You are on page 1of 6

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Asfiksia adalah keadaan terjadinya kekurangan oksigen yang disebabkan
karena terganggunya saluran pernapasan. Asfiksia dalam bahasa Indonesia
disebut mati lemas. Pemakaian kata asfiksia tidak tepat karena makna dari
kata ini adalah tidak berdenyut, sedangkan pada asfiksia nadi masih dapat
berdenyut setelah beberapa menit pernafasan berhenti. Istilah yang lebih
tepat dalam terminologi kedokteran adalah anoksia atau hipoksia (Apuranto,
2012).
Penyebab asfiksia dapat disebabkan oleh karena hal yang wajar dan
tidak wajar. Penyebab tidak wajar salah satunya adalah karena udara
terhalang secara paksa akibat strangulasi. Gantung diri (hanging) adalah
suatu strangulasi dengan tekanan pada leher disebabkan oleh jerat yang
menjadi erat akibat berat badan korban sendiri, sehingga saluran udara
menutup (Apuranto, 2012).
Kematian akibat asfiksia merupakan penyebab nomor tiga tersering
setelah kecelakaan lalu lintas dan trauma mekanik. Korban kematian akibat
asfiksia sering diperiksa oleh dokter (Leonardo, 2008). Berdasarkan pasal
179 KUHAP seorang dokter wajib memberikan keterangan sebaik-baiknya
menurut pengetahuan di bidang keahliannya demi keadilan. Oleh karena itu,
seorang dokter wajib menguasai tentang salah satu ilmu forensik yaitu
asfiksia.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana cara memeriksa korban pada kasus hanging?
b. Bagaimana hasil pemeriksaan pada kasus hanging?
c. Bagaiman cara membedakan gantung diri pada kasus bunuh diri dan
pembunuhan?

1.3 Tujuan
a. Mengetahui cara memeriksa korban pada kasus hanging.
b. Mengetahui hasil pemeriksaan pada kasus hanging.
c. Mengetahui cara membedakan gantung diri pada kasus bunuh diri
dan pembunuhan?

BAB 2
LAPORAN KASUS
Identitas:
Nama : Tn. T
Jenis Kelamin : Laki laki
Umur : 26 thn
Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Pasuruan
Dikirim oleh : Polres Singosari
Tertanggal / nomor : VER/58/XII/2016/Polsek
Dengan keterangan : Gantung diri
Deskripsi:
Keadaan Jenasah
Jenasah seorang laki-laki, berusia dua puluh enam tahun. Tinggi badan
seratus enam puluh sentimeter, berat badan lebih kurang enam puluh kilogram.
Didapatkan adanya label berwarna merah di ibu jari kaki kiri. Kondisi jenasah
terlentang dengan tangan terikat dibawah paha kanan oleh sarung berwarna
hitam yang berukuran seratus kali seratus dua puluh sentimeter yang dililit
kemudian di tali sampul. Kondisi jenasah gizi cukup, kulit sawo matang, bentuk
kepala lonjong, rambut hitam lurus dengan panjang dua puluh dua sentimeter,
mata terbuka dengan lebar satu sentimeter kiri dan kanan. Mulut terbuka dengan
lebar tiga sentimeter dengan lidah tergigit. Alat kelamin disunat dan didapatkan
cairan yang keluar dari alat kelamin berwarna putih bening yang telah mengering.
Pakaian
Jenasah mengenakan jaket jeans merek other dengan baju kaos berwarna abu
abu berukuran M dengan merek Maroe. Celana jeans selutut berwarna hitam
merek Kiddrock dengan celana dalam berwarna abu abu. Di dalam saku
celana kanan belakang ditemukan adanya dompet berwarna coklat dan uang
sebesar sepuluh ribu rupiah yaitu satu lembar uang lima ribu, dua lembar dua
ribu, dan recehan lima ratus rupiah sebanyak dua koin.

Pemeriksaan Luar:
1. Keadaan Jenasah
Label : berwarna merah, di ibu jari kaki kiri
Segel : tidak ada
Jenasah dalam keadaan : memakai pakaian : Jenasah
mengenakan jaket jeans merek other dengan baju kaos
berwarna abu abu berukuran M dengan merek Maroe. Celana
jeans selutut berwarna hitam merek Kiddrock dengan celana
dalam berwarna abu abu.
Warna kulit : sawo matang
Gizi : cukup
2. Sikap Jenasah : terlentang
Lengan : tangan terikat dibawah paha kanan
Kaki : lurus
3. Ukuran Jenasah
Tinggi badan : 160 cm
Berat badan : 60 kg
4. Lebam Mayat
Terdapat pada : kedua tangan, lengan bawah, perut hingga
ujung kaki
Pada penekanan tidak ada informasi
Warna : merah kebiruan
5. Kaku Jenasah
Terdapat pada : tidak terdapat kaku jenasah
6. Bau Jenasah :tidak terdapat bau
7. Kepala
Bentuk : normal
Rambut : warna hitam, panjang: 22 cm, lurus
Bagian yang tertutup rambut :-
Terdapat luka di, ukuran :-
Teraba/terlihatretaktulang di : -
Dahi :-
Terdapat luka di, ukuran :-
Mata

Hidung
Cairan dari hidung / tidak keluar cairan :-
Terdapat luka di, ukuran :-
Patah tulang hidung :-
Mulut
Terbuka : 3 cm dengan
lidah tergigit
Cairan dari mulut / tidak keluar cairan :-
Bibir atas :-
Bibir bawah :-
Mukosa mulut :-
Gigi
Jumlah : lengkap
Kelainan yang didapat :-
Dagu :-
Pipi :-
Telinga : -
Daun telinga : -
Dari lubang telinga keluar/ tidak keluar cairan :-
Leher :
- Luka memar bekas jeratan, melengkung melingkari
leher dengan panjang dua puluh tujuh setimeter,
lebar lima sentimeter, kedalaman setengah
sentimeter, dan ujung luka kiri berjarak dua koma
lima sentimeter dari telinga kiri, ujung luka kanan
berjarak dua sentimeter dari telinga kanan.
- Luka memar melengkung melingkari leher panjang
dua puluh tiga sentimeter, lebar enam sentimeter,
berjarak tiga koma lima sentimeter dibawah luka
memar jeratan
- Luka babras pada leher kiri berukuran panjang tiga
koma lima sentimeter, lebar setengah sentimeter
dengan arah vertikal menjauhi garis tengah dengan
jarak setengah sentimeter
Dada : -
10. Perut :-
11. AlatKelamin :-
Pria, disunat
Dari lubang kemaluan : keluar cairan berwarna putih bening dan
telah mengering.
12. Anggota Atas
Kanan : -
Luka (jenis ukuran arah pada) :-
Lengan atas :-
Lengan bawah :-
Tangan :-
Kiri
Luka (jenis ukuran arah pada): -
Lengan atas :-
Lengan bawah :-
Tangan :-
13. Anggota Bawah
Kanan : -
Luka (jenis ukuran arah pada): -
Paha :-
Tungkai Bawah :-
Kaki :-
Kiri :-
Luka (jenis ukuran arah pada): -
Paha :-
Tungkai Bawah :-
Kaki :-
14. Punggung : -
15. Dubur :-

Ringkasan:
1. Cara kejadian : gantung diri
2. Kerusakan tubuh yang ditemukan :
- Luka memar bekas jeratan, melengkung melingkari
leher dengan panjang dua puluh tujuh setimeter,
lebar lima sentimeter, kedalaman setengah
sentimeter, dan ujung luka kiri berjarak dua koma
lima sentimeter dari telinga kiri, ujung luka kanan
berjarak dua sentimeter dari telinga kanan
- Luka memar melengkung melingkari leher panjang
dua puluh tiga sentimeter, lebar enam sentimeter,
berjarak tiga koma lima sentimeter dibawah luka
memar jeratan
- Luka babras pada leher kiri berukuran panjang tiga
koma lima sentimeter, lebar setengah sentimeter
dengan arah vertikal menjauhi garis tengah dengan
jarak setengah sentimeter
3. Diagnosa klinis dari dokter ruangan : -
4. Proses sakit yang diketemukan :-