You are on page 1of 8

PERAN LEMBAGA SOSIAL TERHADAP PEMBINAAN MORAL

REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

Yunisca Nurmalisa
Muhammad Mona Adha
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Lampung
Jl. Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro 1, Bandar Lampung
email: yuniscanurmalisa@yahoo.co.id

Abstract: The purpose of The Role of Social Institutions Toward Moral Guidance Teeangers at SMA
Se-Kabupaten Pesisir Barat research is to understand how the role of social institutions at SMA Se-
Kabupaten Pesisir Barat in moral guidance teenagers. The method that is used in this research is
qualitative descriptive with the subject of research are social institutions such as institute of family,
institute of education, institute of religion, and institute of law. The data collecting technique was
using interview guidance, observation, and documentation whereas the data analysis was using
credibility experiment and triangulation. The result of this reasearch is showed that social institu-
tions is comprehended and understood their duty as social institutions which is has assignment to
make moral teenagers to be good. Based on the result, it can be concluded that social institutions
such as institute of family, institute of education, institute of religion, and institute of law has a role
but not yet maximal toward moral guidance teenagers.

Keywords: social institutions, moral guidance, teenagers.

Abstrak: Pembinaan moral untuk remaja di sekolah menengah atas (SMA) melalui lembaga sosial
sangat penting untuk melatih kepekaan dan partisipasi langsung terhadap masyarakat. Tujuan
penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran lembaga sosial dalam pembinaan moral remaja.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. subjek kajian adalah lembaga sosial yang meliputi
lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, dan lembaga hukum. Teknik pengumpulan
data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji kredibilitas
dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga sosial memahami dan mengerti tugasnya
sebagai lembaga sosial yang memiliki tugas membentuk moral remaja menjadi baik. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa lembaga sosial yang meliputi lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga
agama, dan lembaga hukum yang ada belum berperan secara maksimal dalam pembinaan moral
remaja.

Kata Kunci: lembaga sosial, pembinaan moral, remaja.

Moral merupakan nilai yang berlaku dalam suatu diterangkan dalam UU NO. 20 Tahun 2003 Bab
lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku II Pasal 3 Undang-undang Sisdiknas yang
seseorang, yang artinya moral menjadi tolak ukur menjelaskan bahwa:”Pendidikan Nasional
yang dipakai oleh masyarakat untuk menentukan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia didik agar menjadi manusia yang beriman dan
(Chaplin dalam Sutarjo Adisusilo:2013). Disini manusia bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
manusia berhak menilai moral manusia lain baik berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan
atau buruk berdasarkan tingkah laku yang di menjadi warga negara yang demokratis dan
landasi dengan norma-norma yang ada. bertanggung jawab.”
Membentuk manusia yang berbudi pekerti Perubahan dan pola kehidupan yang sedang
luhur adalah salah satu dari aspek tujuan berlangsung pada saat ini banyak menampilkan
Pendidikan Nasional sebagaimana yang gambaran umum tentang siswa yang kerap

64

kenyataanya gejala-gejala degradasi moral lembaga politik dan lembaga pemerintah (Philipus semakin nyata di era globalisasi ini. Yang tentunya sebaliknya mereka abaikan. yang di karenakan diharapkan tidak melakukan tindakan anak pada masa siswa adalah masa dimana siswa menyimpang yang dapat menganggu keamanan masih mencari jati dirinya. keluarga karena keluarga adalah lembaga yang Lingkungan sosial yang membentuk prilaku paling inti dan dasar dalam sosial masyarakat yang anak karena lingkungan sosial memberikan dapat membentuk prilaku seorang anak. Dalam yang melanggar norma. perbuatan yang bertentangan dengan norma- Adapun faktor. berarti terpenuhinya hak-hak anak serta masih sangat dapat dikatakan telah merosotnya moral dirasakan kurangnya nilai kontrol diri dalam masyarakat tersebut. para siswa lebih mengutamakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Se- pendidikan. Artinya generasi muda juga memiliki kedudukan sama yaitu lembaga sosial disini ikut serta dalam pembentukan sebagai bagian masyarakat luas yang kelak akan moral dan prilaku masyarakat atau seluruh anggota menjadi penerus pembangunan bangsa. Saat ini fenomena kehidupan anak atau Ada lima lembaga sosial dasar yang penting siswa dilihat dari segi nilai/norma. yang dengan bukti adanya banyak penyimpangan moral seharusnya. yaitu sekolah maupun lingkungan keluarga hingga sebagai sistem pengawasan masyarakat terhadap lingkungan masyarakat luas. Apabila dalam melakukan perbuatan menyimpang dikarenakan masyarakat tidak tampak lagi keunggulan moral ada masalah-masalah yang dialami dan tidak dimana sopan santun hidup kurang terpelihara . Seseorang akan dianggap terlebih dahulu akan dampak yang nantinya menyimpang apabila melakukan tindakan-tindakan ditimbulkan baik atau buruknya. dan pengetahuan agama. Semua ini diakibatkan melibatkan peran lembaga sosial yang di mulai dari oleh merosotnya moralitas anak dan adanya yang paling dasar yaitu lembaga keluarga. dalam melakukan dan kestabilan masyarakat (Anwar dan tindakan selalu terbawa emosi dan tidak dipikirkan Adang:2013). yang malah Kabupaten Pesisir Barat. dimana banyak dan Nurul Aini:2004). penyimpangan sosial yang dilakukan siswa akibat Usaha pembinaan dan pengembangan menurunnya moralitas mereka. dan pada keluarga. dari lembaga sosial tersebut. lembaga pendidikan. umumnya semua ini secara langsung dan tidak Dimulai dari yang pertama yaitu lembaga langsung dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. kurangnya agama dan nilai/norma tidak terlihat lagi serta peranan lembaga sosial dan masih tidak penyimpangan prilaku nilai sering terjadi. baik dari keluarga. baik siswa. terlibat. mengendalikan dan mencegah adanya serta pemerintah. lembaga pemerintah penyimpangan prilaku masyarakat. adat istiadat dan peraturan menghadapai kenakalan siswa yang di akibatkan yang secara hukum. bersifat mengikat yang kerap ditimbulkan oleh siswa. kedua pengalaman prilaku dan sikap kepada anak lembaga pendidikan dimana sekolah adalah salah sehingga anak dapat menilai mana prilaku yang satu lembaga pendidikan yang terlibat langsung . yang semakin lama semakin merosot dalam bertutur kata dan bertingkah laku. lembaga hubungan antara kaburnya nilai/norma dengan pendidikan. mengerti cara menyelesaikannya. lembaga agama. Melihat masalah yang generasi muda melakukan hal-hal yang dihadapi adalah masalah moral yang ada pada anak menyimpang dari norma-norma yang ada. Pada dan lembaga hukum. lingkungan. Nurmalisa & Adha. menjaga keutuhan berlangsung baik di dalam pendidikan formal masyarakat. moral dan dalam masyarakat kompleks. dan juga sebagai social control. yang tentunya baik atau buruk dan mana yang boleh dan tidak penyimpangan-penyimpangan ini di lakukan oleh boleh. Sehingga peran lembaga degradasi moral memerlukan banyak pihak yang sosial pun penting. sekolah. Kemudian lembaga sosial merupakan cara Menghadapi dampak dari bentuk-bentuk yang mengatur bagaimana individu.faktor yang menyebabkan siswa norma yang berlaku di masyarakat. lembaga agama. Peran Lembaga Sosial terhadap Pembinaan Moral Remaja di Sekolah Menengah Atas 65 melakukan perbuatan menyimpang. kekerasan dan tindak kejahatan yang dalam bertindak. kelompok pelanggaran. menghadapi realita kehidupan. mengingat bahwa tingkah laku anggotanya (Soekanto:2006). yaitu lembaga akhlak yang sangat memprihatinkan. agar dapat membina. Penyimpangan prilaku merupakan para siswa yang kurang memiliki moral yang baik. Karena peran generasi muda atau siswa terus ditingkatkan sejalan lembaga sosial disini adalah sebagai pedoman dengan proses pembangunan nasional yang terus bertingkah laku atau bersikap.

Juni 2016 dengan seorang anak dan ikut dalam pembentukan Metode yang dipergunakan dalam kajian ini karakter. keempat lembaga pengumpulan data yang di peroleh dari pemerintahan dimana pemerintah juga harus ikut wawancara. Oleh menunjukan bahwa kenakalan remaja. yang dapat diklasifikasikan antara PENGUMPULAN DATA lain perjudian. masyarakat. dan dokumentasi tersebut andil dan prihatin terhadap penurunan kualitas berpedoman pada panduan yang telah disusun moral siswa. pembangunan bangsa dan sebagai generasi penerus dan sebagainya. observasi. lembaga hukum ini diwakili Triangulasi yaitu penggunaan dua atau lebih oleh kepolisian yang nantinya akan di bawa ke sumber untuk mendapatkan gambaran yang tingkat pengadilan dan juga kejaksaan. maka tahap selanjutnya prilaku siswa akibat degradasi moral. dan pelecehan bagaimana peran lembaga sosial dalam pembinaan seksual masih sering dilakukan. pencurian. tokoh agama. lembaga sosial dalam membina moral remaja. Mengingat peran siswa sangat penting dalam minum-minuman alkohol. Untuk menguji dan menangani tindakan-tindakan melanggar kredibilitas data penelitian ini menggunakan hukum yang tentunya. Dan yang dimensi penelitian dan indikator-indikator yang kelima atau terakhir yaitu lembaga hukum dimana memuat: a) analisis peranan. Teknik analisis ini dalam fakta degradasi moral ini terjadi dikalangan para penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: siswa di Sekolah Menengah Atas Se-Kabupaten Pesisir Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengingatkan dan mencegah prilaku yang kurang wawancara. Setelah data yang diperlukan adanya fakta penyimpangan-penyimpangan peneliti terkumpul. tokoh agama yang ada dalam masyarakat guna. Jenis kenakalan remaja secara maka masalah moral merupakan hal utama yang rinci dapat dilihat pada tabel 1. ketiga lembaga agama dimana agama yang bertujuan untuk menggambarkan peran merupakan pedoman manusia dalam berbuat. berjudi. moral remaja masih rendah. sekolah.66 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. khususnya di Sekolah Menengah Atas Kajian ini difokuskan pada peran lembaga Se-Kabupaten Pesisir Barat. Jika dilihat dari fakta yang ada. Sehingga untuk mengetahui keautentikan sangat dibutuhkan untuk membina dan menangani data dapat dilihat dari sumber data yang lain atau moral siswa yang sekarang ini sudah mengalami saling mengecek antara sumber data yang satu penurunan yang signifikan hal ini dibuktikan dengan dengan yang lain. RT. Th. dan bertingkah laku yang tentunya Subyek dalam kajian ini adalah siswa SMA Se- lembaga agama ini bisa di wakilkan oleh tokoh. dan dokumentasi. Kabupaten Pesisir Barat Propinsi Lampung. Hal itu moral siswa dalam kehidupan sosial atau menunjukkan bahwa. tutur kata yang PENYAJIAN DATA tidak sopan dan perkelahian. melalui perwakilannya yaitu anggota berdasarkan aspek yang telah diamati yang dalam pemerintahan daerah atau pemerintah desa kemudian secara operasional dituangkan dalam yang terdiri dari lurah . 1. merokok. 2012) penyimpangan moral yang dilakukan oleh siswa selain itu ada beragam jenis-jenis penyimpangan Berdasarkan hasil observasi dan yang di lakukan oleh para siswa di Sekolah dokumentasi ditemukan terdapat beberapa kasus Menengah Atas Se-Kabupaten Pesisir Barat. budi pekerti. Gambar 1. berucap. sekolah. berkelahi. observasi. Nomor 1. dan prilaku seorang peserta adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif didik. RW. harus diselesaikan agar berkembangnya siswa Berdasarkan tabel tersebut di atas sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. mencuri. sosial yang terdiri dari lembaga keluarga. Teknik Analisis Data Menurut Miles Hal tersebut menunjukkan bahwa tingginya dan Huberman (Herdiyansyah. b) peran lembaga lembaga ini mempunyai tugas untuk mengawasi. karena itu penelitian ini secara khusus akan melihat minim-minuman keras. kenakalan remaja seperti merokok. diduga penyebabnya adalah peran REDUKSI DATA lembaga sosial yang terdiri dari keluarga. . merokok. Kegiatan pantas dalam beragama. menyeluruh tentang suatu fenomena yang akan Peran-peran lembaga sosial inilah yang diteliti. sabung ayam. dst. dan penegak hukum dalam KESIMPULAN-KESIMPULAN PENAFSIRAN/VERIFIKASI menyikapi atau membina para siswa yang ada di Sekolah Menengah Atas Se-Kabupaten Pesisir Barat. sosial terhadap pembinaan moral. Adapun diproses atau dianalisis.

yang harapanya agar maksimal dalam sosial sebagai tata cara atau prosedur yang telah membina anggota keluarga terutama anak agar diciptakan untuk mengatur hubungan antar. dan saya masing-masing lembaga dan dengan indikatornya selalu menyarankannya kalau mau maen sebagai berikut: hendaknya pulang dulu ke rumah dan ijin kepada orang tua”. Peran Lembaga Sosial terhadap Pembinaan Moral Remaja di Sekolah Menengah Atas 67 Tabel 1 Kenakalan remaja di tingkat SMA Se-Kabupaten Pesisir Barat Kategori No Bentuk Kenakalan Pernah Jarang Sering 1. Setelah melakukan penelitian mendalam Informan dalam penelitian ini adalah terkait masalah moral. dan fungsi pembinaan suatu kegiatan pokok manusia. Merokok  2. atau fungsi sosial budaya. Lembaga pendidikan pemahaman. Juga lembaga lingkungan. minum-minuman informasi yang masuk akan dipilih dan disesuaikan keras itu banyak merugikannya. “sebagai orang tua saya hanya Setelah peneliti mendapatkan informasi memberikan penjelasan kepada anak dengan cara wawancara dan observasi maka saya kalau merokok. Baik berfungsi untuk mencapai suatu masyarakat buruknya moral seorang anak remaja pasti sejahtera yang di huni oleh individu (anggota dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sosialnya keluarga) yang bahagia dan sejahtera. Berkelahi  6. fungsi sosialisasi dan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada pendidikan. Minum-minuman keras  3. dan merupakan sekumpulan melindungi. dimana peran orang tua dalam anak saya dalam bergaul tapi selalu . LEMBAGA KELUARGA Senada dengan informan LK1 informan LK2 Keluarga memegang peranan penting dalam juga mengatakan : menangani moral remaja atau anaknya. kalau dengan prinsip-prinsip dalam triangulasi. kemasyarakatan yang dinamakan association”. pembinaan dan pengawasan moral yaitu guru dan kepala sekolah. dan informan LK1 yang mengatakan : lembaga hukum yaitu aparat penegak hukum atau polisi yang berada di Pesisir Barat. lembaga agama yaitu tokoh agama. pengakuan para masyarakat yaitu lembaga agama. dan lembaga informan sebagaimana cuplikan wawancara pada hukum. Pelecehan Seksual  Sumber : wawancara dengan kepala sekolah agama dan hukum terhadap pembinaan moral keluarga yaitu keluarga dituntut berperan dan remaja dalam pembinaan moral remaja. yang oleh masyarakat dipandang penting.Digunakan anak saya melanggar pasti akan saya teknik untuk mendapatkan informasi yang akurat tegur sebelum terlambat dan saya akan dan sesuai maka peneliti akan menjabarkan peran kenakan sangsi kepadanya. fungsi reproduksi. fungsi secara formal. fungsi cinta kasih. Balapan Liat  4. Nurmalisa & Adha. fungsi ekonomi. dengan subjek penelitian Lembaga sosial yang meliputi Lembaga keluarga yakni lembaga keluarga dengan indikator yaitu orang tua dari remaja. Lembaga sosial disini dijadikan fokus Fungsi keluarga perlu di jalankan sebagai masalah terkait pembinaan moral remaja karena tugas yang harus diperankan oleh keluarga sebagai lembaga sosial sendiri merupakan suatu sistem lembaga sosial terkecil seperti yang diterangkan norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan oleh BKKBN yang meliputi: fungsi keagamaan. Lembaga remaja di SMA Se-Pesisir Barat. dalam hal ini orang tua seharusnya dapat memberikan peran “saya memberikan kebebasan kepada yang sesungguhnya. anak bisa tumbuh dengan baik dan mempunyai manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok moral yang baik juga. Mencuri  5.

Tapi kalau ada yang melanggar di lingkungan sekolah tentunya. yaitu dimana seorang guru harus mampu dan merokok. dan minum-minuman “saya biasanya susah kalau mau ngatur keras. dengan memberikan pengawasan kepada anaknya “saat mengajar dikelas saya selalu hingga memberikan sangsi kepada anak jika memotivasi akan pentingnya pendi-dikan melanggar aturan dari orang tua. pelecehan pendidikan yang sebenarnya. Kalau terjadi ada yang itu juga LK3 memiliki kesibukan untuk berkebun. “Saya si sebagai guru disini kadang kalau LEMBAGA PENDIDIKAN mau nasehatin begitu anak-anaknya susah diomongin. saya juga ada yang merokok dilingkungan sekolah tidak bisa ngawasin dia terus karena dia saya akan kenakan sangsi tata tertib sudah SMA dan sudah besar saya sekolah dengan melakukan poin setiap banyak kegiatan di kebun. Berdasarkan hasil wawancara tersebut sekaligus sebagai sarana mendidik nomor dua Lembaga Pendidikan sudah baik dalam setelah keluarga dengan peranan orang tua di menjalankan perannya yang terlihat dari apa yang dalamnya.68 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. narkoba. dimana guru adalah orang tua kedua bagi seoarang anak. 1. LK1 dan LK2 terlihat jelas peran orang tua dalam informan LP2 juga mengatakan: mengawasi dan membentuk moral anaknya. Kita ngajar aja mereka Untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan ribut. Berdasarkan hasil seksual. Kalau mereka terdapat yang penelitian dan wawancara sebagaimana cuplikan melanggar dan ketahuan saya akan wawancara dengan informan LP1 yang memberikan sangsi kepada anak saya.” Berdasarkan cuplikan wawancara diatas Senada dengan pernayataan informan LP1. Juni 2016 mengatakan agar dalam memilih kognitif. merokok dilingkungan sekolah maka saya Dari hasil wawancara yang mendalam dapat akan berikan kepada wakil kepala sekolah disimpulkan bahwa lembaga keluarga sudah bidang kemahasiswaan untuk menjalankan perannya dengan baik dan faktor lain memberikan sangsi. menjadikan pemakai/penggunannya Dan saya biarkan saja kalau dia beli ketergantungan. membentuk peserta didik dalam aspek afektif. disampaikan informan LP1 dan LP2 namun LP3 Peran seorang guru yang sebagai pendidik sedikit kurang dalam menyampaikan pemahaman harus memikul pertanggung jawaban untuk tentang bahaya narkoba. . Dan mereka karena sifatnya itu akan banyak temen-temennya yang merokok. minum- baik karena sang ayahnya seorang perokok.” merealisasikannya yaitu seorang guru. dan psikomotorik agar guru dan murid pergaulan hati-hati karena banyak yang dapat dikatakan berhasil mencapai tujuan tidak benar seperti merokok. Th.” pelanggarannya.” mengatakan: Dalam wawancara dengan informan LK3 “sebagai seorang guru saya memberikan mengatakan : penjelasan sepintas tentang bahaya merokok. minum-minuman keras. lembaga peraturan atau tata tertib sekolah ya saya pendidikan memerlukan alat sebagai sarana untuk serahkan kepada waka kesiswaan. Dan kalaupun sampai rokok pakai uangnya sendiri.” yang mendukung moral anak menjadi baik yaitu pendidikan orang tua yang baik dan ekonomi yang Sedangkan menurut informan LP3 saat kuat akan mendukung moral anak menjadi lebih diwawancarai adalah sebagai berikut: baik. Selain minuman keras. mendidik. Namun berbeda dan pengaruh teman bergaul dalam meraih halnya dengan LK3 yang tidak bisa berbuat banyak cita-cita. karena banyak lingkungannya itu akan membahayakan masa depan yang merokok seperti ayahnya. Nomor 1. Jangan pernah coba-coba karena anak saya. Jangan sampai sekali-kali dalam menyampaikan bahwa merokok itu tidak mencoba yang namanya narkoba.

berikut kutipan wawancara: LEMBAGA HUKUM “saat ini banyak yang bilang kita mengalami degradasi moral. Undang-Undang tersebut menjelaskan mengenai tindakan-tindakan Senada dengan yang di katakan oleh informan yang dapat dilakukan terhadap anak-anak dalam LA1. Pada pasal 18 dijelaskan setiap anak yang menjadi “pemahaman agama selalu saya korban atau pelaku tindak pidana berhak sampaikan kepada siapapun. dengan yang diajarkan dalam al-qur’an. (b) tumbuhnya daya “kalau saya sebagai tokoh agama selalu perlawanan masyarakat terhadap kriminalitas serta memberikan pemahaman agama kepada terwujud ketaatan serta kesadaran hukum setiap orang bukan hanya kepada remaja. juga saat sholat jum’at Hal senada yang disampaikan oleh LH2 di masjid. Seorang remaja yang melanggar pengawasan para tokoh agama disini hanya hukum kita kenakan sangsi yang berlaku melakukan hal tersebut. dan lain- memberikan pengetahuan. anak kalau sudah ditanamkan nilai-nilai pembinaan. Seperti tugas aparat atau peran Setelah melakukan penelitian terkait peranan aparat sebagai BIMMAS. timbul faktor kriminogen. Peran Lembaga Sosial terhadap Pembinaan Moral Remaja di Sekolah Menengah Atas 69 LEMBAGA AGAMA penegakan hukum dan norma yang hidup dalam masyarakat. dimana setiap aparat lembaga agama yang ada di Pesisir Barat terhadap kepolisian mempunyai peran ini meskipun mereka pembinaan moral remaja dan berdasarkan berada di bagian-bagian berbeda. berikut penelitian yang peneliti lakukan sebagaimana merupakan peranan Polisi selaku Bimmas yaitu : cuplikan wawancara pada informan LA1 yang (a) membimbing. 3 Tahun 1997 nilai agama dan moral yang baik. minum- Hal ini menunjukkan bahwa dalam upaya minuman keras. masyarakat guna terwujud daya tangkal dan daya cegah. mengarahkan dan mengatakan: menggerakkan. acara sharing.” tentang Pengadilan Anak. Anak. tapi pada Dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 kenyataanya tidak semua remaja kita tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia seperti itu.” oleh seseorang untuk mengisi acara dalam pengajian. mendorong. Kalaupun ada yang polisi adalah instansi yang berperan dalam melakukan penyimpangan maka akan . pembinaan. (d) menyelenggarakan Prilaku yang dilakukan seorang anak dan memberikan bimbingan dan penyuluhan. Apabila terbukti bersalah aparat kepolisian Dalam memberikan pembinaan biasanya selanjutnya melakukan penangkapan dan saya sampaikan bahwa sangsi yang di penahanan untuk diajukan ke sidang pengadilan. dan lain. dapat kalau kita meninggalkan sholat itu Setelah melakukan penelitian yang mendalam akan kita dapat dari alloh SWT. dan pengawasan: agama sejak dini maka dimanapun dia berada maka dia akan selalu mengontrol “sebagai seorang penegak hukum kami dirinya karena dimanapun dia berada biasanya melakukan sosialisasi ke akan selalu diawasi. sesuai mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya. balapan liar. Nurmalisa & Adha. LA2 mengatakan: hal ini remaja yang terlibat dalam tindak pidana. dan terkait peran lembaga hukum informan LH1 yang sangsinya setelah kita mati nanti. Dalam menangani para remaja atau anak di Sehingga peranan peranan keluarga bawah umur aparat kepolisian mengenakan sanksi sangat kuat dalam menanamkan nilai. biasanya tidak jauh-jauh dari orang tua. hukum berdasarkan UU No. masyarakat. mengatakan memberikan pemahaman.” sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba. (c) pembinaan potensi masyarakat Setiap orang yang hadir saat sholat untuk memelihara dan menciptakan situasi dan jum’at selalu mendengarkan ceramah kondisi masyarakat yang menguntungkan bagi yang saya berikan akan pentingnya pelaksanaan tugas kepolisian serta mencegah penanaman nilai-nilai agama sejak dini. ketika mereka dimintai sesuai umur dan jenis pelanggarannya.

apapun yang dilaporkan kepadanya.” kurang memahami dalam memberikan pemahaman terhadap anak dalam pembinaan Berdasarkan informasi setelah peneliti moral. Lembaga Pendidikan P = 3 X 100% = 100% - 2 3. Peran aparat penegak hukum atau polisi yang beliau memberikan bantuan karena itulah tugas ada di Kabupaten Pesisir Barat cukup berperan aparat penegak hukum. Lembaga Hukum P = 2 X 100% = 100% - kita selesaikan secara kekeluargaan tapi pemahaman dalam pembinaan moral yang kalau sudah melakukan pelanggaran dilakukan di SMA Se-Kabupaten Pesisir Barat. Namun. Th. maksimal maka tidak akan terjadi Dari tabel tersebut di atas menjelaskan penyimpangan moral remaja yang tidak baik. minuman bahaya narkoba. terkait tua sudah berperan dengan baik. kurang maksimal terhadap pembinaaan moral tetapi jika ada masalah terkait kenakalan atau remaja di Kabupaten Pesisir Barat. Peran Lembaga pendidikan berfungsi hanya tugas dari seorang aparat penegak hukum. merokok. Peran Lembaga Agama yaitu peran tokoh masalah kenakalan remaja atau moral remaja agama disini di nilai berperan berperan namun yang ada di SMA Se-Kabupaten Pesisir Barat. Lembaga Agama P = 2 X 100% = 100% - 2 4.70 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. sedangkan ketika sudah diluar Pembinaan yang dilakukan oleh polisi pun di sekolah para guru kurang melakukan perannya amati kembali oleh peneliti dengan melakukan ketika melihat siswanya berpacaran di tempat wawancara kepada para informan lain dan umum. senantiasa 4. Nomor 1. Lembaga Keluarga P = 4 X 100% = 67% P = 3 X 100% = 33% 3 2. Peran Lembaga Keluarga yaitu peran orang lembaga hukum juga lembaga lain. namun belum sosialisasi pemahaman terhadap pembinaan moral maksimal. Data frekuensi ini di peroleh dari absensi sosial sudah diketahui dan dijalankan secara dan volume pertemuan sebagai seperti tabel 1. di sekolah. mencuri dan juga orang tua yang kurang perduli dengan berjudi peneliti mendapatakan keterangan dari perkembangan moral anak disebabkan faktor informan bahwa mereka telah mengadakan pendidikan orang tua dan ekonomi yang belum penyuluhan terkait hal tersebut serta memberikan baik. keras. Kalau saja setiap peranan lembaga remaja. bahwa lembaga sosial paham terhadap sosialisasi . dan tertib berlalu lintas. 1. Juni 2016 Tabel 1: Data Frekuensi Sosialisasi Pemahaman Terhadap Pembinaan Moral Remaja NO Peserta Paham Tidak Paham 2 1 1. pembinaan dan mengawasi sebagaimana mestinya 2. di beberapa dengan adanya sosialisasi kepada sebagian sekolah sudah pernah dilakukan sosialisasi tentang sekolah tentang bahaya narkoba. Peranan Lembaga Sosial dapat disimpulkan frekuensi keaktifan audiance dalam proses bahwa berperan dengan baik. belum pernah memberikan penyuluhan terkait 3. meneliti peran lembaga hukum yang ada di kabupaten pesisir barat terkait kasus pembinaan SIMPULAN yang melibatkan para remaja di SMA Se- Kabupaten Pesisir Barat dengan mewawancarai 1. Hasil wawancara ini di perkuat dengan data 5. berat seperti merampok maka akan kita namun pada lembaga keluarga terdapat 33% yang tidak secara hukum. balapan liar maka akan jawabannya yaitu aparat penegak hukum disini dibiarkan saja. namun ada kenakalan para remaja seperti miras.

Herdiyansyah. 2012. Refika Aditama. 2013. Bandung. Pembelajaran Afektif). Jakarta: PT. CV Rajawali. Sosiologi Pengantar. Universitas. Raja Philipus dan Nurul Aini. Jakarta. 2006. Sosiologi Untuk Soekanto. Peran Lembaga Sosial terhadap Pembinaan Moral Remaja di Sekolah Menengah Atas 71 DAFTAR RUJUKAN Adisusilo. Sutarjo. Rajagrafindo Persada. 2013. . politik. Metodologi Karakter (Konstruktivisme dan VCT Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu sebagai Inovasi Pendekatan Sosial. Adang Yesmil. Jakarta. Pembelajaran Nilai. Haris. Anwar. 2006. Sosiologi dan Grafindo Persada. Jakarta:Salema Humanika. Soerjono dan Budi Sulistyowati. Nurmalisa & Adha.