You are on page 1of 27

TUGAS PENGAUDITAN II

Ringkasan Bab 15 Audit Siklus Pengeluaran
(Modern Auditing 8th Edition, William C. Boynton & Raymond N. Johnson)

Disusun Oleh:

Muhammad Febryan M 041411331175
Apnia Yoskiana 041411331241

Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Airlangga
2017

BAB 15

AUDIT SIKLUS PENGELUARAN

A Sifat Siklus Pengeluaran

Siklus pengeluaran (expenditure cycle) terdiri dari aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
akuisis dan pembayaran barang serta jasa. Adapun aktivitas utama dari siklus pengeluaran adalah
: (1) membeli barang dan jasa-transaksi pembelian, dan (2) melakukan pembayaran-transaksi
pengeluaran kas. Pembelian dan pengeluaran kas mempunyai pengaruh pervasif terhadap
laporan keuangan seperti yang digambarkan dalam gambar dibawah ini.

Gambar1. Pembelian dan Pengeluaran Kas

A.1. Tujuan Audit

Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo siklus
pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini mendefinisikan tujuan audit
spesifikasi dari program audit siklus seperti terlihat pada Gambar 2. Kebanyakan audit atas
siklus pengeluaran mencakup tujuan-tujuan utama tersebut, tetapi tidak dimaksudkan untuk

siklus operasi kotor diestimasi oleh jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan untuk memutar persedian dan menagih piutang. Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifikasi tersebut. pedagang besar. yaitu waktu yang diberikan pemasok untuk menggunakan kredit dagang sebelum barang dan jasa harus dibayar.2. Bagi sebuah perusahaan manufaktur. Pemahaman tentang Bisnis dan Industri Klien Sebelum merancang program audit pengeluaran. sehingga membuat permintaan atas arus kas perusahaan juga berbeda. hutang usaha mungkin tidak memiliki peran yang signifikan dan risiko terjadinya salah saji yang material tidaklah besar. Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi Audit. Setiap perusahaan menghadapi kekuatan pasar yang berbeda. auditor menggunakan bagian dari metode perencanaan dan pengujian. kekuatan pasar eksternal yang menggerakan sektor bisnis. Pemahaman atas pemicu ekonomi dalam siklus pengeluaran biasanya sangat penting untuk mengaudit perusahaan manufaktur. dan perusahaan eceran. A.membahas semua situasi yang dihadapi klien. Siklus operasi bersih adalah siklus operasi kotor dikurangi dengan hari perputaran hutang usaha (account payable turn days). Bagi beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri jasa. dan bagaimana kekuatan tersebut mempengaruhi siklus pengeluaran perusahaan. . Kita ketahui bahwa siklus operasi perusahaan mencerminkan waktu mulai dari kas digunakan untuk membeli barang atau jasa hingga penagihannya. seorang auditor harus mempertimbangkan bisnis dari klien tersebut.

Gambar2. Tujuan Audit Spesifik untuk Siklus Pengeluaran .

Pertimbangan lainnya tentang materialitas awal atas hutang usaha dapat menjadi tolok okur pentingnya rasio ini secara signifikan. Pemahaman mengenai bisnis dan industri akan membantu auditor dalam memahami risiko bisnis klien. pabrik. Selain itu. jumlah total. Pentingnya siklus pengeluaran ini juga bervariasi menurut dengan jenis usaha yang dijalankan. serta memudahkan perhitungan observasi. Beberapa dari akun itu. maka biaya untuk mendeteksi kesalahan hutang usaha tidaklah sebesar biaya untuk mendeteksi kesalahan piutang usaha atau . Materialitas Siklus pengeluaran merupakan proses inti bagi banyak industri dan mencerminkan jumlah serta volume transaksi dalam siklus ini dimana risiko terjadinya salah saji yang material adalah tinggi. dan rata- ratanya. dan peralatan. serta jenis beban utama yang secara individual dapat bersifat material terhadap laporan keuangan. Dalam situasi ini. pemahaman ini juga akan membantu auditor dalam membuat pertimbangan tentang : 1 Materialitas siklus pengeluatan bagi pemakai laporan keuangan. 3 Pengendalian internal kunci dimana auditor berharap dapat menentukan risiko pengendalian bisnis. Sistem akuntansi yang terkomputerisasi harus mampu memilah pengeluaran menurut kelompok beban dan besarnya transaksi. Karena pemasok ingin segera memperoleh pembayaran. 2 Risiko inheren dalam siklus poengeluaran. 4 Pemberian jasa bernilai tambah. Pertimbangan sekunder berhubungan dengan biaya untuk mendeteksi kesalahana. Pengalokasian materialitas ke akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi dalam siklus ini akan bervariasi sesuai dengan pertimbangannya. auditor berusaha mencapai tingkat risiko yang rendah bahwa transaksi siklus pengeluaran merupakan sumber terjadinya salah saji yang material dalam laporan keuangan. properti. Pada Gambar 1 mengilustrasikan fakta bahwa transaksi dalam siklus ini mempengaruhi lebih banyak akun laporan keuangan dibandingkan dengan siklus lainnya. seperti persediaan.

Risiko Inheren Dalam menilai risiko inheren. dampak perkembangan teknologi terhadap produktivitas perusahaan. Auditor juga harus mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan industri seperti ketersediaaan dan volatilitas harga bahan baku serta produk yang dibutuhklan perusahaan untuk menjalankan bisnis. yang dalam kenyataan tidak tercapai akibat faktor-faktor seperti kondisi ekonomi. serta faktor-faktor yang hanya berkaitan dengan asersi spesifik dalam siklus pengeluaran. auditor harus mempertimbangkan faktor-faktor penting yang bisa mempengaruhi asersi-asersi diseluruh laporan keuangan. global. nasional. atau regional yang mempengaruhi biaya operasi.persediaan. Pelanggan akan dengan segera beralih dari apel hijau ke apel merah. Sebagai contoh. . Kedua faktor diatas cenderung menyebabkan tingginya risiko kurang saji daripada lebih saji pengeluaran dan hutang. Akibatnya jumlah materialitas yang lebih kecil mungkin dialokasikan ke siklus pengeluaran dan hutang usaha. 2 Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah hutang agar bisa membuat laporan yang menunjukkan tingkat modal kerja yang lebih tinggi pada saat perusahaan sedang menghadapi masalah likuidasi atau keraguan tentang kelangsungan usahanya. sementara persaingan pasar yang ketat cenderung membuat harga menjadi stabil. Faktor-faktor penting yang dapat memotivasi manajemen untuk menyalahsajikan asersi-asersi pengeluaran meliputi : 1 Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah beban agar dapat membuat laporan yang memenuhi target profitabilitas atau norma industri yang telah ditetapkan. perusahaan grosir berhubungan dengan sejumlah besar pemasok dan harga. atau manajemen yang tidak baik. Kurangnya pasokan atau naiknya harga setiap jenis barang memiliki pengaruh yang kecil terhadap operasi industri ini.

4 Pembayaran atas faktur penjual mungkin dilakukan dua kali. Risiko prosedur analitis merupakan unsur risiko deteksi bahwa prosedur analitis tersebut akan gagal mendeteksi kekeliruan yang material. Seperti telah disinggung sebelumnya. 2 Pembelian dan pengeluaran klas bisa dilakukan tanpa otorisasi. 3 Pembelian aktiva dapat diselewengkan. Beberapa contoh prosedur analitis yang dapat diterapkan pada siklus pengeluaran disajikan dalam gambar3. prosedur analitis adalah prosedur yang sangat murah. 5 Masalah akuntansi yang tidak tepat mungkin terjadi berkaitan dengan hal-hal seperti apakah biaya harus dibebankan atau dikapitalisasi. Faktor-faktor lainnya yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus pengeluaran mencakup berikut ini : 1 Volume transaksi dalam siklus ini biasanya tinggi. Risiko Prosedur Analitis Pengujian analitis merupakan hal yang efektif dalam mengidentifikasi akun-akun siklus pengeluaran yang mengandung salah saji. . Siklus pengeluaran cenderung menanggung risiko kecurangan yang dilakukan karyawan melalui pengeluaran kas yang tidak diotorisasi. Auditor harus mempertimbangkan setiap faktor diatas ketika menilai risiko inheren untuk siklus pengeluaran.

3. Ingat kembali bahwa auditor memperoleh pemahaman tentang komponen pengendalian internal melalui review .Gambar3. Prosedur Analitis yang Umum Digunakan dalam Audit atas Siklus Pengeluaran A. audit juga diwajibkan untuk memahami pengendalian internal yang berlaku pada siklus pengeluaran yang mencakup lima komponen. Mempertimbangakan Komponen Pengendalian Internal Seperti dalam bagian audit lainnya.

dan pelatihan atas personil yang telibat dalam pemrosesan transaksi pembelian serta pengeluaran kas.atas pengalaman sebelumnya dengan klien. jika manajemen tidak bertanggung jawab atas penggunaan sumber daya perusahaan. catatan. dapat menyebabkan faktor lingkungan pengendalian seperti integritas dan nilai etis menjadi sangat penting dalam siklus pengeluaran. termasuk menawarkan “pembayaran kembali. Manajemen harus dicerminkan dalam proses perekrutan pegawai. dan sebagainya. maka pegawai perusahaan tidak mungkin akan melaksanakan pengendalian internal dengan serius. maka hal itu dapat mendorong untuk menyalahsajikan laporan keuangan. penugasan. Jika manajemen terlalu kaku dalam menetapkan target laba. Sebagai contoh. Agen pembelian mungkin mendapat tekanan dari penjual yang ingin. Manajemen juga dpat mengharuskan para pegawai yang terlibat dalam pemrosesan pengeluaran kas atau penyimpanan aktiva yang dibeli untuk mengikat kontrak kerja. Pemahaman tersebut harus didokumentasikan dalam formulir kuesioner yang lengkap. tanggung jawab. penyimpanan aktiva yang dibeli perusahaan. jika berlaku. hal yang sangat mendasar dalam mempelajari lingkungan pengendalian adalah memahami bagaimana manajemen bertanggung jawab atas penggunaan sumber daya perusahaan. Komitmen terhadap kompetensi. Di pihak lain. a Lingkungan Pengendalian Adanya sejumlah peluang bagi karyawan untuk melakukan kucurangan dalam pemrosesan transaksi pengeluaran kas serta pembelian. bagan arus. dan penipuan pelaporan keuangan oleh manajemen atas saldo akun siklus pengeluaran. Struktur organisasi klien dan manajemen penetapan kewenangan serta tanggung jawab atas aktivitas siklus pengeluaran harus dikomunikasikan secara jelas dan memberikan garis yang jelas tentang hubungan otoritas. dan pelaporan aktivitas siklus pengeluaran. dan melalui tanya jawab dengan manajemen serta menginspeksi dokumen. atau memorandum naratif.” melakukan transaksi bisnis yang lebih besar dengan pemasok tersebut. Pemahaman tentang bagaimana manajemen bertanggungjawab atas penggunaan sumber daya perusahaan merupakan hal yang berguna untuk menentukan: 1 Laporan yang digunakan manajemen untuk mengevaluasi review kinerja perusahaan. serta pelaporan. . buku pedoman.

Merupakan hal yang penting untuk memahami aliran transaksi melalui sistem akuntansi mulai dari pemrakarsaan transaksi hingga pencatatannya dalam buku besar dan pengikhtisarannya dalam laporan keuangan. 3 Keputusan yang didasarkan atas laporan itu. dan retur diawali. 3 Terus tersedianya perlengkapan yang penting dan stabilitas pemasok yang penting. b Penilaian Risiko Manajemen Penilaian risiko manajemen yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran meliputi pertimbangan atas hal-hal berikut : 1 Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan arus kas untuk transaksi pembelian. 4 Kebijakan perusahaan untuk menindaklanjuti masalah yang berasal dari laporan utama. 6 Atensi perusahaan terhadap risiko kecurangan yang dilakukan oleh pegawai. . Jika manajemen menunjukkan pertimbangan yang tepat atas risiko-risoko di atas bersama dengan komitmen untuk menjalankan aktivitas pengendalian untuk menghadapi risiko tersebut. Informasi dan Komunikasi (Sistem Akuntansi) Pemahaman atas sistem akuntansi memerlukan pengetahuan tentang metode pemrosesan data dan dokumen serta catatan penting yang digunakan dalam pemrosesan transaksi siklus pengeluaran. 4 Pengaruh kenaikan biaya terhadap perusahaan. 5 Atensi perusahaan terhadap risiko terjadinya pembayaran berganda. Informasi penting yang harus dipahami auditor meliputi : 1 Bagaimana pembelian. pembayaran. 2 Kontijensi kerugian yang berkaitan dengan komitmen pembelian. 2 Seberapa sering dan seberapa cepat laporan manajemen direview. maka kemungkinan salah saji yang berkaitan dengan situasi ini akan berkurang.

dokumen-dokumen ini mungkin tidak tersedia. atau akun yang terkait. Bagan arus ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua dokumen. dukomen. Dengan langsung mentransfer informasi melalui pertukaran data elektronik. catatan. Sistem yang Terkomputerisasi untuk Transaksi Pembelian dan Pengeluaran . proses. Gambar dibawah ini adalah bagan arus peninjauan yang menunjukkan karakteristik dasar dari sistem yang terkomputerisasi untuk melakukan pemorosesan transaksi pembelian dan pengeluaran kas. dan file komputer apa yang digunakan dalam akuntansi untuk berbagai tahapan dari setiap transaksi siklus pembelian? 4 Proses yang mengawali terjadinya pembayaran atas barang dan jasa. 2 Bagaimana transaksi pembelian diperhitungkan ketika barang dan jasa diterima atau dikembalikan. Perhatikan bahwa bagan tersebut menyajikan penerimaan dan pemasukan dokumen pihak ketiga. 3 Catatan akuntansi. Gambar4. akun.

meliputi perancangan kebijakan dan prosedur serta apakah hal tersebut telah dilaksanakan. auditor harus mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan guna mengidentifikasi jenis-jenis salah saji potensial yang dapat terjadi dan melangkah ke tahap perancangan pengujian substantif. apabila berlaku. Dalam kasus ini auditor dapat memperoleh kepastian yang terbatas mengenai keefektifan pengendalian bersangkutan. penilaian awal auditor atas risiko pengendalian haruslah maksimum. Bukti yang diperoleh dari pengujian pengendalian secara berbarengan tersebut dapat mendukung penurunan penilaian awal atas risiko pengendalian untuk asersi-asersi terkait tertentu sedikit dibawah maksimum atau tinggi. (2) komunikasi dari auditor eksternal tentang kondisi yang dapat dilaporkan atau kelemahan yang material atas pengendalian internal yang relevan yang ditemukan selama audit sebelumnya (3) penilaian periodik oleh auditor internal tentang kebijakan serta prosedur pengendalian yang berhubungan dengan siklus pengeluaran Penilaian Awal atas Risiko Pengendalian Telah dijelaskan bahwa prosedur yang digunakan auditor untuk memperoleh pemahaman mengenai pengendalian internal. tetapi bukan untuk menentukan keefektifan pengendalian semacam itu.Pemantauan Beberapa jenis aktivitas pemantauan secara terus menerus atau periodik dalam komponen ini dapat memberikan manajemen informasi tentang kefektifan komponen pengendalian internal lainnya dalam mengurangi salah saji yang berkaitan dengan transaksi dan saldo siklus pengeluaran. Dalam kasus lainnya. mencakup (1) umpan balik yang terus menerus dari pemasok perusahaan menyangkut setiap masalah pembayaran atau masalah pengiriman di masa depan. Aktivitas pemantauan yang mengharuskan auditor mendapatkan pengetahuan. berdasarkan informasi dari pemahaman semata. untuk asersi siklus pengeluaran di mana auditor tidak merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah. Auditor dapat melaksanakan beberapa pengujian pengendalian secara berbarengan dengan prosedur untuk mendapatkan pemahaman yang diperlukan. Jadi. B Aktivitas Pengendalian-Transaksi Pembelian .

Penawaran tertulis dari departemen pembelian kepada penjual atau pemasok untuk membeli barang atau jasa sebagaimana tertulis dalam pesanan tersebut. pada bagian ini akan memfokuskan pada bagaimana manajemen akan mengimplementasikan aktivitas pengedalian dengan menggunakan prosedur pengendalian yang terprogram.1. 3 Laporan penerimaan. yang berkaitan dengan setiap aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi. B. dokumen dan catatan berikut akan sering ditemukan dalam sebagian besar sistem akuntansi: 1 Permintaan pembelian. seperti siklus pengeluaran. Akhirnya. Laporan yang dibuat atas penerimaan barang yang menunjukkan jenis dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok. serta (2) melakukan pengujian pengendalian yang digunakan dalam membuat penilaian akhir atas risiko pengendalian untuk transaksi pembelian. Dokumen dan Catatan yang Umum Bagi perusahaan yang menggunakan sistem database. Permintaan tertulis akan barang dan jasa yang diajukan oleh orang atau departemen yang berwenang kepada departemen pembelian 2 Pesanan pembelian. pertimbangan akan diberikan pada prosedur yang digunakan auditor untuk (1) memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman atas pengendalian internal. Ada dua jenis pengendalian komputer : 1 Pengendalian umum. . Sebenarnya hampir semua perusahaan yang memerlukan audit memiliki sistem akuntansi yang terkomputerisasi. Meskipun demikian. maka pengendalian aplikasi jarang dapat diandalkan. Jika pengendalian umum tidak efektif. Oleh karena itu. serta bagaimana tabel-tabel tersebut berkaitan satu sama lain. Yang berkaitan dengan lingkungan komputer dan yang mempunyai pengaruh pervasif terhadap aplikasi komputer 2 Pengendalian aplikasi. catatan transaksi akan disimpan dalam suatu database dan auditor perlu memahami tabel-tabel utama yang menggerakkan akses ke informasi dalam sistem ini.

Tagihan dari pemasok yang menyebutkan jenis barang yang dikirim atau jasa yang diberikan. jumlah yang harus dibayar. Laporan yang berisi informasi tentang transaksi-transasksi yang diidentifikasi untuk diinvestigasi lebih lanjut dengan pengendalian aplikasi komputer. Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi pencatatan dan pembayaran kewajiban. File komputer yang berisi data mengenai voucher yang belum dibayar yang telah disetujui. File komputer tentang pesanan pembelian yang telah dikirim ke para pemasok tetapi barang atau jasa belum diterima. 6 Laporan pengecualian. dan tanggal pembayaran untuk pembelian yang telah diterima. Suatu formulir internal yang manyebutkan nama pemasok. 13 File induk hutang usaha. termin pembayaran. Catatan akuntansi formal yang mencatat kewajiban yang telah mendapat persetujuan untuk dibayar. serta buku besar. File ini digunakan untuk mencetak register voucher dan memutakhirkan file hutang usaha. . 11 File penerimaan. jumlah yang harus dibayar. persediaan. 10 File pesanan pembelian terbuka. Laporan yang berisi seluruh voucher yang diproses dalam suatu batch atau selama hari itu. 8 Register voucher. File ini dapat disusun oleh pemasok. File komputer yang berisi informasi tentang penjual dan pemasok yang telah disetujui untuk membeli jasa dari serta melakukan pembayaran kepadanya. 7 Ikhtisar voucher. File komputer yang berisi data mengenai voucher yang telah disetujui atas pembelian yang telah diterima. File komputer yang berisi informasi tentang kuantitas persediaan yang diterima dari pemasok 12 File transaksi pembelian. 9 File induk pemasok yang telah disetujui. serta tanggal tagihan tersebut. File ini harus ditambahkan ke saldo dalam akun pengendalian hutang usaha.4 Faktur penjual. 5 Voucher.

Hal ini merupakan pemisahan tugas yang klasik dengan memisahkan otorisasi atas transaksi. yang meliputi: a Pencantuman nama pemasok pada daftar pemasok yang telah disetujui. Permintaan yang diajukan oleh perusahaan untuk melakukan transaksi dengan perusahaan lain. Dengan struktur semacam ini pekerjaan seorang pegawai atau departemen dapat menyediakan pengecekan yang independen atas ketepatan pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain atau departemen lainnya. B. Setiap fungsi-fungsi penting ini harus diberikan kepada orang atau departemen yang berbeda. 14 File suspensi atau penolakan. penyimpanan akitiva. c Pembuatan pesanan pembelian. dan pencatatan transaksi. b Penyimpanan barang yang diterima untuk oersediaan. 3 Pencatatan kewajiban. yang meliputi: a Pembuatan voucher pembayaran dan pencatatan kewajiban b Pertanggungjawaban atas transaksi yang telah dicatat. b Pengajuan kembali permintaan barang dan jasa. yang mencakup: a Penerimaan barang. Fungsi-Fungsi Pemrosesan transaksi pembelian mencakup fungsi-fungsi pembelian berikut: 1 Pengajuan pembelian. 2 Penerimaan barang dan jasa. Penerimaan atau pengiriman fisik barang dan jasa. c Pengembalian barang ke pemasok. .2. Pengakuan formal oleh perusahaan atas kewajiban hukum. Fungsi-fungsi. File komputer yang menahan transaksi-transaksi yang belum diproses karena ditolak oleh program aplikasi komputer.

seperti pembelian persediaan dan bahan baku. Pengendalian penting yang harus dipertimbangkan adalah bahwa seluruh permintaan memenuhi kebijakan otorisasi yang ditetapkan oleh perusahaan. suatu departemen biasanya memiliki ruang gerak yang bebas dalam mengajukan permintaan dan memesan barang. maka karyawan akan sulit melakukan pengajuan pembelian dengan pemasok fiktif.aktivitas pengendalian yang berlaku. a Mencantumkan Nama Pemasok pada Daftar Pemasok yang telah Disetujui. kebijakan . Permintaan pembelian merupakan awal dari jejak transaksi yang mendokumentasikan bukti dalam mendukung asersi manajemen seperti eksistensi atau kejadian transaksi pembelian. Untuk transaksi yang bernilai lebih kecil. Jika manajemen. Banyak perusahaan memisahkan subfungsi-subfungsi berikut untuk transaksi dalam jumlah dollar tertentu. dan asersi-asersi yang relevan serta tujuan audit spesifik terkait akan dijelaskan dibawah ini. Apabila perusahaan memberikan kebebasan yang lebih besar pada suatu departemen dalam mengawali transaksi. biasanya departemen pembelian. suatu transaksi diawali dengan proses pemberian persetujuan atas transaksi yang akan dilakukan dengan pihak ketiga yang independen. Permintaan pembelian biasanya diajukan oleh bagian penyimpanan (gudang) untuk item-item persediaan atau setiap departemen untuk item-item yang bukan ditujukan sebagai persediaan. menetapkan pengendalian yang ketat atas penentuan pemasok yang diotorisasi dalam daftar pemasok yang telah disetujui. Sebagian besar perusahaan mengijinkan otorisasi umum untuk keperluan operasi rutin. Sebaliknya. b Permintaan Barang dan Jasa. maka biasanya perusahaan itu berupaya menetapkan anggaran dan tanggung jawab pengendalian yang ketat atas pengeluaran. terutama dalam sistem akuntansi yang mengandalkan pada pengendalian komputer. apabila titik pemesanan kembali (reorder point) telah tercapai atau untuk item-item lainnya yang tercantum dalam anggaran operasi departemen bersangkutan. Proses menyetujui pemasok yang akan mengirimkan barang dan jasa yang dibutuhkan perusahaan merupakan pengendalian yang penting. Pengajuan Pembelian Pada dasarnya. Jumlah dollar yang diijinkan seringkali dikaitkan dengan tingkat atau posisi pegawai dalam perusahaan.

Formulir permintaan pembelian dapat dibuat secara manual atau elektronis. Data yang ditolak dalam sistem on-line akan menghasilkan laporan yang salah yang perlu segera ditindaklanjuti. dan untuk barang-barang yang penting. c Pembuatan Pesanan Pembelian Departemen pembelian mempunyai kewenangan utnuk menerbitkan pesanan pembelian hanya setelah menerima permintaan pembelian yang disetujui dengan benar. harus digunakan sistem nomor urut dalam menetapkan nomor dokumen tanpa memperhatikan depertamen yang mengajukan. harga. Selain itu juga komputer akan meyaring bahan masukan (input) dari kemungkinan adanya kesalahan seperti bilangan negatif. yang akan digunakan komputer untuk mengecek apakah permintaan itu berada dalam batas otorisasi dari pegawai bersangkutan. mendapatkan harga penawaran yang paling kompetitif. Pembuatan pesanan pembelian merupakan kelanjutan dari proses pemrakarsaan transaksi. Dalam sistem komputerisasi yang unik. Sistem yang terkomputerisasi akan mempunyai daftar induk pemasok yang telah disetujui dan daftar harga terbaru dari semua barang yang umumnya dibeli perusahaan. Laporan kesalahan atau permintaan yang tidak urut harus dibuat secara rutin. dan sebagainya. Pembelian yang bersifat tidak rutin dan lebih tinggi dari segi jumlah dollar biasanya memerlukan otorisasi dari pejabat yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelian rutin dan kurang signifikan. Lembar yang asli dikirim kepada pemasok dan salinannya didistribusikan secara internal ke departemen penerimaan (biasanya . Pesanan pembelian juga harus diberi nomor dan ditandatangani oleh agen pembelian yang berwenang (atau oleh orang yang berwenang apabila pesanan pembelian dibuat oleh suatu departemen). Pesanan permintaan yang dibuat dengan komputer akan mensyaratkan pemasukan nomor pegawai yang sah. Pesanan pembelian akan dilengkapi dengan informasi dari daftar tersebut. Pesanan pembelian harus berisi uraian yang jelas mengenai barang dan jasa yang diinginkan. atau harus diperbaiki oleh departemen pemakai dan diajukan kembali jika permintaan itu sudah sah. Supervisor yang bertanggung jawab atas anggaran pembelian harus menyetujui setiap formulir permintaan. dan setiap pengecualian harus segera diinvestigasi.perusahaan seringkali mensyaratkan otorisasi khusus untuk pengeluaran modal dan kontrak lease. kuantitas. Peran pembelian adalah memastikan sumber pasokan terbaik. dan nama serta alamat pemasok. karakter yang masuk ke field numerik.

Beberapa perusahaan juga mengeliminasi hall ini dengan menggunakan jaringan komputer on- line dengan pemasoknya. .tanpa informasi mengenai kuantitas). Dalam sistem yang terkomputerisasi. Personil departemen penerimaan harus membandingkan barang yang diterima dengan uraian yang tercantum pada pesanan pembelian. Menghitung barang. manajemen biasanya mendokumentasikan penerimaan jasa dengan menyetujui salinan faktur pemasok atau penjual untuk segera dibayar. sehingga klerk penerimaan dapat melakukan perhitungan yang hati-hati ketika barang diterima. Informasi yang ada dalam laporan penerimaan akan diteruskan ke bagian hutang usaha melalui salinan laporan penerimaan atau secara elektronis. Sistem komputer akan membandingkan kuantitas yang dipesan dengan yang diterima dan membuat laporan pengecualian agar dapat ditindak lanjuti sebagaimana mestinya. untuk mendokumentasikan bahwa barang telah diterima. Tergantung pada luas sistem yang terkomputerisasi. Laporan penerimaan merupakan dokumen yang penting dalam mendukung asersi eksistensi atau kejadian untuk transaksi pembelian. departemen hutang usaha dan departemen yang mengajukan permintaan itu. dan bahwa kewajiban telah ditetapkan. a Pembuatan Laporan Penerimaan Laporan penerimaan bernomor urut harus dibuat untuk setiap pesanan yang diterima. Dalam kasus ini. Penerimaan Barang dan Jasa Pesanan pembelian yang sah merupakan otorisasi bagi departemen penerimaan untuk menerima barang yang dikirmkan oleh pemasok. Laporan penerimaan jarang dibuat utnuk penerimaan jasa. Kuantitas yang dipesan biasanya dihilangkan pada salinan yang dikirimkan ke departemen penerimaan. laporan penerimaan dapat dibuat dengan menggunakan informasi yang telah tersedia dalam komputer dan menambahkan data penerimaan yang sesuai seperti kuantitas yang diterima. dan memeriksa kemungkinan adanya barang yang rusak. hanya dokumen hard copy yang akan menghasilkan pesanan pembelian yang dikirimkan ke pemasok. Penerimaan barang atau jasa ini biasanya membuktikan bahwa suatu transaksi dan penetapan kewajiban telah terjadi.

b Penyimpanan Barang yang Diterima sebagai Persediaan Setelah menyerahkan barang ke gudang atau departemen yang mengajukan permintaan lainnya. Pencantuman tanda tangan pada salinan laporan penerimaan memenuhi tujuan ini dan memberikan bukti lebih lanjut mengenai asersi eksistensi atau kejadian untuk transaksi pembelian. Tanda tangan pada salinan penerimaan ini juga menetapkan tanggung jawab selanjutnya atas barang yang dibeli. . Pemisahan fungsi penyimpanan barang yang diterima sebagai persediaan dari fungsi lainnya yang terlibat dalam pembelian dapat mengurangi risiko terjadinya pembelian yang tidak diotorisasi atau penyalahgunaan barang. klerk permintaan harus meminta tanda terima.

Pertimbangan Risiko Pengendalian-Transaksi Pembelian .Gambar5.

.

untuk mengakui kewajiban dan mencatatnya dalam jurnal pembelian atau register voucher. yaitu suatu dokumen internal. Pengendalian atas pencatatan kewajiban dan asersi/ tujuan audit spesifik yang berkaitan meliputi hal-hal berikut: 1 Menetapkan kesesuaian antara rincian dalam voucher dengan faktur penjual serta laporan penerimaan dan pesanan pembelian yang bersangkutan. 5 Menetapkan bahwa voucher mencerminkan kewajiban perusahaan dengan cara menunjuk seseorang untuk memberi persetujuan atas pembayaran voucher. Kedua tanggal itu harus berada pada periode akuntansi yang sama. 2 Membandingkan tanggal laporan penerimaan dengan tanggal pencatatan voucher. Akuntansi akrual mensyaratkan pencatatan kewajiban.Pencatatan Kewajiban Penerimaan barang atau jasa biasanya menetapkan suatu kewajiban bagi perusahaan untuk menyelesaikan transaksi. 3 Melaksanakan pengecekan yang independen atas keakuratan matematis dari setiap voucher dan faktur pemasok pendukungnya. Banyak perusahaan membuat voucher. 4 Menentukan bahwa semua voucher telah dibukukan dan diikhtisarkan secara tepat dalam catatan akuntansi. .

7 Dokumen pendukung harus segera distempel. terjadi waktu mencatat pembelian. menunggu pembayaran berikutnya. laporan bulanan yang diterima dari pemasok juga dapat direkonsiliasi dengan saldo pemasok yang dicatat. dan (2) ketepatan waktu pencatatan dengan . atau dibubuhi tanda lainnya agar dokumen tersebut tidak digunakan lagi untuk mengajukan permintaan pembayaran. dengan menunjukkan akun aktiva atau beban yang harus didebet. menguji keakuratan matematis pada faktur penjual dan voucher. membandingkan periode akuntansi pencatatan dengan periode akuntansi penerimaan barang atau jasa. kecocokan antara kuantitas yang tercantum dalam voucher dengan kuantitas yang diterima. 6 Memberikan kode atas distribusi akun. ke voucher tersebut. Informasi mengenai voucher yang belum dibayar biasanya diselenggarakan dalam file voucher yang belum dibayar. seperti terlihat pada Gambar 5. dilubangi. Komputer secara teratur akan membandingkan saldo akun pengendalian buku besar dengan jumlah buku pembantu hutang usaha. Setelah menerima faktur dari penjual. ditambah transaksi harian. Seorang Supervisor akuntansi harus melakukan pengecekan independen atas kesesuaian total voucher yang dicatat dengan ikhtisar voucher harian. Seorang Supervisor akuntansi harus memantau (1) ketepatan klasifikasi akun yang diperlihatkan dalam register voucher. Setiap perbedaan harus diteruskan melalui pesan kesalahan yang ada pada terminal atau melalui laporan pengecualian. sehingga dapat diperoleh saldo akhir transaksi. Program edit akan mengecek hal-hal seperti validitas nomor pemasok. serta membandingkan saldo awal hutang usaha. Biasanya departemen hutang usaha bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pembelian telah dicatat secara akurat. Di samping itu. atau file buku pembantu hutang usaha. Sebaian besar pengendalian itu akan membandingkan keakuratan pencatatan dengan data yang dimasukkan ketika transaksi dimulai atau barang dan jasa diterima. Banyak pengendalian yang penting. atau membandingkan klasifikasi akun pada voucher dengan klasifikasi akun pada pesanan pembelian. biasanya personil departemen hutang usaha akan memasukkan data transaksi melalui terminal. a Pembuatan Voucher dan Pencatatan Kewajiban Voucher merupakan dokumen bernomor urut yang berhubungan dengan pencatatan kewajiban dalam jurnal atau register voucher.

auditor perlu memiliki pemahaman yang cukup agar mampu mengidentifikasi jenis-jenis salah saji yang potensial. . Manajemen harus menetapkan sistem pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya perusahaan. Bagan arus tersebut juga menunjukkan tahapan yang dilalui transaksi mulai dari pemrakarsaan transaksi pada buku besar. (2) dokumentasi jejak audit. maka hal itu merupakan bukti lemahnya pengendalian internal perusahaan. B. merupakan kewajiban perusahaan. dan harus dibebankan ke akunnya. Jika auditor merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah utnuk suatu asersi.4.3. dan (4) program serta file komputer yang terdapat dalam sistem akuntansi. Jika manjemen tidak menetapkan pengendalian atas pertanggungjawaban terhadap penggunaan sumber daya. Sistem Ilustratif untuk Transaksi Pembelian Bagan arus dari sistem ilustratif untuk memroses transaksi pembelian dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar tersebut mengikhtisarkan informasi yang penting untuk mendokumentasikan pemahaman auditor tentang pengendalian internal: (1) fungsi-fungsi kunci. maka penting bagi dia untuk memperoleh pemahaman mengenai prosedur pengendalian atas asersi tersebut. (3) laporan penting yang dihasilkan oleh sistem. karena auditor hanya memerlukan pemahaman yang mencukupi untuk merencakan audit. Perolehan Pemahaman dan Penialain Risiko Pengendalian Auditor harus memperoleh pemahaman tentang siklus pembelian yang mencukupi untuk merencanakan audit. B. Yaitu. yang mendukung laporan keuangan. Manajer tersebut harus memahami alasan bisnis yang mendasari transaksi adalah sah. mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji yang material. Tidak semua salinan dokumen ini didokumentasikan dalam bagan arus itu. dan merancang pengujian substantif.membandingkan secara periodik tanggal ayat jurnal register voucher dengan tanggal pada salinan voucher. telah dinilai dengan tepat. Manajer departemen harus diminta untuk mereview secara teratur transaksi-transaksi yang dibebankan ke akunnya.

Luas pertimbangan auditor tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan penilaian risiko pengedalian untuk setiap asersi tergantung pada strategi audit. Gambar 6. Pemrosesan Transaksi Pembelian Jika auditor merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat sedang aatu tinggi. Risiko inheren untuk transaksi pembelian sering ditetapkan pada tingkat maksimum atau tinggi. Pengujian pengendalian adalah cara untuk menentukan keefektifan dari pengendalian semacam itu. Auditor juga harus mempertimbangkan hasil prosedur analitis untuk menentukan penilaian tingkat risiko pengendalian yang direncanakan dan risiko pengujian rincian. dan (2) kerentanan aktiva terhadap penyalahgunaan. maka ia dapat menggunakan pengetahuan tentang keefektifan pengendalian yang . karena (1) siklus pembelian mempunyai pengaruh pervasif terhadap laporan keuangan.

Pada waktu menguji pengendalian umum komputer. 3 Nomor pemasok hilang atau keliru. Jika auditor merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat rendah. (2) menggunakan teknik audit berbantuan komputer untuk mengevaluasi keefektifan pengendalian terprogram. 5 Informasi dalam faktur penjual tidak sesuai dengan informasi penerimaan. auditor juga bisa mempelajari keefektifan prosedur untuk mengotoriasi dan menguji perubahan program. Auditor juga dapat menguji keefektifan pengendalian manajemen seperti pengendalian anggaran dan mereview manajemen atas transaksi yang menjadi tanggung jawabnya. maka ia biasanya harus: (1) menguji keefektifan pengendalian umum. 2 Pesanan pembelian yang melebihi batas yang telah terprogram. Dalam sistem pengendalian internal yang baik. Auditor juga dapat mempelajari apakah orang yang menindaklanjuti laporan pengecualian mempunyai pemahaman yang cukup tentang siklus operasi untuk mengantisipasi pengecualian yang dapat terjadi dalam laporan tersebut. dan (3) menguji keefektifan prosedur untuk menindaklanjuti pengecualian yang diidentifikasi oleh pengendalian terprogram. manejemen bertanggungjawab atas penggunaan sumber daya perusahaan dan akun sering melakukan berbagai langkah untuk menunjukkan bukti tentang review manajemen dan tindaklanjut manejemen atas berbagai masalah yang ditunjukkan oleh laporan. Sebagai contoh. auditor dapat menggunakan data pengujian untuk menentukan apakah hasil yang diharapkan akan muncul dalam laporan pengecualian jika ia memasukkan: 1 Kode otorisasi karyawan yang tidak sah. dan apakah tindakan yang diambil untuk memperbaiki kesalahan dilakukan atas dasar tepat waktu. Auditor juga dapat mengambil kesimpulan mengenai keefektifan operasi pengendalian umum komputer.diperolehnya ketika memahami pengendalian internal. . dan mengajukan pertanyaan serta menginspeksi dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang digunakan untuk menindaklanjuti laporan pengecualian yang dihasilkan oleh pengendalian terprogram. 4 Informasi penerimaan tidak sesuai dengan pesanan pembelian.

9 Faktur penjual yang tidak memuat nomor kode klasifikasi akun atau salah kodenya. 7 Jumlah dollar dalam faktur penjual hilang atau tidak wajar. Sifat dan luas pengujian pengendalian akan bervariasi secara terbalik dengan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan auditor. . Beberapa pengujian pengendalian dapat dilakukan secara bebarengan dengan perolehan pemahaman pada tahap perencanaan audit. penilaain risiko pengendalian yang rendah berdasarkan prosedur pengendalian terprogram biasanya akan melibatkan CAATs. 11 Faktur penjual yang sama diajukan lebih dari satu kali. 6 Faktur penjualan yang mengandung kesalahak aritmatik. 10 Periode akuntansi penerimaan barang berbeda dengan periode pencatatan transaksi. 8 Faktur penjual yang tidak memuat tanggal jatuh tempo atau termin pembayaran. Penilaian risiko pengendalian yang rendah akan membutuhkan bukti yang lebih kompeten daripada penilaian risiko pengendalian yang lebih tinggi. Sebagaimana dicantumkan diatas. Sementara hal-hal lainnya dapat dilakukan selama pekerjaan lapangan interim.