You are on page 1of 26

Vulvitis

Vulvitis adalah peradangan pada genitalia externa pada wanita. Dapat disebabkan karena
vulva vagina iritasi oleh karena dermatitis, eksema, atau reaksi alergi.

Penyebabnya bisa berupa:

1. Infeksi
• Bakteri (misalnya klamidia, gonokokus)
• Jamur (misalnya kandida), terutama pada penderita diabetes, wanita hamil dan
pemakai antibiotik
• Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis)
• Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes).
2. Zat atau benda yang bersifat iritatif
• Spermisida, pelumas, kondom, diafragma, penutup serviks dan spons
• Sabun cuci dan pelembut pakaian
• Deodoran
• Zat di dalam air mandi
• Pembilas vagina
• Pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat
• Tinja
3. Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya
4. Terapi penyinaran
5. Obat-obatan
6. Perubahan hormonal.

Gejala klinis Vulvitis :

1. Rasa terbakar atau gatal pada daerah vulva
2. Kemerahan pada vulva atau jaringan di sekitarnya
3. Penebalan kulit sekitar vulva
4. Vagina discharge

GEJALA

1. Gejala yang paling sering ditemukan adalah keluarnya cairan abnormal dari
vagina.
• Dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya menyengat atau
disertai gatalgatal dan nyeri.
• Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang
normal dan warnanya bermacam-macam. Misalnya bisa seperti keju, atau kuning
kehijauan atau kemerahan.
2. Infeksi vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih,
abu-abu atau keruh kekuningan dan berbau amis.
• Setelah melakukan hubungan seksual atau mencuci vagina dengan sabun, bau
cairannya semakin menyengat karena terjadi penurunan keasaman vagina
sehingga bakteri semakin banyak yang tumbuh.
• Vulva terasa agak gatal dan mengalami iritasi.

3. Infeksi jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar
pada vulva dan vagina.
• Kulit tampak merah dan terasa kasar. Dari vagina keluar cairan kental seperti
keju.
• Infeksi ini cenderung berulang pada wanita penderita diabetes dan wanita yang
mengkonsumsi antibiotik.
4. Infeksi karena Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa yang berwarna
putih, hijau keabuan atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap.
• Gatal-gatalnya sangat hebat.
5. Cairan yang encer dan terutama jika mengandung darah, bisa disebakan oleh
kanker vagina, serviks (leher rahim) atau endometrium.
6. Polip pada serviks bisa menyebabkan perdarahan vagina setelah melakukan
hubungan seksual.
7. Rasa gatal atau rasa tidak enak pada vulva bisa disebabkan oleh infeksi virus
papiloma manusia maupun karsinoma in situ (kanker stadium awal yang belum
menyebar ke daerah lain).
8. Luka terbuka yang menimbulkan nyeri di vulva bisa disebabkan oleh infeksi
herpes atau abses.
9. Luka terbuka tanpa rasa nyeri bisa disebabkan oleh kanker atau sifilis.
10. Kutu kemaluan (pedikulosis pubis) bisa menyebabkan gatal-gatal di daerah vulva.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan karakteristik cairan
yang keluar dari vagina. Contoh cairan juga diperiksa dengan mikroskop dan dibiakkan untuk
mengetahui organisme penyebabnya. Untuk mengetahui adanya keganasan, dilakukan
pemeriksaan Pap smear. Pada vulvitis menahun yang tidak memberikan respon terhadap
pengobatan biasanya dilakukan pemeriksaan biopsi jaringan.

Vulvitis dapat di diagnosis dengan pemeriksaan fisik dan swab pada vagina untuk melihat
apakah terdapat infeksi.

Jika peradangan di sebabkan oleh iritasi atau alergi, maka penggunaan barang-barang yg
menyebabkan hal tersebut harus dihentikan. Dapat diberikan krim topical untuk meringankan
tanda kemerahan dan gatal. Topikal krim dapat dioleskan beberapa kali pada area yang
meradang untuk mengatasi pembengkakan dan rasa tidak nyaman.

PENGOBATAN

1. Jika cairan yang keluar dari vagina normal, kadang pembilasan dengan air bisa
membantu mengurangi jumlah cairan.

2. Cairan vagina akibat vaginitis perlu diobati secara khusus sesuai dengan
penyebabnya.

dan nyeri. Selain antibiotik. kedua pasangan seksual diobati pada saat yang sama. . untuk infeksi bakteri juga diberikan jeli asam propionat agar cairan vagina lebih asam sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri. 6. bisa dioleskan krim estrogen selama 7-10 hari. anti-jamur atau anti-virus. gatal. untuk mencegah berulangnya infeksi. plester kulit maupun krim yang dioleskan langsung ke vulva dan vagina. Untuk mengendalikan gejalanya bisa dilakukan pembilasan vagina dengan campuran cuka dan air. Estrogen bisadiberikan dalam bentuk tablet. 7. P. Jika penyebabnya adalah infeksi. 5. Sumber: Journal of The Women’s Health Group.Tetapi pembilasan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama dan terlalu sering karena bisa meningkatkan resiko terjadinya peradangan panggul. diberikan antibiotik. 4. 3. 8. Penipisan lapisan vagina pasca menopause diatasi dengan terapi sulih estrogen. Jika penyebab vulvitis oleh karena bakteri. tergantung kepada organisme penyebabnya.C Vaginitis Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang menyebabkan adanya discharge. Pada infeksi meular seksual. dapat diberikan antibiotik atau antifungal. Jika akibat infeksi labia (lipatan kulit di sekitar vagina dan uretra) menjadi menempel satu sama lain.

abu-abu atau ke ruh kekuningan dan berbau sangat amis. Kulit tampak merah dan terasa kasar. baunya menyengat atau disertai gatal. Dimana setelah berhubungan seksual atau setelah mencuci vagina dengan sabun baunya akan semakin menyengat karena penurunan keasaman vagina yang menyebabkan bakteri semakin banyak bertumbuh.Gatalnya sangat hebat. Infeksi ini ceenderung berulang pada wanita yang menderita penyakit diabetes. kandidiasis. Rasa gatal atau tidak nyaman pada vulva bisa disebabkan oleh karena infeksi virus human papiloma juga akibat adanya kutu pada kemaluan . Misalnya bisa berwarna seperti keju. Vulva akan terasa agak gatal dan mengalami iritasi. kuning kehijaun atau kemerahan.gatal dan nyeri. Dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak. Infeksi vagina akibat bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih. dan trikomoniasis.Infeksi karena Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa yang berwarna kuning kehijauan dengan bau yang tidak sedap. Infeksi jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar pada vulva dan vagina. Gejala yang pling sering ditemukan adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina.macam. Dari vagina akan keluar cairan seperti keju dan melengket di dinding vagina sampai ke vulva. vulvovaginal. Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dan warnanya bermacam.Yang paling banyak menyebabkan vaginitis adalah bakterial vaginosis.

karena Pediculosis Pubis. Terapi: Cairan vagina yang keluar akibat vaginitis perlu diobati secara khusus sesuai dengan penyebabnya. 1. Jika penyebabnya gonokokus biasanya diberikan suntikan seftriakson dan tablet doksisiklin. butoconazole atau terconazole (bisa dalam bentuk krim. Diagnosis vaginitis dapat ditegakkan dengan gejala klinis. Vaginitis causa jamur dapat diberikan terapi berupa miconazole. pemeriksaan fisik. secara mikroskopik. tablet vagina atau suppositoria). dan whiff test. pH dari cairan vagina. Untuk infeksi klamidia dapat diberikan . Vaginitis causa bakteri biasanya diberikan metronidazole atau clindamycin (tablet vagina) atau metronidazole tablet. 2. clotrimazole. Fluconazole atau ketoconazole dalam bentuk tablet.

. Untuk infeksi trikomonas dapat diberikan metronidazole tablet.Doxycylin atau azitromicin (tablet).

Sumber : American Academy of Family Physicians. 2011 volume 83 number 7 .

0. kedua tipe anaerob ini jarang ditemukan. kumpulan gejala yang timbul pada VB berhubungan dengan aktivitas seksual. Mobiluncus Sp.5 sampai 7. Bacteroides Sp. VB merupakan infeksi vagina yang tersering pada wanita dengan seksual aktif. Bacteroides. Merupakan batang anaerob lengkung yang juga ditemukan bersama-sama dengan organisme lain yang dihubungkan . berwarna abu-abu. homogen. • Gardnella vaginalis Berbagai kepustakaan selama 30 tahun terakhir membenarkan observasi Gardner dan Dukes’ bahwa Gardnella vaginalis sangat erat hubungannya dengan VB. et al. Mikroorganisme anaerob lain yaitu Mobiluncus sp. Vaginosis Bakterial (VB) adalah keadaan abnormal pada ekosistem vagina yang ditandai dengan perubahan konsentrasi hirogen peroksida (H2O2) hasil produksi flora normal Lactobacillus di vagina. Provetella. (Anggraini. Meskipun demikian dengan media kultur yang sensitif Gardnella vaginalis dapat diisolasi dengan konsentrasi yang tinggi pada wanita tanpa tanda-tanda infeksi vagina.. 2012). dan terdapat peningkatan pH dari nilai < 4. et al. Pada suatu analisis dari data flora vagina memperlihatkan bahwa ada 4 jenis bakteri vagina yang berhubungan dengan VB yaitu Gardnella vaginalis. Maryuni. Perubahan ini umumnya ditandai dengan produksi sekret vagina yang banyak. Bakterial Vaginosis Dalam pengertiannya. Gardnella vaginalis diperkirakan berinteraksi melalui cara tertentu dengan bakteri anaerob dan mycoplasma genital menyebabkan VB. Pada wanita normal.. berbau amis. Penyebab VB bukan organisme tunggal. Mycoplasma hominis. Secara epidemiologi. tipis. • Bakteri anaerob Bacteroides sp diisolasi sebanyak 76% dan Peptostreptococcus sebanyak 36% pada wanita dengan VB. 2009). Gardnella vaginalis dapat diisolasi pada sekitar 95% wanita dengan BV dan 40-50% pada wanita asimtomatis atau tanpa penyebab vaginitis lainnya. Peptostreptococcus. Penemuan spesies anaerob dihubungkan dengan penurunan laktat dan peningkatan suksinat dan asetat pada sekret vagina. dan Eubacterium) dan bakteri fakultatif (Gardnella vaginalis. Hal ini bisa timbul dan remisi secara spontan pada wanita dengan seksual aktif dan wanita yang buka seksual aktif (Adam. Zainuddin. Mycoplasma hominis. Enterococcus dan grup β Streptococcus). Penurunan konsentrasi H2O2 digantikan oleh peningkatan konsentrasi bakteri anaerob (Mobiluncus.

Zainuddin. • Mycoplasma hominis Berbagai peniliti menyimpulkan bahwa Mycoplasma hominis juga harus dipertimbangkan sebagai agen etiologi untuk VB. Mobiluncus Sp.. Menurut Schorge (2008). cairan vagina bersifat asam (pH 4-5). 2009). Patofisiologi Vaginosis Bakterial pada Ibu Hamil Pada kehamilan normal. Faktor Risiko Vaginosis Bakterial Penyebab VB belum diketahui dengan pasti. Pemakaian pencuci vagina c. bersama-sama dengan Gardnella vaginalis dan bakteri anaerob. riwayat keputihan. 85% wanita dengan VB mengandung organisme ini. hampir tidak pernah ditemukan pada wanita normal.Bergonta-ganti partner seksual i. Aktivitas seksual dengan wanita lain Sedangkan menurut distribusi data karakteristik terdapat faktor risiko terjadinya VB pada ibu hamil yaitu usia.dengan VB. Berhubungan seksual pada saat menstruasi f. Mikroorganisme ini terdapat dengan konsentrasi 10-100 kali lebih besar pada wanita dengan VB daripada wanita normal (Adam. sehingga mencegah terjadinya .Merokok e. 2006). Keadaan asam yang berlebih ini membuat Lactobacillus tumbuh subur. ada beberapa predisposisi atau faktor resiko yang berhubungan dengan VB adalah sebagai berikut a. Pemasangan IUD (Intra Uterine Device) g. Oral seks b.Berhubungan seksual pada usia dini h. Kehamilan d. et al. dan tingkat pendidikan (Nelson dan Macones. usia kehamilan. karena adanya peningkatan kolonisasi Lactobacillus (flora normal vagina) yang memproduksi asam laktat. kehamilan.

salpingitis. Lactobacillus diketahui sebagai mikroorganisme yang mempertahankan homeostasis vagina dengan menghasilkan asam laktat dan memproduksi H2O2 yang akan menghambat pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme lainnya. endometritis. seperti antara lain Gardnerella vaginalis. Diagnosis Vaginosis Bakterial Dalam menegakkan diagnosis terhadap VB terdapat beberapa kriteria. cairan putih seperti susu pada dinding vagina. sehingga menurunkan risiko persalinan preterm. Menunjukkan >20% per HPF “clue cells” pada eksaminasi wet mount.5 2. Positif amin atau tes whiff. Adanya perubahan flora vagina menyebabkan terjadinya VB (Muliawan dan Suryawidjaja. tidak kental. Keadaan ini tidak selalu dapat dipertahankan. Hal ini terjadi ketika spesies Lactobacillus yang normal di vagina diganti dengan bakteri anaerob. 2010) Bakterial vaginosis adalah penyebab paling umum dari bau tidak sedap pada vagina. dan postpartum endometritis (Anggraini. pH vagina > 4. yaitu : • Kriteria Amsel Dikatakan positif jika ditemukan 3 dari temuan di bawah ini 1. terjadi pada 30% dari wanita. 4. sehingga menurunnya tingkat hidrogen peroksida dan asam organik yang biasanya terdapat dalam vagina.pertumbuhan berlebihan bakteri patogen. ibu hamil di Amerika Serikat dengan VB lebih sering memiliki bayi yang lahir secara prematur dan memiliki berat badan lahir rendah. Gambone. lahir prematur. . dan Bacteroides sp. skor. dan pemeriksaan laboratorium mikrobiologi. Serta komplikasi pada kehamilan yaitu ketuban pecah dini. • Wet mount • pH • KOH 10% • Pewarnaan gram (pemeriksaan baku emas) • Skor Nugent Efek Vaginosis Bakterial pada Ibu Hamil VB merupakan penyebab komplikasi ginekologis seperti serviksitis. maka keasaman cairan vagina berkurang dan mengakibatkan bertambahnya bakteri lain. Menurut Al-Mousawi (2006). dan infeksi saluran kemih. Mycoplasma hominis. 3. chorioamnionitis. Apabila jumlah bakteri Lactobacillus menurun. et al. Tata Laksana Vaginosis Bakterial pada Ibu Hamil Metronidazole 500 mg secara oral dua kali sehari selama 7 hari atau clindamycin krim 2% 5 gr secara intravaginal selama 7 hari ( Hacker. post-operatif infeksi.. Homogen. 2011). 2012).

vaginosis bakteri didiagnosis oleh kehadiran tiga dari empat Amsel criteria: • Keputihan • pH vagina lebih besar dari 4.5 • Whiff test positive (bau amine amis ketika 10 persen larutan kalium hidroksida ditambahkan) • Setidaknya terdapat 20% clue cell . Vaginosis bakteri tidak terkait dengan peradangan mukosa vagina dan jarang menyebabkan vulva gatal. Ketika alkalinitas meningkat pada vagina setelah seks (dengan kehadiran air mani) dan selama menstruasi (dengan adanya darah). Bau amis yang disebabkan oleh produksi amina dari bakteri anaerob ditemukan di banyak pasien yang merupakan prediksi dari vaginosis. Dalam praktek klinis. terkait dengan tingginya insiden endometritis dan penyakit radang panggul.Penyebab yang mendasari vaginosis bakteri tidak sepenuhnya dipahami. Lebih dari 50 persen wanita dengan bakteri vaginosis tidak menunjukkan gejala. bau menjadi lebih prevalent. Vaginosis bakteri. bahkan ketika asimtomatik.

2011 volume 83 number 7 .Sumber : American Academy of Family Physicians.

Servisitisnya juga merupakan : a) Infeksi non spesifik dari serviks b) Erosi ringan ( permukaan licin ). erosi kapiler (permukaan kasar ).2004:285). erosi folikuler ( kistik ) c) Biasanya terjadi pada serviks bagian posterior (Fauziyah.2010: 553). dalam hubungan ini seorang nullipara dalam keadaan normal kanalis servikalis bebas kuman. erosi folikuler ( kistik ) . Karena epitel selaput lendir kanalis servikalis hanya terdiri dari satu lapisan sel selindris sehingga lebih mudah terinfeksi dibanding selaput lendir vagina. 3) Servisitis adalah peradangan dari selaput lendir dari kanalis servikalis. 2) Servisitis (radang serviks) merupakan infeksi pada serviks uteri. Terjadinya servisitis dipermudahkan oleh adanya robekan serviks. Karena epitel selaput lendir kanalis servikalis hanya terdiri dari satu lapisan sel selindris sehingga lebih mudah terinfeksi dibanding selaput lendir vagina. Terjadinya servisitis dipermudahkan oleh adanya robekan serviks. Infeksi serviks sering terjadi karena luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat dan infeksi karena hubungan seks. antibodi dan dengan epitel bertatahnya (Manuaba.2012:106). erosi kapiler (permukaan kasar ). Servisitis adalah peradangan dari selaput lendir dari kanalis servikalis. terutama yang menimbulkan ectropion. terutama yang menimbulkan ectropion. Infeksi serviks sering terjadi karena luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat dan infeksi karena hubungan seks (Manuaba. Servisitis Servisitis (radang serviks) merupakan infeksi pada serviks uteri. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka. batas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uteri internum sehingga lebih rentan terjadinya infeksi oleh berbagai kuman yang masuk dari luar ataupun oleh kuman endogen itu sendiri (Fauziyah. Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genetalia interna. Pengertian Servisitis 1) Serviks merupakan filter dan barier infeksi aseden yang berasal dari vagina dengan cara mengeluarkan lendir yang mengandung makrofag. Servisitisnya juga merupakan : a) Infeksi non spesifik dari serviks b) Erosi ringan ( permukaan licin ).2012:105).

2) Sering menimbulkan erusi (erythroplaki ) pada portio yang tampak seperti daerah merah menyala. alat-alat atau alat kontrasepsi. b. chlamydia. tindakan intrauterine seperti dilatasi dan lain-lain ( Fauziyah. 7) Perdarahan saat melakukan hubungan seks c. Gejala Klinis Servisitis . enterokokus.2012:107). Servisitis dapat disebabkan oleh infeksi khusus seperti gonokokus. Bintik-bintik ini disebabkan oleh ovulonobothi dan akibat retensi kelenjar-kelenjar serviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena peradangan. tindakan intrauterine seperti dilatasi dan lain-lain. Servisitis dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion. biasanya kental atau purulent dan biasanya berbau. candida dan mycoplasma atau disebabkan mikroorganisme endogen vagina yang bersifat aerob dan anaerob termasuk streptokokus. alat-alat atau alat kontrasepsi. nyeri punggung. 5) Pada servisitis kroniks kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput lendir yang merah karena infeksi. 6) Gejala-gejala non spesifik seperti dispareuni. Gejala Klinis Servisitis 1) Flour atau keputihan hebat. Penyebab Servisitis Servisitis dapat disebabkan oleh infeksi khusus seperti gonokokus. chlamydia. enterokokus. trichomonas vaginalis. dan gangguan kemih. escherichia coli serta stapilokokus (servisitis non spesifik) (Robbins & Cotran. trichomonas vaginalis. Servisitis dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion.2009:614). 4) Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vulvitis. candida dan mycoplasma atau disebabkan mikroorganisme endogen vagina yang bersifat aerob dan anaerob termasuk streptokokus. escherichia coli serta stapilokokus (servisitis non spesifik). 3) Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat dilihat flour yang purulent keluar dari kanalis servikalis.c) Biasanya terjadi pada serviks bagian posterior.

Diagnosis Banding Diagnosis banding berupa gonore. venerum gnarunolama (Sinclair. 6) Gejala-gejala non spesifik seperti dispareuni. dan gangguan kemih. 3) Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat dilihat flour yang purulent keluar dari kanalis servikalis. kanker serviks. sekret bertambah banyak (Fauziyah. d. clamadia. Klasifikasi Servisitis 1) Servisitis Akuta .2012:107). karena radang menahun. Bintik-bintik ini disebabkan oleh ovulonobothi dan akibat retensi kelenjar-kelenjar serviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena peradangan. 3) Sobekan pada serviks uteri lebih luas dan mukosa endoserviks lebih kelihatan dari luar (eksotropion). 7) Perdarahan saat melakukan hubungan seks (Fauziyah. e. 4) Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vulvitis.1) Flour atau keputihan hebat. 2) Pada portio uteri sekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak terpisah secara jelas dan epitel portio disekitarnya. 2) Sering menimbulkan erusi (erythroplaki ) pada portio yang tampak seperti daerah merah menyala. f.2012:108). nyeri punggung. serviks bisa menjadi hipertropis dan mengeras. kankroid. 2010 : 554). Mukosa dalam keadaan demikian ini mudah kena infeksi dari vagina. Servisitis ini tidak menimbulkan gejala kecuali pengeluaran sekret yang agak putih kekuningan. sekret dikeluarkan terdiri atas mukus bercampur nanah. biasanya kental atau purulent dan biasanya berbau. Patofisiologi Beberapa gambaran patologis servisitis : 1) Serviks kelihatan normal. hanya pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi endokopik dalam stroma endocerviks. 5) Pada servisitis kroniks kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput lendir yang merah karena infeksi. salpangitis. sifilis.

cairan nitrasargenti tingtura. adanya rasa nyeri yang dapat menjalar ke sekitarnya. mendinginkannya (cryosurgery). termokauter. pengeluaran cairan bernanah. b) Gejala Gejala infeksi ini adalah pembengkakan mulut rahim.2009:63) . dapat terjadi perdarahan saat hubungan seks (Manuaba. Luka-luka kecil atau besar pada serviks karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endoserviks dan kelenjar-kelenjarnya. Penyembuhan servisitis menahun sangat penting karena dapat menghindari keganasan dan merupakan pintu masuk infeksi ke alat kelamin bagian atas (Manuaba.2008:281). lalu menyebabkan infeksi menahun (Prawirohardjo. c) Pengobatan Pengobatan pada infeksi ini dengan memberi antibiotika dosis tepat dan menjaga kebersihan daerah kemaluan (Manuaba.2009:63). c) Pengobatan Pengobatan terhadap infeksi ini dimulai dengan pemeriksaan setelah 42 hari persalinan atau sebelum hubungan seks dimulai. Pada mulut rahim luka lokal disembuhkan dengan cairan al-butil tingtura. Pada infeksi setelah keguguran dan persalinan disebabkan oleh stafilokokus dan streptokokus.a) Pengertian Infeksi ini dapat disebabkan oleh gonokokus (gonorea) sebagai salah satu infeksi hubungan seksual. b) Gejala Gejala infeksi ini adalah leukorea yang kadang sedikit atau banyak. dibakar dengan pisaulistrik.2009:63). 2) Servisitis kronika (Menahun) a) Pengertian Penyakit ini dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan.

harus dilanjutkan selam 14 hari terapi. Hal ini sering digunakan secara sinonim dengan penyakit radang panggul (PID). Terapi: 1. Perawatan di RS 3.v setiap 8 jam ditambah gentamisin i. harus dilanjutkan selam 14 hari terapi. 2. tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (IUD. Salpingitis terjadi karena infeksi polimikrobakterial pada sistem genitalia wanita yang menyebabkan peningkatan infeksi pada daerah vagina atau serviks. Klindamisin 900 mg i.v atau oral setiap 12 jam. Klindamisin 450 mg 4 x 1. Gejala klinis: 1. Tindakan Bedah Jika pengobatan antibiotik menyebabkan terjadinya resisten pada bakteri tubo- ovarium abses mungkin memerlukan eksisi beah atau aspirasi transkutan atau transvaginal . dan biopsi endometrium). keguguran. Doxyclycline 100 mg 2 x 1. Nyeri abdomen di kedua sisi Nyeri abdomen bagian bawah merupakan gejala yang paling seringdapat dipercaya dari infeksi pelvis akut. ditambah doksisiklin 100mg i. persalinan.v dalam dosis pemuatan 2 mg/kg diikuti dengan 1. Penularan yang paling utama terjadi melalui hubungan seksual.5 mg/kg setiap 8 jam. Perdarahan pervaginam atau sekret vagina Perdarahan antar menstruasi atau meningkatnya aliran menstruasi atau kedua-duanya dapat merupakan akibat langsung dari endometritis atau pengaruh tidak langsung dari perubahan-perubahan hormonal yang berkaitan dengan ooforitis. 2. Antibiotik 2 rejimen: Cefoxitin 2g intravena setiap 6 jam. Salpingitis Salpingitis adalah infeksi atau peradangan pada saluran tuba. Rejimen ini setidaknya dilanjutkan selam 24 jam setelah px menunjukkan perbaikan. aborsi. Rejimen ini setidaknya dilanjutkan selam 24 jam setelah px menunjukkan perbaikan. atau cefotetan 2g setiap 12 jam.

Ampisilin 4x1-2 gram i. tirah baring posisi semi fowler. Status sosioekonomi bawah 5. jika perlu pasang infus P2. Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul adalah gangguan inflamasi traktus genitalia atas perempuan. Penggunaan AKDR 4. merupakan kasus darurat  Dilakukan laparotomi pasang drain kultur nanah  Setelah laparotomi. observasi TTV dan prod. iv terbagi dalam 2x1 hr selama 5-7 hari  Pengawasan ketat mengenai keberhasilan terapi c. pemeriksaan panggul sulit dilakukan. usia muda. Terapi: a. Riwayat terkena penyakit menular seksual Pasien mungkin tanpa gejala atau jelas mengalami syok sepsis. ATO dengan gejala  MRS. abses tubo ovaria. Riwayat PID 3. Biasanya terdapat riwayat infeksi panggul sebelumnya. Jumlah leukosit bisa rendah. dapat meliputi endometritis. Onset biasanya 2 minggu setelah menstruasi. normal atau snagat meningkat. Abses Tubo Ovarium Abses tubo ovarium adalah radang bernanah yang terjadi pada ovarium dan atau tuba falopi pada satu sisi atau kedua sisi adneksa. demam.urine. periksa lingkar abdomen. dan peritonitis pelvik. Curiga ATO utuh tanpa gejala:  Antibiotik dengan masih dipertimbangkan pemakaian golongan doksisiklin 2x/100mg/hr selama 1 minggu atau ampisilin 4x500mg/hr selama 1 minggu b. mual. Pasangan seksual multipel 2. diberikan sefalosporin gen 3 dan metronidazol 2x1 g selama 7 hari. salpingitis. ATO yang pecah.v 5-7 hr dan gentamisin 5 mg/kgBB/hr. dengan nyeri panggul dan perut. . Karena nyeri tekan adneksa yang hebat. takikardi.  AB massif minimal 48-72 jam gol. dengan paritas rendah dan pernah mempunyai gejala selama <1 minggu. Beberapa faktor resiko yang terkait adalah: 1. muntah. Seluruh bagian abdomen terdpay nyeri tekan dan mungkin terdapat defans muskular.

5 mg/kg) tiap 8 jam. intensitas. Ceftriaxone 250 mg/im single dose ditambah doxycycline 100 mg oral 2 x1 selama 14 hari dengan atau tanpa metronidazole 500 mg oral 2x1 selama 14 hari atau cefotixin 2 g im single dose dan probenecid 1 g oral single dose ditambah doxycycline 100 mg oral 2x1 selama 14 hari dengan atau tanpa metronidazole 500 mg oral 2x1 selama 14 hari atau cefalosporin gen. mual dan muntah atau demam yang tinggi  Pasien dengan abses tubo ovaria Parenteral  Diberikan pada PRP berat 1.3 (ceftizoxime atau cefotaxime) ditambh doxycycline 100 mg oral 2x1 selama 14 hari dengan atau tanpa metronidazole 500 mg oral 2x1 selama 14 hari. Nyeri pada adneksa 6. Demam 3. Regimen A: Cefotetan 2g iv setiap 12 jam atau cefoxitin 2 g iv tiap 6 jam ditambah doxycycline 100 mg oral atau ov tiap 12 jam 2. Discharge vagina yang berlebihan 7. Nyeri goyang serviks 5. diikuti dengan maintenance dose (1. Regimen B: clindamycin 900 mg iv tiap 8 jam ditambah gentamisin loading dose ov atau im (2 mg/kgBB). Massa di pelvik pada pemeriksaan USG Tatalaksana: Pada wanita dengan PRP ringan  terapi rawat jalan Pasien dengan PRP dirawat bila:  Kecurigaan kedaruratan bedah  Pasien dalam keadaan hamil  Tidak berespon terapi oral  Tidak dapat meminum terpai oral  Tampa sakit berat.Gejala sangat bervariasi tergantung lokasi. Regimen alternative: ampicillin/sulbactam 3 g iv tiap 6 jam ditambah doxycycline 100 mg oran atau iv tiap 12 jam  Diberkan pada PRP ringan dapat rawat jalan dengan AB oral 1. 3. serta daya tahan tubuh: 1. . Gangguan kemih 4. Nyeri/ketegangan abdomen bagian bawah 2.

Terdapat tiga presantasi bokong yaitu presentasi bokong sempurna (complete breech). dahi atau muka. Biasanya fetus dalam keadaan fleksi. kedua tangan bersilang di depan dada dan kedua tungkai bersilang di depan perut . Presentasi juga memainkan peranan yang penting yaitu bagian tubuh fetus yang terdapat di bagian terbawah jalan lahir . Multipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan anak yang hidup untuk beberapa kali. Fleksi dalam keadaan normal adalah fleksi maksimal (kepala). Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang hidup untuk pertama kali.  Hubungan Fetus dan Jalan Lahir Hubungan antara bagian-bagian badan fetus satu sama lain. punggung membungkuk. presentasi kaki (footling breech/incomplete breech . Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali. Partus immaturitas adalah kurang dari 28 minggu dan lebih dari 20 minggu dengan berat janin antara 1000-1500 gram.presentasi kepala dan kemungkinan presentasi belakang kepala. puncak kepala. Selalunya terdapat tiga jenis yaitu letak lintang atau oblik dan dapat presentasi bahu atau punggung. Letak atau lie adalah hubungan antara sumbu fetus dengan sumbu jalan lahir. presentasi bokong murni (Frank breech). membentuk ovoid mengikuti bentuk kavum uteri (ruangan fundus lebih luas dari serviks). Letak melintang / tranversal adalah sumbu fetus tegak lurus terhadap sumbu jalan lahir dan letak oblik adalah sumbu fetus dalam sudut tertentu dengan sumbu jalan lahir. Para adalah wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup. Gravida adalah seorang wanita yang sedang hamil. Persalinan Normal  Definisi persalinan normal Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. letak memanjang dan dapat presentasi kepala atau sungsang . Letak memanjang / longitudinal adalah sumbu fetus searah / sejajar sumbu jalan lahir.

Yaitu : keadaan jalan lahir. i. Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum. Power. Peralatan 3. Yaitu faktor kekuatan ibu yang mempengaruhi dalam persalinan. Kontraksi otot dinding perut. i. Jalan lahir lunak. Yaitu faktor yang ada pada janin dan plasenta. Passage. Passenger. Penolong 2. ii. Jarak kehamilan < 2 tahun ii. Faktor penunjang yang turut berperan pada persalinan : 1. His ii. Jalan lahir keras. Faktor penting dalam persalinan 1. Perdarahan antepartum . 2. Faktor khusus Selain kedua faktor tersebut di atas ditambah lagi dengan satu faktor khusus. iv. iii. sebagai contoh antara lain : i. Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun iii. Penyakit ibu iv. 3. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengedan.

23% di kanan depan. Terdapat fase laten berlansung selama 8 jam dan fase aktif selama 6 jam. Kadang kala. sangat kuat. makin sering. Peristiwa yang penting dalam kala ini adalah keluar lendir darah (bloody show) dengan lepasnya mucous plug. pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus. dan 8% di kiri belakang.  Mekanisme Persalinan Normal Hampir 96% janin berada dalam uterus dengan presentasi kepala dan pada presentasi kepala ini ditemukan 58% ubun-ubun kecil terletak d kiri depan. selaput ketuban mungkin juga pecah spontan pada awal Kala II. Pada kala ini. 11% di kanan belakang. pastikan bahwa perdarahan per vaginam kurang dari 500 cc. Kala II berlangsung selama 2 jam. plasenta lepas 5-15 menit setelah bayi lahir. Ostium uteri internum dan eksternum terbuka menjadikan serviks menipis dan mendatar dan selaput ketuban pecah spontan. makin kuat. makin lama. ibu selalunya rasanya ingin mengedan makin kuat sehingga perineum meregang dan anusnya membuka. fundus setinggi pusat. lebih sering. kontraksi uterus teratur. disertai pengeluaran lendir darah dan berakhir setelah pembukaan serviks lengkap yaitu bibir portio tidak dapat diraba. kontraksi uterus bertambah keras. pastikan kandung kemih harus kosong dan jika terdapat luka-luka di perineum harus dirawat segera. Sedangkan kepala dilahirkan lebih dahulu. Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada akhir kala I. Kedaan ini mungkin disebabkan terisinya ruangan di .v. apakah kontraksi uterus baik. selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan janin. Kala IV dimulai dengan observasi selama 2 jam post partum. makin terasa nyeri. plasenta dan selaput ketuban sudah lahir lengkap. pertama adalah kala I yaitu dimulai dengan waktu serviks membuka karena his. dimulai dengan pembukaan serviks dengan lengkap dan berakhir dengan saat bayi telah lahir lengkap. Ini ditandai dengan perdarahan baru atau kadang kala dari tidak disertai perdarahan. Grandemulti  Fase – fase persalinan nomal Terdapat empat kala dalam persalinan normal. Kala III dimulai pada saat bayi lahir dengan lengkap dan berakhir dengan lahirnya plasenta . terbukanya vaskular pembuluh darah serviks. Pada keadaan normal. Infertilitas vi. Sebelumnya his menjadi lebih kuat. lebih lama. dengan suboksiput di bawah simfisis. Bagian terbawah janin turun hingga dasar panggul. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti vital sign ibu dalam batas normal.

Dapat pula kepala masuk dalam keadaan asinklitimus. kepala mengadakan gerakan defleksi untuk dapat dilahirkan. Sesudah kepala lahir. yaitu arah sumbu kepala janin miring dengan pintu atas panggul. yang disebut putaran paksi luar. kepala mengadakan rotasi. Sesudah kepala janin sampai di dasar panggul dan ubun-ubun kecil di bawah simfisis. Tali pusat dijepit di antara dua cunam pada jarak 5 dan 10cm. bayi segera akan menarik napas dan menangis  Seksio sesarea Seksio sesarea adalah satu persalinan buatan yang dilakukan dalam usaha untuk mengeluarkan janin melalui suatu sayatan dibuat pada dinding perut dan uterus. Putaran paksi luar ini ialah gerakan kembali sebelum putaran paksi dalam terjadi. ialah kekuatan. Sampai di dasar atas panggul kepala janin berada dalam keadaan fleksi maksimum.sebelah kiri belakang oleh kolon sigmoid dan rektum. Perineum menjadi makin lebar dan tipis. berturut-turut tanpa bregma. Pada tiap his vulva lebih membuka dan kepala janin makin tampak. dahi. His adalah salah satu kuatan pada ibu. Masuknya kepala melintasi pintu atas panggul dapat dalam keadaan sinklitimus. Bahu melintasi pintu atas panggul dalam keadaan miring. Tunggul tali pusat diberi antiseptika. Umumnya bila telah lahir lengkap. anus membuka dinding rektum. segera jalan napas dibersihkan. Kepala yang sedang turun menemui diafragma pelvis dan tekanan intrauterine disebabkan oleh his yang berulang-ulang. kepala segera mengadakan rotasi. Kemudian. ialah bila arah sumbu janin tegak lurus dengan bidang pintu atas panggul. untuk menyesuaikan gerakan kepala dengan punggung anak. seperti telah dijelaskan yang menyebabkan serviks membuka dan mendorong janin ke bawah. Kemudian bayi lahir seluruhnya. digunting di antara kedua cunam tersebut dan diikat. Selanjutnya dilahirkan bahu depan terlebih dahulu baru kemudain bahu belakang.kekuatan yang ada pada ibu seperti kekuatan his dan kekuatan mengedan. Pada presentasi kepala. muka dan akhirnya dagu. kepala akan turun dan mulai masuk ke dalam rongga panggul. Dengan kekuatan his bersama dengan kekuatan mengedan. keadaan jalan lahir dan janinnya sendiri. bila his sudah cukup kuat. Demikian pula dilahirkan prokanter depan baru kemudian prokanter belakang. Apabila bayi telah lahir. . Seperti telah dijelaskan terdahulu 3 faktor penting yang memegang peranan pada persalinan.

Inkoordinate uterine action v. Fetal distress/gawat janin Teknik Seksio Sesarea Seksio Sesarea klasik Setelah dinding perut dan peritoneum parietal terbuka pada garis tengah dipasang beberapa kain kasa panjang antara dinding perut dan dinding uterus untuk mencegah masuknya air ketuban dan darah ke rongga perut. Plasenta previa iii. Dibuat lubang kecil pada kantung ketuban untuk menghisap air ketuban sebanyak mungkin. Dibuat insisi pada bagian tengah korpus uteri sepanjang 10-12cm dengan ujung bawah di atas batas plika vesiko uterine.Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kematian janin maupun ibu sehubungnya dengan adanya bahaya atau komplikasi yang akan terjadi bila persalinan dilakukan pervaginam. korpus uteri dapat dikeluarkan dari rongga perut untuk memudahkan tindakan selanjutnya. Akhirnya luka peritoneum pada plika vesiko uterine . Indikasi bagi ibu adalah seperti : i. Setelah anak lahir. Intra uterine rupture Indikasi bagi anak adalah seperti : i. Kelainan letak dan bentuk janin ii. Panggul sempit absolut ii. Lapisan pertama terdiri atas jahitan simpul dengan catgut. Jahitan ini memegang otot uterus. Makrosomia iii. Lapisan kedua terdiri atas jahitan menerus sehingga luka pada miometrium tertutup rapi. Preeklapmsia dan hipertensi vi. Jahitan otot uterus dilakukan dalam dua lapisan. Pernah seksio sesarea iv. lubang ini kemudian dilebarkan dan janin dilahirkan dengan tarikan pada kakinya. Diberi suntikan 10 satuan oksitosin dalam dinding uterus atau intravena untuk mengusahakan kontraksi yang baik dan plasenta serta selaput ketuban dikeluarkan secara manual.

dinding perut ditutup dengan cara biasa. Seksio Sesarea transperitonealis profunda. insisi diteruskan sampai dinding uterus terbuka dan ketuban tampak. dipasang spekulum perut. kemudian luka yang terakhir ini dilebarkan dengan gunting berujung tumpul mengikuti sayatan yang sudah dibuat terlebih dahulu. Spekulum perut diangkat dan tangan dimasukkan ke dalam uterus di belakang kepala janin dan memegang kepala dari belakang dengan jari-jari tangan penolong. Ketuban dipecahkan dan air ketuban yang keluar dihisap. tali pusat dipotong dan bayi diserahkan kepada penolong untuk dibersihkan. Dalam keadaan ini tidak ada alasan untuk melakukan operasi berbahaya yang tidak . Jahitan otot uterus dilakukan dalam dua lapisan. plika vesiko uterine dibuka dan insisi ini diteruskan melintang jauh ke lateral. badan terus dilahirkan muka dan mulut dibersihkan. diadakan insisi melintang selebar 10cm dengan ujung kanan dan kiri agak melengkung ke tasa untuk menghindari terbukanya cabang-cabang arteri uterine. yang sudah tidak ditutup lagi oleh peritoneum serta kandung kencing dan yang biasanya menipis. Pinggir luka insisi dipegang dengan beberapa cunam ovum. Daur kateter dipasang dan wanita berbaring dalam letak trendelenburg ringan. kemudian kandung kencing dengan peritoneum di depan uterus didorong ke bawah dengan jari.ditutup dengan jahitan catgut halus sehingga menutup bekas luka pada miometrium dan. Sesudah kepala janin. Diinsisi pada dinding perut pada garis tengah dari simfisis sampai beberapa sentimeter di bawah pusat. dan lapangan operasi dipisahkan dari rongga perut dengan satu kain kasa panjang atau lebih. dinding perut ditutup dengan cara biasa. Sekarang diberi suntikan 10 satuan oksitosin dalam dinding uterus atau intravena untuk mengusahakan kontraksi yang baik. setelah diamati bahwa uterus berkontraksi baik. Di tengah-tengah.  Komplikasi : Kalau janin sudah mati atau berada dalam keadaan jelek sehingga kemungkinan hidup kecil. Akhirnya luka peritoneum pada plika vesiko uterine ditutup dengan jahitan catgut halus sehingga menutup bekas luka pada miometrium dan. diusahakan lahirnya kepala melalui lubang insisi. Pada segmen bawah uterus. setelah diamati bahwa uterus berkontraksi baik. Jahitan ini memegang otot uterus. dan plasenta serta selaput ketuban dikeluarkan secara manual. Setelah peritoneum dibuka. Lapisan kedua terdiri atas jahitan menerus sehingga luka pada miometrium tertutup rapi. Lapisan pertama terdiri atas jahitan simpul dengan catgut. Peritoneum pada dinding uterus depan dan bawah dipegang dengan pinset.

 Nasehat post seksio sesarea : i. Kalau jalan lahir ibu mengalami infeksi yang luas dan fasilitas untuk sesarea extraperitoneal tidak tersedia. Melakukan ante natal yang baik pada kehamilan berikutnya Persalinan yang akan datang dilakukan di Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas yang cukup.diperlukan. kalau keadaannya tidak menguntungkan bagi pembedahan. Hal ini banyak ditemukan sesudah seksio sesarea klasik. anak kembar dan janin dengan presentasi bokong. atau kalau tidak tersedia tenaga asisten yang memadai. Kalau dokter bedahnya tidak berpengalaman. persalinan berikutnya dapat secara pervaginam jika. pertimbangan opini dokter bedah sebelumnya. Persalinan berikut tergantung kepada indikasi seksio sesarea terdahulu. satu kali bekas parut operasi SC segmen bawah. . Sebaiknya bersalin lagi setelah 18 bulan ii. Suatu komplikasi yang baru kemudian tampak ialah kurang kuatnya parut pada dinding uterus sehingga pada kehamilan berikutnya bisa terjadi ruptura uteri.