You are on page 1of 12

Patent Ductus Arteriosus pada Neonatal

Florence Clarissa Benyamin
102014102 – C6
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat Korespondensi : Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Email : Florence.2014fk102@civitas.ukrida.ac.id

Abstract
Patent ductus arteriosus is a condition where the ductus arteriosus should close
at 2-day-old baby, but a disparity where this does not happen so the gap remains
open for long periods of time. This is when left unchecked can turn into heart
failure in infants. Usually infants who experienced these events are premature
babies with low weight, as well as infants with hypoxia and fluid overload, these
things can spur dilatation ductus arteriosus. Characteristic of patients with patent
ductus arteriosus is their bounding pulses were palpable very strong, continuous
audible murmur, but the baby did not show any discolorations. The management
of patients who had a patent ductus arteriosus is to use drug therapy with
ibuprofen / endomethacin with certain conditions, but if after drug administration
no perbaikin, immediately run ligation procedure before the baby is 1 year old.

Keywords: Patent ductus arteriosus, congenital heart penyaktit, acyanotic
congenital heart disease.

Abstrak
Patent ductus arteriosus adalah kondisi dimana ductus arteriosus yang seharusnya
menutup pada bayi berusia 2 hari, namun terjadi kelainan dimana hal ini tidak
terjadi sehingga celah tersebut tetap terbuka untuk kurun waktu yang lama. Hal ini
bila dibiarkan dapat berubah menjadi gagal jantung pada bayi. Biasanya bayi yang
mengalami kejadian ini adalah bayi premature dengan berat badan yang rendah,
begitu juga dengan bayi yang memiliki hipoksia dan overload cairan, hal-hal ini
dapat memacu terjadinya dilatasi ductus arteriosus. Ciri khas dari pasien yang

1

untuk itu bayi dengan patent ductus arteriosus harus menerima penanganan ligasi maksimal 1 tahun sejak ia lahir. komplikasi. penyakit jantung bawaan acyanotic. penanganan dan penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan dibawah ini dengan tujuan untuk mencari apa yang dimaksud dengan patent ductus arteriosus dan bagaimana tatalaksananya. Jika hal ini dibiarkan. Penanganan pasien yang memiliki patent ductus arteriosus adalah menggunakan terapi dengan obat ibuprofen/ endomethacin dengan beberapa syarat tertentu. namun apabila setelah pemberian obat tidak ada perbaikin. Teknik anamnesis yang dipadukan dengan teknik komunikasi dan empati akan membuka saluran 2 . ada banyak hal yang dapat timbul sebagai konsekuensinya. karena setelah itu akan menimbulkan komplikasi yang lebih parah. terdengar continuous murmur.mengalami patent ductus arteriosus adalah adanya bounding pulses yang teraba sangat kuat. namun bayi tidak menunjukan adanya perubahan warna kuilt. penyaktit jantung bawaan. didapatkan penutupan ductus arteriosus yang lambat maupun tidak menutup sama sekali atau yang kita sebut patent ductus arteriosus. Dalam beberapa kasus kelainan jantung bawaan. Pendahuluan Bayi yang baru lahir pada umumnya akan menangis. Kata kunci : Patent ductus arteriosus. Faktor yang mempengaruhi terjadinya patent ductus arteriosus. tangisan ini membantu bayi untuk menutup ductus arteriosusnya dan mengunakan paru- parunya untuk mulai bernafas. Anamnesis Anamnesis merupakan wawancara riwayat kesehatan pasien baik secara langsung (auto-anamnesis) atau tidak langsung (allo-anamnesis) untuk membantu mengarahkan masalah pasien ke diagnosis penyakit tertentu. segeralah menjalankan prosedur ligasi sebelum bayi berusia 1 tahun.

berat badan lahir. Menanyakan riwayat persalinan (spontan. dan tujuan pemeriksaan. usia ibu. Melakukan informed consent. 1 Anamnesis yang baik akan terdiri dari identitas. 12. Menanyakan riwayat penyakit sekarang 4. hasil yang diperoleh adalah : Seorang anak berusia 4 hari sedang dirawat di unit perawatan perinatologi. Menanyakan Keluhan Utama 2. 13. tidak sianosis. miksi +/-) 10. menoconium +/-. Menanyakan kapan keluhan dirasakan. pemeriksaan fisik awal (normal atau ada kongenital. Empat hari sebelumnya. riwayat persalinan. Menanyakan riwayat kelahiran/neonates (APGAR score. vakum. Menanyakan riwayat penyakit keluarga 7. tidak langsung menangis. Berdasarkan kasus. riwayat ante natal care. Dalam kasus ini. Anamnesis dimulai dengan memperkenalkan diri dan mempersiapkan lingkungan yang nyaman dan kondusif. penyakit kehamilan) 8. riwayat penyakit sekarang. kebiasaan. Menanyakan riwayat tumbuh kembang (kurva pertumbuhan. Sehingga pasien akan lebih patuh dalam mengonsumsi obat dan melakukan anjuran dokter.1 3 . Menanyakan riwayat penyakit dahulu 6. karakteristik keluhan. usia kehamilan. Menanyakan riwayat pengobatan 5. Menanyakan riwayat kehamilan (GPA. Menanyakan riwayat imunisasi 11. Berat lahir 1400 g. dll). anamnesis sistem dan anamnesis pribadi (meliputi sosial ekonomi. riwayat penyakit dahulu. riwayat obstetric dan ginekolog. foreceps) 9. kondisi bayi saat lahir. Melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan. budaya. Riwayat kesehatan yang perlu dikumpulkan meliputi :1 1. SC.komunikasi dan kepercayaan antar dokter dan pasien. dokter melakukan anamnesis secara tidak langsung dari orangtua pasien (allo-anamnesis). pasien tersebut lahir prematur pada usia kehamilan 33 minggu. riwayat penyakit dalam keluarga. keluhan utama. perkembangan apakah sesuai dengan usia atau tidak. lokasi 3. menjelaskan maksud.

Terkadang pemeriksaan fisik membuat pasien merasa tidak nyaman. ditelanjangi secara fisik. kuat angkat/tidak). saturasi oksigen serta suhu bila diperlukan. pertama tama menjelaskan garis imajiner dan menjelaskan bentuk toraks pasien. menentukan batas paru hati dan pernjakan hati. oleh karena itu kita harus melakukan pemeriksaan fisik dengan terampil dan profesional disertai rasa empati. apakah ada murmur yang terdengar baik sistolik maupun diastolik. perhatikan tingkat kesadaran. batas pinggang. batas atas. diameter. amati raut wajah yang penting. batas bawah jantung. ASD. ukur tinggi. warna kulit. mencari dan meraba ictus cordis pada intercostal 4-5 linea midclavikularis sinistra. pada katup mitral dengarkanlah apakah ada murmur sistolik dan diastolik. Auskultasi. ventricular heaving +/-) 4. berat badan dan postur tubuh. aktivitas motorik. takut akan rasa nyeri. Pemeriksaan Fisik ? Pemeriksaan fisik mempunyai nilai yang sangat penting untuk memperkuat temuan-temuan dalam anamnesis. menentukan batas kanan. sonor. 6. Teknik pemeriksaan fisik berikut dengan pemeriksaan inspeksi. apakah ada bunyi patologis gallop dan lokasi kelainan. Palpasi. 1 ? Diperoleth dari pemeriksaan fisik tanda-tanda vital pasien itu yaitu ? Keluhan Utama : Sesak Nafas. Tanda tanda vital. 2. Perkusi. perkusi dan auskultasi. Sianosis (-) ? Tanda – Tanda Vital : 4 . 3. tekanan darah. aorta. 5. berat badan. menjelaskan perbedaan perkusi pekak. apakah Nampak atau tidak. denyut nadi dan pernapasan. redup dan juga timpani. palpasi. mencari letak ictus cordis (lokasinya. pulmonal. sela iga cembung atau cekung. Inspeksi. batas kiri. Keadaan umum. lesi kulit. VSD. apakah ada denyutan pada ictus cordis (lokasi. auskultasi pada katup tricuspid. Pemeriksaan yang penting adalah PF jantung1: 1.

dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan khusus. arcus aorta 5 . pembuluh darah paru central melebar. Pada pasien PDA ada beberapa yang terlihat jelas dari hasil foto rontgen thoraksnya dengan interpretasi: segmen pulmonal menonjol. ? PF Thoraks : 1 Hyperdynamic Precordium Ictus Cordis terlihat dan teraba. namun dalam setiap pemeriksaan ada kekurangan dan kelebihan khusus yang membandingkan antara satu dengan yang lain. ? Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang untuk melihat kelainan pada jantung. adakah bagian jantung yang mengecil dan tidak sesuai pada ukuran normalnya. ? Continuous murmur di ICS 2 parasternal kiri grade 3. 1 Heart Rate : 160-180x/menit. Patent ductus arteriosus (PDA). 1 Respiratory Rate : 70-80x/menit teraba sangat kuat. kuat angkat (-) 2 Retraksi sela iga (+).  Rontgen Thoraks. hal ini bisa dilakukan untuk melihat adakah pembesaran pada bagian jantung baik atrium maupun ventrikel. 3 SpO2(Saturasi Oksigen): 92%. 2 Tekanan Darah : 80/50 mmHg.6 1 bounding pulse (+) ? PF Abdomen : Hepar teraba 2 cm di bawah subcostal.

Namun. Schor. 2013.1559-0. ada beberapa kasus dimana PDA yang ada terlalu kecil dan sulit untuk dilihat melalui foto rontgen thoraks. Echocardiogram pada bayi baru lahir dengan ukuran PDA kecil-sedang. apakah ASD. bahkan terlihat normal.Philadelphia:Elsevier Saunders. VSD. Dapat juga terlihat adanya pembesaran ventrikel kanan. sementara atrium kiri normal.p. melebar (dapat terjadi pada PDA yang disertai dengan hipertensi pulmonal). Stanton. lebih disarankan untuk melakukan pemeriksaan magnetic resonance angiography. dalam melihat hasil EKG. Diambil dari : Klegmen. pembesaran arcus aorta juga sering kali nampak pada kasus ini. : VSD 6 .19th edition. Diagnosis Utama Bayi Prematur (33 minggu usia gestasi) dengan CHD acyanotic suspek: PDA in Failure Diagnosis Banding 1.  EKG. Geme St. (Gambar B)Retrograde diastolic flow into the pulmonary artery.2 Gambar 1. dapat membedakan tipe defek yang terjadi. (Gambar A) pewarnaan doppler dilakukan di parasternal menunjukan aliran darah (dalam panah) dari aorta menuju arteri pulmonary. PDA dll. Bayi Prematur (33 minggu usia gestasi) dengan CHD acyanotic in failure ec. Berhman. Nelson textbook of pediatrics.  Echochardiography baik untuk melihat PDA namun pada kasus PDA yang kecil.

3 7 . Bayi Prematur (33 minggu usia gestasi) dengan CHD acyanotic in failure ec. Prevalensi Kasus PDA terjadi kurang lebih 5-10 % pada penderita kasus penyakit jantung bawaan. defek menutup spontan 4 tahun pertama  BJ II terpidah lebar saat expirasi dan inspirasi (wide fixed split)  SEM di ICS II LUSB akibat aliran darah berlebih yang melewati katup pulmonal à stenosis pulmonal relatif atau fungsional. hal ini akan meningkatkan resiko melahirkan seorang anak dengan PDA. Penyakit ini sering kali ditemukan pada bayi yang lahir premature dengan berat badan lahir yang rendah (BBLR) <2500g dengan presentase kurang lebih 30%. Selain itu.  Trans-arterial septal occlusion. namun pada kasus ini biasanya ductus akan menutup sendirinya pada minggu ke-2 usia bayi setelah lahir. open-heart surgery. gagal jantung  P2 mengeras bila ada hipertensi pulmonal 2. Ada beberapa kasus dimana terjadi perinatal asfiksi sehingga Ductus Arteriosus tidak tertutup dengan cepat. : ASD  Asimptomatik. infeksi jantung berulang. mudah lelah. Ibu hamil yang terpapar rubella juga menyebabkan resiko bayi lahir dengan PDA cukup tinggi.  Murmur pansistole grade 3-4/6 dengan punctum maks di ICS 3-4 linea parastrenal kiri yang menjalar sepanjang garis sternum hingga seluruh prekordium  Gangguan tumbuh kembang. 20% kasus terjadi pada bayi premature dengan usia gestasi >32 minggu.  Tidak diperlukan profilaksis endokarditis infektif. dan 60 % kasus terjadi pada bayi premature dengan usia gestasi <28 minggu. apabila memiliki saudara yang mengalami PDA.

sementara pada bayi dengan PDA yang besar akan terlihat gejala-gejala khas dari PDA itu sendiri. hal ini jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan saat bayi itu seharusnya memiliki pertumbuhan pesat dalam usianya. dimana terjadi overload volume pada sirkulasi paru-paru. sementara sianosis tidak terjadi pada exremitas atas karena extremitas atas menerima darah dari aorta proximal bukan dari aorta descending. resistensi pulmonary vascular tinggi. akan terjadi left to right shunt. Bayi yang ductus arteriosusnya tidak menutup. seperti bayi premature dengan berat badan lahir yang rendah. ada beberapa yang asimptomatik dikarenakan PDA nya yang kecil. hal ini tidak terjadi karena tubuhnya kurang asupan yang dibutuhkan dalam perkembangannya. namun jika terjadi defek.Faktor Resiko Faktor resiko terjadinya PDA pada bayi cukup banyak. dimana ductus tidak berubah menjadi ligament arteriosus. akan pergi ke paru-paru dan memulai terjadi perubahan sehingga aliran darah melalui paru. aliran darahnya akan berlangsung melewati patent ductus arteriosus dan hanya sedikit yang ke paru-paru. atrium kiri dan juga ventrikel kiri yang menyebabkan gagal jantung kiri dan dapat terjadi disertai eisenmenger syndrome yang menyebabkan darah yang mengalir pada extremitas bawah tidak mengandung oksigen dan menyebabkan sianosis pada extremitas bawah. kelebihan cairan maupun asidosis dan ibu yang menderita rubella saat mengandung. atau dinamakan patent ductus arteriosus. Hal ini yang seharusnya terjadi. darah mengalir yang sebelumnya langsung ke aorta. Ketika tekanan pulmonal turun setelah lahir ketika bayi menangis pertama kali. Hal hal diatas ini menyebabkan terjadinya dilatasi pada ductus sehingga ductus bukannya menutup namun menjadi terbuka. Ketika masih dalam janin.4 Manifestasi Klinis Tidak semua bayi yang mengalami patent ductus arteriosus memiliki gejala. darah masuk ke aorta langsung tanpa melewati paru-paru yang belum matang. hal ini menyebabkan ia akan mengalami gagal tumbuh. saat dia beraktivitas jantung akan berkerja extra untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga jantung akan 8 . bayi yang hypoxia.

6 Indometasin merupakan derivate indol-asam asetat. indometasin menghambat motilitas leukosit polimorfonuklear. akan didapatkan P2 meningkat jelas. Ibuprofen merupakan derivate asam propionate yang bersifat analgesic dengan daya anti-inflamasi yang tidak terlalu kuat. aktivitas seorang bayi adalah menyusu. dilanjutkan 5 mg/kgBB pada 24- 48 jam setelah pemberian pertama. Absorpsi oral indometasin cukup baik. Absorbs ibuprofen cepat melalui lambung dengan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah 1-2 jam waktu paruh dalam plasma sekitar 2 jam. dia akan menetek sebentar sebentar putus. seperti yang kita ketahui. Continuous murmur / machinery murmur grade 2-4/6 ICS 2 LUSB atau di daerah infraklavikula. 9 . Indometasin memiliki efek analgesic perider maupun sentral. pemberian ibuprofen dilakukan setelah teapi gagal jantung. Pulsasi perifer teraba kuat (bounding pulses) dengan tekanan nadi melebar akibat tekanan sistolik meningkat dan diastolik menurun. Obat ini efektif namun toksik sehingga penggunaaan obat ini dibatasi. Berikan profilaksis endokarditis infektif. 92-99% indometasin terikat protein plasma. Apabila ada gagal jantung. Kira-kira 90% dosis yang diabsorbsi akan diekskresi melalui urin sebagai metabolit atau konjugatnya. Metabolit utama merupakan hasil hidroksilasi dan karboksilasi. Suara mid diastolic pada apex juga akan terdengar. Eksresinya berlangsung cepat dan lengkap.memompa lebih cepat dan didapatkan dia takikardi pada saat aktivitas. Seperti kolkisin. sehingga dapat dilihat pada bayi yang mengalami PDA. Indometasin memiliki efek antiinflamasi dan analgesic antipiretik yang kira-kira sebanding dengan aspirin.5 Penatalaksanaan Non-Medikamentosa dan Medikamentosa Pemberian ibuprofen/ indometachin (prematur dengan usia <10 hari dan BB <1500 gr dan bukan penderita PJB ductal dependent) Dosis pemberian : 10 mg/kgBB IV atau NGT pada pemberian pertama. Aktifitas prekordium didapatkan meningkat. pada kasus bayi PDA yang memiliki hipertensi pulmonal. Sembilan puluh persen ibuprofen terikat protein plasma.

Waktu paruh plasma kira-kira 2-4 jam. Pada pasien dengan komplikasi berupa hipertensi pulmonal dan Eisenmenger Syndrome akan dilakukan cathetherisasi jantung untuk menilai reaktivitas vaskular paru sebelum tindakan bedah dilakukan. ligasi atau intervensi ditunda maksimal hingga umur 1 Tahun.7 Gambar 2. indometasin diekskresi dalam bentuk asal maupun metabolit melalui urin dan empedu.6 Ibuprofen Kontraindikasi pada bayi dengan: • Ureum >25 mg/dL atau creatinine >1. Jika ada tanda gagal jantung.Operasi ligase Trans-arterial ductal occlusion atau yang lazim disebut ado ini merupakan pilihan utama pada pasien PDA. ligasi harus dilakukan segera. Jika tidak ada.Metabolismenya terjadi di hati. Penutupan PDA kecil menggunakan coil.000/mm3 • Ada kecenderungan perdarahan (BT. 10 . CT memanjang atau terdapar perdarahan intrakranial) • Neonatal hiperbilirubinemia • NEC (Necrotizing enterocolitis) • Sepsis Tatalaksana Bedah dapat dilakukan: . Ligase dianjurkan untuk dilakukan sebelum bayi berusia satu tahun sehingga efektifitasnya lebih dijamin.8 mg/dL • Trombosit <80.Trans-arterial Ductal Occlusion/ADO .

Terapi bedah seharusnya dilakukan segera sebelum bayi berusia satu tahun untuk menghindari komplikasi yang dapat terjadi sebelum terlambat. diambil dari : http://emedicine. Kesimpulan Pasien PDA dengan celah yang kecil ada yang asimptomatik. pemberian ibuprofen atau indometachin dapat dilakukan.1559-0. Stanton. Biasanya PDA terjadi pada bayi yang prematur dengan BBLR.10-7.medscape. Nelson textbook of pediatrics. 2011. Gleadle J. Schor. Jika kondisi lebih parah. Salah satu preventif PDA adalah bagi ibu hamil. Diambil dari : Klegmen. Berhman. 11 . karena rubella juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya PDA pada bayi yang baru lahir. selain itu akan terdengar bunyi mid diastolic pada apex.Philadelphia:Elsevier Saunders. At a glance anamnesis dan pemeriksaan fisik. 2. h. Patent ductus arteriousus imaging. 2016.112-37. Lin EC. jangan terpapar dengan rubella.19th edition. (Gambar C) Total occlusion PDA menggunakan coil. Collins MS. namun bila celahnya besar akan mengalami gejela dengan ciri khas bounding pulses yang teraba kuat dan adanya continuous murmur grade 2-4/6 ICS LUSB dan pasien tidak mengalami sianosis. Jakarta : Erlangga .p.com/article/350577-overview di publish : Mar 17. Daftar Pustaka 1.(Gambar A) Angiogram dari transverse dan descending aorta menunjukan PDA yang kecil. Geme St. 2013. dapat dilakukan tindakan lebih lanjut baik dengan ligase maupun ADO. (gambar B) Coil di posisikan dalam ductal lumen.

2014. 7. Philadephia:Lippincott Williams & Wilkins.medscape.1559-0.Philadelphia:Elsevier Saunders. Geme St.19th edition. h. Patophysiology of heart disease. Mancini MC. Elysabeth.medscape. Jakarta:Balai penerbit FKUI. Lily L. Fifth edition. Nelson textbook of pediatrics. 2015. Berger S. Stanton. Berhman. Setiabudy R. 2013.2012. 4. 6. Berger S.2011.com/article/891096-overview#a7 di publish : Sep 16. Kim LK. Edisi ke-5. Diambil dari : http://emedicine. Gunawan SG.com/article/904895-overview di publish : Jan 07.240-1. Patent Ductus arteriosus surgery.p. Klegmen. Schor.361-85. Farmakologi dan terapi. Nafrialdi. 5. Diambil dari : http://emedicine.p. 12 . Patent ductus arteriosus (PDA).3.