You are on page 1of 13

FIBRIANA / 135020301111005 / PRAKSI - CC

Kertas Kerja IV.4 :
a. Usulan Perbaikan Prosedur pada Siklus Pengeluaran Kas-Pembelian 2NE1-
Deparment Store
1. Bagian kasir unit memeriksa persediaan baarang yang ada di gudang lewat catatan
persediaan. Jika persediaan sudah pada batas minimum persediaan yang harus
disimpan maka kasir unit membuat surat permintaan pembelian rangkap 2. Rangkap 1
diberikan kepada pengadaan barang sedangkan rangkap 2 di arsip.
2. Setelah menerima SPP dari kasir unit, bagian pengadaan barang membuat Surat Order
Pembelian rangkap 3. Rangkap 1 diberikan kepada vendor, rangkap 2 diberikan
kepada bagian gudang dan rangkap 3 diarsip.
3. Setelah menerima SOP rangkap 1, selanjutnya vendor memproses pesanan. Lalu
membuat faktur. Setelah itu vendor mengirim barang besrta faktur kepada bagian
gudang.
4. Bagian gudang menerima barang, kemudian melakukan pengecekan dengan
mencocokan barang yang diterima dengan SOP. Saat barang sudah sesuai, bagian
gudang membuat laporan penerimaan barang rangkap 2, rangkap 1 diberikan kepada
bagian akuntansi dan keuangan. Sedangkan faktur diberikan kepada kasir induk. Jika
tidak sesuai maka barang dikembalikan ke vendor,
5. Setelah menerima faktur, bagian kasir induk membuat bukti kas keluar rangkap 2.
Rangkap 1 di berikan kepada vendor sedangkan rangkap 2 di arsip. Baukti kas keluar
rangkap 1 beserta uang dibayarkan kepada vendor.
6. Vendor menerima bukti kas keluar beserta uang. Lalu vendor menandatangani bukti
kas keluar tersebut dan diberikan kembali kepada bagian akuntansi dan keuangan.
7. Setelah menerima bukti kas keluar yang sudah di otorisasi oleh vendor, bagian Kasir
induk lalu kasir induk membuat laporan pengeluaran kas harian 2 rangkap. Rangkap 1
diberikan kepada bagian akuntansi dan keuangan. Sedangkan bagian 2 di arsip.
Laporan pengeluaran kas harian diberikan sehari setelahnya.
8. Bagian akuntansi dan keuangan setelah menerima laporan pengeluaran kas harian
melakukan penjurnalan lalu memposting ke buku besar.

Pembelian Kredit
1. Bagian kasir unit memeriksa persediaan baarang yang ada di gudang lewat catatan
persediaan. Jika persediaan sudah pada batas minimum persediaan yang harus

Jika sudah jatuh tempo. Lalu membuat faktur. Setelah menerima SOP rangkap 1. 4. Laporan pengeluaran kas harian diberikan sehari setelahnya. bagian gudang membuat laporan penerimaan barang rangkap 2. bagian Kasir induk lalu kasir induk membuat laporan pengeluaran kas harian 2 rangkap. 2. selanjutnya vendor memproses pesanan. Sedangkan bagian 2 di arsip. Bagian gudang menerima barang dan faktur. kemudian melakukan pengecekan dengan mencocokan barang yang diterima dengan SOP. Rangkap 1 diberikan kepada pengadaan barang sedangkan rangkap 2 di arsip. pengendali hutang memaberitahukan bagian kasir induk dan membenyerahkan faktur. Jika tidak sesuai maka barang dikembalikan ke vendor. 7. 3. . disimpan maka kasir unit membuat surat permintaan pembelian rangkap 2. Lalu bagian kasir induk membuat bukti kas keluar rangkap 2. Setelah menerima SPP dari kasir unit. Setelah itu vendor mengirim barang besrta faktur kepada bagian gudang. rangkap 2 diberikan kepada bagian gudang dan rangkap 3 diarsip. Saat barang sudah sesuai. Rangkap 1 diberikan kepada bagian akuntansi dan keuangan. Rangkap 1 diberikan kepada vendor. Bagian akuntansi dan keuangan setelah menerima laporan pengeluaran kas harian melakukan penjurnalan lalu memposting ke buku besar. 6. Setelah menerima bukti kas keluar yang sudah di otorisasi oleh vendor. Lalu vendor menandatangani bukti kas keluar tersebut dan diberikan kembali kepada bagian akuntansi dan keuangan. Sedangkan faktur diberikan kepada pengendali hutang. Vendor menerima bukti kas keluar beserta uang. 8. bagian pengadaan barang membuat Surat Order Pembelian rangkap 3. Rangkap 1 di berikan kepada vendor sedangkan rangkap 2 di arsip. rangkap 1 diberikan kepada bagian akuntansi dan keuangan. Bukti kas keluar rangkap 1 beserta uang dibayarkan kepada vendor. 5.

.

Prosedur Stock opname .

Rangkap 1 diberikan kepada bagian akuntansi dan keuangan.1. Rangkap 2 diarsip. Bagian pengadaan barang dibantu oleh bagian gudang melakukan pengecekan atas jumlah persediaan fisik yang ada di gudang dengan catatan persediaan barang. setelah menerima laporan persediaan barang menjurnal dan memposting ke buku besar. 3. Bagian akuntansi dan keuangan. Setelah selesai pengecekan bagian pengadaan barang membuat laporan persedian barang rangkap 2. 2. .

Apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan dokumen. dokumen tersebut harus tetap disimpan dan dipertanggungjawabkan kepada bagian lain yang berhubungan. Kebijakan Manajemen pada Prosedur Pelunasan Pembelian Kredit 1. Bagian yang terkait bertanggung jawab pada dokumen yang terkait dengan prosedur pembelian tunai yang dibuat. dokumen tersebut harus tetap disimpan dan dipertanggungjawabkan kepada bagian lain yang berhubungan. . Pembayaran barang dagang dilakukan secara langsung ataupun transfer antar bank 2. 4. 2. Bagian yang terkait bertanggung jawab pada dokumen yang terkait dengan prosedur pelunasan pembelian kredit yang dibuat. 3. Pelunasan pembelian kredit harus berdasarkan catatan dari bagian akuntansi dan atas otorisasi bagian keuangan.b. Apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan dokumen. Kebijakan Manajemen pada Prosedur Pembelian 1. 3. Bukti transfer digunakan sebagai tanda pembayaran pada vendor serta lampiran pada faktur penjualan.

Sehingga tidak akan terjadi kekosongan persediaan pada display. seharusnya kasir unit harus melihat pada catatan persediaan barang. FPB : No Nama Kuantita Keterang Cek .Kertas Kerja IV.5 Formulir Internal Siklus Pengeluaran Kas-Pembelian a.  Faktur yang diterima oleh pengendali hutang diberikan kepada bagian kasir unit pada saat jatuh tempo.  Bagian yang menerima barang bukan bagian pengadaan barang namun bagian gudang.  Data Vendor FROM DATA VENDOR No: Jenis: Nama: Alamat: Telepon: Email: FORM PERMINTAAN PEMBELIAN  Surat Permintaan Pembelian No.  Seharusnya Surat permintaan pembelian dibuat dua rangkap. Usulan Kebijakan Manajemen:  Sebelum melakukan permintaan membeli.  Yang mebantu melakukan pengecekan fisik seharusnya bagian gudang. Barang s an 1 2 Dibuat oleh Dicek oleh .

Cek Dibayar Kepada NO Keterangan Nilai Faktur Diskon Total . SOP Nama Supplier FOB Alamat Supplier No Nama Barang Kuantitas Harga Total Total Netto Dibuat oleh Disetujui oleh  Bukti Kas Keluar PT. 2NE1 DEPARTMENT STORE Jl. Surat Order Pembelian PT. 2NE1 DEPARTMENT STORE Jl. Tlp123456 Bukti Kas Keluar No. Tlp123456 Surat Order Pembelian No.BKK No. Merdeka Timur Malang No. Merdeka Timur Malang No.

2NE1 DEPARTMENT STORE Jl. Merdeka Timur Malang No. Tlp123456 Jurnal Umum No Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Total Kertas Kerja IV.6 Informasi yang dihasilkan dalam siklus pengeluaran kas. 1. Informasi mengenai pembelian barang dagang pada setiap supplier 5. pembelian untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Informasi mengenai kualitas barang dagang supplier 3. Laporan penerimaan barang . TOTAL Dibuat Oleh Disetujui Oleh  Jurnal Umum PT. Informasi mengenai ketepatan pengiriman barang dagang oleh supplier Format laporan akan disajikan kepada manajemen Laporan persediaan: 1. Informasi mengenai tingkat pembelian setiap jenis barang dagang 2. Informasi mengenai barang dagang yang belum diterima 4.

Merdeka Timur Malang No. Tlp123456 LAPORAN PERSEDIAAN Per tanggal xx s/d xx No Kode Barang Nama Barang Kuantitas Nilai . Tlp123456 LAPORAN PENERIMAAN BARANG No No. Merdeka Timur Malang No. PT. 2NE1 DEPARTMENT STORE Jl. Persediaan Persediaan Pembuat Otorisasi (……………………) (………………………) 2. Laporan persediaan PT. 2NE1 DEPARTMENT STORE Jl. LPB Kode Nama Kuantitas . Total .

Laporan pembelian PT.LSO Kode Nama NO So Buku So Fisik Selisih Barang Barang TOTAL Dibuat Otorisasi Oleh .3. Barang Persediaan Total Pembuat Otorisasi (……………………) (………………………) 4. 2NE1 DEPARTMENT STORE Jl. Laporan Stok Opname PT. Merdeka Timur Malang No. Tlp123456 LAPORAN PEMBELIAN Per tanggal xx s/d xx No No. Merdeka Timur Malang No. Tlp123456 Lapoarn Stok Opname No. Faktur Kode Nama Kuantitas Nilai . 2NE1 DEPARTMENT STORE Jl.

Metode penilaian persediaan menggunakan metode average (rata-rata tertimbang) 4.8 Jurnal Standar Siklus Pengeluaran Kas-Pembelian  Jurnal pengakuan persediaan Persediaan xx Beban angkut pembelian xx PPN masukan xx Diskon Pembelian xx Utang dagang/kas xx  Jurnal pembayaran utang dengan diskon Utang dagang xx Potongan pembelian xx Kas xx  Jurnal pembayaran utang tanpa diskon Utang dagang xx Kas xx  Jurnal ketika catatan tidak sama dengan fisik Inventory over and short xx Persediaan xx  Jurnal mencatat persediaan yang rusak/cacat Kerugian persediaan xx Persediaan xx .7 Kebijakan Akuntansi Siklus Pengeluaran Kas-Pembelian 1. Jumlah yang dicatat pada jurnal adalah sebesar nilai besih setelah diskon Kertas Kerja IV. Metode pengakuan pembelian yang digunakan saat ini adalah akrual basis 3. Sistem pencatatan barang menggunakan metode perpetual 2.Kertas Kerja IV.