You are on page 1of 42

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO D BLOK 26 TAHUN 2016

Tutor: Bahrun Indawan Kasim, SKM., M.Si

Disusun oleh: Kelompok B4
Aziska Rani 04011281320026
Devin Chandra 04011181320016
Marlan Pardamean L. H 04011281320022
Muhammad Galih Wibisono 04011181320022
Muhammad Muharrary A 04011281320008
M. Sasini Rohideta 04011381320010
Rhamdani 04011281320018
Riana Eka Emas Santi 04011181320010
Siti Evi Marissa 04011181320114
Siti Farahhiyah D.M 04011281320046
Siti Rokoyah R. Sakti 04011281320038
Siti Shalihah R. N 04011381320004

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan tutorial yang berjudul “Laporan Tutorial Skenario D Blok 26 Tahun 2016”
sebagai tugas kompetensi kelompok.
Kami menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.
Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, kami banyak mendapat bantuan, bimbingan dan
saran. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan syukur, hormat, dan terimakasih
kepada :
1. Tuhan YME, yang telah merahmati kami dengan kelancaran diskusi tutorial,
2. Bahrun Indawan Kasim, SKM., M.Si selaku tutor kelompok B4
3. Teman-teman sejawat FK Unsri, terutama kelas PSPD B 2013
Semoga Tuhan YME memberikan balasan atas segala amal yang diberikan kepada
semua orang yang telah mendukung kami dan semoga laporan tutorial ini bermanfaat bagi
kita dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Palembang, 1 Juni 2016

Kelompok B4

ii

KEGIATAN DISKUSI

Tutor : Bahrun Indawan Kasim, SKM., M.Si

Moderator : Siti Farahhiya D.M
Sekretaris : M Sasini Rohideta
: Devin Chandra
Presentan : Siti Shalihah R.N

Pelaksanaan : 30 Mei dan 1 Juni 2016
10.00 – 12.00 WIB

Peraturan selama tutorial:
- Diperbolehkan untuk minum
- Meminta izin kepada moderator untuk meninggalkan ruangan di tengah tutorial
- Alat komunikasi mode silent
- Pada saat ingin berbicara terlebih dahulu mengacungkan tangan, lalu setelah diberi izin
moderator baru bicara
- Saling menghargai dan tidak saling menggurui

iii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
KEGIATAN DISKUSI .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv
SKENARIO D BLOK 26 TAHUN 2016 .............................................................. 5
I. KLARIFIKASI ISTILAH ........................................................................ 6
II. IDENTIFIKASI MASALAH ................................................................... 7
III. ANALISIS MASALAH ............................................................................ 8
IV. LEARNING ISSUE .................................................................................. 44
V. KESIMPULAN .........................................................................................
VI. KERANGKA KONSEP ...........................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................

iv

Klarifikasi Istilah 1. Setelah mendapat data yang diperlukan dr Anggi melapor ke Pak Camat sebagi penanggung jawab wilayah agar segera mengumpulkan Kepala desa. I. Skenario D blok 26 Dr Anggi adalah seorang dokter menjabat pimpinan puskesmas “Meranti” yang baru bertugas 4 bulan. Dalam 7 hari ini mendapati pasien 5 orang anak Sekolah Dasar yang terkena Demam Berdarah yang dirujuk ke Rumah Sakit. PHBS : (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadran sehingga anggota keluarga atau 5 . Kepala Sekolah. Puskesmas : Unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertaggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya 2. Kader kesehatan. untuk mengadakan Promosi Kesehatan dan Survei mawas diri. Pak RT. Tokoh agama. Pimpinan Puskesmas langsung mengadakan pertemuan dengan staf Puskesmas (penanggung jawab promosi kesehatan dan petugas penyehatan Lingkungan) untuk melihat bagaimanan jadwal Promosi kesehatan di wilayah Puskesmas dan bagaimana PHBS di Sekolah Dasar tersebut.

Demam Berdarah : Penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oeh nyamuk 4. Pak RT. Dalam 7 hari ini mendapati pasien 5 orang anak Sekolah Dasar yang terkena Demam Berdarah yang dirujuk ke Rumah Sakit. Promosi Kesehatan : Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari. Survei Mawas Diri : Kegiatan pengenalan. keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan kesehatan 3. Setelah mendapat data yang diperlukan dr Anggi melapor ke Pak Camat sebagi penanggung jawab wilayah agar segera mengumpulkan Kepala desa. bidan di desa) 6.(Main Problem) 2. seusai sosial budaya setempat dan didukung kebijakan public yang berwawasan kesehatan 5. 3. Identifikasi Masalah 1. 6 . untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong diri sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat. Dr Anggi adalah seorang dokter menjabat pimpinan puskesmas “Meranti” yang baru bertugas 4 bulan. Kader Kesehatan : Warga tenaga sukarela dalam bidang kesehatan yang langsung dipilih oleh dan dari para masyarakat yang tugasnya membantu dalam pengembangan kesehatan masyarakat II. pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat di bawah bimbingan kepal desa atau kelurahan dan petugasn kesehatan(petugas puskesmas. Pimpinan Puskesmas langsung mengadakan pertemuan dengan staf Puskesmas (penanggung jawab promosi kesehatan dan petugas penyehatan Lingkungan) untuk melihat bagaimanan jadwal Promosi kesehatan di wilayah Puskesmas dan bagaimana PHBS di Sekolah Dasar tersebut.

Analisis Masalah 1. Kepala Sekolah. Apa saja syarat-syarat dari kejadian luar biasa? Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Tokoh agama. Dr Anggi adalah seorang dokter menjabat pimpinan puskesmas “Meranti” yang baru bertugas 4 bulan. Keadaan tertentu yang rentan terjadinya KLB adalah keadaan bencana dan keadaan kedaruratan.Timbulnya suatu penyakit menular tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal pada suatu daerah. Kader kesehatan. dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Dalam 7 hari ini mendapati pasien 5 orang anak Sekolah Dasar yang terkena Demam Berdarah yang dirujuk ke Rumah Sakit. untuk mengadakan Promosi Kesehatan dan Survei mawas diri III. dan keracunan.(Main Problem) A. penyakit yang juga dapat menimbulkan KLB adalah penyakit tidak menular. apabila memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut: . Suatu daerah dapat ditetapkan dalam keadaan KLB. Disamping penyakit menular. 7 .

B.Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu) kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau lebih dibandingkan dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.Peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama 3 (tiga) kurun waktu dalam jam. Dalam kasus kita tidak bisa mengetahui apakah ini masuk dalam kejadian luar biasa (KLB) atau tidak karena tidak adanya data yang tercantum pada bulan- bulan sebelumnya. . .Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu) kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau lebih dibandingkan dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama. KLB DBD ditetapkan bila ditemukan satu atau lebih kondisi berikut: .Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya. hari atau minggu menurut jenis penyakitnya.Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya dalam kurun waktu jam. . yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal pada suatu daerah. hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya.Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya . 1501/2010. .Timbulnya suatu penyakit menular tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Permenkes No. . .Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 (satu) tahun menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan pada tahun sebelumnya. Apa fungsi puskesmas terkait dengan scenario? 8 . .Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada satu periode menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.

 Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan. posyandu. Upaya Kesehatan Masyarakat(UKM) adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga. yang secara fungsional maupun struktural pembina program kesehatan di 9 .75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat Pasal 5 ayat (1). seperti Kepala Puskesmas. pencegahan. binasuasana. SBH. kelompok. Pelaksanaan promkes diluar gedung dilaksanakan puskesmas bekerjasama dengan berbagai fihak potensial melalui metode advokasi. Anggi sebagai pimpinan puskesmas terhadap kasus? Ditingkat petugas. Puskesmas menyelenggarakan fungsi:  Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya. Melakukan upaya berupa preventif dengan berupa promosi kesehatan yang dilakukan dengan sasaran masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas yang bersangkutan sebagai upaya untuk meningkatkan PHBS dengan pengorganisaian masyarakat. karang taruna. penyembuhan penyakit. dan masyarakat. Apa peran dr. pejabat di tingkat kabupaten/kota. majlis taklim dan lain sebagainya) 3) Promosi kesehatan melalui pendekatan organisasi masyarakat (ormas) seperti kelompok kesenian tradisional dan lain sebagainya 4) Penggerakan dan pengorganisasian masyarakat melalui:  Kunjungan rumah  Pemberdayaan berjenjang  Pengorganisasian masyarakat melalui Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) C. strategi ini ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan. gerakan pemberdayaan yang dijiwai semangat kemitraan dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Promosi kesehatan melalui pendekatan individu 2) Promosi kesehatan melalui pendekatan kelompok (TP PKK.  Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya. pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan.

termasuk memberikan keteladanan. seperti adanya peraturan tertulis.Sasaran 10 . Tujuan Program promosi kesehatan ini bertujuan meningkatkan informasi dan kesadaran anak-anak dan masyarakat agar terhindar dari penyakit DBD dan komplikasinya melalui pemahaman akan tindakan dan perilaku hidup sehat terhindar dari penyakita DBD b. komitmen. program atau peraturan yang berorientasi sehat. dukungan dana.Mengadakan penyuluhan kepada murid-murid. maka strategi yang dilakukan. Waktu. wilayahnya. baik sasaran primer. petugas kebersihan sekolah dasar serta orang tua murid agar paham dengan benar penyakit DBD dan dapat membagikan informasi yang didapat ke masyarakat yang tidak mengikuti penyuluhan. dan Tenaga Pelaksana . yaitu: . Menanggulangi dan melakukan kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD agar penyebaran penyakit dapat diatasi c. Tujuannya adalah agar para pimpinan atau pengambil keputusan mengupayakan kebijakan. staf pengajar. Strategi Masalah pokok program promosi kesehatan ini mengenai penanganan penyakit DBD baik yang sudah terjangkit maupun yang tidak terjangkit. 4) Lakukan advokasi dengan cara yang menarik dengan menggunakan teknik dan metoda yang tepat. . Tempat Pelaksanaa. Memasang poster-poster berisi materi tentang peyakit DBD di beberapa tempat umum dan di sekolah-sekolah dasar guna menambah informasi bagi warga sekolah dan masyrakat umum . sekunder atau tersier 2) Siapkan informasi data kesehatan yang menyangkut PHBS di 5 tatanan. D. pegawai. 3) Tentukan kesepakatan dimana dan kapan dilakukan advokasi. Sasaran. 5) Simpulkan dan sepakati hasil advokasi. Melakukan pemberatasan sarang nyamuk sebagai vektor penyakit DBD melalui kerjasama dengan lintas program yang dikoordinasikan oleh kepala wilayah/daerah berdasarkan data surveilan lokasi dan tempat tinggal . 6) Buat ringkasan eksekutif dan sebarluaskan kepada sasaran. Bagaimana penyuluhan untuk pencegahan pada kasus diatas? Perencanaan Promosi Kesehatan DBD a. Langkah-langkah Advokasi 1) Tentukan sasaran yang akan diadvokasi.

Sasaran primer meliputi anak-anak di sekolah dasar.00 pagi – 12. dan kader kesehatan. tenaga pelaksananya terdiri dari tenaga medis dan non- medis. kepala desa. tokoh agama. kepala sekolah. abatesasi dan 3M (mengubur. petugas kebersihan sekolah (di lingkungan sekolah dasar). yaitu pada hari sabtu di setiap bulan. ketua RT. Sasaran yang dituju pada pelaksanaan promosi kesehatan ini terbagi menjadi 3 sasaran utama. yaitu kader setempat.00 siang). dan mengubur) yang dilaksanakan di seluruh sekolah-sekolah dasar dan kediaman warga pada daerah mayoritas yang didapatkan dari hasil data surveilan. Kegiatan pokok . dengan jadwal kunjungan yang berbeda-beda tiap minggunya dan berlangsung selama setengah hari (jam 07. pegawai. Tempat pelaksanaan Tempat dimana akan dilangsungkannya promosi kesehatan. Dan waktu yang diambil untuk melakukan tindakan pemberantasan jentik nyamuk di koordinasikan dengan pihak sekolah (kepala sekolah) dan pemerintah daerah setempat.Penyuluhan kesehatan 1. . Program pemberantasan penyakit DBD dengan menggunakan metode fogging. Tenaga pelaksana Yang akan melakukan promosi kesehatan berupa penyuluhan adalah staf puskesmas. menguras. Sedangkan tempat akan dipasangnya poster-poster adalah di madding dan tempat-tempat sekitar lingkungan sekolah dasar yang banyak dilalui warga sekolah dan masyarakat umum. . penanggung jawab wilayah (kasus: camat). Tujuan 11 . Sasaran tersier meliputi masyarakat umum yang dapat mengetahui informasi dari sasaran sekunder ataupun dari penerimaan informasi yanng diberikan dalam bentuk poster. dan petugas kebersihan di sekolah. Sedangkan. . dan masyarakat yang sukarela membantu (lingkungan masyrakat) khususnya untuk kegiatan fogging. Sasaran sekunder meliputi staf pengajar. yaitu di aula/ruang pertemuan/ruang kelas tiap-tiap sekolah dasar yang akan dikunjungi. Waktu pelaksanaan Waktu pelaksanaan yang dipilih untuk penyuluhan kesehatan. d.

Materi tiap poster yang akan diberikan. ialah pasien harus meminum air putih yang cukup setiap harinya untuk menghindari dehidrasi. Pengertian DBD b. Penularan DBD d. Selain itu. diharapkan masyarakat dapat segera membawa anaknya atau keluarga lain yang kemungkinan terjangkit ke klinik kesehatan. Apabila anak atau kerabat justru telah menunjukkan gejala atau telah terdiagnosa DBD. atau IGD Rumah Sakit. Memberikan informasi dan pengetahuan yang benar dan tepat mengenai penyakit DBD agar kesadaran masyarakat akan penyakit DBD meningkat. dan petugas kebersihan di sekolah dasar Sasaran tersier : Masyarakat umum dan tenaga kesehatan 3. nyeri sendi. 2. Dengan pengetahuan mengenai gejala dan tanda DBD. diantaranya demam 2 – 7 hari. yaitu: 1. minuman isotonik dan jus jambu yang dipercaya oleh masyarakat selama ini juga dapat 12 . diharapkan orang tua dan masyarakat tahu apa yang harus dilakukan selain memberikan obat-obatan yang telah dianjurkan oleh dokter. Melakukan penanganan bagi pasien penyakit DBD. muncul bintik-bintik merah. 2. Penanganan umum yang sebaiknya diketahui. mimisan. gusi berdarah. Gejala DBD e. Masyarakat perlu tahu gejala dan tanda penyakit DBD sebelum terjadi komplikasi. Pencegahan dan edukasi DBD . Poster Promosi kesehatan akan memberikan 3 macam poster mengenai DBD yang masing-masing akan diperbanyak hingga 10 lembar agar lebih efektif dan mudah dilihat oleh masyarakat. dengan pengetahuan yang dimiliki oleh sasaran mengenai penyakit DBD maka dapat meningkatkan kerjasama dengan masyarakat umum lainnya dalam pemberantasan penyakit DBD dengan berbagi informasi tersebut. Penatalaksanaan DBD f. puskesmas. Materi penyuluhan meliputi : a. Sasaran Sasaran primer : Anak-anak di sekolah dasar Sasaran sekunder : staf pengajar. Penyebab dan faktor resiko DBD c. Gejala umum DBD yang patut di ketahui masyarakat. pegawai.

3. diberikan. dan sela siku dan lutut. dan yang terakhir pastikan pasien mengonsumsi semua obat yang dianjurkan oleh dokter. Bagaimana program pencegahan DBD pada kasus? Pelaksanaan promkes dalam pengendalian vektor sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 581/Menkes/SK/VII/1992: “upaya pemberantasan penyakit demam berdarah dengue dilakukan melalui kegiatan pencegahan. sela paha. setiap hari akan muncul nyamuk yang baru menetas dari tempat perkembang biakannya Karena itu cara yang tepat adalah memberantas jentiknya yang dikenal dengan istilah PSN DBD yaitu singkatan dari Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue.00 – 18. ketiak. Selama jentiknya tidak dibasmi. Fogging fokus adalah fogging yang dilakukan dititik fokus dan sekitarnya dengan jarak radius 100 m atau ± 20 rumah sekitarnya.00 – 10. penanggulangan lain dan penyuluhan kepada masyarakat. diharapkan masyarakan dapat menjalani hidup bersih dan sehat terhindar dari penyakit DBD. Nyamuk Aedes aegypti dapat diberantas dengan fogging (pengasapan) racun serangga. penanggulangan seperlunya. Fogging terbuka adalah pada saat fogging / pengasapan dilakukan semua pintu dan jendeladibuka lebar – lebar. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan meliputi tindakan 3M plus. Dilakukan sekitar jam 7. Melakukan pengasapan saja tidak cukup. Fogging tertutup adlah pada saat fogging dilakukan semua pintu dan jendela ditutup rapat – rapat. Dilakukan sekitar jam 7. karena dengan pengasapan itu yang mati hanya nyamuk (dewasa) saja. termasuk racun serangga yang dipergunakan sehari-hari di rumah tangga.00.00 – 18.00. Dilakukan dua siklus dengan jarak seminggu. Dengan mengetahui berbagai tindakan-tindakan yang dapat dilakukan. pengamatan penyakit dan penyelidikan epidemiologi.00 dan jam 15.00 – 10. 13 . apabila badan panas pasien dapat dikompres dengan air hangat di kening.” 1. Tindakan pencegahan terjadinya penyakit DBD. Cara memberantas nyamuk dewasa Fogging (pengasapan). penemuan. E. Tindakan pencegahan wajib diketahui oleh masyarakat agar tak terjangkit penyakit DBD.00 dan jam 15. pelaporan penderita. berikan makanan yang cukup gizi. .

 Menutup rapat-rapat tempat penampungan air  Menguburkan. yaitu:  Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali. atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas. Syarat PE /penyelidikan epidemiologi ( + ):  Dalam radius 100 m dari rumah penderita DBD ada 2 kasus DBD lainnya  Dalam radius 100 m dari rumah penderita DBD ditemukan ada kasus demam tanpa sebab jelas  Dalam radius 100 m dari rumah penderita DBD ditemukan 1 kasus meninggal karena sakit DBD 2. memanfaatkan. Selain itu ditambah dengan cara lainnya (yang dikenal dengan istilah 3M plus). dan lain-lain. diikuti abatisasi. minuman burung dan tempat-tempat lainnya seminggu sekali  Perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak 14 . plastik bekas. Fogging fokus dilakukan setelah penyelidikan epidemiologi positif. Cara memberantas jentik Aedes aegypti PSN DBD dilakukan dengan cara 3M. seperti:  Ganti air vas bunga. mengumpulkan.

satu sendok teh peres (yang diratakan atasnya) berisi 5 gram Altosid 1. Bila tidak ada – alat penakar.3 G adalah sebagai berikut: Untuk 100 liter air cukup dengan 2. Bila menggunakan Abate disebutAbatisasi.3 G atau 5 gram untuk 200 liter air. Larvasidasi Larvasidasi adalah menaburkan bubuk pembunuh jentik ke dalam tempat- tempat penampungan air. Altosid 1.3 G (bahan aktif: Metopren 1. gunakan sendok teh. yaitu membubuhkan bubuk pembunuh jentik (Abate 1 G. Gunakan takaran khusus yang sudah tersedia dalam setiap kantong Altosid 1. pemakaman. Selanjutnya tinggal membagikan atau menambahkannya sesuai dengan banyaknya air. dan lain-lain. gunakan sendok makan.  Menggunakan Altosid 1.  Lakukan larvasidasi. kebun. rumah-rumah kosong. Bila tidak ada alat untuk menakar.5 gram bubuk Altosid 1. 15 .tempat lain yang dapat menampung air hujan di pekaranga. dan  Gunakan obat nyamuk (bakar. Tutup lubang-lubang pada potongan bambu.3 G dan Sumilarv 0. Takaran tidak perlu tepat betul. Selanjutnya tinggal membagikan atau menambahkannya sesuai dengan banyaknya air yang akan diabatisasi.3 G. Takaran tidak perlu tepat betul. satu sendok makan peres (yang diratakan di atasnya) berisi 10 gram Abate 1 G.3%) – Takaran penggunaan Altosid 1. Cara melakukan larvasidasi:  Menggunakan bubuk Abate 1 G (bahan aktif: Temephos 1%) – Takaran penggunaan bubuk Abate 1 G adalah sebagai berikut: Untuk 100 liter cukup dengan 10 gram bubuk Abate 1 G dan seterusnya. pohon dan lain-lain misalnya dengan tanah  Bersihkan/keringkan tempat-tempat yang dapat menapung air seperti pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat.3 G.5 G (DBD)) di tempat- tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air  Pelihara ikan pemakan jentik nyamuk  Pasang kawat kasa di rumah  Pencahayaan dan ventilasi memadai  Jangan biasakan menggantung pakaian dalam rumah  Tidur menggunakan kelambu. gosok) dan lain-lain untuk mencegah gigitan nyamuk.

Yaitu dengan melakukan penyemprotan dengan obat anti serangga yang dapat dibeli di toko-toko seperti baygon. raid dan lain lain serta memakai lotion anti nyamuk.25 gram bubuk Sumilarv 0. 16 . Bagaimana siklus hidup dan cara penularan virus dengue (vector nyamuk)? a) Vektor DBD Virus Dengue ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae). Takaran tidak perlu tepat betul. tempat-tempat persediaan air agar dikosongkan lebih dahulu sebelum diisi kembali.5 gram). Kegiatan Puskesmas adalah membantu : a) Tim Propinsi/Dati II untuk survai larva dan nyamuk. Maksudnya agar larva-larva dapatdisingkirkan. Ae. Kecuali Ae.5 G (DBD) atau 0.polynesiensis dan Ae. dan 2) Fogging dengan malathion atau fonitrothion. Ae aegypti merupakan vektor epidemi yang paling utama. b) Membantu penyiapan rumah penduduk untuk di-fogging.5 gram untuk 200 liter air.5%) – Takaran penggunaan Sumilarv 0.5 G (DBD) adalah sebagai berikut: Untuk 100 liter air cukup dengan 0. Pemberantasan vektor dalam keadaan wabah.aegypti semuanya mempunyai daerah distribusi geografis sendiri-sendiri yang terbatas. F.Dalam usaha jangka panjang untuk daerah dengan vektor tinggi dan riwayat wabah DBD maka kegiatan Puskesmas lebih lanjut yaitu: 1) Abatesasi untuk membunuh larva dan nyamuk. Perlindungan perseorangan Memberikan anjuran untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu dengan meniadakan sarang nyamuknya di dalam rumah. Pemberantasan vektor jangka panjang (pencegahan) Satu cara pokok untuk pemberantasan vektor jangka panjang ialah usaha peniadaan sarang nyamuk. namun spesies lain seperti Ae. 3.5 G (DBD) (bahan aktif:piriproksifen 0.  Menggunakan Sumilarv 0. niveus juga dianggap sebagai vektor sekunder.albopictus. vas bunga dikosongkan tiap minggu. Gunakan takaran khusus yang tersedia (sendok kecil ukuran kurang lebih 0. Meskipun mereka merupakan host yang sangat baik untuk virus dengue. 4. menguras bak mandi seminggu sekali yaitu dengan menggosok dinding bagian dalam dari bak mandi tersebut.

kecuali di tempat-tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. seperti : pakaian. ban bekas. Nyamuk ini menggigit pada siang hari (pukul 09. Biasanya sedikit di atas permukaan air. Biasanya di tempat yang agak gelap dan lembab.00-10. Gambar nyamuk aedes Aegypti Nyamuk penular dengue ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia. kelambu atau tumbuh-tumbuhan di dekat berkembang biaknya.00). Demam berdarah sering menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi sampai siang hari (Anggraeni. dan lain-lain. tempayan. Nyamuk Aedes aegypti betina menghisap darah manusia setiap 2 hari. Nyamuk Aedes aegypti menyenangi area gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Setelah masa istirahat selesai.00) dan sore hari (pukul 16. nyamuk ini akan mencari tempat hinggap (beristirahat). 2010) 17 . kamar yang gelap. Protein dari darah tersebut diperlukan untuk pematangan telur yang dikandungnya. drum. Nyamuk ini banyak ditemukan di bawah meja. bangku. Setelah menghisap darah.2007). Tempat hinggap yang disenangi ialah benda-benda yang tergantung.biasanya mereka merupakan vektor epidemi yang kurang efisien dibanding Ae. kaleng. atau dibalik baju-baju yang digantung.sekali bertelur biasanya 100-200 butir/ekor.00- 17. nyamuk itu akan meletakkan telurnya pada dinding bak mandi/WC.aegypti. Selanjutnya nyamuk akan mencari mangsanya (menghisap darah) lagi dan seterusnya (Depkes RI .

Nyamuk menjadi infektif 8-12 hari sesudah mengisap darah penderita yang sedang viremia (periode inkubasi ekstrinsik) dan tetap infektif selama hidupnya Setelah melalui periode inkubasi ekstrinsik tersebut. myalgia (nyeri otot). pusing. Nyamuk Aedes aegypti betina dapat hidup >14 hari bahkan bisa sampai 2- 3 bulan. hilangnya nafsu makan dan berbagai tanda atau gejala lainnya. b) Siklus penularan Nyamuk Aedes betina biasanya terinfeksi virus dengue pada saat dia menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia) yaitu 2 hari sebelum panas sampai 5 hari setelah demam timbul. kelenjar ludah nyamuk bersangkutan akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ketubuh orang lain. Setelah masa inkubasi di tubuh manusia selama 3 . 18 .4 hari (rata-rata selama 4-6 hari) timbul gejala awal penyakit secara mendadak. yang ditandai demam.

virus dengue dan nyamuk Aedes aegypti.Gambar Siklus DBD Viremia biasanya muncul pada saat atau sebelum gejala awal penyakit tampak dan berlangsung selama kurang lebih lima hari. maka virus dengue ikut terhisap dan akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk pada kelenjar liurnya. Hal tersebut merupakan bukti pola penularan virus secara vertikal dari nyamuk-nyamuk betina yang terinfeksi ke generasi berikutnya. tahap-tahap replikasi dan penularan virus dengue terdiri dari: 19 . Saat-saat tersebut penderita dalam masa sangat infektif untuk vektor nyamuk yang berperan dalam siklus penularan. Bila nyamuk menggigit /mengisap darah orang yang sehat maka virus tersebut akan dipindahkan bersama air liur nyamuk. Penularan dapat terjadi bila ada tiga factor yang berperan yaitu manusia. jika penderita tidak terlindung terhadap kemungkinan digigit nyamuk.Bila nyamuk Aedes aegypti menggigit/ mengisap darah manusia penderita DBD. Jika orang yang ditularkan tidak memiliki kekebalan maka ia akan segera menderita DBD dalam waktu 7 hari Menurut Soegijanto (2006).

virus menginfeksi sel darah putih dan jaringan limfatik 4.virus bereplikasi dalam organ target 3.virus yang ada dalam darah terhisap nyamuk yang lain 6.virus bereplikasi dalam kelenjar saliva nyamuk Aedes aegypti untuk kemudian akan ditularkan kembali ke manusia (Soegijanto.virus ditularkan ke manusia melalui saliva nyamuk 2. d) Host Virus dengue menginfeksi manusia dan beberapa spesies dari primata rendah.virus dilepaskan dan bersirkulasi dalam darah 5. c) Masa inkubasi Infeksi Dengue mempunyai masa inkubasi antara 2 sampai 14 hari. Bagaimana sistem rujukan dalam pelayanan kesehatan? 20 . meskipun studi yang dilakukan di Malaysia dan Afrika menunjukkan bahwa monyet dapat terinfeksi oleh virus dengue sehingga dapat berfungsi sebagai host reservoir. biasanya 4-7 hari. Semua orang rentan terhadap penyakit ini. lalu menginfeksi kelenjar saliva 7. 1. Tubuh manusia adalah reservoir utama bagi virus tersebut. 2006). pada anak-anak biasanya menunjukkan gejala lebih ringan dibandingkan dengan orang dewasa Penderita yang sembuh dari infeksi dengan satu jenis serotipe akan memberikan imunitas homolog seumur hidup tetapi tidak memberikan perlindungan terhadap terhadap infeksi serotipe lain dan dapat terjadi infeksi lagi oleh serotipe lainnya G.virus bereplikasi atau melipatgandakan diri dalam tubuh nyamuk.

Pimpinan Puskesmas langsung mengadakan pertemuan dengan staf Puskesmas (penanggung jawab promosi kesehatan dan petugas penyehatan Lingkungan) untuk melihat bagaimanan jadwal Promosi kesehatan di wilayah Puskesmas dan bagaimana PHBS di Sekolah Dasar tersebut. A.2. Bagaimanan indicator PHBS di Sekolah Dasar? 21 .

Terdapat larangan untuk tidak meludah di sembarang tempat. Tersedia sarana untuk mencuci tangan menggunakan sabun. demam. keluarga. nyeri/panas di daerah tungkai.  Cara merawat bayi baru lahir dan cara menyusui yang benar serta cara menyimpan ASI khususnya bagi ibu bayi yang bekerja Pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia 0. 3. 5. 7.  Tanda bahaya dan penyakit pada masa nifas antara lain perdarahan lewat jalan lahir.lain. Tersedia tempat sampah. dengan indikator: 1. sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius dan pelakuan khusus. yaitu bayi hanya diberikan ASI saja sebagai makanan dan minuman utama. Apa saja program promosi kesehatan di puskesmas? PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI RUMAH TANGGA Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. sakit dan lain. berwarna kemerahan.6 bulan. bersalin dan nifas merupakan kelompok yang rawan terhadap gangguan kesehatan.  Inisiasi Menyusu Dini. Terdapat larangan untuk tidak merokok.  Pendampingan suami dalam pemeriksaan dan persalinan. PEMBINAAN KESEHATAN ANAK 22 . yang menjadikan seseorang. Terdapat larangan untuk tidak mengonsumsi NAPZA. Terwujudnya Institusi Pendidikan Ber-PHBS. tangan atau kaki bengkak. 6. wajah. Tersedia sarana untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. 2.  Pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin kepada Bidan Poskesdes minimal 4 kali selama hamil. 8. PEMBINAAN KESEHATAN IBU Ibu hamil. 4. payudara bengkak. Tersedia jamban sehat. Materi penyuluhan tentang:  Tanda dan bahaya kehamilan. Terdapat kegiatan memberantas jentik nyamuk secara rutin B. kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

Pemberdayaan adalah pemberian informasi dan pendampingan dalam mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan. Menyusun perencanaan dan evaluasi di unit kesehatan lingkungan 2.  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Strategi promosi kesehatan paripurna terdiri dari (1) pemberdayaan. Penyehatan lingkungan C. ISPA c. Malaria e. Diare b. dan Evaluasi Kegiatan Promosi dilakukan bersama-sama dengan Koordinator Program yang terkait 3.  Gizi balita. serta dilandasi oleh semangat (4) kemitraan. Pelaksanan. DBD f. Penyakit gigi dan mulut d. guna membantu individu. Mengurangi bahkan menghilangkan semua unsur fisik dan lingkungan yang memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat melaluli penyuluhan kesehatan lingkungan 3. Penyehatan lingkungan dan pemukiman D.  Imunisasi dasar lengkap dan lanjutan. yang didukung oleh (2) bina suasana dan (3) advokasi. Apa saja tugas dari penanggung jawab promosi kesehatan dan petugas penyehatan Lingkungan? Tugas dari Pemegang Program Promosi Kesehatan : 1.  Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif. Filariasis h. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BERBAGAI JENIS PENYAKIT DAN MASALAH KESEHATAN a. Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap semua Kegiatan Promosi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas 2. Flu burung i. Penyehatan air bersih 4. Penyuluhan langsung kepada perorangan maupun kelompok Tugas dari Petugas Penyehatan Lingkungan : 1. Perencanaan. HIV/AIDS j. terutama yang menyangkut pelayanan kesehatan tentang bayi baru lahir dan balita. Cacingan g.  Penyakit yang sering menyerang anak. Pelayanan Posyandu. 23 . Bagaimana stragtegi promosi kesehatan di Sekolah Dasar? Strategi promosi kesehatan di sekolah dasar secara garis besar sama dengan strategi promosi kesehatan pada umumnya.

Ekstrakurikuler: Pemeriksaan rutin dan berkala. . . keluarga atau kelompok-kelompok masyarakat menjalani tahap-tahap tahu. Mata pelajaran Pendidikan Jasmani. pengajuan proposal pengadaan tempat sampah organik dan anorganik. Dokter Kecil/Kader Kesehatan Remaja. dsb. Olahraga dan Kesehatan. penyuluhan pentingnya buang sampah pada tempatnya. b. Contoh strategi pemberdayaan di sekolah adalah pengadaan penyuluhan cuci tangan sebelum makan. Sumber: Promosi Kesehatan di Wilayah Bermasalah Kesehatan. Contoh strategi bina suasana di sekolah adalah melarang guru untuk merokok dan/atau membuang sampah sembarangan sehingga siswa tidak terpapar pengaruh lingkungan yang negatif serta tidak mencontoh kegiatan yang tidak sehat. dsb. 24 . Sedangkan advokasi adalah pendekatan dan motivasi terhadap pihak- pihak tertentu yang diperhitungkan dapat mendukung keberhasilan pembinaan PHBS baik dari segi materi maupun non materi. Contoh strategi advokasi di sekolah adalah pengedaran imbauan kepada orangtua untuk mengajarkan perilaku hidup bersih di rumah. Bagaimana Program kesehatan yang ada di sekolah Dasar? Kegiatan Trias UKS 1) Pendidikan Kesehatan a. Bina suasana adalah pembentukan suasana lingkungan sosial yang kondusif dan mendorong dipraktikkannya PHBS serta penciptaan panutan- panutan dalam mengadopsi PHBS dan melestarikannya. mau dan mampu mempraktikkan PHBS. PKS (Patroli Keamanan Sekolah). 2011 Gambar: Strategi Promosi Kesehatan E. . Kurikuler: . Mata pelajaran lain yang mengintegrasikan.

e) Ahli teknologi pengetahuan kesehatan/ pelayanan kesehatan kepada guru dan peserta didik. b) Unsur Petugas UKS Puskesmas. 2) Pelayanan Kesehatan a) Penjaringan termasuk pemeriksaan kesehatan. F. c) Unsur Guru. Lomba kebersihan kelas. dan lain-lain. c) Sumber air bersih. Ketua : Kepala Sekolah. Sekretaris II : Ketua Komite Sekolah. Siapa saja petugas pelayanan kesehatan di Sekolah dasar? Tim Pelaksana UKS Struktur Tim Pelaksana UKS yaitu: Pembina : Lurah/Kepala Desa. Membantu tenaga & bakat dibidang kesehatan lain promosi merancang pemberdayaan kesehatan b. c) Pengobatan peserta didik yang dirujuk (kalau ada). Melakukan bina 25 . . 3) Pembinaan Lingkungan Sekolah a) Ruang/sudut UKS. dan lain-lain. Sekretaris I : Guru Pembina UKS/Pembina UKS. d) Pemberantasan sumber infeksi. d) Unsur Peserta didik. Siapa saja yang dapat menjadi petugas khusus promosi kesehatan di suatu wilayah? Sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah di sebutkan bahwa standar tenaga khusus promosi kesehatan untuk puskesmas adalah sebagai berikut : Kualifikasi Jumlah Kompetensi Umum D3 Kesehatan + minat 1 orang a. Anggota : a) Unsur Komite Sekolah/Orang tua. dan lain-lain. G. b) Imunisasi dan upaya pencegahan lain. b) Kantin/Warung sekolah. d) Lomba sekolah sehat.

yaitu (a) bina suasana individu. BINA SUASANA INDIVIDU Bina suasana individu dilakukan oleh individu-individu tokoh masyarakat. untuk mengadakan Promosi Kesehatan dan Survei mawas diri A. Pak RT. Kader kesehatan. seperti pengurus Rukun Tetangga (RT). majelis pengajian. Tokoh agama. dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut. Pak RT. Kepala Desa. BINA SUASANA KELOMPOK Bina suasana kelompok dilakukan oleh kelompok-kelompok dalam masyarakat. Yaitu dengan mempraktikkan perilaku yang sedang diperkenalkan tersebut (misalnya seorang kepala sekolah atau pemuka agama yang tidak merokok). Oleh karena itu. Kepala Sekolah. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial di mana pun ia berada (keluarga di rumah. suasana dan advokasi 3. pengurus Rukun Warga (RW). Terdapat tiga kategori proses bina suasana. Setelah mendapat data yang diperlukan dr Anggi melapor ke Pak Camat sebagi penanggung jawab wilayah agar segera mengumpulkan Kepala desa. orang-orang yang menjadi panutan/idola. Apa peran Pak Camat. perlu dilakukan bina suasana. serikat pekerja/ karyawan. kelompok arisan. Tokoh agama. organisasi Profesi. perkumpulan seni. Dalam kategori ini tokoh-tokoh masyarakat menjadi individu- individu panutan dalam hal perilaku yang sedang diperkenalkan. (b) bina suasana kelompok dan (c) bina suasana publik. organisasi siswa/mahasiswa. Kepala Sekolah. Lebih lanjut bahkan mereka juga bersedia menjadi kader dan turut menyebarluaskan informasi guna menciptakan suasana yang kondusif bagi perubahan perilaku individu. organisasi 26 . khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu ke fase mau. untuk memperkuat proses pemberdayaan. majelis agama dan lain-lain. Kader Kesehatan pada kasus? Bina Suasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan.

majalah. maka media-media massa tersebut lalu menjadi mitra dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang perilaku yang sedang diperkenalkan dan menciptakan pendapat umum atau opini publik yang positif tentang perilaku tersebut. demografi. Bina suasana ini dapat dilakukan bersama pemuka/tokoh masyarakat yang telah peduli. situs internet dan lain-lain. organisasi Siswa/mahasiswa. Bentuk dukungan ini dapat berupa kelompok tersebut lalu bersedia juga mempraktikkan perilaku yang sedang diperkenalkan. organisasi pemuda. akan diidentifikasi dan dirumuskan masalah- masalah kesehatan yang dihadapi dan mungkin dihadapi masyarakat serta berbagai penyebab masalah kesehatan tersebut. Suasana atau pendapat umum yang positif ini akan dirasakan pula sebagai pendukung atau “penekan” (social pressure) oleh individu-individu anggota masyarakat. serikat pekerja dan lain-lain. koran. Dari survei ini. Dalam kategori ini media-media massa tersebut peduli dan mendukung perilaku yang sedang diperkenalkan. mengadvokasi pihak-pihak yang terkait dan atau melakukan kontrol sosial terhadap individu-individu anggotanya. B. b) Identifikasi masalah kesehatan c) Survai mawas diri Adalah sebuah survei sederhana oleh para pemuka masyarakat dan perangkat desa/kelurahan yang dibimbing oleh fasilitator dan petugas Puskesmas. BINA SUASANA PUBLIK Bina suasana publik dilakukan oleh masyarakat umum melalui pengembangan kemitraan dan pemanfaatan media-media komunikasi. seperti radio. dan kesehatan. Dalam kategori ini kelompok-kelompok tersebut menjadi kelompok yang peduli terhadap perilaku yang sedang diperkenalkan dan menyetujui atau mendukungnya. d) Musyawarah desa atau kelurahan 27 . Bagaimana langkah-langkah promosi kesehatan di masyarakat? a) Pengenalan kondisi wilayah Dilakukan oleh fasilitator dan petugas Puskesmas dengan mengkaji data profil desa atau kelurahan dan hasil analisis situasi perkembangan desa atau kelurahan. televisi. Dengan demikian. sehingga akhirnya mereka mau melaksanakan perilaku yang sedang diperkenalkan. sehingga dapat tercipta pendapat umum. Data yang perlu dikaji antara lain data geografi. Wanita.

yaitu sebuah lembaga kemasyarakatan di mana para pemuka masyarakat desa/ kelurahan berkumpul secara rutin untuk membahas pengembangan kesehatan masyarakat desa/ kelurahan. f) Pelaksanaan kegiatan Promosi kesehatan dilaksanakan dengan pemberdayaan keluarga melalui Dasawisma yang didukung oleh bina suasana dan advokasi.Sosialisasi masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat dan prioritasnya yang hendak ditangani. Dalam pembinaan kelestarian juga dilaksanakan pencatatan dan pelaporan perkembangan kesehatan masyarakat desa/ kelurahan. Camat berkedudukan sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan. Bertujuan untuk: .Rekrutmen/ pengaktifan kembali dan pelatihan kader kesehatan serta biaya dan jadwal pelaksanaannya. termasuk PHBS di rumah tangga. Dari segi PHBS. Mencapai kesepakatan UKBM yang hendak dibentuk atau diaktifkan kembali. Memantapkan data potensi desa atau kelurahan dan dukungan atau bantuan yang diperlukan. . bertujuan untuk menyadarkan masyarakat desa/ kelurahan tentang adanya sejumlah perilaku yang memicu masalah kesehatan. Menggalan semangat dan partisipasi warga untuk mengembangkan kesehatan masyarakat. . . Apa saja wilayah yang dipertanggung jawab kan oleh Pak Camat? Camat merupakan pemimpin kecamatan sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota. Sarana-sarana yang perlu diadakan atau diperbaiki serta biaya dan jadwal pengadaan/perbaikannya. Musyawarah berakhir dengan dibentuknya forum desa. . C. dan 28 . berada di bawah. . Kegiatan pembinaan PHBS di rumah tangga akan dilaksanakan oleh kader kesehatan dengan pendekatan Dasawisma. e) Perencanaan partisipatif Rencana pengembangan kesehatan masyarakat mencakup: . . . g) Evaluasi dan Pembinaan kelestarian Evaluasi dan pembinaan kelestarian merupakan tugas dari kepala desa/ kelurahan dan perangkatnya dengan dukungan dari berbagai pihak. utamanya pemerintah.

bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah kabupaten atau kota. 19 Tahun 1998 tentang Kecamatan. camat atau sebutan lain adalah pemimpin. Menurut Peraturan Pemerintah No. D. b) Berjalan bersama masyarakat mengkaji lapangan ( Transection walk): c) Wawancara dengan kunjungan rumah. dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. tertutup dan menjaring 5. singkat. pengisian formulir. Dipergunakan untuk memandu pengumpulan data 3. Menampung juga harapan masyarakat 29 . padat & tidak bersifat mempengaruhi responden 4. observasi dan pemeriksaan fisik rumah dan anggotanya. Bagaimana cara pelaksanaan survey mawas diri? Cara melaksanakan Survei Mawas Diri (SMD) Pengamatan langsung dengan cara: a) Observasi partisipatif: Melakukan koordinasi dengan pengurus RW siaga tentang rencana survei mawas diri terkait dengan tujuan. Berdasarkan prioritas masalah yang ditemui di Puskesmas & Desa (data sekunder) 2. d) Wawancara mendalam (DKT/FGD) secara kelompok Langkah – langkah Survei Mawas Diri (SMD) a) Persiapan  Menyusun daftar pertanyaan : 1. dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati/Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. Kombinasi pertanyaan terbuka. dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. Bersama kader dasar wisma melakukan pendataan dari rumah ke rumah dengan metode tanya jawab. Camat diangkat oleh bupati/walikota atas usul sekretaris daerah kabupaten/kota dari pegawai negeri sipil yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan. Camat diangkat oleh bupati atau wali kota atas usul sekretaris daerah kabupaten atau kota terhadap Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat. metode dan strategi pelaksanaannya. Pertanyaan harus jelas.

sebagai bahan untuk MMD d) Pengolahan data Setelah data diolah. sebagai berikut: a) DATA GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI : Peta wilayah dan batas-batas wilayah. (2) Identifikasi Masalah Kesehatan. tingkat pendidikan.  Menentukan Kriteria responden. lingkungan sekitarnya. jumlah RW. termasuk cakupan wilayah & jumlah KK b) Pelaksanaan:  Pelaksanaan interview/wawancara terhadap Responden  Pengamatan terhadap rumah-tangga & lingkungan c) Tindak lanjut  Meninjau kembali pelaksanaan SMD. mengolah & menganalisis data yang telah dikumpulkan  Menyusun laporan SMD. Data dasar yang perlu dikaji berkaitan dengan pengenalan kondisi wilayah. PENGENALAN KONDISI WILAYAH Pengenalan kondisi wilayah dilakukan oleh fasilitator dan petugas Puskesmas dengan mengkaji data Profil Desa atau Profil Kelurahan dan hasil analisis situasi perkembangan desa/kelurahan. jumlah penduduk. (4) Musyawarah Desa atau Kelurahan. 1.  Menyusun lembar observasi (pengamatan) Untuk mengobservasi rumah. sebaiknya disepakati: a) Masalah yang dirasakan oleh masyarakat. b) Prioritas masalah c) Kesediaan masyarakat untuk ikut berperan serta aktif dalam pemecahan masalah E. jumlah desa/kelurahan. jumlah RT. b) DATA KESEHATAN : 30 . jumlah rumah tangga. mata pencaharian/jenis pekerjaan.  Merangkum. Bagaimana cara advokasi untuk promosi kesehatan? (1)Pengenalan Kondisi Wilayah. halaman rumah. (3) Survai Mawas Diri. (6) Pelaksanaan Kegiatan dan (7)Pembinaan Kelestarian. (5) Perencanaan Partisipatif.

kelompok arisan jamban. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN 3. dan penyakit lain yang umum dijumpai di Puskesmas). Kecacingan. dan kematian balita). Pneumonia. penyakit Jantung.  Jumlah kematian (kematian ibu.  Jumlah kejadian sakit akibat berbagai penyakit (Diare. Hipertensi. kematian bayi. yaitu sebuah survai sederhana oleh para pemuka masyarakat dan perangkat desa/kelurahan. perlu diselenggarakan Survai Mawas Diri.  Jumlah kader kesehatan/kader PKK. TB. ISPA.  Jumlah ibu hamil. Selain untuk mendata ulang masalah kesehatan. sarana air bersih dan jamban). ibu nifas. kelompok pemakai air. mendiagnosis penyebabnya dari segi perilaku dan menggali latar belakang perilaku masyarakat. cakupan Posyandu. ibu menyusui. 2. khususnya dari segi PHBS. Dalam survai ini akan diidentifikasi dan dirumuskan bersama hal-hal sebagai berikut: 31 . Puskesmas Pembantu. Malaria. survai ini juga bermanfaat untuk menciptakan kesadaran dan kepedulian para pemuka masyarakat terhadap kesehatan masyarakat desa/kelurahan. ibu bersalin. yang dibimbing oleh fasilitator dan petugas Puskesmas. dasolin. ormas/LSM yang ada. Jumlah dan jenis Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang ada seperti Posyandu. klinik).  Cakupan upaya kesehatan (cakupan pemeriksaan kehamilan.  Jumlah dan jenis fasilitas kesehatan yang tersedia (Poskesdes. persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. tabulin. SURVAI MAWAS DIRI Sebagai langkah pertama dalam upaya membina peranserta masyarakat. bayi baru lahir dan balita. imunisasi dasar lengkap.

 Memantapkan data/informasi potensi desa atau potensi kelurahan serta bantuan/dukungan yang diperlukan dan alternatif sumber bantuan/dukungan tersebut. setiap perilaku digali faktor-faktor yang menjadi latar belakang timbulnya perilaku tersebut. 32 .  Menggalang semangat dan partisipasi warga desa atau kelurahan untuk mendukung pengembangan kesehatan masyarakat desa/kelurahan. MUSYAWARAH DESA/KELURAHAN Musyawarah Desa/Kelurahan diselenggarakan sebagai tindak lanjut Survai Mawas Diri. Musyawarah Desa/Kelurahan bertujuan:  Menyosialisasikan tentang adanya masalah-masalah kesehatan yang masih diderita/dihadapi masyarakat.  Hal-hal yang menyebabkan terjadinya masalah-masalah kesehatan. sehingga masih menjadi tugas fasilitator dan petugas Puskesmas untuk mengawalnya.  Tabel berikut dapat digunakan sebagai panduan untuk menggali latar belakang setiap perilaku. baik dari sisi teknis kesehatan maupun dari sisi perilaku masyarakat. Dari sisi perilaku. Perilaku Pengetahuan Sikap Norma/Nilai Teladan Sarana penyebab masalah kesehatan 4.  Mencapai kesepakatan tentang urutan prioritas masalahmasalah kesehatan yang hendak ditangani.  Mencapai kesepakatan tentang UKBM-UKBM yang hendak dibentuk baru atau diaktifkan kembali. No.  Masalah-masalah kesehatan yang masih diderita/dihadapi dan mungkin (potensial) dihadapi masyarakat serta urutan prioritas penanganannya.

dicantumkan dalam dokumen tersendiri. berikut biaya yang dibutuhkan dan jadwal pengadaan/rehabilitasinya. PERENCANAAN PARTISIPATIF Setelah diperolehnya kesepakatan dari warga desa atau kelurahan. Musyawarah Desa/Kelurahan bertujuan untuk menjadikan masyarakat desa/kelurahan menyadari adanya sejumlah perilaku yang menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan yang saat ini dan yang mungkin (potensial) mereka hadapi. Rencana Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa/Kelurahan harus mencakup:  Rekrutmen/pengaktifan kembali kader kesehatan dan pelatihan pembinaan PHBS di Rumah Tangga untuk para kader kesehatan oleh petugas Puskesmas dan fasilitator. berikut biaya yang diperlukan dan jadwal pelaksanaannya. berikut jadwal pelaksanaannya. Pembuatan rencana dengan menggunakan tabel berikut: No. 5. Hal-hal yang dapat dilaksanakan tanpa biaya atau dengan swadaya masyarakat dan atau bantuan dari donatur (misalnya swasta). Perilaku PHBS yang Pesan Peluang Metode dan yang ada diharapkan Promkes Media  Sarana-sarana yang perlu diadakan atau direhabilitasi untuk mendukung terwujudnya PHBS di Rumah Tangga.  Dari segi PHBS. Forum Desa mengadakan pertemuan-pertemuan secara intensif guna menyusun rencana pengembangan kesehatan masyarakat desa/kelurahan untuk dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Desa/Kelurahan.  Musyawarah Desa/Kelurahan diakhiri dengan dibentuknya Forum Desa.  Kegiatan-kegiatan pembinaan PHBS di Rumah Tangga yang akan dilaksanakan oleh kader kesehatan dengan pendekatan Dasawisma. yaitu sebuah lembaga kemasyarakatan di mana para pemuka masyarakat desa/kelurahan berkumpul secara rutin untuk membahas perkembangan dan pengembangan kesehatan masyarakat desa/kelurahan. Sedangkan hal-hal yang memerlukan dukungan 33 .

pelatihan kader kesehatan oleh fasilitator dan petugas Puskesmas dapat dilaksanakan. petugas Puskesmas dan fasilitator mengajak Forum Desa merekrut atau memanggil kembali kader-kader kesehatan yang ada. 6. dan lain-lain. para kader (dan juga petugas kesehatan) yang bekerja di UKBM harus berupaya meyakinkan individu tersebut akan pentingnya mempraktikkan PHBS berkaitan dengan masalah kesehatan yang sedang dan atau potensial dihadapinya. yang didukung oleh bina suasana dan advokasi. atau dari pemerintah. apakah itu dana dari swadaya masyarakat.  Pemberdayaan Pemberdayaan individu dilaksanakan dalam berbagai kesempatan. pemerintah dimasukkan ke dalam dokumen Musrenbang Desa atau Kelurahan untuk diteruskan ke Musrenbang selanjutnya. Selanjutnya. khususnya pada saat individu individu anggota rumah tangga berkunjung dan memanfaatkan upaya-upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. Poskesdes. Juga melalui 34 . Sedangkan kegiatan-kegiatan lain yang memerlukan dana dilakukan jika sudah tersedia dana. dari donatur (misalnya pengusaha). PELAKSANAAN KEGIATAN Sebagai langkah pertama dalam pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan. Segera setelah itu. Dalam kesempatan ini. kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan biaya operasional seperti penyuluhan dan advokasi dapat dilaksanakan. termasuk dari desa /kelurahan. melalui pemberian informasi dan konsultasi. Promosi kesehatan dilaksanakan dengan pemberdayaan keluarga melalui Dasawisma. Selain itu. Pemberdayaan keluarga dilaksanakan melalui kunjungan ke rumah tangga dan konsultasi keluarga oleh para kader kesehatan. juga untuk mengupayakan sedikit dana (dana desa/kelurahan atau swadaya masyarakat) guna keperluan pelatihan kader kesehatan.

Bina suasana juga dapat dilakukan dengan pemanfaatan media seperti pemasangan spanduk dan atau billboard di jalan-jalan desa/kelurahan.  Advokasi Sebagaimana disebutkan di atas. pengurus arisan. fasilitator dan petugas Puskesmas mengorganisasikan para kader kesehatan dengan membagi tugas dan tanggung jawab melalui pendekatan Dasawisma. pembuatan dan pemeliharaan taman obat/taman gizi percontohan di beberapa lokasi.  Bina Suasana Bina suasana diawali dengan advokasi oleh fasilitator dan petugas Puskesmas untuk menggalang kemitraan. dalam rangka menciptakan opini publik. bimbingan atau pendampingan ketika keluarga tersebut membutuhkan (misalnya tatkala membangun jamban. pengurus organisasi pemuda (seperti Karang Taruna) dan lain-lain. pengurus pengajian. Para pengurus organisasi kemasyarakatan juga termotivasi untuk mendorong anggotaanggotanya agar mempraktikkan PHBS. advokasi dilakukan oleh fasilitator dan petugas Puskesmas terhadap para pemuka masyarakat dan pengurus organisasi kemasyarakatan tingkat desa dan kelurahan. membuat taman obat keluarga dan lain-lain). Seorang atau dua orang kader diberi tugas dan tanggung jawab untuk membina PHBS 5– 10 rumah tangga. Advokasi dilakukan terhadap para pemuka atau tokoh-tokoh masyarakat. penempelan poster di tempat-tempat strategis. Dalam hal ini. pengurus PKK. termasuk pemuka agama dan pemuka adat serta para pengurus organisasi kemasyarakatan di tingkat desa dan kelurahan seperti pengurus Rukun Warga/Rukun Tetangga. pengurus koperasi. suasana yang kondusif dan panutan di tingkat desa dan kelurahan bagi dipraktikkannya PHBS oleh rumah tangga. serta pemanfaatan media tradisional. Keberhasilan advokasi dan penggalangan kemitraan akan memotivasi para pemuka atau tokoh-tokoh masyarakat tersebut untuk berperan aktif dalam bina suasana. agar mereka 35 .

dengan supervisi dari Puskesmas. 36 . agar mereka membantu upaya pengembangan kesehatan masyarakat desa/kelurahan. Kemitraan dan dukungan sumber daya serta sarana dari pihak di luar pemerintah juga sudah tergalang dengan baik dan melembaga. EVALUASI DAN PEMBINAAN KELESTARIAN Evaluasi dan pembinaan kelestarian merupakan tugas dari Kepala Desa/Lurah dan perangkat desa/kelurahan dengan dukungan dari berbagai pihak. radio. dan advokasi di desa dan kelurahan tersebut di atas harus didukung oleh kegiatankegiatan (1) bina suasana PHBS di Rumah Tangga dalam lingkup yang lebih luas (kecamatan. serta (2) advokasi secara berjenjang dari tingkat provinsi ke tingkat kabupaten/kota dan dari tingkat kabupaten/kota ke tingkat kecamatan. advokasi juga dilakukan terhadap para penyandang dana. utamanya pemerintah daerah dan pemerintah. karena perannya sudah dapat sepenuhnya digantikan oleh kaderkader kesehatan. televisi dan internet. 7. Perencanaan partisipatif dalam rangka pembinaan kesehatan masyarakat desa/kelurahan. selain pertemuan-pertemuan berkala serta kursuskursus penyegar bagi para kader kesehatan. Pada tahap ini. Kehadiran fasilitator di desa dan kelurahan sudah sangat minimal. kabupaten/kota. provinsi dan nasional) dengan memanfaatkan media massa berjangkauan luas seperti surat kabar. juga dikembangkan cara-cara lain untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader tersebut. bina suasana. berperanserta dalam kegiatan bina suasana. majalah. termasuk pengusaha. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan. Di samping itu. sudah berjalan baik dan rutin serta terintegrasi dalam proses perencanaan pembangunan desa atau kelurahan dan mekanisme Musrenbang.

sumber daya manusia. Sudah/belum dilaksanakannya kegiatan promkes di masyarakat(kunjungan rumah dan pengorganisasian masyarakat). Bagimana indicator keberhasilan promkes? 1. Indikator Keluaran 37 . yang berjalan secara berjenjang dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. c. pemasangan poster dan lain-lain) dan atau frekuensinya. termasuk PHBS di Rumah Tangga. Sudah/belum dilksanakannya kegiatan promkes didalam gedung (setiap tenaga kesehatan melakukan promosi atau diselenggarakannya klinik khusus. sarana/peralatan. b. Ada/tidaknya sarana dan peralatan promkes puskesmas sesuai denga nacuan dalam standar sarana/peralatan promosi kesehatan puskesmas f. Indikator Proses Proses yang dipantau adalah proses pelaksanaan promkes puskesmas yangmeliputi promkes didalam gedung dan promkes di masyarakat.yaitu masih bagus atau sudah rusak. Indicator yang digunakan meliputi: a. 3. Indicator ini mencakup : a. spanduk dll). Ada/tidaknya dana di Puskesmas yang mencukupi penyelenggaraan promkes puskesmas 2. F. Ada/tidaknya komitmen kepala puskesmas yang tercermin dalam rencana umum pengembangan promosi kesehatan Puskesmas b. Indikator Masukan Masukan yang perlu diperhatikan yang berupa komitmen. Ada/tidaknya tenaga PKM dan tenaga-tenaga kesehatan lain di Puskesmas yang sudah dilatih e. Ada/tidaknya komitmen seluruh jajaran yang tercermin dalam rencana operasional promosi kesehatan puskesmas c. leaflet. Dalam rangka pembinaan kelestarian juga diselenggarakan pencatatan dan pelaporan perkembangan kesehatan masyarakat desa/kelurahan. Ada/tidaknya tenaga PKM puskesmas sesuai dengan acuan dalams tandar SDM Promkes Puskesmas d. dan dana. Pembinaan kelestarian juga dilaksanakan terintegrasi dengan penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan yang diselenggarakan setiap tahun secara berjenjang sejak dari tingkat desa/kelurahan sampai ke tingkat nasional. Kondisi media komunikasi yang digunakan (poster.

Tidak merokok di dalam rumah 38 . Puskesmas sebagai model institusi Kesehatan yang ber PHBS. Indikator yang digunakan berupa cakupan dari kegiatan misalnya : a. Member bayi ASI ekslusif c. biblioterapi. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan b. Berapa banyak pasien/klien yang sudah terlayani oleh berbagai kegiatan promkes dalam gedung (konseling. Indikator PHBS ditatanan rumah tangga. Keluaran yang dipantau adalah kaluaran dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan baik secara umum atau khusus. Indikator dampaknya adalah persentase keluarga atau rumah tangga yang telah mempraktikkan PHBS. Indikator dampak Indikator dampak mengacu pada tujuan dilaksanakannya promkes puskesmas yaitu terciptanya PHBS di masyarakat. Menggunakan air bersih e. yaitu : a. dan lain-lain) c. yaitu dengan : •Puskesmas bebas rokok •Lingkungan bersih •Bebas jentik •Jamban sehat 4. Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun f. Berapa banyak keluarga yang telah mendapat kunjungan rumah oleh puskesmas d. Berapa banyak kelompok masyarakat yang sudah digarap puskesmas dengan pengorganisasian masyarakat. tatanan yang dianggap mewakili evaluasi adalah tatanan rumah tangga (dalam Kebijakan NasionalPromosi Kesehatan disebutkan bahwa Tahun 2010. Makan buah dan sayur i. Memberantas jentik h. Apakah semua tenaga kesehatan puskesmas telah melaksanakan promkes b. Menimbang balita d. Melakukan aktivitas fisik j. e. target rumah tangga PHBS adalah 65%). Menggunakan jamban sehat g.

Puskesmas 39 .IV. Program Promosi Kesehatan 2. Learning Issue 1. Wabah Demam Berdarah 4. PHBS di Sekolah 3. Survei Mawas Diri 5.

Kesimpulan Dr. Tokoh Agama. 40 . dan Kader Kesehatan.V. pimpinan puskesmas “meranti” mendapati pasien 5 orang Sekolah Dasar terkena DBD akan melakukan promosi kesehatan dan survey mawas diri bersama Pak Camat. Kepala Desa. Anggi. Pak RT. Kepala Sekolah.

Anggi Kepala 5 Anak DBD Puskesmas “Meranti” SMD Program Penyehatan Program Promkes Lingkungan Fisik Kimia Biologi Kemitraan Pember Bina Advokasi dayaan Suasana 3M Abate Ikan Plus Cupang Harapan Penyakit DBD ↓ 41 . Kerangka Konsep Dr.VI.

https://www.id/resources/download/promosi-kesehatan/pedoman-pelaksanaan- promosi-kesehatan-di-puskesmas.pdf Eka.pdf http://www.id/resources/download/promosi-kesehatan/panduan-promkes-dbk.promkes.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-dbd. Pedoman Pelaksanaan UKS di Sekolah 42 . http://www.depkes.Daftar Pustaka http://www.id/dl/Buku%20Saku%20Dana%20Desa.id/resources/download/promosi-kesehatan/panduan-promkes dbk.pdf/ diunduh pada tanggal 30 Mei 2016.depkes. 2011.depkes.go.scribd. DEPKESwww. S.go. Jakarta.pdf diunduh pada tanggal 30 mei 2016 Kemendikbud. Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan. S. http://www. Promoso Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan. Survei Mawas Diri.depkes. 2011.go.pdf Kementerian Kesehatan RI.id/download.go. 2015.depkes.com/doc/291521792/Pengertian Survei- Mawas-Diri/ diunduh pada tanggal 30 Mei 2016 Lily.go. 2014.