You are on page 1of 4

Nama : Dio Andhika Fernanda

Kelas : Mekatronika A

1. Faktor-faktor pengukuran ( the factor of measurement).


A. Error
Error adalah sebuah nilai variasi dalam sebuah pengukuran dimana
nilai variasi tersebut merupakan selisih yang di peroleh dari nilai
terukur dan nilai sebenarnya.

contohnya : kesalahan karena alam (natural error), kesalahan


karena alat (instrumental error), dan kesalahan karena pengukur
(personal error)

B. Validity
Validity (Validitas) adalah menunjukkan sejauh mana alat pengukur
mampu mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti. Validitas
pengukuran sangat dipengaruhi oleh bias pengukuran, yang
tergantung kepada, pengamat , subyek dan instrumen.

contohnya : Remaja usia 15 tahun memiliki berat badan 35 kg,


maka timbangan yang digunakan untuk menimbang remaja
tersebut juga menunjukkan berat 35 kg, bukan 35,5 kg atau 34,5
kg. Hal ini menunjukkan bahwa timbangan tersebut valid. Demikian
halnya dengan kuesioner sebagai alat ukur harus mengukur apa
yang ingin diukur, sebagai contoh kuesioner untuk mengetahui
pengetahuan responden tentang imunisasi, maka data yang akan
dihasilkan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh responden
yang diukur.

C. Reliability
Reliability(reliabilitas) Menurut Sugiono(2005) adalah serangkaian
pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi
bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan
secara berulang. Dan Menurut Nursalam (2003) Reliabilitas adalah
kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau
kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkalikali dalam waktu
yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama
sama memegang peranan penting dalam waktu yang bersamaan.

contohnya : suatu instrumen penelitian mengindikasikan memiliki


reliabilitas yang memadai jika koefisien alpha Cronbach lebih besar
atau sama dengan 0,70. Sementara hasil uji menunjukkan koef
cronbach alpha sebesar 0.900, dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa variabel ini adalah reliabel.

D. Accuracy
accuracy(akurasi/ketelitian) didefenisikan sebagai ukuran seberapa
jauh hasil pengukuran mendekati harga sebenarnya. Ukuran
ketelitian sering dinyatakan dengan dua cara, atas dasar perbedaan
atau kesalahan (error) terhadap harga yang sebenarnya.

contohnya : alat volt meter dengan akurasi 3% FS(Full Scale), jika


full scale nya = 60V, maka error = (3/100)x60V=1,8V , jika
pembacaan = 10volt, maka pembacaan tersebut adalah (101,8)V

E. Precision
Precision(kecermatan) adalah PRESISI ATAU KETELITIAN ADALAH
TINGKAT KEDEKATAN DARI NILAI-NILAI UKURAN TERSEBUT SATU
SAMA LAINYA, YANG DAPAT DIHITUNG DARI BESAR-KECILNYA
HARGA VARIAN (2) DARI PENGAMATAN.

contohnya :

F. Resolution
Resolution(resolusi) adalah nilai perubahan terkecil yang dapat
dirasakan oleh alat ukur.

contohnya : suatu timbangan pada jarum penunjuk yang


menunjukkan perubahan 0,1 gram (terkecil yang dapat dilihat)
maka dikatakan bahwa resolusi dari timbangan tersebut adalah 0,1
gram. Harga resolusi sering dinyatakan pula dalam persen skala
penuh.

2. Categories Of Errors

A. Gross Error
Gross Error adalah karena kesalahan manusia atau karena
kesalahan alat ukur.

contohnya : salah menggunakan metode, salah baca alat ukur,


salah lihat alat ukur, salah mencatat atau instrument yang tidak
berfungsi dengan baik.

B. Systematic Error
Systematic Error adalah Kesalahan yang disebabkan oleh
kesalahan alat ukur atau instrument.

contohnya : Kesalahan titik nol yang telah bergeser dari titik yang
sebenarnya atau Kesalahan kalibrasi yaitu kesalahan yang terjadi
akibat adanya penyesuaian pembubuhan nilai pada garis skala
saat pembuatan alat.

a. Instrument Error
adalah kesalahan/ kekurangan pada alat ukur atau instrument

contohnya : 1) adanya gesekan beberapa komponen yang


bergerak terhadap bantalan. 2) tarikan pegas yang tidak teratur
3)berpendekan pegas 4)berkurangnya tarikan dan kesalahan
kalibrasi. 5) adanya bagian yg aus.

b. Enviromental Error
adalah kesalahan yang di sebabkan oleh lingkungan.

contohnya : efek perubahan temperatur, kelembaban, tekanan


udara luar atau medan-medan magnetik atau medan
elektrostatistik.

- Static Error
contohnya : mikrometer bila diberi tekanan yang berlebihan
untuk memutar poros menyebabkan kesalahan statis.

- Dynamic Error
contohnya : ketidakmampuan instrument/alat ukur untuk
memberikan respon yang cepat bila terjadi perubahan dalam
variable yang diukur

C. Random Error
adalah error yang di hasilkan oleh faktor yag secara acak
mempengaruhi hasil sebuah pengukuran seperti kesalahan
penglihatan. Penyimpangan yang terjadi berbeda untuk setiap
pengukuran yang di lakukan.

contoh : kesalahan penglihatan dalam mengukur panjang benda


menggunakan penggaris.