You are on page 1of 2

1.

Perhitungan kVp dan mAs
Saat membuat pencitraan menggunakan x-ray, milliampere second (mAs) dan kilovolt
(kVp) merupakan factor yang menentukan kuantitas danualitas dari hasil x-ray tersebut.
Pada pencitraan region thorax pada radiografi, biasanya menggunakan rentang kVp yang
lebih tinggi sehingga membuat skala penjang atau kontras yang lebih rendah yang
membuat penyebaran sinar radiasi lebih besar. Sangat penting untuk menggunakan kVp
khusus untuk masing-masing daerah anatomi dimana akan memvisualisasikan jaringan
yang terbaik. Dalam kedokteran hewan, aturan Sante sangat popular digunakan untuk
merumuskan besar kVp. (Ayers,2012)
aturan Sante: kVp = (2xketebalan Jaringan) + FFD + Faktor Grid

Besar miliampere yang dipilih menentukan tidak hanya sinar-x yang diproduksi tetapi
juga titik focus yang akan digunakan. Titik focus yang kecil digunakan untuk pencitraan
region caput-colli dan ekstremitas. Untuk daerah yang tebal seperti thorax, abdomen,
vertebrae dan pelvis, menggunakan mA yang lebih besar dan titik focus yang besar juga
untuk meningkatkan kuantitas. (Ayers,2012)
Jika mesin x-ray yang digunakan memiliki lebih dari satu pusat mA, maka
menggunakan mA yang lebih rendah (100 atau 150 mA) untuk ekstremitas dan
menggunakan focus tempat yang kecil. Untuk ketebalan yang melebihi 10cm seperti
thorax, abdomen, pelvis dan vertebrae menggunakan besar mA yang lebih tinggi
(300mA) untuk paparan yang lebih pendek.(Ayers,2012)
mAs = mA x waktu (s)

Berikut rekomendasi besar mAs (Ayers,2012):
regio ekstremitas (tanpa grid): 2.5 mAs.
Thorax: 5 mAs.
Abdomen: 7.5 mAs.
vertebrae/Pelvis: 10 mAs.

2. Gejala Klinis
Pada case report dijelaskan gejala klinis yang ditunjukkan pasien adalah gangguan
pernafasan untuk jangka waktu yang lama, adanya suara murmur saat bernafas, adanya
kelainan pada sternum bagian caudal. Dilakukan pemeriksaan radiografi pada region
thorax dan ditemukan adanya perpindahan dorsal dari sternum caudal. Benrukan U pada
sternum caudal.

Menurut (Singh,2013) gejala pada Pectus Excavatum yaitu

2. jika infeksi berlanjut. 3. Kesulitan bernafas dan collapse pada alveolar yang kronik sehingga terjadi hipoksia karena merusak proses pertukaran gas.Serial No:18. Suara murmur yang biasanya muncul. turunnya beratbadan. Small Animal Radiographic Techniques and Positioning. Pasien dengan penyakit yang masih ringan tidak perlu melakukan bedah. et al. Jika pectus excavatum yang terkait dengan disfungsi kardiopulmoner dilakukan pemasangan belat berbentuk U secara eksternal. batuk.. Suara jantung sering teredam. hewan yang lebih tua perlu parsial sternectomy). Treatment Pada case report dijelaskan bahwa treatment yang dilakukan adalah pemasangan belat atau plat berbentuk V yang dipasang dengan dijahit untuk meluruskan tulang sternum bagian caudalnya. IJVS 2013. 1. 4.2013) treatmen yang diberikan pada penderita adalah bedah untuk mengembalikan kelainan tulang sternum. Iranian Journal of Veterinary Surgery.UK: Wiley- Blackwell Singh. 3. Menurut (Singh. 2013. Dyspnea. Perpindahan jantung dan pembesaran jantung jelas terjadi pada penderita. muntah. sianosis.8(1). . inspiratory tridor) yang umum. Terdapat cacat thorax yang teraba atau terlihat pada pemeriksaan fisik. A Review on Pectus Excavatum in Canines: A Congenital Anomaly. Susie. Teknik ini dilakukan untuk menarik sternum keluar dan dibiarkan sampai terjadi osifikasi dan pematangan tulang. Manmeet. terutama selama hemitoraks kanan. 2012. Ayers. Teknik untuk perbaikan ditentukan oleh usia hewan (hewan muda dengan tulang rusuk dan sternumcompliant hanya dilakukan coaptation eksternal. infeksi paru yang berulang. Sama seperti yang telah dilakukan pada case report. Kemudian plat dilepas setelah 5 minggu. masalah pernapasan (peningkatan inspirasi.