You are on page 1of 3

TUGAS INDIVIDU

SOSIOLOGI PERTANIAN
Gambaran karakteristik desa (terbuka ataukah tertutup) berdasarkan
argumentasi dan literatur

Disusun Oleh :
Widi Elsa Nursuci Lestari
Kelas D-Sosiologi Pertanian

Nomor Pokok Mahasiswa :
150510150095

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
MARET, 2017

daerah. desa merupakan kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai system pemerintahan sendiri (seorang kepala desa). . Faktanya. menutupi semua kebaikan yang telah dilakukan orang tersebut. Salah satu alasannya adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah bisa merambat atau memasuki kawasan pedesaan walaupun masih minim. Ini disebabkan karena pada umumnya masyarakat desa akan tertutup dan cenderung curiga dengan hal-hal baru yang dianggap ‘asing’. mengikuti jenjang pendidikan hanyalah membuang-buang uang. mereka tidak mengambil kesempatan itu. Hal ini merembet ke aspek kehidupan yang lain. Dari aspek kehidupan yang lain. Mereka pada umumnya memandang sesuatu hal dengan pemikiran yang tertutup. tingkat pendidikan seseorang sedikit banyak mempengaruhi pola pemikirannya. karena pada sebagian besar masyarakat desa merupakan lulusan SD dan SMP. bertindak lagaknya tetangga baru apabila sudah dipastikan dahulu si orang baru tidak memiliki niatan jahat atau bukan orang jahat. Kemudian selanjutnya mereka tidak akan percaya lagi dan terus mengingat kesalahan orang tersebut. Sebagai contoh. mereka tetap akan menaruh rasa curiga sebagai bentuk pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan. karena nila setitik rusak susu sebelangga. Pada masyarakat desa yang kurang berpendidikan. tempat. Segelintir masyarakat yang luas wawasannya maka pemikirannyapun lebih terbuka terhadap perkembangan peradaban dunia. termasuk pendidikan formal. Bahkan. Ada beberapa masyarakat yang bersikap dan memiliki pola pemikiran yang terbuka. tanah. Masyarakat desa akan bersikap dan bertindak terbuka atau tertutup tergantung situasi dan kondisi yang mereka hadapi. dalam artian berlaku ‘not jugde by the cover’. Jarang sekali yang merupakan lulusan sekolah menengah atas ataupun perguruan tinggi. desa merupakan tempat dimana peradaban kehidupan masih dalam tahap perkembangan yang cenderung lambat. mereka lebih banyak bersikap tertutup disbanding terbuka. dalam hal ini meskipun mereka telah menerima kehadiran orang baru. Atau kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan. maka mereka akan mencari tahu mengenai asal-usul dan segala sesuatu tentang si orang baru. udik atau dusun (dalam arti daerah pedalaman sebagai lawan kota). tanpa tahu bagaimana penyebab seseorang melakukan kesalahan tersebut. dan tidak terlalu banyak curiga terhadap hal atau orang baru. lebih bijak dalam menghadapi permasalahan. apabila ada penghuni baru di lingkungan mereka. Tidak jarang mereka menganggap pendidikan bukanlah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. karena pada akhirnya mereka akan mati dan tidak membawa hasil dari pendidikan tersebut. Bagi sebagian dari mereka. mereka cenderung pemikirannya tertutup dan sempit. Namun. masyarakat desa yang memiliki cukup banyak biaya untuk pendidikan.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. cenderung lebih bisa menolerir kesalahan orang lain. Namun tidak sepenuhnya terbuka. sebagian besar dari mereka akan memandang suatu kesalahan yang diperbuat oleh seseorang adalah mutlak kesalahan yang tidak bisa ditolerir lagi dan harus diberi sanksi. barulah mereka akan membaur. Sisi religius mereka masih sangat kental dan menganggap segala sesuatu yang bersifat duniawi hanya sementara dan tidak terlalu mereka butuhkan jika tidak bermanfaat bagi mereka untuk selamanya. Mereka tidak akan mudah untuk percaya begitu saja. Perlu waktu lama bagi mereka untuk sepenuhnya menerima si orang baru. Perlu waktu yang tidak singkat bagi masyarakat desa untuk dapat menerima hal tersebut. Oleh sebab itu. Ibarat pepatah. Setelah itu. Sebagai contoh. Hal ini wajar karena mereka tidak mendapatkan pendidikan selayaknya. mereka cenderung memiliki pola pemikiran tertutup. Namun tidak semua masyarakat desa bersikap tertutup seperti apa yang telah dijelaskan di atas. masyarakat desa cenderung tidak memiliki pemikiran yang terbuka.

I Wayan.d.pdf&usg=AFQjCNFUmTuvAHiCxkl13xpuoOpdvS4fcw&sig2=Szip37 yXEq2R5v_BZgv1oA&bvm=bv.edu%2FDirektori %2FFPIPS%2FJUR.id/desa (Diakses 10 Maret 2017) Rusastra.id/url? sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjWwqiXx9T SAhXMv48KHb5tBAsQFggiMAE&url=http%3A%2F%2Ffile.149397726._GEOGRAFI%2F197210242001121-BAGJA_WALUYA %2FGEOGRAFI_DESAKOTA %2FRural_Comunity.Sumber referensi : Anonymous. (Jurnal) ._PEND.upi..c2I (Diakses 10 MAret 2017) kbbi. dkk. Karakteristik Wilayah dan Keluarga Miskin di Perdesaan: Basis Perumusan Intervensi Kebijakan.co.google. Masyarakat Pedesaan (Rural Community) https://www.web.