You are on page 1of 2

Sesak Nafas / Dyspnoe

Pendahuluan
Gejala kunci penyakit paru
Dyspnoe Penyebab penderita berobat
Pemahaman perlu

Penilaian Penanganan
Intensitas  Ringan – Berat

Epidemiologi
Di Amerika Serikat  kunjungan penderita berjuta-juta/tahun
PPOK  14 juta, asma  10 juta  17 juta visit dokter/tahun
Biaya  10,4 miliar dollar
Ditambah : kanker paru, penyakit jantung, pneumonia, emboli paru, iskemia miokard

Prevalensi dispnoe diseluruh dunia

Etiologi
1. Kelainan Pernafasan
 Penyakit saluran nafas antara lain : PPOK, asma, bronkiektasis, aspirasi benda asing
 Penyakit parenkim paru antara lain : Pneumonia, ARDS
 Sirkulasi paru antara lain : Emboli paru, hipertensi pulmonal
 Dinding dada dan pleural antara lain : Efusi pleura, kifoskoliosis, ankilosing spondilitis,
paralysis, diafragma bilateral
2. Jantung; antara lain:
Gagal jantung kiri, efusi perikard
3. Penyebab lain:
Anemia, asidosis, lesi hipotalamus, psikogen

Patofisiologi
Mekanisme tepat dyspnoe :  Belum diketahui
 Kerja untuk bernafas berlebihan  Dyspnoe
Bernafas diatur oleh  Pusat autonom di brainstem
 Pusat sadar di korteks
Sistem kontrol pernafasan  memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh
Signal pernafasan keluar  mengaktifkan otot-otot pernafasan untuk ventilasi

PO2, PCO2, H+
Kemoreseptor dan mekanoreseptor

Pusat pernafasan  perintah motoris  terhadap otot-otot ventilasi untuk volume dan aliran
nafas
Bila ventilasi yang terjadi tidak sesuai dengan perintah pusat pernafasan  dyspnoe
Dengan kata lain  ketidaksesuaian perintah dan respons sistem pernafasan  Dyspnoe

Klasifikasi
I. A. Dyspnoe Akut

Penyakit obstruksi saluran nafas Diluar toraks (aspirasi benda asing). bronchitis kronis Perbedaan antara Dyspnoe Paru dengan Jantun Dengan uji latih fisik  Keterlibatan kardiovaskular  HR  85% prediksi maksimal  TD menurun waktu latihan  Iskemia pada EKG  Desaturasi tidak bermakna  Keterlibatan paru  Desaturasi bermakna ( 90%)  FEV1 menurun  HR tidak mencapai 85% prediksi maksimal  Iskemia (-) pada EKG  Neuroansietas  Sering keluh kesah bernafas dan pola nafas tidak teratur Terapi  Bergantung pengobatan penyakit dasarnya  Beri O2 untuk mengurangi dyspnoe akut . kifoskoliosis. Dyspnoe Kronik PPOK. obstruksi saluran nafas atas. stridor. IMA B. hidrostatik  di pemb. Penyakit jantung Disfungsi vena kiri  bekerja  dyspnoe P. Penyakit dinding dada dan otot pernafasan antara lain: ankilosing spondilitis. CHF II.  Kelainan paru/jantung mendadak  Dekompensasi akut  penyakit jantung kronis  Pneumonia. darah paru  Duduk berdiri  Dyspnoe Paroksimal nocturnal dyspnoe  memberatnya kongesti paru yang sebelumnya ada reabsorbsi (asma kardiale) edem tubuh bagian bawah waktu tidur  tidak sama dengan asma bronkiale. hidrostatik  P. Penyakit parenkim paru antara lain: pneumonia. retraksi supraclavicular Di dalam toraks (PPOK. darah  transudasi  edema insterstitial  edema pulmonum Orthopneu  dyspnoe pd posisi telentang  venous return   P. pneumotoraks akut. ARDS 3. Penyakit penyumbatan pembuluh darah paru antara lain: emboli paru 4. paralysis otot pernafasan 5. asma) 2. asma. osmotic  pemb. kifoskoliosis. Aktivitas Fisik Tingkat I Berjalan terburu-buru tempat datar  dyspnoe Tingkat II Berjalan dengan orang seumurnya tempat datar  dyspnoe Tingkat III Berjalan tempat datar  harus berhenti untuk bernafas Diagnosa Banding 1.