You are on page 1of 33

fitri ayu meriana d'trind

A Cat lover. A hijaber who not perfect but try to closer with The Great
Perfect, Allah SWT.

Main menu
Skip to content
 Beranda
 Tugas Kuliah
 Article
 Pitcure
 About me
APR 192014
MAKALAH PERENCANAAN –
PENGANTAR MANAJEMEN
(semoga bermanfaat)

MAKALAH
PERENCANAAN
PENGANTAR MANAJEMEN

Disusun oleh:
Kelompok 1 Kelas Manajemen II B

Fitri Ayu Meriana 201310160311082

Arlita Aprilia Dewi 201310160311062

Sulviana Bandia 201310160311099

Sarah Pusparini 201310160311109

Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi Bisnis
2014 / 2015
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
…………………………………………………………………………………. 3
1.1. Latar Belakang
……………………………………………………………………………………. 3
1.2. Rumusan Masalah
……………………………………………………………………………… 3
1.3. Tujuan

………………………………………………………………………………………………….
4

BAB II PEMBAHASAN
………………………………………………………………………………….. 5
2.1. Pengertian dan Pentingnya Perencanaaan
………………………………………. 5
2.2. Hubungan Perencanaan dengan Fungsi Manajemen lainnya ………….
7
2.3. Tipe-Tipe Perencanaan
……………………………………………………………………… 7
2.4. Proses Penyusunan Perencanaan
……………………………………………………. 8
2.5. Pendekatan dalam Perencanaan
………………………………………………………. 8
2.6. Perbedaan Tujuan dan Rencana
………………………………………………………. 9
2.7. Masalah Kontemporer dalam Perencanaan
………………………………………. 9
2.8.Perencanaan yang efektif dalam Lingkungan
…………………………………… 10
2.9. Hambatan dalam Penetapan, Perencanaan dan Cara Mengatasinya..
11

BAB III PENUTUP
………………………………………………………………………………………… 13
3.1. Kesimpulan
…………………………………………………………………………………………… 13
3.2. Saran
…………………………………………………………………………………………………
….. 13
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………………………
14

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap
kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan
rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun
perencanaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses
dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana
cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan
dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan prosesproses
perencanaan.

Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi,
sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam
mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam
jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi, perusahaan maupun kegiatan di
masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi
manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan
keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi
manajemen, terutma dalam menghadapi lingkungan eksternal
yangberubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih
mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya
pada intuisi dan firasat (dugaan).

Pokok pembahasan pada makalah ini berfokus pada elemen-elemen
tertentu dari proses perencanaan dan proses yang sangat berhubungan
dengan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Kemudian
memperkenalkan konsep perencanaan dan menyajikan sejumlah
pendekatan untuk mengefektifkan perencanaan dari berbagai jenis.

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolan tak akan dapat berjalan.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas dapat ditarik beberapa rumusan
masalah, yaitu:

1. Apa pengertian perencanaan ?
2. Apa saja tipe-tipe perencanaan ?
3. Hambatan apa saja yang ada dalam perencanaan dan bagaimana
cara mengatasinya?

1.3 Tujuan
Sesuai dengan masalah yang dihadapi maka makalah ini bertujuan untuk :
(1) mengetahui pengertian perencanaan; (2) mengetahui macam-macam
perencanaan; (3) mengetahui apa saja hambatan yang ada dalam
perencanaan dan cara mengatasinya.

PEMBAHASAN

Hal ini menyangkut hasil akhir atau sasaran khusus yang diinginkan oleh organisasi. Pengertian perencanaan Masing-masing orang memberikan pemahaman yang berbeda sesuai dengan bidang yang mereka kaji dan amati dalam perencanaan. Harus menyangkut tindakan. III.dalam hal ini kegiatan dalam perencanaan dilakukan menurut proses yang berlaku. Jadi dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah tindakan integratif yang mencoba untuk memaksimumkan efektifitas secara total dari organisasi sehingga apa yang dibutuhkan tercapai.  Penetapan tujuan dan sasaran.2. Yaitu organisasi harus mengoptimalkan pada beberapa tindakan yang efektif ketimbang harus menggunakan semua tindakan yang kadang kala tidak efektif  Mengakaji cara terbaik.sebaliknya. Memiliki serangkaian tindakan di masa yang akan datang yang akan diambil oleh perencana. Yaitu kegiatan merencanakan ke arah mana organisasi dapat menetapkan tujuan nya secara khusus ataupun umum. perencanaan mengandung beberapa arti antara lain: Proses. dalam konteks ini perencanaan diartikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan sasaran.tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. II. Walaupun pilihan tindakan itu sudah dianggap baik namun bisa saja tetap tidak efektif kalau dilakukan dengan cara kurang baik. Dengan demikian. Menyangkut masa yang akan datang.  Tujuan .1 Pengertian Dan Pentingnya Perencanaan 1.keinginan itu bisa dinyatakan dalam suatu standar-standar yang berlaku baik kualitatif maupun kuantitatif. Yaitu suatu konsep dasar yang menjelaskan bahwa  kegiatan yang dilakukan akan berjalan sesuai dengan tahap-tahap yang di tentukan. menentukan pilihan-pilihan tindakan yang akan dilakukan dan mengkaji cara-cara terbaik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian perncanaan paling tidak harus memiliki tiga aspek utama yaitu. . Namun.  Pemilihan tindakan. I.sesuatu yang baik apabila dilakukan dengan cara yang baik pula maka akan menghasilkan sesuatu yang efektif.

Tanpa membuat perencanaan. Selain untuk lebih memantapkan arah bagi organisasi dalam mencapai tujuannya. perubahan ekonomi. Tindakan perencanaan akan mempertajam kemampuan manajer untuk berfikir ketika mereka mempertimbangkan gagasan-gagasan abstrak dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. bertindak rekatif dan membiarkan hal-hal terjadi. d) Untuk pengembangan standar kinerja Keberhasilan yang dicapai pada masa lalu akan menjadi standar kinerja untuk masa yang akan datang. Maka perlu dilakukan koordinasi. perubahan iklim. gejolak politik. . Lingkungan yang berubah begitu cepat menuntut siapa pun baik perseorangan maupun lembaga untuk selalu membuat rencana. dan sistem keamanaan yang tidak terjamin memberikan banyak tantangan yang harus dihadapi walaupun penuh dengan resiko. 1. perubahan selera konsumen. agar tujuan dan kepentingan itu tidak keluar dari tujuan organisasi. perencanaan juga memiliki peranan penting lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi pentingnya pembuatan suatu perencanaan antara lain. kemajuan teknologi. seperti: a) Untuk mengkooordinasikan usaha-usaha Didalam suatu organisasi pekerjaan-perkerjaan dilakukan individu dan kelompok yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda. Tanpa perencanaan. Pentingnya Suatu Perencanaan Perencanaan sangat penting dan perlu untuk setiap usaha mencapai tujuan. Alasan ini didasarkan pada suatu pandangan bahwa kondisi masa depan tidaklah pasti. c) Untuk pengembangan manajer Manajer harus bertindak proaktif dan membuat hal-hal terjadi dan bukan sebaliknya. standar performa mungkin menjadi tidak rasional dan subjektif. b) Untuk mengatasi perubahan Dengan adanya perencanaan yang matang maka perubahan-perubahan potensial yang akan terjadi akan dapat diantisipasi secepat mungkin. organisasi akan kehilangan arah dan sulit untuk mengantisipasi ancaman perubahan lingkungan.

Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari faktor-faktor. Tujuan setiap rencana adalah untuk membantu sumber daya dalam kontribusinya secara positif terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.beberapa tipe-tipe perencanaan yang dimaksud ¨ Perencanaan berdasarkan jangkauan dibagi menjadi dua. Apapun bentuk pengklasifikasian itu. sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang di perlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan. – Pengarahan Fungsi pengarahan selalu berkaitan dengan perencanaan. Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan-kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan. – Pengawasan Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat. – Pengorganisasian dan penyusunan personalia Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya- sumber daya keuangan. kekuatan- kekuatan. yaitu: . Oleh karena itu. 2. saling tergantungdan berinteraksi.3 Tipe-Tipe Perencanaan Pengklasifikasian perencanaan telah banyak dilakukan oleh para ahli. pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana. sehingga sering d sebut sebagai “kembar siam” dalam manajemen. phisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan menunjukan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling tinggi.2. perencanaan jelas saling terkait antara satu jenis perencanaan lainya. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif.2 Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Manajemen Lainnya .

dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis. dibagi menjadi dua yaitu:  Rencana sekali pakai adalah rencana satu kali yang secara spesific didisain untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi yang unik. Memahami keadaan saat ini 3. Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan 2. ¨ Perencanaan berdasarkan spesifisitas terdari dari dua yaitu:  Rencana spesific adalah rencana yang didefinisikan secara jelas dan tidak memberikan ruang bagi interpretasi. prioritas. Merumuskan misi dan tujuan 2.  Rencana fleksibel yang menentukan panduan umum.  Rencana operasional adalah rencana yang meliputi area operasional tertentu dari sebuah organisasi. ¨ Perencanaan berdasarkan kerangka waktu terbagi menjadi dua yaitu:  Rencana jangka panjang adalah rencna yang mempunyai jangka waktu lebih dari 3 tahun. Dalam perencanaan terkandung suatu aktivitas tertentu yang saling terkait untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Rencana strategic adalah rencana yang diterapakan pada organisasi secara keseluruhan dan mnetapkan tujuan keseluruhan oraganisasi. Proses penyusunan perencanaan itu terdiri dari: 1. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya tujuan 4.  Rencana jangka pendek adalah rencana yang berjangka waktu kurang dari 1 tahun.  Rencana siaga adalah rencana berkelanjutan yang memberikan panduan untuk aktivitas yang dilakukan 2. memberikan fokus tetapi tidak membatasi manajer padaa tujuan spesifikasi atau serangkaian tindakan ¨ Perencanaan berdasarkan frekuensi penggunaan .5 Pendekatan Dalam Perencanaan .4 Proses Penyusunan Perencanaan Perencanaan sebagai suatu proses merupakan suatu cara yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Rencana strategis dapat dipandang sebagai rencana secara umum yang menggambarkan pengalokasian sumber daya.

.seperti yang di definisikan oleh tindakan para anggotanya.hal itu memandu keputusan manajemen dan membentuk kriteria terhadap hasil kerja yang diukur. Perencanaan dapat menyebabkan kekakuan. Pendekatan tersebut diantaranya adalah: – Pendekatan perncanaan Inside – out Dan perencanaan outside – in. rencana adalah dokumen yang menentukan kerangka bagaimana tujuan itu akan terpenuhi. – Pendekatan perncanaan contingency 2.6 Perbedaan Tujuan Dan Rencana Perencanaan sering disebut fungsi manajemen yang utama karena menentukan dasar untuk semua hal lainnya yang dilakukan para manajer ketika mengelola. Sedangkan.dan mengendalikan. Jenis-Jenis Tujuan Tujuan yang dinyatakan adalah pernyataan resmi tentang apa yang dikatakan organisasi dsn yang ingin diyakini para pemangku kepentiingan tentang tujuannya.7 Masalah Kontemporer Dalam Perencanaan Perencanaan formal organisasi telah menjadi populer pada tahun 1960 an dan sebagaian besar masih populer hingga dewasa ini. Perencanaan formal dapat mengunci organisasi ke tujuan spesifik yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu.tetapi kita telah menentang beberapa asumsi dasar perencanaan : 1.Masuk akal bagi sebuah organisasi untuk menetapkan target dan beberapa arahan.perencanaan melibatkan dua aspek penting yaitu.memimpin.tujuan dan rencana. Tujuan adalah hasil yang diingankan atau target. Rencana tidak dapat dikembangkan untuk lingkungan yang dinamis. 2. – Pendekatan perencanaan Top – Down dan perencanaan bottom – up. Tujuan riil adalah tujuan yang secara aktual dikejar oleh organisasi.Terdapat berbagai macam pendekatan-pendekatan yang dapat dipergunakan dalam proses penyusunan perencanaan. 2.karena itulah tujuan sering disebut dasar perencanaan.

Dan para ahli percaya bahwa China dan India akan mentransformasikan perokonomian global pada abad dua puluh satu. 5. 4. Mengelola pada kondisi seperti ini akan membutuhkan fleksibiltas dan hal itu dapat berarti tidak terikat pada rencana formal. Bagaimana manajer merencanakan secara efektif apabila lingkungan eksternal berubah terus-menerus? . mulai dari penerbangan hingga manufaktur mobil ke manufaktur mobil ke super market. 6. Kesuksesan dapat melahirkan kegagalan dalm melahirkan kegagalan dalam lingkungan yang tidak pasti. rencana formal dapat menghasilkan kesalahan yang mahal pada saat kompetitor lain mengambil alih pimpinan. yang mempertebal keercayaan diri atas rencana formal ketimbang yang dijaminkan. Sebagai contoh.yang dapat menimbulkan kesalahan.konsekuensinya. Jumlah yang di belanjakan untuk makan di luar ketimbang memasak rumah diperkirakan akan turun.8 Perencanaan Yang Efektif Dalam Lingkungan Dinamis Lingkungan eksternal berubah terus-menerus. tetapi tidak memungkinkan manajer untuk mempertimbangkan penciptaan atau penciptaan-ulang sebuah industri. Anda harus mencanangkan rencana ke dalam gerakan dan melakukannya. 2. Organisasi sering kali mengalami kesuksesan karena visi inovatif sesorang dan usaha perencanaan mungkin menghalangi visi seperti itu. Perusahaan menggunakan internet untuk desain produk yang diinginkan pelanggan. Rencana formal tidak dapat mengganti intuisi dan kreatifias. Harga minyak mentah telah mencapai rekor tertingginya. WiFi telah merevolusi semua jenis industri. Hanya perencanaan belumlah cukup Tidak cukup bagi manajer cukup hanya merencanakan. Perencanaan formal mempunyai kecendurungan untuk berfokus pada bagaimana mengkapitalisasi peluang bisnis yang ada dalam sebuah industri.bukan kemampuan bertahan hidup esok. Perencanaan memfokuskan perhatian manajer pada persaingan dewasa ini.Lingkungan bisnis saat ini sering kali bersifat acak dan tidak dapat diprediksi. Rencana yang berhasil dapat memberikan perasaan yang palsu tentang keamanan. Perencanaan formal memeperkuat kesuksesan.sulit untuk mengubah rencana yang telah terbukti di masa lalu. 3.

namun rencana membutuhkan spesifikasi. walaupun tujuannya dapat berubah karena kondisi pasar yang dinamis. Walaupun hal ini mungkin terlihat bertolak belakang. David A. Terdapat dua hambatan utama dalam pengembangan rencana yang efektif. yaitu : Penolakan dari dalam diri perncanaan terhadap penetapan tujuan  dan pembuatan rencana untuk mencapainya.Dalam lingkungan yang tidak pasti.) Keengganan melepaskan tujuan alternatif b.) Ketidakpastian mengenai sebab dan akibat dari perubahan .) Kurangnya percaya diri Keengganan yang lazim dari para anggota organisasi untuk  menerima rencana karena perubahan yang akan ditimbulkan. a. Terdapat tiga alasan mengapa anggota organisasi dapat menolak perubahan – perubahan yang akan terjadi. manajer harus mengembangkan rencana yang spesifik tetapi fleksibel. Manajer harus siap untuk mengubah arah apabila kondisi lingkungan mengharuskannya. seringkali dalam pengembangan perencanaan yang efektif manajer mengalami hambatan – hambatan.) Minimnya pengetahuan tentang organisasi d. 2. Kolb dan kawan – kawan mengemukakan beberapa alasan mengapa manajer ragu – raguatau seringkali gagal dalam menetapakan tujuan organisasi a.) Ketakutan akan kegagalan c. Hambatan dalam Penetapan Tujuan dan Perencanaan Efektifitas penting bagi seorang manajer.) Minimnya pengetahuan tentang lingkungan e. Rencana berfungsi sebagai peta jalan.9 Hambatan dalam Penetapan Tujuan dan Perencanan dan Cara Mengatasinya 1.

Manajer seharusnya juga mengetahui bahwa terdapat keterbatasan pada efektivitas penetapan tujuan dan pembuatan rencana. Setiap orang yang terlibat dalam proses perencanaan seharusnya tahu landasan apa yang mendasari strategi fungsional.bahkan ketika suatu organisasi agar bersifat sentralistis atau menggunakan staf perencanaan. Dan penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif tidak selalu memastikan keberhasilan. manajer dari berbagai tingkan dalam organisasi seharusnya dilibatkan dalam proses perencanaan. tujuan dan rencana tersebut harus dikomunikasikan kepada pihak yang lain dalam organisasi.b. dan operasional harus selaras. Mengatasi Hambatan dalam Penetapan Tujuan dan Perncanaan 1. Setiap orang hampir selalu memiliki informasi yang berharga untuk disumbangkan / dan karena mereka yang akan mengimplementasikan rencana / keterlibatan mereka sangat penting orang biasanya lebih berkomitmen pada rencana yang pembentukannya mereka bantu .) Kesadaran akan kelemahan dalam perubahan yang diusulkan B. Komunikasi dan Partisipasi Meskipun mungkin dibuat pada tingkat tinggi. Konsistensi /revisi /dan pembaruan Tujuan seharusnya konsisten baik secara horizontal maupun secara vertikal . Karena penetapan tujuan dan perencanaan merupakan proses yang dinamis. tujuan dan perencanaan juga harus direvisi dan . 1. taktis.) Kengganan untuk melepaskan keuntungan yang ada c. Pemahaman Maksud Tujuan dan Rencana Salah satu cara terbaik untuk memperlancar penetapan tujuan dan proses perencanaan adalah dengan maksud dasarnya. penyesuaian dan pengecualian diharapkan dari waktu ke waktu.konsistensi horizotal berarti bahwa tujan seharusnya konsisten diseluru organisasi / dari satu departemen ke departemen lainnya. 1. Orang-orang yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dan mengimplementasikan rencana harus didengar pendapatnya dalam mengembangkan strategi tersebut. Konsistensi vertikal berarti bahwa tujuan seharusnya konsisten dari atas hingga ke bawah organisasi : tujuan stategis. dan bagaimana strategi-strategi tersebut diintegrasikan dan dikoordinasikan.

BAB III PENUTUP 1. Perencanaan berdasarkan frekuensi penggunaan. Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan. Perencanaan berdasarkan spesifisitas. Drucker Peter F. 2. yaitu Perencanaan berdasarkan jangkauan. Jakarta. Saran Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Pengantar Manajemen. maupun karena berhasil mencapainya. Manajemen. Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat. Karena kegagalan terkadang berasal dari faktor-faktor di luar pengendalian manajemen. terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Edisi enam. Salemba empat. Banyak organisasi melihat perlunya merevisi dan memperbarui dengan frekuensi yang semakin sering.diperbarui secara berkala. 1. 2006. Kesimpulan Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen. perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis. Dalam sebuah prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan DAFTAR PUSAKA L. orang seharusnya dipastikan bahwa kegagalan dalam mencapai tujuan tidak akan selalu memiliki konsekuensi hukuman. Daft Richard. 1982 . Jaya Pirusa. orang seharusnya diberi penghargaan baik karena menetapkan tujuan dan rencana yang efektif. Perencanaan berdasarkan kerangka waktu. sistem penghargaan yang tidak tepat. Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan. Sistem Penghargaan yang Efektif Secara umum. penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan. Dalam era globalisasi ini. Jakarta.

adalah saat yang tepat untuk merumuskan perencanaan usaha tahun mendatang. Amirullah. Oleh karena itu. Berikut ini empat tahap dasar pembuatan perencanaan yang baik: Tahap 1 : Menentukan tujuan atau serangkaian tujuan. Ivancevich. Tahap 2 : Merumuskan keadaan saat ini.Pemahaman akan kondisi perusahaan sekarang dan tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya- sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa.Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu di identifikasikan. rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan kegiatan lebih lanjut. atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan. Tanpa rumusan tujuan yang jelas. Griffin. antisipasi keadaan. Karena tujuan dan rencana menyangkut waktu akan datang. perlu diketahui faktor-faktor lingkungan dalam dan luar yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya. 1997. penggunaan sumber daya perusahaan tidak efektif. 2004.Gibson. Jakarta. Tahap kedua ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik. Airlangga. adalah bagian penting dari proses perencanaan.Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan perusahaan. manajemen edisi kesembilan. Yogyakarta. untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Airlangga. adalah sangat penting. . Donnelly. Rindyah Hanafi. Manajemen. PERENCANAAN JANGKA PENDEK PERENCANAAN JANGKA PENDEK Tahap dasar perencanaan Menjelang akhir tahun. Jakarta. Pengantar Manajemen. masalah dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang. Graha Ilmu. Tahap 3 : Mengindentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. 2002.

pekerjaan atau tugas-tugas apa saja yang akan dikerjakan. Tunjuk siapa yang akan mengerjakan penulisan surat itu dan cantumkan namanya. bahkan dianjurkan agar pekerjaannya terarah dan terorganisir dengan baik. Rencana operasional lebih sempit dengan jangka waktu yang lebih pendek dan banyak melibatkan manajemen tingkat bawah. Tujuan operasinal diturunkan dari tujuan dan rencana taktis. 2. Rencana operasional Perencanaan Operasional (Operational Planning) Adalah perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci. imerupakan terjemahan sekaligus penunjang rencana jangka panjang.Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. dan anggaran. proyek. dan aturan. contoh: kebijakan. prosedur standar. Upayakan selalu menggunakan ungkapan yang spesifik. tetapi penulisannya membutuhkan ketelitian yang cukup tinggi. Berikut langkah-langkah yang biasa diambil untuk membuat perencaan aksi : 1.Rencana Standing untuk aktivitas yang berulang.Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai pilihan kegiatan untuk pencapaian tujuan. . Tentukan hal-hal. Tidak cukup hanya mencantumkan ’menulis surat’. Operasional (dibuat untuk dilaksanakan. Pilih orang yang tepat dan kompeten. penilaian pilihan kegiatan terbaik (paling memuaskan) di antara pilihan yang ada. terjemahan atau ejawantah dari tujuan umum perusahaan dalam rentang waktu tertentu (selama satu tahun umpamanya) berikut rencana stragtegis yang sudah ditetapkan oleh manajemen. Walau demikian perencanaan operasional dapat juga digunakan oleh individu untuk keperluan pribadinya. Rencana Tunggal untuk aktivitas tidak berulang. bukan yang telah lalu). untuk keperluan tindakan-tindakan kemudian dan seterusnya. tetapi lebih baik ’menulis surat perkenalan untuk dikirimkan ke 100 perusahaan melalui pos’. Langkah-Langkah Membuat Rencana Operasional Perencanaan operasional umumnya merupakan turunan. Bentuk perencanaan operasional cukup sederhana. contoh: program.

hanya cukup dengan laporan lisan dari petugas atau bagaimana.3.Perencanaan strategis merupakan titik permulaan bagi penilaian kegiatan manajer dan organisasi. Ada baiknya menuliskan dan menyajikan perencanaan operational dalam bentuk tabel agar lebih mudah membacanya dan menarik kelihatannya. dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan. Seperti dalam tugas penulisan surat tadi. lay-out yang menarik. umpamanya. Terakhir pikirkan cara memonitor atau mengawasi pekerjaan itu. Tetapkan waktunya.Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk perencanaan lainnya. Perencanaan strategi juga merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi. 10% umpamanya untuk mengantisipasi kenaikan harga atau hal- hal lain yang tak terduga. Ada baiknya dinaikkan sedikit. kita menetapkan proofreading dan editing sebelum diprint atau diprint dulu samplenya baru dicheck. . 3. 4. 2. bentuk lipatan dan lain-lain yang dianggap perlu. bahasa yang santun. Perkirakan dengan teliti waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. isi pesan yang mengena. 6. kalimat yang efektif. Terserah cara yang mana saja bisa dipakai.Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar bagi perencanaan- perencanaan lainnya. program-program strategi. memeriksa secara rinci. Tetapkan poin-poin yang akan dikontrol. Kapan mulai dan kapan harus tuntas. penanggalan yang benar. Hitung biaya yang dibutuhkan dengan cermat. Dengan melihat langsung. Ada tiga alasan yang menunjukkan pentingnya perencanaan strategis : 1. Rencana Strategi Perencanaan strategic (strategic planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi. penentuan strategi. Dalam hal surat tadi umpamanya ejaan yang tepat. 5. Tambahkan satu dua hari untuk berjaga-jaga kalau-kalau muncul halangan di tengah jalan.

harus dipergunakan secara tepat. bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan merubah perusahaan. hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e. Opportunities. Weaknesses. manajer operasi. haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning ( Brown . Lorange. termasuk analisis SWOT (Strengths.. Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini. Steiner. Technological. Kemampuan manufaktur. 1979). sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner. sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner . Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi di masa depan. serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. PEST (Political.Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif. . sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner. Regulatory). maka para pimpinan perusahaan. 2001 ) Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif. Lorange (1980). Ecological. menuliskan. 1980. Economic. Social. 1969 ). 1965. Economic. Anthony. maka itu adalah kegagalan.1965. 1969 ). 2005 ). Kemampuan manufaktur. manajer operasi. harus dipergunakan secara tepat. sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan. haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown .g. atau STEER (Socio-cultural. Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan. Threats). Technological). 2005 ). Ansoff. Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan. maka para pimpinan perusahaan.

Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perencanaan adalah seberapa sering rencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki. waktu sangat diperlukan untuk melaksanaakan perencanaan efektif 2. tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi.karena waktu diperlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan. 3. berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemutusan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Menggunakan teknik estimasi waktu yang baik dapat mengurangi proyek-proyek besar ke sejumlah proyek-proyek kecil. melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang. jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencan harus dipertimbangkan. Manajemen by objektiv(MBO) Pengertian Management By Objective (MBO) .  Standar pelaksanaan. waktu sering di perlukan setiap langkah perencanaan tanpa informasi lengkap tentang variabel-variabel dan alternatif-alternatif.  Standar motivitas. bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami.ini tergantung sumber daya yang tersedia dan drajat ketetapan perencanaan manajemen. Misi dan Tujuan Fungsi Tujuan Organisasi  Pedoman bagi kehidupan. akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan organisasi. Waktu perkiraan akan menjadi masukan penting sebagai teknik lainnya digunakan untuk mengatur struktur dan semua proyek. akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya. Faktor Waktu dan Perencanaan Faktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga hal yaitu : 1..  Dasar rasional pengorganisasian.  Sumber legitimasi.

Sejak itu MBO telah memacu banyak pembahasan. Pada metode MBO. dan pemerintahan. Penggunaannya tidak hanya dalam dunia usaha saja tetapi telah semakin berkembang luas pada dunia nonbisnis. terletak pada penetapan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan bawahan yang bekerja bersama. dan riset. keagamaan. Tahap Persiapan. 1. Pertama kali diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Management by objective dapat juga disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran. sasaran dan pengendalian (goals and controls). penentuan bidang utama setiap individu yang hasilnya dirumuskan secara jelas dalam bentuk hasil-hasil (sasaran) yang dapat diukur dan diharapkan. Dengan pengembangan hubungan antara fungsi perencanaan dan pengawasan. atau semi formal. Banyak program jenis MBO telah dikembangkan. yang dimulai dengan penetapan tujuan dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan (langkah) sampai peninjauan kembali pelaksanaan kegiatan. kesehatan. yang bersesuaian dengan sasaran kerja unitnya untuk satu periode kerja. evaluasi. setiap individu karyawan memiliki sasaran kerjanya masing-masing. Management by Objectives (MBO) adalah metode penilaian kinerja karyawan yang berorientasi pada pencapaian sasaran kerja. Tahap Penyusunan. yaitu tahap menyiapkan dokumen-dokumen serta data-data yang diperlukan. perencanaan dan peninjauan kembali pekerjaan (work planning and review). manajemen sasaran (goals manajemen). termasuk manajemen berdasarkan hasil (manajemen by result). tahap ini menjabarkan tugas pokok dan fungsi-fungsi setiap bagian dalam organisasi. Walaupun artinya berbeda-beda program ini sama.MBO membantu menghilangkan atau mengatasi berbagai hambatan perencanaan. Gagasan dasar MBO adalah bahwa MBO merupakan proses partisipatif. Secara umum esensi sistem MBO. Tahap Pelaksanaan MBO 1. dan lain-lainnya. 2. secara aktif melibatkan manager dan para anggota pada setiap tingkatan organisasi. MBO berkenaan dengan penetapan prosedur-prosedur formal. dan ukuran penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai satuan pedoman pengoperasian satuan-satuan kerja serta penilaian masing penilaian sumbangan masing-masing anggota. agar seluruhnya terintegrasi mencapai visi dan misi yang . Penilaian kinerja dalam metode MBO dilakukan di akhir periode mengacu pada realisasi sasaran kerja. seperti organisasi pendidikan.

sebagai berikut: a. Tidak ada jalan pintas yang mudah. Sasaran harus dinyatakan dengan istilah yang khusus dan dapat diukur. pemberian semangat dan motivasi. pada tahap ini bertujuan agar tercapainya tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana stratejik melalui kegiatan keseluruhan dalam perusahaan MBO Yang Efektif MBO yang efektif. Tahap Pelaksanaan. Merumuskan keadaan sekarang untuk membantu identifikasi dan antisipasi masalah atau hambatan serta kemudahan-kemudahan. misalnya peningkatan lima persen dalam penjualan kuartal yang akan datang. Monitor. tujuan itu tidak mungkin akan tercapai. Banyak waktu dan tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan suatu program MBO yang berhasil. pertama untuk menetapkan tujuan-tujuan dan kemudian untuk mengkaji kembali kemajuan dalam menuju tujuan tersebut. para manajer dan bawahan akan mempunyai pengertian yang lebih jelas tentang apa yang diharapkan oleh pimpinan teratas untuk dicapai. b. Kesepakatan pada Program. Dengan cara demikian. tidak ada peningkatan dalam biaya-biaya eksploitasi pada tahun ini. terdapat unsur-unsur yang lazim. dan sebagainya. pengarahan. koordinasi. 3. integrasi dan sinkronisasi. c. Pada setiap organisasi. yaitu tahap dimana pelaksanaan seluruh kegiatan dan fungsi manajemen secara menyeluruh seperti pengorganisasian. 4. misalnya manajer subunit A akan bertanggung jawab atas peningkatan 15% dalam jangka . dicanangkan oleh instansi. setiap manajer dan bawahan telah menetapkan dengan jelas tanggung jawab pekerjaan dan tujuan-tujuannya. dan mereka dapat melihat bagaimana pekerjaan mereka itu berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran organisasi. Tahap Pengendalian. Penetapan Sasaran Tingkat Atas Program perencanaan yang efektif biasanya dimulai dengan para manajer tertinggi yang menetapkan sasaran pendahuluan setelah berkonsultasi dengan para anggota organisasi yang lain. diperlukan keterikatan para manajer dalam pencapaian tujuan organisasi pada proses MBO agar program itu efektif. Sasaran Individual Dalam progaram MBO yang efektif. Evaluasi dan Penyesuaian. bila sasaran telah ditetapkan tetapi tidak dikaji kembali secara berkala. Para manajer harus mengadakan pertemuan dengan para bawahan.

Dalam kendala yang normal dari kebijakan organisasi. maka para pegawai bawahan merasa diuntungkan dengan program MBO atau otonomi dalam pelaksanaan rencana. mereka memutuskan masalah-masalah yang ada. para manajer harus bebas mengembangkan dan melaksanakan program-program untuk mencapai sasaran tanpa penafsiran kembali oleh atasan langsung mereka. Sasaran untuk setiap individu harus ditetapkan dengan konsultasi antara individu dengan atasannya. d. Para manajer kadang-kadang menetapkan tujuan tanpa mengetahui sepenuhnya tentang kendala di mana bawahan mereka harus bekerja. waktu dua bulan. Para bawahan kemungkinan memilih tujuan yang tidak sejalan dengan sasaran organisasi. Dari berbagai aspek yang mereka plih dengan bebas dalam menentukan sarana dan kebijakan yang diberikan oleh organisasi. para bawahan membantu para manajer mengembangkan tujuan yang realitas karena mereka mengetahui dengan baik apa yang mampu mereka capai. Partisipasi Peranserta bawahan dalam menetapkan tujuan sangat berbeda-beda. individu itu mempunyai kebijakan yang luas untuk memilih sarana-sarana guna pencapaian tujuan tersebut. Pengkajian Kembali Untuk Kerja Para manajer dan bawahan secara berkala mengadakan pertemuan untuk mengkaji kembali kemajuan dalam menuju sasaran. semakin besar peranserta para manajer dan bawahan dalam penetapan sasaran. Para manajer membantu para bawahannya untuk meningkatkan pandangan mereka terhadap tujuan yang lebih tinggi dengan menunjukkan keinginan untuk membantu mereka dalam mengatasi rintangan serta kepercayaan pada kemampuan para bawahan. semakin baik kemungkinannya sasaran itu akan tercapai. dan apa yang dapat mereka . Hal ini membantu setiap rencana individual secara efektif untuk mencapai sasaran yang ditargetkan. Akan tetapi pegawai juga tidak bisa semaunya sendiri dalam menentukan kebijakannya. sangat dihargai oleh para manajer dan juga para pegawai bawahan. Otonomi Dalam Pelaksanaan Rencana Begitu sasaran telah ditetapkan dan disetujui. Maksud dari penetapan tujuan dengan menggunakan istilah-istilah pada setiap tingkatan ialah untuk membantu para pegawai agar mengerti dengan jelas apa yang diharapkan untuk dicapai. Dalam konsultasi bersama tersebut. juga harus menyangkut pada peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi tersebut. f. Dan aspek dari program MBO tersebut. Sebagai kebiasaan. e. Selama pengkajian kembali.

Program-program perencanaan efektif dimulai dengan para manajer puncak yang menetapkan tujuan-tujuan pendahuluan setelah berkonsultasi dengan para anggota organisasi lainnya. f) Peninjauan kembali prestasi. Maksudnya adalah untuk membantu para karyawan memahami secara jelas apa yang diharapkan agar dapat tercapai. Setelah tujuan ditetapka dan di setujui. Sistem MBO Program-program MBO sangat bervariasi. Program MBO yang efektif mensyaratkan komitmen para manajer disetiap tingkatan organisasi terhadap pencapaian tujuan pribadi dan organisasi serta proses MBO. Bila perlu tujuan-tujuan itu dapat dimodifikasi untuk periode peninjauan kembali yang akan datang. seorang manajer seharusnya menekankan hasil penjualan nyata yang dicapai dan sebagai pengetahuan terinci mengenai pelanggannya. Setiap manajer dan bawahan merumuskan tanggung jawab dan tujuan jabatan mereka secara jelas. c) Tujuan-tujuan perseorangan. Agar adil dan berguna. Derajat partisipasi bawahan dalam penetapan tujuan sangat bervariasi. semakin besar partisipasi bawahan. banyak dirancang untuk digunakan dalam suatu kelompok kerja. pengkajian kembali harus didasarkan atas hasil unjuk kerja yang dapat diukur. d) Partisipasi. seperti sikap dan kemampuan. MBO Dalam Pendekatan Sistem . Manajer dan bawahan bertemu secara periodik untuk meninjau kembali kemajuan terhadap tujuan. individu mempunyai keluasan dalam memilih peralatan untuk pencapaian tujuan. Sebagai pedoman umum. e) Otonomi dalam implementasi rencana. daripada berusaha untuk menilai bagaimana giatnya seseorang di lapangan. Berikut ini adalah unsur-unsur umum sistem MBO yang efektif yang pada hakekatnya merupakan aspek-aspek proses pokok MBO: a) Komitmen pada program. bukan atas kriteria yang subjektif. b) Penetapan tujuan manejemen puncak. Metode-metode dan pendekatan-pendekatan yang digunakan para manajer dalam program MBO akan berbeda. Misalnya. tetapi banyak juga digunakan untuk keseluruhan organisasi. lakukan masing-masing untuk memecahkannya. Manajer bebas mengimplementasikan dan mengembangkan program-program pencapaian tujuan tanpa campur tangan atasan langsung dengan batasan-batasan organisasi. semakin besar kemungkinan tujuan akan tercapai. 4.

kepala sekolah. Dalam sistem dikenal istilah pendekatan sistem. wakil kepala sekolah. Drucker (1954) melalui MBO (management by objective) dapat memberikan gagasan mengenai prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. Misalnya penerapan MBO dalam sistem pendidikan. Menyusun tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran f. Menentukan hasil akhir apa yang ingin dicapai sekolah b. 5. b-program MBO membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan sasaran dan waktu yang ditargetkan. Berunding menetapkan sasaran-sasaran yang dibutuhkan d. Penerapan MBO dalam suatu sistem dilihat dari objek permasalahan.implementasi. Pendekatan sistem merupakan suatu proses pemecahan masalah yang mencakup 4 kegiatan. secara luas pendekatan sistem dpat diartikan sebagai alata atau cara berpikir yang menekannkan pada identifikasi masalah dan pemecahan masalah. dan stakeholders dalam merumuskan visi. Penerapan MBO dalam tingkat sekolah misalnya. 3). siswa. masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkah MBO seperti: a. Menetapkan kegiatan apa yang tepat untuk mencapai sasaran e. misi dan objektif dinas pendidikan.perencanaan.evaluasi 4). Kelebihan MBO Dalam suatu penelitian tentang para manajer. c-program MBO meningkatkan komunikasi antara para manajer dan bawahan d-program MBO membuat para manajer lebih menyadari tentang sasaran organisasi e-progaram MBO membuat proses manajemen lebih wajar dengan memusatkan pada suatu pencapaian. 1). Menganalisis apakah hasil akhir itu berkaitan dengan tujuan sekolah c. orang tua siswa.revisi. Program ini juga memberi kesempatan kepada para bawahan . Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan g. Tosi dan Carroll mencatat keuntungan-keuntungan utama dari program MBO antara lain: a-program MBO memberi kesempatan kepada para individu untuk mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. 2). Penerapan MBO misalnya kepala dinas yang memimpin tim beranggotakan pejabat dan fungsional dinas. Lakukan monitoring dan buat laporan.

bukan berdasarkan hubungan pribadi atau prasangka atasan. proses pengkajian kembali mungkin dapat menyebabkan ketegangan dan kebencian. maka sasaran dan tujuan oraganisasi menjadi lebih realistis. dapat membantu organisasi untuk mencapai sasarannya dengan lebih baik. seluruh organisasi mempunyai rasa kesatuan yang meningkat. untuk mengetahui sebaik mana mereka bekerja dalam kaitannya dengan sasaran organisasi Dari penelitian ini serta analisis lainnya. Dan para pegawai bawahan lebih menyadari apa yang diharapkan oleh pimpinan puncak dan pada gilirannya aka membantu dalam penetapan tujuan yang dapat dicapai. Juga komunikasi yang bertambah baik sebagai akibat adanya MBO. gaji. Di samping itu tiap individu mengetahi bahwa mereka akan dinilai. tetapi berdasarkan sebaik mana mereka mencapai sasaran yang mereka sendiri telah membantu menetapkannya. Perubahan-perubahan yang diinginkan oleh MBO dalam perilaku para manajer mungkin juga menimbulkan masalah. misalnya jumlah penjualan total di daerah bawahan tersebut mungkin tidak bertanggung jawab untuk hal tersebut. dan kenaikan pangkat. penekanan diubah dari . 5. Karena karena semua tingkat dalam organisasi membantu dalam penetapan tujuan. Penilaian dari para bawahan merupakan bidang yang sangat sulit karena hal ini menyangkut status. Misalnya. Kelemahan MBO MBO. Dalam MBO. tampak jelas bahwa MBO mempunyai keuntungan bagi para individu dan organisasi. Bahkan dalam program MBO yang paling baik pun. Sebagai akibatnya. Tidak semua prestasi dapat dikuantifikasikan atau diukur. Ini memungkinkan usaha dipusatkan di mana usaha itu sangat diperlukan dan sangat mungkin untuk diberikan penghargaan. tentu saja tidak menyelesaikan semua masalah organisasi. penjualan mungkin menurun walaupun bawahan telah berusaha dengan sebaik- baiknya disebabkan oleh langkah dari para pesaing yang tidak diperkirakan sebelumnya. Di samping itu ada keuntungan pada suatu program MBO yang dilaksanakan dengan berhasil yang berlaku langsung pada organisasi. Bagi individu mungkin keuntungan utamanya ialah meningkatnya rasa keterlibatan dan pengertian tentang sasaran organisasi. Semua keuntungan individu ini setidak-tidaknya secara tidak langsung akan memberikan keuntungan kepada perusahaan atau organisasi. individu- individu dalam suatu proses MBO lebih besar kemungkinannya untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dengan penuh kemauan dan keberhasilan. Bahkan bila apa yang akan dicapai dapat diukur. Artinya.

Hampir semua masalah merupakan persoalan yang berulang-ulang terjadi yang dihadapi oleh para anggota organisasi. Kecakapan hubungan antarpribadi (interpersonal skill) Penetapan tujuan dan proses pengkajian kembali oleh manajer dan bawahan memerlukan tingkat kecakapan yang tinggi dalam hubungan antarpribadi. Adaptasi dan perubahan MBO mungkin memerlukan banyak perubahan dalam struktur organisasi. 3. Pendidikan dalam pembibingan dan wawancara mungkin diperlukan 4. tetapi yang tampaknya sering berkembang bahkan dalam program-program MBO yang dilaksanakan dengan tepat. menilai para bawahan menjadi membantu mereka. bila dampak dari sistem MBO sendiri dapat menyebabkan perubahan dalam tugas dan tanggung jawab pada tiap tingkat. Banyak manajer yang tidak mempunyai pengalaman sebelumnya atau kemampuan yang lazim dalam bidang ini. Mereka yang berperan serta hanya karena terpaksa untuk mendukung organisasi itu akan dengan mudah menyebabkan kegagalan program tersebut. maka mereka akan memerlukan pendidikan kembali secara serius sebelum dapat melaksanakan program MBO. Di samping itu uraian tugas harus dikaji kembali dan direvisi karena keadaan dalam organisasi berubah. Para manajer harus mendukung perubahan- perubahan ini. Ini membutuhkan banyak waktu dan upaya dalam mempelajari penggunaan teknik MBO dengan tepat serta pekerjaan tulis-menulis yang biasanya diperlukan. ada dua kategori kelemahan yang khas bagi organisasi yang mempunyai program MBO. Dalam kategori kedua ada kelemahan yang secara teoritis tidak perlu. Gaya dan dukungan pimpinan Bila para manajer puncak lebih menyukai pendekatan yang otoriter dan pengambilan keputusan yang terpusat. Hal ini terutama penting selama taraf pelaksanaan. Dalam kategori pertama adalah kelemahan yang melekat (inherent) dalam proses MBO. Kategori yang kedua meliputi beberapa masalah penting yang harus dikendalikan bila program itu tidak berhasil. baik mereka mempunyai program MBO maupun tidak. pola wewenang dan prosedur pengendalian. Uraian tugas (job description) Penggunaan daftar khusus dari tujuan dan tanggung jawab individu adalah sulit dan menghabiskan waktu. Namun demikian. Ini merupakan perubahan yang sulit dilakukan oleh para manajer. . yaitu: 1. 2.

Gagasan dasar MBO adalah bahwa MBO merupakan proses partisipatif. Untuk menghindari bahaya ini.MBO berkenaan dengan penetapan prosedur-prosedur formal. Bila para manajer gagal untuk mencoba sesuatu yang baru dan mungkin mengandung risiko karena tenaga mereka dicurahkan pada tujuan-tujuan MBO tertentu. 6. peningkatan dan kepuasan pada pencapaian sasaran mungkin tidak akan produktif bila cenderung menghambat inovasi. Misalnya. dalam menemukan jalur yang baik antara sasaran yang terlalu mudah dan tidak mungkin dalam melukiskan tujuan secara jelas dan tepat. yang dimulai dengan penetapan tujuan dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan (langkah) sampai peninjauan kembali pelaksanaan kegiatan.5. atau semi formal. manajer bagian produksi tidak diharapkan akan mencapai sasaran merakit 100 unit per hari bila bagiannya diberi suku cadang hanya untuk 90 unit. Tambahan pula.tahap Pelaksanaan.monitor. beberapa kesempatan mungkin akan hilang. Pengendalian terhadap metode pencapaian sasaran Frustasi yang mendalam bisa terjadi bila usaha seorang manajer untuk mencapai sasaran tergantung kepada pencapaian usaha-usaha lain dalam organisasi.tahap penyusunan. Dengan pengembangan hubungan antara fungsi perencanaan dan pengawasan. 7. secara aktif melibatkan manager dan para anggota pada setiap tingkatan organisasi. . Tahap Pelaksanaan MBO terdiri dari:tahap Persiapan. Penetapan sasaran kelompok dan keluwesan diperlukan untuk menyelesaikan persoalan macam ini. Konflik antara kreativitas dan MBO Mengutamakan prestasi. Odiorne mengusulkan agar kesepakatan terhadap inovasi dan perubahan harus merupakan bagian dari proses penetapan sasaran. Mungkin terdapat kesulitan dalam membuat tujuan itu dapat diukur.MBO membantu menghilangkan atau mengatasi berbagai hambatan perencanaan. mungkin sulit mengkoordinasikan seluruh tujuan organisasi dengan kebutuhan pribadi dan tujuan-tujuan individu. BAB III PENUTUP Kesimpulan Management by objective dapat juga disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran. evaluasi dan Penyesuaian.tahap Pengendalian. Penetapan dan pengkoordinasian tujuan Penyusunan sasaran yang penuh tantangan tetapi realistis sering merupakan sumber kekacauan bagi para manajer.

pemilihan solusi.Otonomi dalam implementasi rencana.Otonomi Dalam Pelaksanaan Rencana. serta implementasi dan evaluasi solusi. 2). MBO Dalam Pendekatan Sistem mencakup 4 kegiatan.evaluasi 4). Pembuatan putusan pada dasarnya adalah pemilihan salah satu di antara berbagai alternatif yang tersedia untuk dilaksanakan. Penetapan Sasaran Tingkat Atas. terdapat unsur-unsur yang lazim. pengembangan alternatif solusi. Untuk dapat menentukan pilihan terbaik. sebagai berikut:Kesepakatan pada Program.Sasaran Individual. Tipe Keputusan Proses Pembuatan Keputusan Proses ialah tahap-tahap atau rangkaian kegiatan yang harus dilalui dalam usaha mendapatkan putusan yang tepat. cepat dan lengkap. perlu dilakukan penilaian terhadap berbagai alternatif tersebut dan setelah itu diikuti dengan tindakan yang merupakan pelaksanaan dari putusan yang telah dibuat. MBO yang efektif. Penerapan MBO misalnya kepala dinas yang memimpin tim beranggotakan pejabat dan fungsional dinas. misi dan objektif dinas pendidikan. Penerapan MBO dalam suatu sistem dilihat dari objek permasalahan. Drucker (1954) melalui MBO (management by objective) dapat memberikan gagasan mengenai prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. 3).implementasi.Partisipasi.Penetapan tujuan manejemen puncak. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa tidak ada satu pun .revisi. ada proses yang lebih singkat dengan empat langkah. unsur-unsur umum sistem MBO yang efektif yang pada hakekatnya merupakan aspek-aspek proses pokok MBO: Komitmen pada program. 1).Pengkajian Kembali Untuk Kerja. Seperti telah ditunjukkan pada definisi terdahulu. Misalnya penerapan MBO dalam sistem pendidikan. yaitu identifikasi masalah. seperti yang diuraikan dalam tulisan ini.Partisipasi. Banyak model pembuatan putusan rasional yang dikemukakan oleh para pakar. Dan ada yang lebih rinci sampai pada enam langkah. secara luas pendekatan sistem dpat diartikan sebagai alata atau cara berpikir yang menekannkan pada identifikasi masalah dan pemecahan masalah. dan stakeholders dalam merumuskan visi.perencanaan.Tujuan-tujuan perseorangan.Peninjauan kembali prestasi.

Dalam bidang organisasi. kemampuan untuk dapat mengenal masalah dengan benar ini sangat penting sebab masalah-masalah yang sesungguhnya dihadapi sangat kompleks. model yang dapat menjamin bahwa manajer akan selalu membuat putusan yang benar. Tidak jarang. Huber dalam Ashar Kasim (1994:p. Dengan memfokuskan permasalahan kepada satu . Adapun jenis dan bobot masalah yang dihadapi. terlebih dahulu harus dikenali masalah apa yang sebenarnya dirasakan sehingga pemecahannya dapat dilakukan dengan tepat. Pengembangan atau pencarian berbagai alternatif yang mungkin dapat dibuat 3. para manajer yang menggunakan suatu model yang rasional. dipilih model yang sedikit lebih rinci mengenai tahap-tahap pembuatan putusan yaitu dari Muhyadi (opcit) sebagai berikut: 1. Menentukan pilihan yang terbaik 5. dan sistematik akan lebih berhasil dibandingkan para manajer yang menggunakan pendekatan yang bersifat informal.dibuat 2. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan keputusan Identifikasi Masalah atau Tujuan Pembuatan putusan diawali dengan dirasakannya masalah atau problema tertentu yang menghendaki pemecahan. Apabila pengenalan masalahnya keliru. Masalah yang dihadapi dapat berupa masalah besar dan dapat juga masalah kecil yang hampir setiap harinya dihadapi. intelektual. Melaksanakan pilihan yang sudah ditentukan 6. organisasi menghadapi juga faktor manusia yang sukar diprediksi. Penilaian terhadap berbagai alternatif yang sudah dikembangkan 4. Kecenderungan untuk merumuskan masalah menurut penyelesaian yang ingin diusulkan. Meskipun demikian. apa yang langsung dirasakan sebenarnya bukan merupakan masalah pokok melainkan sekedar gejala atau mungkin akibat yang timbul dari masalah pokok yang sesungguhnya. Kecuali menyangkut segi proses yang memang lebih sering menimbulkan masalah. maka putusan yang diambil tidak akan efektif sebab tidak memecahkan inti masalahnya.8-9) mengatakan ada tiga kecenderungan yang dapat mengganggu penjajakan masalah: a. Dalam tulisan ini. Identifikasi masalah atau penentuan tujuan yang hendak dicapai lewat keputusan yang akan diambil .

Pengembangan Alternatif Yang dimaksud dengan alternatif dalam hal ini ialah berbagai kemungkinan yang dapat diambil untuk mengatasi masalah yang dirasakan. Seorang manajer yang berpandangan luas menganggap tujuan-tujuan yang lebih rendah sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebihtinggi (strategis) dan tidak beranggapan bahwa tujuan-tujuan yang lebih rendah (operasional) tersebut sebagai tujuan-tujuan akhir. c. Hal ini bisa menyebabkan masalah yang dirumuskan lebih sempit daripada yang seharusnya sehingga tidak menunjang usaha organisasi secara keseluruhan. Setiap pemecahan mengandung kelebihan dan kelemahan tertentu. mereka terlalu sering menghabisskan waktunya menghadapi “symptoms” yang sama yang timbul lagi berulang-ulang. Perumusan masalah yang terlalu sempit juga menghalangi usaha-usaha pengembangan dan bertahannya (survival) dari organisasi tersebut. Misalny dengan mengatakan masalahnya sebagai kelemahan dalam pelaksanaan program pembinaan staf. Akibatnya hal ini akan menjurus kepada pembhuatan putusan yang salah sebab yang ingin dipecahkan adalah sesuatu yang bukan merupakan masalah sehingga tidak ada usaha pencarian alternative penyelesaian yang lain yang lebih relevan. Umumnya para manajer cenderung untuk hanya menyelidiki suatu masalah dalam batas-batas gejala yang terlihat atau diketahui. Terhadap suatu masalah yang timbul pada umumnya dapat dilakukan berbagai cara pemecahan. Salah satu factor yang mempengaruhi adanya kecenderungan untuk hanya melakukan diagnosis masalah berdasarkan gejala-gejala yang terlihat saja adalah karena pembhuat putusan tersebut kurang pengetahuan atau tidak mempunyi konsep yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi. b. Kecenderungan untuk melakukan diagnosis masalah berdasarkan gejala-gejala yang terlihat (symptoms). Untuk dapat membuat putusan yang paling mengun-tungkan (rasional) perlu dikembangkan semua alternatif . pada hal msalah yang sebenarnya belum dijelaskan. Kecenderungan untuk merumuskan masalah secara sempit dan menurut tujuan-tujuan yang lebih rendah. kemungkinan penyelesaian dan mengurangi kesempatan untuk mencari alternative-alternatif penyelesaian yang lain.

terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap berbagai alternatif yang tersedia. yaitu: 1) ketidak-lengkapan pengetahuan. kita mungkin akan mengurangi biaya umum. 2) kesulitan-kesulitan membuat dugaan. Simon (1984) mengemukakan bahwa perilaku pembuatan putusan yang sesunguhnya tak memenuhi syarat rasionalitas obyektif paling tidak dalam tiga hal. ia tidak bermanfaat sama sekali. Semua alternatif tersebut masing-masing diidentifikasi keuntungan dan kerugian dalam hal ini mencakup berbagai aspek yang diperkirakan akan mempengaruhi efektifitas organisasi secara keseluruhan. atau jika pengurangan selanjutnya akan menurunkan mutu produksi. dan seberapa baik ia membantu pemecahan masalah. tetapi jika tidak dilaksanakan. jika angka penjualan meningkat tetapi keuntungan menurun. Dalam hubungan dengan ini. Stonner dan Wankel (1993) mengemukakan bahwa untuk menilai efektivitas dari alternatif dapat diukur dengan dua kriteria: seberapa realistis alternatif itu dipandang dari sudut tujuan dan sumber daya organisasi. Setiap alternatif harus dinilai berdasarkan tujuan dan sumber daya organisasi. Misalnya. lingkungan. moral. maka alternatif ini tidak masuk akal untuk dilaksanakan. Namun demikian. . dan 3) hanya sedikit sekali dari kemungkinan- kemungkinan alternatif yang terpikirkan Jadi batas-batas kemungkinan- kemungkinan untuk pengem-bangan alternatif adalah kelengkapan pengetahuan dan kemampuan berpikir membuat dugaan dan memperoleh sebanyak alternatif yang relevan dengan suatu keputusan meliputi segi- segi ekonomi. Penilaian terhadap Alternatif Sebelum menentukan pilihan alternatif mana yang akan dibuat. Pertimbangan yang digunakan untuk melakuka penilaia terutama menyangkut segi-segi konsekuensi yang akan lebih menguntungkan dan yang paling kecil kerugiannya dari masing-masing alternatif. dan beberapa segi lain yang relevan. jika biaya umum telah sangat dikurangi. Suatu alternatif mungkin terlihat logis.yang melekat pada masalah pembuatan putusan.

pertimbangan. Masalah praktis mungkin terlibat dalam pelaksanaan keputusan. serta informasi yang ditimbangnya . yaitu 1) rasionalitas dari segi pandangan si individu. Bagian-bagian lain dalam organisasi yang akan terpengaruh oleh suatu keputusan harus diajak berunding. yaitu pilihan yang masih memberikan keuntungan (meskipun tidak maksimal) tetapi tidak menimbulkan kerugian yang berarti. Suatu keputusan itu rasional dari segi pandangan si individu (rasional secara subyektif) jika keputusan itu sejalan dengan nilai-nilai. dan 2) rasionalitas dari segi pandangan kelompok. maka pilihan yang ditetapkan adalah pilihan yang optimal. Pemilihan alternatif merupakan tindak lanjut dari penilaian setelah mempertimbangkan berbagai keuntungan dan kerugian. Dalam hal lain. seperti perlunya mendapatkan dana tambahan. Di samping itu. Dalam beberapa hal. Setiap alternatif juga harus dievaluasi dalam hubungannya dengan seberapa baik alternatif itu akan mencapai yang “harus” dan yang “sebaiknya” dari suatu masalah. biasanya ia hanya akan menggunakan pengetahuan. setiap alternatif harus dinilai apakah yang akan timbul jika suatu cara tindakan diikuti? Manajer harus menentukan seberapa jauh kegairahan pegawai dalam melaksanakan suatu keputusan dan apa yang akan terjadi jika keputusan itu tidak dilaksanakan sepenuhnya. Karena setiap alternatif mengandung keuntungan dan kerugian. Dari pendapat Simon (ibid) diperoleh pemahaman bahwa rasionalitas keputusan dapat dipandang dari dua segi. Pesaing mungkin terpengaruh oleh keputusan itu sehingga reaksinya harus diperhitungkan. manajer mungkin dapat melakukan eksperimen dengan cara pemecahan yang tersedia dengan cara mencoba satu atau lebih alternatif pada bagian-bagian yang berbeda dalam organisasinya untuk melihat alternatif mana yang paling efketif. alternatif-alternatif. dan pengalaman-nya untuk memutuskan alternatif yang dianggap paling menarik Pemilihan Alternatif Bentuk pengambilan putusan yang sebenarnya ialah pemilihan alternatif yang dinilai paling tepat dan paling baik di antara berbagai alternatif yang tersedia. manajer dapat menggunakan teknik simulasi untuk menyelidiki kemungkinan hasil dari pemecahan alternatif. Tetapi.

Keberhasilan penerapan keputusan yang dibuat oleh manajer organisasi.dalam mencapai keputusan tersebut. Kesalahan yang sering dilakukan manajer adalah menganggap bahwa. maka tindakan atas keputusan itu menyusul dengan sendirinya. serta informasi-informasi yang dimiliki kelompok itu yang relevan dengan keputusan tersebut. tetapi bawahan tidak bersedia atau tidak dapat melaksanakannya. maka keputusan itu tidak akan efektif. Betapapun baiknya suatu keputusan apabila keputusan tersebut sulit diterapkan maka keputusan tersebut juga tidak ada artinya. akan tetapi seringkali keputusan yang baik pun mengalami kegagalan karena tidak diterapkan dengan benar. bukan semata-mata tanggungjawab dari manajer organisasi akan tetapi komitmen dari bawahan untuk melaksanakannya juga memegang peranan penting. pelaksanaannya perlu dipantau (dimonitor). Pembuatan putusan di beberapa organisasi mereka tidak terlibat dengan operasional harian. Dari kegiatan pemantauan itu diperoleh umpan balik yang berguna dalam menyempurnakan kegiatan selanjutnya sehingga pembuatan . Jika keputusan itu baik. Pemantauan terhadap Pelaksanaan Agar keputusan yang telah dibuat dan kemudian dilaksanakan mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam mengevaluasi dan memilih alternatif suatu keputusan seha- rusnya juga mempertimbangkan kemungkinan penerapan dari keputusan tersebut. jika ia telah membuat putusan. Sekalipun pemilihan alternatif sudah jelas. mereka membuat putusan berkaitan dengan tujuan yang ideal dan hanya sedikit mempertimbangkan penerapan operasionalnya. Oleh karena itu pemilihan alternatif dalam pembuatan putusan haruslah optimal yang dapat diterima oleh individu juga oleh kelompok Pelaksanaan Pilihan Alternatif yang telah dipilih baru memiliki nilai keputusan setelah diimplementasikan. Sebuah keputusan itu rasional dari segi pandangan kelompok (rasional dari segi obyektif) jika ia sejalan dengan nilai-nilai yang menguasi kelompok itu.

Fisik Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh. 6. pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.Rasional . 3. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective. setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang. 2. agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul. 1. sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan. yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan. jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan. setiap keputusan hendaknya dikembangkan. hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik. 8. dan 9. 2. 5. setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya. 3. pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi. Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan. tak ada putus-putusnya Faktor Bawaan Dalam Pembuatan Keputusan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut: 1. diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik. 7. seperti rasa tidak nyaman. atau kenikmatan. 4.Emosional Didasarkan pada perasaan atau sikap. perhatikan kepentingan orang lain. putusan tersebut memberikan hasil yang diharapkan dan merupakan suatu proses yang berkelanjutan.

Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak. memahami situasi dan berbagai konsekuensinya. 5.Praktikal Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan.Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi.Struktural Didasarkan pada lingkup sosial. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.Interpersonal Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. 4. 6. ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu .