You are on page 1of 5

Mengapa

Kita
Harus
Berdoa

tetapi Dia akan menggelengkan kepala. Saya berdiri di samping dan mengamati semua ini. dan Tuhan membaca keseluruhan buku dari awal sampai akhir. hanya ada kosong. Tuhan berpaling kepadaku dengan keprihatinan dan berkata. orang tersebut akan mulai berteriak. Air mata mengalir di pipi Tuhan. Hal ini berlangsung selama beberapa waktu. Jadi saya mulai berdoa. Mereka adalah kenalan saya. Dia akan membuka sebuah buku dan membaca segala sesuatu yang pernah dilakukan orang tersebut.DivineRevelations. Moody www. Samar-samar mereka terlihat seperti orang yang saya kenal. mengatakan kepada setiap orang bahwa mereka telah memiliki banyak kesempatan untuk bertobat dan hidup bagi-Nya. tetapi tidak dengan kesungguhan. “Berdoa. “Apa yang harus saya lakukan. Akhirnya. “Lihat orang-orang ini.” Ketika saya memperhatikannya. Setelah beberapa waktu. 1 . wajah mereka mulai terlihat.” jawab Tuhan. Setiap orang di barisan tertentu sedang dihakimi. Mengapa Kita Harus Berdoa? oleh Hollie L. Tuhan?” tanyaku. dan memohon satu kesempatan lagi dari Tuhan. Semuanya tercatat. Setiap kali Tuhan mengatakan kepada setiap orang bahwa mereka dihukum. Tuhan memandangku dan berkata. Sebuah barisan orang-orang yang sangat panjang sedang berkumpul di hadapan-Nya.info/indonesian Saya melihat Tuhan duduk di sebuah tahta putih yang besar. Perhatikan mereka dengan sungguh-sungguh. “Mengapa engkau tidak melakukan sesuatu?” Saya bingung. dan dihukum ke neraka. Setiap kalo seseorang datang menghadap Tuhan. Saya mulai berdoa sedikit lebih sungguh-sungguh bagi mereka. Saya bingung dengan kenyataan bahwa semua orang ini tidak memiliki wajah. Di mana wajah mereka. dan menangis.

Saya merasakan tingkat kepanasan dari api itu. Kemudian saya mundur dalam ketakutan dan kengerian. Saya mencium bau belerang (atau semacam itu). Ada kobaran api. Saya mendengar jeritan. Saya melirik ke lubang tersebut. Ketika saya tiba di tepi lubang hitam itu. “Apakah engkau sungguh-sungguh memahami dan menyadari apa yang terjadi di sini?” “Perhatikanlah!!” Kemudian. Mereka berjumlah sangat banyak. kali ini dalam kemarahan. tetapi seakan-akan ada sebuah tangan di belakangku yang mendorongku ke tepi lubang hitam itu. Dia akan membaca kisah hidup mereka dari buku mereka masing-masing. Tuhan berkata. Saya melihat kobaran api. tetapi tidak termakan oleh api. barisan panjang orang-orang tersebut akan datang di hadapan Tuhan. Ada sebuah kegelapan yang mengerikan dari dalamnya.” Saya mulai berdoa sedikit lebih kuat. dan sepertinya tidak ada ajrak di antara mereka. Sekali lagi Tuhan berpaling kepadaku.Setelah beberapa waktu. “Kau harus berdoa lebih kuat. “Pergi dan lihatlah”. Tuhan berpaling kepadaku dengan ketegasan yang lebih kuat. teriakan. dan berkata. Saya tidak mau. Tuhan menyuruhku. Tetapi. Saya dapat melihat ke bawah lubang hitam itu. Orang-orang itu sedang terbakar. saya melirik ke bawah. Saya sangat takut. 2 . sebuah lubang terbuka di belakang barisan panjang orang-orang tersebut. “Perhatikan orang-orang ini sekali lagi.” Sekarang orang-orang ini menjadi teman-temanku. ratapan dan rintihan dari lubang itu. dan cahaya merah oranye datang dari dasar lubang hitam ini. dan kemudian dihukum. Saya melihat belatung merayap di seluruh tubuh orang-orang yang ada di dasar lubang hitam itu. Tetapi tetap saja. Dia masih menangisi jiwa-jiwa yang sedang dihukum. Itu adalah sebuah terowongan panjang menurun. Tuhan mengingatkan saya. mereka berteriak kesakitan dan nyeri dari dalam api. Saya dapat melihat massa yang bergelora di dasar lubang itu.

dan kemudian dengan tangan yang satunya saya mencoba menarik orang-orang itu dari lubang. Dan saya tahu bahwa setiap orang dari kumpulan orang yang telah tertulis bukunya. Dan mereka menjerit. Sekarang. keluargaku. Dia masih sedang membaca buku-buku itu. dan saya mendengar teriakan mereka ketika mereka jatuh ke dalam terowongan panjang itu.” kata Tuhan. kengerian dan putus asa. menunggu untuk dihukum. Sekarang saya melihat tumpukan besar buku yang tidak ada ujungnya disusun di dekat tahta-Nya.” Saya mulai menangis dan berseru kepada Tuhan agar berbelaskasihan bagi orang-orang ini. Sepertinya ada tangan yang tak terlihat yang sedang memegangku. Saya meraih dan memegang tangan Tuhan. Tetapi mereka akan terjatuh dari peganganku. saya lari ke tepi lubang hitam itu dan mencoba menarik mereka keluar dari lubang itu. Tuhan berpaling kepadaku. Tetapi tidak ada lagi belas kasihan. Saya akan meraih tangan mereka dan mencoba untuk menahan mereka. saya akan jatuh ke dalam lubang itu.Mereka melihat ke atas dan mencari jalan keluar dari lubang hitam itu. Menjerit meminta pembebasan dan belas kasihan. “Lepaskan. Mereka adalah teman-temanku. dengan air mata yang mengalir di pipinya.” protesku. Saya melepaskan-Nya. Dan mereka akan dihukum. “Lepaskan. Mereka bergeser dan bergerak gelisah seperti ombak yang besar. Tangan mereka dinaikkan ke atas. akan segera dihukum. Saya mundur dari tepi lubang dalam ketakutan. Saya kembali kepada Tuhan yang sedang duduk di tahta-Nya. “Sekarang berdoalah. “Jika saya melepaskan-Mu. Saya melihat kepada barisan panjang orang-orang yang tidak ada ujungnya berkumpul di hadapan Tuhan.” kata Tuhan sekali lagi. Dan saya melihat mereka dilemparkan ke lubang hitam. 3 . Saya mencoba dengan kekuatanku untuk mencegah orang-orang yang saya kasihi ini terjatuh ke dalam lubang itu. saya melihat wajah mereka dengan jelas. Tidak ada lagi pembebasan. dan berkata. kenalanku. Ketika seseorang dihukum.

dan menyerang mereka. maukah engkau berdoa?” --Hollie L. Sekarang. orang-orang yang saya kasihi.com) 4 . dan tidak menghukum mereka ke dalam lubang. dan akan memegang mereka. Namun Aku akan menyertai mereka. Aku mengasihi semua orang yang terhilang. Saya merasa tangan saya terbakar. dan melihat goresan di lenganku. anak-anak-Ku yang terhilang. Moody (Translate to Indonesian by. Aku ingin anak-anak-Ku mulai berdoa bagi mereka.Saya berbaring di tepi lubang itu. meraih ke bawah. Aku akan membangkitkan sebuah generasi pendoa syafaat untuk berdiri bagi anak- anak-Ku yang terhilang. shankty_fortune14@yahoo. Saat itu saya mereka seolah-olah ada kuku- kuku yang keluar dari dalam lubang dan mencakarku. seperti engkau berdoa bagi mereka sekarang. Saya menangis. Saya memohon agar Tuhan berbelaskasihan kepada orang-orang yang say kasihi.” kata Tuhan. Sarnita Santy. mencoba untuk menangkap dan memegang orang-orang yang sedang terjatuh ke bawah. “Adalah hal yang mudah untuk berdoa bagi orang yang terhilang apabila mereka adalah orang yang kau kasihi. “Ingatlah. Saya merasa seolah- olah diriku sendiri terbakar oleh api. Pendoa syafaat ini akan merasakan panasnya pertempuran. dan akan terbakar olehnya. dan berseru kepada Tuhan meminta pembebasan atas mereka. Pasukan neraka akan melawan merek.