You are on page 1of 22

PUTUSAN

No.: 9/Pid.B/2009/PN YK
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Yogyakarta yang memeriksa dan mengadili perkara pidana pada
tingkat pertama, dengan acara biasa telah menjatuhkan putusan sebagai berikut, dalam
perkara Terdakwa:------------------------------------------------------------------------------------------
Nama Lengkap : Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan
Tempat Lahir : Yogyakarta
Umur/ Tgl Lahir : 24 (dua puluh empat) tahun/ 17 Januari 1985
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jalan C. Simanjuntak No. 28 Yogyakarta
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
Pendidikan : SMA

Terdakwa berada dalam tahanan, masing-masing:
a. Terdakwa ditahan oleh Penyidik berdasarkan surat perintah penahanan No. PRIN –
440/ SEKTA JT / 12 / 2008, sejak tanggal 23 Desember 2008 sampai dengan tanggal
6 Januari 2009;
b. Terdakwa ditahan oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 6 Januari 2009 hingga
saat ini.
Dipersidangkan Terdakwa didampingi oleh Penasehat Hukumnya, yaitu: Sulichah
Sulistyaningrum, S.H. dan Mohammad Yogi Hidayat, S.H. beliau advokat pada kantor hukum
Justicia and Partners Advocates and Legal Consultants, berkantor di Jl. Magelang km. 5 No.
20 Yogyakarta berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 28 Desember 2008 yang dalam
hal ini bertindak untuk dan atas nama Terdakwa.

Pengadilan Negeri Tersebut :
- Telah membaca seluruh berkas perkara.
- Telah mendengar seluruh keterangan saksi-saksi, baik saksi yang memberatkan
terdakwa maupun keterangan saksi yang diajukan oleh Penasehat Hukum terdakwa
serta keterangan terdakwa di persidangan.
- Telah membaca surat bukti yang diajukan oleh Penuntut Umum di persidangan.
- Telah memperhatikan seluruh barang bukti di persidangan.

- Telah mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum atas diri terdakwa pada tanggal 14
Januari 2009 yang pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa Adhika Siahaan bin
Hardi Siahaan, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan
pidana kejahatan dengan sengaja melukai orang lain.
- Menuntut oleh karenanya agar pengadilan menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima
tahun dikurangi masa Terdakwa selama berada dalam tahanan.
- Menetapkan barang bukti berupa: 1 (satu) jilbab berwarna putih yang berlumuran
darah Saksi Korban dikembalikan kepada Kejaksaan Negeri Yogyakarta Untuk
digunakan sebagai barang bukti dalam perkara lain.
- Membebani Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,-
- Telah mendengar Pledoi yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa pada tanggal
21 Januari 2009 yang pada pokoknya berpendapat bahwa Terdakwa tidak bersalah
melakukan dakwaan penganiayaan biasa, namun hanya bersalah melanggar ketentuan
dakwaan subsidier.

Menimbang, bahwa atas Pledoi yang diajukan Penasehat Hukum Terdakwa tersebut,
Jaksa Penuntut Umum tidak mengajukan jawaban atas Pledoi Penasehat Hukum
tanggal 29 Januari 2009.
Menimbang bahwa Terdakwa telah diajukan di persidangan oleh Jaksa Penuntut
Umum dengan dakwaan Nomor Reg. Perkara: 9/Pid.B/2009/PN YK Tertanggal 7
Januari 2009, sebagai berikut:
DAKWAAN
PRIMER
Bahwa ia Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan secara tunggal pada tanggal 23
Desember 2008 sekitar pukul 16.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam
tahun 2008, bertempat di daerah pertokoan jalan Solo km 5 di depan toko bangunan
“Bangun Terus”, Kabupaten Yogyakarta atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain yang
masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Yogyakarta, telah melakukan
beberapa perbuatan yang dilakukan secara sendiri sehingga dengan demikian dapat
dikatakan sebagai suatu perbuatan yang mencerminkan niat terdakwa untuk membunuh
saksi korban Hilda Mecca yang dilanjutkan dengan adanya permulaan perbuatan berupa
mendorong saksi korban Hilda Mecca hingga terbentur tembok dan jatuh sehingga
terbentur jalan dan menyebabkan saksi korban Hilda Mecca mengalami pendarahan
parah dan tidak sadarkan diri. Dengan cara sebagai berikut:
- Berawal Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan bin Hardi Siahaan pada
tanggal 23 Desember 2008 berjalan-jalan di daerah jalan Solo km. 5 dengan saksi

Bahwa kemudian terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan segera diamankan oleh orang-orang di sekitar tempat kejadian peristiwa ke kantor polisi sedangkan saksi Ayunhita hanya menangis di tempat kejadian peristiwa.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2008. Foto olah TKP yang menunjukkan bercak darah korban pada dinding dan visum dokter. Perbuatan Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan telah melanggar sebagaimana diatur dan diancama pidana pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. . Bahwa terdapat barang bukti berupa jilbab yang berlumuran darah. . Ayunhita dan bertemu dengan saksi korban Hilda Mecca pada pukul 16. . Bahwa kemudian saksi korban Hilda Mecca dirawat di rumah sakit Bethesda selama satu minggu dan akhirnya nyawanya dapat tertolong namun mengalami hemiplegia atau semi paralisis yang juga dikenal dengan kelumpuhan sebagian tubuh yang diakibatkan oleh kerusakan syaraf motorik dan penyumbatan pembuluh darah di bagian otak dan syaraf pusat. .30 WIB di depan toko bangunan ”Bangun Terus”. Kelumpuhan sebagian tubuh ini dibuktikan dengan visum dokter Nomor No. telah melakukan . . Bahwa kemudian saksi Dhito Bastian yang merupakan pemilik toko bangunan “Bangun Terus” meminta bantuan saksi Kharistian Sugiono yang merupakan karyawannya yang melihat kejadian tersebut segera menolong saksi korban Hilda Mecca dan berteriak-teriak meminta bantuan orang-orang di sekitar tempat kejadian peristiwa. bertempat di daerah pertokoan jalan Solo km 5 di depan toko bangunan “Bangun Terus”. 43/VER/VI/2009. . ATAU SUBSIDER Bahwa ia Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan secara tunggal pada tanggal 23 Desember 2008 sekitar pukul 16. Bahwa saksi korban Hilda Mecca adalah pacar terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan dan pada saat melihat terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan berjalan dengan saksi Ayunhita. Kabupaten Yogyakarta atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Yogyakarta. saksi korban Hilda Mecca marah kepada terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan dan menyebabkan terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan mendorong saksi korban Hilda Mecca sehingga saksi korban Hilda Mecca terbentur dinding dan jatuh serta membentur jalan. Bahwa kemudian saksi korban Hilda Mecca mengalami pendarahan hebat di kepalanya yang mengakibatkan saksi korban Hilda Mecca tidak sadarkan diri.

Bahwa kemudian terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan segera diamankan oleh orang-orang di sekitar tempat kejadian peristiwa ke kantor polisi sedangkan saksi Ayunhitahanya menangis di tempat kejadian peristiwa. Foto olah TKP yang menunjukkan bercak darah korban pada dinding dan visum dokter. . 43/VER/VI/2009 . Perbuatan Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan telah melanggar sebagaimana diatur dan diancama pidana pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. ATAU .Berawal Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan pada tanggal 23 Desember 2008 berjalan-jalan di daerah jalan Solo km 5 dengan saksi Ayunhitadan bertemu dengan saksi korban Hilda Mecca pada pukul 16. Dengan cara sebagai berikut: . Bahwa kemudian saksi korban Hilda Mecca dirawat di rumah sakit Bethesda selama satu minggu dan akhirnya nyawanya dapat tertolong namun mengalami hemiplegia atau semi paralisis yang juga dikenal dengan kelumpuhan sebagian tubuh yang diakibatkan oleh kerusakan syaraf motorik dan penyumbatan pembuluh darah di bagian otak dan syaraf pusat. Bahwa saksi korban Hilda Mecca adalah pacar terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan dan pada saat melihat terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan berjalan dengan saksi Ayunhita. . Bahwa terdapat barang bukti berupa jilbab yang berlumuran darah. .beberapa perbuatan yang dilakukan secara sendiri sehingga dengan demikian dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan yang mencerminkan niat terdakwa untuk membunuh saksi korban Hilda Mecca yang dilanjutkan dengan adanya permulaan perbuatan berupa mendorong saksi korban Hilda Mecca hingga terbentur tembok dan jatuh sehingga terbentur jalan dan menyebabkan saksi korban Hilda Mecca mengalami pendarahan parah dan tidak sadarkan diri. Kelumpuhan sebagian tubuh ini dibuktikan dengan visum dokter Nomor No. . Bahwa kemudian saksi Dhito Bastian yang merupakan pemilik toko bangunan “Bangun Terus” meminta bantuan saksi Kharistian Sugiono yang merupakan karyawannya yang melihat kejadian tersebut segera menolong saksi korban Hilda Mecca dan berteriak-teriak meminta bantuan orang-orang di sekitar tempat kejadian peristiwa. saksi korban Hilda Mecca marah kepada terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan dan menyebabkan terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan mendorong saksi korban Hilda Mecca sehingga saksi korban Hilda Mecca terbentur dinding dan jatuh serta membentur jalan.30 WIB di depan toko bangunan ”Bangun Terus”.

Kabupaten Yogyakarta atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Yogyakarta. telah melakukan beberapa perbuatan yang dilakukan secara sendiri sehingga dengan demikian dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan yang mencerminkan niat terdakwa untuk membunuh saksi korban Hilda Mecca yang dilanjutkan dengan adanya permulaan perbuatan berupa mendorong saksi korban Hilda Mecca hingga terbentur tembok dan jatuh sehingga terbentur jalan dan menyebabkan saksi korban Hilda Mecca mengalami pendarahan parah dan tidak sadarkan diri. Bahwa saksi korban Hilda Mecca adalah pacar terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan dan pada saat melihat terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan berjalan dengan saksi Ayunhita. Bahwa kemudian saksi Dhito Bastian yang merupakan pemilik toko bangunan “Bangun Terus” meminta bantuan saksi Kharistian Sugiono yang merupakan karyawannya yang melihat kejadian tersebut segera menolong saksi korban Hilda Mecca dan berteriak-teriak meminta bantuan orang-orang di sekitar tempat kejadian peristiwa. Bahwa kemudian terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan segera diamankan oleh orang-orang di sekitar tempat kejadian peristiwa ke kantor polisi sedangkan saksi Ayunhita hanya menangis di tempat kejadian peristiwa. saksi korban Hilda Mecca marah kepada terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan dan menyebabkan terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan mendorong saksi korban Hilda Mecca sehingga saksi korban Hilda Mecca terbentur dinding dan jatuh serta membentur jalan.LEBIH SUBSIDER Bahwa ia Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan secara tunggal pada tanggal 23 Desember 2008 sekitar pukul 16. bertempat di daerah pertokoan jalan Solo km 5 di depan toko bangunan “Bangun Terus”.30 WIB di depan toko bangunan ”Bangun Terus”.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2008. .Berawal Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan pada tanggal 23 Desember 2008 berjalan-jalan di daerah jalan Solo km 5 dengan saksi Ayunhitadan bertemu dengan saksi korban Hilda Mecca pada pukul 16. . Bahwa kemudian saksi korban Hilda Mecca mengalami pendarahan hebat di kepalanya yang mengakibatkan saksi korban Hilda Mecca tidak sadarkan diri. Dengan cara sebagai berikut: . Bahwa kemudian saksi korban Hilda Mecca dirawat di rumah sakit Bethesda selama satu minggu dan akhirnya nyawanya dapat tertolong namun mengalami hemiplegia atau semi paralisis yang juga dikenal dengan kelumpuhan sebagian tubuh yang diakibatkan oleh kerusakan syaraf motorik dan penyumbatan . . . .

hakim mempertimbangkan keberatan tersebut untuk selanjutnya mengambil keputusan” Selanjutnya dengan melihat aturan tersebut. Bahwa terdapat barang bukti berupa jilbab yang berlumuran darah. pembuluh darah di bagian otak dan syaraf pusat. 43/VER/VI/2009. akan tetapi Penasehat Hukum Terdakwa telah mengajukan Eksepsi atau Tangkisan yang isinya sebagai berikut: Dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (untuk selanjutnya disebut “KUHAP”) merupakan instrumen hukum untuk menegakkan hukum materiil yang dirangkum dalam suatu Kitab Hukum yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (untuk selanjutnya disebut KUHP). Menimbang. Perbuatan Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan telah melanggar sebagaimana diatur dan diancama pidana pasal 352 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. dapat disimpulkan bahwa klasifikasi Nota Keberatan ada 2 (dua). yang dapat dibagi menjadi 2 (dua). yaitu : a. maka setelah diberi kesempatan kepada penuntut umum untuk menyatakan pendapatnya. Kelumpuhan sebagian tubuh ini dibuktikan dengan visum dokter Nomor No. Nota Keberatan mengenai Kewenangan Mengadili (exeption van onbevoegheid). Kewenangan Mengadili Absolut (absolute competence) Merupakan kewenangan mengadili suatu pengadilan dalam memeriksa dan mengadili perkara berdasar pembagian yurisdiksi substantif untuk setiap lingkungan peradilan sesuai dengan Undang Undang Nomor 4 Tahun 2004 . Pengaturan dalam KUHAP mengenai Nota Keberatan tertuang dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP : “Dalam hal terdakwa atau penasihat hukum mengajukan keberatan bahwa pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya atau dakwaan tidak dapat diterima atau Surat Dakwaan harus dibatalkan. Foto olah TKP yang menunjukkan bercak darah korban pada dinding dan visum dokter. bahwa atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut. yaitu : 1. dan Perbuatan pidana diluar KUHP yang diatur di dalam undang-undang. Terdakwa menyatakan mengerti akan dakwaan Jaksa Penuntut Umum. . Mengatur mengenai Nota Keberatan yang dapat diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa untuk memenuhi hak Terdakwa dalam pemeriksaan.

dimana lingkungan Peradilan di Indonesia dibagi menjadi 4 (empat). b. tentang Kekuasaan Kehakiman. atau ditahan hanya berwenang mengadili perkara Terdakwa tersebut. yaitu Peradilan Umum. Pengadilan Negeri Yogyakarta tidak berwenang memeriksa perkara ini karena: a. Berdasarkan Pasal 84 Ayat (2) KUHAP bahwa Pengadilan Negeri yang berwenang mengadili adalah Pengadilan Negeri yang mana di dalam daerah hukumnya Terdakwa bertempat tinggal. . 2. Majelis Hakim yang Mulia. Kewenangan Mengadili Relatif (relative competence) Merupakan kewenangan mengadili suatu pengadilan didasarkan pada faktor “daerah hukum” atau “wilayah hukum” suatu pengadilan. dan Peradilan Militer. Nota Keberatan terhadap Surat Dakwaan yang terdiri dari: a. di tempat ia diketemukan. sebagaimana termaktub diatas maka Pengadilan Negeri Yogyakarta tidak berwenang memeriksa perkara Terdakwa. apabila tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada tempat pengadilan negeri itu daripada tempat kedudukan pengadilan negeri yang di dalam daerahnya tindak pidana itu dilakukan. Nota Keberatan mengenai Surat Dakwaan Tidak Dapat Diterima (niet onvankelijk verklaard) Nota Keberatan Mengenai Kewenangan Mengadili (exeption van onbevoegheid) Relatif (relative competence) Pengadilan Negeri Yogyakarta Tidak Mempunyai Kewenangan Relatif untuk Memeriksa Perkara Ini. Peradilan Tata Usaha Negara. Peradilan Agama. Nota Keberatan Surat Dakwaan Harus Dibatalkan/Batal Demi Hukum (null and void) b. berdiam terakhir. Dalam surat dakwaan diketahui bahwa sebagian besar saksi bertempat tinggal di Kabupaten Yogyakarta yang masuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Yogyakarta. Sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 84 Ayat (2) tentang kewenangan Pengadilan Negeri untuk mengadili Terdakwa.

kecuali apabila pengadilan. yaitu selain sebagai suatu Mahkota Persidangan (litis contestatie). tempat lahir. telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan atas dirinya”. pada kenyataannya pasal 143 (2) KUHAP tersebut tidak memberikan dengan lebih rinci mengenai syarat-syarat surat dakwaan tersebut. memohon kepada Majelis Hakim Pemeriksa Perkara untuk kembali mencermati kualitas Surat Dakwaan Penuntut Umum. maka Terdakwa tidak dapat dipidana dengan alasan apapun. jenis kelamin. Karena kedudukannya sebagai mahkota persidangan. yang dapat membuktikan bahwa Terdakwa bersalah. b. dapat terlihat bahwa Surat Dakwaan memegang peranan penting. Selain itu. agama.Saudara Penuntut Umum yang Kami hormati. Pasal 6 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan bahwa: “Tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana. Surat Dakwaan juga turut memberikan batasan-batasan mengenai pemeriksaan yang dapat dilakukan terhadap perkara a quo selama proses persidangan berlangsung. kebangsaan. syarat formil surat dakwaan meliputi : a. dan Pengunjung Sidang yang Budiman Tibalah saatnya bagi Kami selaku Penasihat Hukum Terdakwa. karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang. dan pada akhirnya juga akan mempengaruhi pertimbangan Majelis Hakim dalam mengambil keputusan. maka harus terdapat pengaturan mengenai surat dakwaan. Substansi dari pasal tersebut juga mengatur bahwa selama tidak terdapat pembuktian yang sah dan meyakinkan. mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. dan kepercayaan. Berdasarkan ketentuan pasal tersebut. umur/tanggal lahir. khususnya mengenai syarat surat dakwaan. Menurut ketentuan Pasal 143 (2) huruf a KUHAP. Pasal 143 (2) huruf b KUHAP juga mengatur mengenai syarat materiil surat dakwaan sebagai berikut : . agar pelaksanaannya tidak mengalami kekacauan. Mengenai syarat surat dakwaan. Surat dakwaan harus memuat secara lengkap identitas terdakwa yang meliputi : nama lengkap. Namun. telah diatur dalam KUHAP dalam pasal 143 (2). Surat dakwaan harus dibubuhi tanggal dan tandatangan penuntut umum pembuat surat dakwaan. yang nantinya menjadi pemandu awal dalam pemeriksaan perkara ini. tempat tinggal.

haruslah dipenuhi kedua syarat tersebut. cermat. Oleh karena itu. Uraian secara jelas. Uraian secara jelas berarti uraian kejadian atau fakta kejadian yang jelas dalam surat dakwaan sehingga Terdakwa dengan mudah memahami apa yang didakwakan terhadap dirinya dan dapat mempersiapkan pembelaan dengan sebaik-baiknya. dan lengkap mengenai waktu dan tempat Tindak Pidana itu dilakukan. cermat. marilah kita mencermati kembali mengenai kualitas Surat Dakwaan yang diajukan oleh Saudara Penuntut Umum. b. dapat diformulasikan bahwa syarat formil adalah syarat yang berkaitan dengan formalitas pembuatan surat dakwaan. sedangkan syarat materiil adalah syarat yang berkaitan dengan materi/substansi surat dakwaan. menyebabkan surat dakwaan dapat dibatalkan. suatu surat dakwaan dipandang telah memenuhi syarat apabila Surat Dakwaan tersebut telah memberi gambaran secara bulat dan utuh tentang : 1) Tindak pidana yang dilakukan 2) Siapa yang melakukan tindak pidana tersebut 3) Dimana tindak pidana dilakukan 4) Bilamana/kapan tindak pidana dilakukan 5) Bagaimana tindak pidana tersebut dilakukan 6) Akibat apa yang ditimbulkan tindak pidana tersebut (delik materiil) 7) Apakah yang mendorong terdakwa melakukan tindak pidana tersebut (delik- delik tertentu) 8) Ketentuan-ketentuan pidana yang diterapkan Dengan demikian. Uraian secara lengkap berarti surat dakwaan harus memuat semua unsur (elemen) tindak pidana yang didakwakan Secara materiil. Ketentuan lebih lanjut mengenai syarat materiil surat dakwaan telah dicantumkan dalam Surat Edaran Jaksa Agung Republik Indonesia nomor : SE-004/J.A/11/1993 tentang Pembuatan Surat Dakwaan. . Tidak terpenuhinya syarat formil. yang menjelaskan sebagai berikut : Uraian secara cermat berarti menuntut ketelitian Jaksa Penuntut Umum dalam mempersiapkan Surat Dakwaan yang akan diterapkan bagi Terdakwa. Untuk keabsahaan surat dakwaan. sedangkan tidak terpenuhinya syarat materiil menyebabkan surat dakwaan batal demi hukum. dan lengkap mengenai Tindak Pidana yang didakwakan. Uraian secara jelas. hal ini dimaksudkan agar proses pemeriksaan perkara dalam persidangan ini dapat berlangsung dengan seadil-adilnya. a.

dan semua orang yang merindukan keadilan yang kami cintai. maka kami merinci eksepsi kami sebagai berikut: Surat Dakwaan tidak cermat dan jelas Dalam dakwaan. Dengan demikian. namun Saudara Penuntut Umum sendiri tidak memahami atau setidak- tidaknya mengabaikan mengenai definisi dari kesengajaan dan tidak menunjukkan bentuk kesengajaan yang mana yang dimaksudkan oleh Saudara Penuntut Umum. perkenankanlah Kami untuk membacakan dan menyampaikan pokok-pokok Nota Keberatan. Sehingga ketentuan yang telah digariskan dalam Pasal 143 (2) huruf b KUHAP menjadi tidak terpenuhi karena surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum secara formil dan materil kabur (obscuur libel) dan menyesatkan (misleading) dan secara substansi mengandung rekayasa hukum yang dengan sengaja mengabaikan akses terhadap keadilan (access to justice). Berdasarkan fakta yang telah diungkapkan diatas. Saudara Penuntut Umum telah gagal memberikan penafsiran mengenai pengertian penganiayaan beserta unsur-unsurnya yang menyatakan bahwa telah terjadi kesengajaan terhadap perbuatan yang didakwakan terhadap Terdakwa. Sengaja dengann keinsafan kemungkinan (opzet bij mogelijkheidsbewustzijn/ dolus eventualis) . Dalam dakwaan dijelaskan bahwa Terdakwa secara sengaja telah melakukan penganiayaan terhadap Saksi Ayunita. sebagai berikut : Nota Keberatan Mengenai Surat Dakwaan Penuntut Umum Batal Demi Hukum Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati. Sengaja sebagai maksud (opzet als oogmerk) 2. Sengaja dengan keinsafan pasti (opzet bij zekerheidsbewustzijn) 3. Secara umum terdapat tiga bentuk sengaja yakni: 1. apabila melihat kasus posisi dan akar permasalahan yang sebenarnya terjadi maka sesungguhnya Jaksa Penuntut Umum tidak memahami atau setidak-tidaknya mengabaikan apa yang sebenarnya terjadi di tempat kejadian perkara dan tidak memperhatikan beberapa hal yang cukup penting seperti proses penyelidikan dan penyidikan yang berlangsung dengan mengabaikan aturan-aturan yang telah ada di KUHAP sehingga hak-hak tersangka sebagaimana yang telah dijamin dan diatur dalam KUHAP terabaikan dan proses pengumpulan alat bukti yang penuh rekayasa dan tergesa-gesa.

Dengan perkataan lain. maka Kami selaku Penasihat Hukum Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan memohon kepada Majelis .Ad. Dalam dakwaan Saudara Penuntut Umum tidak cermat. 3 Sengaja ini juga disebut sengaja dalam sadar akan kemungkinan bahwa seseorang melakukan suatu perbuatan dengan tujuan untuk melakukan suatu tujuan/akibat tertentu akan tetapi si pelaku menyadari bahwa mungkin akan timbul akibat lain. Pengertian ini sebagaimana diutarakan dalam Memorie van Toelichting (MvT) bahwa sengaja adalah “de (bewust) richting van den wil op een bepaald misdrijf” (dengan sadar dari kehendak melakukan suatu kejahatan tertentu) Ad. Saudara Penuntut Umum Yang Terhormat. PERMOHONAN Majelis Hakim Yang Mulia. dan lengkap dalam menguraikan perbuatan yang dilakukan Terdakwa sebagai bentuk kesengajaan. 2 Si pelaku (dader) pasti mengetahui atau yakin benar bahwa akibat yang dimaksud akan terjadi suatu akibat lain. seandainya si pelaku (dader) sebelumnya telah mengetahui bahwa akibat perbuatannya tidak akan terjadi. Opzet als oogmerk adalah menghendaki akibat perbuatannya. tidak jelas. si pelaku/dader menyadari/menginsyafi bahwa dengan melakukan perbuatan itu. 1 VOS membuat definisi mengenai sengaja sebagai oogmerk. pasti akan menimbulkan akibat lain. dan Hadirin Pengunjung Sidang Yang Kami Hormati Berdasarkan pasal 143 ayat (3) Undang-undang nomor 8 tahun 1981 jo Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 808K/Pid/1984. maka ia tidak akan melakukan perbuatannya. yang juga dilarang dan diancam oleh Undang-Undang. Setelah kami menguraikan nota keberatan tersebut diatas. Ad. jelas. harus dinyatakan batal demi hukum. maka terhadap surat dakwaan yang tidak cermat. dan tidak lengkap.

Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Yogyakarta untuk tetap melanjtukan pemeriksaan perkara Pidana Nomor Pdn. Membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan. 3. Menyatakan bahwa Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum atas diri Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan Nomor Reg. Menmbang. Kami memohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).2/Ygy/Ep. 4. Menyatakan.2/Ygy/Ep.1/01/2009 tertanggal 7 Januari 2009.Hakim Yang Mulia untuk menjatuhkan Putusan Sela terlebih dahulu dengan amar putusan yang pada pokoknya adalah sebagai berikut: PRIMAIR: 1. Membebankan biaya perkara kepada Negara. Menyatakan menerima Nota Keberatan Penasihat Hukum Terdakwa untuk seluruhnya. 3. menolak seluruh Eksepsi yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa. Jaksa Penuntut Umum tidak mengajukan tanggapan atas Eksepsi Penasehat Hukum teranggal 7 Januari 2009. Menimbang. SUBSIDAIR: Atau apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain.1/01/2009 atas nama . Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum dengan Nomor Register Perkara: Pdn.1/01/2009 tertanggal 7 Januari 2009 dalam perkara pidana yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Yogyakarta dengan Register Perkara Nomor: 9/Pid.2/Ygy/Ep. bahwa atas Eksepsi Penasehat Hukum Terdakwa.B/2009/PN YK dinyatakan sah menurut hukum. 2. 2. bahwa selanjutnya atas Eksepsi Penasehat Hukum Terdakwa sesuai ketentuan pasal 156 KUHAP. pengadilan sebelum mengadili perkara pokok telah mengajukan putusan sela pada tanggal 7 Januari 2009 yang amarnya berbunyi sebagai berikut: ------------------------------------------------MEMUTUSKAN------------------------------------------- SEBELUM MENJATUHKAN PUTUSAN AKHIR 1. Perkara: Pdn. BATAL DEMI HUKUM atau setidak-tidaknya TIDAK DAPAT DITERIMA sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk memeriksa perkara.

Saksi Dhito Bastian. ─ Bahwa benar Saksi didorong oleh Terdakwa setelah Saksi mendorong Saksi Ayunita karena tidak terima perlakuan Saksi tersebut terhadap Saksi Ayunita. Menetapkan. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan. Terdakwa tersebut. Menimbang bahwa karena pemeriksaan dilanjutkan. . menangguhkan biaya perkara hingga dijatuhkan putusan akhir. ─ Bahwa benar Saksi mendorong Saksi Ayunita setelah percek-cokan tersebut terjadi. ─ Bahwa benar Saksi berang saat melihat terdakwa sedang berjalan dengan merangkul wanita lain (Saksi Ayunita). 4. dengan tetap menghadirkan Terdakwa dan Saksi-saksi serta barang bukti di persidangan. ─ Bahwa benar Saksi pada tanggal 23 Desember 2008 bertemu dengan Terdakwa di depan toko bangunan “Bangun Terus” yang terletak di Jalan Solo no. Saksi tidak sadarkan diri sampai di rumah sakit. ─ Bahwa benar setelah didorong oleh Terdakwa. Saksi Hilda Mecca. 2. ─ Bahwa Saksi sedia dan siap mengikuti persidangan. 3. ─ Bahwa benar Saksi tidak mempunyai hubungan darah maupun hubungan karena perkawinan (semenda). ─ Bahwa Saksi sedia dan siap mengikuti persidangan. dengan Terdakwa. selanjutnya untuk membuktikan dakwaannya oleh Jaksa Penuntut Umum telah diajukan alat bukti berupa Saksi-saksi dimana para Saksi tersebut masing-masing di bawah sumpah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut: Keterangan Saksi:---------------------------------------------------------------------------------- 1. ─ Bahwa benar Saksi sempat beradu mulut dengan Terdakwa. ─ Atas keterangan saksi terdakwa tidak memberi tanggapan. 5. ─ Bahwa benar Saksi mengenal Terdakwa. ─ Bahwa benar Saksi mengenali alat bukti jilbab yang berlumuran darah milik Saksi.

─ Bahwa benar Saksi melihat percek-cokan yang terjadi antara Saksi Korban. ─ Bahwa benar Saksi mengenali alat bukti jilbab yang berlumuran darah milik Saksi. Terdakwa dan Saksi Ayunita. ─ Bahwa benar Saksi menemani Saksi Korban sampai Saksi Korban sadarkan diri. Saksi tidak sadarkan diri sampai di rumah sakit. dengan Terdakwa. 3. . ─ Bahwa benar Saksi Korban mendorong Saksi Ayunita. ─ Bahwa benar Terdakwa kemudian mendorong Saksi Korban. ─ Bahwa benar Saksi pada tanggal 23 Desember 2008 sedang melihat kondisi toko toko bangunan “Bangun Terus” yang terletak di Jalan Solo no. Saksi Khariztian Sugiono ─ Bahwa Saksi sedia dan siap mengikuti persidangan. ─ Bahwa benar Saksi tidak mempunyai hubungan darah maupun hubungan karena perkawinan (semenda). 3. ─ Bahwa benar Saksi Korban terbentur kepalanya saat didorong oleh Terdakwa sebelum kemudian terjatuh. ─ Bahwa benar Saksi kemudian menyuruh Saksi Aris untuk menggotong Saksi Korban ke dalam mobil milik Saksi untuk dibawa ke Rumah Sakit. ─ Bahwa Saksi tidak mengenal Terdakwa. ─ Bahwa benar Saksi tidak mempunyai hubungan darah maupun hubungan karena perkawinan (semenda). dengan Terdakwa. ─ Bahwa saksi melihat Terdakwa melarikan diri dengan Saksi Ayunita menjauhi tempt kejadian ─ Bahwa benar setelah didorong oleh Terdakwa. ─ Atas keterangan Saksi terdakwa tidak memberi tanggapan. ─ Bahwa Saksi membenarkan bahwa pada tanggal 23 Desember 2008 Saksi sedang membantu kakaknya Saksi Dhito untuk mengevaluasi administrasi toko bangunan “Bangun Terus”. ─ Bahwa Saksi tidak mengenal Terdakwa.

─ Bahwa Saksi melihat terdakwa melarikan diri dengan Saksi Ayunita menjauhi tempt kejadian. Saksi Dhito keluar dari toko bangunan tersebut dan menyuruh Saksi untuk menggotong Saksi Korban masuk ke dalam mobil milik Saksi Dhito. ─ Bahwa benar melihat percek-cokan yang terjadi antara Terdakwa. ─ Bahwa Saksi Korban melontarkan beberapa kata-kata kasar kepada Terdakwa dan Saksi Ayunita. ─ Bahwa Saksi mengantarkan Saksi Korban dan Saksi Dhito ke Rumah Sakit. Saksi Ayuhnita ─ Bahwa Saksi sedia dan siap mengikuti persidangan. ─ Bahwa Terdakwa kemudian mendorong Saksi Korban yang kemudian terbentur tembok dan jatuh. ─ Bahwa benar Saksi Korban sempat beradu mulut dengan Terdakwa saat Saksi Korban mendapati Saksi berdua dengan Terdakwa. .30 WIB Saksi pergi berdua dengan Terdakwa ke daerah Jalan Solo. ─ Bahwa benar Saksi tidak mempunyai hubungan darah maupun hubungan karena perkawinan (semenda). ─ Bahwa benar Saksi mengenal Terdakwa. ─ Bahwa benar Saksi Korban kemudian mendorong Saksi Ayunita. ─ Atas keterangan saksi Terdakwa tidak memberi tanggapan. ─ Bahwa Terdakwa yang berniat melindungi Saksi kemudian mendorong Saksi Korban yang kemudian terbentur tembok dan jatuh. ─ Bahwa Saksi membenarkan pada tanggal tersebut Saksi dan Terdakwa bertemu dengan Saksi Korban. ─ Bahwa Saksi membenarkan bahwa pada tanggal 23 Desember 2008 jam 16. ─ Bahwa Saksi Korban melontarkan beberapa kata-kata kasar kepada Terdakwa dan Saksi. 4. ─ Bahwa setelah Saksi Korban terjatuh. Saksi Korban dan Saksi Ayunita di depan toko bangunan tersebut. dengan Terdakwa. ─ Bahwa benar Saksi Korban kemudian mendorong Saksi. ─ Bahwa Saksi beserta Saksi Dhito menemani Saksi Korban hingga Saksi Korban sadarkan diri.

tertanggal 26 Desember 2009 yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: Bahwa terdapat luka robek.F.  Bahwa benar pada tanggal 23 Desember 2008 Terdakwa pergi berdua dengan Saksi Ayunita ke daerah Jalan Solo.  Bahwa benar Saksi Korban kemudian mendorong Saksi Ayunita. ─ Atas keterangan Saksi.  Bahwa benar Saksi Korban sempat beradu mulut dengan Terdakwa saat Saksi Korban mendapati Saksi Ayunita berdua dengan Terdakwa.  Bahwa benar Terdakwa telah memberikan keterangan di penyidikan yang tertuang dalam BAP.  Bahwa Saksi Korban melontarkan beberapa kata-kata kasar kepada Terdakwa dan Saksi Ayunita. Surat:------------------------------------------------------------------------------------------------------ Menimbang. Terdakwa tidak memberi tanggapan. Saksi Dhito keluar dari toko bangunan tersebut dan menyuruh Saksi Aris untuk menggotong Saksi Korban masuk ke dalam mobil. ─ Bahwa benar terdakwa membawa saksi menjauhi tempat kejadian ─ Bahwa setelah Saksi Korban terjatuh.  Bahwa Terdakwa tetap pada keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Vissum et Repertum No. . bahwa Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan dakwannya telah pula mengajukan alat bukti surat berupa: 1. bahwa Terdakwa di depan persidangan telah memberikan keterangan sebagai berikut:  Bahwa Terdakwa sehat dan siap mengikuti persidangan. Sp. retak pada tulang kepala dan gumpalan darah beku pada kepala bagian belakang akibat kekerasan benda tumpul pada korban Hilda Mecca yang menimbulkan halangan untuk menjalankan pekerjaan sementara waktu. 43/VER/VI/2009 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Sardjito Yogyakarta dan ditandatangani oleh dr. Irma Syarif Kasim Alisyahbana. ─ Bahwa Saksi tidak mengetahui apa yang terjadi setelah itu.  Bahwa Terdakwa membenarkan pada tanggal tersebut Saksi Ayunita dan Terdakwa bertemu dengan Saksi Korban. Keterangan Terdakwa:------------------------------------------------------------------------------------- Menimbang.

surat. berupa: 1 (satu) jilbab berwarna putih yang berlumuran darah Saksi Korban.  Bahwa setelah Saksi Korban dibawa ke rumah sakit. Petunjuk:----------------------------------------------------------------------------------------------------- Menimbang. bahwa dari keterangan masing-masing Saksi. petunjuk. bahwa di depan persidangan telah diajuka dan diperlihatkan barang bukti. keterangan Terdakwa. lalu dengan maksud melindungi Saksi Ayunita dari amukan Saksi Korban tersebut Terdakwa mendorong mundur Saksi Korban hingga terpeleset dan terbentur .  Bahwa Terdakwa yang berniat melindungi Saksi Ayunita kemudian mendorong Saksi Korban yang kemudian terbentur tembok dan jatuh. surat.”  Bahwa pada hari yabg sama setelah lewat sekitar 10 menit Terdakwa dan Saksi Ayunita bertemu dengan Saksi Korban dan timbul pertengkaran yang disebabkan oleh kecemburuan Saksi Korban melihat Terdakwa menggandeng tangan Saksi Ayunita. ditinjau dari segi hubungan antara satu dengan yang lain serta adanya kesamaan dan kesesuaian alat bukti. dan keterangan Terdakwa serta adanya barang bukti berupa 1 (satu) jilbab berwarna putih yang berlumuran darah Saksi Korban yang telah diajukan dalam persidangan dan satu sama lain saling berkaitan sehingga ada persesuaian antara keterangan Saksi. maka Majelis Hakim memperoleh fakta-fakta dalam perkara ini sebagai berikut:  Bahwa pada hari Selasa tanggal 23 Desember 2008 sekitar pukul 16. keterangan Terdakwa di dalam persidangan dihubungkan dengan semua alat bukti atau surat-surat. Menimbang.  Bahwa Terdakwa merasa bersalah dan menyesal. Terdakwa tidak mengetahui apa yang terjadi setelah.  Bahwa setelah itu Saksi Korban mendorong Saksi Ayunita karena marah. Saksi Dhito keluar dari toko bangunan tersebut dan menyuruh Saksi Khariz untuk menggotong Saksi Korban masuk ke dalam mobil. Barang Bukti:------------------------------------------------------------------------------------------------ Menimbang. dari fakta-fakta keterangan Saksi. dan barang bukti tersebut menunjukkan telah terjadi perbuatan Pidana dengan sengaja dan melukai orang lain. barang bukti.  Bahwa setelah Saksi Korban terjatuh.30 WIB Terdakwa berjalan-jalan bersama Saksi Ayunita di daerah pertokoan jalan solo di depan toko bangunan “Bangun Terus.

dinding kemudian jatuh pingsan. bahwa Terdakwa telah diajukan ke persidangan dengan dakwaan sebagai berikut: PRIMER:---------------------------------------------------------------------------------------------------- Melanggar pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang unsur-unsurnya sebagai berikut: 1. Mengakibatkan luka berat 4. dan Saksi Dhito serta Saksi Aris membawa Saksi Korban ke Rumah Sakit Sardjito. 43/VER/VI/2009 tertanggal 2 Juni 2009 yang dibuat oleh Tim Medis Forensik Rumah Sakit Sardjito dan ditandatangani oleh dr.  Bahwa ketika itu terjadi pendarahan pada kepala Saksi Korban yang terlihat dari jilbabnya yang berlumuran darah. Terdakwa dapat dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan dan apabila sebaliknya dapat dijadikan alasan untuk membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan. Irma Syarif Kasim Alisyahbana. Menimbang. dihubungkan pula dengan bukti surat berupa Vissum et Repertum Nomor No. selanjutnya dari fakta tersebut Pengadilan akan mengkonstatir dengan unsur-unsur delik pasal yang didakwakan dimana apabila perbuatan Terdakwa memenuhi unsur-unsur pasal tersebut. Menimbang.F NIP 12345678 yang melakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam terhadap Saksi Korban Hilda Mecca serta barang bukti yang diajukan di persidangan. Setelah itu terjadi.  Bahwa sejak pertengkaran terjadi hingga Saksi Korban terjatuh pingsan. Terdakwa langsung membawa Saksi Ayunita menjauhi tempat kejadian. maka Pengadilan akan menghubungkannya satu sama lainnya sehingga diperoleh suatu fakta. Sengaja 3. Barang siapa . Secara melawan hukum SUBSIDER:――――――――――――――――――――――――――――――――- Melanggar pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang unsur-unsurnya sebagai berikut: 1. Saksi Dhito dan Saksi Aris melihat seluruh kejadian itu dan bermaksud menolong Saksi Korban. Sp. bahwa berdasarkan keterangan Saksi-saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa. Barang siapa 2.

yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan yang dilakukan. Sengaja 3. terhadap unsur pertama pasal 351 (2) KUHP.2. Menimbang. Secara melawan hukum Menimbang. Barang siapa 2. yaitu mengakibatkan luka berat telah terbukti dengan adanya keterangan dari surat Vissum et Repertum yang menjelaskan bahwa saksi korban mengalami cacat permanen yang dapat dikategorikan sebagai luka berat dengan rincian dalam alat bukti surat vissum et repertum sebagai berikut: Bahwa terdapat luka robek. Mengakibatkan luka ringan 4. Pengadilan akan memilih salah satu dakwaan berlapis yang menurut Pengadilan unsur-unsurnya lebih bersesuaian dengan fakta yang terungkap di persidangan. unsur kedua pasal 351 (2) KUHP. Majelis Hakim akan mempertimbangkan dakwaan Primer terlebih dahulu (melanggar pasal 351 (2) KUHP). Menimbang. Secara melawan hukm LEBIH SUBSIDER:――――――――――――――――――――――――――――― Melanggar pasal 352 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang unsur-unsurnya sebagai berikut: 1. Sengaja 3. bahwa oleh karena dakwaan Jaksa Penuntut Umum bersifat Subsidiaritas yaitu dengan disusun secara Primer dan Subsider. yaitu dakwaan atas diri Terdakwa telah melakukan perbuatan Pidana dengan sengaja dan menimbulkan luka berat pada orang lain. yaitu barang siapa terbukti dengan pertimbangan yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi Subjek Hukum. Menimbang. sehingga unsur kedua dakwaan primer telah terpenuhi. unsur kedua pasal 351 (2) KUHP. yang di dalam hal ini tidak lain adalah Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan sendiri. sehingga unsur kesatu dakwaan Primer telah terpenuhi. maka setelah meneliti dengan seksama akan fakta-fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan persesuaian alat bukti satu sama lain serta dalam kaitannya dengan barang bukti yang diajukan di persidangan. Menimbang. yaitu sengaja telah terbukti dengan adanya pendorongan terhadap saksi korban yang dilakukan dengan sadar oleh Terdakwa yang mengakibatkan saksi korban terbentur. retak pada tulang kepala dan gumpalan darah beku pada kepala bagian belakang akibat . Mengakibatkan luka 4.

Menimbang. Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat meniadakan sifat pertanggungjawaban pidana pada diri Terdakwa baik alasan pembenar maupun alasan pemaaf karena selama pemeriksaan persidangan itu Majelis Hakim memperoleh keyakinan atas kesalahan Terdakwa. melainkan di samping dipandang cukup setimpal antara perbuatan dengan hukuman yang dijatuhkan jika pidana tersebut merupakan tenggang waktu yang dipandang cukup oleh pengadilan untuk mendidik Terdakwa agar mengkoreksi diri dan merenungkan perbuatannya serta akibat yang timbul agar dapat kembali ke jalan yang benar. bahwa dengan terbuktinya dakwaan Primer. Menimbang. maka Tedakwa terbukti melakukan perbuatan pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan Primer. sehingga unsur ketiga dakwaan primer telah terpenuhi. bahwa perbuatan Terdakwa merupakan suatu perbuatan yang tidak berperikemanusiaan. maka sifat melawan hukum umum telah terpenuhi sehingga membuat hapusnya alasan pembenar. bahwa oleh karena selama persidangan atas diri Terdakwa. Menimbang. unsur kedua pasal 351 (2) KUHP. maka sifat melawan hukum material pun terpenuhi. Menimbang. yaitu secara melawan hukum telah terbukti dengan adanya pendorongan terhadap saksi korban yang dilakukan dengan sadar oleh Terdakwa yang mengakibatkan saksi korban terbentur dan terluka yang dinyatakan oleh surat vissum et repertum saksi korban mengalami luka berat seperti yang diatur dalam pasal 351 (2) KUHP. baik yang bersifat formal maupun material. bahwa terhadap hukuman yang hendak dijatuhkan terhadap Terdakwa menurut pengadilan bukan bersifat pembalasan. Menimbang. bahwa dengan dipenuhinya sifat melawan hukum. sehingga unsur kedua dakwaan primer telah terpenuhi. . bahwa kini Pengadilan akan mempertimbangkan ada tidaknya alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menghapus pertanggungjawaban pidana Terdakwa. Menimbang. maka terhadap diri Terdakwa haruslah dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana yang didakwakan kepadanya dan oleh karenanya patut dijatuhkan pidana. Menimbang. Menimbang bahwa dengan terbuktinya dakwaan Primer maka pemeriksaan terhadap dakwaan Subsider dan dakwaan Lebih Subsider dinyatakan tidak perlu dilanjutkan.kekerasan benda tumpul pada korban Hilda Mecca yang menimbulkan halangan untuk menjalankan pekerjaan sementara waktu.

Hal-hal yang meringankan:―――――――――――――――――――――――――― 1. 5. Menetapkan bahwa masa penahanan yang telah dijalankan oleh Terdakwa dikurangkan sepenuhnya dengan pidana yang dijatuhkan. Menimbang. Tindakan pendorongan Terdakwa bukan satu-satunya hal yang menyebabkan Saksi Korban terjatuh. bahwa sebelum menjatuhkan pidana kepada Terdakwa. 3. bahwa terhadap barang bukti dalam perkara ini dikembalikan kepada Kejaksaan Negeri Yogyakarta untuk digunakan sebagai barang bukti dalam perkara lain. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun atau denda Rp 4. Menyatakan. Terdakwa masih muda. 2. sehingga Terdakwa melanggar dari dakwaan Primer melanggar ketentuan pasal 351 (2) KUHP. maka Terdakwa harus dinyatakan tetap berada dalam tahanan dan kepada Terdakwa harus dibebankan untuk membayar biaya perkara. 4.500. bahwa Terdakwa Adhika Siahaan bin Hardi Siahaan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana dengan sengaja dan bermaksud melukai dengan luka yang ditimbulkan adalah luka berat. maka oleh pengadilan dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa sebagai berikut: Hal yang memberatkan:―――――――――――――――――――――――――――― Tidak ada hal-hal yang memberatkan Terdakwa dalam perkara ini. 3. bahwa segala surat bukti dalam perkara ini tetap dilampirkan dalam berkas perkara. ---------------------------------------------------MENGADILI------------------------------------------- 1. 2. Mengingat ketentuan pasal 352 (1) KUHP serta segala aturah hukum dan perundang- undangan yang berlaku menyangku perkara ini. Menimbang. Menimbang. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan. Menimbang. bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana. Menyatakan bahwa barang bukti berupa: . oleh karena pidana yang dijatuhkan lebih lama dari masa tahanan yang telah dijalankan Terdakwa. Terdakwa tidak akan melakukan pendorongan jika tidak didahului tidndakan kasar Saksi Korban terhadap Saksi Ayuhnita.

S. sebagai Hakim Ketua Majelis. .H.H.- Demikianlah diputuskan melalui musyawarah Majelsis Hakin Pengadilan Negeri Yogyakarta pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2009 oleh kami Samsul. Rahadhi Aji. Hakim-hakim Anggota Hakim Ketua Majelis.H. S. 2. dan Mahaarum Kusuma Pertiwi. S. serta terdakwa dan didampingi oleh Penasehat Hukumnya Sulichah Sulistyaningrum. dalam persidangan yang terbuka untuk umum.H. S. S. sebagai Jaksa Penuntut Umum pada kejaksaan Negeri Yogyakarta. 6. S.. 1 (satu) jilbab berwarna putih yang berlumuran darah Saksi Korban. Grahito Yogoperwiro. 1. S. Putusan dibacakan pada hari Rabu 11 Februari 2009 oleh Hakim Ketua Majelis tersebut didampingi oleh Hakim-hakim Anggota. GRAHITO YOGOPERWIRO S. PANITER PENGGANTI HADIATI RAHMI. RAHADHI AJI..H. S.H.H. SAMSUL WAHYUDI.. S.H. Dikembalikan kepada Kejaksaan Negeri Yogyakarta untuk digunakan sebagai barang bukti dalam perkara lain.H.H. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp 5. dengan dibantu oleh Hadiati Rahmi sebagai Panitera Pengadilan Negeri Yogyakarta dengan dihadiri pula oleh Kartika Sarjana.000. masing-masing sebagai Hakim-hakim Anggota.