You are on page 1of 8

BAB I

PENDAHULUAN

Miliaria adalah suatu keadaan tertutupnya pori pori keringat sehingga
menimbulkan retensi keringat didalam kulit. Miliaria juga didefinisikan sebagai
kelainan yang muncul pada keadaan meningkatnya panas dan kelembaban. Dapat
berkaitan dengan demam yang menetap, biasanya menyerang segala usia. Miliaria
terbagi dalam beberapa tipe, miliaria kristalina yang sumbatannya berada dalam
stratum korneum. Miliaria profunda dimana sumbatan ada dalam dermo
epidermis dan miliaria rubra dimana sumbatan terletak di dalam epidermis. Yang
akan dibahas dalam penulisan makalah ini adalah tentang Miliaria Rubra.
Miliaria rubra sering terdapat pada badan dan tempat tempat tekanan atau
gesekan pakaian. Terlihat papul merah atau papul vesikular yang sangat gatal dan
pedih. Miliaria jenis ini tedapat pada orang yang tidak biasa pada daerah tropis.
Miliaria rubra ini merupakan bentuk klinik yang sangat penting dan ditandai
dengan rasa gatal dan eritem. Lesinya berupa papula eritamatous dengan puncak
dan pusatnya berupa vesikula. Lesinya ekstrafolikuler, ini membedakan dengan
folikulitis. Papulnya steril atau terinfeksi sekunder pada miliaria yang luas dan
kronis.
Kunci pengobatan miliaria adalah menempatkan penderita didalam lingkungan
yang dingin, sehingga keringat bias berkurang. Sumbatan keratin yang menutupi
lubang keringat akan berangsur lepas beberapa hari sampai 2 minggu.
AC/pendingin ruang yang teduh bisa memberi pencegahan pada permulaan
miliaria. Obat obatan topical dapat diberi bedak salisil 2% dibubuhi mentol. Juga
dapat diberikan obat obatan sistemik seperti antibiotic bila terjadi infeksi sekunder
dan antihistamin sebagai anti pruritus.

1

IDENTITAS PASIEN Nama : Muhammad Azka Aulia Umur : 2 tahun Jenis Kelamin : Laki laki Status :- Alamat : Lingkungan Pahlawan PB Agama : Islam Suku : Aceh Tanggal masuk poli : 14 Maret 2017 B. Eflorensi Ruam Primer : Eritema. ANAMNESA Keluhan Utama : Bintil bintil kemerahan disertai rasa gatal di daerah ketiak/aksila dirasakan sejak 3 hari ini. Jika berkeringat rasa gatal bertambah. Pasien belum pernah mengalami hal ini sebelumnya dan pasien tidak mempunyai riwayat alergi. BAB II LAPORAN STATUS PASIEN A.papul (ukuran miliar. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Compos mentis Tanda Vital : Tidak dilakukan pemeriksaan STATUS DERMATOLOGI Letak bercak : di regio aksila dextra dan sinistra. Hal ini dialami pasien sejak 3 hari yang lalu.jumlah multiple ) 2 . Ibu pasien mengatakan bahwa pasien sering bermain di siang dan sore hari sampai berkeringat. Keluhan Tambahan : Tidak ada Riwayat Penyakit sekarang : Pasien datang ke poli kulit dan kelamin RSUD Langsa diantar ibunya dengan keluhan bintil bintil kemerahan disertai rasa gatal di daerah aksila. Riwayat Penyakit Dahulu : Tidak ada Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada Riwayat Penggunaan obat : Tidak ada C.

RESUME Pasien laki laki. Miliaria juga dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan tertutupnya 3 . Dermatitis Atopik 3. Pakailah pakaian yang tipis dan dapat menyerap keringat 2. Pada pemeriksaan ditemukan ruam primer yaitu eritem dan papul di regio aksila dextra dan sinistra. ditandai dengan adanya vesikel milier. Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini dan juga belum diobati. PROGNOSIS Prognosis pada pasien akan baik jika mematuhi pengobatan yang diberikan. Pasien tidak ada riwayat alergi sebelumnya. E.2% (Rodeca Sol) Edukasi 1. umur 2 tahun datang ke poli kulit dan kelamin RSUD Langsa diantar ibunya dengan keluhan bintil bintil kemerahan yang disertai rasa gatal di ketiaknya (aksila). PENATALAKSANAAN Terapi Secara Topikal : diberikan bedak salisil 2% dibubuhi mentol ¼ . ibu pasien mengatakan bahwa pasien sering bermain di siang dan sore hari sampai berkeringat. BAB III TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI Miliaria adalah kelainan kulit akibat retensi keringat. Jika berkeringat rasa gatal bertambah sehingga pasien menggaruknya. DIAGNOSA KERJA Miliaria Rubra G. Ruam Sekunder :- PEMERIKSAAN PENUNJANG : Tidak dilakukan D. dialami sejak 3 hari yang lalu. Apabila ada rasa gatal jangan menggaruk kulit H. Morbili F. Miliaria Rubra 2. Hindarilah panas yang berlebihan 3. DIAGNOSA BANDING 1.

Tanda ini adalah akibat dari vasodilatasi dan rangsangan reseptor gatal oleh enzim yang keluar dari sel epidermis karena keringat yang masuk ke dalam epidermis. miliaria juga dipengaruhi faktor kebersihan. Miliaria terjadi karena ada sumbatan keratin pada saluran keringat. vesikula terjadi didalam epidermis.3 FAKTOR PREDISPOSISI Faktor faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit adalah daerah yang panas dengan kelembaban yang tinggi. seperti penyakit kulit lainnya.1. prickle heat.pori pori keringat didalam kulit. jika kotor mudah mengalami infeksi sekunder.2 SINONIM Biang keringat. Pendapat pertama mengatakan primer. tersumbatnya pori pori kelenjar keringat oleh bakteri yang menimbulkan peradangan dan edema akibat keringat yang tidak keluar dan diabsorbsi oleh stratum korneum. Kalau sumbatan sedikit lebih dalam.1 ETIOLOGI Penyebab biasanya jika udara panas atau lembab. liken tropikus. Miliaria ini ditandai dengan eritem dan rasa gatal. Pendapat kedua mengatakan bahwa primer kadar garam yang tinggi pada kulit menyebabkan spongiosis dan sekunder terjadi pada muara kelenjar keringat dan staphylococcus diduga juga mempunyai peranan.4 Patogenesisinya belum diketahui pasti. keringat buntet. Dapat juga bahan kimia menyebabkan keratin menjadi basah dan menutupi lubang keringat. Miliaria rubra adalah kelainan kulit akibat adanya sumbatan yang terletak di dalam epidermis.3 PATOGENESIS2. Lokasi sumbatan dapat dalam saluran keringat dan menentukan tipe miliaria tersebut. Udara lembab ini mempengaruhi keratin disekeliling lubang keringat yang mula mula kering kemudian menjadi lembab dan membengkak.2. atau karena pengaruh pakaian yang tidak menyerap keringat. sehingga lubang keringat tertutup. Pada permulaan musim hujan udara mulai lembab. banyak keringat dan perubaha kualitatif. 4 . menyebabkan adanya sumbatan keratin pada muara kelenjar dan perforasi sekunder pada bendungan keringat di epidermis. yakni didalam epidermis dan saluran keringat yang pecah ada didalam epidermis. insidens yang lebih tinggi pada musim panas. terdapat 2 pendapat.

papul vesikula dan eritema.3 DIAGNOSA Diagnosis miliaria bisa ditegakkan dari anamnesa dan pemeriksaan secara visual. Lesinya ekstrafolikuler. Miliaria rubra tidak mengenai muka dan bagian volar kulit. biasanya timbul bersamaan dengan rangsangan yang menimbulkan keringat. sering melakukan aktifitas yang menyebabkan berkeringat atau baru saja pindah dari tempat yang sebelumnya lebih dingin. pecahnya saluran keringat dibawah sumbatan akan menghasilkan retensi yang mengakibatkan gatal. puncak lesi yang eritematous adalah folikel rambut. terutama pada punggung dan leher. Miliaria yang khas bentuk klinisnya tidak sukar untuk ditegakkan. Lesinya berupa papula eritamatous dengan puncak dan pusatnya berupa veruka. kadang kadang panas seperti terbakar.3. GAMBARAN HISTOPATOLOGIK Pada gambaran histopatologik gelembung terjadi pada stratum spinosum sehingga menyebabkan peradangan pada kulit dan perifer kulit di epidermis.4 Ini merupakan bentuk klinik yang sangat penting dan ditandai dengan rasa gatal dan eritem. Dengan kaca pembesar akan tampak vesikuler yang khas. Papulnya steril atau terinfeksi sekunder pada miliaria yang luas dan kronis. Retensi keringat yang menyebabkan gatal 5 . missal reaksi iritasi primer. ini membedakan dengan folikulitis. Gambaran letak Miliaria Rubra.3 DIAGNOSA BANDING Miliaria rubra dapat dikelirukan dengan penyakit kulit lain. Pada semua tipe. tetapi mengenai permukaan kulit. eritama neonatorum dan folikulitis. MANIFESTASI KLINIS2. Miliaria rubra yang luas dan berat dapat menyebabkan hiperpireksia dan lelah karena panas serta pingsan. Rasa gatal. Pasien umumnya hidup didaerah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi.

jika pasien dapatt menghindari faktor predisposisi misalnya lingkungan yang panas dan lembab. Pemberian vitamin C dosis tinggi dapat diberikan untuk mencegah atau mengurangi timbulnya miliaria. tetapi rupanya tidak efektif. talc untuk bayi. salep hidrofilik. puncak lesi yang eritematous adalah folikel rambut. akibat anhidrosis dari kulit yang terkena. tepung kanji dan losio yang berisi 1% mentol dan trigliserin dan 4% asam salisilat daam alcohol 95%. akan tampak vesikel yang khas.3 KOMPLIKASI Komplikasi yang paling umum dari miliaria adalah infeksi sekunder dan intoleransi panas. Antibiotika lokal juga dapat diberikan untuk mencegah.pada eksim dan dermatosis lainnya harus dicurigai jika terjadi iritasi pada keadaan yang panas. Kebanyakan pasien akan sembuh dalam hitungan minggu setelah pasien pindah ke lingkungan yang lebih dingin. PROGNOSIS Umumnya prognosis pada miliaria baik.4 PENATALAKSANAAN1.4 Penting untuk menghindari panas yang berlebihan.4 6 .3. mengusahakan ventilasi yang baik. meskipun sukar untuk dibuktikan. Beberapa obat lokal dapat diberikan untuk menghindari sumbatan. Intoleransi panas yang paling mungkin untuk terjadi pada pasien dengan miliaria profunda. 200cc Untuk memberikan efek antipruritus dapat ditambahkan mentol atau champora pada losio faberi. komposisinya sebagai berikut : R/ acid salicylic 1 Talc venet 10 Oxyd zinc 10 Amyl. Losio faberi dapat pula digunakan. dan menggunakan pakaian tipis dan menyerap keringat. Infeksi sekunder dapat muncul sebagai impetigo atau beberapa abses diskrit sebagai staphylogenes periporitis. Dapat diberikan bedak salisil 2% dibubuhi mentol ¼ . Oryzae 10 Spiritus ad. Terapi : pakaian yang tipis dan dapat menghisap keringat. Dalam bentuk yang paling para intoleransi panas dikenal sebagai asthenia anhidrosis tropic. pusing dan bahkan kolaps. Dapat diberikan antibiotik bila terjadi infeksi sekunder dan anti histamine sebagai anti pruritus. kelemahan.kelelahan. misalnya lalonin yang anhidrus. Miliaria rubra juga dapat ditegakkan dengan cara melihat vesikel dengan kaca pembesar.2%.

Secara umum miliaria diklasifikasikan dalam beberapa bentuk miliaria kristalina yang sumbatannya berada dalam stratum korneum. dan menghindari panas yang berlebihan pada beberapa kasus dibutuhkan pindahnya tempat tinggal dan pekerjaan. DAFTAR PUSTAKA 7 . BAB IV KESIMPULAN Miliaria merupakan bentuk umum untuk suatu sumbatan saluran keringat yang mengakibatkan air keringat tertahan didalam kulit yaitu pada bagian epidermis dan papil dermis. terutama di kalangan orang orang yang baru saja pindah ke lingkungan yang panas. Prognosis baik jika mematuhi pengobatan yang diberikan. yang terjadi secara mendadak dan menyebar secara alami. Miliaria profunda. Pengobatan yaitu dengan mengusahakan ventilasi yang baik antara lain dengan menggunakan pakaian dengan bahan tipis dan menyerap keringat. secara topical diberikan bedak salisil 2% dibubuhi mentol sedangkan sistemik diberikan antihistamin seperti cetirizine tablet untuk mengurangi rasa gatal. sumbatan ada dalam dermo epidermis dan miliaria rubra dimana sumbatan terletak didalam epidermis. hal ini terjadi pada kondisi panas dan lembab. Dengan penatalaksanaan khusus. Di seluruh dunia miliaria merupakan kelainan kulit umum di lingkungan tropis.

Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima.17 4. Hal 176-177 2. Diambil dari www. 2003. 2005. Pada tanggal 20 Maret 2017. Siregar R. Ilmu Penyakit Kulit Makassar : Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK-UNHAS. pukul 21.wmedicine. Amirudin D.dkk. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Dermatofitosis. Djuanda A. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2007. atlas Berwarna Saripati Kuilt Edisi 2.S.1. Hal 78-79 3. 8 .com/derm/topic266.htm.