You are on page 1of 10

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

KEGIATAN
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DI WILAYAH DI
WILAYAH PASCABENCANA
TAHUN 2014

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

DEPUTI BIDANG REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
DIREKTORAT PEMULIHAN DAN PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI

KERANGKA ACUAN KERJA

Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan
di Wilayah Pascabencana Tahun 2014

dan 21. tidak berselang tiga bulan disusul dengan gema bumi di Pulau Nias dan dua tahun kemudian Gempa bumi terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006.798 orang mengungsi/menderita dan 33. Leptospirosis. Tifus. GAMBARAN UMUM Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini banyak bencana berskala nasional terjadi di Indonesia.847 rumah rusak dimana 7. Sinabung dan Rokatenda serta masih banyak lagi kejadian – kejadian bencana yang berskala kecil maupun besar. Pada bencana banjir biasa mengakibatkan DBD. 4. Dibidang Kesehatan. Diare.587 rusak sedang. 675. Malaria. Sejak Tsunami aceh 26 Desember 2004 yang mengakibatkan korban jiwa 105. Kejadian bencana terbanyak adalah puting beliung 259 kejadian atau 36 persen. kejadian Tsunami sering kali mengakibatkan wabah penyakit seperti Gangguan saluran pernapasan akibat masuknya air laut ke dalam paru-paru. PROGRAM PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DI WILAYAH PASCABENCANA A. Kolera dan Infeksi Bakteri. infeksi saluran pernapasan. Tetanus akibat tertusuk paku atau benda tajam. Banjir bandang di Teluk Wondama dan Way Ela serta erupsi Gunung Merapi. Gunung api yang meletus antara lain menimbulkan luka bakar akibat awan panas. Penyakit kulit dan masih banyak lainnya yang diakibatkan karena sanaitasi yang buruk dan kurangnya ketersediaan air bersih di wilayah pascabenca. Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 .891 rumah rusak berat.369 rusak ringan. banjir 193 kejadian atau 26 persen dan tanah longsor 138 kejadian atau 19 persen. Gempa yang di ikuti kejadian Tsunami bisa menyebabkan Patah tulang akibat tertimpa bangunan.262 warga Aceh dan hampir sepertinga kota Banda Aceh hancur. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB diketahui bahwa selama tahun 2013 bencana alam telah mengakibatkan sebanyak 487 orang meninggal. Kejadian – kejadian bencana diatas bukan hanya menimbulkan kerugian material saja tapi dampak sosial ekonomi yang dialami para korban bencana sangat mempengaruhi kehidupan mereka. Gempa bumi Aceh Tengah dan Bener Meriah. lalu Tsunami di Mentawai.

Dengan ilmu yang didapatkan melalui pelatihan dan pendampingan kader kesehatan yang berkelanjutan. Visi Indonesia Sehat yaitu Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat telah sangat jelas dalam menguraikan strateginya. 2) Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkwalitas. Dalam melakukan program pendampingan kader kesehatan tahun anggaran 2014 Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi memilih 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Sikka Provinsi NTT dan Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 . Diharapkan Kader Kesehatan dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh untuk melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Sehat (PHBS). monitoring & informasi kesehatan dan 4) Meningkatkan pembiayaan kesehatan. maka diharapkan masyarakat luas akan mendapat informasi serta pelayanan kesehatan dasar secara merata. DASAR HUKUM 1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana ( Lembaga Negara RI tahun 2007 Nomor 66. B. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4723) 2) Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Pasal 71 Ayat (3). Pengurangan Resiko Bencana berbasis Kesehatan. yaitu: 1) Menggerakkan & memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. intervensi langsung dalam kegiatan POSYANDU dan Posko-Posko Kesehatan Pasca Bencana maupun melakukan transfer ilmu dalam rangka preventif terhadap masalah-masalah kesehatan di wilayah pascabencana. Program pendampingan kader kesehatan yang akan dilakukan oleh Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial ekonomi terutama dalam pemulihan kesehatan perlu dilakukan dengan berbasis masyarakat dan harus ditunjang dengan kemampuan kader yang mendapat pembekalan secara optimal dan berkelanjutan. 3) meningkatkan sistem surveilans.

Tujuan Tujuan program pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana adalah meningkatkan pengetahuan dan kemandirian kader kesehatan. 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana 5) Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana. MAKSUD DAN TUJUAN a. D. b. C. 6) Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. Maksud Maksud dari program pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana adalah memberikan dukungan pemulihan dan peningkatan sosial di wialyah pascabencana serta untuk mendukung pemulihan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat diwilayah pascabencana. dalam membangun serta memulihkan kesehatan di masyarakat terutama di wilayah pascabencana yang berbasis kearifan local dan pemberdayaan masyarakat. 17 Tahun 2010 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana. RUANG LINGKUP Lingkup program pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana adalah : 1) Pendataan (Baseline Survei) untuk mengidentifikasi / menganalisis dampak bencana 2) Pendampingan Intensif dengan pelatihan dan pendampingan tekhnis kepada Kader kesehatan 3) Sosialisasi/ Penyuluhan Kesehatan oleh kader kesehatan kepada Masyarakat di wilayah Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 .1. Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja BNPB. 7) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No.

b. KELUARAN Keluaran dari program pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana adalah tersedianya data dan informasi mengenai kondisi kesehatan dan adanya kader kesehatan yang mampu mendampingi masyarakat dalam menangani masalah kesehatan di wilayah pascabencana dalam bentuk laporan kegiatan pemulihan sosial di wilayah pascabencana berupa : a. Laporan Kemajuan/Laporan Akhir Sementara Laporan hasil lapangan berisi hasil-hasil yang didapat dari lapangan sebelum dilakukan analisa terhadap hasil-hasil yang didapat dan kendala-kendala yang ditemukan di lapangan. sebagai bahan presentasi laporan pendahuluan. 4) Pengembangan Kelompok – kelompok Kader kesehatan berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Kearifan Lokal E. Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 . meliputi : 1) Persiapan administrasi 2) Persiapan data 3) Persiapan personil 4) Rencana Kerja 5) Jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan Laporan Pendahuluan ini dibuat setelah kontrak ditandatangani dibuat rangkap 10 (Sepuluh) eksemplar. Selain itu Laporan Kemajuan/Laporan Akhir Sementara juga berisikan tentang hasil pekerjaan di lapangan dan sebagai bahan laporan atau presentasi dengan mengundang instansi lintas sektor terkait. Laporan Pendahuluan Menyajikan rencana kerja berdasarkan hasil penelaahan dan analisa data sekunder.

hasil kegiatan pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana dilapangan. analisa data kebutuhan. SUMBER PENDANAAN Sumber pendanaan kegiatan pendampingan kader kesehatan diwilayah pascabencana adalah DIPA BNPB Tahun 2013 Nomor : 103. melakukan kajian secara intensif dengan target utama adalah kader kesehatan dan masyarakat terdampak dan kelembagaan (Pemda). dokumentasi kegiatan. penyusunan jadwal kegiatan. Laporan akhir ini dibuat rangkap 10 (sepuluh) eksemplar dan CD 20 (duapuluh) keping.648521/2014 Tanggal 5 Desember 2013 dengan anggaran yang diperlukan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp. G. PELAKSANAAN KEGIATAN 1) Persiapan Persiapan dengan cara melakukan baseline survey melalui pertemuan.100. 2) Pelaksanaan a) Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang rehabilitasi kesehatan pascabencana dengan cara pelatihan kader (Training of Trainer) untuk Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 . dengan melakukan survey di lapangan/lokasi melalui kunjungan lapangan. 1. Laporan Akhir Laporan akhir merupakan hasil penyempurnaan laporan akhir sementara. F. Laporan ini dibuat sebelum kegiatan berakhir dibuat rangkap 10 (sepuluh) eksemplar. pengumpulan data. Dalam laporan kemajuan/ Laporan akhir sementara ini dilengkapi.453.1. c. melakukan pertemuan dengan masyarakat secara terpisah (Focus Group Discussion). yang berisi hasil kegiatan pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana dan hasil diskusi. saran dan masukan pada presentasi laporan akhir sementara. rincian anggaran sebagaimana terlampir.000 (Satu Milyar Empat Ratus Lima Puluh Tiga Juta Seratus Ribu Rupiah).01.

Evaluasi melalui post survey untuk melihat tingkat keberhasilan rehabilitasi kesehatan di wilayah pascabencana. Kabupaten Sikka Provinsi NTT Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 . dengan jadawal sebagai berikut : Tahun 2014 No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Persiapan 2 Pelaksanaan 3 Laporan Pendahuluan Laporan Kemajuan/ 4 Akhir Sementara 5 Laporan Akhir I. H. mengidentifikasi. BPBD Provinsi/Kab/Kota dan Dinas Kesehatan setempat. 3) Monitoring dan Evaluasi Monitoring (pemantauan) melalui supervisi BNPB. dan membuat program dalam rangka rehabilitasi kesehatan. WAKTU PELAKSAAN KEGIATAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana adalah 6 (enam) bulan dimulai dari bulan Mei-Oktober 2014. Selanjutnya kader kesehatan diharapkan dapat menganalisa. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan pendampingan kader kesehatan di wilayah pascabencana. memberikan penyuluhan dalam rangka mempercepat rehabilitasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah pascabencana. b) Sosialisasi kepada masyarakat oleh kader kesehatan yang telah terlatih mengenai rehabilitasi kesehatan pascabencana. LOKASI KEGIATAN Kegiatan pendampingan kader kesehatan akan dilasanakan dilokasi sebagai berikut : 1.

personil dan penyampaian serta pembahasan laporan untuk mendapatkan persetujuan pemberi tugas. fasilitator dan staf penunjang dalam setiap aktivitas kegiatan. Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku J. Pengalaman 6 tahun (1 Orang).  Menyusun semua laporan perkembangan program.  Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pendampingan kader kesehatan di daerah pascabencana dibutuhkan tenaga ahli dan staf pendukung dengan perincian sebagai berikut : 1) Profesional Staff a) Team Leader.  Bersama team Leader mengorganisasi Penyusunan laporan pendahuluan. organisasi. Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Bidang Promosi Kesehaan dan Ilmu Perilaku.  Manajemen semua wewenang mengenai hal-hal proyek. dan laporan akhir program. Tugas Pokok dan fungsi adalah sebagai berikut :  Mengumpulkan serta mengolah data dan informasi yang diperlukan. bulanan. perkembangan program (laporan kemajuan). organisasi. Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 . 2. personil dan penyampaian serta pembahasan laporan untuk mendapatkan persetujuan pemberi tugas. tugas dan fungsi adalah sebagai berikut :  Mengatur kerja tim dan mengawasi kemajuan pekerjaan secara teknis.  Menyiapkan materi yang dibutuhkan untuk baseline survey dan post survey. b) Tenaga Ahli Statistik. Pengalaman 5 tahun atau S1 pengalaman 8 tahun (1 Orang). S1 Statistik. hubungan dengan pemberi tugas dan berhubungan dengan pekerjaan serta melaporkan kemajuan pekerjaan.  Mengorganisasi personil dan manajemen tim tenaga ahli.

Tugas Pokok dan fungsi adalah sebagai berikut :  Melaksanakan Pendampingan Masyarakat  Memberikan bimbingan tentang trauma Healing pascabencana  Memastikan kegiatan penyusunan Dokumen Rencana Aksi Komunitas  Bersama Tenaga Ahli Comunity Developmen menyusun rencana Detail Dokumen Rencana Aksi Komunitas/ Masterplan Pemulihan Kesehatan  Menyusun Modul – Modul Pelatihan dan bimbingan Teknis  Memastikan proses Pelatihan dan bimbingan Teknis sesuai alur 2) Sub professional staff a) Asisten Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat. Tugas Pokok dan fungsi adalah sebagai berikut :  Menyusun Rencana Kerja  Melaksanakan Pendampingan Masyarakat  Memastikan Program – Program dalam rencana aksi komunitas memperhatikan Kaidah – Kaidah Manajemen Kesehatan  Menyusun modul-modul pelatihan dan Bimbingan teknis  Melaksanakan Peningkatan Kapasitas Manajemen Kesehatan kepada kader kesehatan.  Bersama Tenaga Ahli statistik menyusun rencana Detail Dokumen Rencana Aksi Komunitas/ Masterplan Pemulihan kesehatan. S1 Gizi. S1 Kesehatan Masyarakat. Pengalaman 6 tahun (1 Orang). d) Tenaga Ahli Psikologi. c) Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat. Pengalaman 3 (tahun) tahun (2 Orang) b) Asisten Tenaga Ahli Gizi. Pengalaman 6 tahun (2 Orang). S1 Psikologi. Sebagai Koordinator Kabupaten S1 Kesehatan Masyarakat. Pengalaman 3 (tiga) tahun (2 Orang) 3) Supporting staff a) 1 (satu) Orang Tenaga Pendukung Oficce Manager b) 1 (satu) Orang Tenaga Pendukung Akuntan c) 2 (dua) Orang Tenaga Pendukung Administrasi d) 2 (dua) Orang Tenaga Pendukung Operator Komputer e) 2 (dua) Orang Tenaga Pendukung Pesuruh Kantor Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 .

MM Kerangka Acuan Kerja program pendampingan kader kesehatan di Wilayah Pascabencana Tahun 2014 .K. Siswanto Budi Prasodjo. PENUTUP Demikian kerangka acuan kerja ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta. Maret 2014 Penanggungjawab PPK Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi Ir.