You are on page 1of 2

Apa Itu Sorgum?

Posted on 10.14 by nurin kamila

Sorgum merupakan tanaman biji-bijian yang banyak


dibudidayakan di daerah beriklim panas dan kering. Sorghum
berasal dari wilayah sekitar sungai Niger di Ethiopia, Afrika.
Sekarang sekitar 80% areal pertanaman sorgum berada di
wilayah Afrika dan Asia.
Pada umumnya biji sorgum berukuran 4 x 2,5 x 3,5 mm. Berat biji
bervariasi antara 8 mg - 50 mg, rata-rata berat 28 mg. Kulit biji ada yang
berwarna putih, merah atau cokelat. (Wikipedia.2013)

Per100g
Unsur Nutrisi Sorgum

Kalori (cal) 332

Protein (g) 11.0

Lemak (g) 3.3

Karbohidrat (g) 73.0

Kalsium (mg) 28.0

Besi (mg) 4.4

Posfor (mg) 287


Vit. B1 (mg) 0.38

Tabel 2.2. Kandungan Gizi Yang Terdapat Pada Tanaman Sorgum


Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI (1992)

Sorgum dapat beradaptasi pada kisaran kondisi ekologi yang luas


dan dapat berproduksi pada kondisi yang kurang sesuai bila dibandingkan
dengan tanaman padi. Sorgum dapat bertoleransi pada keadaan yang
panas dan kering, tetapi juga dapat tumbuh pada daerah yang bercurah
hujan tinggi atau tempat-tempat yang bergenang. Sorgum juga dapat
tumbuh pada tanah-tanah berpasir. la dapat tumbuh pada pH tanah
berkisar 5,0 - 5,5. Tanaman sorgum dapat berproduksi pada tanah yang
terlalu kritis bagi tanaman lainnya.
Di Indonesia sorgum telah lama dikenal oleh petani
khususnya di Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa sorgum dikenal dengan
nama Cantel, sering ditanam oleh petani sebagai tanaman sela
atau tumpang sari dengan tanaman lainnya. Budidaya, penelitian
dan pengembangan tanaman sorgum di Indonesia masih sangat
terbatas, bahkan secara umum produk sorgum belum begitu
populer di masyarakat. Padahal sorgum memiliki potensi besar
untuk dapat dibudidayakan dan dikembangkan secara komersial
karena memiliki daya adaptasi luas, produktivitas tinggi, perlu
input relatif lebih sedikit, tahan terhadap hama dan penyakit
tanaman, serta lebih toleran kondisi marjinal (kekeringan,
salinitas dan lahan masam). Dengan daya adaptasi sorgum yang
luas tersebut membuat sorgum berpeluang besar untuk
dikembangkan di Indonesia sejalan dengan optimalisasi
pemanfaatan lahan kosong, yang kemungkinan berupa lahan
marginal, lahan tidur, atau lahan non-produktif lainnya.
(Edysof.2011)
Biji sorgum yang telah disosoh kemudian digiling yang
kemudian menjadi tepung. Tepung sorgum tersebut dapat
dijadikan sebagai campuran kue sehingga dapat mengurangi
penggunaan tepung beras yang dibutuhkan untuk kue tersebut.
Kue yang bisa dibuat dengan campuran tepung sorgum ini
misalnya bolu, nastar, roti, cookies, pop-sorgum, jipang, mie,
wajik, dan lapis.