You are on page 1of 15

Muhammad Fathurrohman Nur

14101102 (S1 TekTel C) 2014


Praktikum Jaringan Komputer
Resume
Pada praktikum jaringan komputer membahas tentang cara mengcrimping
kabel dengan menggunakan alat yaitu. Kabel UTP, Konektor RJ-45, LAN Tester,
Pemotong Kabel, dan Tang Crimping.
Konektor RJ-45 adalah penghubung atau konektor kabel Ethernet (bagian
jejaring komputer) yang digunakan dalam jaringan. Konrktor RJ-45 sebagai
peralatan dalam jaringan yang bias digunakan untuk jaringan telekomunikasi
maupun jaringan internet. RJ-45 ini merupakan konektor yang sudah terstandar
untuk jaringan local seperti LAN maupun jaringan lainnya.
LAN Tester adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk mengecek
kabel internet/UTP yang mempunyai Konektor RJ-45 atau RJ-11. Pada LAN
Tester terdapat LED indikator yang fungsinya mengecek kebenaran pada kabel
yang kita akan cek.
Kabel UTP adalah Unshielded Twisted Pair sebagai media transmisi dalam
jaringan Local Area Network atau LAN. Secara umum, kabel UTP terdiri dari
delepan bagian, Empat buah kabel UTP terpilin menjadi satu dan sepasang kabel
UTP lainnya dihubungkan untuk menerima dan mengirim antar jaringan komputer.
Kabel UTP mempunyai 2 type yang terdiri dari kabel UTP Straight Through
Cable dan kabel UTP Cross Over Cable. Aturan penyusunan pada kabel UTP
Straight Throught Cable dari ujung satu dengan ujung lain harus menggunakan
spesifikasi yang sama. Untuk type kabel UTP Straight Throught Cable biasa
digunakan untuk menghubungkan antara Switch dan Router. Dan aturan
penyusunan pada kabel UTP Cross Over Cable dari ujung satu dengan ujung lain
harus menggunakan spesifikasi yang berbeda. Pada kabel UTP Straight Throught
Cable dan Cross Over Cable memiliki urutan warna yang berbeda beda yaitu.
1. Kabel UTP Straight Throught Cable
WARNA 1 WARNA 2
Putih Orange Putih Orange
Orange Orange
Putih Hijau Putih Hijau
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Hijau
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat

2. Kabel UTP Cross Over Cable


WARNA 1 WARNA 2
Putih Orange Putih Hijau
Orange Hijau
Putih Hijau Putih Orange
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Orange
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat

Selanjutnya mengcrimping kabel UTP bertype Strainght, pertama kupas


bagian ujung kabel UTP secukupnya dengan menggunakan alat pemotong kabel
atau bisa juga dengan alat tang crimping kabel. Uraikan kabel yang telilit menjadi
lurus dan disusun sesuai warna yaitu, pada ujung 1. Putih Orange, Orange, Putih
Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat. Pada ujung 2, sama dengan
ujung 1 yaitu. Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih
Coklat, Coklat. Pada kedua sisi sudah benar atau sudah tersusun dengan rapi,
selanjutnya masukan kabel ke konektor RJ-45. Pada susunan warna kabel ke RJ-45
jangan sampai terbalik, dimulai dari belakangan konektor RJ-45 atau dimulai dari
sebelah kiri. Jika sudah benar, lihat kembali pada bagian ujung RJ-45 terdapat kabel
tembaga dari kabel UTP. Kemudian jika kabel tembaga pada kabel UTP terlihat di
ujung konektor RJ-45 maka di crimping menggunakan tang crimping agar kabel
UTP dan Konektor RJ-45 tidak mudah terlepas. Selanjutnya cek kabel UTP dengan
LAN Tester, jika lampu LED indikator nya sesuai dengan type Straight (1-1, 2-2,
3-3, 4-4, 5-5, 6-6, 7-7, 8-8) maka kabel UTP siap digunakan.
Selanjutnya mengcrimping kabel UTP bertype Cross, Pertama kupas bagian
ujung kabel UTP secukupnya dengan menggunakan alat pemotong atau bias juga
menggunakan alat tang crimping kabel. Uraikan kabel yang telilit menjadi lurus dan
disusun sesuai warna yaitu, pada ujung 1. Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru,
Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat. Pada ujung 2 berbeda dengan yang ujung 1
yaitu. Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat,
Coklat. Pada kedua sisi sudah benar atau sudah tersusun dengan rapi, selanjutnya
masukan kabel ke konektor RJ-45. Pada susunan warna kabel ke RJ-45 jangan
sampai terbalik, dimulai dari belakangan konektor RJ-45 atau dimulai dari sebelah
kiri. Jika sudah benar, lihat kembali pada bagian ujung RJ-45 terdapat kabel
tembaga dari kabel UTP. Kemudian jika kabel tembaga pada kabel UTP terlihat di
ujung konektor RJ-45 maka di crimping menggunakan tang crimping agar kabel
UTP dan Konektor RJ-45 tidak mudah terlepas. Selanjutnya cek kabel UTP dengan
LAN Tester, jika lampu LED indikator nya sesuai dengan type Cross (1-3, 2-6, 3-
1, 4-4, 5-5, 6-2, 7-7, 8-8 ) maka kabel UTP siap digunakan.
Muhammad Fathurrohman Nur
14101102 (S1TekTelC) 2014
Praktikum Jaringan Komputer
RESUME MODUL I
MEMBUAT JARINGAN PEER TO PEER
Pada praktikum jaringan komputer membahas tentang cara membuat
jaringan Peer to Peer dengan menggunakan alat yaitu. Kabel UTP, Konektor RJ-45,
LAN Tester, Tang Crimping, Pemotong Kabel, dan menggunakan 2 komputer
untuk mengecek IP.
Peer to Peer adalah suatu teknologi sharing resource dan service antara satu
komputer dan komputer yang lain. Pengertian yang lebih tepat mengenai Peer to
Peer atau disebut juga (p2p) adalah system terkomputerisasi Client-Server dimana
suatu komputer berfungsi sebagai Client sekaligus sebagai Server, sehingga
memungkinkan komunikasi dan pertukaran resource antara dua komputer secara
langsung (real time).
IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bias saling
terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 blok, setiap blok di isi
oleh angka 0 255. IP Address pun memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host
ID, contoh 192.168.10.1 secara default Net ID nya adalah 192.168.100 sedangkan
Host ID nya adalah 1, agar komputer bias saling terhubung. IP yang digunakan Net
ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda. IP Address memiliki beberapa
kelas yang terdiri dari kelas A, kelas B, kelas C. Pada kelas A 8 bit pertama adalah
Network ID, dan 16 bit selanjutnya adalah Host ID, kelas A memiliki Network ID
dari 0 127. Pada kelas B 16 bit pertama adalah Network ID, dan 16 bit selanjutnya
adalah Host ID, kelas B memiliki Network ID dari 128 191. Pada kelas C 24 bit
pertama adalah Network ID, dan 8 bit selanjutnya adalah Host ID, kelas C memiliki
Network ID dari 192 223.
Selanjutnya cara kerja pertama, membuat kabel UTP yang bertipe Cross.
Pertama kupas bagian ujung kabel UTP secukupnya dengan menggunakan alat
pemotong atau bisa juga menggunakan alat tang crimping kabel. Uraikan kabel
yang telilit menjadi lurus dan disusun sesuai warna yaitu, pada ujung 1. Putih
Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat. Pada
ujung 2 berbeda dengan yang ujung 1 yaitu. Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru,
Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat. Pada kedua sisi sudah benar atau sudah
tersusun dengan rapi, selanjutnya masukan kabel ke konektor RJ-45. Pada susunan
warna kabel ke RJ-45 jangan sampai terbalik, dimulai dari belakangan konektor RJ-
45 atau dimulai dari sebelah kiri. Jika sudah benar, lihat kembali pada bagian ujung
RJ-45 terdapat kabel tembaga dari kabel UTP. Kemudian jika kabel tembaga pada
kabel UTP terlihat di ujung konektor RJ-45 maka di crimping menggunakan tang
crimping agar kabel UTP dan Konektor RJ-45 tidak mudah terlepas. Selanjutnya
cek kabel UTP dengan LAN Tester, jika lampu LED indikator nya sesuai dengan
type Cross (1-3, 2-6, 3-1, 4-4, 5-5, 6-2, 7-7, 8-8 ) maka kabel UTP siap digunakan.
Selanjutnya cara kerja kedua, masukan alamat IP Address ke komputer anda
dengan cara masuk ke menu start lalu klik atau search control panel jika sudah maka
ke network and internet connections selanjutnya ke network connections dan ke
LAN (local area network) klik kanan pada LAN lalu properties. Kemudian cari
TCP/IP (IPV4) klik. Maka masukan alamat IP Addrress sesuai yang diinginkan,
seperti alamat IP Address kelas C maka masukan IP dengan 192.168.10.1 pada
komputer 1 pada komputer 2 tidak boleh sama dengan IP Address pada komputer
1 maka pada komputer ke 2 menggunakan IP Address yaitu 192.168.10.2 lalu klik
ok. Jika komputer sudah di isikan Alamat IP Address maka selanjutnya masukan
kabel UTP yang sudah dibuat dengan type Cross dengan cara masukan kabel UTP
dibelakang CPU pada komputer yang akan di share file atau berbagi data.
Selanjutnya masuk ke menu start pada komputer lalu search atau ketik CMD
Command Prompt kemudian cek IP pada komputer 1 dengan cara mengetikkan
perintah ipconfig ipconfig itu sendiri bertujuan untuk mengetahui alamat IP pada
kedua komputer. Setelah itu pada komputer 1 ketikan alamat IP yang ada pada
komputer 2 yaitu Ping 192.168.10.2. Jika muncul Reply From 192.168.10.2
maka komputer 1 berhasil terhubung dengan komputer 2 dan sebaliknya. Pengertian
latensi adalah waktu yang dibutukan untuk mengirimkan data. Seperti.
Ping Statistics For 192.168.10.2
Packets : Sent : 4, Received : 4, Lost : 0 (0%loss)
Approximate Found Trip Times In Milli Second
Minimum : 0 ms, Maximum : 0 ms, Averange : 0 ms.
Muhammad Fathurrohman Nur
14101102 (S1TekTelC) 2014
Praktikum Jaringan Komputer
RESUME MODUL II
KONFIGURASI ROUTER CISCO MENGGUNAKAN CLI
(COMMAND LINE INTERFACE)
Pada praktikum jaringan komputer membahas tentang Konfigurasi Router
Cisco Menggunakan CLI (Command Line Interface). Dengan menggunakan alat
atau bahan yaitu Software Packet Tracer, 1 Komputer, Kabel Cross, Router 2811,
dan Kabel Console.
CLI (Command Line Interface) merupakan system operasi yang
menggunakan baris perintah dan text. Dalam berinteraksi dengan system operasi
pengguna hanya dapat menggunakan keyboard dengan cara mengetikan perintah
yaitu (Command).
Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat
digunakan sebagai menghubungkan antara komputer satu ke komputer lainnya.
Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau
internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan ruting.
Selanjutnya cara kerja pada konfigurasi router cisco menggunakan CLI.
Pada langkah kerja pertama, instalasi software packet tracer selanjutnya tambahkan
komputer (PC) dan ruoter (2811) pada packet tracer. Selanjutnya pasangkan kabel
cross pada pc ke router dengan cara klik kabel cross lalu klik komputer pilih
fastethernet ke router dengan pilih fastethernet0/0 dan selanjutnya masukan
atau pasangkan kabel console antara komputer ke router dengan cara klik komputer
lalu pilih RS232 ke router dengan pilih console. Pada langkah berikutnya klik
komputer (PC) lalu ke menu desktop kemudian ke terminal. Isikan data bits per
seconds 9600 kemudian isikan data bits 8 pada parity none pada stop bits 1
dan pada flow control Hardware maka akan masuk ke terminal. Selanjutnya ketik
No pada continue with configuraton dialog kemudian klik enter.
Selanjutnya masuk ke menu privillage dengan ketik perintah enable/en
kemudian ketik perintah configure terminal/conf t maka terjadi seperti
(router(config)) yang artinya masuk kemenu konfigurasi. Selanjutnya ketik perintah
yaitu configure terminal maka akan terjadi seperti (router(config-if)) yang artinya
masuk ke menu konfigurasi interface. Selanjutnya memberikan IP Address pada
router dengan menggunakan perintah ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
kemudian enter. Jika sudah diberi IP Address pada router maka ketikan perintah di
terminal no shutdown yang artinya untuk mengaktifkan interface fastethernet
fa0/0. Jika sudah di no shutdown maka ketik perintah exit. Maka privillage
akan terjadi seperti (router(config)). Selanjutnya isikan nama hostname dengan cara
mengetikan perintah yaitu hostname Fathur lalu klik tombol yaitu ctrl-z yang
artinya perintah akan mulai dari awal. Maka hostnamenya akan berubah menjadi
(Fathur#). Kemudian menampilkan IP Address interface dengan cara ketik perintah
show ip interface brief kemudian enter. Maka akan terlihat semua data-data IP
Address yang telah dibuat untuk raouter.
Pada langkah berikutnya klik komputer (PC) lalu ke menu desktop
kemudian pilih IP Configuration. Lalu masukan IP Address untuk komputer dengan
isi 192.168.10.10 dan subnet masknya yaitu 255.255.255.0. jika sudah mengisi IP
Address dadn Subnet Mask maka klik aja cancel atau tanda keluar. Berikutnya
masuk ke command prompt dan ping alamat kedua nya dengan perintah ping
192.168.10.1 lalu enter dan ketik perintah ping 192.168.10.10. jika sudah di ping
maka akan terjadi seperti dibawah gambar ini.

Gambar 1.1 Ping Menggunakan Command Prompt


Muhammad Fathurrohman Nur
14101102 (S1TekTelC) 2014
Praktikum Jaringan Komputer
RESUME MODUL III
ROUTER STATIC
Pada praktikum jaringan komputer membahas tentang Router Statis.
Dengan menggunakan alat atau bahan yaitu Software Packet Tracer, 2 Komputer,
2 Router 1841, dan Kabel Cross.
Routing Static merupakan jenis routing yang dilakukan admin atau
pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju
secara manual. Ciri ciri routing static adalah sebagai berikut ini : jalur spesifik
ditentukan oleh admin jaringan, pengisian table routing dilakukan secara manual
oleh admin jaringan, biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil. Routing
static memiliki keuntungan dan kerugian antara lain.
Keuntungan
1. Meringankan kinerja processor router.
2. Routing static lebih aman dibandingkan routing dinamis.
3. Routing static kebal dari segala usaha hacker untuk menspoof
dengan tujuan membajak traffic.
Kerugian
1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari
masing masing router yang digunakan.
2. Rentan terhadapa kesalahan saat entri data routing static yang
dilakukan secara manual.
3. Administrasinya cukup rumit disbanding rauting dinamis terlebih
jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual.
Selanjutnya cara kerja pada Router Static. Pada langkah kerja pertama,
instalasi software cisco packet tracer selanjutnya tambahkan komputer (PC) dengan
2 komputer, router (1841) dengan 2 router. Kemudian pasangkan kabel cross pada
pc ke router dan router ke router, pada pc ke router yang pertama dengan cara klik
kabel cross lalu klik komputer pilih fastethernet0 ke router dengan pilih
fastethernet0/0, kemudian pada komputer berikutnya juga sama klik komputer
lalu pilih fastethernet0 ke router dengan pilih fastethernet0/0, lalu klik router
ke router dengan cara pilih fastethernet0/1 ke router berikutnya dengan pilih
fastethernet0/1. Selanjutnya berikan IP Address dengan cara klik komputer
pertama, masuk ke menu desktop lalu IP Configuration, isikan IP Address
192.168.10.2, SubnetMask 255.255.255.0, Gateway 192.168.10.1. selanjutnya
masuk ke router pertama dan ke menu CLI untuk mengisi perintah atau setting
dengan cara ketik perintah enable/en lalu ketik perintah configure terminal/ conf
t maka akan terjadi seperti (router(config)) yang artinya masuk ke menu
konfigurasi. Selanjutnya ketik interfaces fa0/0 yang artinya masuk ke menu
interfaces. Lalu isikan ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 kemudian no
shutdown. Selanjutnya ping dengan cara masuk ke komputer pilih menu desktop
dan command prompt, jika berhasil maka akan terjadi pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.1 Ping Pada Komputer Pertama


Pada langkah berikutnya mengisikan IP Address pada komputer kedua
dengan cara klik komputer kedua, masuk ke menu desktop lalu IP Configuration,
isikan IP Address 192.168.30.2, SubnetMask 255.255.255.0, Gateway
192.168.30.1. selanjutnya masuk ke router kedua dan ke menu CLI untuk mengisi
perintah atau setting dengan cara ketik perintah enable/en lalu ketik perintah
configure terminal/ conf t maka akan terjadi seperti (router(config)) yang artinya
masuk ke menu konfigurasi. Selanjutnya ketik interfaces fa0/0 yang artinya
masuk ke menu interfaces. Lalu isikan ip address 192.168.30.1 255.255.255.0
kemudian no shutdown. Selanjutnya ping dengan cara masuk ke komputer pilih
menu desktop dan command prompt, jika berhasil maka akan terjadi pada gambar
dibawah ini.

Gambar 1.2 Ping Pada Komputer Kedua


Muhammad Fathurrohman Nur
14101102 (S1TekTelC) 2014
Praktikum Jaringan Komputer
RESUME MODUL IV
ROUTER STATIC
Pada praktikum jaringan komputer yang terakhir membahas tentang Router
Statis. Dengan menggunakan alat atau bahan yaitu Software Packet Tracer, 2
Komputer, 2 Router 1841, dan Kabel Cross.
Routing Static merupakan jenis routing yang dilakukan admin atau
pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju
secara manual. Ciri ciri routing static adalah sebagai berikut ini : jalur spesifik
ditentukan oleh admin jaringan, pengisian table routing dilakukan secara manual
oleh admin jaringan, biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil. Routing
static memiliki keuntungan dan kerugian antara lain.
Keuntungan
4. Meringankan kinerja processor router.
5. Routing static lebih aman dibandingkan routing dinamis.
6. Routing static kebal dari segala usaha hacker untuk menspoof
dengan tujuan membajak traffic.
Kerugian
4. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari
masing masing router yang digunakan.
5. Rentan terhadapa kesalahan saat entri data routing static yang
dilakukan secara manual.
6. Administrasinya cukup rumit disbanding rauting dinamis terlebih
jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual.
Selanjutnya cara kerja pada Router Static. Pada langkah kerja pertama,
instalasi software cisco packet tracer selanjutnya tambahkan komputer (PC) dengan
2 komputer, router (1841) dengan 2 router. Kemudian pasangkan kabel cross pada
pc ke router dan router ke router, pada pc ke router yang pertama dengan cara klik
kabel cross lalu klik komputer pilih fastethernet0 ke router dengan pilih
fastethernet0/0, kemudian pada komputer berikutnya juga sama klik komputer
lalu pilih fastethernet0 ke router dengan pilih fastethernet0/0, lalu klik router
ke router dengan cara pilih fastethernet0/1 ke router berikutnya dengan pilih
fastethernet0/1. Selanjutnya berikan IP Address dengan cara klik komputer
pertama, masuk ke menu desktop lalu IP Configuration, isikan IP Address
10.20.10.10, SubnetMask 255.255.255.0, Gateway 10.20.10.1. selanjutnya masuk
ke router pertama dan ke menu CLI untuk mengisi perintah atau setting dengan cara
ketik perintah enable/en lalu ketik perintah configure terminal/ conf t maka
akan terjadi seperti (router(config)) yang artinya masuk ke menu konfigurasi.
Selanjutnya ketik interfaces fa0/0 yang artinya masuk ke menu interfaces. Lalu
isikan ip address 10.20.10.1 255.255.255.0 kemudian no shutdown.
Selanjutnya ketik perintah int fa0/1 lalu isikan ip router dengan menulis ip add
192.168.3.1 255.255.255.0 kemudian ketik perintah no sh. Selanjutnys ping
dengan cara masuk ke komputer pilih menu desktop dan command prompt, jika
berhasil maka akan terjadi pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.1 Ping Pada Komputer Pertama


Pada langkah berikutnya mengisikan IP Address pada komputer kedua
dengan cara klik komputer kedua, masuk ke menu desktop lalu IP Configuration,
isikan IP Address 172.30.10.10, SubnetMask 255.255.255.0, Gateway 172.30.10.1.
Selanjutnya masuk ke router kedua dan ke menu CLI untuk mengisi perintah atau
setting dengan cara ketik perintah enable/en lalu ketik perintah configure
terminal/ conf t maka akan terjadi seperti (router(config)) yang artinya masuk ke
menu konfigurasi. Selanjutnya ketik interfaces fa0/0 yang artinya masuk ke menu
interfaces. Lalu isikan ip address 172.30.10.1 255.255.255.0 kemudian no
shutdown. Masukan perintah int fa0/1 kemudian isikan ip route dengan ip
192.168.30.2 255.255.255.0 kemudina ketik perintah no sh Selanjutnya ping
dengan cara masuk ke komputer pilih menu desktop dan command prompt, jika
berhasil maka akan terjadi pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.2 Ping Pada Komputer Kedua


Selanjutnya masuk ke router0 lalu ctrl-z untuk exit dari perintah sebelumnya
kemudian klik perintah conf t kemudian ip route 172.30.10.0 255.255.255.0
fa0/1. Jika sudah, masuk ke router1 lalu ctrl-z untuk keluar dari perintah
sebelumnya kemudian klik perintah conf t kemudian ip route 10.20.10.0
255.255.255.0 fa0/1 lalu enter. Selanjutnya ping antar komputer0 ke komputer1 jika
ada tulisan Reply From atau Succesful maka tandanya berhasil. Seperti gambar
dibawah ini.
Gambar 1.3 Komputer0 dan Komputer1 Saling Terhubung