogen akan dihambat. Pengamatan
yang lainnya. Asam traneksamat parameter waktu protombin dilihat dari
mempercepat waktu koagulasi pada jalur pembentukan benang fibrin. Berdasarkan
koagulasi common pathway atau jalur hasil penelitian waktu protombin yang
bersama antara jalur intrinsik dan dilakukan dengan metode Quick
ekstrinsik. Pada kontrol negatif waktu menunjukan pada kontrol positif lebih
koagulasi lebih lama jika dibandingkan cepat dalam pembentukan benang
dengan seluruh kelompok dosis uji, karena fibrinnya jika dibandingkan dengan
pada kontrol negatif hanya diberikan kontrol normal. Hal tersebut menunjukan
heparin dan PGA 1%. Hal tersebut bahwa dengan adanya penambahan reagen
membuktikan bahwa dengan pemberian tromboplastin pada plasma sitrat dapat
heparin yang bekerja langsung dalam secara langsung menggantikan faktor
123
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

jaringan untuk mengaktifkan faktor X, memiliki mekanisme kerja yang secara


dengan adanya faktor VII tanpa langsung menghambat mekanisme kerja
melibatkan trombosit. Selain itu, dengan plasmin yang dapat menghancurkan
pemberian asam traneksamat pada kontrol fibrinogen yang akan berubah menjadi
positif dapat mempercepat waktu fibrin.
protombin, karena asam traneksamat

Berdasarkan hasil analisis statistik uji


KESIMPULAN
normalitas diperoleh nilai signifikansi >
Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa
0,05 yaitu 0,577. Maka, Ho diterima dan
ekstrak etanol daun andong yaitu
variabel data hasil pengujian waktu
0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I),
protombin terdistribusi
0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II),
normal.Berdasarkan hasil uji homogenitas
0,0109 g/20 g BB mencit (dosis III).
diperoleh nilai signifikansi > 0,05 yaitu
Mempunyai aktivitas hemostatik dengan
0,120 artinya semua varian homogen.
menurunkan waktu pendarahan,
Berdasarkan hasil uji ANOVA
memperlama waktu koagulasi, serta
menunjukan signifikansi < 0,05 yaitu 0,00
mempercepat waktu protombin.
berarti adanya perbedaan dosis pada tiap
kelompok perlakuan menghasilkan efek
DAFTAR PUSTAKA
berbeda.
Badriah, R. 2013. Uji Aktivitas
Waktu protombin pada kelompok dosis uji
Hemostatika Ekstrak Etanol Kulit
III lebih cepat daripada dosis uji II, dan
Buah Delima Merah
dosis uji I. Waktu protombin pada dosis
(Puicagranatum L) Terhadap
uji III mendekati waktu positif protombin,
Mencit Betina Galur Wistar
hal tersebut menunjukan bahwa dengan
Swiss-Webster. Skripsi.
pemberian dosis uji III pada mencit dapat
Tasikmalaya. STIKes BTH
memberikan efek mempercepat waktu
protombin.

124
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016

Dalimartha, Setiawan. 2006. Atlas species of cordyline planta


Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4. medica,17.
Puspa Swara. Jakarta Katzung, Bertram, G. 2010. Farmakologi
Farnsworth, N.R. (1996). Biological and Dasar dan Klinik. Edisi 10.
Phytochemical screening of Salemba Medina. Jakarta.
Plants. Journal of Pharmaceutical Munawaroh A. 2010. Efek Hemostatik
Science. Volume 55.Number 3. Ekstrak Meniran (Phyllantus
Chicago. Rheins Chemical niruri L.) Pada Mencit (Sp. Albino
Company. Balp. C). Fakultas Kedokteran
Gandosoebrata, R. 2010. Penuntun Gigi Universitas Airlangga.
Laboratorium Klinik. Dian Surabaya.
Rakyat. Jakarta. Sacher, A.R. 2012. Tinjauan Klinis Hasil
Ganiswarna, S.G. 1995. Farmakologi dan Pemeriksaan Laboratorium. Edisi
Terapi. Edisi 4.Gaya Baru. Jakarta 11.Buku Kedokteran EGC.
Gan, S.G. 2007. Farmakologi dan Terapi. Jakarta.
Edisi 5. Departemen Farmakologi Wahyuni, T. 1985. Belajar Ilmu
dan Terapeutik Fakultas Ketabiban. Mekar. Surabaya.
Kedokteran. Universitas Wijayakusuma, H. 1994. Tanaman
Indonesia. Jakarta. Berkhasiat Obat di Indonesia.
Griffin, W.J., and Maunwongyanthi, P., Kartini. Jakarta.
1969, A comparison of four

125