You are on page 1of 185

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA

SEKOLAH DALAM MEMBINA MOTIVASI KERJA GURU DI
SMK AL-HIDAYAH CIPUTAT

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi
Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh :
Muhammad Harsya Bachtiar
NIM: 1112018200033

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Skripsi berjudul Implementsi Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah dalam
Membina Motivasi Kerja Guru di SMK AI-Hid ayah Ciputat disusun oleh
Muhammad Harsya Bachtiar, NIM : 1112018200033, diajukan kepada Fakultas
llmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam ujian munaqosah pada tanggal 01 November
2016 dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoieh gelar Sarjana
S 1 (S.Pd) dalam bidang Manajemen Pendidikan.
Jakarta, 13 Desember 2016

Panitia Ujian Munaqasah

Ketua Panitia (Ketua Jurusan) Tanggal Tanda Tangan

Dr. Hasyim Asy' ari, M.Pd
NIP. 19661009199303 1 004

Penguji I

Dr. Jejen Musfah, MA
NIP. 19770602 200501 1 004

Penguji II

Dra. Nurdelima Waruwu, M.Pd
NIP. 196710202001122001

ABSTRAK
Muhammad Harsya Bachtiar (NIM : 1112018200033), Implementasi
Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah dalam Membina Motivasi Kerja
Guru di SMK Al-Hidayah Ciputat
Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengenai pelaksanaan komunikasi
interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di SMK Al-
Hidayah Ciputat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendeskripsikan
secara menyeluruh terkait kegiatan pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala
sekolah dalam upaya pembinaan motivasi kerja kepada guru melalui komunikasi
yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan penelitian kualitatif, dengan analisa data menggunakan pendekatan
analisis deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan
arti data yang diperoleh. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik wawancara , observasi, dan pengumpulan data. Selanjutnya
dalam penggunaan teori, penulis menggunakan literasi mengenai komunikasi,
komunikasi interpersonal dan motivasi untuk mengkaji pelaksanaan komunikasi
interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di SMK Al-
Hidayah Ciputat.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa :
pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan guru di SMK Al-
Hidayah Ciputat sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya
data yang menyebutkan bahwa dalam melakukan komunikasi, kepala sekolah
dapat menunjukan sebagai komunikator yang baik dan kepala sekolah mempunyai
karakter yang terbuka dan humoris sehingga guru-guru tidak sungkan untuk
melakukan komunikasi dengan kepala sekolah. Selanjutnya dalam pembinaan
motivasi kerja guru, juga sudah berjalan cukup baik. Hal ini dapat terlihat pula
dari data yang muncul, guru-guru menyebutkan komunikasi interpersonal yang
dilakukan oleh kepala sekolah cukup membina motivasi kerja mereka. Hal ini
menunjukan bahwa pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah cukup
membina motivasi kerja guru di SMK Al-Hidayah Ciputat.

Kata kunci : Implementasi, Komunikasi interpersonal, Kepala sekolah,
Pembinaan, Motivasi kerja.

i

The Implementation of Principal Interpersonal Communication in Building Teachers Motivation at SMK Al-Hidayah Ciputat Undergraduate thesis. interpersonal communication. The method was qualitative experiment. and data collection. As for data collection technique was using interview. the principal could show as a good communicator and principal had a personality as an extrovert and had a good sense of humor so that the teachers were not shy to communicate with principal. It also could be seen from the data that teachers said that interpersonal communication that already implemented by principal was quite good to build their motivation. Jakarta : Faculty of Tarbiyah and Teaching. Motivation ii . Key Words : Implementation. For the theory to review the implementation of principal interpersonal communication in building teachers motivation at SMK AL-Hidayah Ciputat were literation about communication. observation. Interpersonal Communication. UIN Syarif Hidayatullah This research was about implementing principal of interpersonal communication in building teachers motivation at SMK AL-Hidayah Ciputat. ABSTRACT Muhammad Harsya Bachtiar (NIM : 1112018200033). It could be seen from some data which mention that in implementing communication. The aim of this research was to know or to describe generally the implementation of principal interpersonal communication in an attempt of building teachers motivation through communication that was done. it showed that: the implementation interpersonal communication between principal and teachers has been already done well. and motivation Based on the result. Principal. with data analysis using descriptive analysis approach in order to describe and interprete the data obtained. It showed that the implementation of principal interpersonal communication was quite good to build teachers motivation at SMK Al-Hidayah Ciputat.

Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhamad SAW yang telah membimbing umatnya menuju jalan yang diridhai Allah Swt. KATA PENGANTAR Segala Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan taufiq nya beserta ilmu.Pd selaku Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang selalu meluangkan waktu. 3. pikiran dan tenaganya untuk senantiasa membimbing dan memotivasi mahasiswa Manajemen Pendidikan dan khususnya penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi. motivasi. Ucapan terima kasih khususnya penulis sampaikan kepada: 1. M. 4. M. LC. Skripsi ini disusun sebagai salah satu tugas akademik dalam rangka mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S. M. Drs. Prof. Masyhuri. penulis menyadari segala usaha yang penulis lakukan tidak akan terwujud tanpa ada bantuan dari banyak pihak yang dengan tulus dan ikhlas dalam memberikan bantuannya. AM.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak. iii .). Dr. 2. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat.Pd.Pd selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan nasehat. Ahmad Thib Raya.Pd selaku Dosen Pembimbing II yang selalu meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk membimbing. Dr. rezeki dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. M. inspirasi dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Dalam penyusunan Skripsi ini. Dr. Zahrudin. Hasyim Asy‟ari.

I kepala SMK Al-Hidayah Ciputat dan Guru-guru yang telah memperkenakan. Bang Faiz pres. dan semua yang selalu memberikan semangat dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi. Bang Cipto Dwi Nugroho. amin ya rabal „alamin. Abangda dan kaka-kaka senior yang selalu membimbing dan memberikan warna baru dalam kehidupan akademis dan organisasi penulis di Ciputat. Adinda Nur Meita Khairani yang selalu menjadi pengingat dan penyemangat penulis. menemani. Kakanda Randi Nizwar Azhari yang tangguh. M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah dapat menghantarkan penulis dalam hal akademik kampus hingga tiba pada saat ini dalam tugas akhir penulisan skripsi. Drs. menasehati. dan mendoakan penulis dalam menyelesaikan skripsi. Kak Kamal. Bang Ucup Uzumaki. 7. Bang Faiz Izzat M. Bang Rizam. Mu‟arif SAM. 8. Semoga Allah SWT mengabulkan doa dan cita-cita kita bersama. 9. Yuli Sudarwanto.Pd. menasehati. memotivasi. Kak Dinda. mendoakan dan menjadi inspirasi untuk penulis. 5. Bang Zaeni Abdillah. Kak iv . Kak Nuzi. semoga Allah SWT memberikan balasan dan pahala yang berlipat ganda untuk segala yang telah dilakukan. mendidik. Bang Eko Arisandi. Bang Aan Sulhan. mengasihi dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 6. Kak Eha. Bang Saefulloh. Bang Ramon. Kak Tasya. Adinda terkasih Wulan Ulfiana Syifa yang selalu sabar dalam mengingatkan. mengisnspirasi. memberi izin dan senatiasa berbagi informasi kepada penulis dalam melakukan penelitian di sekolah tersebut sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan lancar. Kakanda Hafiz Akhyar yang yang selalu menasehati dan mendukung penulis. S. Bang Nurwan. Bang coki . Ayahanda Anwar Soleh dan Ibunda Nani Maryati yang telah berjuang dalam membesarkan. 10. Kakak-kakak dan adik yang luar biasa. Bang Ucup.

Kak aziz Bujuy. Kak Godil. Kak Adit Ketum. Pres Ikhwan. Kak Ilham. Kak Aziz Tablo. Kak Rifki. Ketua daerah Jabar Yuzaki. Kak Asqol. Kak Abi. Kak Akbar. Keluarga besar “Jhony”. Kak Ica. v . Kak Farras. Kak Jalwa. 11. Kak Akbar ketum. Kak Handoyo. Kak Hamdan. Kak Nisa yang selalu menjadi bagian hidup penulis di dalam dan di luar kampus. Kak Akbar sekum. Kalian Luar Biasa! 13. 12. Kawan-kawan dan Dosen yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan seluruhnya. Kak Agung Gendut. Kak Umdah. 15. Pres David. absurd.Kak Yuris. Ngka. Kak Aris. Doa yang penulis dapat panjatkan kepada Allah AWT semoga seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penulisan skripsi ini diberikan kesehatan. dan Kak Ismi. Keluarga besar Manajemen Pendidikan 2012 dan Keluarga besar Semut Ranger yang selalu menarik. Pres Jauhari. Kak Quro. Kak Basit. Kak Lala. Kak Rittah. Keluarga besar IMMAPSI Pusat dan Daerah. Kak Edwin. Pres Dekol. Kak Puser. Kak Fizma. amin ya rabal „alamin. rezeki dan kelancaran dalam menjalankan segala kegiatan dan aktivitasnya. Dan seluruh Pihak. Satu keluarga beribu cerita! 14. Kawan-kawan Seperjuangan Kak Agung Medan. dan indah untuk terus dikenang dan menjadi cerita hidup penulis. Kak Fuji. Kak Bili. Kak Ade yang selalu menarik untuk dijadikan semangat dalam meneesaikan skripsi. unik. Ketua daerah JABOBA Fatun dan seluruh anggota IMMAPSI di selurh Indonesia. Bang Ulum dan semua yang telah memberikan doa kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi. Kak Ali. Kak Dedi. Kak Maman.

dengan mengucap bismillah. masyarakat luas dan khususnya untuk penulis. semoga karya ini dapat bermanfaat bagi kegiatan akademis. dan tentunya penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kebehasilan penulis. Oktober 2016 Muhammad Harsya Bachtiar Penulis vi . Jakarta. Akhirnya.Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam skripsi ini.

.............................. x DAFTAR LAMPIRAN ...... DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI LEMBAR PENYATAAN KARYA ILMIAH LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI UJI REFERENSI ABSTRAK ......................................................................................................................................................................................................... Latar Belakang ........................ 12 4................... i ABSTRACT ......................................................................... 7 BAB II KAJIAN TEORI A............................................... Identifikasi Masalah .................................................................................................. ii KATA PENGANTAR ........................................................................... Rumusan Masalah ...... Pembatasan Masalah ................................................................. 15 vii ....... 9 1..... Peran dan Fungsi Kepala Sekolah . 6 C............................................................................................................................................. Tujuan Penelitian ................................ 1 B.......... Pengertian Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah ....................................................................... iii DAFTAR ISI .............................. Manfaat Penelitian .......... 7 D................................................................................ 7 E..................... Pengertian Kepala Sekolah .......... 9 2................................................ Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah .................. vii DAFTAR TABEL DAN GAMBAR ....... 11 3.............................................................................. xi BAB I PENDAHULUAN A................... Pengertian Komunikasi ....................................... Kebutuhan Komunikasi Interpersonal dalam Organisasi ...... 7 F................................................................................................................. 14 5....................

......................... 51 5.................................................... 52 6...................... Deskripsi dan Analisis Data ......... Visi dan Misi SMK Al-Hidayah Ciputat.................... 44 E................ Profil Kepala SMK Al-Hidayah Ciputat ...... 43 C................... Karakteristik Komunikasi Interpersonal .......... Daftar Peserta Didik .......................................................................... 55 B.......... 56 viii .. Metode Penelitian ......... 54 7................................................................ 49 1............................................................................................................................................................................................................................................. Daftar Sarana dan Prasarana .................................. Teori-Teori Motivasi ................ 37 C.............................. Motivasi Kerja Guru .................................. 43 D...... 29 3........ 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.. Data Guru dan Tenaga Kependidikan ..................... 42 B...................... 51 4................................................... 6............................................................................... Sejarah Singkat SMK Al-Hidayah Ciputat ....... 50 3........ Teknik Pengumpulan Data ................................................ 39 D... 49 2.......................................................... Tempat dan Waktu Penelitian ............................................... Teknkik Analisis Data ...................... 47 BAB IV HASIL PENELITIAN A.................................................. Pengertian Motivasi Kerja Guru ...................... 21 B. Pembinaan Motivasi Kerja Guru ........................................... Gambaran Umum Objek Penelitian ........................................................................................................................... Tugas dan Fungsi Guru ............. 30 4.......................................................................... Instrument Penelitian ................... Penelitian Yang Relevan ................................................... Sumber Data ....................................... 17 7... Kerangka Berfikir .......... Profil SMK Al-Hidayah Ciputat ................. 25 1........................... 36 5.................................... 27 2................... Manfaat Motivasi Kerja Guru ........................................... 46 F. Tujuan Komunikasi Interpersonal ..................

.......................................................... 80 ix ......................................................... Simpulan ......................................................................................................... C............. 76 B........................ 77 DAFTAR PUSTAKA .............................. Saran-saran . 79 LAMPIRAN-LAMPIRAN ........................... 73 BAB V PENUTUP A.................................................... Temuan Hasil Penelitian .................................................................................................

....... 32 Tabel 2................2 Data Guru/Pendidik SMK Al-Hidayah Ciputat ..........4 Daftar Sarpras SMK Al-Hidayah Ciputat............1 Hirarki Kebutuhan .......................... 55 x .......1 Struktur SMK Al-Hidayah Ciputat ... 42 Tabel 3................................... 52 Tabel 4............. 54 Tabel 4...... 46 Tabel 3.. 53 Tabel 4.. 34 Tabel 3..2 Perbandingan Teori Motivasi Malow & Herzberg .............................. DAFTAR TABEL DAN GAMBAR Gambar 2..3 Daftar Pesrta Didik SMK Al-Hidayah Ciputat .........3 Kisi-kisi instrumen Wawancara ......... 47 Tabel 4.................2 Kisi-kisi instrumen Observasi ..............................1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ....

............. M.. 168 Lampiran 22 Surat Keterangan Penelitian ......... 147 Lampiran 15 Hasil Wawancara Bapak Wahyudin S................................................................. 82 Lampiran 4 Hasil Wawancara Bapak Drs......... 130 Lampiran 12 Hasil Wawancara Ibu Umaeroh S......Pd (Guru) .......... DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Observasi ................... S.......... 136 Lampiran 13 Hasil Wawancara Ibu Sri Rahayu M......................I (Guru) ................................... 120 Lampiran 10 Hasil Wawancara Bapak Jamaludin A...........................Pd (Guru/Waka... 167 Lampiran 21 Surat Permohonan Izin Penelitian ........................ 108 Lampiran 8 Hasil Wawancara Bapak Tugiran............................. 124 Lampiran 11 Hasil Wawancara Bapak Endang Hidayat S........ 114 Lampiran 9 Hasil Wawancara Muhammad Idrus S..............................Pd..........I (Guru) ........... Sukoco DM........I (Guru) ........................... 164 Lampiran 18 Data Sarana dan Prasarana ......I (Guru/Waka.......................... S..................... 103 Lampiran 7 Hasil Wawancara Bapak Via Aprilian.... Kesiswaan) .Pd...........................Kom (Guru) ....................................................................Pd........Pd (Guru) .......Pd....................................................Pd (Guru) ... 158 Lampiran 17 Data Guru SMK Al-Hidayah Ciputat ............. 142 Lampiran 14 Hasil Wawancara Ibu Siti Zubaidah M.........SE (Guru) .... 80 Lampiran 2 Pedoman Wawancara ..........................................................................................................Si (Guru) ....................................Md (Guru) .. Kurikulum) ......................................................................... 98 Lampiran 6 Hasil Wawancara Ibu Nawang Wulan S.......................................................M............. 81 Lampiran 3 Hasil Wawancara Yuli Sudarwanto..I (Kepala Sekolah) ............................................... 152 Lampiran 16 Hasil Wawancara Bapak Drs...........................Pd............... 165 Lampiran 19 Data Peserta didik .................................. 91 Lampiran 5 Hasil Wawancara Ibu Arsih S..........................Pd................ Yasmin (Guru) ........ 166 Lampiran 20 Surat Bimbingan Skripsi ...................................... 169 xi .....

Besar dan kecil nya motivasi dalam diri dapat mempengaruhi semangat bekerja. Pembinaan motivasi dapat dilakukan dalam banyak cara. dan media untuk berkomunikasi antara komunikator kepada komunikan dan sebaliknya. pembinaan motivasi. Dengan komunikasi banyak 1 . Latar Belakang Dalam setiap kegiatan yang dilakukan manusia. BAB I PENDAHULUAN A. Pembinaan motivasi melalui komunikasi dapat terlihat dari bagaimana cara berkomunikasi. Motivasi dapat muncul dari berbagai hal seperti pemberian perhatian. Dalam kehidupan sehari–hari manusia senantiasa tidak lepas dari kegiatan komunikasi. akan tetapi membutuhkan stimulus untuk dapat memunculkannya. Motivasi tidak datang begitu saja. tentunya ada hal lain pula yang penting untuk dilakukan seperti berkomunikasi dengan orang lain. karena komunikasi merupakan salah satu hal penting sebagai bentuk interaksi manusia. karena pada dasar nya ketika manusia mempunyai motivasi yang besar maka akan menciptakan sebuah semangat yang besar pula dalam setiap langkah dan kegiatan yang dilakukan. Selain motivasi yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Motivasi yang muncul juga harus senantiasa dijaga dan dibina. dan alasan yang penting dalam kehidupan. dalam hal ini komunikasi menjadi fokus perhatian dalam pembinaan motivasi. Motivasi sangat berperan penting sebagai latar atau motif manusia melakukan sesuatu hal. pemberian upah yang setimpal. proses pembinaan motivasi membuat motivasi yang muncul dapat terus bertahan dan bahkan berkembang. seberapa sering komunikasi yang terjadi. adanya penghargaan. Sebuah dorongan yang bersifat internal dan eksternal selanjutnya disebut motivasi. pesan apa saja yang disampaikan. membutuhkan sebuah dorongan internal dan eksternal untuk melakukan sesuatu.

Tentunya di dalam organisasi di isi oleh sekumpulan manusia yang mempunyai visi dan misi yang sama. Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain dalam kehidupan tentunya akan terjadi pertukaran informasi di dalamnya. sudah tidak dapat kita pungkiri pentinya komunikasi sebagai salah satu bentuk interaksi manusia. Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai komunikasi. Kemudian dalam proses komunikasi kesamaan makna sangat dibutuhkan dalam kaitannya mencapai informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang melakukan komunkasi atau dalam kata lain komunikator dan komunikan. Akan tetapi komunikasi juga dapat dipahami sebagai suatu tindakan interaktif yang melibatkan kedua belah pihak secara aktif antara komunikator dan komunikan. komunikasi merupakan hal yang penting dan sangat diperhatikan. maka salah satu berfungsi sebagai penerima pesan. Dalam melaksanakan hubungan antara kepala sekolah dan guru membutuhkan pemahaman . hal itu menunjukan bahawa manusia itu hidup. Tentunya ada interaksi yang kuat antara kepala sekolah dan guru. yaitu sekolah. Komunikasi dapat dipahami sebagai tindakan satu arah yang berjalan lurus dari komunikator kepada komunikan. Jika yang satu berfungsi sebagai pemberi pesan. Begitu pula di dalam organisasi. Manusia sangat bersifat dinamis dalam kehidupan. Dari sifat manusia yang dinamis inilah yang terkadang dapat menimbulkan sebuah dinamika organisasi. Dalam konteks organisasi pendidikan. suatu tujuan yang telah di tetapkan oleh organisasi akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan adanya proses komunikasi yang baik di dalam organisasi. 2 hal yang bisa terselesaikan atau terbantu sebagai jembatan untuk mencari jalan keluar atau solusi dari suatu masalah.

2009). actuating. Menurut E. Controling dan Evaluating tentunya dituntut mempunyai keterampilan komunikasi yang baik kepada seluruh guru. dan Motivator dalam dasar-dasar kegiatan manajemen seperti Planning. Supervisor. hal ini dapat terjadi dikarenakan faktor rendahnya keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah. Menurut Stoner. h. Mulyasa. Administrator. Leader. berencana dan berkesinambungan untuk meningatkan kualitas pendidikan”. terlebih di dalam organisasi. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Manager.3 Sering kali kepala sekolah memberikan perintah atau instruksi kepada guru tanpa terlebih dahulu memberikan pengarahan mengenai tugas yang diberikan.1 Selanjutnya dikatakan kembali bahwa “Setiap kepala sekolah di hadapkan pada tantangan untuk melaksanakan pengembangan pendidikan secara terarah. h. Inovator. Organizing. (Bandung: Alfabeta. Pemahaman tentang komunikasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulyasa.25 2 Ibid 3 Wahyudi. Fenomena selanjutnya yang sering terjadi adalah keengganan guru untuk 1 E. itu berarti organisasi mempunyai hubungan manusia yang efektif. kepemimpinan kepala sekolah dalam organisasi pembelajar (learning organization). sebaliknya kalau karyawan malas bekerja dan terjadi penurunan semangat kerja maka hubungan antar manusia dalam organisasi tidak efektif”.71 . cet ke-9. kalau karyawannya bekerja lebih giat .2007). cet ke-1. 3 tentang komunikasi. Akibatnya hasil dari tugas tersebut tidak jarang kurang maskimal dan menyebabkan tujuan dari organiasi tidak dapat dicapai sesuai dengan yang diinginkan. yang dikutip oleh wahyudi dalam buku Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi pembelajar (Learning Organization) dikatakan bahwa “hubungan manusia adalah cara manajer berhubungan dengan bawahannya.2 Kepala sekolah dalam melaksanakan fungsinya sebagai Educator. “Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan”.

Peran karyawan bagaikan peran pasif seorang anak atau pelajar yang menerima begitu saja perintah dari “atasan”. 4 Patti Hathway & Susan D. seperti yang sudah dipaparkan di atas mengenai motivasi dan komunikasi. pengambilan keputusan. Schubert. 4 melakukan komunikasi kepada kepala sekolah ataupun sebaliknya. Schubert dikatakan bahwa "pada umumnya bawahan menghindari kontak horisontal dengan atasan karena sebelumnya mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan dengan tokoh yang memiliki wewenang. berdasarkan semangat kompetensi. kepala sekolah enggan untuk melakukan komunikasi dengan guru. dalam hal ini kaitannya dengan komunikasi antara kepala sekolah dengan guru di dalam sekolah. pengendalian diri. Pengalaman masa lalu memberikan dampak terhadap masa depan.(Jakarta: PPM. Selanjutnya komunikasi interpersonal kepala sekolah yang kurang memadai juga dapat memberikan dampak langsung terhadap motivasi kerja guru. Pembinaan motivasi sacara sadar dan terencana menjadi tanggung jawab kepala sekolah yang harus dilaksanakan. tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk membina motivasi kerja guru. Komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah sangat dibutuhkan terutama dalam situasi dan kondisi yang membutuhkan pengarahan langsung. dan berbagai hasil yang telah dirasakan”4. Memanajemeni Atasan. yang dikutip oleh Patti Hathaway dan Susan D.2005) Cet ke-3. Peneliti memandang pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru menjadi sebuah hal yang tidak dapat dielakan. dan pemberian motivasi dari kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi dan orang yang lebih berpengalaman dalam suatu sekolah. Komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah menjadi sebuah hal penting di dalam sekolah sebagai lembaga pendidikan. Komunikasi yang baik dan harmonis antara kepala sekolah dengan guru dapat menciptakan sebuah iklim kerja yang baik dan dapat memotivasi guru. Dengan mengembangkan rasa perduli. Menurut Alice Kelvin. Hal 2 . karyawan menjadi sangat termotivasi.

Dari pembinaan motivasi guru melalui komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh kepala sekolah diharapkan kinerja guru dapat menjadi lebih baik lagi dalam berjalannya kegiatan sekolah dan proses belajar mengajar. di SMK Al-Hidayah Ciputat adalah sebuah sekolah yang berbentuk yayasan. Sebagaimana yang ditemukan di SMK Al- Hidayah Ciputat bahwa guru-guru yang mengajar tidak hadir setiap hari di sekolah. Lebih lanjut lagi. masih terdapat kekurangan seperti kepala sekolah belum dapat melaksanakan komunikasi interpersonal secara terencana guna memotivasi semangat guru dalam bekerja. Berdasarkan hasil observasi awal atau pengamatan sementara ditemukan bahwa. Ada guru yang hanya hadir disekolah dalam 2 sampai 3 hari saja dalam waktu satu minggu. Sehingga peneliti menganggap hal ini membuat komunikasi antara kepala sekolah dengan guru menjadi terbatas. Pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah diharapkan menjadi sebuah hal yang dapat memicu motivasi kerja guru sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan lebih baik lagi. Guru yang sekarang mengajar dahulu kalanya adalah guru yang menjadi kepala sekolah. Hal ini membuat keleluasaan dalam berkomunikasi secara tatap muka menjadi tidak optimal. komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah menjadi salah satu cara dalam membina motivasi kerja guru agar sesuai dengan yang diharapkan. jadi dalam sistem pemilihan kepala sekolah berdasarkan keputusan pihak yayasan. 5 Kaitannya dengan pembinaan motivasi kerja guru. Fenomena ini membuat kepala sekolah saat ini mempunyai rasa sungkan dan sangat berhati-hati ketika melakukan komunikasi dengan guru senior yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah. dalam proses pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah belum menunjukan sebuah pelaksanaan komunikasi yang ideal. . Penulis memandang komunikasi interpersonal sebagai hal yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut lagi.

Dari uraian di atas penulis akan memfokuskan atau menitikberatkan penelitiannya dalam sebuah penelitian yang berjudul “Implementasi Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah dalam Membina Motivasi Kerja Guru di SMK Al-Hidayah Ciputat” B. Adanya kesenjangan dalam pelaksanaan komunikasi interpersonal 5. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut maka dapat di identifikasi masalah-masalah penelitian sebagai berikut: 1. 6 Berdasarkan pertimbangan di atas penulis menyadari bahwa pentingnya implementasi komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam tugasnnya sebagai manajer sekolah untuk terus memaksimalkan komunikasi interpersonalnya yang nantinya akan berdampak langsung kepada pembinaan motivasi kerja guru. Kurang maksimalnya pembinaan motivasi kerja guru melalui komunikasi interpersonal kepala sekolah . Belum terciptanya konsep pembinaan motivasi kerja guru secara sadar dan terencana 6. Terbatasnya waktu untuk melaksanakan komunikasi interpersonal dengan guru 4. Terbatasnya wawasan kepala sekolah terhadap komunikasi interpersonal 2. Belum maksimalnya pelaksanaan fungsi komunikasi interpersonal kepala sekolah 3.

Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Pembatasan Masalah Memperhatikan identifikasi masalah di atas. sebagai bahan masukan dan referensi untuk memaksimalkan dan meningkatkan pelaksanaan komunikasi interpersonal dengan guru sehingga dapat membina motivasi kerja guru. 7 C. Melihat sejauhmana pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di SMK Al-Hidayah Ciputat ? E. . Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Melihat sejauhmana pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah di SMK Al-Hidayah Ciputat ? 2. maka penelitian ini adalah bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang terjadi mengenai “Implementasi Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah dalam Membina Motivasi Kerja Guru di SMK Al-Hidayah Ciputat”. dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. D. maka dalam penelitian ini difokuskan pada masalah “Implementasi Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah dalam Membina Motivasi Kerja Guru di SMK Al-Hidayah Ciputat”. hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan atau contoh pelaksanaan komunkasi interpersonal yang baik dan tepat guna dalam membina motivasi kerja guru. F. Manfaat Penelitian 1. khususnya kepala sekolah. Bagi civitas akademika di SMK Al-Hidayah Ciputat. Bagi peneliti. 2.

8 3. menjadi bahan bacaan serta acuan yang positif dalam memaksimalkan dan meningkatkan komunikasi interpersonal dalam membina motivasi kerja guru. lebih lanjut lagi sebagai studi pembanding dengan implementasi komunikasi interpersonal di lembaga lainnya. Bagi pembaca. .

Khairudin. Menurut Rohiat “Kepala sekolah mempunyai posisi puncak yang memegang kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. BAB II KAJIAN TEORI A.”5 Dalam besarnya tugas dan fungsi kepala sekolah. Pengetian Kepala Sekolah Dalam organisasi pendidikan khususnya di sekolah. Manajemen Sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer tertinggi dalam sekolah bertanggung jawab atas pencapaian dan kemajuan visi dan misi sekolah yang telah di tetapkan bersama. tenaga pendidik.2 9 . (Bandung: PT. 2008) Cet ke.”Komunikasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada SMA Negeri Geumpang Kabupaten Pidie”. Volume 3. Oleh karena kepala sekolah dan pengawas sekolah berasal dari guru. Dalam hal ini kepala sekolah mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis dalam sekolah tanpa mengabaikan semua unsur atau semua stekholder yang terlibat di dalam sekolah seperti pendidik. patut kita ketahui pengertian dari kepala sekolah menurut para ahli. kepala sekolah merupakan pucuk pimpinan tertinggi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan organisasi. hal.33 6 Fatimah. “kepala sekolah sendiri merupakan tugas tambahan bagi guru. Djailani. makin kuat kehendak untuk mangakui kepemimpinan guru atau guru sebagai pemimpin yang merupakan dari kaderisasi guru untuk promosi”. siswa dan orang tua siswa.6 Sedangkan menurut Wahjosumidjo “kepala sekolah merupakan seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar 5 Rohiat. kondisi tersebut menunjukan bahwa kepala sekolah sebagai pemegang jasa suatu bidang jasa profesional yang sangat khusus. No. Refika Aditama. Jurnal Administrasi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala.1. November 2015. dan ini sudah berlangsung cukup lama.4. Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah 1. h.

2007). teamwork yang kompak. kreatif dan inovatif karna sebagai pimpinan tertinggi di dalam sekolah kepala sekolah harus mampu memberikan perubahan yang positif di dalam sekolah. “Kepala sekolah yang profesional dalam paradigma baru manajemen pendidikan akan memberikan dampak positif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pemberuan sistem pendidikan di sekolah.83 . Hanya guru yang mempunyai kompetensi tertentu lah yang dapat diberikan dan diangkat menjadi kepala sekolah. kepala sekolah juga harus mempunyai wawasan yang luas. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. budaya mutu. Kepemimpinan Kepala Sekolah (Jakarta: PT.”7 Dalam kaitannya kepala sekolah sebagai tugas tambahan dari seorang guru. kepemimpinan sekolah yang kuat. h. partisipasi warga sekolah dan masyarakat. kemandirian. cerdas dan dinamis. Raja Grafindo. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa. Akan tetapi tidak semua guru dapat menjadi seorang kepala sekolah. Dampak tersebut antara lain terhadap efektifitas pendidikan. kepala sekolah merupakan sebuah posisi struktural dalam sekolah. Dalam hal ini kepala sekolah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan fungsi manajerial sehingga visi dan misi yang telah di tetapkan bersama dapat dicapai dengan maksimal dengan memperhatikan unsur efektif dan efesien. Kepala sekolah pada dasarnya adalah seorang guru yang diberikan tugas tambahan sehingga mempunyai tanggung jawab dan kewajiban yang lebih besar di dalam sekolah. keterbukaan (transparansi). kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik). evaluasi dan perbaikan 7 Wahjosumidjo. atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. 10 mengajar. dalam kaitannya dengan syarat dan ketentuan menjadi kepala sekolah telah diatur dalam Undang-undang.

2007) cet ke-7. Dalam proses mencapai visi dan misi pendidikan. Mulyasa “dalam paradigma baru manajemen pendidikan kepala sekolah sedikitnya harus mampu 8 E. Remaja Rosdakarya. Bahkan seorang guru yang sudah mempunyai pengalaman yang banyak di sekolah belum tentu dapat menjadi kepala sekolah yang profesional. Mulyasa. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Sebagai tugas tambahan dari guru. akuntabilitas. Seorang kepala sekolah harus mempunyai kompetensi tertentu dalam kaitanya menjalan peran dan fungsinya sebagai manajer dalam sekolah. Oleh karena itu tidak semua guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. organizing (pengorganisasian).89 9 Undang-undang No. Menjadi Kepala Sekolah Profesional.13 Th. Selain dari dasar-dasar manajemen yang harus dikuasi oleh kepala sekolah.2007 tentang Standar Kepala sekolah/Madrasah . Kompetensi kepala sekolah sebagaimana tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007. controling (pengawasan). Selain itu kepala sekolah juga dituntut matang dalam planning (perencanaan). peran dan kemampuan kepala sekolah sangat menunjang keberhasilan kegiatan pendidikan di sekolah.”8 2. tentang Standar Kepala sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut : Kepribadian. actuating (pelaksanaan). 11 berkelanjutan. seorang kepala sekolah mempunyai cukup banyak peran dan fungsi dalam menjalankan tugas nya. menurut E.9 Kepala sekolah juga harus mempunyai kompetensi yang unggul dan profesional serta kemampuan mengambil keputusan yang efektif dan efisien. Supervisi. dan sosial. dan sustainabilitas. respinsif dan antisipatif terhadap kebutuhan. h. Kewirausahan. Manajerial. dan evaluating (pengevaluasian). (Jakarta: PT.

yang berarti pendapat umum atau pendapat mayoritas d. Mulyasa “perspektif kedepan mengisyaratkan bahwa kepala sekolah juga harus mampu beperan sebagai figur dan mediator. 12 Roudhonah.12 Menurut Roudhonah. motivator (EMASLIM). Pengertian Komunikasi Kata atau istilah “komunikasi” merupakan terjemahan dari bahasa Inggris Communication yang dikembangkan di Amerika Serikat dan komunikasipun berasal dari unsur persurat kabaran.1 . yaitu: a. inovator. manager. administrator. Sama disini maksudnya sama makna. yang berarti milik bersama atapun berlaku dimana mana c. yakni journalism.”11 3. Communis.. Communico.13 Menurut Poppy Ruliana “Komunikasi adalah salah satu aktifitas manusia dan suatu topik yang amat sering diperbincangkan sehingga kata komunikasi itu sendiri memiliki banyak arti beragam”. yang berarti berpartisipasi ataupun memberi tahukan b. Communicare. Demikian juga Communication berasal dari kata latin communicatio yang juga bersumber dari kata Communis yang berarti sama. 2014) cet ke-1 h.21 13 Ibid 14 Poppy Ruliana. sedangkan yang terdapat dalam buku komunikasi berasal dari perkataan latin. Ilmu Komunikasi (Jakarta: Jakarta Pers. supervisor. yaitu: dari sudut bahasa (etimologi) dan dari sudut istilah (terminologi). Adapun definisi komunikasi dapat dilihat dari dua sudut. Komunikasi menurut bahasa atau etimologi dalam “Ensiklopedi Umum” diartikan dengan “perhubungan”. (Jakarta: Rajawali Pers. leader. h. yang berari membuat sama e.98. 12 berfungsi sebagai edukator.14 Sedangkan menurut Louis Forsdale yang dikutip oleh Arni 10 Ibid. 11 Ibid. 2007) h. Communis opinion.komunikasi Organisasi. bagi perkembangan masyarakat dan lingkungannya.”10 Dikatakan lagi munurut E.

Dari informasi atau pesan yang didapat akan diolah menjadi sebuah makna. (Bandung: PT. kesamaan makna antara komunikator dan komunikan sangat mempengaruhi keberhasilan atau keefektifan dari komunikasi itu sendiri. Ilmu Komunikasi. opini. dan lain-lain yang muncul dari benaknya”16 Dalam kaitannya dengan komunikasi. Kebutuhan akan informasi juga membuat adanya dorongan manusia untuk melakukan komunikasi. (Jakarta: Bumi Aksara. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan sebuah aktiftas dasar manusia sebagai makhluk sosial sebagai bentuk interaksi yang didalamnya terdapat proses pembentukan. manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat lepas dari komunikasi sebagai bagian dari bentuk interaksi sosial dalam kehidupan manusia sehari-hari.11 .2003) h.15 Dalam perspektif lain Onong Uchjana Effendy menjelaskan bahwa “proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh orang seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). dan hal-hal yang lain yang ada di dalam pikiran manusia dari makna atau kesamaan makna yang di dapat. pengolahan dan umpan balik informasi atau pesan yang dapat berupa gagasan. opini. Komunikasi Organisasi. 15 Arni Muhammad. adanya kebutuhan akan informasi juga menunjang proses interaksi antar sesama manusia sebagai makhluk sosial. berita. and altered by means of shared signals that operate according to rules”. 13 Muhammad dalam buku Komunikasi Organisasi “communication is the process by wich a system is established. Selanjutnya di dalam informasi terdapat pesan yang didapat atau di sampaikan oleh pemberi pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan. informasi. penyampaian. maintained. Remaja Rosdakarya. 2011) hal.2 16 Onong Uchjana Effendy.

19 Komunikasi yang terjadi antara dua orang ini bisa berupa bentuk komunikasi langsung secara bertatap muka atau face to face atau juga dapat melalui sebuah sarana komunikasi yaitu melalui media telepon. Cit. 14 4.106 20 Ibid. komunikasi kelompok kecil. dan lain-lain. email. Assertiveness. komunikasi yang di lakukan secara tegas. Cit. “komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seseorang lainnya atau biasanya diantara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya”. komunikasi tersebut dapat dibedakan atas 3 kategori yaitu komunikasi interpersonal. Dalam kata lain orang lain bisa turut serta mempengaruhi hasil dari komunikasi.. dan komunikasi publik.159 19 Roudhonah.17 Akan tetapi pada kali ini akan difokuskan kepada komunikasi interpersonal. Pengertian Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah Bedasarkan jumlah interaksi yang terjadi dalam komunikasi. akan tetapi tidak memaksa. h. yaitu: a.. Sedangkan menurut Devito yang dikutip oleh Roudhonah. h.18 Menurut Roudhonah. di mana terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan”. h.158 18 Ibid.20 Selanjutnya komunikasi interpersonal lebih menunjukan bagaimana gaya komunikasi interpersonal dilakukan sebagaimana dikatakan Kreitner dan Kinicki. Menurut Arni Muhammad. ”komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang berlangsung antara dua orang. 17 Arni Muhammad. Op. Op. h. “komunikasi antarpribadi adalah pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok kecil orang dengan efek dan umpan balik yang langsung”.107 .

5.247 22 Agus M. Hardjana. (Yogyakarta: Knisius. c. h. Loc.21 Menurut Agus M. menyatakan bahwa “organization consists of a number of 21 Wibowo. william V. Orang dengan keterampilan komunikasi yang baik membantu kelompok membuat lebih banyak keputusan inovatif dan dipromosikan lebih sering daripada individu dengan kemampuan kurang berkembang. yang ditujukan untuk memberikan kesempatan orang lain untuk mengambil keuntungan dari kita. Hardjana.22 Setelah melihat beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan pokok bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan sedikitnya oleh dua orang atau lebih yang dilakukan secara langsung baik secara tatap muka atau melalui media komunikasi dalam proses penyampaian pesan atau informasi yang dapat langsung dirasakan umpan baliknya oleh komunikator atau komunikan. Hanney dalam bukunya.23 Mengenai hubungan organisasi dengan komunikasi. Aggresiveness. (Jakarta: Rajawali Pers. . Kebutuhan Komunikasi Interpersonal dalam Organisasi Kualitas komunikasi interpersonal dalam organisasi adalah sangat penting. Perilaku Dalam Organisasi. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. “komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung. Cit.85 23 Wibowo. komunikasi yang tidak tegas. h. 2003). 15 b. dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula”. 2014) cet ke-2. komunikasi yang dilakukan secara cepat dan menyerang. Nonassertiveness. hal ini ditujukan untuk mengambil keutungan dari orang lain. Communication and Organizational Behavior.

h. Misalnya dalam organisasi atau dalam pekerjaan kelihatan bahwa seseorang disukai oleh setiap orang. yaitu: a. Menurut Schutz orang-orang yang tidak berhasil memenuhi kebutuhan ini dinamakan kurang sosial atau terlalu sosial. selanjutnya ada tiga macam kebutuhan dasar. sistematis diantara orang-orang di dalam suatu ikatan formal dan hirarkhis dan bertindak sasuai ketentuan yang disepakati untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara efisien dan efektif. Orang yang telah memenuhi kebutuhan ini menurut Schuzt dinamai personal.. Cit. Op..116 25 Wahyudi. Lawan dari orang yang kurang sosial adalah individu yang terlampau sosial yang tidak dapat di stop dari keterlibatan berkomunikasi dengan orang lain. Di samping itu juga kelihatan biasa saja bila seseorang tidak sanggup memenuhi kebutuhan ini. b.25 Menurut William C.24 Organisasi ditinjau dari segi dinamikanya dapat diartikan sebagai proses kerjasama yang serasi. Individu yang telah memuaskan kebutuhan mereka dalam 24 Onong Uchjana Effendy. Schutz yang dikutip oleh Arni Muhammad dalam buku Komunikasi Organisasi setiap individu mempunyai kebutuhan interpersonal atau kebutuhan sosial yang dipenuhinya melalui komunikasi interpersonal. dan orang yang demikian dinamakan Schutz kurang personal atau terlalu personal. it involves interdependence. interdependence alls for coordination and coordination requires communication”. h. Kasih sayang Kebutuhan akan kasih sayang adalah kebutuhan untuk mempertimbangkan apakah diri kita disukai atau disayangi oleh orang lain. Cit. Diikutsertakan Kebutuhan merasa berarti dan diperhitungkan adalah merupakan kebutuhan interpersonal diikutsertakan.1 . Op. 16 people.

h. dalam setiap proses komunikasi manusia pasti memiliki tujuan dan pesan yang ingin disampaikan.161-165 . Individu- individu ini selalu mencoba mendominasi orang lain. Kontrol Kebutuhan yang ketiga adalah kontrol. Mereka mempunyai kebutuhan yang kuat akan kekuasaan bila sebelumnya mereka tidak diberikan posisi yang mengontrol atau kekuasaan dalam organisasi. Menurut Arni Muhammad dalam buku Komunikasi Organisasi tujuan komunikasi interpersonal tidak perlu disadari pada saat 26 Arni muhamad. Tujuan dapat berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain. Tujuan Komunikasi Interpersonal Komunikasi merupakan hal yang sangat mendasar dan sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang ini sanggup menangani situasi dengan atau tanpa orang lain. Hampir semua kita mempunyai beberapa kebutuhan mengontrol orang lain dan cara menyatakannya berbeda-beda.26 6. tentunya tujuan ini dapat tersampaikan apabila proses komunikasi interpersonal antara dua orang atau lebih berjalan lancar sehingga umpan baik yang di terima juga akan baik. Mereka ini tidak percaya diri atau sedikit percaya pada diri mereka dan sering menganggap diri mereka tidak sanggup mengerjakan sesuatu. c. Op. Orang-orang ini merasa senang apakah mereka mempunyai posisi kepemimpinan atau kurang dari itu.. Beberapa orang yang kepribadiannya yang sangat patuh pada orang lain dan karena itu dinamakan abdikrat. 17 penghargaan ini dinamakan orang yang sosial. Kontrol adalah kebutuhan yang timbul karena rasa tanggung jawab dan kepemimpinan. Sedangkan demokrat adalah individu yang kebutuhan kontrolnya terpuaskan. Ada tiga tipe yang berbeda. selanjutnya orang yang tidak pernah merasa cukup mengontrol dinamakan autokrat. Cit.

Meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali di diskusikan dan akhirnya di pelajari atau di dalami melalui interaksi interpersonal. Membentuk dan Menjaga Hubungan yang Penuh Arti Salah satu keinginan orang yang paling besar merupakan bentuk serta memelihara hubungan dengan orang lain. Kepercayaan. sikap dan nila-nilai kita barang kali dipengaruhi lebih banyak oleh pertemuan interpersonal daripada oleh media atau pendidikan formal. pikiran. Diantara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut: a. . Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain. serta tingkah laku kita. Menemukan Dunia Luar Hanya komunikasi interpersonal yang dapat menjadikan kita memahami lebih banyak tentang diri kita serta orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain maka kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. Menemukan Diri Sendiri Salah satu tujuan komunikasi interpersonal ialah menemukan personal atau pribadi. kita memberikan sumber balikan yang sangat luar biasa pada perasaan. Tujuan itu sendiri boleh disadari dan boleh tidak disadari dan boleh disengaja atau tidak disengaja. c. Komunikasi interpersonal juga memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai. Kenyataan. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komuikasi interpersonal diabdikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain. 18 terjadinya pertemuan dan juga tidak perlu dinyatakan. b. atau mengenai diri kita.

f. h. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan ketenangan dari semua keseriusan di lingkungan kita. Untuk Bermain dan Kesenangan Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama ialah dalam mencari kesenangan. Walaupun kelihatannya kegiatan itu tidak berarti. Yang pertama tujuan ini boleh dilihat sebagai faktor yang memotivasi atau alasan mengapa kita terlibat dalam komunikasi interpersonal.27 Berdasarkan hal itu kita dapat mengatakan bahwa tujuan komunikasi interpersonal adalah untuk mendapatkan pengetahuan 27 Ibid. Kita lebih sering membujuk melalui komunkasi interpersonal daripada komunikasi media massa. kita juga banyak menggunakan waktu untuk terlibat dalam posisi interpersonal. Ada sebuah studi mengenai keefektifan media massa. Kita juga telah melihat tujuan-tujuan komunikasi interpersonal ini dari dua perspektif yang lain. e. 19 d. tujuan ini boleh dipandang sebagai hasil atau efek umum dari komunikasi interpersonal yang berasal dari pertemuan interpersonal.165-168 . Berubah Sikap dan Tingkah Laku Banyak waktu kita dapat dipergunakan untuk mengubah sikap serta tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. tetapi mempunyai tujuan yang sangat penting. Untuk Membantu Keberhasilan memberikan bantuan tergantung kepada pengetahuan dan keterampilan komunikasi interpersonal. bertentangan dengan situasi interpersonal dalam mengubah tingkah laku tertentu. Selain itu. Kedua. menceritakan cerita hal yang lucu. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pekan.

diberikan beberapa tujuan. Kita ingin seseorang memilih cara tertentu. dimotivasi oleh berbagai faktor yang unik dan menghasilkan kombinasi faktor-faktor atau efek yang unik. Mengubah sikap dan perilaku Maksudnya. mendengarkan musik tertentu. tujuan komunikasi intepersonal terbagi menjadi lima. Selanjutnya menurut Roudhonah dalam buku ilmu komunikasi. Dan dengan komunikasi antar pribadi kita juga akan mengetahui nilai. c. Mengetahui dunia luar Maksudnya dengan komunikasi antar pribadi. . memungkinkan kita untuk memhami lingkungan kita secara baik. d. Dan dengan komunikasi antar pribadi pula kita dapat belajar tentang bagaimana dan sejauhmana kita harus membuka diri pada orang lain. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna Sebagai makhluk sosial. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain. Mengenal diri sendiri dan orang lain Maksutnya dengan membicarakan diri kita sendiri pada orang lain. Misalnya diberikan suatu interaksi interpersonal. yaitu: a. manusia ingin menciptakan dan memelihara hubungan dekat dengan orang lain. b. membaca buku dan lain-lain. mencoba makanan baru. sikap. Seharusnya tentu saja sudah jelas bahwa komunikasi interpersonal biasanya dimotivasi oleh kombinasi bermacam-macam faktor dan tidaklah mempunyai satu efek. membentuk hubungan yang lebih berarti dan memperoleh tambahan pengetahuan dunia luar. dalam komunikasi antar pribadi sering kita berupaya mengubah sikap dan perilaku orang lain. Tetapi kombinasi berbagai efek atau hasil. dan perilaku orang lain. 20 tantang diri. maka kita akan mendapatkan perspektif baru tentang diri kita sendiri dan memahami lebih dalam tantang sikap dan perilaku kita.

Komunikasi mempunyai isi dan dimensi hubungan d. memotivasi. memahami lingkungan dan bahkan merubah perilaku seseorang. h. Komunikasi tidak dapat dielakan b. ketegangan dan lain-lain. tetapi sebenarnya komunikasi yang demikian perlu dilakukan. memelihara hubungan. karakter. Cit. Bermain dan mencari hiburan Kadang hal bermain dan mendapat hiburan ini dianggap tidak penting. Komunikasi meliputi proses penyesuaian 28 Roudhonah. 7. Karakteristik Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi secara dua arah dan dapat diketahui langsung balikannya. Menurut Arni Muhammad komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang bersifat transaksi.28 Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan tujuan-tujuan komunikasi interpersonal atau antar pribadi bahwa komunikasi interpersonal bertujuan untuk lebih memahami sifat. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari atau dalam organisasi pengetahuan tentang komunikasi interpersonal dapat membuat sesorang akan lebih peka dan dekat dengan orang yang ada di sekelilingnya. dan perilaku manusia sebagai pihak yang berkomunikasi. 21 e. Selanjutnya ada enam aksioma yang bersifat transaksi dari komunikasi interpersonal. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak yang positif. Aksioma ini menjadi prinsip umum dari komunkasi interpersonal. karena dapat memberi suasana baru yang terlepas dari keseriusan.. yaitu : a. Masing-masing aksioma tersebut. Op. Komunikasi tidak dapat dibalikan c.117 . yang pada muaranya akan dapat memberikan dampak kesenangan.

Feed back nya langsung tidak tertunda c.114 . yaitu antara lain: a.. akan tetapi berbeda dengan komunikasi interpersonal sesuatu yang sudah di ucapkan sudah menjadi sebuah ucapan dan tidak dapat ditarik kembali. Komunikasi antar pribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (Interdependent) dalam proses komunikasi f. Komunikasi antar pribadi dimulai dengan diri pribadi (self) b. Komunikasi antar pribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan pribadi d. Op. Hubungan ditentukan oleh pemberian tanda f. h. Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional c. karena secara sadar dan tidak sadar. 22 e. sebagai contoh air yang sudah menjadi es atau es yang sudah menjadi air contoh tersebut merupakan proses yang dapat dibalikan. Komunikasi antar pribadi tidak dapat diubah maupun diulang31 29 Arni Muhammad. Komunikasi antar pribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi e. Karakteristik atau ciri-ciri komunikasi antar pribadi ini sebenarnya dapat diketahui dari pengertiannya diatas. kita secara alamiah akan berkomunikasi lewat verbal ataupun non verbal. h113 31 Ibid. Person yang telah dikutip Djuarsa Sendjaja menyebutkan enam karakteristik komunikasi antar pribadi. Lebih lanjut lagi adalah komunikasi interpersonal merupakan proses yang tidak dapat dibalikan. Cit.168-172 30 Roudhonah. Cit. dalam buku Roudhonah menurut Judy C. Interaksi mungkin dipandang sebagai sesuatu yang simetris29 Komunikasi interpersonal merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakan. h. Sifatnya yang dua arah/timbal balik ( Two way traffic communication) b. Komunikator dan komunikan dapat bergantian fungsi d. Bisa dilakukan secara spontanitas e.. Komunikasi ini lebih banyak terjadi antar dua orang30 Lebih lanjut lagi. Tidak bersturktur f. yaitu: a. Op.

b) Perilaku menurut kebiasaan (script behaviour) adalah perilaku yang kita pelajari dari kebiasaan kita. Dengan tetap memperhatikan kedinamisannya. Artinya. Hardjana komunikasi interpersonal merupakan kegiatan yang dinamis. perilaku itu bisa terjadi begitu saja. Komunikasi Interpersonal adalah Verbal dan Nonverbal Komunikasi Interpersonal adalah verbal atau nonverbal. Dalam komunikasi itu. Komunikasi Interpersonal Mencakup Perilaku Tertentu Ada tiga perilaku dalam komunikasi interpersonal: a) Perilaku spontan (spontaneus behaviour) adalah perilaku yang dilakukan karena desakan emosi dan tanpa sensor serta revisi secara kognitif. 23 Sedangkan menurut Agus M. komunikasi interpersonal mempunyai ciri-ciri yang tetap sebagai berikut: a. c) Perilaku sadar (contrived behaviour) adalah perilaku yang dipilih karena dianggap sesuai dengan situasi yang ada. Komuikasi Interpersonal adalah Komunikasi yang Berproses Pengembangan Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang berproses pengembangan (developmental process) komunikasi interpersonal berbeda beda tergantung dari tingkat hubungan . baik secara verbal maupun nonverbal. selalu mencakup dua unsur pokok yaitu isi pesan dan bagaimana isi itu dikatan dan dilakukan. Perilaku itu khas. dilakukan pada saat tertentu dan dimengerti orang. b. seperti komunikasi pada umumnya.

diantara pengirim dan penerima pesan terjadi interaksi (interaction) yag satu mempengaruhi yang lain. Dengan demikian. melainkan komunikasi timbal balik antara pengirim dan penerima pesan. c. Karena itu. efektif (perasaan). dan Koherensi Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi tatap muka. d. dan behavioral (perilaku). maka komunikasi interpersonal hendaknya mengikuti peraturan (rules) tertentu. e. Melalui interaksi dalam . Peraturan intrinsik adalah peraturan yang dikembangkan masyarakat untuk mengatur cara orang harus berkomunkasi satu sama lain. Pengaruh itu terjadi pada dataran kognitif (pengetahuan). interaksi. Komunikasi Mengandung Umpan Balik. kemungkinan umpan balik (feedback) besar sekali. Komunikasi interpersonal saling mengubah Komunikasi interpersonal juga berperan untuk saling mengubah dan mengembangkan. Komunikasi Interpersonal adalah Kegiatan Aktif Komuniksi interpersonal merupakan kegiatan yang aktif. Peraturan itu ada yang intrinsik dan ada yang ekstrinsik. pesan yang dikomunikasikan dan cara pesan dikomunikasikan. Peraturan ekstrinsik adalah peraturan yang ditetapkan oleh situasi atau masyarakat. Komunikasi Interpersonal Berjalan Menurut Peraturan Tertentu Agar berjalan baik. dan kedua-duanya saling mempengaruhi dan memberi serta menerima dampak. Peraturan ini menjadi patokan perilaku dalam komunikasi interpersonal. 24 pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi. f. bukan pasif. Komunikasi interpersonal bukan hanya komunikasi dari pengirim kepada penerima pesan atau sebaliknya.

86-90 . akan tetapi pada era ini untuk menjadi seorang guru tidaklah mudah. Motivasi Kerja guru Pendidikan dalam kehidupan manusia sejak lalu hingga saat ini merupakan sebuah kebutuhan yang sangat penting. 25 komunkasi. Belajar di sini dimaksudkan kepada belajar di dalam lembaga pendidikan. posisi yang sentral ini membuat guru sangat dihormati di dalam sekolah. h. Di era modern kini guru merupakan sebuah profesi yang sangat mulai dilirik oleh banyak orang. dan sikap yang sesuai dengan topik yang dibahas bersama. Guru di dalam sekolah menempati salah satu posisi yang sentral. Banyak hal 32 Agus M. pendidik atau guru. Lalu Apa yang dimaksud dengan guru ?. fenomena ini muncul karena profesi keguruan tidak lagi dipandang sebagai profesi yang sebelah mata. di dalam sekolah terdiri dari begitu banyak unsur atau pihak yang terlibat. Di dalam sekolah guru di posisikan sebagai seseorang yang harus mampu mendidik siswa sesuai tujuan pendidikan.32 B. Di dalam lembaga pendidikan yang selanjutnya disebut dengan sekolah. mengingat manusia adalah makhluk yang selalu berkembang dan beradaptasi. Terlebih lagi sistem kompensasi yang sudah sangat meningkat dibandingkan era-era sebelumnya. Pihak yang terlibat dalam sekolah seperti kita ketahui yaitu terdiri dari kepala sekolah.. siswa dan warga sekolah. guru adalah sebagai pendidik. Peningkatan upah guru menjadi salah satu daya tarik. Salah satu cara manusia beradaptasi adalah dengan cara belajar. Op. Hardjana. Cit. Seperti yang sudah dikatakan di atas. pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memberi inspirasi. perasaan. semangat dan dorongan untuk mengubah pemikiran. tenaga kependidikan atau karyawan. Kebutuhan akan pendidikan sudah tidak dapat kita pingkiri lagi.

dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Peningkatan kualitas ini dimaksudkan pula untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.( Jakarta : Ciputat Pers. Pendidik Profesional : Konsep. Guru Profesional & Implementasi Kurikulum. Cit. guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan 33 Fatimah. guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya.36 Sedangkan dalam Undang-undang No. akan tetapi guru adalah sebagai pendidik yang selain menyampaikan ilmu pengetahuan juga menyampaikan nilai-nilai (Transfer of Value). menilai. Guru pada era ini bukan hanya sebagai pengajar yang menyampaikan ilmu pengetahuan (Transfer of Knowledge). “Guru merupakan pendidik dalam proses belajar mengajar di sekolah. mengarahkan melatih. membimbing.2002) h. Pendidikan di Indonesia harus berkembang ke arah yang lebih maju dan lebih baik lagi guna menciptakan generasi bangsa yang berkualitas. Lebih lanjut lagi menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Op.35 Menurut Ali Mudlofir Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. mengajar.14 pasal 20 Tahun 2005 yang dikutip oleh Jejen Musfah dikatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.8 35 Ibid 36 Ali Mudlofir. H.2012) h.11 34 Syafrudin Nurdin. Djailani.( Jakarta : Rajawali Pers. 26 yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang guru yang profesional bukan hanya orang yang dapat berbicara di dalam kelas. tugas utamanya adalah mendidik dan mengajar siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal.”33 Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Strategi..119-120 . Khairudin. yang pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disebut guru dan pada jenjang pendidikan tinggi disebut dosen (pasal 27 ayat 3 Nomor 2/1989). tenaga pengajar adalah tenaga pendidik yang khusus dengan tugas mengajar. profesinya) mengajar34.

2009). (Jakarta : Prenadamedia Group. Menurut Mulyasa guru dalam mendidik murid bertugas sebagai berikut : a) Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. dan Praktik. teknologi. membimbing. tetapi pendidik tidak maha kuasa. menilai. tentunya tidaklah mudah.172 38 H. Profesi Keguruan. dan seni. dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas dan Fungsi Guru Sebagai seorang guru. mengajar. mengarahkan. b) Membentuk kepribadian anak yanng harmonis sesuai cita-cita dasar pancasila c) Sebagai perantara atau fasilitator dalam belajar d) Guru sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Evi Fatimur dkk. tidak dapat membentuk anak sesuai kehendaknya. e) Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat f) Guru sebagai manajer g) Guru sebagai administrator38 37 Jejen Musfah.37 Dari beberapa pendapat diatas. Kebijakan.Syarifan Nurfan. (Surabaya : AprintA. kecakapan. Manajemen Pendidikan : Teori. dan seni dan tugas utamanya adalah mendidik. 27 kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Guru memiliki peran untuk mengajar dan mendidik siswa kepada tujuan pendidikan yang telah di tetapkan.M Yunus Abu Bakar. Akan tetapi lebih dalam lagi guru memiliki peran dan fungsi yang lebih spesifik. Lalu apa saja yang menjadi tugas dan fungsi seorang guru dalam mendidik. dapat disimpulkan bahwa guru adalah sebuah profesi yang memerlukan sebuah keterampilan khusus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. melatih. 2015) h. Guru dituntut menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sebagai seorang pendidik. 1.2-7 . h. dan pengalaman-pengalaman.

2-8 40 Ibid . Guru sebagai pendidik harus dapat menjadi seorang pemimpin. mentor. administrator. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya40 Berdasarkan beberapa pendapat ahli mengenai tugas dan fungsi guru di atas dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pendidik dituntut mampu menguasi berbagai macam kemampuan unuk menunjang tugasnya sebagai pendidik. pelaksana. profesi. dinamis. 28 Lebih lanjut lagi mengenai tugas dan funngsi guru. fasilitator. menurut Djamaroh guru berfungsi sebagai berikut : a) Guru sebagai perencana kurikulum b) Guru adalah perencana. menyenangkan. Dalam hal ini demi terbinanya generasi bangsa yang mempunyai moral dan sikap sopan 39 Ibid. manajer. serta menjadi teladan bagi siswa sehingga dapat menjadi contoh yang baik dalam kehidupan anak. kreatif. h. dan dialogis b) Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan c) Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. dan pengembang kurikulum c) Guru sebagai pemimpin d) Guru sebagai pembimbing e) Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak f) Guru sebagai mentor39 Selanjutnya dalam pasal 40 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa guru sebagai pendidik dan tenaga kependidikan mememiliki kewajiban sebagai berikut: a) Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna.

41 Motivasi yang diartikan sebagai penggerak dapat kita artikan lebih lanjut lagi menjadi sesuatu yang menjadi alasan manusia untuk bergerak. sebab-sebab yang menjadi dorongan tindakan seseorang.( Jakarta: PT.92 . dalam hal ini dorongan tersebut adalah motivasi. Cet ke 7. dasar pemikiran dan pendapat. sesuatu yang menjadi pokok. motif diartikan sebagai . Sedangkan menurut kamus Bahasa Indonesia Modern. Dari pengertian motif tersebut dapat diturunkan 41 Malayu S. 29 dan santun di masyarakat serta dapat menerapkan ilmunya dengan baik dan benar. Karena pada dasarnya motivasi merupakan sebuah kebutuhan umum manusia seperti yang sudah dijelaskan di atas. Pengertian Motivasi kerja Guru Sebagai makhluk hidup manusia membutuhkan motivasi. tentunya bukan hanya pada tahap menggerakan anggota badan secara sederhana tetapi diartikan kepada menggerakan seluruh anggota badan. Guru akan senantiasa bekerja dengan giat apabila dalam kesehariannya guru tersebut dalam keadaan termotivasi sehingga dalam proses mendidik siswa di sekolah guru dapat bekerja sesuai yang diharapkan. 2. menggerakan pikiran dan menggerakan seluruh fungsi yang ada pada manusia untuk mencapai tujuan atau hal yang ingin dicapai oleh manusia itu sendiri. Akan tetapi manusia terkadang tidak menyadari dan tidak mengerti apa motivasi itu sendiri. karangan Muhammad Ali. Guru sebagai manusia juga membutuhkan sesuatu yang bersifat stimulus atau dorongan. Motivasi yang muncul lebih karena naluri sesorang dalam merespon dan memproses hal yang terjadi. Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong guru untuk dapat bekerja lebih baik lagi. Organisasi dan Motivasi.2010). hal. Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang berarti “dorongan atau daya penggerak”.P Hasibuan. Bumi Aksara.

hal. yang membangkitkan (arouse). PT.”45 Dari beberapa pendapat atau teori yang ada di atas. Gramedia Pustaka Utama. 30 pengertian motivasi sebagai sesuatu yang pokok yang menjadi dorongan sesorang untuk bekerja. tak seorang pun bisa termotivasi”. Sukses Memotivasi Jurus Jitu Meningkatkan Motivasi (Jakarta: PT. 2003) hal. Raja Grafindo Persada) cet ke-4. Teori-Teori Motivasi Motivasi merupakan kajian yang sangat menarik untuk dibahas. hal. Akan tetapi terdapat pula teori yang banyak digunakan. sehingga tercapai sebuah tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. dan menjaga (maintain) perilaku manusia menuju pada pencapaian tujuan. Jerald Greenberg dan Robert A. mengarahkan (direct). terlebih sudah begitu banyak teori yang di kemukakan oleh banyak ahli. Salah satu tokoh yang sangat terkenal dalam motivasi adalah Abraham maslow dan Douglas Mc. Harapan adalah penyebab bagi sesuatu yang dihasilkan dan bahan bakar yang memberi tenaga kepada mesin. Manajemen Motivasi.12 43 Ricahard Denny. harapan adalah syarat awal agar seseorang dapat termotivasi.(Jakarta.2004) cet ke 2.”44 “Sementara itu.Gregor. Tanpa harapan. Baron berpendapat bahwa motivasi merupakan serangkaian proses. 3.42 “Dasar bagi segala motivasi adalah harapan.322 45 Ibid .43 “Motivasi merupakan proses psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada pencapaian tujuan atau goal-directed behavior (Robert Kreitner dan Angelo Kinicki). 42 Ishak harep & Hendri Tanjung.2 44 Wibowo. dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja guru adalah sesuatu yang muncul dari sebuah harapan yang membangkitkan dan mengarahkan kepada sebuah perilaku yang menjadikan guru mempunyai kemauan dan semangat untuk mendidik secara profesional. Manajemen Kinerja (Jakarta: PT. Grasindo.

Menurut teori ini. Freud juga percaya bahwa dalam diri manusia ada sesuatu yang tanpa disadari menentukan setiap sikap dan perilaku manusia. Implikasi dari teori ini adalah adanya anggapan bahwa semua orang cenderung menghindari hal-hal yang yang menyulitkan dan lebih menyukai melakukan perbuatan yang mendatangkan kesenangan. yaitu : a. kesenangan. Teori Naluri Teori naluri ini merupakan bagian terpenting dari pandangan mekanisme terhadap manusia. Sehingga semua pemikiran dan perilaku manusia merupakan hasil dari naluri yang diwariskan dan tidak ada hubungannya dengan akal. . c. atau kenikmatan hedonisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan yang bersifat duniawi. teori ini disebut juga teori lingkugan kebudayaan. pemimpin atau pendidik itu hendaknya mengetahui benar-benar latar belakang kehidupan dan kebudayaan orang-orang yang dipimpinnya. Teori Reaksi yang Dipelajari Orang belajar paling banyak dari lingkungan kebudayaan di tempat dia hidup dan dibesarkan. 31 Dalam buku Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam Dikemukakan sebanyak 5 teori. b. Naluri merupakan suatu kekuatan biologis bawaan yang mempengaruhi anggota tubuh untuk berlaku dengan cara tertentu dalam keadaan yang tepat. apabila seorang pemimpin atau seorang pendidik memotivasi anak buah atau anak didiknya. Oleh karena itu. Teori Hedonisme Hedonisme adalah bahasa Yunani yang berarti kesukaan.

seperti kebutuhan akan pangan. Namun. dan papan. menyangkut fungsi-fungsi biologis. 46 Gambar 2.133-136 . cara-cara yang digunakan berlain-lainan bagi tiap individu. kesehatan dan kebutuhan seks.Maslow seseorang tidak akan mempengaruhi pada tingkat yang lebih tinggi jika kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah tidak terpenuhi. (Jakarta: Perdana Media. Adanya Teori Pendorong (Drive Theory) Teori ini merupakan perpaduan antara “teori naluri” dengan “teori reaksi yang dipelajari”. Menurut Maslow. Teori Kebutuhan Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya. e. manusia mempunyai lima tingkat kebutuhan yang bersifat primer dan vital.2004) cet ke-1. tetapi hanya sesuatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum. 32 d. menurut latar belakang dan kebudayaan masing-masing. Daya pendorong adalah semacam naluri. hal.1 Model hirarki dari A. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam.H . sandang. 46 Abdul Rahman Shaleh & Muhbib Abdul Wahab. baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis.

yaitu : a. b) Maslow’s Need Hierarchy Theory oleh A.W.P Hasibuan dikatakan bahwa teori motivasi dibagi kedalam 2 kelompok. Maslow Maslow’s Need Hierarchy Theory atau A Theory of Human Motivation. Menurut teori ini motivasi para pekerja hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologis saja.Taylor Teori Motivasi klasik (Teori kebutuhan tunggal) ini dikemukakan oleh Frederick Winslow Taylor. Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan materil maupun non materil yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. 33 Sedangkan lebih lanjut lagi.H. Menurut teori ini motivasi yang ideal yang dapat merangsang usaha adalah “peluang untuk mekaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untuk . Teori ini merupakan kelanjutan dari “Human Science Theory” Elton Mayo (1880-1949) yang menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasan sesorang itu jamak yaitu kebutuhan biologis dan psikologis berupa materil dan non materil. Teori Kepuasan (content Theory) ini dikenal antatra lain a) Teori Motivasi Klasik oleh F. di dalam buku Organisasi dan Motivasi karangan Malayu S. Teori Kepuasan (Content Theory) Teori ini mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. dikemukakan oleh A. c) Herzberg’s Two Factors Theory oleh Frederick Herzberg Herzberg Two Factors Motivation Theory atau teori motivasi dua faktor atau teori motivasi kesehatan atau faktor Higienis. Jadi pada dasarnya teori ini mengemukakan bahwa seseorang akan bertindak (bersemangat bekerja) untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (Inner Needs) dan kepuasannya.H Maslow tahun 1943.

working Conditions job security Physiological Needs Salary Personal life Pada dasarnya kedua teori ini sama-sama bertujuan mendapatkan alat dan cara yang terbaik dalam memotivasi semangat bekerja karyawan. .2 Perbandingan Teori Motivasi Maslow dan Herzberg Maslow’s Need Hierarchy Herzberg Two Factor Theory Self Actualization Chellanging work Achievment Growth in the job Responsibillity Esteem or Status Advancement Recognition Status Affiliation or Aceptence Interpersonal Relations Company Pollicy and Administration Quality of Supervision Security or Safety Quality of supervision. Tabel 2. d) Teori Motivasi Human Relations Teori ini merupakan hubungan seseorang dengan lingkungannya. yaitu : Maintenance Factors dan Motivation Factors. hendaknya kata-kata itu mengandung kebijakan. Teori ini menganjurkan bila dalam memotivasi bawahan memerlukan kata-kata. 34 mengembangkan kemampuan. agar mereka itu mau bekerja giat untuk mencapai prestasi kerja yang optimal. sehingga dapat menimbulkan rasa dihargai dan optimis.” Herzberg menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan. Teori ini menekankan peranan aktif pimpinan organisasi dalam memelihara hubungan dan kontak-kontak pribadi dengan bawahannya yang dapat membangkitkan gairah kerja.

yaitu bertambahnya frekuensi perilaku. Bila diperhatikan secara mendalam. Pengukuhan Negatif (Negative Reinforcement) . Nilai (Valence). teori ini merupakan proses “sebab dan akibat” bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang akan diperolehnya. Jika bekerja baik saat ini. terjadi jika pengukuh positif diterapkan secara bersyarat. c) Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory) Teori ini di dasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari perilaku dengan pemberian kompensasi. jadi atasan harus bertindak adil terhadap semua bawahannya. Teori Proses (Process Theory) Teori Motivasi Proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan “bagaimana menguatkan. memelihara. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang dia inginkan dan butuhkan dari hasil pekerjaan itu. b) Teori Keadilan (Equity Theory) Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang. dikenal atas: a) Teori Harapan (Expectancy Theory) Teori harapan ini dikemukakan oleh Victor A. jadi hasil hari ini merupakan kegiatan hari kemarin. Jika prinsip ini diterapkan dengan baik oleh pimpinan maka semangat kerja bawahan cenderung akan meningkat. Teori proses ini. Teori harapan ini di dasarkan atas: Harapan (Expectancy). Teori pengukuhan ini terdiri dari dua jenis: Pengukuhan Positif (Positive Reinforcemenet). 35 b. dan menghentikan perilaku individu”. mengarahkan. maka hasilnya akan diperoleh baik untuk hari esok. agar setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajer. Pertautan (Instrumenttality).

sedang tipe kepemimpinan adalah kepemimpinan partisipatif. Jenis motivasi yang diterapkan adalah cenderung pada motivasi yang negatif yakni dengan menerapkan hukuman yang tegas.. Mc Gregor memandang suatu organisasi efektif sebagai organisasi bila menggantikan pengawasan dan pengarahan dalam integrasi dan kerjasama serta karyawan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. 4.P Hasibuan. Cit. Gregor Teori ini di dasarkan bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X (Teori Tradisional) dan manusia penganut teori Y (Teori Demokrasik). apabila diikuti oleh suatu stimulus yang bersyarat. 103-125 . Tipe kepemimpinan teori X adalah otoriter sedang gaya kepemimpinannya berorientasi pada prestasi kerja. Teori X dan Y dari Douglas Mc. c. Manfaat Motivasi Kerja Guru Motivasi sebagai sebuah dorongan sebagai alasan mengapa manusia mau melakukan sesuatu tentunya dapat dipahami sebagai sebuah hal yang bermanfaat. Manfaat dari motivasi sudah tidak dapat 47 Malayu S. Op. h. kerjasama dan keterikatan pada keputusan. 36 yaitu bertambahnya frekuensi perilaku terjadi jika pengukuh negatif dihilangkan secara bersyarat. Menurut teori X ini untuk memotivasi harus dilakukan dengan cara yang ketat. 47 Menurut teori Y ini untuk memotivasi karyawan hendaknya dilakukan dengan cara peningkatan pasrtisipasi karyawan. Jadi prinsip pengukuhan selalu berhubungan dengan bertambahnya frekuensi dan tanggapan. dipaksa dan diarahkan supaya mereka mau bekerja secra sungguh-sungguh. Jenis motivasi yang diterapkan adalah motivasi positif.

serta orang akan senang melakukan pekerjaannya. Terlebih di dalam sekolah. sehingga produktivitas kerja meningkat. pembinaan dalam rangka memotivasi ini sangat diperlukan. seorang guru harus selalu merasa dalam keadaan termotivasi dalam mengerjakan tugasnya sebagai pendidik. Pembinaan Motivasi Kerja Guru Dalam memotivasi seseorang tentunya tidak dapat seperti membalikan tangan.”48 lebih lanjut lagi dikatakan bahwa “manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat. manfaat motivasi yang utama adalah menciptkan gairah kerja. Cit.”49 Selain daripada di atas. 37 kita pungkiri. 5. motivasi juga dapat membuat seseorang mau dan mampu bekerja lebih keras. pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang sudah ditentukan. Artinya.16 49 Ibid . Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat motivasi kerja bagi guru adalah untuk mendorong gairah kerja guru dalam melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan penuh kesenangan hati serta dapat meningkatkan produktivitas kerja bagi guru. ada proses panjang yang diperlukan dalam memotivasi. Op. 48 Ishak Arep & Hendri Tanjung. Tentunya di dalam proses ini yang dimaksud adalah pembinaan. h. terlebih guru yang mempunyai tugas yang cukup berat dalam mendidik siswa. Menurut Ishak Arep dan Hendri Tanjung “secara singkat. Dalam hal pengawasan pula tidak akan membutuhkan pengawasan yang terlalu ketat. Seseorang yang termotivasi akan dengan mudah dapat melakukan pekerjaan yang lebih berat dari biasanya.

sistem. 2. dan kegiatan berhubungan dengan perencanaan.52 Dari penjelasan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan motivasi kerja guru adalah upaya. 5 52 Hendirani & Nulhaqim.50 Sedangkan menurut Djakaria pembinaan adalah segala usaha. Serat Acitya. No. pengarahan. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. teratur. 157 . Menurut Champates pembinaan adalah hal untuk meningkatkan kinerja. tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik lagi.51 Lebih lanjut lagi menurut Gauzali pembinaan berarti pembaharuan atau usaha. penyusunan. Lewat pembinaan akan terjalin komunikasi dua arah antara manajer dengan karyawan sehingga dapat mengidentifikasi apa yang harus ditingkatkan dan bagaimana cara meningkatkan. No. Pengaruh Pembinaan. 2008. pembinaan serta pengendalian segala sesuatu berhasil secara tepat. Pemberdayaan dan Partisipasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. pengarahan serta pengendalian sesuatu yang dapat mendorong gairah 50 Fendy Levy Kambey. tindakan. penyusunan. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai. sehingga tujuan dan target yang ditetapkan dapat di capai dengan hasil yang maksimal. Pengaruh Pelatihan dan Pembinaan Dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Mitra Binaan PT. Vol 0. supaya dapat dilakukan dan dapat dikerjakan dengan baik. Suharmono. 2013. dan metode) secara effisien dan effektif mencapai tujuan serta memperoleh hasil yang diharapkan secara maksimal. Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang. norma. usaha. 2. Efektifitas Sistem Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Terhadap Tujuan Pemdinanaan. h. Vol 10. 38 Di dalam sekolah yang mempunyai tugas untuk membina motivasi guru adalah kepala sekolah. Jurnal kependudukan Padjadjaran. Kepala sekolah harus membina motivasi guru agar dapat menjalakan tugas nya dengan baik. rapi dan seksama menurut program atau rencana pelaksanaan (dengan ketentuan petun. Njonja Meneer Semarang). h. Pembinaan itu meliputi kegiatan atau menyelanggarakan pengaturan sesuatu. Pelatihan dan Pengembangan. atau tindakan yang di dalamnya terdapat unsur perencanaan. h.142 51 Sri wulandari.

Penelitian yang dilakukan oleh suadari Indriani yang berkaitan dengan topik komunikasi interpersonal kepala sekolah adalah berjudul “Efektifitas Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah (Studi di Mts Negeri Tangerang II Pamulang). Penelitian . pada fokus penelitian. penelitian yang dilakukan oleh saudara Nurwansyah yang berjudul “Implementasi Komunikasi Interpersonal antara Kepala sekolah dengan Guru di SMK Prima Unggul Ciledug Kota Tangerang” Penelitian ini dilakukan pada tahun 2015. C. Penelitian yang Relevan Komunikasi merupakan sebuah objek penelitian yang menarik untuk ditelusuri. Pada penelitian tersebut menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan hasil yang digunakan adalah presentase. Penelitian yang dilakukan pada judul ini adalah membahas atau menenkankan pada efektifitas kepala sekolah dalam komunikasi interpersonal dengan seluruh warga sekolah yang ada di Mts Negeri Tangerang II Pamulang. 39 kerja guru dalam melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan penuh kesenangan hati yang nantinya akan dapat membuat produktivitas kerja guru memperoleh hasil yang lebih baik lagi. 2.” Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2014. karena komunikasi adalah sebuah hal yang sangat alamiah yang ada pada kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Maka peneliti mendapatkan pembahasan yang berkaitan dengan topik penelitian yang peneliti lakukan. akan tetapi juga membahas atau ingin menggambarkan fenomena komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan peneliti terhadap penelitian terdahulu yang telah dilaksanakan. berdasarkan hal itu hasil penelitian yang relevan antara lain : 1. peneliti tidak hanya menggambarkan fenomena komunikasi interpersonal kepala sekolah. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti (penulis). Selanjutnya.

tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini penting untuk dilakukan. dan kurangnya pembinaan motivasi kerja guru dalam menggunakan komunikasi interpersonal kepala sekolah. Karena pada dasarnya pelaksanaan komunikasi adalah hal yang sangat mudah dan sangat efisien untuk membina motivasi kerja guru. Komunikasi interpersonal kapada setiap guru merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan karena dengan komunikasi yang terjadi antara kepala sekolah dengan guru dapat membina motivasi kerja guru. adanya Gap yang terjadi. kemampuan komunikasi yang terbatas. Pembinaan motivasi kerja guru melalui komunikasi interpersonal sering terabaikan dan dianggap hal yang tidak penting. 40 yang dilakukan pada judul di atas adalah menekankan pada pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan guru di SMK Prima Unggul Ciledug Kota Tangerang. pada fokus penelitian yang dilakukan peneliti tidak hanya menggambarkan atau memotret fenomena komunikasi interpersonal kepala sekolah. belum hadirnya konsep pembinaan motivasi kerja guru secara sadar dan terencana. . Kerangka Berfikir Kerangka berpikir merupakan sebuah ringkasan pemikiran yang dijadikan sebagai alur berpikir. D. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti (penulis). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan hasil deskriptif dan analisa data. hal ini dilakukan agar lebih terarah dan tidak melebar pada fokus penelitian yang telah ditetapkan yaitu pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi guru. akan tetapi juga membahas atau menggambarkan fenomena komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru. Fenomena atau kondisi nyata yang terjadi di SMK Al-Hidayah Ciputat adalah belum optimalnya pelakasanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah.

. memaksimalkan fungsi pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah. antara lain : meningkatkan kompetensi atau kemampuan komunikasi interpersonal kepala sekolah. bahwa terlihat adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan yang terjadi. Hal ini menjadi sebuah hal yang harus diperbaiki guna dapat membina motivasi kerja guru. menciptakan konsep pembinaan yang dilakukan secara sadar dan terencana. Tentunya hal ini membutuhkan cara atau strategi. 41 Berdasarkan penjelasan di atas.

RE. SMK Al-Hidayah Ciputat adalah Sekolah Menengah Kejuruan di Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Sekolah ini mempunyai 3 jurusan.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tahun 2015-2016 Kegiatan Okt Nov. 7 Cipayung – Ciputat Kota Tangerang Selatan Prov. Martadinata No. dan Administrasi Perkantoran dan Multimedia. yaitu : Pemasaran. Banten. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Al-Hidayah Ciputat.Apr Mei Jun Juli Ags Sept Okt Nov Des Mar Pengesahan Proposal Skripsi Pengajuan dosen Pembimbing Konsultasi dengan Dosen Pembimbing Pengumpulan Data Pengolahan dan Analisis Data Penyusunan Hasil Penelitian 42 . Tabel 3.

Sumber Data Husein Umar menjelaskan bahwa sumber data dalam penelitian kualitatif adalah langsung. ( Jakarta : Rajawali Pers. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme.9 53 Husein Umar.4 . C. sehingga dalam penelitian ini tidak dimaksutkan untuk menguji hipotesis atau membandingkan sesuatu. 2008) Cet ke. (Bandung : Alfabeta. 43 B. Metode Penelitian Di dalam penelitian skripsi ini yang akan di laksanakan peneliti mengenai “Implementasi Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah dalam Membina Motivasi Kerja Guru di SMK Al-Hidayah Ciputat” dengan menggunakan pedekatan kualitatif. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. temuan dalam studi kualitatif sangat dipengaruhi oleh nilai dan persepsi peneliti. 2011) Cet ke-13. yaitu berupa data situasi alami di mana peneliti adalah instrumen kunci. h. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Oleh karena itu.52 Lebih lanjut lagi menurut Husein Umar dikatakan bahwa penelitian kualitatif bermaksud untuk memberi makna atas fenomena secara holistis dan harus memerankan dirinya secara aktif dalam keseluruhan proses studi. Peneliti akan menghabiskan waktu untuk pemahaman tentang proses pengumpulan data dan makna data 52 Sugiyono.53 Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan berusaha menggambarkan dan meinterpretasikan fakta yang berdasarkan data dari hasil penelitian yang dilakukan. analisis data bersifat induktif/kualitatif. h. dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.1. Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan : Pradigma Positivistik dan Berbasis Pemecahan Masalah. Kualitatif dan R & D. (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.

D. Karena dalam penelitian ini kepala sekolah dan guru mempunyai power dan otoritas pada situasi komunikasi atau objek yang diteliti. h.. yaitu fakta megenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.55 Sedangkan menurut Syaodih N mengungkapkan bahwa. b) Aktivitas (kegiatan) Aktivitas atau kegiatan dalam penelitian ini dimaksudkan dengan bagaimana kegiatan komunikasi 54 Ibid. Penetapan kepala sekolah dan guru merupakan salah satu fokus dari masalah yang diangkat dalam judul penelitian sehigga relevan dengan data yang dibutuhkan. Pada penelitian kali ini obesrvasi atau pengamatan penelitian akan di fokuskan kepada : a) Pelaku Dalam penelitian ini pelaku yang telah diamati adalah kepala sekolah dan guru yang menjadi fokus penelitian.54 Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian kepala sekolah dan guru-guru yang subjeknya dibatasi di SMK Islamiyah Ciputat. karena pada penelitian mendapatkan data adalah tujuan utama. Cit.4 55 Husein Umar. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian merupakan sebuah langkah penting dan menentukan. Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data ini antara lain: a. Op. Observasi (Observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dangan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang berlangsung. 44 yang diperoleh. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data.226 . Observasi/pengamatan Menurut Nasution observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. h.

h.138 . Tesis. dan bagaimana pengaruh dari interaksi yang terjadi. Studi dokumentasi Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan dan menggali data yang berupa catatan atau sesuatu yang tertulis. Wawancara Wawancara sebagai salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian ini.57 Dalam penelitian ini teknik wawancara digunakan untuk lebih menggali data dan informasi yang dibutuhkan mengenai implementasi komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di SMK Al-Hidayah Ciputat. Metodologi Penelitian : Skripsi. Fenomena apa saja yang terjadi ketika terjadi interaksi antara dua pihak yang terlibat. misi. atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. dan Karya Ilmiah. data kepala sekolah. visi.56 Lebih lanjut lagi menurut Juliansyah Noor wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan berhadapan secara langsung dengan yang diwawancarai tetapi dapat juga diberikan daftar pertanyaan dahulu untuk dijawab pada kesempatan lain. h. 2011) Cet ke-1. 56 Husein Umar. 45 yang terjadi antara kepala sekolah dengan guru dan sebaliknya guru dengan kepala sekolah. Cit. Op. (Jakarta : Prenada Medi Group. data siswa . c. c) Ruang dan tempat Di dalam penelitian ini juga diamati dimana saja dan kapan saja komunikasi antara kepala sekolah dan guru dan sebaliknya antara guru dan kepala sekolah. Disertasi.138 57 Juliansyah Noor. menurut Sugiyono wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report.. tujuan sekolah. b. bagaimana interkasi itu terjadi. Dalam studi dokumentasi ini data yang didapatkan adalah mengenai profil. data guru.

Instrument Penelitian Dalam penelitian ini langkah awal yang dilakukan peneliti adalah mengumpulkan data dari subjek yang akan diteliti dengan membuat panduan kisi-kisi instrument observasi dan kisi-kisi pedoman wawancara sebagai berikut : 1. Pendekatan pembinaan yang Guru motivasi diberikan d. Waktu terjadinya komunikasi interpersonal Sekolah interpersonal e. Pendekatan kepala sekolah Pelaksanaan Interpersonal dalam berkomunikasi komunikasi Kepala d. Tempat terjadinya komunikasi Interpersonal f. 46 E. Komunikasi interpersonal kepala sekolah b. a. Komunikasi dalam pembinaan motivasi .2 Kisi-kisi Intrument Observasi No Variabel Dimensi Subdimensi 1. Pedoman observasi Tabel 3. Interkasi sosial kepala sekolah dengan guru b. Bentuk-bentuk kegiatan Motivasi Kerja Pembinaan c. Intensitas komunikasi interpersonal kapala sekolah 2. Bentuk-bentuk kegiatan komunikasi kepala sekolah Komunikasi c. a.

Guru motivasi d. Media komunikasi a. Menyapa e. Tegas dan berwibawa Sekolah g. Pengarahan F. Selanjutnya dijelaskan sebagai berikut : . pengkategorisasian data. penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik Analisa Data Setelah melakukan penelitian dan mendapatkan data di lapangan. Memberikan solusi 2. Reward b. Pada tahap ini. Keterbukaan b. Menyelesaikan masalah Moivasi Kerja Pembinaan c. komunikasi Kepala interpersonal f. data diolah dan dianalisis sehingga dapat menggambarkan dan menyimpulkan temuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan oleh peneliti. Sisi humoris kepala sekolah 1. Sikap positif yang mendukung c. Pedoman wawancara Tabel 3. langkah selanjutnya adalah menganalisa data melalui proses klasifikasi data. Intensitas komunikasi h.3 Kisi-kisi Instrument Wawancara No Variabel Dimensi Indikator a. Diikutsertakan f. Sikap dan perilaku Pelaksanaan Interpersonal e. Empati Komunikasi d. 47 2.

Bentuk naratif dan deskriptif ini dimaksudkan untuk menjabarkan data yang didapatkan sebagai hasil dari penelitian yang bertujuan untuk mengurai data secara sistematis dan terstruktur sehingga mudah dipahami. 48 a. . Klasifikasi data merupakan proses klasifikasi yang dilakukan untuk mengelompokan data yang berlandaskan jawaban atau informasi yang muncul dari subjek yang di teliti. Pengkategorisasian data merupakan proses pengelompokan jawaban atau informasi yang muncul berdasarkan pertanyaan- pertanyaan dari dimensi yang di teliti. Penyajian data dalam pendekatan kualitatif merupakan penyajian data dengan bentuk naratif dan deskriptif. b.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman SMK Al-Hidayah Ciputat kembali menjawab tantangan kebutuhan 49 . SMK Al-Hidayah Ciputat berdiri dibawah Yayasan Al Hidayah Ciputat yang memang mendedikasikan yayasannya ke dalam lembaga pendidikan.I. 97/I02/Kep/01/96 SMK Al-Hidayah Ciputat resmi didirikan pada Tanggal 15 April 1996. RE. SMK Al-Hidayah Ciputat terletak di Jl. 7 Cipayung – Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. khususnya masyarakat umum. Dalam satu periode masa jabatan kepala sekolah dijabat selama 3 tahun. S. Martadinata No. Sejak awal berdirinya SMK Al-Hidayah Ciputat mempunyai 2 jurusan atau konsentrasi pelajaran yaitu jurusan pemasaran dan jurusan administrasi perkantoran yang keduanya telah terakreditasi B hingga saat ini. Sejarah Singkat SMK Al-Hidayah Ciputat Berdirinya SMK Al-Hidayah Ciputat dimaksudkan untuk merespon kebutuhan akan lembaga pendidikan yang berfokus pada bidang kejuruan yang pada masanya sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Mengacu kepada SK Kanwil Depdikbud Provinsi Jawa Barat No.Pd. Hadirnya SMK Al- Hidayah Ciputat seakan ingin menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab tantangan masa depan dalam lapangan pekerjaan yang membutuhkan lulusan siswa sekolah menengah kejuruan yang mempunyai kompetensi yang unggul di bidangnya. sehingga sampai pada tahun 2016 ini begitu banyak pimpinan atau kepala sekolah yang sudah menjabat dalam SMK Al-Hidayah Ciputat. Pimpinan demi pimpinan telah silih berganti dalam memimpin SMK Al-Hidayah sejak tahun 1996 hingga pada saat ini dipimpin oleh Bapak Yuli Sudarwanto. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.

50 masyarakat dan lapangan pekerjaan yang membutuhkan lulusan yang berkompetensi dalam bidang multimedia dan sejak tahun 2014 lahir lah jurusan baru yaitu jurusan multimedia. Letak SMK Al-Hidayah Ciputat sangat . RE. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Nomor :- Nama Yayasan : Yayasan Al-Hidayah Ciputat Nama Ketua Yayasan : Fuad Faisal.Pd. S. 7 Cipayung – Ciputat Kota Tangerang Selatan Prov.Si Secara geografis dan letak. M. SMK Al-Hidayah Ciputat berada pada geografis dan lingkungan yang sangat mendukung untuk kegiatan belajar mengajar.Perkantoran : Terakreditasi B Multimedia :- Alamat Sekolah : Jl. : 014/SK-YAC/VII/2014 Izin Memimpin : SK. Banten Telepon : ( 021 ) 74709740 SK Pendirian : SK Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Barat No. Martadinata No.I SK Pengangkatan : SK Yayasan Al Hidayah Ciputat No. 2. Profil SMK Al-Hidayah Ciputat NPSN : 20603274 NSS : 342022317027 Nama Sekolah : SMK Al-Hidayah Ciputat Status Sekolah : Terakreditasi Pemasaran : Terakreditasi B Adm. 97/I02/Kep/01/96 Tanggal 15 April 1996 Nama Kepala Sekolah :Yuli Sudarwanto.

Profil Kepala SMK Al-Hidayah Ciputat Nama : Yuli Sudarwanto. 3. S. Tanggal Lahir : Jakarta. inovatif dan profesional.12 Nomor Telepon : 08571796877 a) Riwayat Pendidikan : 1) SD : SDN Waru I 2) SMP : SMPN Negeri Parung . Jarak dari jalan besar hingga sampai ke lokasi sekolah ±250 meter. Serta mampu bekerja sama. terampil dan tidak mudah menyerah. profesional dan mampu sesuai dengan tujuan dunia usaha status beban menjadi aset bangsa. berkompetensi. IMTAQ dan berkarakter bangsa.  Memiliki etos kerja. 28 Juli 1971 Alamat Rumah : Griya Sawangan permai Blok E. b) Misi  Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah yang kreatif. 51 mudah untuk diakses. Walaupun mudah diakses oleh kendaraan umum letak SMK Al- Hidayah Ciputat tidak berposisi tepat di samping jalan besar yang di lalui banyak kendaraan umum.Pd NIP :- Tempat.  Mampu menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang bersaing dan berkolaborasi secara global. Di samping SMK Al-Hidayah Ciputat hanya ada jalan umum masyarakat yang membuat kegiatan belajar mengajar sekolah tidak terganggu banyaknya kendaraan dan bisingnya suara kendaraan yang lalu lalang. Visi dan Misi SMK Al-Hidayah Ciputat a) Visi Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah yang menguasai IPTEK. karena begitu banyak kendaraan umum yang mengarah ke lokasi sekolah. 4.

Pd.Pd. Struktur SMK Al-Hidayah Ciputat Tabel 4.Pd P GURU/WALI KELAS 8 Wahyudin. KEUANGAN 12 . KURIKULUM 2 Sri Rahayu. M.Pd L WAKA. ADMINISTRASI 11 Resni L TU. S.Pd L GURU/WALI KELAS 10 Didi Awaludin L TU. A. S.I L KEPALA SEKOLAH 1 Siti Zubaidah. Data Guru dan Tenaga Kependidikan a. M.1 Struktur SMK Al-Hidayah Ciputat NO NAMA PEGAWAI j/k Jabatan Yuli Sudarwanto. S. KESISWAAN 3 Umaeroh. S.I L GURU/WALI KELAS 9 Supardi z. S.I P WAKA. S. 52 3) SMA : SMPS YAPIA Ciputat 4) S1 Univ.Pd P GURU/WALI KELAS 7 Intan Firlianti. SE L GURU/KAPROG.Pd. AP 5 Jamaluddin.Si P GURU/KAPROG PM 4 Tugiran.Md L GURU/KAPROG. : STAI ACPRI LESMA Indonesia b) Pengalaman Organisasi : 1) : DKR Ciputat 2) : KWARAN Ciputat 3) : Menwa STAI ACPRI LESMA Indonesia c) Pelatihan yang Pernah Diikuti 1) Peningkatan Mutu Pendidikan di Kota Tangerang Selatan 2) Manajerial dan Supervisi Kepala Sekolah d) Moto : Jadikan Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin 5.M. MM 6 Arsih.Pd.

53

b. Daftar Nama Guru/Pendidik SMK Al-Hidayah Ciputat

Tabel 4.2
Data Guru/Pendidik SMK Al-Hidayah Ciputat

NO NAMA PEGAWAI j/k Bidang Studi

PENJAS
1 Yuli Sudarwanto, S.Pd.I L
PRODUKTIF
2 Siti Zubaidah, M.Pd.I P
BAHASA JEPANG
3 Nawang Wulan, S.Pd P
PRODUKTIF
4 Umaeroh, S.Pd.M.Si P
PRODUKTIF
5 Tugiran, SE L
KKPI
6 Jamaluddin, A.Md L
IPA
7 Sri Rahayu, M.Pd P
MATEMATIKA
8 Arsih, S.Pd P
PRODUKTIF
9 Intan Firlianti, S.Pd P
PAI/BTQ
10 Wahyudin, S.Pd.I L
B. INDONESIA
11 Supardi z, S.Pd L
BAHASA INGGRIS
12 Muhamad Idrus, S.Pd.I L
MATEMATIKA
13 E. Hidayat, S.Pd L
KEWIRAUSAHAAN
14 Drs. Sukoco DM, M.Pd.I L
PKN
15 Drs. Yasmin L
MULTIMEDIA
16 Via Aprilian S.Kom L

54

6. Daftar Peserta Didik
Tabel 4.3
Daftar Peserta Didik SMK Al-Hidayah Ciputat

55

7. Daftar Sarana dan Prasarana
Tabel 4.4
Daftar Sarana dan Prasarana SMK Al-Hidayah Ciputat
No Jenis Sarana Jumlah Letak Keterangan
1 Papan Tulis 1 XII AP2 Laik
2 Meja Siswa 40 XII AP2 Laik
3 Kursi Guru 1 XII AP2 Laik
4 Kursi Siswa 40 XII AP2 Laik
5 Meja Guru 1 XII AP2 Laik
6 Meja Siswa 40 X MM Laik
7 Meja Guru 1 X MM Laik
8 Papan Tulis 1 X MM Laik
9 Kursi Guru 1 X MM Laik
10 Kursi Siswa 40 X MM Laik
11 Kursi Siswa 40 X AP1 Laik
12 Meja Guru 1 X AP1 Laik
13 Meja Siswa 40 X AP1 Laik
14 Kursi Guru 1 X AP1 Laik
15 Papan Tulis 1 X AP1 Laik
16 Meja Guru 1 X PM Laik
17 Meja Siswa 40 X PM Laik
18 Papan Tulis 1 X PM Laik
19 Kursi Guru 1 X PM Laik
20 Kursi Siswa 40 X PM Laik
21 Kursi Guru 1 X AP2 Laik
22 Kursi Siswa 40 X AP2 Laik
23 Papan Tulis 1 X AP2 Laik
24 Meja Siswa 40 X AP2 Laik
25 Meja Guru 1 X AP2 Laik
26 Kursi TU 1 Ruang TU Laik
27 Meja TU 1 Ruang TU Laik
28 Komputer TU 1 Ruang TU Laik
29 Printer TU 2 Ruang TU Laik
30 Meja Guru 1 XII PM Laik
31 Papan Tulis 1 XII PM Laik
32 Kursi Siswa 40 XII PM Laik
33 Meja Siswa 40 XII PM Laik
34 Kursi Guru 1 XII PM Laik
35 Meja Guru 1 XI PM Laik
36 Kursi Guru 40 XI PM Laik
37 Kursi Siswa 40 XI PM Laik
38 Meja Siswa 40 XI PM Laik
39 Papan Tulis 1 XI PM Laik
40 Meja Siswa 40 XI AP1 Laik
41 Meja Guru 1 XI AP1 Laik
42 Kursi Siswa 40 XI AP1 Laik
43 Kursi Siswa 40 XI AP1 Laik
44 Papan Tulis 1 XI AP1 Laik
45 Kursi Guru 1 XII AP1 Laik
46 Meja Siswa 40 XII AP1 Laik
47 Meja Guru 1 XII AP1 Laik
48 Papan Tulis 1 XII AP1 Laik
49 Kursi Siswa 40 XII AP1 Laik
50 Meja Siswa 40 XI AP2 Laik
51 Kursi Guru 1 XI AP2 Laik
52 Meja Guru 1 XI AP2 Laik
53 Kursi Siswa 40 XI AP2 Laik
54 Papan Tulis 1 XI AP2 Laik
Total 913

kemampuan dan pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi interpersonal kepala sekolah sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada guru dan semua pihak yang terlibat di dalam sekolah. studi dokumentasi dan wawancara. dari hal itu kita akan lebih mengetahui hal-hal yang ingin diketahui secara . terlebih kepada guru. Hal ini dapat diketahui dengan jawaban hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah sebagai berikut : ”komunikasi interpersonal adalah komunikasi secara individu kepada individu lainnya. maka pada penelitian ini peneliti mencoba menangkap atau memotret fenomena yang terjadi di SMK Al-Hidayah Ciputat mengenai implementasi atau pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru Kepala sekolah sebagai pemimimpin di dalam sekolah dituntut mempunyai kemampuan dalam banyak hal. salah satunya adalah kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. Pelaksanaan komunikasi interpersonal yang baik tentunnya didukung dengan pengetahuan yang baik pula. 56 B. Komunikasi dalam konteks hubungan antara individu dengan individu lain merupakan komunikasi interpersonal. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui hasil penelitian sebagai berikut : Seperti yang sudah banyak dijelaskan sebelumnya. Proses pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah sangat penting karena dari hal itu lah guru akan menafsirkan pesan atau informasi yang disampaikan oleh kepala sekolah. Deskripsi dan Analisi Data Berdasarkan data hasil penelitian yang telah di peroleh peneliti yang meliputi hasil obeservasi. Tujuan yang telah ditetapkan bersama tentunya harus diinformasikan dan disampaikan kepada guru guna melaksanakan tugasnya. Dalam kaitannya dengan pengetahuan kepala sekolah mengenai komunikasi interpersonal peneliti menganggap sudah mempunyai pengetahuan yang baik.

Sedangkan komunikasi secara umum adalah berkomunikasi secara global tidak hanya antara individu dan individu tetapi juga kepada kelompok”. Saya juga bisa lebih mengetahui apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan saya. Setelah itu kepala sekolah menambahkan argumentasi sebagai berikut : ”Kalau pandangan saya terkait komunikasi interpersonal ini jadi kalau orang per orang saya bisa berkomunikasi dengan mereka secara langsung. Kepala Sekolah. saya menjadi tau bagaimana mensupervisi guru. 57 mendalam. Secara tidak langsung saya merasakan feed back dari komunikasi yang saya lakukan”. Akan tetapi dengan kemampuan kepala sekolah yang dapat medeskripsikan komunikasi interpersonal dengan baik tentunya belum cukup untuk mengatakan bahwa pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah sudah baik pula. Dalam hal ini kepala sekolah sudah menyadari komunikasi interpersonal dengan guru adalah penting untuk dilakukan. pada hari Selasa. Respon yang senada di utarakan oleh bapak Yasmin : “Bahwa kepala sekolah telah memiliki kemampuan dan 58 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto. Selain itu. 20 September 2016 59 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto 60 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto . Banyak kelebihan dan manfaat yang banyak. Di dalam pelatihan itu ada mengenai bagaimana cara berkomunikasi dengan baik kepada guru”59 Kepala sekolah dapat menjelaskan pengetahuannya mengenai komunikasi interpersonal dengan baik dan mampu pula menjelaskan perbedaan definisi pengertian secara umum dan secara interpersonal. karena guru bisa langsung menyampaikan hal yang ingin disampaikan langsung kepada saya. jadi saya tahu lebih banyak dibanding secara umum. saya bisa tahu hal yang lebih mendalam terhadap orang yang berkomunikasi dengan saya. yang mengadakan dinas pendidikan kota Tangsel dan saya banyak merasakan manfaat.60 Kemampuan kepala sekolah dalam mendeskripsikan tentang pengertian komunikasi interpersonal menjadi modal awal kepala sekolah dalam melaksanakan komunikasi dengan guru.58 Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa : “Saya pernah mengikuti paltihan manajerial kompetensi kepala sekolah untuk supervisi.

dalam kaitannya dengan sekolah proses komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan guru merupakan point yang tidak dapat dipungkiri. Kalau itu bisa diwujudkan akan bermuara kepada peningkatan disiplin dan nanti akan meningkatkan motivasi kerja guru.62 Hal senada pula di utarakan oleh Bapak Yuli Sudarwanto selaku kepala sekolah : “komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Guru. 20 September 2016 63 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto . Terutama untuk penangan-penangan masalah atau hal-hal yang menjadi kekurangan sekolah karena banyak masukan yang diterima. Guru. pada hari Rabu. karena dengan banyak komunikasi akan banyak pula informasi mengenai dunia kerja dalam bidang pendidikan. Tentunya dari proses yang dilakukan oleh kepala sekolah akan muncul berbagai tanggapan dari guru sebagai respon dari komunikasi yang terjadi. 20 September 2016 62 Hasil wawancara dengan Bapak Sukoco.”63 Kepala sekolah dalam hal ini sangat menyadari bahwasannya komunikasi interpersonal menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tugasnya sebagai kepala sekolah. Hal ini semata-mata agar berdampak pula pada peningkatkan loyalitas guru kepada kepala sekolah melalui komunikasi interpersonal. Hasil wawancara dengan 61 Hasil wawancara dengan Bapak Yasmin. beliau sudah merasakan banyak menerima masukan terkait hal-hal yang menjadi kekurangan dalam sekolah. Proses komunikasi merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam berjalannya organisasi. sehingga rasa loyalitas dan rasa memiliki guru terhadap sekolah ini akan meningkat. Menurut Bapak Sukoco : komunikasi interpersonal atas para guru telah disadari sebagai hal yang penting untuk dilakukan oleh kepala sekolah. namun diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan penerapan. Pada hari Rabu.”61 Dari respon peningkatan kompetensi tersebut kepala sekolah diharapkan untuk meningkatan kemampuannya. 58 penerapan komunikasi. Dari hasil wawancara tersebut menunjukan kepala sekolah sudah melakukan komunikasi dengan guru sesuai tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai pimpinan di dalam sekolah.

21 September 2016 65 Hasil wawancara dengan Bapak Jamaluddin 66 Hasil wawancara dengan Bapak Endang Hidayat. dari sisi humoris kepala sekolah membuat 64 Hasil wawancara dengan Bapak Jamaluddin. Dari hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh. Beliau secara terbuka menyampaikan bahwa komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kurang tepat secara bahasa dalam segi penyampaiannya. akan tetapi secara bahasa cara penyampaiannya kurang tepat.”65 Dari pandangan Bapak Jamaluddin sebagai guru.”66 Bapak Endang memandang sejauh ini komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sudah cukup baik. 59 Bapak Jamaluddin menyebutkan bahwa : kepala sekolah sudah menunjukan diri nya sebagai komunikator yang baik64. Bapak Endang menyebutkan bahwa : saya dapat menerima dengan baik proses komunikasi yang beliau sampaikan. tapi saya sangat berapresiasi luar biasa kepada pimpinan saya khususnya di Al-Hidayah beliau ini bisa bekerja sama dalam hal kekeluargaan. mungkin teknis penyampaian yang kurang tepat. Guru. 21 September 2016 . Guru. Hal ini menarik untuk di telusuri lebih lanjut lagi mengenai penyampaian bahasa yang tidak tepat secara bahasa yang di lakukan oleh kepala sekolah. beliau menyebutkan bahwa : kepala sekolah mempunyai sisi atau karakter yang humoris. Lebih lanjut lagi dalam wawancara dengan Bapak Jamaluddin beliau menyebutkan bahwa : ”Dalam hal ini memang tidak gampang menilai tingkah laku atau sikap seorang pimpinan. akan tetapi ada hal yang menurut beliau dipandang tidak tepat dalam teknis penyampaiannya. Pada hari kamis. Jika digali lebih dalam lagi apa yang menurut beliau tidak tepat secara teknis. Pada hari Kamis. Hal yang senada di utarakan oleh Bapak Endang Hidayat. didapatkan bahwa kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik. beliau menyebutkan bahwa : “Komunikasi yang dilakukan sudah cukup baik. Dalam proses wawancara yang terjadi dengan guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat ditemukan bahwa kepala sekolah memiliki karakter yang humoris di dalam dirinya.

kepala sekolah di satu sisi mempunyai sisi yang 67 Hasil wawancara denga Ibu Umaeroh.”71 Dalam hal ini dapat diketahui kepala sekolah sebagai pimpinan bisa memainkan perannya. Guru. kepala sekolah tetap mempunyai sifat yang tegas dalam berkomunikasi. Kepala sekolah menekan kepada wali kelas dan guru-guru untuk hadir. memiliki suatu ketegasan tetapi hal ini tidak memaksa. beliau meyebutkan bahwa : “Iya. 19 September 2016 68 Hasil wawancara dengan Bapak Jamaluddin 69 Hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh 70 Hasil wawancara dengan Ibu Sri Rahayu.70 Lebih lanjut lagi ditegaskan oleh Bapak Jamaluddin. 21September 2016 71 Hasil wawancara dengan Bapak Jamaluddin . pada hari Senin. akan tetapi dalam ketegasannya kepala sekolah tidak terkesan memaksa.68 Dari karakter kepala sekolah yang mempunyai sisi humoris. jadi memang itu harus dimiliki oleh seorang pimpinan. beliau meyebutkan bahwa : “kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak memaksa. pada hari Rabu. beliau menyebutkan bahwa : kepala sekolah mempunyai ketegasan.”67 Hal tersebut juga diperkuat oleh hasil wawancara dengan Bapak Jamaluddin. Guru/Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. sebagai contoh dalam pelaksanaan upacara. karena hal itu sudah menjadi komitmen bersama. Selanjutnya walaupun kepala sekolah memiliki sisi humoris dalam proses komunikasi dengan guru-guru. Hal ini karena kepala sekolah adalah orang yang humoris. Hal itu dikemukakan oleh Ibu Umaeroh. peneliti menganggap dan menghubungkan apa yang dimaksud oleh Bapak Endang sebagai penyampaian yang kurang tepat secara bahasa. Kita profesional dalam bekerja. beliau menyebutkan bahwa : kepala sekolah dapat mencairkan suasana. bahkan itu sering terjadi. 60 sering bercanda hal ini agar suasana tidak menjadi tegang. Penggunaan bahasa yang kurang tepat dalam proses komunikasi bisa dapat terjadi karena sisi humoris yang dimiliki kepala sekolah.”69 Hal yang senada juga diutarakan oleh Ibu Sri Rahayu.

Guru/Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Selanjutnya komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dianggap dapat mengubah sikap dan perilaku guru yang terjadi di sekolah. Hal ini diutarakan oleh Ibu Siti Zubaidah. maka kepala sekolah akan berkomunikasi. Akan tetapi ada hal yang berbeda dalam pandangan guru terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah. tidak semua guru dengan kompak menjawab bahwa komunikasi yang dilakukan sudah berjalan dengan baik.72 Hal ini menjadi menarik karena Ibu Siti Zubaidah sebagai wakil kepala sekolah. beliau menyebutkan bahwa : komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat merubah sikap dan perilaku guru. Sebagai wakil kepala sekolah tentunya beliau sering berkomunikasi dengan kepala sekolah. 20 September 2016 . beliau menyebutkan bahwa : komunikasi yang dilakukan kepala sekolah belum cukup baik. sebagai contoh apabila kehadiran guru kurang maksimal. saya kira baru setengah. 61 humoris tetapi di sisi lain kepala sekolah juga tegas dalam berkomunikasi akan tetapi tidak dengan cara memaksa guru untuk menjalankan tugas atau informasi yang diberikan oleh kapala sekolah. Dari tingkat kesulitan ini lah Ibu Siti Zubaidah memandang komunikasi yang dilakukan kepaka sekolah belum sepenuhnya maksimal. Hal ini diutarakan oleh Bapak Endang Hidayat. Karena tingkat kesulitan yang berbeda sebagai wakil kepala sekolah dengan banyaknya tugas yang dijalankan dipandang masih perlu ditingkatkan lagi komunikasi antara kepala sekolah dengan Ibu Siti Zubaidah. Dari komunikasi yang 72 Hasil wawancara dengan Ibu Siti Zubaidah. Pada hari Selasa. Peneliti memandang tingkat kesulitan dan kerumitan wakil kepala sekolah menurut struktur organisasi memiliki kesulitan yang berbeda. komunikasi yang dilakukan kepala sekolah belum cukup baik dan menganggap baru mencapai 50%.

Akan tetapi dengan berkembangnya zaman dan perkembangan teknologi yang sangat pesat manusia semakin dimudahkan 73 Hasil wawancara dengan Bapak Endang Hidayat 74 Hasil wawancara dengan Bapak Sukoco 75 Hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh .”75 Dari beberapa hasil wawancara di atas. misalnya saya yang awalnya malas untuk absen dengan adanya komunikasi atau nasihat akhirnya dapat berubah menjadi lebih rajin masuk. Hal ini menjadi sebuah hal yang sangat baik dalam berjalannya kegiatan organisasi dan kegiatan belajar mengajar karena dapat meningkatkan motivasi kerja guru. artinya ketika saya mulai merasa malas dan kepala sekolah mulai menegur. dahulu kala saat teknologi masih belum secanggih saat ini pada umumnya manusia lebih sering berkomunikasi secara tatap muka. Dalam berkomunikasi. dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi interpersonal kepala sekolah sudah berjalan dengan baik. komunikasi yang terjadi antara kepala sekolah dengan guru dapat merubah perilaku guru tersebut sesuai dengan apa yang manjadi tujuan yang dilakukan kepala sekolah dengan berkomunikasi dengan guru. kepala sekolah juga menjadi sesorang yang dapat menghibur guru-guru karena pada dasarnya kepala sekolah mempunyai sifat yang humoris sehingga dapat mencairkan suasana ketika berkomunikasi. komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dilakukan dengan lembut.73 Hal senada juga di utarakan oleh Bapak Sukoco. beliau menyebutkan bahwa : ” Ya bisa. beliau menyebutkan bahwa : “Tentu ya dapat mengubah perilaku seseorang ke arah yang lebih positif.”74 lebih lanjut lagi diperkuat dengan hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh. 62 dilakukan kepala sekolah dengan guru maka kehadiran guru tersebut akan lebih maksimal lagi. dilakukan secara tegas tetapi tidak terkesan memaksa. Sesuatu yang menarik juga berdasarkan hasil wawancara dengan guru-guru SMK Al-Hidayah Ciputat. Dalam proses komunikasi dengan guru. saya bisa menjadi rajin kembali karena teguran yang diberikan kepala sekolah.

kita bisa menggunakan media lain karena kita punya group di whatsapp atau lewat sms. dan media sosial semakin banyak bermunculan. Hal ini diungkapkan langsung oleh kepala sekolah. Lebih enak kalau komunikasi secara langsung dan terbuka. beliau mengatakan bahwa : “Iya kalau misalkan kepala sekolah tidak ada di sekolah. beliau menyebutkan bahwa : “saya dan guru mempunyai grup whatsapp untuk berkomunikasi. 63 dalam hal berkomunikasi. sebatas media whatsapp. Banyak media yang dapat digunakan dalam berkomunikasi pada masa kini. akan tetapi berkaitan dengan hal yang sifatnya tidak mendesak. Hal ini rasanya tidak dapat dihindari oleh manusia dalam berkomunikasi. ketika komunikasi secara tatap muka tidak dapat dilakukan karna masalah jarak dan waktu media komunikasi dirasa sangat membantu.”77 Lebih lanjut lagi ditegaskan oleh hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh. Akan tetapi jika ingin berkomunikasi interpersonal saya akan menghubungi ke guru yang bersangkutan. dapat dilihat bahwa kepala sekolah dalam berkomunikasi dengan guru juga menggunakan media komunikasi whatsapp. email. beliau menyebutkan bahwa : “Iya kadang-kadang kalo ada rapat menggunakan media infocus. Fenomena ini juga terjadi di dalam proses komunikasi interpersonal antara kepala sekolah dan guru di SMK Al-Hidayah Ciputat. telepon.”76 Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah. Komunikasi lewat handphone ada.”78 Dalam hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh beliau menambahan media infocus dalam rapat sebagai salah satu media yang digunakan dalam 76 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto 77 Hasil wawancara dengan Ibu Sri Rahayu 78 Hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh . Selanjutnya hasil wawancara dengan Ibu Sri Rahayu juga mengatakan hal yang senada. Pemanfaatan media komunikasi whatsapp digunakan kepala sekolah untuk tetap menjaga komunikasinya dengan guru apabila komunikasi secara tatap muka tidak dapat dilakukan.

beliau menyebutkan bahwa : “Selama ini kepala sekolah hanya tatap muka saja ketika berkomunikasi dengan saya”80 Hal yang sama di ungkapkan oleh Bapak Jamaluddin. akan tetapi selanjutnya Ibu Umaeroh mengatakan komunikasi yang dilakukan melalui media seperti whatsapp tidak membicarakan hal yang mendesak seperti yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. karena jika ada hal-hal yang bersifat pengambilan keputusan akan lebih efektif secara tatap muka. Simpulan peneliti dalam hal ini kaitanya dengan penggunaan media komunikasi ada pada bagaimana kepala sekolah atau guru mempunyai keinginan untuk menyampaikan sesuatu hal atau informasi. saya lebih sering bertatap muka dengan kepala sekolah.”79 Dari hasil wawancara yang didapatkan dapat terlihat bahwa media komunikasi hanya menjadi alat pendukung dalam komunikasi. Hal yang senada juga diperkuat oleh hasil wawancara dengan kepala sekolah. Akan tetapi tidak semua mengatakan menggunakan media komunikasi ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah.81 Menjadi menarik ketika beberapa guru menyebutkan bahwa mereka tidak menggunakan media komunikasi ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah. seperti yang di utarakan oleh Bapak Sukoco. Komunikasi yang diharapkan lebih kepada komunikasi secara langsung atau secara tatap muka. beliau menyebutkan bahwa : Dalam hal penggunaan media lain ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah saya tidak menggunakannya. 79 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto 80 Hasil wawancara dengan Bapak Sukoco 81 Hasil wawancara dengan Bapak Jamaluddin . 64 berkomunikasi. beliau mengatakan bahwa : “keputusan-keputusan yang harus diputuskan harus di lakukan secara tatap muka. Melalui media hanya menyampaikan point-point pembicaraannya saja. mereka menyebutkan bahwa lebih sering bertatap muka dibandingkan dengan media komunikasi.

yang menyebutkan bahwa ketika dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah juga menggunakan media lain seperti grup whatsapp. kepala sekolah sebagai pimpinan di dalam sekolah juga harus memiliki komunikasi yang intens dengan guru dalam mengarahkan dan menjalankan visi dan misi. Manusia mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial. Sama halnya dengan kepala sekoah. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Sukoco. sms. infocus dan yang lainnya lebih kepada pesan yang ingin disampaikan kepala sekolah kepada guru bersifat hal yang tidak mendesak. akan tetapi sesuatu yang harus juga disadari adalah seberapa seringkah manusia berkomunikasi. Dalam satu hari secara tidak sadar manusia akan berkomunikasi. karena intensitas manusia berkomunikasi dapat membuat hubungan antara satu manusia dengan manusia lain menjadi lebih erat dan lebih baik. Komunikasi merupakan salah satu aktifitas yang sangat sering dilakukan oleh manusia. Sedangkan dalam kaitannya dengan guru yang menyampaikan bahwa tidak menggunakan media komunikasi ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah lebih kepada hal-hal atau informasi yang ingin disampaikan membutuhkan komunikasi secara tatap muka sehingga yang menjadi kebutuhan kepala sekolah dapat langsung direspon oleh guru dan juga sebaliknya. Di SMK Al-Hidayah Ciputat intensitas komunikasi antara kepala sekolah dengan guru menjadi hal yang terbatas. Hal yang lainnya adalah karena guru atau saya tidak setiap hari hadir di sekolah. beliau menyebutkan bahwa : “Minimal saat kita ada jam pelajaran di 82 Hasil wawancara dengan Bapak Sukoco . beliau menyebutkan bahwa : “Sepertinya jarang ya saya berkomunikasi dengan kepala sekolah. karena saya jarang bertemu dengan kepala sekolah. 65 Penyampaian informasi kepada guru.”82 Pernyataan senada juga di utarakan oleh Bapak Endang Hidayat.

”83 Secara tersirat beliau menyebutkan bahwa pada kenyataanya beliau jarang berkomunikasi dengan kepala sekolah. Sering kali hal ini membuat permasalahan muncul di dalam organisasi khususnya dalam topik penelitian ini adalah di sekolah. Selanjutnya lebih tegas lagi di utarakan oleh Bapak Yasmin. Guru-guru tidak hanya mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat. terkadang ketika guru-guru wanita diberikan motivasi lebih menganggapi 83 Hasil wawancara dengan Bapak Endang Hidayat 84 Hasil wawancara dengan Bapak Yasmin . Hal inilah yang membuat komunikasi antara kepala sekolah dengan guru dan sebaliknya sangat terbatas. terutama untuk saya berkomunikasi kepada guru yang wanita lebih sulit karena perbedaan gender dengan saya.84 Berdasarkan beberapa hasil wawancara di atas dapat peneliti simpulkan. Tergantung kepada tanggung jawab masing-masing. Seperti contoh Bapak Yasmin. guru-guru tidak mempunyai jam mengajar di sekolah setiap hari. 66 sekolah. Hambatan yang terjadi dapat menyebabkan proses komunikasi menjadi tidak lancar dan nantinya akan bermuara pada pemahaman atau penafsiran dari suatu informasi dapat terjadi. mungkin hanya satu kali dalam seminggu. beliau hanya berkomunikasi dengan kepala sekolah ketika beliau mempunyai jam mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat. akan tetapi dalam hal ini hambatan dalam komunikasi sering terjadi pula. beliau ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah hanya sau kali dalam rentang waktu satu minggu. bahwa fenomena ini terjadi karena di sekolah swasta seperti SMK Al-Hidayah Ciputat. beliau menyebutkan bahwa : saya agak jarang berkomunikasi dengan kepala sekolah. akan tetapi banyak yang mengajar di sekolah lain sehingga intensitas komunikasi dengan kepala sekolah menjadi jarang. Hambatan memang ada. Komunikasi merupakan hal yang sangat sering dilakukan oleh manusia.

Hal ini terungkap berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Bapak Via Aprilian.85 Jika dilihat pernyataan yang muncul dari Bapak Yuli. faktor gender menjadi suatu hambatan dalam berkomunikasi dan dalam membina motivasi. beliau menyebutkan bahwa : “Tidak ada hambatan untuk komunikasi dengan kepala sekolah karena memang secara waktu beliau ada setiap hari di sekolah. Guru. beliau menyebutkan bahwa “Saya kira sejauh ini tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah. 26 September 2016 88 Hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh . beliau menyebutkan bahwa : “Selama ini tidak ada 85 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto 86 Hasil wawancara dengan Bapak Via Aprilian. beliau menyebutkan bahwa : “Tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah. Sedangkan kepada guru-guru yang laki- laki tidak ada hambatan yang berarti. Berbeda dengan hasil wawancara di atas. pada hari Senin. akan tetapi pandangan lain muncul dari narasumber lainnya.”87 Selanjutnya hal di atas diperkuat oleh Ibu Umaeroh. Ibu Umaeroh dan Ibu Nawang Wulan merasa tidak ada hambatan yang terjadi ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah.”88 Sejauh ini pandangan yang muncul dari Bapak Jamaluddin. 67 secara perasaan atau lebih sensitif. Guru. 28 September 2016 87 Hasil wawancara dengan Ibu Nawang Wulan. pada hari Rabu. jika memang beliau tersedia waktu”86 hal yang senada juga di utarakan oleh Ibu Nawang Wulan. karena menurut beliau ketika beliau berkomunikasi dengan guru- guru wanita ada kekhawatiran akan adanya sensitifitas dari guru karena menurut beliau hal itu muncul dari karakter alamiah wanita. banyak guru di SMK Al-Hidayah Ciputat menyebutkan bahwa intensitas komunikasi dengan kepala sekolah jarang terjadi. akan tetapi intensitas komunikasi yang terjadi ini dianggap tidak menjadi hambatan dalam melaksanakan komunikasi dengan kepala sekolah. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Yasmin. Sedikit membahas kembali kepada subab sebelumnya.

Akan tetapi hal itu hanya menjadi kekhawatiran kepala sekolah semata tanpa dijadikan hal yang dianggap sebagai hambatan oleh guru-guru.”89 Dari beberapa hasil wawancara di atas. 68 hambatan. hal inilah yang membantu guru-guru dalam berkomunikasi ketika guru-guru tidak bisa hadir setiap hari di sekolah. Dalam konteks pembinaan motivasi kerja guru disekolah sudah tentu hal ini menjadi tanggung jawab dan kewajiban dari seorang pimpinan yaitu kepala sekolah. beliau mempunyai sedikit kekhawatiran ada nya sifat sensitif yang akan muncul ketika berkomunikasi. Motivasi yang muncul dapat berasal dari dalam diri (intrinsik) ataupun dari luar diri (ekstrinsik). Sedangkan hal yang muncul dari kepala sekolah ketika berkomunikasi dengan guru-guru wanita. dan banyak faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang. karena jika ada kendala di sekolah saya lebih sering sampaikan kepada wakil kepala sekolah. 89 Hasil wawancara dengan Bapak Yasmin . Pembinaan motivasi kerja guru merupakan sebuah langkah penting guna memajukan sekolah. Berdasarkan data yang berhasil di dapatkan menunjukan bahwa rata-rata guru mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat hanya 2 sampai 3hari dalam satu minggu. Motivasi merupakan dorongan manusia untuk melakukan sebuah hal. Selanjutnya Walaupun banyak guru yang tidak dapat hadir setiap hari di sekolah dikarenakan guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat juga mengajar di sekolah lain. Intensitas kehadiran yang cukup jarang ini tidak menjadi hambatan untuk berkomunikasi dengan kepala sekolah dikarenakan kepala sekolah hadir sebanyak 6 hari dalam satu minggu di sekolah. dapat di simpulkan bahwa sejauh ini tidak ada yang menjadi hambatan berarti dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah. dengan adanya motivasi manusia akan dengan senang hati dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaan yang ingin dilakukan. hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan kepala seolah dalam membina motivasi kerja guru.

26 September 2016 92 Hasil wawancara dengan Ibu Arsih.”90 Lalu berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Wahyudin. Hal yang senada juga di utarakan oleh Ibu Arsih. 69 Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Idrus. artinya motivasi itu kan hasil yang diketahui dan dijadikan ukuran buat kita. Guru. beliau juga mengatakan bahwa: “Saya sangat membutuhkan motivasi dari pimpinan. artinya motivasi di sini senantiasa dijadikan sebagai dedikasi kinerja kita dengan profesional. tanpa adanya arahan atau perhatian dari pimpinan mungkin dalam melakukan pekerjaan akan tidak cepat selesai atau lalai. Hal ini menjadi sebuah semangat atau motivasi untuk lebih maksimal lagi dalam mengajar dan mendidik siswa. 26 September 2016 91 Hasil wawancara dengan Bapak Wahyudin. Guru. ini semacam kepuasan batin.”92 Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Endang. Jadi kepala sekolah menyampaikan penghargaan kepada guru yang kehadirannya 90 Hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Idrus. beliau mengatakan bahwa : “Kepala sekolah dapat membuat kebijakan yang berkaitan dengan motivasi yang diberikannya. beliau menyampaikan bahwa : “pemberian motivasi perlu dilakukan. Hal-hal semacam itu sangat saya butuhkan.”91 Dari hasil wawancara dengan Bapak Wahyudin dan Bapak Muhammad Idrus . pada hari rabu. sebagai contoh kepala sekolah selalu berkomunikasi dengan saya terkait perkembangan siswa. diharapkan hal yang dapat memicu motivasi kerja guru. Kalau motivasi itu disampaikan di akhir suatu periode atau akhir pelajaran. beliau menyampaikan bahwa : “motivasi dari kepala sekolah cukup saya butuhkan. Guru. pada hari rabu. pada hari rabu. 28 September 2016 . beliau menyadari tanpa adanya arahan atau perhatian dari pimpinan atau kepala sekolah kinerja yng dihasilkan akan tidak maksimal dan juga diharapkan hal-hal yang berkaitan dengan kibijakan sekolah. beliau sangat terbuka dalam menyampaikan bahwa beliau sangat membutuhkan motivasi dari pimpinan.

93 Hasil wawancara dengan Bapak Endang Hidayat 94 Hasil wawancara dengan Ibu Nawang Wulan 95 Hasil wawancara dengan Ibu Nawang Wulan . hal ini memberikan semangat kepada guru-guru yang lain. Kepala sekolah memberikan tanggung jawab yang lebih kepada saya dalam melakukan kegiatan pengajaran agar memberikan hasil yang terbaik yang diberikan.”93 Lebih lanjut lagi. pembuatan kebijakan pemberian tanggung jawab lebih. dan controling (pengawasan) menjadi sebuah hal yang dapat membina motivasi kerja guru dalam lingkungan SMK Al-Hidayah Ciputat. beliau menyampaikan bahwa : “Kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada saya dan guru-guru yang lain. dalam hal ini kepala sekolah mempunyai pengaruh yang besar dalam terciptanya motivasi kerja guru di SMK Al- Hidayah Ciputat. Pengarahan.”94 Hasil wawancara dengan Ibu Nawang Wulan dengan jelas menyatakan bahwa kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada beliau dan kepada guru-guru yang lain. walaupun beliau guru yang belum lama mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat beliau menyebutkan kembali bahwa : “Komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sangat mempengaruhi motivasi kerja saya. pemberian reward.”95 Berdasarkan dari beberapa hasil wawancara diatas. 70 cukup tinggi. dapat disimpulkan bahwa pembinaan motivasi kerja guru yang dilakukan kepala sekolah sangat dibutuhkan oleh setiap guru. Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam hal pembinaan motivasi kerja guru dapat terlihat dari apa yang yang dilakukan oleh kepala sekolah. hasil wawancara dengan Ibu Nawang Wulan. Hal ini menjadi penting karena guru membutuhkan motivasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Sri Rahayu. beliau mengatakan bahwa : Iya pasti 96 Hasil wawancara dengan Bapak Yuli Sudarwanto 97 Hasil wawancara dengan Ibu Sri Rahayu 98 Hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh . Secara tidak langsung saya lakukan. Dalam hal ini tentunya komuikasi yang dilakukan kepala sekolah sangat membantu guru. Dalam konteks memotivasi melalui komunikasi interpersonal beliau tidak menyampaikannya secara tersurat. saya selalu memberikan motivasi karena kita mempunyai visi dan misi atau tujuan yang harus dicapai oleh guru. karena agar ke depannya saya mempunyai tanggung jawab dan lebih baik lagi dalam mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat. Sebagai contoh ketika dalam menangani siswa yang bermasalah. 71 Hal ini pula yang disadari oleh Bapak Yuli Sudarwanto sebagai kepala sekolah. menjadi hal yang menarik karena beliau menyatakan bahwa pemberian motivasi yang diberikan adalah sebuah reward pada akhir tahun untuk guru-guru yang mempuyai kinerja yang baik. beliau mengatakan bahwa : komunikasi dapat membina motivasi kerja saya. karena pada dasarnya menangani siswa yang bermasalah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. beliau menyebutkan bahwa : “Ya. beliau mengatakan bahwa : komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi saya. kepala sekolah memberikan semangat. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Umaeroh.97 Dari hasil wawancara tersebut dapat terlihat bahwasannya kepala sekolah melakukan komunikasi yang berdampak kepada motivasi guru ketika dalam menangani siswa yang bermasalah. dan dilakukan dengan komunikasi yang tersendiri.98 Hal yang senada juga di utarakan oleh Bapak Tugiran. akan tetapi pada akhir tahun saya akan memberikan reward kepada guru yang mempunyai kinerja yang baik”96 Hal yang di utarakan oleh bapak yuli Sudarwanto.

berlandaskan hal itu lah guru menjadi termotivasi. Ketika kepala sekolah menyampaikan sesuatu hal yang berkaitan dengan siswa. Hal ini menjadi 99 Hasil wawancara dengan Bapak Tugiran. Jika di telusuri lagi berdasarkan pernyataan beliau. 26 September 2016 100 Hasil wawancara dengan Bapak Wahyudin 101 Hasil wawancara dengan Bapak Via aprilian . Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa. beliau baru bekerja atau mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat selama 6 bulan atau selama satu semester.101 Hal ini menjadi menarik karena hanya beliau yang dengan tegas mengatakan bahwa kepala sekolah belum dapat membina motivasi belia dengan berkomunikasi. beliau mengatakan bahwa : sejauh ini Kepala sekolah belum pernah melakukan komunikasi interpersonal dalam kaitannya membina motivasi dan kinerja saya. pada hari Senin. Pada dasarnya ketika berkomunikasi dengan guru kepala sekolah menyampaikan sebuah hal atau pesan yang memang dibutuhkan oleh guru- guru. komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah sudah dapat membina motivasi kerja guru SMK Al-Hidayah Ciputat walaupun ada satu data yang mengatakan belum merasakan pembinaan motivasi oleh kepala sekolah melalui komunikasi yang dilakukannya.”100 Akan tetapi hal yang bertolak belakang dengan beberapa hasil wawancara di atas adalah muncul dari bapak Via Aprilian. saya senantiasa termotivasi dalam bekerja sesuai.99 Lebih tegas lagi di utarakan oleh Bapak Wahyudin. beliau menyampaikan bahwa “Pasti sangat membina motivasi. Guru. Pandangan peneliti akan fenomena yang terjadi ini adalah berdasarkan bapak Via Aprilian sebagai guru baru SMK Al-Hidayah Ciputat yang belum sepenuhnya merasakan komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam kaitanya membina motivasi kerja guru. dengan tanggung jawab. 72 sangat membina karena apa yang disampaikan oleh kepala sekolah berhubungan dengan hal yang mengenai pendidikan.

antara lain : 1. karena sudut pandang setiap guru terhadap komunikasi interpersonal kepala sekolah dapat berbeda-beda. Pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah Guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat telah merasakan pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah sudah berjalan dengan baik dan sebagaimana harusnya. Peningkatan dalam dalam berbagai hal tetap harus dilaksanakan guna lebih memuaskan dan membina motivasi kerja guru sehingga kemajuan sekolah dapat terus dirasakan. Karakter kepala sekolah sebagai orang yang terbuka dan humoris dirasakan sangat membantu dalam proses komunikasi. 73 fenomena yang positif bagi perkembangan SMK Al-Hidayah Ciputat karena kepala sekolah sudah menjalankan komunikasinya dengan baik dan dapat pula membina motivasi kerja guru melalui komunikasi interpersonal yang dilakukannya. maka dapat diketahui ada hal yang menjadi faktor pendukung dan hambatan dalam implementasi komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di sekolah. C. Temuan Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilaksanakan di SMK Al-Hidayah Ciputat telah dapat menggambarkan fenomena yang terjadi mengenai pelakasanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru. Pelaksanaan komunikasi interpersonal yang terjadi antara kepala sekolah dengan guru dapat dianggap baik oleh hampir semua guru. bukan hanya dari motivasi kerja guru akan tetapi sampai menjangkau pula motivasi belajar siswa. Perbedaan pandangan antara guru yang menyatakan baik dan guru yang menyatakan belum cukup baik dipandang ebuah hal yang wajar terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh peneliti. Harapan yang muncul dari guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat tetap mengharapkan perbaikan dan .

Jadi . data ini harus digali lebih dalam lagi karena menurut peneliti jawaban awal yang muncul mengenai hal apa saja yang dapat memotivasi kerja guru lebih kepada hal yang bersifat reward (barang-barang rumah tangga dan elekttronik). Intensitas dan hambatan dalam pelaksanaan komunikasi interpersonal Pada umumnya guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat memandang tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan guru. 3. Komunikasi interpersonal kepala sekolah dipandang sebagai hal yang memotivasi kerja guru Guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat mempunyai kebutuhan motivasi yang cukup banyak dari kepala sekolah. Walaupun guru-guru tidak dapat hadir setiap hari di sekolah. Walaupun proses komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi guru belum berjalan dengan rutin atau secara sadar dilaksanakan oleh kepala sekolah tetapi guru-guru memandang hal ini sudah cukup memotivasi kerja guru. 2. Walaupun komunikasi dipandang sebagai hal yang dapat memotivasi kerja guru. guru- guru memandang motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah menjadi suatu pendukung yang dapat memberikan keberhasilan dalam proses mengajar ataupun dalam tugas-tugas yang diberikan oleh kepala sekolah. Intensitas kehadiran guru yang tidak setiap hari di sekolah sangat terbantu dengan hadirnya kepala sekolah selama 6 hari atau dalam kata lain hadir setiap hari di saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 74 peningkatan dari proses komunikasi antara kepala sekolah dan guru guna lebih memaksimalkan lagi hasil yang diharapkan. akan tetapi hal ini bukan menjadi faktor penghambat dalam melaksanakan komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan guru.

Hal ini menjadi menarik karena pada biasanya dibanyak sekolah. . 75 jika guru mempunyai kebutuhan komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah. hal itu bisa dapat dilakukan dengan mudah. fenomena yang terjadi adalah kepala sekolah yang jarang hadir di sekolah sedangkan fenomena yang terjadi di SMK Al-Hidayah Ciputat adalah guru-guru yang tidak hadir setiap hari di sekolah sedangkan kepala sekolah hadir setiap hari.

Akan tetapi Komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi dilakukan jika ada kesempatan saja. Selanjutnya. BAB V PENUTUP A. Lebih lanjut lagi motivasi kerja guru dapat terbina karena kepala sekolah cukup sering melakukan komunikasi dengan guru karena kepala sekolah berada setiap hari di sekolah sehingga ketika guru-guru membutuhkan kepala sekolah untuk penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan dapat segera tertangani. pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru juga dapat dikatakan berjalan dengan baik. 76 . hal ini terlihat melalui proses komunikasi kepala sekolah yang dapat dikatakan cukup lancar dilakukan saat di sekolah. kepala sekolah juga tegas dalam berkomunikasi akan tetapi tidak terkesan memaksa dalam menyampaikan sebuah hal atau informasi yang harus dilakukan oleh guru-guru. Simpulan Berdasarkan uraian dan hasil penelitian yang sudah di paparkan pada bab-bab sebelumnya. ditambah lagi dengan karakter komunikasi kepala sekolah yang terbuka dan humoris yang membuat guru menjadi tidak canggung dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah. 2. maka dapat disimpulkan bahwa Implementasi komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di SMK Al-Hidayah Ciputat adalah sebagai berikut : 1. Walaupun ada sebuah gap senioritas di dalamnnya. Pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah sudah berjalan dengan baik. Hal ini didapatkan melalui pernyataan guru yang menyebutkan komunikasi interpersonal kepala sekolah dapat memotivasi guru-guru di SMK Al-Hidayah Ciputat.

Kepada guru-guru. kepala sekolah diharapkan tidak hanya menunggu kesempatan berkomunikasi secara tidak sengaja akan tetapi mencoba lebih dahulu menanyakan tentang kabar atau hal-hal yang yang ingin disampaikan oleh guru. maka peneliti bermaksud memberikan dan menyampaikan beberapa saran yang diharapkan dapat dijadikan perbaikan untuk selanjutnya. Saran-saran Berdasarkan uraian dan paparan dari kesimpulan di atas. Kepada kepala sekolah. khususnya dalam implementasi komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam membina motivasi kerja guru di SMK Al-Hidayah Ciputat sebagai berikut : 1. Ketika guru mempunyai permasalahan diharapkan tidak sungkan untuk mengatakan kepada kepala sekolah dan tidak hanya menunggu untuk ditanya terlebih dahulu. lebih dapat aktif lagi berkomunikasi dengan kepala sekolah dalam memberikan atau meminta saran yang dapat memunculkan motivasi kerja guru sehingga motivasi yang dimiliki dapat senantiasa terjaga yang nantinya akan bermuara pada peningkatan kinerja dan peningkatan mutu pengajaran di sekolah. 77 B. selanjutnya 2. agar lebih meningkatkan kepekaan komunikasi di dalam sekolah dan juga dapat meningkatkan kompetensi dan pelaksanaan komunikasi interpersonal secara lebih aktif lagi. lebih lanjut lagi dapat membuat pola komunikasi interpersonal secara sadar dan lebih terencana guna dapat membina motivasi kerja guru. .

Vol. 2007.P. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cet ke-9. Jakarta: PT.M Yunus Abu Bakar. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Memanajemeni Atasan. Profesi Keguruan. No. E. Mulyasa. Hendriani & Nulhaqim. Hardjana. Mudlofir. Pemberdayaan dan Partisipasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. Strategi. Arni. Hathway. 2003. Jakarta : Bumi Aksara. Sukses Memotivasi Jurus Jitu Meningkatkan Motivasi. Onong Uchjana. Organisasi dan Motivasi. Jakarta : PPM. Bumi Aksara. Vol 10. 2004. Jurnal Administrasi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala. Pengaruh Pembinaan. Cet ke 7. Njonja Meneer Semarang). Hasibuan. 2011. 2008. Pengaruh Pelatihan dan Pembinaan Dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Mitra Binaan. Pelatihan dan Pengembangan. Gramedia Pustaka Utama. 10. 2. 2003. Agus M. 78 . Syarifan Nurfan. Ali. . Patti dan Schubert. 2008. Djailani dan Khairudin. November 2015. Harep. Remaja Rosdakarya. 2013. Jurnal kependudukan Padjadjaran. Cet ke-3. Kambey. Susan D. 2. ”Komunikasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada SMA Negeri Geumpang Kabupaten Pidie”. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai. H. Ricahard. Volume 3. . Grasindo. 2005. Fendy Levy dan Suharmono. Surabaya: AprintA. Cet ke 2. 2010. Pendidik Profesional: Konsep. Hendri. Ishak dan Tanjung. Fatimah. No. Jakarta: Rajawali Pers. Evi Fatimur dkk. Komunikasi Organisasi.2005. 2012. No. Effendy. Jakarta: PT. Bandung: PT. Ilmu Komunikasi. 2009. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Jakarta: PT. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. PT. DAFTAR PUSTAKA Denny. Muhammad.4. Yogyakarta: Kanisius. Manajemen Motivasi. Malayu S. 2003.

Poppy. Jakarta : PT. Shaleh¸ Abdul Rahman dan Wahab. 2007. Cet ke-1. Cet ke. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Efektifitas Sistem Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Terhadap Tujuan Pemdinanaan. Perilaku Dalam Organisasi. Manajemen Sekolah. Rohiat. Jakarta: PT. Serat Acitya. Guru Profesional & Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Pers. Juliansyah. Metodologi Penelitian: Skripsi. 2007. Wibowo. Tesis. Raja Grafindo. Cet ke-2. Wulandari. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Jakarta: Prenadamedia Group. 2008. Manajemen Kinerja. Cet ke-4. Cet ke-1. Wahyudi. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi Pembelajar (Learning Organization). 2014. Jakarta: Perdana Media. Disertasi. Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan: Paradigma Positivistik dan Berbasis Pemecahan Masalah. Jakarta: Rajawali Pers . Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang. 2014. 2015. Bandung: Alfabeta. Manajemen Pendidikan: Teori. Cet ke-1. 2002. Jejen. 2004. Cet ke-1. 2011. Kualitatif dan R & D. 2011. Nurdin. Umar. Jakarta : Prenada Medi Group. Husein. . Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Rajawali Pers. 79 Musfah. Sugiyono.1.1. Bandung: Alfabeta. Cet ke. 2011. Sri. Refika Aditama. Muhbib Abdul. Ruliana. Roudhonah. Jakarta: Rajawali Pers. 2007. Wibowo. 2009. Syafrudin. Jakarta: Jakarta Pers. Wahjosumidjo. Kebijakan. 2008. Noor. Cet ke-13. Komunikasi Organisasi. Raja Grafindo Persada. dan Karya Ilmiah. dan Praktik.

Interkasi sosial kepala sekolah dengan guru b. a. a. Bentuk-bentuk kegiatan c. Intensitas komunikasi interpersonal kapala sekolah g. Pendekatan pembinaan yang Motivasi Kerja Pembinaan diberikan Guru motivasi d. Bentuk-betuk kegiatan komunikasi kepala sekolah c. Tempat pembinaan f. Komunikasi interpersonal kepala sekolah b. Tempat terjadinya komunikasi Sekolah Interpersonal f. Waktu pembinaan e. Waktu terjadinya komunikasi Interpersonal komunikasi interpersonal Kepala interpersonal e. Pendekatan kepala sekolah dalam berkomunikasi Komunikasi Pelaksanaan d. 80 Lampiran 1 PEDOMAN OBSERVASI No Variabel Dimensi Subdimensi 1. Komunikasi dalam rangka pembinaan motivasi . Hambatan kepala sekolah dalam berkomunikasi 2.

Tegas dan berwibawa Sekolah g. Keterbukaan b. Memberikan solusi 2. Sikap positif yang mendukung c. komunikasi Kepala interpersonal f. Pengarahan . Diikutsertakan f. Sikap dan perilaku Pelaksanaan Interpersonal e. Media komunikasi a. Intensitas komunikasi h. Reward b. 81 Lampiran 2 PEDOMAN WAWANCARA No Variabel Dimensi Indikator a. Empati Komunikasi d. Menyelesaikan masalah Moivasi Kerja Pembinaan c. Guru motivasi d. Menyapa e. Sisi humoris kepala sekolah 1.

82

Lampiran 3

Hasil Wawancara Kepala Sekolah

Nama : Yuli Sudarwanto. S.Pd.I

Tanggal/Waktu : 19 September 2016/15.12

Tempat : Ruang Kepala Sekolah

1. Apa saja yang menjadi tugas Bapak dalam menjalankan peran sebagai kepala
sekolah di SMK AL-HIDAYAH CIPUTAT ?.
Jawaban :
Sesuai undang-undang kepala sekolah adalah guru yang diperbantukan atau
ditambahkan tugasnya menjadi kepala sekolah, yang jelas yang pertama tugas
kepala sekolah mengordinir, mengkordinasi dan bertanggung jawab secara
keseluruhan dari A sampai Z termasuk membawahi wakil kepala sekolah
bidang kesiswaan dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan nanti
mereka berdua akan membawahi ada lagi bagian yang dibawahnya. Dan
bertanggung jawab atas kegiatan belajar mengajar.
2. Apakah ada tugas lain selain yang Bapak sebutkan sebelumnya ?. jika ada,
bentuk tugas seperti apa ?.
Jawaban :
Kalau tugas tambahan, saya sebagai kepala sekolah jika ada undangan dari
Dinas ya menghadiri undangan tersebut. Selain itu menghadiri rapat-rapat
dari Dinas dan dari gugus.
3. Sebagai kepala sekolah, apakah berkomunikasi dengan guru adalah salah satu
tugas penting dalam menjalankan peran Bapak ?. Jika iya, apa alasan Bapak
?.
Jawaban :
Yang jelas iya, karna nanti dalam kegiatannya supervisi saya harus tau guru
ini bagaimana dan mereka mengajar seperti apa. Jadi komunikasi dengan guru
merupakan sebuah kewajiban saya rasa. Komunikasi yang dilakukan lebih
mengarah kepada kegiatan supervisi.

83

4. Seberapa penting berkomunikasi dengan guru ?.
Jawaan :
Sangat penting, karena saya jadi tau apasih kekurangan dan kelebihan saya
dan sekolah. Terutama di hal itu lah, terkadang mereka tidak mau lapor.
Terlebih lagi siswa tidak mau menceritakan langsung kepada kepala sekolah
atau wakil kepala sekolah, mereka lebih dekat dengan guru terkait kebutuhan
yang mereka rasakan di sekolah, atau permasalahan yang muncul di sekolah.
Terkadang hal ini sulit untuk diketahui, maka dari itu komunikasi dengan
guru salah satunya adalah untuk mengetahui kebutuhan atau permasalahan
yang muncul di sekolah yang tidak dapat langsung di jangkau oleh kepala
sekolah.
5. Apa yang Bapak ketahui mengenai komunikasi ?.
Jawaban :
komunikasi interpersonal adalah komunikasi secara individu kepada individu
lainnya, dari hal itu kita akan lebih mengetahui hal-hal yang ingin diketahui
secara mendalam. Sedangkan komunikasi secara umum adalah
berkomunikasi secara global tidak hanya antara individu dan individu tetapi
juga kepada kelompok.
6. Apakah Bapak pernah mengikuti sebuah pelatihan mengenai komunikasi ?.
Jika iya, bentuk pelatihan seperti apa ?. Lembaga apa yang mengadakan
pelatihan ?. Feed back apa yang Bapak rasakan ?.
Jawaban :
Saya pernah mengikuti pelatihan manajerial kompetensi kepala sekolah untuk
supervisi, yang mengadakan Dinas Pendidikan kota Tangsel dan saya banyak
merasakan manfaat. Selain itu, saya menjadi tau bagaimana mensupervisi
guru. Di dalam pelatihan itu ada mengenai bagaimana cara berkomunikasi
dengan baik kepada guru.
7. Apakah komunikasi secara umum dengan komunikasi interpersonal
mempunyai perbedaan ?. Jika iya/tidak, apa argumentasi Bapak ?.
Jawaban :

84

Ada perbedaan, kalau komunikasi interpersonal adalah komunikasi secara
individu kepada individu lainnya, dari hal itu kita akan lebih mengetahui hal-
hal yang ingin diketahui secara mendalam. Sedangkan komunikasi secara
umum adalah berkomunikasi secara global tidak hanya antara individu dan
individu tetapi juga kepada kelompok.

8. Bagaimanakah pandangan Bapak terhadap komunikasi interpersonal ?.
Jawaban :
Kalau pandangan saya terkait komunikasi interpersonal ini jadi kalau orang
per orang saya bisa berkomunikasi dengan mereka secara langsung. Banyak
kelebihan dan manfaat yang banyak, jadi saya tahu lebih banyak dibanding
secara umum, saya bisa tahu hal yang lebih mendalam terhadap orang yang
berkomunikasi dengan saya. Saya juga bisa lebih mengetahui apa yang
menjadi kekurangan dan kelebihan saya, karena guru bisa langsung
menyampaikan hal yang ingin disampaikan langsung kepada saya. Secara
tidak langsung saya merasakan feed back dari komunikasi yang saya lakukan.
9. Apakah komunikasi interpersonal menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dalam peran Bapak sebagai kepala sekolah ?. Jika iya/tidak, apa alasan Bapak
?.
Jawaban :
komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Terutama untuk
penanganan-penanganan masalah atau hal-hal yang menjadi kekurangan
sekolah karena banyak masukan yang diterima.
10. Dalam melakukan komunikasi interpersonal dengan guru, apakah Bapak
melakukannya dengan sadar dan terencana ?. Jika iya/tidak, apa alasan Bapak
?.
Jawaban :
Yang jelas secara sadar, tetapi ada yang terencana dan ada yang tidak
terencana. Kalau yang terencana seperti kegiatan supervisi, akan tetapi dari
pihak guru saya tidak beritahu. Sedangkan yang tidak terencana, ketika saat
waktu istirahat jika ada guru yang sedang tidak mengajar dan saya juga

setelah itu keputusan akhir ada di pihak yayasan. Jawaban : . 14. motivasi guru dan yang lainnya. Karena pada dasarnya harus ada tujuan dari komunikasi interpersonal yang terjadi. tujuan seperti apa yang diharapkan ?. Akan tetapi banyak tujuannya. terkadang saya mendapat masukan dari siswa. karena memotivasi dapat mengetahui kebutuhan guru sehigga akan terciptanya perubahan terhdapap motivasi kerja guru. Apa saja yang menjadi harapan guru. Jika ada kesempatan akan saya lakukan untuk berkomunikasi dengan guru. kaerena buat apa hanya mengobrol saja tanpa ada tujuan. 12. Jawaban : Tentunya ada. Bagaimanakah strategi Bapak dalam melekasanakan komunikasi interpersonal dengan guru ?. Apakah Bapak tipe orang yang terbuka atau tertutup dalam berkomuikasi dengan guru ?. apa argumentasi Bapak ?. Jawaban : Strateginya kalau yang terencana memang saya melihat kondisinya dan situasi. jadi secara tidak langsung saya mendapatkan informasi melalui guru terhadap kebutuhan siswa di sekolah walaupun ketika berkomunikasi dengan guru senior terkadang saya tidak mau melangkahi senioritas guru tersebut. selanjutnya saya akan menyampaikannya kepada pihak yayasan. karena dengan itu kita tau apa saja yang dibutuhkan termsuk pengembangan sekolah. 85 sedang tidak mengajar saya akan mencoba untuk mengobrol atau berkomunikasi denga guru tersebut selayaknya dengan teman. 13. Apakah komunikasi interpersonal yang Bapak lakukan dapat membina motivasi kerja guru ?. Jawaban : Ya ada. sedangkan yang tidak terencana saya melihat kesempatan yang ada. Jika ada. 11. Jika iya. Apakah Bapak mempunyai tujuan terhadap komunikasi interpersonal yang Bapak lakukan dengan guru ?. dari hal itu sharing lebih sering saya lakukan mengenai bagaimana metode atau cara yang tepat.

apa alasan Bapak ?. banyak bercanda. Apakah dalam berkomunikasi dengan guru Bapak menggunakan bahasa formal. jadi ada waktu-waktu tertentu. Apabila ada yang ingin mengkritik silahkan. Ada juga yang mengatakan saya galak tetapi juga humoris. nonverbal. Jawaban : secara pendekatan secara face to face kepada guru-guru dan biasanya ketika berkomunikasi saya lebih sering di awal pembicaraan membicarakan hal yang di luar topik lalu setelah itu baru masuk kepada inti pembicaraan. 18. pendekatan apa yang Bapak lakukan dalam berkomunikasi dengan guru ?. biasanya saya lebih banyak memancing guru untuk mengatakan hal yang ingin disampaikan lalu setelah guru tersebut menyampaikan hal yang ingin disampaikan. atau keduanya ?. saya tidak mendominasi percakapan. sedangkan jika tidak terencana saya lebih banyak menggnakan bahasa yang informal. Apakah dalam berkomunikasi dengan guru Bapak termasuk orang yang humoris ?. 17. Jawaban : Banyak guru-guru yang mengatakan saya orang yang humoris. Dalam kata lain saya hanya memulai untuk membuka pembicaraan lalu setelah itu saya membiarkan guru tersebut yang berbicara lalu saya mendengarkan. atau keduanya ?. 16. Jika iya. 86 Yang jelas saya adalah tipe orang yang terbuka. Jika iya/tidak. Apakah dalam berkomunkasi dengan guru Bapak menggunakan bahasa verbal. jika ada hal yang ingin disampaikan silahkan. 15. Jawaban : Tidak. 19. Apakah dalam melasanakan komunikasi interpersonal Bapak selalu mendominasi percakapan ?. saya akan lebih banyak mendengarkan. Jika terencana saya lebih banyak menggunakan bahasa yang formal. saya akan dengan terbuka menerimanya. informal. apa alasan Bapak ?. Jawaban : Saya menggunakan bahasa formal dan informal ketika berkomunikasi. .

Berapa hari kah dalam satu minggu Bapak hadir di sekolah ?. Sama hal nya ketika di luar sekolah. Seberapa seringkah Bapak berkomunikasi dengan guru ?. apa alasan Bapak ?. kalau saya membutuhkan komunikasi secara verbal saya akan menggunakannya sedangkan kalau tidak membutuhkan saya tidak menggunakannya. ketika guru datang ke sekolah saya selalu menanyakan kabar kepada guru. itu salah satu hal yang saya jaga. Bagaimanakah intonasi Bapak saat berkomunkasi dengan guru ?. 20. Jawaban : . Apakah Bapak selalu menanyakan perkembangan siswa kepada guru ?. Jawaban : Ya. Hal-hal apakah yang Bapak hindari dalam berkomunikasi ?. 22. 25. Jika menggunakan non verbal saya akan diam. Jawaban : Setiap hari saya berkomunikasi dengan guru. 23. 24. Akan tetapi saya tidak terlalu memperhatikan komunikasi antara verbal atau non verbal. Jawaban : Full 6 hari kerja saya berada disekolah. Jawaban : Yang saya hindari saat berkomunikasi adalah menyinggung perasaan orang lain. Jawaban : Biasa saja. dalam satu hari saya di sekolah saya pasti berkomunikasi dengan guru. Jika iya/tidak. Jadi jangan sampai kata-kata yang saya ucapkan dapat menyakiti orang lain. 87 Jawaban : Saya biasanya menggunakan keduanya. Apakah Bapak selalu menanyakan kabar guru di dalam ataupun di luar sekolah ?. diam saya gunakan ketika untuk menunjukan kemarahan yang saya rasakan. 21. akan tetapi kalau saya sudah kecewa saya akan lebih memilih diam.

Secara tidak langsung saya lakukan. Jika iya/tidak. Jawaban : Ya. Jawaban : keputusan-keputusan yang harus diputuskan harus di lakukan secara tatap muka. Hanya sauatu waktu saja saya menanyakannya. bentuk motivasi seperti apa yang Bapak berikan ?. Apakah Bapak melaksanakan komunikasi interpersonal dengan guru hanya saat di sekolah ?. 29. akan tetapi kepada guru yang bukan wali kelas saya jarang melakukannya. 88 Untuk kepada wali kelas saya selalu menanyakan kabar siswa. saya dan guru mempunyai grup whatsapp untuk berkomunikasi. akan tetapi pada akhir tahun saya akan memberikan reward kepada guru yang mempunyai kinerja yang baik. 27. akan tetapi pada akhir tahun saya akan memberikan reward kepada guru yang mempunyai kinerja yang baik. Jawaban : Ya. Jika iya. Apakah Bapak selalu memotivasi guru ?. Melalui media hanya menyampaikan point-point pembicaraannya saja. saya selalu memberikan motivasi karena kita mempunyai visi dan misi atau tujuan yang harus dicapai oleh guru. apa alasan Bapak ?. Akan tetapi jika ingin berkomunikasi inerpersonal saya akan menghubungi ke guru yang bersangkutan. Jawaban : Ya. 30. Apakah efektif berkomunikasi melalu media lain selain secara tatap muka ?. hanya disekolah saja. Selain berkomunikasi secara tatap muka. Jawaban : Ya. apakah Bapak menggunakan media lain untuk berkomunikasi dengan guru ?. . 26. Secara tidak langsung saya lakukan. saya selalu memberikan motivasi karena kita mempunyai visi dan misi atau tujuan yang harus dicapai oleh guru. Apakah Bapak selalu memantau kinerja guru ?. media apa yang Bapak gunakan ?. jika iya. 28.

Jawaban : Dengan wali kelas saya mengadakan rapat satu bulan sekali. Apakah ada peningkatan di sekolah melalui komunikasi interpersonal yang Bapak lakukan ?. 33. Jawaban : Secara tidak langsung dapat membina motivasi kerja guru. Apakah komunikasi interpersonal yang Bapak lakukan dapat membina motivasi kerja guru ?. 35. jika iya. bentuk hambatan seperti apa ?. Apakah dalam berkomunikasi dengan guru Bapak dapat langsung merasakan umpan balik dari komunikasi yang di lakukan dengan guru ?. tetapi tetap ada manfaatnya. Akan tetapi jika melalui media lain agak sulit untuk mengambil keputusan. 32. secara tatap muka saya dapat merasakan langsun manfaatnya. terutama untuk saya berkomunikasi kepada guru yang wanita agak lebih sulit karena perbedaan gender dengan saya. Saya akan merasa lebih tahu kendala yang dihadapi karena guru berkomunikasi secara langsung dengan saya. 34. Jawaban : Ya. bentuk peningkatan apa yang terjadi ?. seagai contoh jika ada permasalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan cepat. 89 31. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan guru ?. Berapakali kah dalam satu minggu Bapak mengadakan rapat dengan guru ?. saya dapat merasakan umpan balik dari komunikasi yang di lakukan. Jawaban : Hambatan memang ada. Jika iya. apakah ada manfaat yang Bapak rasakan ?. Jawaban : Ya. Dalam kata lain peningkatan lebih terjadi kepada prestasi siswa. 36. tetapi pada guru-guru tertentu yang sedang menyiapkan kegiatan siswa dalam hal perlombaan dan hal-hal khusus. Dalam melakukan komunikasi secara tatap muka dan melalui media lain. Jawaban : Peningkatan memang ada. terkadang .

...... saya sering mendiskusikan dengan wakil kepala sekolah......) Narasumber Pewawancara .. Oktober 2016 (......... Apakah hambatan dalam berkomunikasi muncul dari pihak Bapak.. Jawaban : Saya pribadi lebih merasakan muncul dari pihak guru... karena kebetulan secara gender sama-sama wanita... Jawaban : Jika ada hambatan sekali lagi saya mengahapi nya secara santai. 39.. 38....... Bagaimana cara Bapak dalam mengatasi hambatan yang muncul ?.. Sebagai contoh jika saya kesulitan untuk berkomunikasi dengan guru yang wanita saya menyerahkan kepada wakil kepala sekolah........ Sedangkan kepada guru-guru yang laki-laki tidak ada hambatan yang berarti.. Ciputat..) (.............. guru.... akan tetapi tetap mengikuti prosedur yang telah di tetapkan........ 90 ketika guru-guru wanita diberikan motivasi lebih menganggapi secara perasaan atau dalam kata lain lebih sensitif.. atau keduanya ?.... Jawaban : Saya merespon hambatan yang muncul dengan santai saja. Bagaimana respon Bapak terhadap hambatan yang muncul ?......... 37........

Jawaban : Ya dalam bekerja tentunya membutuhkan motivasi. Jawaban : Pimpinan sekolah dan teman-teman. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ?. Karena ketika mempunyai motivasi dalam bekerja kita akan mempunyai tambahan energi. 2. 5. salah sau ciri pemimpin yang baik harus bisa memberikan motivasinya . jika iya. Jika iya. Yasmin Tanggal/Waktu : 20 September 2016/14. Jadi ketika kita tidk bersemangat atau loyo dengan adanya motivasi kita akan lebih bersemangat lagi. dari dalam diri saya berkeinginan unuk memajukan SMK Al-Hidayah sedangkan dari luar saya ingin ada suport dar luar yang mendukung SMK Al-Hidayah ini secara material khususnya dari wali murid. karena buat saya motivasi itu sangat penting. 91 Lampiran 4 Hasil Wawancara Guru Nama : Drs. Jawaban : Sebagai seorang leader kepala sekolah harus bisa menjadi pemimpin yang baik. apa alasan Ibu/Bapak ?. 4. apa alasan Ibu/Bapak ?. Jawaban : Ada dalam keduanya. Di dalam lingkungan sekolah. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri ?. Karena motivasi memberikan dorongan untuk semangat bekerja. 3.54 Tempat : Ruang Guru 1. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ?. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Ya. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ?.

13. Jawaban : 10. 92 kepada bawahan. Jawaban : Yang dapat mempengaruhi motivasi saya yaitu saya ingin mengembangkan yayasan ini. Menurut saya itu sangat penting. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. 12. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ?. Bawahan itu peru motivasi dari pimpinan. Jawaban : Ya saya kira dapat mempengaruhi. apa alasan Ibu/Bapak ?. karena apa yang menjadi target dari pimpinan harus diterjemahkan oleh bawahan. seperti yang saya katakan di awal motivasi itu dapat mendorong seseorang untuk beerja lebih optimal lagi. Jika iya. . 7. Sangat jelas dapat mempengaruhi. Kepala sekolah tidak hanya dibelakang meja tapi juga harus terjun kelapangan melihat dan memberikan motivasi. Sedangkan yang datang dari luar. Motivasi yang paling nyata saya rasakan adalah pemberian reward yang diberikan setiap akhir tahun untuk guru yang mempunyai kinerja yang baik. itu yang muncul dari dalam diri. Jika iya. 9. jika iya. Oleh karena itu bawahan membutuhkan motivasi dari pimpinan. 6. karena semakin baik komunikasi antara kepala sekolah dengan guru akan semakin harmonis bekerja di dalam lingkungan sekolah dengan lancarnya komunikasi sehingga berbagai hambatan bisa diatasi. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. Jika iya. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ?. apa alasan Ibu/Bapak ?. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ?. Jawaban : adanya reward dan punishment. Jawaban : 8. bentuk motivasi seperti apa ?. yaitu adanya reward dan punishment. 11.

Karena dengan motivasi yang kuat saya akan menghindari hal-hal yang bersifat tidak disiplin sebagai contoh keterlambatan waktu masuk kelas. 18. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ?. 15. Jawaban : Ya. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ?. jadi khusus dengan saya karena kepala sekolah saat ini menganggap saya senior jadi jangankan untuk memotivasi ketika beromunikasi dengan saya saja sangat hati-hati. motivasi dapat meningkatkan kinerja saya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ?. dan intinya menjadi guru yang baik. Jawaban : Ya. Jika iya. Pada intinya ada peningkatan secara kedisiplinan. Jawaban : Ada manfaatnya dan saya rasakan cukup besar. 93 14. menghindari meninggalkan kelas saat mengajar. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ?. Karena kepala sekolah selalu berusaha mendekatkan diri kepada guru-guru. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ?. Apakah kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ?. 16. Jawaban : Ya. Jawaban : Tidak selalu. Jawaban : Kalau saya lihat kepala sekolah sudah menunjukan diri sebagai komunikator yang baik. 17. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ?. 19. .

akan tetapi ketika dalam keadaan non formal atau dalam keadaan sehari-hari saya kira tidak. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ?. Jawaban : Ya kepala sekolah cukup humoris. 24. 25. Karena kepala sekolah menganggap saya senior maka dari itu kepala seolah sangat berhati-hati untuk berkomunikasi dengan saya. Jawaban : Saya kira bisa iya dan bisa tidak. 21. 23. 94 20. Jawaban : Ya. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat megubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ?. . Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ?. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ?. 26. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ?. terkadang iya dan terkadang tidak. Kalau itu yang sifatnya formal dalam bentuk kelembagaan saya katakan iya. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ?. Jawaban : Tidak. Jawaban : Tidak selalu. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan dan terkesan menyerang ?. Jawaban : Tidak. 22.

apa alasan Ibu/Bapak ?. Jawaban : Selama ini tidak ada hambatan. Jawaban : Ada. Jawaban : Ya. komunikasi lewat whatsapp. 32. 28. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ?. 27. seama ini lancar ketika berkomunikasi karena apa yang kepala sekolah sampaikan dapat saya pahami hingga saat ini. Tapi hanya sekedar informasi. karena jika ada kendala di sekolah saya lebih sering sampaikan kepada wakil kepala sekolah. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ?. Jawaban : Selama ini tidak ada hambatan. 29. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ?. bentuk hambatan seperti apa ?. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ?. . 31. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : Sejauh ini dapat diterima dengan baik. jadi dalam kata lain gestur yang ditunujukan kepala sekolah santai dan fleksible. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ?. Jika iya/tidak. Jawaban : Tidak menjadi satu hal yang signifikan. jika iya. 95 Jawaban : Kepala sekolah cukup humoris. 30. karena jika ada kendala di sekolah saya lebih sering sampaikan kepada wakil kepala sekolah.

Jawaban : Selama ini kesan secara khusus belum ada. Jawaban : Bahwa kepala sekolah telah memiliki kemampuan dan penerapan komunikasi. 38. bentuk peraikan seperti apa yang di harapkan ?. 37. hanya secara temporer saja ketika rapat. memberikan masukan dan saran dan hal itu juga dapat membantu menyelesaikan masalah. 36. Kalau itu bisa diwujudkan akan bermuara kepada peningkatan disiplin dan nanti akan meningkatkan motivasi kerja guru. 96 33. Akan tetapi ketika sehari-hari belum ada saya kira. Agar guru bisa curhat. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ?. Harus ada komunikasi yang sifatnya non formal dan harus dilakukan secara terencana. 34. Karena keterbatasan waktu kepala sekolah terkadang kurang memberikan ruang untuk guru berkomunikasi dengan intens dengan kepala sekolah. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ?. Jawaban : Saya memandang perlu ada penambahan dan perbaikan komunikasi. namun diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan penerapan. Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ?. sehingga rasa loyalitas dan rasa memiliki guru terhadap sekolah ini akan meningkat. jika iya. walaupun saya memandang belum cukup maksimal. Sudah cukup baik. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ?. yaitu secara ruang dan waktu yang berkala. . Jawaban : 35.

... 97 Ciputat........................................) (........ Oktober 2016 (...) Narasumber Pewawancara ..................................

dalam artian saat-saat tertentu saja. Jika iya. tetapi lebih banyak yang berasal dari dalam diri. Karena menurut saya motivasi dalam bekerja adalaha hal yang sangat penting. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ?. 98 Lampiran 5 Hasil Wawancara Guru Nama : Arsih. terkadang ada waktu dimana sayang urang motivasi. Contohnya seperti menanyakan kabar dan memberikan nasihat-nasihat terkait pengajaran. Jawaban: Tidak menentu.Pd Tanggal/Waktu : 19 September 2016/15. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ?. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ?. S. 2. 3. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ?. . sangat membutuhkan. Di dalam lingkungan sekolah. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ?. seperi teman-teman. 6. Jika iya. jika iya. Jawaban: Banyak ya. apa alasan Ibu/Bapak ?. 4. Jawaban: Muncul dari dua sisi. Jawaban: Ya. Karena sebagai guru saya membuutuhkan pengarahan dari kepala sekolah. sudah pasti saya membutuhkan motivasi dalam bekerja. Jawaban: Tidak selalu. 5. Jawaban: Iya. apa alasan Ibu/Bapak ?. termasuk motivasi. siswa dan juga pimpinan. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ?.12 Tempat : Ruang guru 1. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri ?.

Jawaban: Banyak hal. Jawaban: Ya sangat mempengaruhi. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ?. 15. Apakah kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ?. apa alasan Ibu/Bapak ?. 9. Jawaban: Terkadang hal itu muncul ya. cukup lembut atau sopan. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ?. . prestasi siswa dan lain-lain. 8. jika iya. Jawaban : Ya. Jika iya. bentuk motivasi seperti apa ?. Karena motivasi sebagai semangat dalam bekerja. seperti penghasilan. 99 7. apa alasan Ibu/Bapak ?. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ?. Jawaban: Saya rasa kepala sekolah sudah menunjukan kemampuannya sebagai komunikator yang baik. 13. ada manfaatnya. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. sebagai contoh kepala sekolah selalu berkomunikasi dengan saya terkait perkembangan siswa. seperti lebih semangat dalam bekerja. Jawaban: Ya. 12. banyak hal seperti reward 10. Jawaban: Ya. Hal-hal semacam itu sangat saya butuhkan 11. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ?. Jika iya. 14. Jawaban: Ya. Jawaban : motivasi dari kepala sekolah cukup saya butuhkan. Jika iya. Hal ini menjadi sebuah semangat atau motivasi untuk lebih maksimal lagi dalam mengajar dan mendidik siswa. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ?. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ?.

Jawaban: Saya kira harus bisa membantu masalah yang muncul. 22. Jawaban: Ya. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan dan terkesan menyerang ?. Karena kita juga ada grup whatsapp . 100 16. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ?. 18. 23. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat megubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ?. Jawaban: Ya. Jawaban: Ya bisa. 19. 17. Jawaban: Santai sepertinya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ?. saya menggunkan sms atau whatsapp. Jawaban: Tidak selalu. Jawaban: Tidak 21. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ?. tapi empati dari kepala sekolah sudah tentu harus ada. kepala sekolah cukup homuris. karena dengan ada nya teguran atau nasihat-nasihat dari kepala sekolah dapat membuat saya lebih disiplin lagi dalam bekerja. kepala sekolah tegas tapi tidak memaksa saya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ?. 24. biasanya kalau tidak bisa bertemu dengan kepala sekolah. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ?. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ?. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ?. Jawaban: Tidak ya sepertinya 20. Jawaban: Benar.

Jawaban: Sejauh ini kesannya cukup baik. jika iya. Jika iya/tidak. 26. Jawaban: Sudah cukup baik ya. Jawaban: Ya karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. 31. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ?. bentuk hambatan seperti apa ?. kalapun harus ada perbaikan rasanya tidak terlalu hal yang sangat mendasar dari komunikasi yang di lakukan kepala sekolah. 30. Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ?. dapat saya rasakan dengan baik. 28. Hanya mungkin hal-hal yng kecil saja seperti lebih sering saja. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ?. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ?. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ?. karena komunikasi yang dilakukan kepala sekolah juga cukup baik. bentuk peraikan seperti apa yang di harapkan ?. 27. 29. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ?. jika iya. apa alasan Ibu/Bapak ?. Jawaban: Saya kira perbaikan yang besar tidak ada. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ?. Jawaban: Saya kira sudah dapat membina motivasi saya. Jawaban: Ya. Jawaban: Hambatan sejauh ini saya kira tidak ada hambatan yang berarti. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ?. 101 25. Jawaban: Ya lumayan cukup sering walaupun saya tidak dapat hadir setiap hari. 32. .

............................ 102 33.... Ciputat............. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ?..... Jawaban: Saya kira jika kepala sekolah dapat meningkatkan dan mempertahankan pelaksanaan dan kemampuannya hal itu dapat menjadi hal yang postitif untuk kepala sekolah............ Oktober 2016 (........................) Narasumber Pewawancara ....) (.

Di dalam lingkungan sekolah.53 Tempat : Ruang Guru 1. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban: Dalam lingkungan sekolah yang sering memberikan motivasi biasanya rekan kerja atau dengan guru-guru yang lain. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban: Tidak selamanya termotivasi tergantung pada kondisi dan situasi yang dirasakan dalam bekerja. apa alasan Ibu/Bapak ? . atau rekan kerja yang selalu memberikan semangat bekerja. 103 Lampiran 6 Hasil Wawancara Guru Nama : Nawang Wulan. 4.Pd Tanggal/Waktu : 26 September 2016/14. 3. 5. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Menurut saya tentu ya dalam bekerja membutuhkan motivasi agar motivasi tersebut dapat mendapatkan dukungan bahwa keberadaan saya sangat dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban: Motivasi yang sering didapatkan berasal dari luar diri saya. S. 2. misalkan motivasi dari murid. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya.

Kepala sekolah memberikan tanggung jawab yang lebih kepada saya dalam melakukan kegiatan pengajaran agar memberikan hasil yang terbaik yang diberikan. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Peran motivasi sangat mempengaruhi dalam bekerja. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban: Sangat merasakan manfaat dari motivasi dalam bekerja di sekolah. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. . 11. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban: Kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada saya dan guru- guru yang lain. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban: Ya saya kira bisa 10. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban: Minat siswa dalam melakukan pembelajaran dan fasilitas. 6. 9. 7. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sangat mempengaruhi motivasi kerja saya. 8. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. agar dalam melakukan kegiatan mengajar dapat memberikan pengaruh yang besar untuk siswa. 104 Jawaban: Sangat membutuhkan motivasi dari kepala sekolah. Dari hal itu saya dapat memahami bahwa keberadaan saya dibutuhkan dalam bekerja.

Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban: Santai saja sepertinya 15. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban: Motivasi sangat berpengaruh dalam peningkatan kinerja. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban: Secara tidak langsung kepala sekolah selalu menunjukkan sikap yang tegas 19. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban: Ketika berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan kata atau bahasa yang lembut tetapi kadang bersikap bercanda juga 16. Saya tidak terlalu sering berkomunikasi dengan beliau 18. 13. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban: Iya kepala sekolah selalu menunjukkan komunikator yang baik 14. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban: Komunikasi yang dilakukan tidak terlalu cepat dan menyerang . Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban: Saya kurang tahu terlalu dalam. misalnya motivasi seperti kenaikan honor itu akan meningkatkan semangat atau kinerja di sekolah. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban: Kepala sekolah selalu menujukkan rasa empati kepada saya. 105 12. 17.

Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya komunikasi yang dilakukan dapat merubah sikap saya. 22. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban: Tidak mengambil keuntungan. 106 20. kepala sekolah selalu menunjukkan sikap yang biasa-biasa saja. jadi motivasi yang diberikan kepala sekolah dapat meningatkan saya kinerja di sekolah 26. 23. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban: Secara berkomunikasi langsung tidak sering dengan kepala sekolah. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban: Saya kira sejauh ini tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah . 24. 27. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban: Kebetulan kepala sekolah di sekolah SMK Al-Hidayah ini mempunyai sikap yang humoris. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban: Biasanya gestur yang ditunjukkan kepala sekolah itu berwibawa dan santai. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban: Media lain dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah melalui alat komunikasi seperti handphone 25. 21. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban: Salah satu fungsi dari komunikasi kepala sekolah dapat membina motivasi. Lebih sering berkomunikasi dengan wakil kepala sekolah.

................. sebagai guru ketika melakukan komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah saya kira sewajarnya saja....) (.... 33..... apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Secara profesional... 30... Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban: Cukup baik dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah.... 32...... Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya dapat diterima dengan baik........ 107 28..) Narasumber Pewawancara ...... Oktober 2016 (...... 29.... 31... Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya...... Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban: Perasaan yang dirasakan dalam penerapan komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan saya sangat senang... Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban: Komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sudah bagus........ Ciputat... bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban: Tidak ada yang harus diperbaiki dari komunikasi yang dilakukan kepala sekolah....... Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak.

. 3. 4. 108 Lampiran 7 Hasil Wawancara Guru Nama : Via Aprilian.49 Tempat : Ruang guru 1. Di dalam lingkungan sekolah. Setelah itu motivasi berasal dari dalam diri saya yaitu bagaimana keikhlasan dan kepuasan batin saya dalam mengajar anak murid di kelas. 2. yang berasal dari anak murid saya sendiri. motivasi yang diberikan dan diharapkan kepada siswa dalam mengajar di kelas. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya.Kom Tanggal/Waktu : 28 September 2016/16. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban: Dalam lingkungan sekolah yang selalu memberikan motivasi kepada saya yaitu orang di bagian bidang kurikulum ibu siti zubaidah beliau selalu memberikan motivasi karena dia seorang wanita yang hebat dan tangguh dan dia selalu memberikan yang terbaik untuk sekolah ini. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Menurut saya kalau bekerja memang harus ada motivasi. S. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban: Motivasi yang pertama dan paling utama berasal dari luar yaitu keluarga saya sendiri. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban: Dalam bekerja saya selalu dalam keadaan termotivasi.

109

5. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya, apa
alasan Ibu/Bapak ?
Jawaban:
Yang terpenting saya sangat membutuhkan support atau dukungan dari
kepala sekolah untuk menjalankan program-program yang ada di sekolah
dengan baik.
6. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika
iya, bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ?
Jawaban:
Salah satu bentuk motivasi yang dilakukan secara langsung biasanya di akhir
tahun ada semacam reward untuk guru dengan kehadiran yang maksimal.
7. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya,
apa alasan Ibu/Bapak ?
Jawaban:
Karena motivasi yang dimaksud adalah memberikan semangat kepada saya
atau guru-guru yang lain supaya bisa lebih baik lagi kedepannya.
8. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ?
Jawaban:
Motivasi yang mempengaruhi dalam bekerja saya adalah saya berharap
bagaimana menjadikan anak didik mempunyai cita-cita yang diinginkan dan
memberikan semangat kepada orangtua bahwa dalam mendidik anak di
sekolah memiliki manfaat yang sangat banyak.
9. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak
dalam bekerja ? Jika iya, bentuk motivasi seperti apa ?
Jawaban:
Bentuk motivasi dari luar biasanya berasal dari sekolah lain, misalnya sudah
menjalankan pembelajaran tersebut tetapi kita belum, sampai saat itu saya
termotivasi bagaimana caranya agar mencapai target keberhasilan anak didik
dengan sekolah lain.
10. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat
mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya, apa alasan Ibu/Bapak ?

110

Jawaban:
Menurut saya sendiri, dalam berkomunikasi interpersonal dengan kepala
sekolah tidak sampai mempengaruhi motivasi saya dalam bekerja.
11. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ?
Jawaban:
Manfaat yang dapat dirasakan oleh saya adalah selalu muncul ide-ide jika
saya termotivasi dalam bekerja.
12. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya,
bentuk peningkatan seperti apa yang Ibu/Bapak rasakan ?
Jawaban:
Bentuk peningkatan dalam kompetensi mengajar di kelas agar lebih baik lagi.
13. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang
baik ?
Jawaban:
Untuk selama ini kepala sekolah, secara tidak langsung selalu menunjukkan
komunikator sangat baik yang selalu memberikan pengarahan secara jelas dan
sesuai.
14. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai
motivator ?
Jawaban:
Kalau dikatakan kepala sekolah menjadi motivator tidak.
15. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa
yang lembut ?
Jawaban:
Bahasa komunikasi yang digunakan kepala sekolah secara santai akan tetapi
bukan berarti lembut.
16. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada
Ibu/Bapak ?
Jawaban:
Untuk permasalahan empati kepala sekolah, saya tidak pernah
memperhatikan.

111

17. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah
yang muncul di sekolah ?
Jawaban:
Secara langsung komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu
setiap permasalahan yang berada di lingkungan sekolah.
18. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya
tetapi tidak terkesan memaksa ?
Jawaban:
Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah, tidak pernah
memaksa kepada saya maupun pihak yang lain.
19. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat
dan terkesan menyerang ?
Jawaban:
Komunikasi kepala sekolah tidak terlalu cepat dan menyerang.
20. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak
tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari
kepala sekolah ?
Jawaban:
Secara tidak langsung kepala sekolah tidak menunjukkan keputusannya
secara tidak tegas.
21. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap
dan perilaku Ibu/Bapak ?
Jawaban:
Bentuk perubahan sikap dan perilaku saya adalah peningkatan tanggung
jawab siswa kepada siswa saya yang ada di sekolah
22. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan
suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ?
Jawaban:
Iya kepala sekolah selalu menghibur.
23. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ?
Jawaban:

jika memang beliau tersedia waktu. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban: sejauh ini kepala sekolah belum pernah melakukan komunikasi interpersonal dalam kaitannya membina motivasi dan kinerja saya. 26. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. 25. 27. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban: Tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah. 24. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban: Secara komunikasi dalam bekerja harus dilakukan. hal ini untuk peningkatan sekolah khususnya peningkatan untuk anak murid. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Ya menjadi satu kesatuan yang uttuh. artinya jika ada permasalahan yang sangat penting dilakukan diskusi bersama. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban: Komunikasi saya dengan kepala sekolah dilakukan jarang-jarang. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban: Biasanya alat media komunikasi yang dilakukan dengan group whatsapp. 28. 29. . 112 Bentuk gestur kepala sekolah dalam berkomunikasi dilakukan secara santai dan tegas. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak.

. Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban: Komunikasi itnerpersonal yang dilakukan kepala sekolah biasa saja tidak ada yang terkesan..... Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban: Komunikasi antara kepala sekolah dengan agar guru lebih intens lagi untuk meminta bantuan ke kepala sekolah... bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban: Bentuk perbaikan dalam komunikasi kepala sekolah sering mengunjungi sekolah setiap sebulan sekali..................... Kepala sekolah selalu mengingatkan kepada guru-guru yang lain.... Sebagai contoh menegur seorang guru yang belum masuk mengajar di kelas.. Ciputat. Menurut saya komunikasi antara guru dengan kepala sekolah agak sungkan. 33.. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban: Untuk penilaian komunikasi kepala sekolah cukup baik dengan menyelasaikan tiap permasalahan.. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya... 113 30.... 31........... 32............... Oktober 2016 (..............) (.) Narasumber Pewawancara ..........

4. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya pasti sangat membutuhkan motivasi dari kepala sekolah. 3. 6. 2. karena setiap guru memiliki pengalaman yang berbeda-berbeda. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? . Di dalam lingkungan sekolah. 114 Lampiran 8 Hasil Wawancara Guru Nama : Tugiran. karena motivasi berarti semangat untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Dalam bekerja saya sangat membutuhkan motivasi. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban: Tidak selamanya dalam bekerja selalu termotivasi. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban: Motivasi yang dibutuhkan bisa berasal dari dalam diri maupun luar diri. kedua motivasi ini sangat berpengaruh. karena kepala sekolah merupakan orang yang menjadi acuan atau pedoman untuk meminta pendapat agar menjalankan pertanggung jawaban yang diberikan dengan baik. 5. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban: Di lingkungan sekolah yang sering memberikan motivasi biasanya setiap guru dengan cara sharing. SE Tanggal/Waktu : 26 September 2016/15.27 Tempat : Ruang Guru 1.

Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban: Banyak manfaat motivasi yang dirasakan dalam bekerja. 7. Misalnya manfat didapatkan dari lingkungan sekolah. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. jabatan. 9. karena kepala sekolah mempunyai perintah atau aturan-aturan yang mendukung dalam proses pembelajaran. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? . apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya motivasi sangat berpengaruh dalam bekerja. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. 12. dan kebutuhan yang dipenuhi. 8. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban: Hal yang mempengaruhi motivasi dalam bekerja misalnya dilihat dari unsur penghasilan. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. 115 Jawaban: Kepala sekolah tidak sering dalam memberikan motivasi. atau orang-orang disekitar kita. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban: Bentuk motivasi yang berasal dari luar bisa biasanya tidak banyak berpengaruh bagi diri saya sendiri. Bentuk motivasi yang diberikan kepala sekolah berupa perhatian dan nasihat yang ditujukan kepada siswa. 10. karena jika pekerjaan dilakukan dengan keadaan termotivasi hasil yang didapatkan akan lebih baik lagi dari sebelumnya. 11. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Dalam komunikasi bisa saja mempengaruhi motivasi bekerja. tanggung jawab.

tetapi tergantung permasalahan yang ada. 19. 13. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? . 15. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban: Kepala sekolah selalu membantu dalam memecahkan masalah di lingkungan sekolah baik masalah siswa maupun guru. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban: Kadang-kadang kepala sekolah selalu menjukkan sikap yang tegas. Karena penyampaian yang dibicarakan oleh kepala sekolah bisa menjadi pertimbangan baik atau tidak bagi saya. 14. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban: Iya biasanya selalu menggunakan bahasa yang lembut 16. 116 Jawaban: Betul motivasi dapat meningkatkan kinerja karena dalam keadaan bekerja motivasi berperan untuk mengikuti alur dan mendapatkan hasil yang akan dicapai yang disesuaikan dengan keadaan. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya kepala sekolah selalu menunjukkan rasa empati 17. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban: kepala sekolah sudah menujukkan sebagai komunikator yang baik. 18. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban: Kepala sekolah tidak selalu menunjukan dirinya sebagai seorang motivator.

Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban: Dalam berkomunikasi tidak juga kepala sekolah yang mengambil keputusan sendiri atau mengambil keuntungan sendiri. 20. 25. 26. 24. 22. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? . Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban: Menurut saya komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sudah mengubah sikap seseorang artinya bahwa apa yang akan disampaikan. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya pasti sangat membina karena apa yang disampaikan oleh kepala sekolah berhubungan dengan hal yang mengenai pendidikan. 23. 117 Jawaban: Tidak menggunakan perkataan yang cepat ya biasa-biasa saja. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban: Dalam berkomunikasi dengan kepala sekolah gestur yang dilihat biasa-biasa saja. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban: Komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sudah mencairkan suasana tetapi jika mengibur terkadang saja. 21. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban: Biasanya komunikasi selain bertatap muka menggunakan komunikasi secara tidak langsung yaitu seperti handphone atau media alat media yang lain.

Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. 31. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban: Kalau menurut saya pribadi untuk berkomunikasi dengan kepala sekolah tidak ada hambatan. 28. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban: Menurut saya komunikasi yang dilakukan kepala sekolah santai. jika ada permasalahan yang ingin disampaikan akan lebih sering untuk berkomunikasi. terbuka. . Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya. Karena apapun yang dikerjakan merupakan tanggung jawab kepala sekolah. bentuk perbaikan untuk kepala sekolah tidak ada. 27. membuat bekerja menjadi semangat. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Menurut saya iya tidak akan terpisahkan antara komunikasi interpersonal dengan menjalankan pekerjaan sebagai guru. 30. 118 Jawaban: Saya sendiri jika berkomunikasi dengan kepala sekolah tergantung kebutuhan. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya sangat diterima dengan baik sesuai dengan kebutuhan informasi yang penting dan harus ditangani. 29. bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban: Sebetulnya menurut pribadi saya.

..) Narasumber Pewawancara ........... Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban: Menurut saya iya sangat terkesan dalam komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sangat terbuka.. Ciputat.................................. 33...........) (.. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban: Yang saya harapkan dalam melakukan komunikasi dari kepala sekolah agar lebih baik lagi dengan memberikan contoh kepada guru-guru yang lain............ 119 32......... Oktober 2016 (.........

karena kepala sekolah dapat membuat kebijakan yang berkaitan dengan motivasi yang di berikannya. 120 Lampiran 9 Hasil Wawancara Guru Nama : Muhammad Idrus S.I Tanggal/Waktu : 28 September 2016/16. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya.49 Tempat : Ruang Guru 1. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Teman se profesi. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Tidak selalu 4. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. karena motivasi bisa memberikan semangat unuk beraktifitas 2. 8. 3. 6.Pd. Di dalam lingkungan sekolah. 5. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? . bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Iya selalu 7. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Keduanya sangat dibutuhkan. jika ada motivasi maka semangat akan besar dan begitu sebaliknya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. dari dalam maupun luar diri saya pribadi. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya.

penghargaan baik secara moril maupun materil. Berusaha untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada peserta didik. 14. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : Ya. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. 13. 9. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? . bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Ya. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : Ya. 10. karena dengan adanya komunikasi kita merasa di hargai. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban : Ya. 12. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Ya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : Ya. 15. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. 17. 121 Jawaban : Kondisi siswa dan kodisi lingkungan kerja serta komunikasi yang baik dengan pimpinan. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. 18. 11. 16. bentuk peningkatan seperti apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Ya.

apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : Tidak. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. 26. . Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. 24. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Ya. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : Tidak. 23. 122 Jawaban : Ya. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : Ya. 21. sosmed seperti Whatsapp. 19. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban : Tidak 20. 27. 28. bersahabat dan santai. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : 3 s/d 4 minggu. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban : Baik. 25. 22.

...... Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya......... Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : Ya........ Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Ya....................... 123 29..... 31....) Narasumber Pewawancara ... bisa mendengarkan apa yang disampaikan dan cukup memberi solusi dan pengertian. 32. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban : Sangat senang dan bersyukur agar sekolah dapat menjadi lebih baik lagi dan lingkungan kerja dapat lebih nyaman lagi................ Oktober 2016 (... 30.. bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : Tidak.. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Cukup baik........... Ciputat.... 33.) (.

5. dalam hal ini akan kelihatan.08 Tempat : Ruang guru 1. Ada juga teman-teman seperti guru. Di dalam lingkungan sekolah. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Saya membutuhkan motivasi dari kepala sekolah. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Yang pertama adalah pribadi dari diri saya sendiri apabila ada bantuan dari luar itu sangat membantu dan sangat mendukung dalam hal mengajar. 2. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Selalu ya. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Terutama di lingkungan sekolah adalah saya melihat siswa-siswi saya. Karena kalau tidak adanya motivasi ini akan melemahkan saya dalam mengajar di sekolah. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. 124 Lampiran 10 Hasil Wawancara Guru Nama : Jamaludin A. itu saya butuhkan karena ini untuk membuktikan semangat saya dan membuktikan kemajuan sekolah. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. 4. karena ada motivasi yang sifatnya sebagai pendidik. Perlu adanya sebuah dukungan yang nyata jadi memang diperlukan sebuah motivasi yang jelas. 3.Md Tanggal/Waktu : 21 September 2016/15. . apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya memang secara kalau bekerja membutuhkan motivasi.

. artinya kalau tidak termotivasi dalam hal ini bagaimana sikap saya. 9. artinya ini adalah intuisi pendidikan jurusan yang akan ditempuh anak didik yang mana mereka harus mempunyai keilmuan yang ada di sekolah. Pimpinan selalu memiliki motivasi yang lebih kepada bawahannya. Tapi. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. 10. 11. Motivasi ini sebagai tolak ukur juga. Dalam hal ini khusus di SMK Al- Hidayah selama ini sifat pembelajaran disini kekeluargaan. 8. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Motivasi dari luar ada. baik dalam ucapan dan sikap. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Manfaatnya justru ada ya. baik diri saya pribadi maupun mempengaruhi siswa. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban : Motivasi kerja memang dibutuhkan. dalam hal forum rapat sebulan sekali suatu pimpinan memberikan suatu motivasi untuk memberikan suatu semangat kerja saya. Artinya saya sebagai pendidik ini sebagai contoh yang akan ditiru oleh anak didik saya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Motivasi dalam bekerja ya memang mutlak. 125 6. inilah yang harus dipegang komitmennya. Karena memang suatu kewajiban dalam bekerja. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. selain itu kewajiban merupakan suatu ibadah juga. bagaimana saya selalu menghormati. secara berkala setiap dua minggu sekali. 7. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Dari kepala sekolah dalam hal memberikan motivasi ini tidak setiap hari. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Kepala sekolah dalam intuisi pendidikan adalah orang yang sangat berpengaruh dalam hal ini seorang pimpinan.

jadi memang itu harus dimiliki oleh seorang pimpinan. Menjaga image kepala sekolah. artinya dalam dunia pendidikan saya selalu sharing keilmuan. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya ini memang suatu kewajiban pimpinan yang baik. artinya saya rasa kalau pimpinan yang baik selalu menunjukkan rasa empati kepada guru- guru. karena tanpa adanya persetujuan kepala sekolah saya tidak akan bisa memecahkan masalahnya. . Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : Dalam hal ini sudah pasti ya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : Dalam hal ini iya. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : kepala sekolah sudah menunjukan diri nya sebagai komunikator yang baik. lemah lembut. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban : Iya. 16. 14. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Iya motivasi ada peningkatan dalam diri saya. 126 12. 15. 17. 13. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. Secara tidak langsung saya mendapatkan ilmu tambahan dari siswa saya sendiri atau istilahnya peningkatan dari segi ilmu pengetahuan. 18. memiliki suatu ketegasan tetapi hal ini tidak memaksa. Saya profesional dalam bekerja. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban : Kalau di intuisi pendidikan kepala sekolah selalu menjadi motivator.

artinya membina motivasi saya harus menghormati pimpinan tertingi di sekolah. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : Dalam hal ini saya menjaga sebuah intuisi ya. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban : Dalam hal ini iya. 23. 21. 26. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban : Tidak ya tidak cepat artinya secara lemah lembut tapi tegas. artiya saya dapat melihat tingkah laku yang diperbuat oleh suatu pimpinan. artinya tetap keputusan kepala sekolah saya harus hormati karena beliau seorang pimpinan. 24. 20. 25. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : Dalam hal ini tidak ya. 127 19. saya lebih sering bertatap muka dengan kepala sekolah. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : Iya kalau untuk urusannya pengajaran hanya pertemuan seminggu 3x. Orangnya santai tapi serius. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Komunikasi saya rasa dalam hal dunia pendidikan tidak begitu pengaruh hanya sebatas lingkungan kerja. . Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban : Saya rasa gestur tubuh biasa saja ya tidak menampakkan suatu kemarahan. 22. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Bisa dan sering sekali karena orangnya memang humoris.

29. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. 31. bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : Dalam hal ini mungkin hanya seidkit perbaikan ya. Secara tidak langsung ini harus dipisahkan. 30. artinya dalam hal ini kinerja sama-sama. perbaikan ini adalah interpersonalnya terkadang kepala sekolah ini suka lupa. 28. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? . Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Dalam hal ini mungkin iya terkesan. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Ini memang tidak bisa dipisahkan ya. karena saya sering bertemu di lingkungan sekolah. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya bisa diterima. 32. Apakah perlu ada perbaikan dari komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya. karena beliau bisa mengayomi dan melihat bagaimana terjadinya kondisi dan situasi guru. antara urusan pribadi dengan urusan kerja. artinya tidak pernah putus komunikasi. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Dalam hal pribadi komunikasi kepala sekolah kepada saya sudah termasuk cukup baik. jadi apapun keputusan personal guru juga harus mendapat persetujuan kepala sekolah. 33. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. 128 27. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : Saya rasa tidak ada hambatan yang terjadi dalam komunikasi kepada kepala sekolah atau sebaliknya.

..) Narasumber Pewawancara ............ Ciputat... tapi saya sangat berapresiasi luar biasa kepada pimpinan saya khususnya di Al-Hidayah beliau ini bisa bekerja sama dalam hal kekeluargaan...........................) (............................ Oktober 2016 (................. 129 Jawaban : Dalam hal ini memang tidak gampang menilai tingkah laku atau sikap seorang pimpinan.

02 Tempat : Ruang Kepala Sekolah 1. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya perlu membutuhkan motivasi karena bagaimanapun motivasi itu berarti kerja ada yang menilai. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Teman sejalan termasuk motivasi juga. 4. Sedangkan. ada metode-metode pengajaran. 2. kalau metode pengajaran yang ini tidak berhasil. Motivasi yang dari dalam merupakan suatu kewajiban. mempunyai masalah dalam menyampaikan suatu materi yang tidak sampai-sampai. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. Tergantung pada gurunya kalau misalkan guru tersebut orientasi kepada materi. Motivasi dari luar yaitu motivasi yang berasal dari kepala sekolah. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Termotivasi. jadi motivasi itu dijadikan suatu alat artinya harapan. Jika tidak diberikan motivasi maka kinerja guru tersebut akan turun. Motivasi yang mengalir dari diri seseorang yang menjadikan motivasi sebagai suatu alat ukur. Justru kalo tidak membutuhkan motivasi nanti tidak tahu kerja kita baik atau tidak. Di dalam lingkungan sekolah. .Pd Tanggal/Waktu : 26 September 2016/16. jadi ada motivasi dari luar dan motivasi dari alam. 130 Lampiran 11 Hasil Wawancara Guru Nama : Endang Hidayat S. kepala sekolah mempunyai target kepada setiap masing-masing mata pelajaran. 3. Misalnya.sebagai contoh Kepala sekolah memberikan reward kepada guru. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Tergantung dari kepribadian guru masing-masing.

bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Motivasi dari luar diri ada juga seperti jenjang pendidikan. Motivasi seperti ni. Kepala sekolah mempunyai tujuan untuk mencapai target 5. Pimpinan juga selalu memberikan motivasi. Jadi kepala sekolah menyampaikan penghargaan kepada guru yang kehadirannya cukup tinggi. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Motivasi ada yang secara langsung dan tidak langsung. ini semacam kepuasan batin. Memberikan peghargaan perlakuan dari kepala sekolah berbeda. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. misalnya disampaikan dalam mengadakan forum rapat resmi guru. hal ini memberikan semangat kepada guru- guru yang lain. tambahan pelajaran. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? jika iya. 131 menggunakan metode yang lain. 9. . 8. artinya motivasi itu kan hasil yang diketahui dan dijadikan ukuran buat kita. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya sangat mempengaruhi dalam arti seperti mendapatkan penghargaan dari kepala sekolah dengan mempertahankan prestasi yang sudah di capai. Jawaban : pemberian motivasi perlu dilakukan. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. Bentuk motivasi yang tidak langsung di berikan seperti kehadiran guru. 6. apa alasan Ibu/Bapak ?. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban : Dalam mempersiapkan untuk pengajaran termasuk administrasi yang memotivasi juga. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. Artinya dalam mengajar ada beberapa administrasi yang salah satunya pemberian perangkat pelajaran yang diberikan dari kepala sekolah kepada guru-guru. membimbing siswa di OSIS. Kalau motivasi itu disampaikan di akhir suatu periode atau akhir pelajaran. 7. Ngobrol-ngobrol sama temen juga suatu motivasi.

paling tidak mendengarkan langsung dari kepala sekolah lebih dirasakan dibandingkan dengan melalui secara tidak langsung. Motivasi seperti honor bimbingan guru di luar sekolah. Karena dahulunya kepala sekolah itu juga pernah menjadi guru biasa. justru kalau ada motivasi kita mempunyai gambaran. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Iya bermanfaat sekali motivasi. 15. Misalnya. 11. tidak usah dengan di forum resmi saja. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Komunikasi sangat berpengaruh juga. 14. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Iya bentuk peningkatan seperti motivasi yang kurang sesuai dengan harapan akan biasa-biasa saja. tidak perlu menunggu lama langsung saja datang ke ruang kepala sekolah. 132 10. tetapi menunjukkan seorang pemimpin yang berkuasa juga tidak. maka akan bertambah secara otomatis dan semangat kerja juga akan bertambah. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : Sudah menjadi komunikator yang baik. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : Iya karena sesuai dengan motivator kepala sekolah harus menjaga image . 12. Melainkan motivasi yang berbeda dapat dikembangkan dan mempengaruhi motivasi itu. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban : Disebutkan sebagai motivator iya. Tetapi sebagai bawahan tetap harus selalu menghargai. Seperti peningkatan penghasilan yang diterima. 13.

Seperti kehadiran guru yang kurang. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat megubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Dapat mengubah perilaku guru-guru. 22. 21. 133 16. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban : Iya tegas 19. karena jenjang pendidikan sesuai dengan keguruan apalagi ini merupakan yayasan islam yang mengutamakan ukhuwah kepada guru-guru yang lain karena hubungan kekelurgaan disini sangat harmonis. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : Tidak ya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Bisa juga. dengan adanya komunikasi akan lebih maksimal lagi dari segi kehadiran. 20. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan dan terkesan menyerang ? Jawaban : Tidak terlalu cepat justru dalam pengambilan keputusan diberikan kesempatan untuk berpendapat. Misalnya. artinya humoris. 23. pengalaman dalam segi berorganisasi. tidak lagsung cepat mengambil keputusan. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : Tergantung berdasarkan pengalaman yang pernah dimiliki. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? . Terkadang ada yang disampaikan kurang nyambung dengan apa yang diharapkan. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya 17. 18.

Tetapi jika wakil kepala sekolah bisa menyelesaikan masalah tidak perlu kepala sekolah yang turun langsung. 26. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : Kalau komunikasi langsung tidak ada hambatan. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : Minimal saat kita ada jam pelajaran di sekolah. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya saya terima. dalam arti sesuai dengan sifat dan logat suara yang seperti itu. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : Iyaa seperti sosial media seperti grup Whatsapp. meskipun cara bahasa penyampaian yang kurang tepat. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Itu tergantung kepada masalahnya yang di hadapi di lihat dari situasi dan kondisi yang terjadi. 30. 134 Jawaban : Biasa saja. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? . Tergantung kepada tanggung jawab masing-masing. Tetapi kalo berkomunikasi melalui media sosial seperti whatsapp kadang-kadang tidak tepat waktunya. Jika bersangkutan kepala sekolah bisa turun langsung. 28. 29. Seperti sebuah teguran yang diberikan kepala sekolah tetap terjalin komunikasi walau melalui sosial media. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. 24. karena yang diberikan kepala sekolah yang berbeda. 27. 25.

.......... Penyampaian kata kurang efektif dana efisien mungkin harus lebih di perbaiki.... Sehingga itu dipertahankan lebih bagus lebih baik apa yang pernah dikemukakan..... mungkin teknis penyampaian yang kurang tepat... 33......... Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya...... 32..... Tetapi kalo berbicara secara umum itu juga kurang bagus ada anggapan dari guru kalo kepala sekolah itu kurang tegas... Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban : Kalo kepala sudah berhasil mempertahankan apa yang dia harapkan dan di kemukakan ini merupakan suatu keberhasilan...... Seharusnya langsung membicarakan kepada inti permasalahan.... Oktober 2016 (.. 135 Jawaban : Komunikasi yang dilakukan sudah cukup baik................ Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Cukup bagus artinya menghargai senioritas atau guru-guru yang sudah lama di sekolah itu............) Narasumber Pewawancara ..) (.. 31...... bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : Jadi gini dalam komunikasi itu beliau memulai komunikasi menggunakan kalimat-kalimat yang humor.. Ciputat....

apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Tentu ya yang namanya bekerja itu pasti perlu membutuhkan motivasi. Jadi motivasi disini. Pertama kita punya tanggung jawab kepada anak murid 4. Contohnya seperti kebutuhan-kebutuhan siswa untuk praktek dipenuhi prasarana-nya. Selalu sharing sama guru-guru lain setalah mengajar di kelas. . apa alasan Ibu/Bapak ?. Di dalam lingkungan sekolah. 5.02 Tempat : Ruang guru 1.Pd. dan dari unsur yang lain. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Iya termotivasi. 136 Lampiran 12 Hasil Wawancara Guru Nama : Umaeroh S.M. Dengan adanya seperti itu berarti kita termotivasi dengan mengatasi masalah- masalah siswa. Karena memang itu perlu ya sesuai dengan apa yang diterapkan pelajarannya. tentunya di sekolah juga harus memberikan pelayanan-pelayanan yang baik bukan hanya siswa saja guru pun juga sama ingin diberikan pelayanan yang baik. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Secara tidak langsung dari kepala sekolah juga. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya.Si Tanggal/Waktu : 19 September 2016/16. 2. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Sebetulnya ada beberapa faktor yakni bisa dari dalam diri dan dari luar diri. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. 3.

6. dan nasihat- nasihat. dengan adanya laporan wali kelas tiap bulan. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. tapi kita bangun sama-sama. 10. Komunikasi dari kepala sekolah juga sangat mempengaruhi dalam motivasi kerja walaupun berbentuk perbicaraan saja tidak berwujud benda. 8. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Pasti iya. Dengan adanya tanggung jawab itu kita tidak selalu mengharapkan upah yang besar. Dalam rapat wali kelas. 137 Jawaban : Iya pasti walaupun sudah diberikan motivasi. sharing. 7. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. Jika iya. Tapi dengan adanya termotivasi. apa alasan Ibu/Bapak ? . Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. karena gini ya kalau kita tidak termotivasi yang mungkin istilahnya kita jalan di tempat. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ?. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Dengan adanya sharing ke teman-teman dari sekolah yang lain. Walaupun dengan sarana dan prasarana belum mencukupi. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Bentuk motivasi seperti sharing saja. tetapi motivasi itu memang harus berlanjut dan selalu berlanjut. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban : Yang pertama yaitu merupakan suatu tanggung jawab. 9. contoh misalnya secara sharing dengan teman-teman yang lain saling memberi pengalaman-pengalaman. Contohnya seperti mengikuti pelombaan yang dimenangkan oleh sekolah lain itu juga sebuah bentuk motivasi agar kita juga bisa lebih baik lagi kedepannya. Secara tidak langsung motivasi yang diberikan kepala sekolah dalam berbentuk dorongan atau semangat. kepala sekolah selalu memberikan motivasi. Kerelaan kita dalam mengajar ke anak-anak.

Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban : Iya betul. Ya mungkin kalau ada satu masalah disini dapat selesaikan 18. Secara tidak langsung motivasi dapat meningkatkan kinerja. Jadi kita samasama ngedidik tanpa imbalan apa-apa. 12. 14. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Manfaatnya banyak sekali ya. secara tidak langsung kepala sekolah menunjukkan komunikator yng baik karena sebagai pimpinan seharusnya seperti itu. 15. 11. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. 13. karena gini ya disekolah kan punya sifat yang beda-beda. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Disini tentu ya pasti termotivasi. karena memang dia mempunyai tanggung jawab dengan memberikan suport kepada bawahannya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Iyaa 17. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu memecahkan masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : Iya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : Iya betul 16. 138 Jawaban : Iya itu sangat mempengaruhi sekali karena memang setiap saat kepala sekolah bukan hanya saat rapat forum kadang sharing di ruang guru. Bukan untuk diri saya sendiri tapi untuk teman-teman yang lain juga bermanfaat. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : Tentu ya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? .

sebagai contoh dalam pelaksanaan upacara. . 19. 139 Jawaban : Kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak memaksa. akan tetapi berkaitan dengan hal yang sifatnya tidak mendesak. 23. 22. misalnya saya yang awalnya malas untuk absen dengan adanya komunikasi atau nasihat akhirnya dapat berubah menjadi lebih rajin masuk. Komunikasi lewat handphone ada. 21. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat megubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Tentu ya dapat mengubah perilaku seseorang ke arah yang lebih positif. 20. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Iya betul. 24. sebatas media whatsapp. kebetulan kepala sekolahnya juga seneng humor sering bercanda jadi tidak tegang. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : Oh tidak kepala sekolah bagaimanapun tegas. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban : Tidak karena dalam berkomunikasi bisa bertahap. dikatakan santai tapi wibawa bisa menempatkan posisi dalam suasana yang bagaimana. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban : Santai lah. karena hal itu sudah menjadi komitmen bersama. Lebih enak kalau komunikasi secara langsung dan terbuka. biasanya ditekankan pada melakukan rapat menjelang mid semester. Kepala sekolah menekan kepada wali kelas dan guru-guru untuk hadir. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : Iya kadang-kadang kalo ada rapat menggunakan media infocus.

Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : Setiap saat dan setiap hari ketemu dalam 6 hari jam mengajar di sekolah. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Kalau ibu menilainya sangat baik karena dekat tidak ada jarak sama kepala sekolah. 26. bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : Ya kalau perbaikan sih dalam komunikasi sudah banyak. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban :Iya. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban Sangat diterima. 140 25. 31. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban : komunikasi dapat membina motivasi kerja saya. 28. Karena saya membutuhkan kepala sekolah sebagai pimpinan 29. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. karena agar ke depannya saya mempunyai tanggung jawab dan lebih baik lagi dalam mengajar di SMK Al-Hidayah Ciputat. cuma kalau saya intinya sebagai pribadi saya komunikasi kepada sekolah sarana dan prasarananya di penuhi. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : Tidak ada hambatan untuk komunikasi dengan kepala sekolah karena memang secara waktu beliau ada setiap hari di sekolah. 27. Kepala sekolah juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari guru-guru 30. Perbaikan komunikasi yang dilakukan kepala sekolah sih tidak ada ya. .

. 141 32......... setiap apa yang dibicarakan ada jalan keluarnya. 33............) (......... Oktober 2016 (...... Ciputat..... nyaman.. Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Iya terkesan sekali.. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban : Ya tentunya seneng kepala sekolah bisa menilai sikap guru...................... dan guru menilai sikap kepala sekolah.....................) Narasumber Pewawancara .....

Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Iya. yang kedua hasil akhir yang akan dinilai. jika tidak ada pimpinan pun saya akan tetap bekerja maksimal. karena yang pertama. karena kalau dari orang lain saya bekerja hanya dari penilaian tapi kalau saya bekerja dari hati saya sendiri.00 Tempat : Ruang Guru 1. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Ada yang diberikan terkait motivasi dari kepala sekolah. yang pertama waktu untuk pembelajaran. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya. 4. 6. 142 Lampiran 13 Hasil Wawancara Guru Nama : Sri Rahayu M. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya motivasi dari kepala sekolah sangat saya butuhkan. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Dari diri saya sendiri. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. 2. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban: Iya dibutuhkan motivasi. yang kedua diri saya sendiri. yang keempat lingkungan. yang pertama dari pimpinan. karena disini ada pertanggung jawaban antara kepala sekolah dengan saya. karena tanpa adanya motivasi saya tidak bisa nyaman dalam bekerja. yang kedua diri saya sendiri. 3. 5. motivasi dari pimpinan dibutuhkan sekali. Di dalam lingkungan sekolah. yang ketiga siswa yang saya ajar. yang ketiga siswa yang saya ajar. yang keempat lingkungan saya. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya.Pd Tanggal/Waktu : 29 Oktober 2016/ 16. .

apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Motivasi sangat mempengaruhi. honor yang diterima. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya. 11. 143 Motivasi ini mencakup semua yang berpengaruh antara saya. bentuk peningkatan seperti apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Motivasi yang saya rasakan cukup baik. 14. 7. Motivasi yang diberikan juga sangat berpengaruh kepada anak didik saya. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. terutama dalam bekerja. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : Kalau yang selama ini saya amati iya karena beliau tidak menunjukkan suatu perbedaan antara guru satu dengan guru lain. 12. karena ketika diadakan rapat sosialisasi tentang pembelajaran. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya jelas termotivasi. dari kesempatan itu kepala sekolah memberikan motivasi yang jelas untuk langkah kebersamaan antara kepala sekolah dengan guru-guru lain. tidak ada pimpinan pun akan berjalan. dan wali murid. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? . Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Manfaatnya banyak sekali. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Motivasi dari luar contohnya. wali kelas. 8. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban : Motivasi yang sangat mempengaruhi saya yaitu kalau di swasta adalah penilaian. ketika saya mengajar anak didik saya 10. materi juga. 13. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. 9. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. kepala sekolah. karena bagaimanapun ketika saya bekerja sudah termotivasi dari hati. anak.

Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Kalau empati itu kan tergantung apa yang dibicarakan. tanpa adanya kepala sekolah saya tidak bisa menyelesaikan suatu masalah. 18. 17. 144 Jawaban : Kalau di dalam suatu rapat iya. ya tetap kepala sekolah merangkul dengan cara berempati. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : Ya jelas. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : Iya ada bedanya juga. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : Tidak seperti itu 21. di musyawarahkan dulu bagaimana baiknya. tetapi kalau di luar rapat sebagai teman. 20. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban : Iya tetap tegas tetapi memaksa tidak. 19. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat megubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Bisa saja. . 16. Kalau di dalam kerja kepala sekolah selalu menujukkan dirinya sebagai motivator. Komunikasi kepala sekolah kepada guru biasa saja. 15. Kalau memang semua guru ada permasalahan. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban : Tidak. Tidak semua keputusan ada di kepala sekolah tapi juga keputusan bersama. sesuai dengan keadaannya. sebagai contoh seandainya kalau saya terlambat pimpinan walaupun tidak menegur tapi saya merasa.

28. kalau yang dibicarakan itu serius ya tegang. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : Kalau komunikasi pribadi tidak ada. 24. tapi lebih kepada bentuk hambatan yang melalui media komunikasi ke kepala sekolah. antara kepala sekolah dengan guru tidak ada yang memisahkan. 25. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. Kepala sekolah tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa guru. begitu juga guru . selalu bersama. tapi kalau sekedar untuk bercanda tidak. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Iya kalau punya masalah. kepala sekolah memberikan semangat dan ada komunikasi tersendiri. misalkan saya dalam menangani masalah siswa. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban : Santai ya. 27. saya sebagai guru kan bawahan. di luar komunikasi tentang urusan pekerjaan. Jadi. Jadi saya melihat situasi dan kondisi bagaimana guru tersebut yang diutamakan dan terpenting. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : Iya kalau misalkan kepala sekolah tidak ada di sekolah. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : Kalau hambatan yang saya lihat belum ada. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya. 23. 145 22. saya bisa menggunakan media lain karena saya punya group di whatsapp atau lewat sms. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. kadang bercanda. 26. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya jelas.

hal-hal yang saya butuhkan beliau langsung meresponnya.... Kepala sekolah tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa guru......... 146 mempunyai pertanggung jawaban hasil akhir dan kepala sekolah yang memutuskan. karena disini sudah rutinitas setiap bulan selalu komunikasi secara khusus antara guru. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban : Iya senang sekali selama ini sudah bagus.. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Untuk komunikasi saya dengan kepala sekolah biasa saja...) (. karena tidak ada pembeda antara guru dengan kepala sekolah..) Narasumber Pewawancara ..... 33..... guru pun membutuhkan motivasi dari kepala sekolah......... Ciputat......... Selama kepemimpinannya bisa membuat seluruh anggota yang ada di dalamnya termotivasi........... Oktober 2016 (... 29.. 30.... kepala sekolah...... Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : Selama ini iya saya terima dengan baik apapun yang dibicarakan mengenai pekerjaan. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya. 31........ bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : Kalau selama ini tidak perlu adanya perbaikan.... Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Iya terkesan...... 32.... karena kalau ada peningkatan ya lebih bagus... dan wakil kepala sekolah.....

Karena motivasi itu utama dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. otomatis kerja waktu yang ditentukan tidak akan tercapai. 2.Pd. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Motivasi kalo tidak salah ada dua ya. Kecuali kita tidak termotivasi. karena kalau tidak adanya termotivasi kita tidak akan bisa bekerja. Motivasi yang dibutuhkan lebih banyak dari dalam diri saya dibanding dari luar. kepala sekolah tidak atau belum muncul dalam memotivasi. 5. 3. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya pasti. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. 4. Di dalam lingkungan sekolah. karena dengan adanya motivasi kita dapat menyelesaikan setiap pekerjaan dengan tuntas dan tepat waktu. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. kemudian visi misi tujuan dari sekolah. Kalau manurut saya. karyawan.I Tanggal/Waktu : 19 September 2016/15. intrinsik dan ekstrinsik. 147 Lampiran 14 Hasil Wawancara Guru Nama : Siti Zubaidah M. siswa.12 Tempat : Ruang guru 1. Menurut saya yang pertama itu berasal dari dalam karena adanya motivasi dari dalam otomatis aura yang keluar itu akan terikat atau terpengaruh. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Terutama kalau di lingkungan sekolah ya seperti staff. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Selalu harus. apa alasan Ibu/Bapak ? .

sangat mempengaruhi karena dengan adanya motivasi kinerja kita dalam bekerja akan termotivasi sehingga hasil kerja yang diperoleh lebih maksimal 8. karena dengan salah satu cara kepala sekolah memotivasi kepada bawahannya. Bentuk motivasi seperti sallary atau gaji. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban : Selain salah satunya adalah sallary. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. insentif yang dapat mendukung. misalnya bertanya tentang program dan sharing. 148 Jawaban : Iya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya. motivasi- motivasi yang lain bagaimana cara menyelesaikan sesuatu. pada saat menjalankan visi misi itu otomatis kita harus membutuhkan motivasi. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. 10. Dalam seperti itu muncul motivasi cara dalam menyelesaikan tantangan-tantangan itu. pertemanan kemudian informasi-informasi yang ada. Ada lagi yang seperti visi misi kedepan itu harus dijalankan. karena seorang pimpinan harus bisa memotivasi bawahannya. Sehingga bawahan dapat menyelesaikan pekerjan-pekerjaan . Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. dengan seperti itu bawahan dapat meyelesaikan masalah-masalah atau pekerjaan yang ada. Nah cakupan dari luar misalnya. tapi mungkin cakupannya tidak banyak hanya sedikit harus dimulai dari dalam yang bersifat intrinsik. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Iya termotivasi juga. Sebagai contoh. 6. dalam program tersebut cakupannya selesai. 9. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Belum memberikan motivasi 7. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya sangat mempengaruhi. dalam memotivasi menanyakan suatu pekerjaan yang memang sudah terprogram. kemudian menurut saya sendiri adalah tantangan-tantangan dalam bekerja.

Artinya. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Iya karena dengan adanya motivasi semangat hidup akan bertambah 12. Pada saat harus diputuskan dia tidak akan memutuskan sendiri karena tergantung . Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban : 50%-50% artinya tergantung pada situasi dan kondisi. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban : Belum 15. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : komunikasi yang dilakukan kepala sekolah belum cukup baik. 14. 17. 149 tersebut karena sudah termotivasi. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : 50%-50% 18. 11. dari penyelesaian itu sudah tercapai atau tidak 13. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : 50%-50% 16. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Iya motivasi dapat menghasilkan kinerja karena dengan adanya sperti itu hasil pekerjaan kita dapat dilihat dan diukur. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : 50%-50% artinya kadang-kadang sesuai dengan situasi dan kondisi. istilahnya ada dampak perhatian kepada atasan. saya kira baru setengah. terkadang direspon terkadang tidak sepenuhnya berempati. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya.

Tetapi kalo kepala sekolah tidak memutuskan. tetap kepala sekolah yang memutuskan. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban : Cukup santai 24. 21. Jadi. lebih banyak saya ke guru-guru. Setiap permasalahan saya tetap mengkomunikasikan ke kepala sekolah. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : ketika ada masalah yang terjadi kita akan kita sharing. 19. dibanding saya ke guru-guru yang lain. Jadi secara tidak langsung komunikasi yang dilakukan ini ke dalam kinerja. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? Jawaban : 26. 22. lebih banyak komunikasi guru ke kepala sekolah. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Iya cukup menghibur 23. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : . Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Selama ini saya sepertinya yang dominan. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : 25. Banyak komunikasi dari luar kepala sekolah tetapi belum memutuskan. tetap yang memutuskan kepala sekolah. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban : Tidak ya biasa saja 20. 150 kepada tim kerja. tetap saja saya memberikan masukan-masukan kepada kepala sekolah.

........ Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : 31.......... Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : 33.........) Narasumber Pewawancara ....... Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban Ciputat...........) (... bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : 28.. 151 27......... Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya.... Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : 30..... apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : 29................... bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : 32. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya........ Oktober 2016 (.

siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Terutama biasanya yang selalu memberikan motivasi yaitu rekan kerja. 3. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Saya sangat membutuhkan motivasi dari pimpinan. karena motivasi menurut saya adalah sebuah bentuk arahan yang membangkitkan rasa gairah atau semangat dalam melakukan kegiatan mengajar yang sesuai profesinya sebagai guru. kemudian pimpinan juga. 4. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ? Jawaban : Jujur saja tidak semua ketika dalam bekerja selalu dalam keadaan termotivasi tergantung kepada kondisi yang dirasakan. termasuk anak-anak didik yang selalu memberikan motivasi. teman-teman dari guru.Pd.I Tanggal/Waktu : 26 September 2016/13. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri Bapak/Ibu? Jawaban : Motivasi yang saya butuhkan berkaitan dengan kebutuhan secara fleksibel bisa berasal dari dalam diri saya maupun dari luar diri saya yang menjadikan acuan untuk memotivasi dalam bekerja. artinya motivasi disini senantiasa dijadikan sebagai dedikasi kinerja kita dengan .59 Tempat : Ruang guru 1. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ? Jika iya. Di dalam lingkungan sekolah. 2. 152 Lampiran 15 Hasil Wawancara Guru Nama : Wahyudin S. 5. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ? Jika iya. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya sangat membutuhkan motivasi dalam bekerja.

Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jawaban : Yang paling utama biasanya ada hal yang akan disampaikan kepada peserta didik. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ? Jawaban : Jelas ada manfaatnya. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. ilmu teladan. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ? Jika iya. Secara tidak langsung hubungan kepala sekolah dengan guru-guru sangat erat. Ketika bekerja dengan keadaan termotivasi bekerja pun akan bersemangat dalam melakukan tugasnya yang berjalan dengan lancar. 8. bentuk motivasi seperti apa ? Jawaban : Biasanya bentuk motivasi yang berasal dari luar diri saya adalah melihat dari semangat guru-guru yang lain dalam melakukan mengajar dengan giat. 6. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ? Jawaban : Bentuk motivasi yang diberikan adalah kita sama-sama untuk menunjukkan kualitas dan tanggung jawab bagaimana seorang pendidik memberikan pelayanan yang baik ke anak didik. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ? Jika iya. ketika kita mempunyai motivasi dalam bekerja maka otomatis dalam melakukan pekerjaan itu dilakukan dengan rasa senang hati. 7. 9. tanpa adanya arahan atau perhatian dari pimpinan mungkin dalam melakukan pekerjaan akan tidak cepat selesai atau lalai. itu adalah suatu motivasi yang sangat mempengaruhi saya dalam bekerja. . Kepala sekolah selalu menilai kinerja. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya sudah tentu dapat mempengaruhi. 153 profesional. memberikan arahan dan perhatian untuk memberikan motivasi kepada guru-guru atau bawahan yang lain. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Motivasi adalah pendorong untuk giat dalam bekerja. 11. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ? Jika iya. 10. pesan-pesan yang diberikan seperti moral.

Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ? Jawaban : jelas. 17. 154 12. komunikasi yang dibicarakan adalah bagaimana anak-anak termotivasi dalam perubahan sikap dan spiritual. 15. Apakah kepala sekolah sudah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ? Jawaban : Secara relatif kepala sekolah sudah menunjukkan dirinya sebagai komunikator yang baik. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ? Jawaban : Selama ini yang saya rasakan seperti itu. terutama dalam melakukan forum rapat pimpinan selalu memberikan motivasi. 13. Modal utama dalam melakukan pekerjaan dengan baik dibutuhkan seorang motivator. 18. dalam hal ini kepala sekolah selalu menetapkan keputusan bersama dari semua pihak yang berdasarkan peraturan dan ketentuan yang di sudah ditetapkan. Berkomunikasi secara personal antara saya dengan kepala sekolah. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ? Jawaban : Itu jelas motivasi dapat meningkatkan kinerja artinya dalam bekerja dilakukan secara profesional dengan memberikan pelayanan- pelayanan kepada siswa dalam mengajar secara baik. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ? Jawaban : Itu relatif tergantung kepada permasalahan yang ada. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ? Jawaban : Cenderung kepala sekolah selalu menunjukkan ketegasannya. 16. . 14. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ? Jawaban : Itu jelas pasti. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ? Jika iya.

25. 22. karena sebagai bawahan sudah menjadi kesadaran diri sendiri melakukan melakukan tanggung jawab yang diberikan kepala sekolah. 21. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat mengubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya sangat mempengaruhi. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ? Jawaban : Saya rasa dalam hal ini tidak seperti itu. 155 19. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ? Jawaban : Menghibur sering sekali dilakukan. 20. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ? . Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi ? Jawaban : Selain berkomunikasi secara tatap muka sering menggunakan alat komunikasi baik itu melalui telfon langsung atau pesan singkat. 24. kebetulan kepala sekolah itu mempunyai sifat yang humoris. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ? Jawaban : Selama ini yang saya perhatikan kepala sekolah bersikap santai tetapi berwibawa. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan terkesan menyerang ? Jawaban : Kepala sekolah tidak menujukkan keputusan secara cepat dan menyerang. karena ketika ada permasalahan yang ditemukan dapat diselesaikan dengan cara komunikasi yang insentif sehingga ada permasalahan yang datang tidak harus secara dibesar-besarkan permasalahannya. 23.

32. apa alasan Ibu/Bapak ? Jawaban : Iya jelas. Ketika kepala sekolah menyampaikan sesuatu hal yang berkaitan dengan siswa. 29. saya senantiasa termotivasi dalam bekerja sesuai. 30. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ? Jawaban : Tergantung pada motivasi atau informasi yang diberikan berkaitan dengan kepentingan bersama atau kepentingan sendiri. 28. 31. Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? . Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ? Jawaban : Cukup baik karena kepala sekolah selalu memberikan informasi yang disampaikan. Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ? Jawaban : Hampir setiap hari kerja berkomunikasi dengan kepala sekolah. bentuk hambatan seperti apa ? Jawaban : Bentuk hambatan dalam melakukan komunikasi terjadi dalam dua pihak baik dari pihak kepala sekolah maupun pihak saya atau guru-guru yang lain. sebagai seorang pimpinan selalu berkomunikasi untuk mengarahkan kepada guru-guru dalam melaksanakan tanggung jawab kinerja yang diberikan sebagai seorang guru. 26. Perbaikan komunikasi yang dilakukan sekolah dengan memberikan ketegasan yang lebih berani kepada guru-guru. dengan tanggung jawab. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ? Jika iya/tidak. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ? Jika iya. 156 Jawaban : Pasti sangat membina motivasi. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ? Jika iya. 27. bentuk perbaikan seperti apa yang di harapkan ? Jawaban : Perlu adanya perbaikan terutama dalam menyampaikan perbaikan sarana dan prasarana di sekolah.

..) Narasumber Pewawancara .... 33....... Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ? Jawaban : Perasaan saya yang diharapkan untuk kepala sekolah terutama mempertahankan yang sudah baik.......... Ciputat...........) (.......... komunikasi interpersonal kepada guru- guru harus lebih tegas......... 157 Jawaban : Yang saya rasakan selama ini sangat terkesan selama ini yang beliau katakan secara personal baik yang sifatnya serius atau bercandaan................................ Oktober 2016 (.......

I Tanggal/Waktu : 20 September 2016/15. M. Di dalam lingkungan sekolah. kalau yang motivasi muncul dari sekolah saya kira belum ada. Jawaban : Ya. Jawaban : Motivasi yang muncul lebih banyak berasal dari dalam diri saya. 5. 6. 3. siapakah yang selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ?. agar dalam mengajar saya bertambah rajin dan lebih giat lagi. Apakah Ibu/Bapak membutuhkan motivasi dari kepala sekolah ?. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak membutuhkan motivasi ?. bagaimana bentuk motivasi yang diberikan ?.45 Tempat : Ruang Guru 1. karena tugas saya adalah kewajiban untuk mengajar.Pd. Jika iya. Sukuco DM. apa alasan Ibu/Bapak ?. Apakah motivasi yang dibutuhkan muncul dari dalam diri atau dari luar diri ?. Jika iya. 2. Apakah dalam bekerja Ibu/Bapak selalu dalam keadaan termotivasi ?. Jawaban : Ya. 4. 158 Lampiran 16 Hasil Wawancara Guru Nama : Drs. apa alasan Ibu/Bapak ?. Apakah kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada Ibu/Bapak ?. untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik lagi dan untuk mengajar lebih rajin lagi. jika iya. Jawaban : Ya termotivasi. Jawaban : Dari luar diri. .

11. Jika iya. Jika iya. 12. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah kepada Ibu/Bapak dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak ?. 8. Jawaban : Hal-hal yang dapat mempengaruhi motivasi dalam bekerja saya kira adanya pemberian reward bagi yang memiliki kinerja yang baik. Jawaban : Ya ada manfaatnya. Apa sajakah yang dapat mempengaruhi motivasi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. 9. . Jawaban : Ya. Apakah motivasi yang muncul dari luar dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. apa alasan Ibu/Bapak ?. Apakah kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai komunikator yang baik ?. bisa meningkatkan kinerja nya mungkin kearah displin kerja menjadi lebih tepat waktu dan efisien. Apakah Ibu/Bapak merasakan manfaat motivasi dalam bekerja ?. Jika iya. Apakah motivasi dapat meningkatkan kinerja Ibu/Bapak di sekolah ?. 159 Jawaban : Saya kira jarang. apa alasan Ibu/Bapak ?. 13. 7. jika iya. Apakah motivasi dapat mempengaruhi Ibu/Bapak dalam bekerja ?. bentuk peningkatan seperi apa yang Ibu/Bapak rasakan ?. untuk mendorong agar rajin bekerja karena tanpa motivasi agak sulit juga untuk bekerja. Ketika mulai merasa malas dalam bekerja ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah akan bisa membangkitkan semangat untuk bekerja agar lebih rajin lagi. karena saya dan kepala sekolah jarang bertemu. seperti adanya reward. 10. karena dengan mengobrol bisa membuat seseorang bisa saling mengingatkan. bentuk motivasi seperti apa ?. Jawaban : Bisa. Jawaban : Ya. Jawaban : Ya.

16. jadi hadirnya kepala sekolah dapat membantu memecahkan masalah yang sulit dipecakan. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan dirinya sebagai motivator ?. Jawaban : Ya. Jawaban : Saya kira kalau secara menyerang sih tidak. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah di lakukan secara tidak tegas dan terkesan membiarkan Ibu/Bapak mengambil keuntungan dari kepala sekolah ?. kalau sangat lembut saya kira tidak seperti itu. . 15. 18. Jawaban : Saya jarang bertemu dengan kepala sekolah. 17. 160 Jawaban : Saya kira seperti itu. Jawaban : Ya. 14. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat membantu masalah yang muncul di sekolah ?. 19. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan empati kepada Ibu/Bapak ?. Jawaban : Saya kira biasa saja. Apakah komunikasi yang ditunjukan kepala sekolah dilakukan secara cepat dan dan terkesan menyerang ?. tapi saya kira iya seperti itu. saya kira seperti itu. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah selalu menggunakan bahasa yang lembut ?. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah menunjukan ketegasannya tetapi tidak terkesan memaksa ?. 20. Dalam taraf yang biasa saja. Jawaban : Ya.

Seberapa seringkah Ibu/Bapak berkomunikasi dengan kepala sekolah ?. karena saya jarang bertemu dengan kepala sekolah. Apakah ada hambatan dalam melakukan komunikasi dengan kepala sekolah ?. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat membina motivasi kerja Ibu/Bapak ?. Jawaban : Ya bisa. 26. Bagaimanakah gestur yang ditunjukan kepala sekolah dalam berkomunikasi ?. 22. 23. bentuk hambatan seperti apa ?. Jawaban : Sepertinya jarang ya saya berkomunikasi dengan kepala sekolah. 161 Jawaban : Tidak 21. 25. artinya ketika saya mulai merasa malas dan kepala sekolah mulai menegur. saya bisa menjadi rajin kembali karena teguran yang diberikan kepala sekolah. Apakah komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dapat megubah sikap dan perilaku Ibu/Bapak ?. Jawaban : Ya bisa. . Jawaban : Ya. Hal yang lainnya adalah karena guru atau saya tidak setiap hari hadir di sekolah 27. Selain berkomunikasi secara tatap muka apakah Ibu/Bapak menggunakan media lain dalam berkomunikasi Jawaban : Selama ini hanya tatap muka saja ketika berkomunikasi dengan saya. jika iya. Apakah dalam berkomunikasi kepala sekolah dapat membantu mencairkan suasana atau dalam kata lain untuk menghibur ?. 24. Jawaban : Kepala sekolah menunjukan gestur yang santai dan felksibel. karena dapat mengubah kinerja menjadi lebih baik lagi.

jika iya. Jawaban : komunikasi interpersonal atas para guru telah disadari sebagai hal yang penting untuk dilakukan oleh kepala sekolah. . Bagaimanakah perasaan Ibu/Bapak apabila kepala sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dan penerapan komunikasi interpesonal yang dimiliki oleh kepala sekolah ?. apa alasan Ibu/Bapak ?. Apakah komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah dapat diterima dengan baik oleh Ibu/Bapak ?. 32. Jawaban : Ya cukup baik. karena kepala sekolah mempunyai sisi yang humoris. Jawaban : Ya dapat saya terima dengan baik karena banyak manfaat yang saya rasakan. Apakah komunikasi interpersonal dengan kepala sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peran Ibu/Bapak sebagai guru ?. Bagaimana kah penilaian Ibu/Bapak terhadap komunikasi yang dilakukan kepala sekolah ?. Jika iya/tidak. karena dengan banyak komunikasi akan banyak pula informasi mengenai dunia kerja dalam bidang pendidikan 29. Apakah perlu ada perbaikan dari komuniksi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ?. 33. Jawaban : Ya ada. 162 Jawaban : Saya kira tidak ada. Apakah Ibu/Bapak terkesan dengan komunikasi interpersonal yang dilakukan kepala sekolah ?. Jawaban : Perlu ada perbaikan. 30. bentuk peraikan seperti apa yang di harapkan ?. 31. saya berharap agar kepala seolah lebih rutin lagi berkomunikasi dengan guru dan lebih sering lagi datang keruang guru untuk berkomunnikasi. 28.

... Ciputat...............................) (......... Oktober 2016 (...........) Narasumber Pewawancara .. 163 Jawaban : Ya perasaan saya mungkin masih harus ditingkatkan lagi komunikasi dengan guru.......................... terutama berkaitan dengan informasi dan kebutuhan guru..... karena guru mempunyai kebutuhan-kebutuhan....

I P BAHASA JEPANG 3 Nawang Wulan.Pd. S. S. INDONESIA 11 Supardi z. M.Pd. S.Pd P PAI/BTQ 10 Wahyudin. S.Si P PRODUKTIF 5 Tugiran. A.I L B.Kom L . Hidayat.Pd P PRODUKTIF 9 Intan Firlianti.M. Sukoco DM. Yasmin L MULTIMEDIA 16 Via Aprilian S. S.Pd.I L PRODUKTIF 2 Siti Zubaidah. S. S. 164 Lampiran 17 DATA GURU SMK AL-HIDAYAH CIPUTAT NO NAMA PEGAWAI j/k Bidang Studi PENJAS 1 Yuli Sudarwanto. SE L KKPI 6 Jamaluddin.Pd. S.I L PKN 15 Drs.Pd L KEWIRAUSAHAAN 14 Drs. M.Pd.Md L IPA 7 Sri Rahayu.Pd P PRODUKTIF 4 Umaeroh. M. S.Pd L BAHASA INGGRIS 12 Muhamad Idrus.Pd P MATEMATIKA 8 Arsih.I L MATEMATIKA 13 E.Pd.

165 Lampiran 18 DATA SARANA DAN PRASARANA SMK AL-HIDAYAH CIPUTAT No Jenis Sarana Jumlah Letak Keterangan 1 Papan Tulis 1 XII AP2 Laik 2 Meja Siswa 40 XII AP2 Laik 3 Kursi Guru 1 XII AP2 Laik 4 Kursi Siswa 40 XII AP2 Laik 5 Meja Guru 1 XII AP2 Laik 6 Meja Siswa 40 X MM Laik 7 Meja Guru 1 X MM Laik 8 Papan Tulis 1 X MM Laik 9 Kursi Guru 1 X MM Laik 10 Kursi Siswa 40 X MM Laik 11 Kursi Siswa 40 X AP1 Laik 12 Meja Guru 1 X AP1 Laik 13 Meja Siswa 40 X AP1 Laik 14 Kursi Guru 1 X AP1 Laik 15 Papan Tulis 1 X AP1 Laik 16 Meja Guru 1 X PM Laik 17 Meja Siswa 40 X PM Laik 18 Papan Tulis 1 X PM Laik 19 Kursi Guru 1 X PM Laik 20 Kursi Siswa 40 X PM Laik 21 Kursi Guru 1 X AP2 Laik 22 Kursi Siswa 40 X AP2 Laik 23 Papan Tulis 1 X AP2 Laik 24 Meja Siswa 40 X AP2 Laik 25 Meja Guru 1 X AP2 Laik 26 Kursi TU 1 Ruang TU Laik 27 Meja TU 1 Ruang TU Laik 28 Komputer TU 1 Ruang TU Laik 29 Printer TU 2 Ruang TU Laik 30 Meja Guru 1 XII PM Laik 31 Papan Tulis 1 XII PM Laik 32 Kursi Siswa 40 XII PM Laik 33 Meja Siswa 40 XII PM Laik 34 Kursi Guru 1 XII PM Laik 35 Meja Guru 1 XI PM Laik 36 Kursi Guru 40 XI PM Laik 37 Kursi Siswa 40 XI PM Laik 38 Meja Siswa 40 XI PM Laik 39 Papan Tulis 1 XI PM Laik 40 Meja Siswa 40 XI AP1 Laik 41 Meja Guru 1 XI AP1 Laik 42 Kursi Siswa 40 XI AP1 Laik 43 Kursi Siswa 40 XI AP1 Laik 44 Papan Tulis 1 XI AP1 Laik 45 Kursi Guru 1 XII AP1 Laik 46 Meja Siswa 40 XII AP1 Laik 47 Meja Guru 1 XII AP1 Laik 48 Papan Tulis 1 XII AP1 Laik 49 Kursi Siswa 40 XII AP1 Laik 50 Meja Siswa 40 XI AP2 Laik 51 Kursi Guru 1 XI AP2 Laik 52 Meja Guru 1 XI AP2 Laik 53 Kursi Siswa 40 XI AP2 Laik 54 Papan Tulis 1 XI AP2 Laik Total 913 .

166 Lampiran 19 SARANA DAN PRASARANA SMK AL-HIDAYAH CIPUTAT .

167 Lampiran 20 SURAT BIMBINGAN SKRIPSI .

168 Lampiran 21 SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN .

169 Lampiran 22 SURAT KETERANGAN PENELITIAN .