You are on page 1of 5

BAKTERIAL VAGNOSIS

1.1 Latar belakang

Dalam pengertiannya, Vaginosis Bakterial (VB) adalah keadaan abnormal pada ekosistem
vagina yang ditandai dengan perubahan konsentrasi hirogen peroksida (H2O2) hasil produksi
flora normal Lactobacillus di vagina. Penurunan konsentrasi H2O2 digantikan oleh peningkatan
konsentrasi bakteri anaerob (Mobiluncus, Provetella, Peptostreptococcus, Bacteroides, dan
Eubacterium) dan bakteri fakultatif (Gardnella vaginalis, Mycoplasma hominis, Enterococcus
dan grup β Streptococcus).

Bakterial vaginosis (BV) merupakan infeksi pada vagina yang sering terjadi pada usia
produktif. Diperkirakan bahwa sekitar 16% dari wanita hamil di Amerika Serikat mungkin
memiliki BV pada waktu tertentu. Angka kejadian sulit ditentukan karena tingginya prevalensi
infeksi asimptomatik dan keterbatasan metode skrining. Faktor resiko dari BV termasuk
berhubungan seksual pada usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, dan pemakaian pencuci
vagina. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan prevalensi terjadi pada wanita yang
berhubungan dengan sesama jenis. Wanita yang tidak pernah behubungan seksual jarang sekali
terkena.

1.2 Definisi

Bakterial vaginosis (BV), sebelumnya dikenal sebagai vaginitis nonspesifik, disebut bakterial
vaginosis karena bakteri adalah agen etiologi infeksi ini. Bakterial Vaginosis (BV) atau
nonspesifik vaginitis, merupakan Banyak penelitian telah menunjukkan hubungan Gardnerella
vaginalis dengan bakteri lainnya dalam menyebabkan BV, seperti Lactobacillus, Prevotella, dan
bakteri anaerob, termasuk Mobiluncus, Bacteroides, Peptostreptococcus, Fusobacterium,
Veillonella, dan Eubacterium. Mycoplasma hominis, Ureaplasma urealyticum, viridans
Streptococcus, dan Atopobium vaginae juga telah dikaitkan dengan BV.

 Gardnella vaginalis
Berbagai kepustakaan selama 30 tahun terakhir membenarkan observasi Gardner dan Dukes’
bahwa Gardnella vaginalis sangat erat hubungannya dengan VB. Meskipun demikian dengan
media kultur yang sensitif Gardnella vaginalis dapat diisolasi dengan konsentrasi yang tinggi
pada wanita tanpa tanda-tanda infeksi vagina. Gardnella vaginalis dapat diisolasi pada sekitar
95% wanita dengan BV dan 40-50% pada wanita asimtomatis atau tanpa penyebab vaginitis
lainnya. Gardnella vaginalis diperkirakan berinteraksi melalui cara tertentu dengan bakteri
anaerob dan mycoplasma genital menyebabkan VB.
 Bakterial Anaerob
Bacteroides sp diisolasi sebanyak 76% dan Peptostreptococcus sebanyak 36% pada wanita
dengan VB. Pada wanita normal, kedua tipe anaerob ini jarang ditemukan. Penemuan spesies
anaerob dihubungkan dengan penurunan laktat dan peningkatan suksinat dan asetat pada
sekret vagina. Mikroorganisme anaerob lain yaitu Mobiluncus sp. Merupakan batang anaerob

asam laktat. Peningkatan cairan vagina dan bau tak sedap vagina yang disebabkan oleh perubahan flora vagina merupakan ciri dari BV. Mikroorganisme ini terdapat dengan konsentrasi 10-100 kali lebih besar pada wanita dengan VB daripada wanita normal 1. yang membantu menjaga pH asam dari vagina yang sehat dan menghambat mikroorganisme anaerob lain melalui elaborasi hidrogen peroksida. dan tingkat tinggi antibiotik. hampir tidak pernah ditemukan pada wanita normal. flora vagina menjadi berubah melalui berbagai mekanisme yang masih belum diketahui pasti. Banyak penelitian telah menunjukkan hubungan Gardnerella vaginalis dengan bakteri lainnya dalam menyebabkan BV.3 Etiologi BV merupakan polymicrobial syndrome yang terjadi ketika ada ketidaseimbangan flora normal bakkteri pada vagina. vaginalis. dan (3) pasangan laki-laki dari perempuan dengan BV mungkin memiliki kolonisasi uretra oleh organisme yang sama. tapi asimptomatis pada laki-laki. dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa biofilm tersebut dapat menyebabkan resistensi terhadap terapi. Beberapa bakteri yang memnyebabkan BV adalah G. (2) pasangan seks baru dapat terkena BV. dominan G vaginalis biofilm ini telah menunjukkan bertahan dalam hidrogen peroksida (H2 O2). 85% wanita dengan VB mengandung organisme ini. dan Bacteroides.. Lactobacilli merupakan organisme yang berbentuk batang. Biasanya. Porphyromonas. Pada BV.4 Patofisiologi BV adalah penyebab paling umum dari vaginitis dan infeksi paling umum yang ditemui pada klinik ginekologi. sementara populasi bakteri lainnya meningkat. M.  Mycoplasma hominis Berbagai peniliti menyimpulkan bahwa Mycoplasma hominis juga harus dipertimbangkan sebagai agen etiologi untuk VB. . lengkung yang juga ditemukan bersama-sama dengan organisme lain yang dihubungkan dengan VB. populasi lactobacilli sangat sedikit. bersama-sama dengan Gardnella vaginalis dan bakteri anaerob. hominis. lactobacilli ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada vagina yang sehat. G vaginalis membentuk biofilm pada vagina. aktivitas seksual telah dikaitkan dengan perkembangan infeksi ini. Di BV. Beberapa studi yang mendukung adalah: (1) kejadian BV meningkat dengan peningkatan jumlah pasangan seksual. 1. Pada penelitian. Mobiluncus sp. bakteri anaerob gram negatif seperti Prevotella. dan menyebabkan peningkatan pH lokal. Hal ini mungkin disebabkan oleh reduksi hidrogen peroksida yang diproduksi Lactobacilli. dan Peptostreptococcus sp. Walaupun BV tidak termasuk dalam penyakit menular seksual. Mobiluncus Sp.

5 Faktor Resiko BV Penyebab VB belum diketahui dengan pasti. dan tingkat pendidikan. Keadaan asam yang berlebih ini membuat Lactobacillus tumbuh subur.6 Diagnosis Diagnosis klinis BV bergantung pada anamnesis.  Anamnesis Dari anamnesis didapatkan 5-10 % wanita mengeluhkan keputihan yang berlebih. Apabila jumlah bakteri Lactobacillus menurun. Keadaan ini tidak selalu dapat dipertahankan. 1. usia kehamilan.  Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik. Aktivitas seksual dengan wanita lain. sabun cuci vagina. karena adanya peningkatan kolonisasi Lactobacillus (flora normal vagina) yang memproduksi asam laktat. Mycoplasma hominis. Oral seks B. maka keasaman cairan vagina berkurang dan mengakibatkan bertambahnya bakteri lain. dan aktivitas seksual. sehingga mencegah terjadinya pertumbuhan berlebihan bakteri patogen. Berhubungan seksual pada saat menstruasi F. Pemasangan IUD (Intra Uterine Device) G.  Patofisiologi Vaginosis Bakterial pada Ibu Hamil Pada kehamilan normal. penggunaan IUD. Bergonta-ganti partner seksual I. Kehamilan D. Pemakaian pencuci vagina C. cairan vagina bersifat asam (pH 4-5). Sedangkan menurut distribusi data karakteristik terdapat faktor risiko terjadinya VB pada ibu hamil yaitu usia. Lactobacillus diketahui sebagai mikroorganisme yang mempertahankan homeostasis vagina dengan menghasilkan asam laktat dan memproduksi H2O2 yang akan menghambat pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme lainnya. Perlu ditanyakan juga mengenai faktor presisposisi pada pasien seperti penggunaan antibiotik baru-baru ini. Adanya perubahan flora vagina menyebabkan terjadinya VB. dan pemeriksaan penunjang. dan Bacteroides sp. didapatkan : . ada beberapa predisposisi atau faktor resiko yang berhubungan dengan VB adalah sebagai berikut A. Merokok E. pemeriksaan klinis. sekret encer keabu-abuan. kehamilan. dan memberat saat berhubungan seksual. Berhubungan seksual pada usia dini H. Menurut Schorge (2008). 1. sehingga menurunkan risiko persalinan preterm. berbau amis. riwayat keputihan. seperti antara lain Gardnerella vaginalis.

serviks.9 Komplikasi . . pengobatan BV juga mengurangi risiko infeksi portpartum. Kandidiasis vagina B. Dapat terlihat adanya gelembung kecil pada secret . pH vagina lebih dari 4. introitus. tiga dari empat kriteria harus ada. Infeksi klamidia genitourinary D. Sekret melekat pada mukosa vagina .7 Diagnosis Banding Diagnosis banding dari bakterial vaginosis antara lain: A. Whiff tes positif. tipis. . Iritasi pada vulva biasanya didapatkan Pemeriksaan Penunjang Menurut kriteria Amstel dalam mendiagnosa BV. serta risiko persalinan prematur. dan homogeny . dan homogeny B.8 Penatalaksanaan Manfaat yang diambil dari terapi BV pada wanita yang tidak hamil adalah untuk: (1) meredakan gejala vagina dan tanda-tanda infeksi dan (2) mengurangi risiko komplikasi infeksi. yang melibatkan produksi bau amis saat pencampuran cairan vagina dengan 10% kalium hidroksida C. Servisitis C. Sekret keabu-abuan. yang merupakan indikator BV. 1. dan cairan serviks tampak normal. Trikomoniasis 1. Gonore E. Pada wanita hamil.5 D. 1. yaitu: A. Labia. Didapatkannya Clue cell pada pemeriksaan mikroskopis. Vaginal discharge yang tipis.

10 Prognosis BV memiliki prognosis yang baik dengan penatalaksanaan yang tepat. (10/01/2017). namun. Beberapa penelitian telah menghubungkan BV demam postpartum. Beberapa data penelitian menunjukkan bahwa BV dikaitkan dengan resiko tinggi terkena bertentangan neoplasia intraepitel serviks.medscape. In: Fitzpatrick’s 8th Edition. Sebagian besar infeksi tidk menunjukkan gejala dan jarang terjadi kmplikasi. 2012. United States: McGraw-Hill Education. available at: http://emedicine. 1. studi lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki hubungan lebih lanjut dan gejala sisa. Beberapa infeksi dapat membaik tanpa terapi. DAFTAR PUSTAKA Rosen T. p 2514-2526 Girerd P. dan infeksi postpartum. and Vaginosis (Chapter 205). 2016. BV telah terbukti menjadi faktor risiko untuk persalinan prematur dan kelahiran prematur pada kehamilan. BV juga dikaitkan sebagai faktor risiko untuk transmisi HIV. LLC. Mycoplasma. Gonorrhea. Bacterial Vaginosis.H. 2011 volume 83 number 7 . endometritis postpartum.com/article/254342-overview#showall American Academy of Family Physicians. dan regimen pengobatan yang lebih lama dapat dibenarkan dalam kasus tersebut. Telah dilaporkan bnyak kejadian infeksi berulang.