You are on page 1of 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara etimologis, musyawarah berasal dari kata ‘syawara’ yang pada mulanya
bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. Makna ini kemudian berkembang,
sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain,
termasuk pendapat. Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu.
Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal – hal yang baik, sejalan
dengan makna dasarnya.
Musyawarah untuk mufakat disebut sebagai ciri pokok karena prinsip musyawarah
mufakat pada hakikatnya adalah prinsip utama yang hanya dapat ditemukan dalam
demokrasi pancasila. Dengan perkataan ini, musyawarah mufakat adalah prinsip dasar
yang membedakan demokrasi pancasila dengan demokrasi liberal yang menganut prinsip
voting (pemungutan suara) dan demokrasi rakyat yang menganut prinsip pemusatan
kekuasaan (otoriter).
Musyawarah mufakat yang merupakan ruang publik dari kedaulatan rakyat dalam hal
ini masyawarah mufakat mencoba memberikan bentuk partisipasi dan emansipasi warga
Negara di dalam arena diskursif. Musyawarah sebagai ruang public adalah sarana dimana
warga negara berpartisipasi secara bebas, terbuka, serta setara dalam menyatakan
argumentasi. Maka demi terciptanya ruang publik yang bebas dari kooptasi birokrasi dan
uang (modal), maka setiap warga negara wajib mengaktifkan kembali ruang publik dan
merawat ruang publik agar tetap menjadi pengeras suara bagi pemerintahan yang berjalan
demi kepentingan umum dan keadilan sosial.
Demokrasi Indonesia dijiwai dan bersendikan musyawarah untuk mufakat sehingga
Demokrasi Indonesia disebut dengan demokrasi permusyawaratan. Namun akhir – akhir
ini di Indonesia asas musyawarah untuk mufakat dalam prinsip demokrasi yang berakar
dari pandangan hidup masyarakat Indonesia mulai menghilang. Maka melalui makalah
yang di susun ini, akan diuraikan musyawarah mufakat sebagai asas demokrasi indonesia.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana bentuk implementasi dari nilai musyawarah mufakat didalam masyarakat
adat?
2. Bagaimana efektifitas dari nilai musyawarah mufakat jika dibandingkan nilai
individualisme melalui sistem voting?

1

Mengetahui sejauh mana efektifitas dari nilai musyawarah mufakat jika dibandingkan nilai individualisme melalui sistem voting. 4. Dapat mengetahui cara membiasakan warga negara Indonesia untuk menerapkan asas musyawarah mufakat dalam kehidupannya. 5. 2 . Mengentahui bentuk implementasi dari nilai musyawarah mufakat didalam masyarakat adat 2. Dapat menentukan kelebihan musyawarah dibanding dengan asas lainnya sehinnga mampu menjadi asas yang tepat bagi Indonesia. Apa kelebihan musyawarah dibanding dengan asas lainnya sehingga mampu menjadi asas yang tepat bagi Indonesia? C. 3. Dapat mengetahui hambatan dari penggunaan musyawarah mufakat sebagai asas demokrasi di Indonesia dan cara mengatasi masalah tersebut. 3. Bagaimana cara membiasakan warga negara Indonesia untuk menerapkan asas musyawarah mufakat dalam kehidupannya? 4. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan di atas maka makalah ini bertujuan untuk: 1. Hambatan apa saja jika menggunakan musyawarah mufakat sebagai asas demokrasi di Indonesia? Bagaimana cara mengatasinya? 5.

bukan masyarakat patembayan. santun. atau golongan. Masyarakat Gemenschaf artinya adalah pola masyarakat yang ditandai dengan hubungan anggota-anggotanya bersifat pribadi. BAB II PEMBAHASAN A. Mengingat fungsi kebudayaan adalah sebagai acuan dalam bersikap dan bertingkah laku. Berbeda dengan masyarakat paguyuban. dan keadilan. hubungan sosialnya bersifat personal. mufakat. saling-menghormati. kejujuran. gotong royong merupakan suatu sumbangsih berdasarkan kemampuannya masing-masing untuk menutupi kebutuhan dan kekurangan bersama. Meskipun demikian ada nilai-nilai yang dianggap baik oleh suatu masyarakat suku bangsa dianggap baik pula oleh masyarakat suku bangsa lainnya. Sedangkan lawannya Gesselschaft atau patembayan yaitu masyarakat yang kehidupan anggotanya lebih mengutamakan kepentingan pribadi. keseimbangan. Bentuk Implementasi dari Nilai Musyawarah Mufakat dalam Masyarakat Adat Hukum adat merupakan salah satu sumber hukum. maka setiap suku bangsa pasti akan mengembangkan nilai-nilai yang kemudian dijadikan sebagai acuan berinteraksi dengan sesamanya. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. ramah-tamah. Di dalam sistem masyarakat adat. menurut Ferdinan Tonnies masyarakat yang menjujung nilai gotong royong dan musyawarah mufakat disebut masyarakat Gemeenschaf bukan Gesellchaf. misalnya pola kehidupan masyarakat pertanian umumnya bersifat komunal yang ditandai dengan ciri-ciri masyarakat yang homogen. Nilai-nilai yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang multi-etnik dan multikultural itu sering disebut sebagai nilai-nilai luhur. Sehingga dalam masyarakat paguyuban sistem gotong royong selalu menjadi hal yang utama dalam melakukan setiap kegiatan bersama. Dalam masyarakat majemuk terdapat pula kebudayaan yang majemuk. serta memperhitungkan untung rugi. Sedangkan menurut Djojodiguno disebut masyarakat paguyuban. Hukum adat mencerminkan nilai- nilai filosofis bangsa Indonesia dan sebagai manifestasi dari kultur hukum dari bangsa Indonesia. masyarakat 3 . kelompok. persatuan dan kesatuan. Nilai yang dikembangkan oleh suatu masyarakat bisa saja tidak sesuai dengan masyarakat lainnya. serta adanya kedekatan hubungan yang lebih intim. sehingga menimbulkan ikatan yang sangat mendalam dan batiniah. Nilai-nilai itu adalah gotong-royong. saling mengenal.

2. Efektifitas dari Nilai-nilai Musyawarah Mufakat jika Dibandingkan Nilai Individualisme a) Gotong-royong dan Musyawarah Mufakat Suatu kebijakan memanglah tidak dapat ditentukan secara sepihak. Setiap orang berkesempatan untuk mendengarkan pendapat orang lain yang menjadi peserta musyawarah. dimana dalam asas perwakilan ini mengutamakan permusyawaratan di dalam sistem pemerintahan yang mengedepankan musyawarah mufakat dalam penentuan dan pengambilan suatu kebijakan. satu amal. Nilai-nilai gotong royong dan semangat kebersamaan sesungguhnya merupakan pandangan dari cita-cita masyarakat desa yaitu demokrasi.patembayan cenderung hidup secara individu. pemerasan keringat bersama. karena sistem voting tidak mencerminkan asas hukum adat itu sendiri yaitu asas perwakilan. Inilah yang merupakan salah satu bentuk implementasi dari nilai Pancasila di dalam masyarakat adat melalui sebuah asas gotong royong dan musyawarah mufakat. sehingga nilai gotong royong di dalam kelompok masyarakat ini tidak semenonjol dari masyarakat paguyuban. Sungguh sangat disayangkan bahwa sistem voting yang dilaksanakan sekarang mulai merubah jati diri bangsa. Setiap orang diberikan kesempatan untuk mengikuti musyawarah dengan mengemukakan pendapat. antara yang Islam dan non-Islam. 4 . nilai-nilai tersebut diantaranya : 1. Ada beberapa nilai luhur yang perlu dilestarikan dalam musyawarah. tetapi gotong royong menggambarkan satu usaha. perjuangan bantu membantu bersama. transparansi. Gotong royong lebih dinamis dari kekeluargaan. Kekeluargaan adalah satu faham yang statis. Amal untuk kepentingan semua. beradat dan saling menghormati perbedaan. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama. Prinsip gotong royong adalah prinsip yang hadir di antara yang kaya dan yang tidak kaya. satu pekerjaan. keringat untuk kebahagiaan semua. Sistem voting yang ditularkan oleh ajaran barat secara tidak langsung merusak kebiasaan masyarakat adat yang lebih menjujung tinggi musyawarah mufakat. harus adanya suatu musyawarah supaya kebijakan yang diambil nantinya merupakan hasil kesepakatan bersama sehingga dapat dipertanggung-jawabkan bersama. partisipasi. antara yang peranakan Indonesia dengan yang bukan Indonesia tulen. B.

sehingga secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk mengikuti keputusan tersebut. penggunaan voting digunakan untuk membulatkan keputusan perundangan-undangan. 4. Musyawarah dapat menimbulkan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan. 6. Permasalahan yang timbul di Indonesia. 3. Ini dikarenakan voting ditafsirkan identik dengan ideologi demokrasi yang menjadi jiwa sebagian besar negara berbentuk republik di dunia ini. sehingga masyarakat dipaksa untuk keluar dari tanah miliknya. b) Voting Voting adalah metode pengambilan keputusan yang memenangkan opsi yang didukung suara terbanyak berdasar orang-orang yang memiliki hak suara. Sebagai contoh undang-undang penanaman modal yang menjadi investor sebagai pemilik tanah meskipun di atas namakan masyarakat setempat. Voting merupakan metode khas dalam demokrasi saat ini. voting digunakan hampir di semua lini untuk menghasilkan keputusan dan pengangkatan. Penerapan demokrasi yang berlebihan menempatkan voting dalam berbagi kehidupan kita didalam masyarakat. Musyawarah dapat menghilangkan permusuhan. dan tidak jarang peraturan yang dicetuskan bertentangan dengan hukum kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Musyawarah mufakat tersebut merupakan suatu kebiasaan asli bangsa Indonesia yang terdapat dalam masyarakat adat. yang padahal sejatinya hal tersebut diatur didalam konstitusi dasar kita bahwa tanah dan kekayaan alam kita harus dikuasai oleh negara sebagai pengemban amanah dari rakyat. Dahulu voting hanyalah penarikan opini masyarakat sebelum raja memutuskan sesuatu seperti yang terjadi di Sparta sebelum abad 4 M. Dari beberapa nilai-nilai musyawarah tersebut dapat kita pahami bahwa terdapat suatu sifat gotong-royong dimana setiap orang mendapat kesempatan untuk memberikan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain. di mana undang-undang adalah hukum tertulis yang bersifat memaksa. 5. Negara berpenduduk muslim namun tidak menempatkan Islam sebagai dasar negara seperti Indonesia. menghemat waktu dan lebih simpel daripada musyawarah yang berbelit-belit. Musyawarah dapat memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Musyawarah dapat menimbulkan kewajiban yang mengikat. yang pada hakikatnya budaya voting yang merupakan budaya copy- paste dari ajaran liberal semakin menjauhkan dari musyawarah mufakat dan gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia. Itulah 5 . yakni kewajiban untuk melaksanakan semua keputusan musyawarah. Cara voting cenderung dipilih oleh sebagian besar negara demokrasi karena lebih praktis. dan lain – lain.

Meski efisiensi waktu terasa dalam sistem waktu. dan budaya bangsa kita sendiri. mengajukan setiap pendapatnya. selain itu meski waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat dibangdingkan dengan musyawarah. Penentuan secara praktis dalam mekanisme pemilihan melalui voting dalam penentuan sebuah kebijakan memang lebih efektif dan efisien untuk mengurangi waktu.sebabnya voting cenderung identik dengan demokrasi padahal voting sebenarnya adalah salah satu cara dalam mekanisme penentuan pendapat dalam sistem demokrasi. namun hasil yang digunakan dalam sistem ini tidaklah semaksimal jika dibandingkan dengan hasil musyawarah mufakat. Inilah sebuah jati diri bangsa Indonesia. sistem pemilihan yang dilakukan melalui sistem voting sering kali membuat pihak yang kalah dalam jumlah suara merasa tidak legowo. c) Efektifitas dari Musyawarah Mufakat dan Voting Budaya asli bangsa Indonesia adalah musyawarah mufakat. karena bagi pihak yang kalah dalam pemungutan suara harus dipaksa untuk menerima keputusan yang sebenarnya tidak menunjukkan kebenaran yang hakiki. dan mengambil jalan keluar secara bersama sehingga berbagai pihak yang terlibat mampu menerimanya dengan lapang dada dan mampu mempertanggung-jawabkannya secara bersama karena hasil dari musyawah ini adalah hasil kesepatakan bersama. namun kuputusan yang diambil dapat menimbulkan suatu perpecahan. berbeda dengan musyawarah yang pada hal ini lebih menjunjung dialog. adat. artinya sistem ini sering kali memaksakan keadilan terhadap sesuatu yang sebenarnya hal tersebut tidak mencerminkan suatu nilai keadilan. nilai yang digali dari kebiasaa. yang mengedapankan jalan praktis. Keadilan yang sejatinya adalah hal yang tidak perlu dipaksakan. apakah musyawarah-mufakat atau voting? 6 . Karena dalam hal ini adalah kembali kita pahami bahwa dalam realita kehidupan saat ini. Sehingga dalam hal ini apabila muncul sebuah pertanyaan manakah yang lebih efektif dalam penentuan suatu kebijakan. Berbeda dengan budaya voting yang merupakan kebiasaan yang diterapkan di Indonesia oleh metode pemikiran-pemikiran liberal. sehingga dari voting tidak tercipta tujuan hukum yaitu keadilan. meskipun waktu yang diperlukan relatif lama karena dialektika yang muncul dari musyawarah tersebut namun pencapaian sebuah kesepakatan yang menghasilkan sebuah keputusan yang menjadi tanggung jawab bersama karena dijalan secara bersama melalui mekanisme gotong royong. namun apabila voting diterapkan maka kita akan bicara tentang pihak yang kalah dan pihak yang menang.

Pada lingkungan keluarga. Musyawarah mufakat pada dunia pendidikan biasanya terjadi pada saat pemilihan ketua kelas. dan gotong royong. Selain itu juga termasuk pemilihan tempat liburan yang diinginkan semua anggota keluarga. karena mekanisme voting yang berasal dari budaya barat tidaklah sesuai dengan kebudayaan dan adat istiadat dari bangsa Indonesia. Solusi ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kepentingan bersama. rapat kegiatan untuk desa dan lain sebagainya yang semua bertujuan untuk kepentingan lingkungan tersebut. Perbedaan pendapat tidak akan menjadi masalah asalkan pelaksanaan musyawarah tetap mengacu pada prinsip musyawarah. Cara ini dilakukan untuk memudahkan penemuan solusi pada masalah yang umum terjadi pada kehidupan keseharian kita. tujuan dan juga besaran anggaran dari sekolah dalam satu tahun ajaran. yang dalam hal ini berbeda jauh dengan masyarakat kita yang lebih menjunjung tinggi kebersamaann. Dengan musyawarah maka akan mudah mendapatkan solusi yang terbaik untuk kepentingan bersama dan tercapai kesepakatan yang memuaskan banyak pihak. musyawarah. 2. selain itu itu sistem voting lebih mencerminkan dari sifat individualistik dari masyarakat barat. namun secara kepastian dan kemanfaatan. C. Pada lingkungan masyarakat adalah pemilihan RT. Salah satu contohnya penerapan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut : 1. baik pimpinan maupun anggotanya. budaya musyawarah mufakat yang merupakan budaya asli dari bangsa Indonesia. sistem voting memang memiliki kecepatan dalam hal ini karena dalam mekanisme seperti ini lebih mengedepankan budaya praktis. 3. Untuk efektifitas waktu. Cara Penerapan Musyawarah didalam Kehidupan Sehari – Hari yang Sebenarnya Musyawarah adalah penting dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi dalam menghadapi masalah yang menyangkut kepentingan bersama. maka musyawarah mufakat merupakan mekanisme yang paling tepat untuk diterapkan. pemilihan ketua OSIS dan juga rapat Komite Sekolah yang menentukan arah. Musyawarah mufakat sudah banyak dikenal dan sering dilakukan pada saat tertentu dan digunakan untuk mencari solusi atas suatu masalah tertentu. 7 . seringkali dapat terjadi diskusi mengenai pemilihan jenis makanan yang akan dimasak oleh ibu atau ketika makan di luar bersama keluarga.

maka akan mudah dicapai suatu mufakat untuk menentukan solusi dari masalah yang dihadapi. seperti: 1) Tidak tertampungnya keinginan atau pendapat peserta. dimulai dari lingkungan sekitar dengan asas kekeluargaan. salah satunya adalah untuk menghindari adanya perselisihan dan pertikaian. aman dan tenteram. D. Hal ini sering timbul dikarenakan masing-masing pihak tidak menjadikan asas kekeluargaan sebagai dasar berpikir ketika bertindak. Pemungutan suara bukanlah hal yang harus diutamakan dalam musyawarah karena hanya akan membuat masyarakat tersegmentasi menjadi mayoritas dan minoritas. Jika semua peserta musyawarah menggunakan asas kekeluargaan. Cara penyelesaian masalah dengan musyawarah juga membantu masyarakat yang terdiri dari berbagai macam karakteristik yan berbeda-beda untuk dapat hidup rukun. Meski terkesan sederhana. Kekeluargaan harus menjadi asas tertinggi dari musyawarah mufakat yang menjadi dasar dari pelaksanaannya. yaitu hambatan yang berasal dari peserta musyawarah itu sendiri. upaya mematuhi keputusan bersama pun memiliki hambatan atau kendala. namun jika berkaitan dengan kepentingan bersama. Pelaksanaan musyawarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya musyawarah mufakat menjadi solusi utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa kita. di mana harus diliputi asas kekeluargaan sehingga solusi atas masalah yang dihadapi juga didukung semua elemen yang terlibat dalam musyawarah tersebut. 2) Peserta musyawarah merasa ingin menang sendiri. Hambatan dalam upaya mematuhi keputusan bersama datang dari dalam dan luar : a. langkah ini adalah yang terbaik untuk mendapatkan solusi yang baik. Hal ini mendasari pentingnya komunikasi yang efektif dan bermartabat dalam menyampaikan pendapat kepada forum musyawarah. 8 . Hambatan dari dalam. Hambatan jika Menggunakan Musyawarah Mufakat sebagai Asas Demokrasi di Indonesia dan Cara Mengatasinya Seperti halnya usaha atau kegiatan lainnya. Hal yang baik dan harus dicapai adalah mufakat atau kesepakatan bersama. Kehidupan seperti inilah yang tentu diharapkan setiap orang di muka bumi ini yang menjadi bagian dari masyarakat secara luas.

yaitu sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam 9 . pemecatan dari keanggotaan kelompok tertentu. selain itu musyawarah untuk mufakat harus dilandasi dengan semangat kekeluargaan. Pada pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat. dan sebagainya. 3) Mempengaruhi pihak-pihak lain dalam pengambilan keputusan. dipidana penjara atau harus mengganti kerugian. seperti: 1) Menghasut dan mempengaruhi hasil keputusan yang telah diambil. merasa bersalah. Namun cara seperti ini akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan voting. Hambatan dari luar. f. yaitu hambatan yang berasal dari luar kelompok musyawarah. Akan sangat sulit dicapai mufakat. 4) Peserta musyawarah bersikap tidak mau tahu dalam setiap pernbahasan masalah. apalagi jika peserta musyawarah jumlahnya banyak. karena semakin banyak orang pasti akan semakin banyak pendapat dan kepentingan. Akan butuh waktu yang panjang untuk mencari jalan tengah yang dapat diterima semua pihak. antara lain: a. b. b. e. c. Setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan bersama selalu diwarnai oleh pihak yang setuju atau tidak setuju. sanksi atau teguran dari kelompok lainnya. d. Musyawarah untuk mufakat merupakan pengamalan Pancasila. dikucilkan dari kelompok. Karena keputusan baru diambil jika telah dicapai kesepakatan dari semua peserta musyawarah. Pihak yang tidak setuju dalam upaya mematuhi keputusan bersama menimbulkan beberapa akibat. 3) Peserta musyawarah mementingkan kepentingan kelompoknya tanpa menghiraukan kepentingan bersama. kemungkinan terjadinya pertikaian dan perpecahan akan lebih kecil. 2) Meniru dan mencontoh hasil keputusan kelompok lain tanpa izin. tidak percaya orang lain. Namun. 5) Peserta musyawarah yang tidak mau menerima kritik dan saran dari orang lain.

Masalah dapat cepat terpecahkan. Dalam melaksanakan hasil keputusan bersama tidak boleh dengan rasa benci atau dendam. tukar pendapat. maka hasil pemufakatan menjadi keputusan bersama. Semua pihak harus menerima keputusan bersama dengan ikhlas. 10 .permusyawaratan / perwakilan. Manfaat yang diperoleh jika menyelesaikan masalah secara musyawarah yaitu : a. Melaksanakan keputusan dengan ikhlas berarti melaksanakan keputusan dengan hati yang bersih dan jujur. Hasil keputusan bersama mengikat semua pihak untuk mematuhinya. dsb. Melaksanakan Hasil Keputusan Bersama Setelah semua pihak dapat menerima hasil keputusan bersama. Dimana seberapa banyak pun peserta musyawarah. c. Keputusan yang diambil memiliki nilai keadilan. langkah selanjutnya adalah melaksanakan keputusan tersebut. Dapat menyatukan pendapat yang saling berbeda. e. Kelebihan Musyawarah dibanding dengan Asas Lainnya Sehingga Mampu Menjadi Asas yang Tepat Bagi Indonesia a) Aspirasi semua peserta rapat dapat disalurkan. tukar pikiran. Hal yang dapat dilakukan untuk menangani hambatan yang telah disebutkan sebelumnya. Semua pihak harus ikhlas dan penuh tanggung jawab melaksanakan keputusan bersama. yaitu dengan cara : 1. dan lapang dada. Hasil keputusan menguntungkan semua pihak. E. Keputusan bersama merupakan penyelesaian masalah dihasilkan melalui musyawarah. sehingga dicapai suatu keputusan atau kata sepakat. Menerima Hasil Keputusan Bersama Dalam musyawarah semua pihak harus mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi dan golongan. d. b.” Dengan musyawarah suatu persoalan akan mudah terpecahkan. dapat menyalurkan suaranya. serta sumbang saran untuk mencapai mufakat. Adanya kebersamaan. penuh tanggung jawab. 2. Karena keputusan tersebut adalah untuk kepentingan bersama. Bila musyawarah telah mencapai mufakat. Hasil keputusan bersama dilaksanakan dengan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

mengajukan sanggahan maupun pertanyaan. c) Masalah yang dibahas jelas. Ketika masyawarah berlangsung biasanya telah ditentukan terlebih dahulu pokok bahasan yang akan dimusyawarahkan sehingga dapat berjalan sesuai sasaran. dapat dilihat musyawarah memiliki banyak kelebihan daripada asas yang lain. Tidak saling melecehkan maupun menghina antara satu peserta dengan peserta yang lain karena musyawarah sangat menjunjung tinggi toleransi yang merupakan identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu. Selain itu musyawarah sangat identik dengan dasar negara pancasila sila keempat yang merupakan identitas dan ciri khas bangsa Indonesia yang bergotong royong dan menjunjung tinggi toleransi serta lebih mengutamakan kepentingan golongan daripada kepentingan pribadi sehingga meningkatkan rasa kekeluargaan antar-peserta musyawarah. e) Kental dengan suasana kekeluargaan. 11 . menyalurkan suaranya namun masih saling menghargai satu sama lain dan lebih megutamakan kepentingan golongan sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya permusuhan. Dengan adanya musyawarah dapat menambah rasa kekeluarkan antar peserta sebab peserta dapat berbagi pengalaman. d) Tercapainya kata mufakat yang menghasilkan keputusan bulat. Hal tersebut terjadi karena tidak akan ada kata mufakat jika seluruh peserta masih ada yang belum menyetujui keputusan. b) Sesama peserta rapat saling memahami dan toleransi. Terutama saat ini asas musyawarah mulai tergeser dengan asas liberalis maupun sosialis yang menyebabkan masyarakat menjadi individualisme yang hanya mementingkan diri sendiri dan lebih memilih voting daripada musyawarah di mana hasil bisa saja dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Inti dari asas musyawarah yang terakhir yakni memberikan kepercayaan kepada wakil – wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. menghormati keputusan musyawarah. Dalam penerapannya. gotong royong dalam bermusyawarah untuk mencapai mufakat. dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Selain itu juga dijelaskan efektifitas dari nilai musyawarah mufakat jika dibandingkan nilai individualisme melalui sistem voting yang merupakan budaya barat meski memiliki kelebihan lebih cepat dalam sistempengabilan keputusan tetapi secara perlahan dapat merubah budaya dari masyarakat Indonesia yang identik dengan kekeluargaan dimana lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi menjadi masyarakat individualisme. di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. dapat disimpulkan bahwa bagaimana pengimplementasian dari nilai musyawarah mufakat didalam masyarakat adat. musyawarah di dalam kehidupan sehari – hari dan cara membiasakan warga negara Indonesia untuk menerapkan asa musyawarah mufakat dapat dilakukan mulai dari lingkungan terkecil seperti membiasakan menyelesaikan segala permasalahan dengan musyawarah dalam keluarga lalu dilanjutkan dengan dalam bermasyarakat ataupun lingkup dunia kerja dan yang paling besar melakukan musyawarah dalam lingkup pemerintahann atau ketatanegaraan Musyawarah juga memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan asas lainnya sehingga mampu menjadi asas yang tepat bagi Indonesia. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan diatas. keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai – nilai kebenaran dan keadilan. Inti dari asas musyawarah itu sendiri adalah mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. 12 .

blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://id.org/wiki/Pancasila http://hasnaputrira.com/2013/04/pkn-musyawarah-dalam-mufakat.wikipedia.html 13 .