You are on page 1of 33

LAPORAN

RISIKO PENYAKIT PEKERJAAN HOME INDUSTRY
PADA BENGKEL LAS
BLOK XXII

Dosen Pengampu: dr. Armaidi Darmawan, M. Epid
KELOMPOK 1
Rahmawati Risna G1A108043
Erwin Kamaruddin G1A108045
Siti Hardianty G1A108052
Ahmad Satria Praja G1A108054
Ditto Rezkiawan G1A108065
Dewi Paramita G1A108068
Reni Susianti G1A108081
Oktavia Sulistiana G1A108082
Nur Azizah El Aminy G1A108090

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN AJARAN 2012/2013
BAB I

PENDAHULUAN

Dalam sejarah ilmu kedokteran modern, disiplin ilmu kesehatan kerja

merupakan perkembangan yang relatif baru. Ilmu kesehatan kerja adalah bidang

studi yang mempelajari cara pengukuran, evaluasi, dan penanggulangan bahaya di

tempat kerja. Menurut International Labour Organization (ILO) dan World Health

Organization (WHO) pada tahun 1950 kesehatan kerja merupakan promosi dan

pemeliharaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial pekerja pada jabatan apapun

dengan sebaik-baiknya.
Kesehatan kerja merupakan aplikasi kesehatan masyarakat dalam suatu

tempat kerja (perusahaan, pabrik, kantor, dan sebagainya). Hakikat kesehatan kerja

mencakup dua hal, yaitu : Pertama, sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan

tenaga kerja yang setinggi-tingginya. Tenaga kerja yang dimaksud adalah buruh

atau karyawan, petani, nelayan, pekerja-pekerja sektor non-formal, pegawai negeri

dan sebagainya. Kedua, sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang

berlandaskan kepada meningkatnya efisiensi dan produktivitas.
Untuk bekerja produktif, pekerjaan harus dilakukan dengan cara kerja dan

pada lingkungan kerja yang memenuhi syarat kesehatan. Apabila persyaratan

tersebut tidak dipenuhi, maka terjadi gangguan pada kesehatan dan daya kerja

tenaga kerja yang pada akhirnya berpengaruh buruk terhadap produktivitas kerja.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas antara lain adalah kapasitas kerja,

beban kerja, beban tambahan akibat lingkungan kerja. Sedangkan gangguan

kesehatan dan daya kerja juga dikarenakan oleh berbagai faktor yang bersifat fisik,

kimiawi, biologis, fisiologis dan atau mental psikologis yang terdapat dalam

lingkungan kerja.

2

Bengkel Safir Merupakan usaha mandiri yang bergerak di bidang

pengelasan / welding. Pekerjaan yang dilakukannya yaitu merubah bahan baku

berupa besi sehingga menjadi bahan yang bisa di pakai dalam kehidupan sehari-hari

(pagar, teralis, dsb) . secara spesifik para pekerja melakukan pekerjaanya sehari-hari

berupa memotong, memanaskan, menggerinda, mengelas untuk menciptakan bahan

baku besi tadi menjadi bahan jadi. Maka banyak terdapat risiko, penyakit ataupun

kecelakaan kerja yang akan terjadi akibat dari pekerjaan sebagai tukang las seperti

gangguan kulit, gangguan musculoskeletal, tertimpa benda, memar dan luka. Oleh

karena itu tim berinisiatif untuk melakukan home industry observation ke lokasi

tersebut untuk menilai manajemen, proses produksi, analisa risiko atau penyakit dan

menyimpulakn solusi pencegahannya agar terwujud usaha yang aman (safe

business).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

3

Pengelasan tempa Merupakan proses pengelasan yang diawali dengan proses pemanasan pada logm yang diteruskan dengan penempaan (tekan) sehingga terjadi penyambungan logam. Jenis logam yang cocok pada proses ini adalah baja karbon rendah dan besi. Las proyeksi Merupakan proses pengelasan yang hasil pengelasannya sangat dipengaruhi oleh distribusi arus dan tekanan yang tepat. dipanaskan hingga meleleh. yaitu : 1. karena memiliki daerah suhu pengelasan yang besar. Pengelasan tahanan Proses ini meliputi : 1. Selain itu las juga bisa didefinisikan sebagai ikatan metalurgi yang timbul akibat adanya gaya tarik antara atom. lalu keduanya ditekan hingga menyambung Adapun pengelasan tekan itu sendiri dibagi menjadi : a. kemudian membiarkan keduanya membeku sehingga membentuk sambungan. Pengelasan Tekan yaitu dimana kedua logam yang disambung. Pengelasan Cair Dimana logam induk dan bahan tambahan dipanaskan hingga mencair. Prosesnya yaitu 4 . Yaitu dengan cara logam yang akan disambung dipanaskan terlebih dahulu hinga meleleh. Definisi las adalah suatu proses penyambungan plat atau logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa tekanan. Bedasarkan pelaksanaannya las dapat dibedakan menjadi tiga. 2. kemudian baru disambung dengan bantuan perekat ( filler ). b.

Pengelasan Listrik berkas elektron Pengelasan jenis ini digunakan untuk pengelasan pada logam biasa. Pengelasan Laser Merupakan pengelasan yang lambat dan hanya diterapkan pada las yang kecil. Las titik prosesnya hampir sama dengan las proyeksi. logam yang mudah teroksidasi dan beberapa jenis paduan super yang tak mungkin dilas. b. logam tahan api. dan waktunya dapat diatur sesuai dengan ketebalan pelat yang akan dilas. las kampuh tumpang sederhana dan las kampuh penyelesaian. 2. kemudian dialiri arus listrik yang besar. yaitu pelat yang akan disambung dijepit dahulu dengan elektroda dari paduan tembaga. khususnya dalam industri elektronika. yaitu las kampuh sudut. pelat yang akan disambung dijepit dengan elektroda dari paduan tembaga. 3. Las Kampuh Merupakan proses pengelasan yang menghasilkan sambungan las yang kontinyu pada dua lembr logam yang tertumpuh. Pengelasan thermit 5 . c. kemudian dialiri arus yang besar. Pengelasan fusion dapat dibedakan menjadi : a. Pematrian adalah seperti pengelasan cair. Ada tiga jenis las kampuh. akan tetapi bedanya adalah penggunaan bahan tambahan/ filler yang mempunyai titik leleh dibawah titik leleh logam induk. 3.

6 . LAS LISTRIK Pada pengelasan dengan las listrik. Pada las termik ini. Elekttroda pengisian dipanaskan mencapai titik cair dan diendapkan pada sambungan. Panas yang dihasilkan oleh busur listrik mencapai 55000C. 4. benda kerja dipanaskan hingga meleleh/ membara. Las termik adalah satu-satunya las yang menggunakan reaksi kimia sebagai berikut : Pada reaksi ini besi yang dihasilkan mencapai suhu /temperatur 25000 C. Sedangkan pada praktikum kami menggunakan las gas ( oksiasitelin ) dan las busur listrik. panas yang dihasilkan berasal dari reaksi eksotermis. Merupakan satu-satunya pengelasan yang menggunakan reaksi kimia eksotermis sebagai sumber panas. kami menggunakan las busur listrik dalam praktikum pembuatan alat pemarut kelapa. Thermit merupakan campuran serbuk Al dan Oksida besi dengan perbandingan 1 : 3 Las cair dan pematrian termasuk ke dalam las fusion. hingga terbentuk sambungan las. hingga ujung benda kerja yang dituangi besi itu akan meleleh dan embentuk sambungan. Kemudian ditempa hingga membentuk sambungan. panas yang dihasikan berasal dari busur listrik yang timbul dari menempelnya benda kerja dengan elektroda. Sedangkan pada pengelssan tangkai kayuh. Hal ini sering dilakukan oleh pandai besi. Salah satu las fusion adalah las termik. Pada las tekan.

Las listrik dengan elektroda logam.Pada saat pengelasan menggunakan las listrik. Las listrik dapat digolongkan menjadi : a. helium atau campuran gas tersebut. dan daerah las disekitar busur listrik terhadap daerah udara luar.  Las Listrik MIG 7 . seperti argon. Busur yang terjadi antara elektroda dan bahan dasar merupakan sumber panas bentuk pengelasan. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda dan bahan dasar(plat) akan mencairkan ujung elektroda dan sebagian dasar selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elektroda kawat las. Untuk melindungi hasil pengelasan digunakan gas pelindung. misalnya : Penjelasan :  Las listrik dengn elektroda berselaput. menangkal cahaya tersebut demi keselamatan kerja. misalnya :  Las listrik submarged  Las listrik dengan elektroda berselaput  Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas) atau MIG b. kita harus menggunakan kacamata pelindung yang mampu.  Las listrik TIG Pada las TIG ini menggunakan elektroda wolfram. Agar mata kita terlindungi dari sinar ultra violet ini. dilepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam bentuk panas dan cahaya ultraviolet. Las listrik dengan elektroda karbon.

Las listrik MIG  Las listrik Submerged Busur elektroda (listrik) diantara ujung elektroda dan bahan dasar berada didalm timbunan fluksi serbuk yang digunakan sebagai pelindung dari pengaruh luar (udara bebas) sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti pada las listrik lainnya. Las listrik DC ( menggunakan arus listrik bolak-balik sebagai sumber listrik ) BAB III PEMBAHASAN 8 . Las busur listrik mempunyai 2 jenis yaitu : 1. Las listrik AC ( menggunakan arus searah sebagai sumber listrik ) 2. Gambar. Las ini umumnya otomatis atau semi otomatis. Menggunakan elektroda gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur oleh sepasang roda gigi yang digerakan oleh motor listrik.

Dari hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa hasil produksi dari bengkel tersebut kebanyakan merupakan barang jadi yang telah diolah sebelumnya dengan metoda pengelasan. A. 9 . Pengambilan data ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara pada pemilik dan para pekerja di bengkel tersebut. Salah satu di antaranya adalah bengkel las Safir yang beralamat di Jerambah Bolong. di Kota Jambi ini terdapat sangat banyak bengkel. Pabrik memiliki 11 orang karyawan laki-laki yang rata-rata usianya 19-30 tahun. Usaha perbengkelan sudah menjadi kebutuhan utama oleh masyarakat hal ini dikarenakan hampir seluruh masyarakat membutuhkan jasa perbengkelan. Alat dan Bahan yang Digunakan 1.00 dengan jam istirahat selama 1 jam. Kota Jambi. Informasi lain yang didapatkan bahwa pabrik ini mempunyai hari kerja. Pembangkit arus listrik Sebagi alat yang memasok atau yang mengatur arus yang bekerja. Oleh karena itu. yaitu setiap hari dengan lama kerja 6 jam kerja. Penempatan pekerjaan karyawan semua hampir homogen sama. mulai dari pukul 08. Keberadaan sektor informal di Kota Jambi ini sangat banyak dan sebagian besar kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerjanya sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan kerja bagi para pekerjanya yang dapat berakibat fatal. Jambi Selatan. Kec. Paal Merah.00 sampai pukul 15.

Gambar. Holder / Pemegang Elektroda 3. Holder / Pemegang electrode Berfungsi untuk pemegang elektroda pada saat proses pengelasan. Gambar. Pembangkit Arus Listrik 2. Meja Las Digunakan untuk menaruh benda kerja pada saat proses pengelasan. Klem Massa 4. Klem Massa Dipasang pada meja kerja las pada saat proses pengelasan. 10 . Gambar.

Gambar. 11 . Tang Penjepit Berfungsi untuk menjepit atau memegang benda kerja yang telah dilas. karena panas maka tidak dimungkinkan untuk dipegang dengan tangan terbuka. Elektrode Sebagai perekat atau bahan tambah pada proses pengelasan yang dipasang atau dijepit pada holder / pemegang elektroda. Gambar. Elektroda 6. Gambar. Tang Penjepit 7. Meja Las 5. Palu Las Untuk membersihkan kotoran atau kerak pada hasil las-lasan pada sambungan.

Palu Las 8. Sikat Baja Untuk membersihkan benda kerja dari kotoran pada hasil las-lasan Gambar. Gambar. Gambar. Kipas Blower 12 . Sikat Baja 9. Kipas Blower Berfungsi sebagai penyedot asap pada saat proses pengelasan agar asap dari pengelasan tidak terhirup ke kita.

tinggal melihat hasilnya. and Allied 13 . 3. Proses Kerja Langkah-langkah Proses Pengelasan : 1. bersihkan peralatan dan tata rapi lagi perlengkapan pengelasan agar penggunaan berikutnya mudah. 4. 2. Nyalakan generator las. 8. dilanjutkan dengan pengelasan titik terlebih dahulu untuk mengikat awal agar tidak terjadi deformasi pada saat proses pengelasan berlangsung. FAKTOR RISIKO PENYAKIT / KECELAKAAN KERJA Bahaya pengelasan dapat terjadi dalam berbagai situasi yang mungkin berbeda. Pastikan peralatan dan perlengkapan pengelasan sudah siap semua. maka bersihkan dengan sikat baja. C. Serta jangan lupa. Proses pengelasan selesai. Posisikan badan yang benar untuk siap melakukan pengelasan. Cutting. Kalau benda kerja sudah dipastikan bersih dari kerak. 5.B. Menurut CAN/ CSA W 117. Agar hasil pengelasan lebih kelihatan bersih. benda kerja dibersihkan terlebih dahulu dari kerak agar saat proses pengelasan nanti tidak terjadi cacat. 6. maka selanjutnya lakukan proses pengelasan sampai selesai. Kemudian celupkan benda kerja yang habis di las tersebut ke dalam air agar mempercepat proses pendinginan. 10. Setelah di las titik.2-M87 Safety in Welding. Taruh benda yang akan di las di atas meja kerja las. dan atur amperenya sesuai dengan bahan yang akan di las. 11. 7. 9. Bersihkan kerak yang menempel pada hasil pengelasan tersebut dengan palu las.

radiasi busur las. yang secara umum kurang menjadi perhatian juru las walaupun sebenarnya merupakan bahaya yang cukup potensial. tubuh manusia dapat dikatakan sebagai bahan yang konduktif.  Bekerja pada lingkungan yang terbatas (ruang tertutup. dll)  Koneksi listrik atau gas yang kurang baik. dll Bahaya Listrik Listrik yang mengalir dalam suatu sirkuit disebut arus listrik (I) dan diukur dengan satuan ampere (A). tangki. Namun secara umum bahaya dapat dibedakan menjadi bahaya karena sifat pekerjaannya seperti operasi mesin. bising juga karena kendaraan/ alat angkat serta gerakan material. kelumpuhan atau kematian. Sehingga apabila tegangan listrik terkena bagian badan. terbakar. namun akibat dari padanya tergantung pada banyak faktor seperti halnya. Tegangan listrik yang tidak terlalu tinggi pun dapat menyebabkan kasus tersebut di atas. dibagian mana arus listrik mengenai bagian tubuh ataupun seberapa efektif kontak dengan tegangan listrik tersebut.Processes bahaya secara umum dapat dibedakan berdasarkan proses pengelasannya.  Logam panas tanpa tanda. Disamping itu masih terdapat bahaya yang bersifat laten (tersembunyi). fume. Sedangkan tegangan yang menyebabkan adanya aliran dalam suatu sirkuit diukur dengan volt (V). sebagai contoh :  Bekerja dengan menggunakan alat yang tidak biasa dipergunakan atau bukan menjadi tanggung jawabnya. Tegangan listrik (voltage) induk yang masuk ke peralatan listrik pada bengkel biasanya sebesar 480 volt untuk 3 phase dan 240 atau 120 volt 14 . api/ panas (terbakar). shok karena listrik. arus dapat mengalir dan dapat menimbulkan kejut.

untuk single phase. Bila korban tidak bernafas berikan CPR (cardiopulmonary resuscitation/ rangsangan jantung dan paru-paru). beberapa langkah yang harus diambil antara lain adalah: 1. misalnya juru las berada ditempat yang tinggi dapat terjatuh dan lain sebagainya. Tegangan tinggi pada sisi primair dari mesin las sangat berbahaya. Beberapa type mesin las seperti halnya plasma welding mempunyai tegangan sekundair cukup tinggi. Tegangan ini sering disebut sebagai tegangan primair. Putus aliran dan matikan sumber dahulu baru kemudian pindahkan korban dari kontak. Bila terpaksa penolong harus menarij korban dari kontak. open circuit voltage). 3. Apabila terjadi kecelakaan karena listrik. Jangan mencoba menarik korban dari kontak (kecuali tidak ada alternative lain). dan tegangan akan menjadi 20 – 30 volt bila arus mengalir dan nyala busur las di bentuk. ia harus mempergunakan insulasi bagi dirinya missal sarung tangan atau proteksi lain yang sejenis. namun tegangan pada sisi sekundair pun tidak boleh diabaikan karena dapat pula menyebabkan kejut (shock) yang seruis. 15 . Perbedaan teganan listrik bagian primair dan sekundair ini sangat penting untuk diketahui. Bahaya ikutan yang dapat terjadi akibat shok yang sebenarnya hanya mengejutkan dapat menjadi fatal karena posisi kerja juru las. Pada beberapa peralatan tegangan listrik ini diturunkan dengan mempergunakan transformer untuk memperoleh tegangan sekundair yang lebih rendah. 2. Teganan yang dibutuhkan pada terminal output alat las biasanya sekitar 80 volt bila tidak ada arus (OCV.

2. 3. Untuk menghindari terjadinya bahaya akibat listrik yang mungkin terjadi disarankan agar : 1. Tidak mengerjakan pekerjaan yang bukan menjadi bidang kerjanya atau karena tidak berkualifikasi dalam bidangnya. Minta segera bantuan dokter terdekat. Misalnya dengan melindungi diri dari kemungkinan tertimpa logam/ baja atau terinjak kendaraan.4. Material kerja hendaknya dapat diletakkan pada meja baja atau yang sejenis agar dapat dilewati arus balik ke mesin las. Kabel tegangan tinggi harus selalu dijaga dan diusahakan sependek mungkin serta setiap saat mendapat perlindungan yang cukup. 4. Misalnya untuk pekerjaan penyambungan instalasi haruslah dikerjakan oleh ahli listrik yang berkualifikasi. Pada pengelasan saluran pipa. Sebelum memasang atau melepaskan koneksi (Steker) arus listrik harus dimatikan terlebih dahulu. Letakkan korban pada posisi horizontal dan usahakan tetap hangat. Untuk mendapat hasil pengelasan yang baik. yang perlu mendapat perhatian adalah kabel kerja harus mempunyai hubungan yang baik dengan material kerja. Pekerjaan 16 . Bila menghidupkan tombol (switch) harus dari sisi yang sama. Yakinkanlah bahwa koneksi kabel mesin las dalam kondisi yang baik. arus listrik dapat melewati struktur yang di las. Dalam proses pengelasan salah satu kabel dari mesin las dihubungkan dengan pegangan elektroda (electrode holder) dan arus dari sumber listrik akan mengalir melewati kabel ini untuk diloncatkan sehingga terjadi busur las yang kemudian melewati material dan kembali ke mesin las. 5. 5.

Penggunaan kabel yang lebih kecil dari yang telah direkomendasikan akan dapat membawa akibat panas yang berlebihan pada kabel (over heating) dan menyala yang pada akhirnya akan terbakar. Pengelasan juga merupakan sumber bahaya bagi pekerja lain yang berada di dekat pekerjaan las sebagaimana juru las itu sendiri. kerusakan kulit dan mata. Pekerja tersebut dapat juga terpapar sinar yang dipantulkan dari dinding atau permukaan lain. Bahaya radiasi non ionizing pada proses pengelasan dapat menimbulkan luka terbakar. ultra violet dan infra merah. Penggunaan kabel yang panjang harus dengan ukuran lebih besar disbanding kabel pendek.welder’s eye atau arc flash. material kerja dan lain- lain harus di hubungkan dengan grounding. panel control. Grounding material kerja harus terpisah tetapi dapat pula dihubungkan degan grounding mesin las. Kerusakan mata karena radiasi sinar ultra violet ini disebut arc-eye. 17 . Rangka mesin las atau sumber arus listrik. Efek tidak dapat hilang dalam beberapa jam setelah terekspose.seperti ini harus mendapat perhatian khusus terutama apabila di dalam pipa terdapat cairan mudah terbakar atau gas. Radiasi Radiasi pada pengelasan dapat dikategorikan radiasi non ionizing. Radiasi yang ditimbulkan oleh busur las ini mempunyai sifat dapat dilihat. oleh sebab itu mata harus dilindungi dengan kaca gelap yang sesuai. Penggunaan kabel yang terlalu panjang hendaknya dihindari dan agar praktis gunakan kabel sependek mungkin. Besar diameter kabel grounding harus disesuaikan dengan besarnya arus.

sedangkan sebagian lain akan tertinggal dan melekat pada kantong udara dalam paru-paru (alveoli) sehingga bila sudah terakumulasi akan dapat menimbulkan berbagai penyakit pernapasan. sedangkan yang lebih halus akan terbawa masuk ke dalam paru-paru. Sebagian akan dihembuskan kembali. dasar dan flux pada saat operasi. loga. Elektroda merupakan penghasil fume yang paling utama. Agar tidak membahayakan lingkungan setiap aktivitas pengelasan yang berada di dekat lokasi kerja yang lain agar mempergunakan partisi yang dibuat dari bahan tahan api dan harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi pantulan atau refleksi ataupun melindungi spatter keluar dari ruangan. Komposisi kimia fume tergantung dari proses pengelasan dan elektrodanya. Efek dari sinar las terhadap pekerja yaitu merusak retina mata dan muncul kebutaan akibat efek termis dari sinar pada retina. Butiran debu dengan ukuran > 0. Disamping itu dapat mengakibatkan konjunctivitis fotoelektrica yang disebabkan sinar ultraviolet yang berasal dari pengelassan dan dapat juga terjadi katarak. Fume (debu/ asap las) Fume biasanya terlihat pada setiap operasi pengelasan.2 mikrometer s/d 3 mikrometer.5 mikrometer bila terhisap akan tertahan oleh bulu hidung dan bulu pada pipa pernapasan. Pantulan atau radiasi sinar ultra violet yang besar ini biasanya dari pengelasan dengan prosesgas tungsten atau gas metal arc welding yang dipergunakan untuk pengelasan aluminium atau baja stainless. Fume ini terdiri dari komponen yang dihasilkan dari elektroda. Diameter debu dalam asap las (fume) berkisar antara 0. Misalnya pada pengelasan dengan 18 .

Berbagai gas berbahaya terkandung dalam fume yang terjadi pada pekerjaan pengelasan antara lain adalah karbon monoksida. 19 . butan dan gas untuk pelindung seperti argon. helium. antara lain oksigen. gas alam. karbon dioksida. Untuk itu haruslah diingat pada saat pengelasan di dalam ruangan tertutup atau tida cukup sirkulasi udaranya. Fume dapat juga di hasilkan dari pelapisan residu pada logam. diperlukan adanya ventilasi mekanik. karbon monoksida. hydrogen. Gas yang dipergunakan untuk keperluan pengelasan. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi juru las.5 meter per detik atau 100 feet per menit. disamping gas-gas lain yang terbentuk dari penguraian bahan pelapis. carbon dioksida dan nitrogen. ozon. yaitu : 1. namun usaha ini sangatlah sulit untuk dilaksanakan terutama pada pengelasan ditempat yang tertutup/ kurang ventilasi. dan nitrogen dioksida. Sebagai gambaran kasar kebutuhan udara segar tiap juru las adalah 2000 cuft per menit. Usaha untuk mengurangi pengaruh fume ini secara praktis adalah apabila fume masih dapat terlihat bernafaslah di luar kepulan fume tersebut. karat dan lain- lain.menggunakan elektroda jenis law hydrogen maka di dalam asap las akan terdapat fluor (F) dan oksida kalium dan sebagainya. acetylene. pemotongan. Sebagai contoh logam yang di galvanis (pelapisan seng) akan menghasilkan asap pada saat di las. propan. GAS Terdapat 2 (dua) tipe gas yang perlu mendapat perhatian. Kecepatan udara yang ditiupkan atau disedot kira-kira 0.

Bila seseorang bernafas dalam udara yang mengandung 0. Gas nitrogen dioksida.5 ppm ozon selama 3 jam akan merasa sesak nafas. Gas ini dapat memberikan rangsangan yang kuat terhadap mata dan pernapasan 20 . carbon monoksida. Gas ozon ini terjadi karena reaksi foto kimia dari sinar ultra violet. Hal ini akan dapat menyebabkan kekurangan oksigen dalam darah yang membahayakan system syaraf. Gas ini bila masuk ke dalam saluran pernapasan tidak merangsang tetapi akan bereaksi dengan haemoglobin seperti halnya gas carbon monoksida. sakit dada dan kekeringan pada saluran nafas. Gas yang ditimbulkan selama proses pengelasan. Di dalam udara sudah terdapat gas ini dengan konsentrasi sebesar 300 ppm. Gas karbon monoksida mempunyai sifat afinitas yang tinggi terhadap hemoglobin yang dengan sendirinya akan mengurangi daya penyerapan oksigen. Tetapi ikatan gas nitrogen monoksida dengan Hb jauh lebih kuat dan tidak mudah terlepas bahkan akan mengikat oksigen yang dibawa oleh Hb. antara lain ozon. Gas karbon dioksida ini sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh manusia bila konsentrasinya tidak terlalu tinggi. Gas karbon dioksida. nitrogen dioksida. Pada konsentrasi 1 – 2 ppm dalam waktu 2 jam orang akan merasakan pusing. Gas ozon. Gas karbon monoksida. Pengaruh gas-gas tersebut diatas terhadap tubuh manusia adalah sebagai berikut : 1. 2. Gas karbon dioksida diubah menjadi karbon monoksida dengan konsentrasi yang menurun pada jarak semakin jauh dari tempat pengelasan. 3. 4. 5. hydrogen chloride dan phosgene. Gas nitrogen monoksida. karbon dioksida. 2.

Untuk dapat bernafas dengan baik diperlukan minimum 18 % oksigen. Gas argon lebih berat dari pada udara sehingga cenderung akan berada di bagian bawah lantai kerja atau akan terakumulasi di dalam suatu cekungan. Sedangkan kalau kurang dari persentase tersebut akan dapat mengakibatkan pusing-pusing. 2. Beberapa peraturan di Negara maju mempersyaratkan kandungan oksigen dalam udara yang baik adalah 19. Namun kandungan oksigen besar dari 21 % juga sangat berbahaya karena akan dapat meningkatkan bahaya kebakaran atau peledakan. 3. Gas helium lebih ringan dari pada udara sehingga mempunyai tendensi akan terkumpul di bagian atas ruang kerja. Untuk mengantisipasi hal tersebut di dalam pekerjaan pengelasan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Gas pelindung seperti halnya karbon dioksida. helium atau argon akan bercampur dengan udara bebas setelah dipergunakan dalam proses pengelasan. 21 . Silinder gas pelindung jangan ditempatkan di ruangan terbatas 4. Udara mengandung kurang lebih 21 % oksigen dan campuran kurang lebih 79% nitrogen dengan sejumlah kecil gas-gas lain. Sebelum memulai suatu pekerjaan yakinkanlah bahwa di tempat tersebut cukup mempunyai ventilasi. Apabila gas-gas ini berada dalam jumlah yang sangat besar akan sangat berpengaruh pada udara yaitu dengan berkurangnya kadar oksigen dalam udara. pingsan atau bahkan kematian.5 %.

Tingkat kebisingan yang dihasilkan dalam pekerjaan pengalasan adalah sebagai berikut : . namun pada pengelasan otomatik.Ozon dapat timbul sebagai interaksi sinar ultraviolet yang dipancarkan dari busur las dengan oksigen di udara. Ozon akan menjadi probem utama dalam pengelasan. GMAW alluminium. Uap dari solven yang menimbulkan dipergunakan untuk membersihkan cat. terutama alluminium silicon filler alloy 4043. Ozon ini mempunyai bau yang sangat menyengat dan dapat menimbulkan iritasi saluran pernafasan. Untuk menghindari hal ini sebelum melakukan pengelasan jangan membersihkan logam dengan solven. Guna mengurangi pengaruh bahaya terhadap juru las atau orang yang bekerja di dekat pekerjaan pengelasan disarankan penggunaan pelindung telinga. atau campuran cat sendiri dapat menghasilkan phosgene dan hydrogen chloride yang sangat berbahaya bila terkena sinar ultraviolet. Gas berbahaya lain yang ditimbulkan dalam proses pengelasan antara lain adalah gas dari pelapis logam dan pelarut Pada beberapa kasus pengelasan tanpa menghilangkan pelapis logam tidak diijinkan karena disamping menghasilkan hasil yang kurang baik juga pelapis logam dapat menimbulkan gas-gas beracun. Pengelasan dengan GTAW 50 – 60 dB 22 . Bunyi / Suara Tingkat bising yang tinggi dalam pekerjaan pengelasan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. jangan mengelas di dekat pekerjaan pengecatan yang menggunakan solven dan jauhkanlah kaleng-kalen penyimpanan solven dari daerah pengelasan. busur las sebaiknya ditutup dengan kaca atau plastic yang dapat mengabsobsi radiasi sinar ultra violet.

. Disarankan tidak memakai cincin pada waktu bekerja (mengelas). Spark atau spatter yaitu titik kecil material cair yang memercik dari daerah pengelasan dan menyebar cukup jauh. Harus selalu diingat bahwa di dalam pekerjaan pengelasan api sewaktu-waktu dapat timbul di sekeliling lokasi sehingga APAR harus selalu tersedia dan pekerja harus 23 . Untuk sebelum melakukan pengelasan harus diyakinkan tidak ada material yang mudah terbakar di sekeliling tempat kerja termasuk korek api gas. Pada pengelasan di tempat tinggi perlu diperhatikan bahwa spatter kemungkinan jatuh ditempat yang cukup jauh. Pengelasan dengan FCAW 50 – 86 dB . . Bahaya Lain Bahaya lain yang dapat terjadi misalnya : . Guna mengurangi akibat bahaya karena material panas juru las harus dilengkapi dengan baju dan sarung tangan pelindung dan baju pelindung yang sesuai. Air carbon arc 96 – 116 dB Pelindung telinga harus dipergunakan pada waktu mengerjakan arc gauging atau pekerjaan lain yang menimbulkan tingkat kebisingan (dB) yang cukup tinggi. Pengelasan dengan SMAW 62 – 82 dB . Material panas akibat proses pengelasan. Pengelasan dengan GMAW 70 – 82 dB . Pengelasan dengan Oxyfuel < 70 dB . Spatter ini akan menimbulkan bahaya terbakar bila terkena kulit yang tak terlindungi atau menimbulkan bahaya api bila kontak dengan material yang mudah terbakar.

Ruang kerja disiapkan agar cukup sinar. Alat pemadam kebakaran sederhana. itulah yang menyebabkan begitu pentingnya keselamatan kesehatan kerja bagi seorang welder pada proses pengelasan las listrik. 6. Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Mempersiapkan 1. alat listrik. bahan bakar dan bahan yang mudah terbakar dimasukkan dalam tempat yang aman. tali crane. bersih dari segala pencemaran dan tingkat kebisingan rendah. seperti las. yaitu. dll dipastikan beroperasi secara aman 7. cukup aliran udara. Peralatan keselamatan dan kesehatan kerja pribadi disiapkan agar tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan kerja diri sendiri dan orang lain. 3. Ada beberapa tahapan dalam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja. Semua pekerjaan yang berpotensi sebagai sumber kecelakaan kerja. 24 . peralatan perawatan kecelakaan elektris. Seorang welder harus memperhatikan keselamatan kesehatan kerja dengan baik dan benar agar saat melakuka n proses pengelasan las listrik dapat berjalan dengan aman dan benar.diberi tahu cara penggunaannya. apabila dalam melakukan proses pengelasan las listrik seorang welder tidak memperhati kan keselamatan kesehatan kerja baik bagi dirinya sendiri. agar tidak berpotensi terjadinya kebakaran. alat-alat serta mesin-mesin yang digunakan maupun bagi orang-orang disekelilingnya akan berdam pak buruk bagi pekerjaan dalam proses produksinya. Setelah pekerjaan pengelasan selesai periksa apakah di daerah tersebut tidak ada api atau material panas yang ditinggalkan. 4. Obat-obatan & peralatan PPPK disiapkan 2. mekanis dan kimiawi disiapkan 5. Peralatan keselamatan dan kesehatan kerja bagi diri sendiri tempat kerja disiapkan. Bahan kimia.

Selama melaksanakan pekerjaan. Semua hubungan peralatan listrik harus dilakukan secara aman terhadap bahaya kebakaran dan hubung pendek. 2. 3. 2. Pelaksanaan pekerjaan sesuai prosedur SOP yang ditentukan. Setiap timbul kecelakaan kerja. Setiap adanya kesulitan pelaksanan K-3 korban harus segera dibawa ke dokter atau Rumah sakit terdekat Mengevaluasi 1.. 9. Semua kejadian yang berhubungan dengan K-3 dilaporkan dalam buku laporan secara bulanan sampai selesainya 25 . segera dilakukan Perto-longan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) . 4. Peralatan kerja yang dipakai tidak boleh mengganggu keselamatan dan kesehatan kerja orang lain. 8. Kebutuhan obat-obatan untuk kecelakaan kerja yang sering hasil perawatan terjadi diidentifikasi dan diurutkan dari frekuensi terbanyak. 3. 10. Melaksanakan 1. Semua peralatan kerja yang dipakai harus tidak mencemari lingkungan sekitar. Memakai 1. Sistem pengamanaan alat listrik diperiksa dan dipastikan bekerja dengan baik. Kendaraan mobil atau kendaraan lain disiapkan untuk membawa korban emergency ke dokter atau rumah sakit terdekat. 5. pengobatan di lingkungan kerja dan tindak lanjut yang diperlukan. 4. Kelengkapan peralatan kerja yang berhubungan dengan K3 diperiksa terlebih dahulu. harus dihindari dari pekerjaan timbulnya kecelakaan dan penurunan kesehatan kerja 3. Semua kecelakaan yang terjadi dan obat yang diberikan dan memeriksa didiagnosis dan dicatat sesuai dengan ketentuan kesehatan. 2. 4. Semua peralatan kerja yang dipakai disesuaikan dengan peralatan kerja prosedur SOP dan pemakaian yang aman. Pencabangan listrik dengan stop kontak secara bertingkat harus dihindari. Segala kejadian yang berhubungan dengan K-3 dicatat dan dievaluasi .

pekerjaan. Pada proses pengelasan la s listrik banyak sekali hal-hal yang membahayakan dan perlu diperhatikan baik bagi welder. hal-hal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:  Percikan bunga api yang dapat membahayakan welder maupun mesin las listrik yang dapat mengenai kulit. Keselamatan kesehatan kerja bagi seorang welder pada proses pengelasan las listrik sangat diperlukan karena dalam proses produksi suatu pekerjaan dibutuhkan welder yang produktivitasnya tinggi tanpa merugikan semua pihak yang terkait didalamnya. yang semua itu akan mengganggu berjalannya proses produksi. Oleh karena itu dalam melakukan proses pengelasan las listrik setiap welder harus memperhatikan keselamatan kesehatan kerja yang sesuai.  Efek radiasi sinar ultra violet dan ultra merah las listrik yang dapat membahayakan kesehatan mata dan organ dalam tubuh welder maupun orang- orang disekelilingnya.  Asap las listrik dan debu beracun. dapat membahayakan welder dan orang- orang disekelilingnya. mata welder dan masuk kedalam perangkat- perangkat dalam mesin las listrik. tapi dibalik semua itu tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan yang tidak disengaja meskipun telah mematuhi tentang prosedur keselamatan kesehatan kerja yang benar dan sesuai.dan orang-orang disekitarnya. asap tersebut dapat mengganggu proses pernafasan welder. Dalam melakukan proses pengela san las lirtrik harus mematuhi prosedur yang benar terutama pada keselamatan kesehatan kerjanya. 26 . mesin las listrik. baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri.

hal ini tidak terlalu penting apabila weld er telah menggunakan celana panjang yang berbahan dasar kain tebal seperti kain levis serta memakai sepatu 27 . untuk melindungi kaki dari percikan bunga api.  Menggunakan sarung tangan dan sarung lengan tangan.  Memakai sepatu las. dimana sinar yang ditimbulkan oleh las listrik tidak boleh dilihat langsung dengan mata telanjang sampai dengan jarak minimal 16 meter. hal-hal tersebut diantaranya:  Memakai apron yang berbahan dasar kulit hewan/kain yang tebal yang berlapis atau baju dan ce lana panjang yang berbahan dasar kain levis untuk melindingi tubuhnya dari percikan bunga api dan efek radiasi sinar ultra violet dan ultra merah yang dapat membahayakan keselamatan kesehatan kerjanya. Pada proses pengelasan las listrik terdapat hal-hal yang perlu di perhatikan seorang welder dan semua pihak yang terkait didalamnya terutama dalam keselamatan kesehatan kerjanya . dan kemudian diserahkan kepada ahlinya.  Helm las listrik. agar mendapat perawatan sesuai prosedurnya dan dapat digunakan kembali sesuai dengan fungsinya. kedua alat ini berfungsi hampir sama dengan apron yaitu melindungi dari percikan bunga api dan efek radiasi sinar ultra violet dan ultra merah yang ditimbulkan oleh las listrik dan untuk memudahkan pemegangan elektroda.apabila terjadi kecel akaan baik pada welder dan sesuatu apapun yang ada disekelilingnya harus melakukan pertolongan pertama agar kecelakan itu tidak berakibat fatal bagi korbannya. helm ini dilingkapi dengan dua kaca hitam dan putih atau satu kaca hitam yang berfungsi untuk melindungi kulit muka dan mata dari efek radiasi sinar ultra violet da n ultra merah yang dapat merusak kulit maupun mata.

agar welder dapat bekerja tanpa gangguan apapun yang mengelilinginya dan dapat berkonsentreasi dengan maksimal.  Hal yang perlu lainnya seperti “kamar las”. karena hal tersebut akan menyebabkan serbuk-serbuk besi masuk kedalam mesin las listrik.  Mesin las listrik dibersihkan dari kotoran dan debu setelah selesai digunakan agar kotoran dan bebu tidak mengendap didalam mesin las listrik.  Respirator (alat bantu pernafasan).  Kawat elektroda yang masih aktif dijauhkan atau sebaiknya dihindarkan dari mesin las listrik.  Sebaiknya tidak melakukan penggerindaan disekitar mesin las listrik. untuk menjaga pernafasan agar tetap stabil pada saat melakukan proses penge lasan las listrik dari asap las.  Melakukan perawatan khusus (shut down) secara berkala agar mesin dapat berfungsi standart. dan untuk melindungi asap dan debu yang ber acun masuk ke paru-paru. tetapi tidak ada salahnya jika digunakan. kamar las juga berfungsi agar orang-orang disekelilingnya tidak terganggu oleh yang diakibat kan oleh las listrik.  Mesin las listrik sebaiknya dimatikan apabila telah selesai digunakan. karena pernafasan sangat penting dalam proses metabolisme manusia. hal-hal yang harus diperhatikan antara lain adalah:  Percikan bunga api sebaiknya ti dak mengenai mesin las listrik.  Tidak menaruh benda apapun diatas atau didekat sekitar mesin las listrik. hal ini boleh tidak dilakukan apabila kamar las telah mempunyai sister pembuangan asap dan debu-debu beracun (blower) yang baik. Dalam hal lain welder juga harus memperhatikan mesin las yang dipakai agar dapat terus digunakan sesuai dengan fungsinya. 28 . safety yang standart untuk pengelasan. tetapi tidak ada salahnya jika diguna kan.

mengurangi dan memadamkan kebakaran  Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan  Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya  Memberi pertolongan pada kecelakaan  Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja  Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu. Menurut peraturan perundang-un dangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja sebagai berikut :  Mencegah dan mengurangi kecelakaan  Mencegah. hembusan angin. kelembaban. cuaca. keracunan. tanaman atau barang  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan  Mengamankan dan memperlancar peke rjaan bongkar muat. sinar atau radiasi. infeksi dan penularan  Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai  Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik  Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup  Memeliharan kebersihan. debu.Kebisingan juga mempengaruhi baik buruknya suatu proses produksi dalam pengelasan las listrik. perlakuan dan penyimpanan barang  Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya 29 . karena Kebisingan diartikan sebagai suara yang tidak dikehendaki . suara dan getaran  Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik phisik maupun psychis. cara dan proses kerjanya  Mngamankan dan memperlancar pengangkitan orang. kotoran. lingkungan. musik dan sebagainya atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup. misalnya yang merintangi terd engarnya suara-suara. binatang. kesehatan dan ketertiban  Memperoleh keserasian antara tenaga kerja. uap. alat kerja. asap. gas.

e. i. Pada proses pengelasan las listrik ha rus selalu memperhatikan prosedur yang benar tentang keselama tan kesehatan kerjanya. g. Keselamatan kesehatan kerja sangat penting dalam proses pengelasan las listrik. c. Selalu memperhatikan keadaan diseke lilingnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam setiap proses pengelasan las listrik. Setiap welder harus bisa merefresh atau menyegarkan diri baik secara jasmani maupun rohani agar tidak mengganggu dalam proses pengelasan las listrik. b. h. D. Setiap welder harus selalu waspada terhadap sesuatu yang akan mengganggu keselamatan kesehatan kerjanya. Pada proses pengelasan las listrik selalu mengutamakan keselamatan kesehatan kerjanya. f. baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan sesuatu apapun yang ada disekitarnya. Upaya dan Saran Pencegahan terhadap Risiko Potensial 1. Setiap welder harus mam pu menjaga keselamatan ke sehatan kerja. Upaya Pencegahan a. Pada proses pengelasan las listrik setiap orang ha rus saling mengingatkan tentang pentingnya keselamatan kesehatan kerja. 30 .Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. Setiap welder harus mengerti bahaya-bahaya yang diakibatkan las listrik dan mengerti bagaimana menanggulanginya. d.

31 . terutama bagi penulis dan pemilik pabrik. Apabila terdapat oknum- oknum tertentu yang dengan sengaja melakukan tindakan melanggar tentang keselamatan kesehatan kerja yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain supaya dikenakan sanksi yang berlaku. BAB IV PENUTUP A. B. Kesimpulan Hendaknya dalam setiap melakukan proses pengelasan las listrik selalu memperhatikan dan mengutamakan keselamatan kesehatan kerja baik bagi welder itu sendiri maupun orang lain yang ada disekitarnya karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap suatu proses produksi. terutama di bidang industri. Dengan demikian kita bisa bersama-sama untuk membangun dan melestarikan budaya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Saran Semoga dengan ditulisnya laporan ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Lampiran 32 .

33 .