You are on page 1of 21

1

SH. MINTARDJO

SEPASANG ULAR NAGA
DI SATU SARANG

JILID I
Cetakan Pertama

Penerbit
Yayasan ”PANULUH”
YOGYAKARTA

2

Sepasang Ular Naga
Di Satu Sarang

Gambar dalam : WIBOWO
Gambar kulit : WIBOWO

3 JILID I Cetakan Pertama 1975 HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG .

4 Salam buat keluarga Salam buat sanak kadang Salam buat pembaca Penyiaran lesan/tertulis harus seijin penulis .

Maka mulai terbuktilah ucapan mPu Gandring sebelum saat meninggalnya oleh tangan Ken Arok dengan keris buatannya sendiri yang minta kepada Ken Arok itu. meskipun dengan alasan yang agak berbeda. Karena itu. seperti juga saat tahta Tumapel jatuh ketangan Ken Arok. . karena Ken Arok yang langsung mendengarnya dari mPu Gandring tidak mengatakannya kepada Anusapati pada saat terakhir. oleh Anusapati. dihancurkan saja. Dan orang itu adalah Ken Arok sendiri. maka keris itu disimpannya baik-baik. Namun agaknya Anusapati sendiri selalu dibayangi oleh kecemasan dan keragu-raguan. — Apakah keris itu sudah akan berhenti menitikkan darah? — Tidak seorangpun yang mengetahuinya bahwa keris itu akan beruntun menghisap darah. karena disaat mendatang keris itu akan menjilat darah orang lain lagi. 5 SEPERCIK DARAH telah membasahi tahta Singasari. Kini Sri Rajasa telah disingkirkan dengan cara yang sama seperti ia menyingkirkan Akuwu Tunggul Ametung. apakah tidak ada dendam yang menyala didalam istana Singasari itu. bahwa sebaiknya keris yang telah dilumuri dengan darah mPu Gandring itu sendiri. yang kemudian berhasil mempersatukan Singasari dan menjadi seorang raja yang bergelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi.

Sedangkan anak laki-laki Anusapati yang bernama Ranggawuni itu setiap hari tumbuh dengan subumya. bahwa pengalasan Batil itu adalah utusan Anusapati yang kemudian dibinasakan seondiri untuk melenyapkan jejak pembunuhan itu. Sejak masih kanak-kanak keduanya bagaikan tidak terpisahkan. Ken Umang yang menjadi sangat bersedih. la cepat menguasai segala macam tata gerak yang diajarkan. anak laki-lakinyalah yang akan menduduki tahta Singasari. terapi karena dengan demikian hilangnya semua harapannya untuk mengangkat Tohjaya menjadi putera Mahkota. Ia adalah keturunan Ken Dedes. Dengan pesat ia maju didalam olah kanuragan dan ilmu kajiwan. la menjadi seorang anak laki-laki yang tampan dan kuat. beradik yang lahir berurutan. la tidak menjadi putus asa. meskipun hidupnya sendiri selalu dibayangai oleh kecemasan. Bukan keturunan Ken Umang. yang kehilangan ayahandanya benar-benar telah dicengkam oleh dendam yang membara didalam dadanya. yang meskipun agak muda. Namun untuk sementara Tohjaya tidak dapat berbuat apa-apa. . la memutuskan didalam hatinya. Ken Umang sadar. tetapi nakalnya bukan main. Ternyata bahwa pengaruh Anusapati cukup kuat untuk menguasai seluruh Singasari. namun ia mewarisi kelebihan ayahnya. Bentuk tubuhnya wajahnya dan kesenangannya hampir tidak berbeda. bahwa pada saatnya Anusapati tentu akan mengangkat anak laki-lakinya untuk jabatan itu. bukan saja karena kematian Sri Rajasa. Dalam pada itu. Bahkan keduanya seperti kakak. tetapi ia juga dengan cepat menguasai ilmu kesusasteraan. Anak laki-laki Mahisa Wonga Teleng itupun tumbuh cepat seperti Ranggawuni. la harus tunduk kepada keadaan. ilmu cacah dan ilmu perbintangan. Ranggawuni dengan Mahisa Cempaka. 6 Sebenarnyalah bahwa Tohjaya putera Ken Arok dari isterinya Ken Umang. masih saja dibakar oleh nafsunya. Meskipun usianya masih sangat muda. Demikian juga adik sepupunya. bahwa Tohjaya tidak akan dapat menduduki jabatan Putera Mahkota. sehingga apabila ia lenyap dari pemerintahan.

Tetapi sebenarnyalah tidak demikian. — Aku harus menempuh jalan lain — berkata Ken Umang didalam hati. Tahta Singasari harus jatuh ketangan Tohjaya dengan cara yang sama pula. — Tetapi Ken Umang tidak kehilangan akal dan berbuat tergera- gesa. Para pengasuh dan pengawalnya memandangnya saja dari kejauhan. Tetapi Ken Umang dan anak-anaknya ternyata mampu mengendalikan diri. . Seakan-akan mereka sama sekali tidak mempunyai niat apapun juga sepeninggal Ken Arok. sehingga keduanya tidak usah kuatir bahwa pada suatu saat mereka akan mengalami bencana. Setiap prajurit yang bertugas di halaman istana. — Jika aku tidak dapat lagi mengharap bahwa Tohjaya akan menduduki jabatan Patera Mahkota. Disebelah dinding yang memisahkan dua bagian istana Singasari. Jika keduanya menjadi semakin jauh barulah mereka mengikutinya. Dan rasa-rasanya halaman Singasari itu adalah suatu daerah yang paling aman dan damai dipermukaan bumi. tentu akan tersenyum melihat keduanya berlari-lari berkejar- kejaran. Seperti jatuhnya tahta Tumapel dan Tahta Sri Rajasa. maka yang tampak didalam kebidupannya sehari-hari adalah sifat yang seakan-akan telah berubah sama sekali. Namun sebenarnyalah bahwa Ken Umang telah menyusun rencana yang paling berbahaya bagi keseluruhan Anusapati. terdapat timbunan dendam yang menyala. — Kini ia menjadi seorang yang baik. 7 Demikianlah keduanya merupakan isi dari halaman istana Singasari yang mengasikkan. maka jalan yang paling baik adalah menyingkirkan Anusapati. Didalam kehidupannya sehari-hari seakan-akan mereka dengan ikhlas menerima kenyataan itu. Karena itulah. la cukup sabar menunggu saat-saat yang menguntungkan baginya dan bagi anaknya. — desis seorang juru panebah. Hampir seluruh penghuni istana dan para juru taman dan hamba yang lain menganggap bahwa Ken Umang telah berubah sama sekali.

Hutan belantara yang bertebaran hampir diseluruh negeri merupakan daerah perluasan yang tanpa merugikan pihak manapun juga. Seperti Anusapati. Beberapa orang yang merasa bahwa tanah garapan mereka menjadi kian sempit karena turun temurun yang lahir beruntun. Tetapi perluasan yang benar-benar bersih dari perselisihan dan apalagi bentrokan berdarah karena hutan masih sangat luas dan tidak bertuan. maka keduanya dekat dengan Mahisa Agni. Dan seperti Anusapati. Demikianlah untuk beberapa lamanya. — Mudah-mudahan sifat itu tidak segera berubah lagi. — desis yang lain. segera memperluas tanah mereka dengan menebang hutan. Apabila daerah itu merupakan sarang dari sekelompok penjahat yang tidak diketahui lebih dahulu. Seakan-akan tidak ada persoalan lagi yang dapat membahayakan kesatun dan kedamaian diseluruh negeri. kecerahan itu nampak pada kedua anak-anak yang sedang tumbuh dengan suburnya. Namun agaknya kebaikan hati Anusapati telah menyentuh perasaannya. Dihalaman istana. keduanyapun mendapat tuntunan olah kanuragan dari Mahisa Agni pula. Namun perselisihan yang demikian biasanya akan segera dapat diselesaikan. Namun kadang-kadang dapat juga timbul persoalan. seakan-akan istana Singasari telah menjadi aman dan damai. sehingga dengan demikian maka seakan- akan Singasari menjadi semakin lama semakin luas. karena apabila laporan tentang bal itu sampai di istana Singasari. maka Anusapatipun segera mengirimkan sepasukan prajurit untuk mengusir para penjahat itu. . ia sekarang menumpang kamukten pada anak tiri-nya yang sebelumnya sangat dibencinya. Usaha perluasan yang demikian bukannya usaha perluasan daerah dan jajahan. Yang bekerja disawah dengan tekun mengerjakan sawah dan ladangnya. dan ia tidak dapat berbuat lain daripada mengucapkan terima kasih kepadanya. 8 — Ya. Ranggawuni dan Mahisa Cempaka. — sahut seorang emban. Dengan sepenuh hati Rakyat Singasari dapat melakukan kerjanya sehari-hari.

Meskipun demikian. Bayangan kematian Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa itu tidak dapat lenyap dari hatinya. meskipun tidak setiap hari Mahisa Agni ada di Singasari. 9 Sesuai dengan usia mereka berdua. Meskipun demikian ia tidak mengabaikan tugasnya. namun Ranggawuni dan Mahisa Cempaka tidak pernah melupakan latihan-latihan yang telah diterimanya. maka ia kini dapat datang ke Singasari setiap saat. apalagi prasangka karena sikap Mahisa Agni itu. Namun dalam pada itu. Tetapi Mahisa Agni tidak selalu berada di Singasari. Namun tidak seperti pada jaman pemerintahan Sri Rajasa. Perkembangan kedua anak-anak itu dibidang kanuragan sangat memberi kebanggaan kepada orang tua masing-masing. Anusapati selalu diliputi oleh kecemasan dan was-was. sehingga hubungan mereka dengan Mahisa Agni seperti hubungan mereka dengan orang tua sendiri. mereka berlatih terus dibawah pengawasan ayahanda mereka. dalam ketenangan dan kedamaian yang nampak. Dan ternyata tuntunan yang dilakukan oleh Mahisa Agni itu sangat digemari oleh kedua anak-anak yang masih sangat muda itu. dan untuk waktu yang dikehendakinya. maka Mahisa Agnipun mulai dengan tata gerak yang nampaknya seperti permainan yang mengasikkan. Dan bagi rakyat Kediripun sama sekali tidak menimbulkan persoalan. Meskipun ia sama sekali tidak dengan pasti berusaha membunuh Sri Rajasa. namun ia merasa bahwa sebenarnyalah hasrat itu memang ada didalam dirinya meskipun hanya sepercik kecil. Dan yang sepercik kecil itulah yang seakan-akan selalu mengejarnya sampai saat itu. Permainan yang merupakan pendahuluan dari tata gerak yang sangat sederhana sebelum memulai dengan mempelajari ilmu olah kanuragan yang sebenarnya. Ia masih memangku jabatannya yang lama. kadang-kadang Mahisa Wonga Teleng. Kadang-kadang Anusapati sendiri didalam waktu-waktunya yang senggang. Meskipun kebetulan Mahisa Agni tidak ada di Singasari. Setiap kali ia masih harus pergi ke Kediri. la tetap melakukannya dengan sebaik-baiknya seperti yang dilakukan pada masa pemerintahan Ken Arok. .

Namun dalam pada itu. Seperti yang diharapkan oleh Anusapati.  10  Akhirnya Anusapati sendiri menemukan dan mengenal perasaanya itu. setiap saat apabila angin bertiup. Tanpa disadarinya maka iapun menjadi curiga kepada adiknya yang lahir dari Ken Umang. yang sebenamya sama sekali tidak mempunyai hubungan darah dengan dirinya. Memang demikianlah yang nampak. Perasaannya yang lembut membuatnya menjadi iba dan belas kasihan terhadap anak muda yang kehilangan ayahnya itu. Namun seperti ibunya. — katanya didalam hati — selama ini ia adalah seorang anak yang manja. Seperti bara yang panas. Tohjaya. yaitu perasaan berdosa bahwa langsung atau tidak langsung ia telah meniadakan nyawa Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa itu. Sekarang ia berhasil menyadari keadaannya dan menerima pahitnya kehidupan ini dengan pasrah. ia sudah tidak berayah lagi. Dengan rendah hati ia pasrah kepada kebijaksanaan Anusapati. Seakan-akan dengan setia ia bersedia menghambakan diri. Beberapa orang memang bersikap seperti . — Karena itulah maka Anusapatipun kemudian memberikan banyak keleluasaan kepada Tohjaya. Dengan demikian maka luluhlah hati Anusapati. Seakan-akan tatapan mata Tohjaya adalah tatapan mata yang memancarkan dendam didalam hatinya. Melakukan segala perintah. bukan saja Tohjaya dan ibundanya Ken Umang sajalah yang menjadi kecewa karena kematian Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. — Seperti aku. Namun demikian Anusapati masih tetap berhati-hati. bara itu masih akan dapat menyala. Tohjayapun cukup licik untuk menyimpan rencananya. meskipun perintah yang paling hina sekalipun. Tohjaya memang tidak pernah berbuat apa-apa. Bahkan kadang-kadang se¬perti orang yang sedang meratap menyesali kesalahannya ia bersimpuh dihadapan kakak tirinya. — Mudah-mudahan ia tidak membuat kesulitan di Singasari yang mulai nampak tenang dan damai ini — berkata Anusapati didalam hatinya.

Mereka bahkan yakin bahwa Anusapati lah yang telah memerintahkan seseorang membunuh Ken Arok dan orang itu telah dibunuhnya pula. Mereka akan mendapat kekuasaan yang mutlak pada suatu daerah yang luas untuk mengurus diri sendiri. setiap saat mereka bagaikan mimpi meraih bulan yang mengambang dilangit oleh harapan yang masih belum dapat dicapainya. Mereka adalah beberapa orang perwira yang memang mengharap Tohjaya dapat menggantikan kedudukan Anusapati. Mereka hanya diwajibkan untuk hadir didalam sidang-sidang Agung yang diselenggarakan setahun sekali. — Mudah-mudahan Anusapati mengenang darah yang mengalir ditubuhnya. Orang-orang itulah yang tidak segera dapat melupakan harapan yang pernah tersangkut didalam hati mereka. Karena itu. karena ia lahir pada jarak yang sangat pendek dari saat perkawinan Ken Arok dengan Ken Dedes yang baru saja ditinggal oleh suaminya yang mati terbunuh seperti Sri Rajasa kini. Sebagian dari mereka mengetahui bahwa Anusapati sebenarnya adalah anak Tunggul Ametung. — hampir segenap hati dari golongan itu menggantungkan harapan itu kepada Aaiusapati. Disamping orang-orang yang kecewa itu. Dan merekapun berhak menyebut diri mereka raja didaerah kekuasaan mereka. Mereka adalah para perwira yang telah pernah mendapatkan janji dari Tohjaya. Tetapi ternyata babwa Anusapati dapat bersikap bijaksana. dengan sekedar bulu bekti sebagai pengakuan atas kekuasaan Singasari yang menyeluruh. sebagian orang Singasari justru memiliki harapan lagi untuk mengenang suatu masa yang agung bagi mereka. .  11  Tohjaya. Namun mereka berhak mengurus diri mereka sendiri di dalam lingkungan mereka. Mereka adalah orang tua yang pernah mengenyam kenikmatan hidup dibawah kekuasaan Akuwu Tunggul Ametung. Kekuasaan itu tidak ubahnya kekuasaan seorang raja. Janji itu memang sangat menarik. la tidak lagi mengingat siapa dan darimanakah ia hadir dimuka bumi. maupun Ken Arok. bahwa mereka akan mendapat kedudukan yang lebih baik dari kedudukannya sekarang.

menjadi kecewa atas perubahan-perubahan yang dilakukan meskipun tidak terlampau banyak. Apalagi mereka yang seakan-akan memiliki indera yang sangat peka seperti Witantra. la melihat kemungkinan yang dapat dilangsungkan dari cara pemerintahan Sri Rajasa. Lambat. Namun dengan demikian.  12  Tetapi ia melihat segi-segi yang baik dan yang buruk dari pemerintahan di Singasari. Terlebih-lebih lagi adalah mereka yang memang telah berhubungan dengan Tohjaya dan Ken Umang dengan diam-diam. Tetapi Anusapati tidak segan merubah sebuah cara yang tidak sesuai menurut pertimbangannya bagi perkembangan Singasari selanjutnya. Orang-orang yang kecewa itu semakin lama seakan-akan telah berdiri semakin jauh. Anusapati justru telah mengecewakan beberapa pihak. tetapi mereka justru telah menyiapkan sesuatu tindakan yang pasti apabila mereka mendapat kesempatan. Tetapi mereka yang berada diluar istana. Karena itu. Mahendra dan Kuda Sempana. Tetapi mereka yang merindukan masa kejayaan Tunggul Ametung merasa kecewa bahwa Anusapati tidak mau de- ngan tandas membersihkan segala tata kehidupan yang berbau Srj Rajasa. Dan hal itu disadarinya. Singasari akan dilanda oleh persoalan diantara mereka sendiri. Diantara mereka rasa-rasanya telah digali lubang yang semakin lama semakin dalam. tetapi hampir pasti. Namun ternyata bahwa kekecewaan itu justru semakin lama bukan semakin mereda. Ternyata mereka tidak sampai hati untuk membiarkan perkembangan keadaan yang dapat membuat Anusapati mendapat . akan dapat menangkap persoalan yang sedang berkembang. Orang-orang yang menganggap bahwa Sri Kajasa adalah orang yang tidak tersentuh salah. Istana Singasari atau Kediri. Mereka bukan saja sekedar kecewa. Mahisa Agni yang setiap kali datang mengunjungi istana Singasari tidak segera menangkap perkembangan itu. Didalam pusaran itulah Anusapati harus berdiri. justru karena ia berada didalam istana itu. maka iapun menyadari bahwa ia harus berbuat sebaik-baiknya untuk mempertahankan kedamaian yang kini nampak di Singasari.

pertentangan itu bukan menjalar dengan sendirinya. Dipandanginya wajah Mahisa Agni sejenak. — Paman — bertanya Anusapati kemudian — pihak yang manakah yang menurut paman. Hal semacam itulah yang dicemaskannya. Katanya — Apakah kita perlu melepaskan beberapa orang petugas sandi untuk megetahui keadaan yang sebenarnya? — . — Anusapati mengangguk-anggukkan kepalanya. Dan sebaiknya kita tidak tergesa-gesa. dengan sengaja ingin melihat kekeruhan itu menjalar. — jawab Mahisa Agni yang harus menjunjung derajat Maharaja di Singasari — menurut dugaan hamba. Mahisa Agni menyadari. barulah kita bertindak. — Ya paman. bahwa didaerah yang luas telah tersebar bibit perpecahan dari golongan-golongan didalam masyarakat Singasari. — Anusapati mengerutkan keningnya. betapa berbahayanya persoalan itu apabila tidak segera mendapat perhatian. Kita melakukan pengamatan dengan sebaik-baiknya. — — Itu masih memerlukan pengamatan dengan saksama tuanku. Karena itu. maka bengawan itu adalah bengawan yang berbahaya. — jawab Mahisa Agni. lalu iapun bertanya — Jadi. tetapi jika didalamnya bergolak arus yang deras. Tetapi betapa tenangnya permukaan sebuah bengawan. Jawaban Mahisa Agni itu membuat dada Anusapati menjadi berdebar-debar. Dan karena itulah maka berita itupun segera sampai kepada Anusapati. Dan apakah yang dapat kita lakukan? — — Tuanku Maharaja di Singasari. apakah yang menyebabkannya menurut paman? — — Tentu ada pihak-pihak yang dengan sengaja membakar pertentangan ini. — Bagaimanakah pendapat paman? — bertanya Anusapati — Memang nampaknya gejolak itu masih belum mengguncang kedamaian di Singasari.  13  kesulitan. maka merekapun berusaha untuk menghubungi Mahisa Agni dan mengatakan. — jawab Mahisa Agni. Pertentangan segolongan rakyatnya dengan segolongan yang lain.

— Bukan pertentangan itu sendiri — katanya — tetapi carilah sebab dari berkembangnya pertentangan itu. Anusapati mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun Mahasi Agni masih menugaskan petugas-petugas sandinya untuk mengetahui keadaan lebih jauh lagi. para petugas sandi me¬mang melihat. — Demikianlah maka Anusapatipun segera melepaskan beberapa orang petugas sandi untuk mengetahui keadaan rakyatnya yang sebenarnya. Dengan tekun mereka berusaha untuk mengetahui. apakah memang ada pihak-pihak yang dengan sengaja mengobarkan pertentangan. Disamping petugas-petugas sandi yang dengan sengaja dikirim oleh Anusapati. maka ada beberapa orang yang bekerja dengan sukarela atas kehendak mereka sendiri. tidak lepas dari pengawasan mereka. Sementara itu. bahwa sesuatu agaknya berkembang dengan tidak sewajarnya. selagi para petugas sandi berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menangkap ketidak wajaran didalam . Dan karena itulah. Memang ada semacam pertentangan dengan beberapa golongan didalam lingkungan rakyat Singasari. maka setiap orang yang mencurigakan. Secepatnya. Sebenarnyalah bahwa ia sudah dapat menduga. Jika kita berhasil dan menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja membakar pertentangan itu. Aku akan berbuat demikian. golongan yang manakah yang sedang ditiup-tiup untuk memperluas pertentangan. — Para petugas sandi itupun bekerja dengan sebaik-baiknya dan tidak mengenal lelah. — Baiklah. Sedang hasilnya tidak kalah dengan usaha yang dilakukan oieh beberapa orang pe¬tugas sandi yang terpercaya itu.  14  Hamba kira cara itu adalah cara yang sebaik-baiknya tuanku. Dalam kesibukan yang diam itu. Laporan pertama yang diterima oleh Anusapati sama sekali tidak berbeda dengan keterangan Mahisa Agni. maka kita akan segera mendapat gambaran apakah yang sebaiknya kita lakukan.

Seorang yang baru menginjak setengah umur. Seorang yang dengan gigih berusaha untuk mcngembangkan kehidupan dipadukuhannya. apakah sebabnya dan apakah alasan yang dapat dikemukakan oleh pembunuhnya. la adalah orang yang suka menolong sesama yang mengalami kesulitan. telah terjadi pula bencana yang sama. Bercocok tanam dan sedikit ternak. adalah seorang yang pernah mengalami suatu masa kejayaan Tunggul Ametung. Setiap orang telah membuat dugaan menurut sudut pandangan mereka masing-masing. Dipadukuhan yang lain telah terjadi kematian pula. Narnun dalam pada itu. Orang tua yang mati terbunuh itu. maka pada suatu saat. kemudian yang tampak dipermukaan wajah Singasari itu terguncang ketika seseorang menemukan mayat yang tergolek di pematang sawah. selagi teka-teki itu masih belum terjawab. Hampir setiap orang tidak mengerti. Demikianlah. juga dengan nasehat dan ular-ular. Karena itu kematiannya benar-benar mengguncangkan ketenangan hidup lingkungannya. Sikap dan kata- katanya kadang-kadang tidak terkendalikan jika ia sedang berceritera .  15  perkembangan keadaan. maka pihak-pihak lain yang juga tersembunyi sedang berusaha untuk membakar pertentangan itu. Jika tidak dengan sedikit harta benda yang ada padanya. Orang yang hidup dari tanah persawahannya. Seakan-akan ia hidup hanya sekedar menunaikan kerjanya sehari-hari. Orang-orang yang kemudian mengerumuninya segera dapat mengenalnya sebagai salah seorang tertua padukuhannya. hidupnya diserahkan bagi kepentingan hidup berkeluarga dengan tetangga-tetangganya. Bahkan jika perlu mereka berbuat kasar dan tidak tanggung- tanggung. Seorang yang dengan penuh rninat ingin mengembangkan segala segi kehidupan tetangga- tetangganya. Goncangan yang telah terjadi akibat kematian yang berturut- turut itu membuat setiap orang menjadi bercuriga. bahwa kematiau itu bukannya tidak ada hubungannya sama sekali. Selebihnya. Namun sebagian dari mereka berpendapat. Orang yang tidak banyak mempunyai sawah.

Orang tua itu ingin agar suatu masa seperti masa pemerintahan Akuwu Tunggul Ametung itu kembali. Tetapi ada yang dapat menangkapnya dengan jelas. Setiap orang tua tahu. ia tidak saja berceritera tentang masa-masa yang sudah silam itu. bahwa saluran itu jelas ada.  16  tentang kejayaan masa itu. — Agaknya masa itu akan segera kembali — katanya kepada seorang tetangganya — bukankah Anusapati mempunyai hubungan yang erat dengan Akuwu Tunggul Ametung. Bahkan kadang-kadang diluar sadarnya. Anusapati seakan-akan tidak menghiraukan lagi nama Akuwu Tunggul Ametung. Mereka mengharap agar Anusapati yang kemudian benar-benar menjadi raja itu adalah keturunan yang baik dari Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi. tetapi kadang-kadang ia berceritera tentang Akuwu Tunggul Ametung itu sendiri. Dalam pada itu. Maharaja muda itu sama sekali tidak mengagungkan nama Sri Rajasa diatas segala nama. Dan karena Anusapati adalah seorang anak yang dikandung oleh Ken Dedes berdasarkan perkawinannya dengan Akuwu Tunggul Ametung. Dan tentu Tuanku Anusapati tidak akan menyimpang dari garis keturunannya. Orang tua itu ternyata selalu merindukan masa-masa lampaunya. nampaknya ia tidak berusaha sama sekali untuk mengembalikan kejayaan nama itu didalam kekuasaan-nya. maka tentu Anusapati akan mengembalikan hari-hari depan Singasari kedalam suatu naungan pemerintahan dari keturunan Akuwu Tunggul Ametung itu. Tetapi yang terjadi bukan demikian. — Ada yang tidak mengetahui maksud katakata orang tua itu. sehingga karena itu. Orang yang terbunuh itu adalah salah seorang dari mereka yang kecewa melihat cara Anusapati memerintah. sebagian orang lain mengharap agar Pangeran Pati yang diangkat oleh Sri Rajasa itu akan melanjutkan perjuangan Ken Arok dan menyebut nama itu diatas segala nama yang pernah didengarnya menguasai kerajaan yang pernah ada. Sehingga nama Akuwu Tunggul Ametung akan mengumandang lagi diatas langit Singasari. . Tetapi orang-orang itupun menjadi kecewa karena Anusapati tidak berbuat demikian.

tetapi tanpa Sri Rajasa ia bukan apa2. Kematian kedua orang itu benar-benar telah menumbuhkan kecurigaan diantara mereka. — Demikianlah dua golongan rakyat Singasari yang menjadi kecewa. Bahkan didalam lingkungan masyarakat Singasari kemudian timbul desas-desus yang semakin hangat tentang pertentangan antara golongan-golongan itu. Apalagi dengan sadar mereka mengetahui. Meskipun ia harus berjuang membunuh orang yang dengan licik membunuh Sri Rajasa. bahwa ada golongan yang seakan-akan merindukan suatu masa silam yang jauh. yaitu masa kejayaan nama Akuwu Tunggul Ametung. bahwa ada golongan lain yang masih terbius oleh kebesaran nama Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi. . maka hal itu bukannya suatu kebetulan saja. dan mengharap Anusapati sebagai penerus yang dengan tegas mengagungkan namanya menjadi sangat terkejut dan bertanya-tanya tentang kemungkinan yang dapat terjadi atas kematian salah se¬orang dari mereka. termasuk Mahisa Agni. ia hampir tidak pernah menyebut nama itu. Dan itulah yang telah berhasil disadap oleh para petugas sandi yang sengaja disebar oleh Anusapati. Merekapun mengetahui. Kematian orang tua yang baik itu telah menumbuhkan pertanyaan yang tajam dikalangan sanak keluarga dan orang-orang yang memiliki pendapat yang sama terhadap Akuwu Tunggul Ame¬tung dan kemungkinan yang dapat dicapai oleh Anusapati. Demikian sebaliknya. maka iapun menjadi semakin berprihatin. Seakan-akan ia dengan sendirinya berada diatas jabatannya itu.  17  — la menjadi deksura. Mereka sama-sama kecewa terhadap Anusapati. Dan sekarang. Ketika Anusapati mendengar laporan tentang hal itu. Seperti dugaan beberapa orang pemimpin Singasari. meskipun alasan mereka tidak sama. Orang-orang yang tidak mau melihat kenyataan runtuhnya kekuasaan Ken Arok oleh kematiannya. Kecurigaan yang semakin lama menjadi semakin tajam.

— — Tuanku — berkata Mahisa Agni — apakah tuanku juga berkesimpulan. Bahkan apabila tidak segera mendapatkan penyelesaian. Kuda Sempana dan Mahendra yang dengan suka rela akan membantu memecahkan teka-teki ini. akan dapat membakar Singasari seluruhnya. maka keadaannya akan menjadi sangat berbeda. — Anusapati mengangguk-anggukkan kepalanya — Menurut dugaan mereka. Tetapi ternyata yang terjadi tidak demikian. Mereka bagaikan terbius oleh pemanjaan perasaan dan bahkan seakan-akan sebuah mimpi tentang masa lampau. Memang tidak dapat diingkari bahwa kedua nama yang pernah mengalami masa kejayaannya itu masing-masing akan mendapatkan pendukungnya yang kuat. maka kitapun dapat mempergunakan Witantra. bagaimana kita dapat membuktikannya. maka mereka yang meniupkan prasangka itu akan mendapat keuntungan bagi mereka sendiri? — — Ya paman. — — Ya paman — sahut Anusapti — aku menyadari bahwa itu merupakan bahaya yang besar bagi Singasari. — Dan mereka kini sedang bekerja dengan sebaik-baiknya. Yang penting bagi mereka. Kenangan dan sikap itu sendiri sebenarnya tidak salah dan tidak perlu dicemaskan apabila dihayati dengan kesadaran yang bertanggung jawab.  18  — Tuanku — berkata Mahisa Agni kepada Anusapati — semakin lama persoalan ini akan meojadi semakin hangat. apakah yang sebaik-baiknya bagi kita sekarang. bahwa ada pihak yang dengan sengaja meniupkan pertentangan dan prasangka itu. — — Aku sangat berterima kasih kepada mereka. Tetapi soalnya. Setiap kali mereka seialu menghubungi aku untuk menilai perkembangan keadaan dan kebenaran pengamatan mereka. Tetapi jika yang tumbuh kemudian adalah dendam dan prasangka. Dugaan itu memang masuk akal. selain para petugas sandi yang memang sudah tuanku sebar dilingkungan yang luas. Tetapi sebenarnya rakyat Singasari akan mampu menilai keadaan yang sedang mereka hadapi. Hamba pun akan mempunyai pilihan didalam hati hamba. — — Tuanku. pihak itu adalah pihak yang paling berkepentingan agar pemerintahan sekarang ini selalu goyah. Jika kedua golongan itu bertentangan semakin tajam. — .

Tetapi sebenarnyalah bahwa tuanku telah mengemban suatu tugas yang agung sebagai seorang Maharaja yang mementingkan kejayaan Singasari dari segalanya. Para petugas sandi mencoba menghubungi semua pihak dengan diam-diam dan tidak diketahui siapakah mereka itu. Tetapi kami berhak untuk mengemukakan pendapat kami tentang keadaan yang kami hadapi sekarang ini. Dugaan yang demikian lambat laun akan hilang dengan sendirinya apabila tuanku kelak dapat membuktikan bahwa tuanku bukannya seorang pendendam.  19  — Ya.— Mahisa Agni membungkukkan kepalanya dalam-dalam. — Dalam pada itu. Katanya — Mudah-mudahan para petugas sandi atau Witantra dan kawan- kawannya dapat segera menemukannya. Bahwa tuanku telah bertindak sebagai seorang Maharaja yang adil dan bijaksana. Dan kelemahan hatinya pulalah yang membuatnya tidak dapat berbuat dengan tegas meskipun ia memiliki dugaan yang kuat atas kejadian yang telah mengguncangkan pemerintahannya itu. Lalu katanya — Baiklah aku mendapatkan bukti yang kuat sebagai landasan tindakanku. Aku mengerti paman. — Anusapati mengangguk lemah. Juga tentang cara pemerintahan yang dilakukan tuanku Anusapati. — — Dan agaknya usaha mereka tidak akan sia-sia. — Anusapati menarik nafas dalam. Kami adalah orang-orang yang lemah. Tetapi amatlah sulit untuk menemukan jalur yang dapat menghubungkan mereka dengan pembunuhan yang telah terjadi. penyelidikan tentang pertentangan yang terasa semakin lama menjadi semakin tajam itupun dilakukan dengan cermat. — Bukan maksud kita untuk menentang kekuasaannya Anusapati — berkata seseorang yang merasa dirinya kehilangan orang tua yang baik — tetapi kami memerlukan perlindungan. — . — Tuanku — berkata Mahisa Agni kemudian — pada saatnya tuanku harus bertindak tegas. Memang mungkin ada orang yang menyangka bahwa tindakan tuanku itu hanya sekedar didasari oleh dendam dan sakit hati pada saat tuanku Sri Rajasa masih bertahta di Singasari.

. Memang mungkin ada orang yang menyangka babwa tindakan tuan itu hanya sekedar didasari oleh dendam dan sakit hati pada saat tuanku Sri Rajasa masib bertahta di Singasari.  20  — Tuanku — berkata Mahisa Agni kemudian — pada saatnya tuanku harus bertindak tegas.

Dan mereka agaknya berusaha untuk membalas dendam kepada mereka yang setia kepada Sri Rajasa. Orang-orang yang duduk dipojok padukuhan mereka itupun segera mengalihkan pembicaraan mereka pada keadaan hidup mereka sehari-hari. yang terjadi hampir serupa. — jawab yang lain. maka pembicaraan itupun segera terputus. Mereka sependapat dengan orang yang merasa kehilangan orang tua yang baik. maka jika ada orang yang mereka curigai. Mereka takut mengalami nasib seperti orang yang terbunuh itu. atau yang kurang mereka pahami pendiriannya. Tetapi jika ada orang baru diantara mereka.bersambung . tidak dapat menolak. Yang dengan telaten mencoba membuat padukuhannya menjadi lebih baik dan mengalami kemajuan dibidang-bidang pertanian dan cara hidup sehari-hari. — — Tetapi mereka tidak akan dapat menentang kekuasaan tuanku Anusapati sekarang ini. yang hanya sekedar merindukan masa pemerintahan Akuwu Tunggul Ametung pada diri Anusapati. Namun sepertl pembicaraan orang-orang yang merindukan pemerintahan Akuwu Tunggul Ametung... Seseorang yang tidak disangka-sangka datang pasrah karena merasa hidupnya tidak tenteram dipadukuhannya. Dipadukuhan yang lain. ketika seorang yang kurang mereka kenal telah mencoba mencari perlindungan ke mereka. Tetapi mereka. Orang itu adalah orang yang baik. Kekuasaan iu seakan-akan tidak berselisih dengan kekuasaan Sri Rajasa sendiri. Beberapa orang yang kehilangan orang yang menjelang setengah umur itupun mengeluh.. .. Ternyata orang-orang yang dahulu berdiam diri itu kini bangkit kembali sepeninggal Sri Rajasa.  21  Kawan-kawannya yang duduk disekitarnya menganggukkan kepalanya. — Tuanku Anusapati harus dapat berbuat sesuatu untuk melindungi kita. maka merekapun segera terdiam. yang bekerja untuk kepentingan padukuhannya..