You are on page 1of 46

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan penelitian WHO, diseluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar
50.000 jiwa pertahun dan kematian bayi, khususnya neonatus sebesar 10.000 jiwa per
tahun. Sebab – sebab kematian maternal dapat dibagi menjadi 2 golongan yakni yang
langsung disebabkan oleh komplikasi – komplikasi kehamilan, persalinan, nifas dan
sebab – sebab yang lain
Pada tahun 1998 kematian maternal dan neonatal terutama dinegara berkembang
sebesar 90 % dari 50.000 jiwa kematian ibu. Kendati jumlahnya sangat besar, tetapi
tidak menarik perhatian dunia, lain halnya dengan kematian yang terjadi akibat
bencana. Sebenarnya kematian ibu dan bayi mempunyai peluang yang sangat besar
untuk menghindari yaitu dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah, pihak
swasta dan badan social lainnya.
Sangat jelas bahwa angka kematian maternal yang tinggi di suatu negara
sesungguhnya mencerminkan rendahnya status pelayanan kesehatan, terutama sistem
rujukan, tingkat kesejahteraan rakyat dalam arti luas, faktor – faktor geografis, ekonomi
dan sebagainya.
Oleh karena itu pengawasan terhadap pasien inpartu perlu mendapat perhatian yang
besar dan cermat. Dengan memberikann perawatan yang benar dan intensif diharapkan
kelainan – kelainan dapat diketahui secara dini sehingga dapat diatasi secepatnya dan
tiadak sampai mengakibatkan komplikasi pada ibu dan janin.
1.2 Tujuan
I.2.1. Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa Akademi Kebidanan mendapatkan pengalaman yang nyata
dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada ibu inpartu.
I.2.2. Tujuan Khusus
Agar mahasiswa dapat melakukan :
a. Melakukan pengkajian (pengumpulan data) pada asuhan intranatal.
b. Menentukan identifikasi masalah (diagnosa) pada asuhan intranatal.

c. Menentukan dan melakukan antisipasi maslah potensial pada asuhan intranatal.
d. Menentukan identifikasi kebutuhan segera pada asuhan intranatal.
e. Menentukan rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dari intervensi pada
asuhan intranatal.
f. Melaksanakan intervensi yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan pada
asuhan intranatal.
g. Mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang telah diberikan pada asuhan
intranatal.
1.3 Batasan Masalah
Mengingat keterbatasan waktu dan keefektifan pelayanan serta penulisan laporan ini
maka penulis membatasi makalah ini pada Asuhan kebidanan ibu dengan Inpartu di
ruang bersalin RS DKT Sidoarjo.
1.4 Metode Penulisan
1.4.1 Studi kepustakaan
Penulis membekali diri dengan membaca buku – buku yang berkaitan dengan Topik
Inpartu.
1.4.2 Praktek Langsung
Melakukan asuhan kebidanan serta pendekatan pada klien dan memberikan
pelayanan kesehatan
1.4.3 Bimbingan dan Konsultasi
Dalam penyusunan asuhan kebidanan ini penulis juga melakukan konsultasi dengan
pembimbing ruangan RS DKT Sidoarjo maupun pembimbing Akademik Kebidanan
Griya Husada.
1.5 Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Batasan Masalah
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematika Penulisan

BAB 2 : Landasan Teori
2.1 Konsep Persalinan
2.1.1 Definisi
2.1.2 Sebab – Sebab Yang Menimbulkan Persalinan
2.1.3 Faktor – Faktor Penting Dalam Persalinan
2.1.4 Tanda Dan Gejala Inpartu
2.1.5 Kala Persalinan
2.1.6 Pimpinan Persalinan
2.2 Konsep Asuhan Kebidanan
2.2.1 Definisi
2.2.2 Tujuan
2.2.3 Hasil yang Diharapkan
2.2.4 Langkah – Langkah
BAB 3 : TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian
3.2 Identifikasi Masalah / Diagnosa
3.3 Antisipasi Masalah Potensial
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
3.5 Hasil Observasi
3.6 Catatan Perkembangan
BAB 4 : PEMBAHASAN
BAB 5 : PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Persalinan
2.1.1 Definisi
Inpartu adalah seseorang wanita yang sedang dalam persalinan.
(Sastrawinata,1983:156)
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah
cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui
jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).(Manuaba
1998:157)
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi
yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran placenta
dan selaput janin dari tubuh ibu (Sastrawinata 1983:221)
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang
dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain
(Mochtar Rustam, 1998: 91)
2.1.2 Sebab – Sebab Yang Menimbulkan Persalinan
Sebab – sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas agaknya
banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi
persalinan. Beberapa teori yang dikemukakan ialah :
Penurunan Kadar Progesterone
Progesterone menimbulkan relaksasi otot – otot rahim, sebaliknya estrogen
meninggikan kerentanan otot – otot rahim, selama kehamilan tersebut
keseimbangan antara kadar progesterone dan estrogen didalam darah tetapi pada
akhir kehamilan kadar progesterone menurun sehingga timbul his.
Teori Oksitosin
Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Oleh karena itu timbul kontraksi
otot – otot rahim.

intra dan extraamniol menimbulkan kontraksi kadar prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu – ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan. disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Pengaruh Janin Hypofise dan kelenjar suprarenal janin dan rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anencepalus kehamilan sering lebih lama dari biasa Teori Prostaglandin Prostaglandin yang dihasilkan oleh desidua.2004: 2-2) . kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada serviks (Frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit) . penipisan dan pembukaan serviks . 1983: 222 .1.223) 2. his (kontraksi uterus) . 1998: 160) 2. kontraksi diagfragma pelvis atau kekuatan mengejan . keluarnya lender bercampur darah (show) melalui vagina.4 Tanda Dan Gejala Inpartu . (Sastrawinata. Keregangan Otot – Otot seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. Passenger Janin dan placenta 3. (APN. hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2 atau E2 yang diberikan secara intravena. maka majunya kehamilan makin teregang otot – otot rahim makin rentan. Power . Passage Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang (Manuaba. Demikian pula dengan rahim. ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum 2.3 Faktor – Faktor Penting Dalam Persalinan 1. kontraksi otot dinding perut .1.

Kala II pada primi berlangsung 1 1/2 jam – 2 jam. kuat. ibu merasa seperti buang air besar. Pada kala II. Kala II (kala pengeluaran janin) Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Mendatar dan membuka bisa bersamaan baru dilatasi berlangsung 13 – 14 jam berlangsung 6 – 7 jam . Dengan his mengedan yang terpimpin. vulva membuka dan perineum meregang. pembukaan menjadi 4 cm.2. sehingga terjadilah tekanan pada otot – otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. pada multi berlangsung ½ . fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas subfase : periode akselerasi : berlangsung 2 jam.1. Karena tekanan pada rectum. periode dilatasi maksimal (steady): selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm periode deselerasi : berlangsung lambat dalam 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap. cepat dan lebih lama. karena servik mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effecement). sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7 – 8 jam 2. Fase – fase yang ditemukan diatas dijumpai pada primigravida bedanya dengan multigravida ialah : Primigravida Mulltigravida Serviks mendatar (effacement). Pada waktu his. dulu. His terkoordinir. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul. Kala pembukaan dibagi menjadi 2 fase yaitu: 1.1 jam . kira – kira 2 – 3 menit sekali. akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin. dengan tanda anus terbuka. fase laten : dimana pembukaan serviks berlangsung lambat.5 Kala Persalinan Proses persalinan dibagi dalam 4 kala yaitu : . Kala I (Kala Pembukaan) Dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10 cm) inpartu ditandai dengan keluarnya lender bercampur darah (bloody show). kepala janin mulai kelihatan.

Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah : Primi Multi Kala I 13 jam 7 jam Kala II 1 jam ½ jam Kala III ½ jam ¼ jam Lama persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam 2. . Apabila kepala janin belum turun kedalam PAP sebaiknya wanita tersebut berbaring terlentang karena bila ketuban pecah mungkin terjadi komplikasi seperti prolap tali pusat. kontraksi rahim istirahat sebentar. Kala III (kala pengeluaran uri) Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta. bidan penolong lainnya) adalah mengawasi persalinan wanita inpartu sebaik – baiknya dan melihat apakah semua persiapan untuk persalinan sudah dilakukan. Beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. tidak ada keberatan wanita tersebut duduk atau berjalan – jalan disekitar kamar bersalin. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira – kira 100 – 200 cc. Setelah bayi lahir. Seluruh proses biasanya berlangsung 5–30 menit setelah bayi lahir. Kala IV Dimulai dari saat lahirnya placenta sampai 2 jam post partum kala IV adalah kala pengawasan untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum. Pada kala I apabila kepala janin telah masuk sebagian kedalam pintu atau panggul serta ketuban belum pecah. Apabila . Berbaring sebaiknya seenak posisi ibu karena cara ini mempermudah turunya kepala dan putaran paksi dalam. prolaps tangan dan sebagainya. Kala I Dalam kala I pekerjaan penolong (dokter. . Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya.6 Pimpinan Persalinan 1. Dalam waktu 5 – 10 menit seluruh plasenta terlepas terdorong kedalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas sympisis atau fundus uteri.1.

penilaian luas/ sempitnya panggul mengingat adanya kemungkinan menimbulkan infeksi maka pemeriksaan dalam hendaknya dilakukan jika ada indikasi ibu maupun janin atau bila perlu mengetahui kemajuan partus. badan. His datang lebih sering dan lebih kuat yang merupakan tenaga pendorong janin pula. vulva mulai membuka. kapasitas panggul . bokong dan kaki. Dalam kala I wanita inpartu dilarang mengejan. Kala III Pengawasan pada kala pelepasan dan pengeluaran uri ini cukup penting karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian. Kala II Umumnya pada akhir kala I atau permulaan kala II kepala janin telah masuk dalam rongga panggul. sedangkan petugas melakukan pemeriksaan DJJ. Biasanya uri akan lahir spontan dalam 15 – 30 menit. Bila kepala janin telah berada didasar panggul. 2. pecah tidaknya ketuban . penilaian luas / sempitnya panggul . keadaan serta pembukaan serviks . bagian terendah janin yaitu rambut kepala (pada letsu bagian terendah adalah bokong atau kaki) mulai tampak. Kala ini berlangsung mulai dari bayi lahir sampai uri keluar lengkap. presentaasi kepala janin dalam rongga panggul . Diluar his ibu boleh istirahat makan dan minum. maka penolong harus menahan perineum dengan tangan kanan beralaskan kain atau doek stiril. supaya tidak terjadi robekan (rupture perinei). Bila ketuban belum pecah harus dipecahkan. Pada saat his ibu disuruh meneran. his sudah sering dan ketuban pecah. 3. Perhatikan perineum pada saat kepala keluar dan dilahirkan usap muka bayi dengan kain atau kassa bersih periksa lilitan tali pusat kemudian tunggu kepala janin melakukan putar paksi luar barulah melahirkan bahu. wanita tersebut harus berbaring periksa dalam pervaginam dilakukan untuk menilai : . . Ketuban yang menonjol biasanya akan pecah sendiri. anus terbuka dan perineum menonjol / meregang.

strassman tegangkan tali pusat dan ketok pada fundus uteri bila tali pusat bergetar berarti belum lepas tak bergetar bila sudah lepas rahim menonjol diatas sympisis tali pusat bertambah panjang rahim bundar dan keras keluar darah secara tiba – tiba.Schultze Lepasnya seperti kita menutup payung cara ini yang paling sering terjadi (80 %) yang lepas duluan adalah bagian tengah. Menurut cara ini perdarahan biasanya tidak ada sebelum uri lahir dan banyak setelah uri lahir . lalu terjadi retro plasental hematoma yang menolak uri mula – mula bagian tengah kemudian seluruhnya. fase pelepasan uri cara pelepasan uri . jika diam atau maju sudah lepas . Perasat – perasat untuk mengetahui lepasnya uri : . . b. diam atau turun sudah lepas . fase pengeluaran uri Uri yang sudah lepas oleh kontraksi rahim akan didorong kebawah yang oleh rahim sekarang dianggap sebagai benda asing.Kala III terdiri dari 2 fase : A. Duncan Lepasnya uri mulai dari pinggir duluan (20 %) darah akan mengalir keluar antara selaput ketuban . serempak dari tengah dan pinggir placenta. kustner dengan meletakkan tangan disertai tekanan pada atas sympisis tali pusat ditegangkan maka tali pusat masuk berarti belum lepas. klein sewaktu ada his rahim kita dorong sedikit bila tali pusat kembali berarti belum lepas.

Jika temperatur tubuh meningkat pantau lebih sering . kandung kemih dan perdarahan 30 menit dalam 1 jam kedua kala IV. Selama 2 jam pertama pasca persalinan : . Jaga agar . memeriksa keadaan vital ibu : tensi. tingkatkan frekuensi obs dan penilaian. menyuruh ibu mengejan sedikit 4. Pemijatan uterus untuk memastikan uterus menjadi keras setiap 15 menit dalam 1 jam pertama dan setiap 30 menit dalam 1 jam kedua kala IV. . status lokalis obstetric dengan cara palpasi fundus uteri dan koonsistensinya . Kala IV Kehilangan darah pada persalinan biasa disebabkan oleh luka pada pelepasan uri dan robekan pada servik dan perineum. bila perdarahan lebih dari 500 cc ini sudah dianggap tidak normal. Pantau TTV. Jika ada temuan yang tidak normal. Pimpinan Kala Uri : A. tali pusat memanjang . dan pernapasan F. Rata – rata dalam batas normal jumlah darah yang keluar adalah 250 cc biasanya 100 – 300 cc. bersihkan dan bantu ibu untuk mengenakan baju atau sarung yang bersih dan kering atur posisi ibu agar nyaman apakah duduk bersandarkan bantal atau berbaring miring. memeriksa keadaan si ibu tentang . Jika ada temuan yang tidak normal lakukan obs dan penilain secara lebih sering . Pantau temperature tubuh ibu setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan. nadi. perubahan ukuran dan bentuk uterus . Minta anggota keluarga untuk memeluk bayi. semburan darah tiba – tiba H. mengawasi perdarahan G. Nilai perdarahan periksa perineum dan vagina setiap 15 menit dalam 1 jam pertama dan setiap 30 menit dalam 1 jam kedua kala IV . mencari tanda – tanda pelepasan uri yakni: .

kebutuhan dan respon ibu serta mengantisipasi resiko – resiko yang terjadi selama proses persalinan 2. berikan bayi kepada ibu dan anjurkan untuk diberi ASI. tubuh dan kepala ibu diselimuti dengan baik.1999:23) . mengidentifikasi masalah dan kebutuhan terhadap tindakan segera.2 Tujuan Agar bidan mampu memberikan asuhan kebidanan yang adekuat. baik oleh bidan maupun oleh dokter atau melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta menyusun rencana asuhan dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang diatur pada langkah sebelumnya.Umur : dalam kurun waktu reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman untuk umur kehamilan dan persalinan 20 – 30 th (Prawirohardjo.2.1984:84) .1997) 2.(APN. Pengumpulan Data Dasar Pada langkah ini dilakukan pengkajian pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap Data Subyektif A.2.2 Konsep Asuhan Kebidanan 2. Biodata . 2004) 2. komprehensif dan berstandar pada ibu intranatal dengan memperhatikan riwayat ibu selama kehamilan.3 Hasil yang diharapkan Terlaksananya asuhan kebidanan segera pada saat ibu intrapartum (kala I sampai dengan IV) termasuk melakukan pengkajian membuat diagnosa kebidanan.2. 2.(Christina.Nama : perlu ditanyakan agar tidak keliru bila ada kesamaan nama dengan klien lain.2.4 Langkah – langkah 1. penemuan – penemuan. ketrampilan dalam rangkaian / tahapan yang logis untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien (varney.1 Definisi Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.

(UNPAD. ibu hamil dengan riwayat penyakit hipertensi perlu ditentukan pimpinan persalinan dan kemungkinan bisa menyebabkan transint hipertention . pengeluaran cairan yang sebagian besar ketuban pecah setelah menjelang pembukaan lengkap (Manuaba. Riwayat Kesehatan Ibu .Pendidikan makin rendah pendidikan ibu. menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya sama agar dapat dipastikan ibu yang mana yang hendak ditolong untuk kunjungan pasien (Cristina. kemungkinan terjadi atonia uteri. . mengeluarkan lendir darah . IUFD . nyeri semakin hebat bila untuk aktifitas jalan dan tidak berkurang bila dibuat tidur. kematian bayi makin tinggi sehingga perlu diberikan penyuluhan (DEPKES RI: 1993) . Kalau orang hamil sudah lama.Pekerjaan : mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonominya agar nasehat kita sesuai juga mengetahui apakah pekerjaan mengganggu atau tidak (Christina. kelahiran mati.Perkawinan : berapa kali kawin dan berapa lamanya untuk membantu menentukan bagaimana keadaan alat kelamin ibu. pinggang terasa sakit menjalar kedepan sifat tertentu interval semakin pendek dan kekuatannya makin besar . ibu hamil dengan riwayat penyakit TBC aktif kemungkinan bisa menyebabkan kuman saat persalinan dan bisa menular pada bayi .Alamat : untuk mengetahui ibu tinggal dimana.Paritas : paritas 2 – 3 merupakan paritas yang paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal (Prawirohardjo. . 1989) A. 1998 :165) C.1984:85) . Nilai anak tentu besar sekali dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan persalinan (anak mahal). Intensitas nyeri tergantung keadaan klien .1999:30) . Keluhan Utama . ibu dengan riwayat DM mempunyai pengaruh terhadap persalinannya. sedangkan bayinya cacat bawaan janin besar.1983) .

Riwayat Kehamilan Sekarang . Komplikasi kehamilan yang dialami oleh ibu G. Dalam keluarga ada yang menderita penyakit menular (hepatitis.S. Riwayat Kebidanan . Riwayat Kesehatan Keluarga . Pola kebiasaan sehari – hari . Lahir . ANC minimal 4 kali selama kehamilan . Tanggal HPHT . selama hamil ibu mengalami perubahan – perubahan pemenuhan nutrisi yaitu 4 – 5 x/hr 1 prng porsi sedang. Nutrisi : . lama 3 – 5 hari dengan pengeluaran darah  50 – 70 cc. selama haid siklus teratur 28 – 35 hari. . TBC) maka kemungkinan besar akan menurun. hipertensi. ibu dengan riwayat hepatitis kemungkinan besar bayi akan tertular melalui ASI (Prawirohardjo. maka kemungkinan besar akan menurun. Dari pihak keluarga ada yang menderita penyakit menurun (jantung. 1999: 103-104) F. II. DM) E. . Bila dalam keluarga ada riwayat kembar. III (ada keluhan atau tidak) . 1999:401) D. . Keadaan . BB dan spontan pervaginam atau tidak PB saat lahir . Anak . Usia anak saat lahir (menangis atau tidak) anak sekarang berapa H. Amenorhe . Riwayat persalinan yang lalu ditanyakan . Makan seling seperti buah dan sayur minum air putih 8 – 9 gelas/ hr . ibu tidak mengalami gangguan haid (nyeri)(Prawirohardjo. Jenis lahir cukup bulan atau tidak kelamin . Haid : menarche pada umur pubertas 12 – 16 tahun. Keluhan selama hamil : Trims I.

Kehidupan Seksual Pada akhir kehamilan lebih baik ditinggalkan karena kadang – kadang menimbulkan infeksi pada persalinan dan nifas. rectum yang penuh akan menyebabkan ibu merasa tidak nyaman dan bagian terbawah dari anak tidak masuk ke dalam PAP . Sosial Budaya Kebiasaan yang merugikan suatu persalinan seperti minum jamu. Pada multipara coitus dapat dilakukan dengan kondom atau . anjurkan ibu untu tidak tidur terlentang L. . Psikologi Kelahiran seorang bayi akan mempengaruhi kondisi emosional seluruh keluarga. jongkok. mengikat perut bagian atas dengan tali. Eliminasi . membuka semua pintu yang ada N. menjelang persalinan ibu diperbolehkan makan dan minum sebagai asupan nutrisi yang digunakan nanti untuk kekuatan mengejan . Istirahat Menjelang persalinan kebutuhan istirahat tergantung pada klien. Personal Hygiene Ibu selalu mandi dan menggunakan pakaian bersih K. anjurkan ibu untuk terus bergerak. (Hamilton. ia dapat jalan. Pastikan ibu mengosongkan kandung kemih. Aktifitas Pastikan ibu sedang dalam persalinan untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman. Pastikan ibu BAB sebelum persalinan kala II. duduk. serta dapat memecahkan ketuban. 1995:83) J. mengurangi rambut. akan membantu proses penurunan kepala janin. jadi usahakan agar suami / anggota keluarga lain diikutkan dalam proses persalinan uri M. paling tidak tiap 2 jam I.

5 kg Berat badan trimester III kenaikan normalnya 5. perubahan posisi yang dapat mengurangi kedalaman penetrasi. Kenaikan berat badan selama hamil 6. Status Gizi LL : normal > 23. pada payudara ada hyperpigmentasi tidak. Dada : simetris tidak. 1998: 139) Data Obyektif A.3 cm. adakah linea nigra atau alba apakah ada bekas operasi apa ada striae albicant PALPASI Leopold I Menentukan tinggi fundus uteri (cm) untuk mentukan tuanya kehamilan . apakah puting susu menonjol Perut : pembesaran perut sesuai tidak dengan usia kehamilan. Penampilan : lordosis atau tidak . pucat tidak.5 – 16 kg rata – rata 12. Leher : adakah pembesaran kelenjar tiroid. Pemeriksaan Umum . vena jugularis. Tanda – tanda vital : Suhu : normal 36 – 37 5 0C Nadi : normalnya <100 x/mnt Respirasi : 16 – 20 x/mnt Tekanan darah : normal sistol 110 – 130 mmHg. sclera putih Mulut : warna bibir. Kesadaran : composmentis . adakah odema.5 kg/mg INSPEKSI Muka : ada cloasma gravidarum atau tidak.(Manuaba. diastole 70 – 90 mmHg Tinggi badan : >145 cm . keadaan umum : baik . bila kurang berarti status gizi buruk. ada caries tidak. Mata : konjungtiva merah muda.

B1 hipertensi urat syaraf Dengan menggunakan reflek patella UKURAN PANGGUL LUAR Distansia spinarum: jarak antara spina isciadika anterior posterior kiri dan kanan (23 . Meraba bagian janin yang berada di dasar rahim untuk menentukan bagian apa yang terdapat dalam rahim Leopold II Untuk menentukan dimana letak punggung anak dan dimana letaknya bagian – bagian terkecil janin. Interpretasi Data Dasar . frekuensi 120 – 160 x/mnt. Leopold III Untuk menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul. 1989) PEMERIKSAAN PENUNJANG Kadar Hb normal > 11 gr Albumin urin negative atau positif Reduksi urin negative atau positif (Sulaiman.26) Distansia cristarum : jarak antara crista illiaka kiri dan kanan (26 .29) Boudenloqeu : jarak antara tepi atas sympisis dan prosecus spinosus LV (tulang pinggang ke V) (18 . Leopold IV Untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul AUSKULTASI DJJ terdengar jelas dan teratur. interval teratur tidak PERKUSI Mengetahui adanya hipovitaminosis.20) Lingkar panggul : diukur dari pertengahan tepi atas simphysis ke pertengahan antara sias dan trochanter mayor kiri – kanan (80 – 90 ) (Depkes RI.1983 :157) 2.

Potensial terjadinya penyulit kala III kontraksi uterus lemah g. diakui dan telah disyahkan oleh profesi B. Sedangkan pada kasus . Beberapa kasus mengindikasikan situasi yang membutuhkan tindakan segera sambil menunggu tindakan dokter misalnya pada kasus prolaps tali pusat. Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar “nomenklatur” (tata nama) diagnosa kebidanan. Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera Baik bidan atau oleh dokter untuk melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. Potensial terjadinya odema porsio sebelum waktunya d. berhubungan langsung dengan praktek kebidanan C. Potensial terjadinya penyulit kala IV atonia uteri 4. Potensial terjadinya penyulit kala I inersia uteri e. Dirumuskan diagnosa spesifik. dapat diselesaikan dengan pendekatan manejemen kebidanan 3. Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap masalah atau diagnosa berdasarkan interpresentasi yang benar atas data – data yang telah dikumpulkan. Mengidentifikasi Masalah atau Diagnosa Potensial Pada langkah ini bidan mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial berdasarkan masalah atau diagnosa yang sudah teridentifikasi. Cemas berdasarkan kurangnya pengetahuan tentang persalinan c. Langkah ini mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. masalah psikososial berkaitan dengan hal – hal yang sedang dialami oleh wanita tersebut. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila mungkin dilakukan pemecahan. memiliki ciri khas kebidanan D. Nyeri berdasarkan kontraksi uterus b. Standar nomenklatur diagnosa kebidanan : A. Potensial terjadinya penyulit kala II bayi besar f. Masalah yang sering timbul / muncul pada inpartu : a. didukung oleh clinical judgement E.

TTV normal. Bidan yang mengkaji kondisi klien dan menentukan tidakan yang paling tepat dan penting untuk wanita tersebut. . pada ketuban yang sudah pecah ibu diharapkan untuk tetap berbaring karena dalam hal ini dapat mempercepat penurunan kepala. pada ketuban yang masih utuh ibu diperbolehkan untuk berjalan – jalan. TTV yang meningkat. TTV) His : tiap 10 menit djj : tiap 10 menit Ketuban. penurunan kepala. Pada penurunan kepala tidak bertambah mungkin karena CPD. . Kriteria : dalam waktu  6 jam pembukaan lengkap dan keadaan ibu dan janin baik (DJJ antara 120 – 160 x/mnt) persalinan normal. . TTV tiap 1 jam R/ his yang lemah dapat menyebabkan partus lama. djj. ketuban yang keruh mungkin terjadi fetal distres. keadaan ibu dan janin baik. ketuban. djj yang kurang dari 120 x/mnt dan lebih dari 140 x/mnt mungkin terjadi fetal distress. pembukaan : tiap 4 jam sekali. Jelaskan dan anjurkan pada ibu untuk menarik napas panjang bila ada his R/ membuat otot rileks Observasi kala I paratograf (his. eff. mungkin adanya tanda pre-syok. penurunan kepala. lainnya tidak memerlukan tindakan darurat tetapi perlu konsultasi atau kolaborasi dengan dokter. Tujuan : Proses persalinan berjalan lancar. 5. Intervensi Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan R/ ibu mau bekerja sama dan meningkatkan motifsi dalam menghadapi persalinan. Menyusun Rencana Asuhan yang Komprehensif Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh hasil kajian ini direncanakan asuhan menyeluruh yang ditentukan oleh hasil kajian pada langkah sebelumnya: Diagnosa : G1 P00000 Inpartu Kala I fase aktif .

pada primi ½ jam. pada multi ¼ jam . Tujuan : kala II berjalan lancar . Tujuan : Kala III berjalan lancar. Kriteria : tidak terjadi pendarahan post partum. . Intervensi Jelaskan pada ibu cara – cara mengejan yang benar apabila ada his R/ dapat membantu menurunkan kepala Anjurkan pada ibu untuk istirahat bila tidak ada his R/ merelaksasikan otot – otot Kontrol djj antara 2 his R/ mengetahui kemajuan persalinan dan fetal distres Pimpin ibu untuk mengejan saat puncak his R/ dengan kekuatan mengejan yang benar akan mendapatkan hasil optimal / bayi segera lahir Lakukan teknik persalinan sesuai APN R/ dapat menyelesaikan persalinan dengan baik Diagnosa : G1P00000 inpartu Kala III . Berikan nutrisi yang cukup R/ dengan nutrisi yang cukup ibu mendapat tenaga sehingga pada waktu persalinan ibu dapat mengejan dengan baik. Berikan suport mental pada ibu R/ ibu mau bekerja sama dan meningkatkan motivasi menghadapi persalinan Anjurkan ibu untuk miring kiri R/ supaya tidak terjadi penekanan venacava superior sehingga bayi tidak terjadi asfiksia Diagnosa : G1 P00000 Inpartu Kala II . Kriteria : dalam waktu 30 menit bayi dapat lahir . kontraksi uterus baik. Intervensi : Observasi kontraksi uterus dan tanda pelepasan plasenta .

tetapi dia bertanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. 7. Kaji ulang apakah semua rencana telah dilaksanakan. Periksa tingginya fundus uteri R/ untuk memastikan kehamilan tunggal Beritahu ibu akan disuntik oksitosin R/ agar ibu kooperatif dengan tindakan yang dilakukan Lahirkan plasenta dengan lengkap R/ plasenta yang tidak lengkap menyebabkan perdarahan.dan Pelepasan plasenta ditandai dengan uterus menjadi globuler. Pelaksanaan asuhan yang dilakukan oleh bidan. Pelaksanaan Langsung Asuhan Melaksanakan asuhan menyeluruh yang telah direncanakan. sebagian oleh klien sendiri atau petugas kesehatan lainnya. Diagnosa : G1 P00000 . Kriteria : tidak ada perdarah. Evaluasi . Intervensi : Lakukan masase uterus R/ merangsang kontraksi uterus Evaluasi fundus uteri tiap 15 menit pada 1 jam pertama dan tiap 30 menit pada jam kedua R/ deteksi adanya perdarahan Pemeriksaan perineum dari pendarahan aktif R/ memastikan adanya robekan jalan lahir Perkiraan kehilangan darah secara keseluruhan R/ memastikan perdarahan normal Evaluasi tindakan segera bila kondisi ibu lemah R/ melakukan tindakan segera bila kondisi ibu lemah 6. kontraksi uterus baik. Walaupun bidan tidak melaksanakan seluruh asuhan sendiri. . R/ kontraksi uterus yang lemah dapat mengakibatkan perdarahan. Tujuan : Kala IV berjalan dengan lancar .

1. Riwayat Menstruasi Siklus Menstruasi : 30 hari Disminorhe : ada Lama : 4 hari Menarche : 14 tahun Warna : Merah tua HPHT : 03 – 07 – 2006 Bau : Anyir TP : 10 – 04 – 2007 Flour albus : ada D.2007 Jam :10. nafsu makan menurun. Keluhan utama Ibu mengatakan perut terasa kenceng – kenceng mulai tanggal 30 – 03 – 07 pukul 24.00 wib A. III.00 wib. . dan IV BAB 3 TINJAUAN KASUS 3. mulai merasakan gerakan janin sejak usia kehamilan 4 bulan dan sudah mendapatkan TT2 di bidan terdekat. Pada langkah ini dievaluasikan keefektifan asuhan yang diberikan. Biodata Nama : Ny.30 wib.1 Pengkajian 3. apakah telah memenuhi kebutuhan yang telah teridentifikasi dalam diagnosa maupun masalah. C. Y Nama : Tn. mengeluarkan lender bercampur darah dari kemaluan sejak pukul 06. pada setiap periode kala I. Riwayat Kehamilan Sekarang Ibu mengatakan hamil ini yang pertama kehamilan 9 bulan Selama hamil muda (trimester I) ibu mengalami mual dan muntah. S Umur : 28 th Umur : 32 th Agama : Islam Agama : Islam Suku : Jawa Suku : Jawa Pendidikan : SMU Pendidikan : SMU Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Ketajen – Gedangan Alamat : Ketajen – Gedangan B. II.1 Data Subjektif Anamnesa tanggal 30 – 3 .10 wib MRS tanggal : 30 – 03 – 07 Jam 10.

Gosok gigi 2 x/hr . Riwayat Psikososial Saat dilakukan pengkajian. HT dll F. ibu mengatakan cemas akan menghadapi persalinan dan sering bertanya kapan ia akan melahirkan. asma. perut terasa kenceng – kenceng sampai menjalar ke punggung. gemelly dll. porsi Ibu makan hanya sedikit. DM. buah minum air putih  1 gelas minum 5-6 gls/hr 2 Eliminasi .ibu ganti jarik tiap kali basah baju 1 hr/x. sayur.BAK : 4. asma.Ibu hanya berbaring hari sebagai ibu rumah ditempat tidur karena tangga perutnya kenceng . E. HT. G. DM. Selama hamil tua ibu mengatakan sering mengalami BAK. ganti . hanya 3x/hr dg lauk.kenceng . Riwayat kontrasepsi Ibu mengatakan belum pernah mengikuti program KB apapun H.Ibu belum BAB. Cuci rambut 2 x/mg 4 Aktifitas . nafsu makan baik. BAK hanya . - 3 Hygine . Ibu merencanakan akan merawat bayinya sendiri dan memberikan ASI. Seperti jantung. Riwayat penyakit keluarga / keturunan Ibu mengatakan bahwa tidak ada yang menderita penyakit menular. Riwayat Spiritual Ibu sholat 5 waktu dan kadang mengikuti pengajian di kampungnya J. Riwayat Penyakit Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita penyakit menular. Ibu mandi 2x/ hr. hepatitis. Pola kehidupan sehari – hari No Kebiasaan Slm hamil di rumah Slm hamil di RS 1 Nutrisi Nafsu makan biasa.5 x/hr 1 kali . Aktifitas ibu sehari – . Klien mengharapkan anak pertama lahir laki – laki tapi kalaupun perempuan tidak apa – apa asal lahir dengan selamat I. ginjal. menurun dan menahun. ganti cd setiap mandi . menurun dan menahun seperti jantung.BAB : 1 x/ hr . ginjal.

kenceng 6 Seksualitas .1. LL : 25.2 jam . Pemeriksaan Umum a. Seksual . 1 kali seminggu. alba. Tidur malam 5 -6 jam perutnya kenceng .5 cm 2. Pemeriksaan Fisik Rambut : bersih. TB / BB : 150 / 59 kg BB sebelum hamil : 45 kg c. Tidur siang : 1. lebat Muka : Cloasma gravidarum : tidak ada Mata : Konjungtiva : merah muda Sclera : putih Leher : Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada Struma : tidak ada Dada : Simetris Payudara : Bentuk : Simetris Kebersihan : Bersih Areola : Hiperpigmentasi Puting Susu : Menonjol Keluaran : Colostrum tapi masih sedikit Perut : Striae : nigra.TTV : TD = 110 / 70 mmHg S = 365 °C N = 88 x / mnt RR = 20 x / mnt d.2 Data Obyektif 1. saat Seksualitas hamil tua tidak pernah hub. tidak ada ketombe.Ibu tidak bisa tidur karena . Seksual sama sekali 3.Ibu tidak melakukan hub.Kesadaran : Composmentis KU : Baik b. tidak ada luka bekas operasi Pembesaran : sesuai dengan usia kehamilan Vulva : Warna : merah kebiruan Keluaran : lender bercampur darah . 5 Istirahat . Ibu mlkkn hub.

Hasil : VT  2-3 cm. Kapala janin tidak bisa digoyangkan berarti sudah masuk PAP. Leopold II : Di bagian kiri perut ibu teraba bagian keras. memanjang dan datar seperti papan diperkirakan punggung janin. portio lunak. melenting dan tidak dapat digerakkan diperkirakan kepala janin. bulat. PERKUSI : Reflek patella : +/+ 4. Indikasi : untuk mengetahui apakah ibu inpartu atau tidak dengan keluhan kenceng – kenceng disertai keluar lendir dan darah . teraba kepala. eff 25 %. Varices : tidak ada Oedema : tidak ada Kebersihan : bersih Anus : tidak ada hemoroid Ekstremitas atas / bawah : Varices :-/- Oedema :-/- 3.30 wib) . Ket (+). Pemeriksaan Dalam (tanggal 30 – 03 – 07 pukul : 10. 3/5 Leopold IV : divergen (kedua tangan tidak bertemu) AUSKULTASI : 11-12 – 11 x/menit frekuensi teratur (136 x/menit) Punktum max disebelah kiri perut ibu bagian bawah. Hodge H I+ . Denominator UUK. Penurunan kepala 3/5. Di bagian kanan perut ibu teraba bagian kecil dari janin Leopold III : Dibagian bawah perut ibu teraba bagian yang keras. Pemeriksaan Khusus PALPASI TFU : 3 jari bawah px (35 cm) Leopold I : Di fundus uteri teraba bagian agak bulat. kurang melenting diperkirakan bokong janin. lunak.

30 wib ibu dan janin baik dengan sedangkan mengeluarkan lender bercampur darah inpartu kala I fase laten dari kemaluan sejak pukul 06. let 10.ibu mengatakan perutnya terasa kenceng – kenceng lahir kesan normal Ku mulai tanggal 30 – 03 – 07 pukul : 24. intra uterin jalan . Hodge H I+ .Keadaan umum baik . hidup.Ibu mengatakan ini hamil yang pertama G1 P00000 Uk 38 mgg. Ket (+). Pemeriksaan Penunjang Darah hemoglobin : 12 gr % Urine : Albumin : - Reduksi : - 3. eff 25 %.Perkiraan persalinan : 10 – 4 – 07 kep v. janin tunggal.His 3 kali setiap 10 menit lamanya 30 detik .Kesadaran compos mentis . teraba kepala.Hari pertama haid terakhir : 3 – 7 – 2006.Albumin : - . Denominator UUK.HB : 12 gr % .10 .30 wib . penurunan kepala 3/5.5 Palpasi TFU : 3 jari bawah px (35 cm) dengan usia kehamilan 38 minggu Auskultasi : 11 – 12 – 11 x/mnt frekuensi teratur (136 x/menit) Hasil VT jam 10.VT  2-3 cm.2 Identifikasi Diagnosa / Masalah Tgl / Jam Data Diagnosa 30 maret S = .00 wib O = .5. 2007 .TTV : TD = 110 / 70 mmHg N = 88 x / mnt S = 365 ° C RR = 20 x/mnt BB = 59 Kg BB sblm hml: 45 kg LL = 25. portio lunak.

Identifikasi kebutuhan segera - .3. . Reduksi : - 3.4. Antisipasi masalah potensial - 3.

dilakukan kepada ibu dan keluarga dan keluarga dengan kenceng – kenceng semakin hidup.35 2.Vulva sering dan kuat serta membuka adanya pengeluaran Tanggal : 30-3-07 pervaginam Jam : 16.TD : 110 / 70 mmhg kesan lengkap pemeriksaan mengerti tentang ibu tentang hasil . . Melakukan Tanggal 30-3-07 07 Uk 38 pendek : pendekatan pendekatan pendekatan Jam 14.Perineum proses akan dilakukan ditandai dg adanya Fase aktif menonjol persalinan kenceng yg semakin P : Lanjutkan Rencana no: 5. Memberikan nutrisi S: Ibu mengatakan perutnya panjang nutrisi yang yang cukup ibu yang cukup pada bertambah sakit dan setelah cukup mendapat tenaga ibu.palpasi 3/5 bagian sudah masuk dengan . Dengan nutrisi 10. Ibu akan lebih 10. Hr DX No Tujuan Intervensi Rasionalisasi Jam Implementasi Evaluasi /TGL Kebidanan 1 30-3. eff 75%.7. Lakukan 1. roti. Menjelaskan kepada . kala I fase meneran ibu bahwa ia mengerti dan dpt ibu bahwa ia akan teraba kepala. Jelaskan hasil 2.30 Jangka 4.45 4.Tekanan akan kooperatif thd memasuki proses HII+ pada anus memasuki tindakan yang persalinan yang A : G1 P00000 Inpartu masuk kala 1 .S = 365 ° C ibu dan II dg dan janinnya bahwa ibu dan . Jelaskan pada 3.40 3.6.30 mgg. janin . ket (+). Berikan 4. Makanan (nasi.Minuman hangat O: DJJ (+)136 x/m persalinan ibu dapat (teh manis) .Adanya keadaan baik panggul inpartu dorongan 3.RR = 20 x/mnt janin baik kriteria : janinnya dalam .VT  7 cm. yaitu dg mengeluarkan cairan dari dilakukan sehingga pada memberikan: vagina askeb waktu persalinan . Agar ibu 10. pauk) .30 1. let askeb  1 x dan keluarga lebih kooperatif cara memberitahu sakit dan sering kep v. 45 detik berjalan baik lauk.His teratur 3x dlm 10 mnt lama uterin sampai keadaan normal 40 dtk jalan lahir pembukaan 2. G1 P00000 Jangka 1. Menjelaskan pada . Dengan 10.N = 88 x / mnt normal Ku masuk kala kpd ibu keadaan dirinya pemeriksaan nya .Setelah terapeutik terapeutik ibu terapeutik pada ibu S: Ibu mengatakan perutnya 10. 13 jam dengan petugas kan tentang keadaan O : DJJ (+) 136 x/m intra diharapkan kesehatan bayi saat ini dalam . penurunan kepala laten .30 tunggal.His teratur 4x dlm 10 mnt lama dapat mengejan dg .

persalinan . mnt spuit 5 cc 1 buah . Relaksasi 11. Anjurkan ibu 5. Menganjurkan ibu . S = 365 ° C dengan stimulation terfokus pada hidung dan . teraba kepala. Dapat 12. Tidak terjadi 12. jarum . sarung tangan asfiksi steril 2 potong.KU ibu skin stimulation lewat mulut selama panggul dan bayi ibu merasa timbul kontraksi . gunting tali pusar 2 CHPB dan mengetahui ibu dengan hasil klem tali pusar ½ kocher. jam naidvulder 1 nuah. indikasi pyton 1 amp. Djj tiap 30 kateter nelaton. Anjurkan ibu 6. tampon 1 buah jam dan sewaktu - – waktu jika ada Obat-obatan: Oksitosin 1 amp. VT tiap 4 chirurgis. Mengobservasi episiotomi. Observasi 7. Ket (-) sehat diperhatikan shg . N tiap 30 Hecting pack steril. pincet .Palpasi 1/5 bagian sudah masuk .05 7.P: untuk tidur penekanan pada untuk tidur miring 1.bayi lahir skin perasaan yang panjang melalui . kassa TTV kemajuan sbb : steril 5 buah. Menganjurkan ibu .normal 5.Obs TTV : dengan untuk membantu untuk . benang tali pusar.VT  lengkap. pincet anatomis. penurunan tidak ada perasaan nyeri punggung ibu saat kepala HIV kelainan yg dirasakan dpt atau selama terjadi A: G1 P00000 dengan inpartu masuk berkurang kontraksi kala II 6. His tiap 30 aquabidest. S tiap 2 jam 2 buah.50 5. benang hecting. dock steril mnt - . TD : 110 / 70 mmhg kriteria : relaksasi dan mengu rangi . spuit 3 cc 2 buah. eff 100 %. kassa steril . Siapkan alat : miring ke kiri venacava inferior ke kiri - shg bayi tidak Partus pack steril. RR = 20 x/mnt selamat rasa nyeri dg menghembuskan . TD tiap 4 luar dan dalam. sarung mnt tangan steril 2 potong. gunting 7.Menarik napas . lidocain 1 amp.Menggosok – gosok jernih. . N = 88 x / mnt .00 6.

bila tidak his boleh istirahat makan/minum 3.8. slym zurcker support perasaan takut & 2. mendengarkan - segala keluhan ibu Jelaskan pada ibu bila timbul his boleh mengejan. tekanan pada anus. anjurkan . lampu sorot. Persiapan ibu cemas dapat - berkurang Beritahukan ibu bahwa ibu akan 8. perineum menonjol. Mendampingi ibu segera melahirkan dan posisi dg memberikan ibu waktu mengejan yaitu perhatian & setengah duduk dengan kedua bantuan saat ibu kaki diangkat dan dirangkul memerlukan & sampai siku. Lakukan pertolongan persalinan - Adanya tanda-tanda kala II : ibu ingin meneran. Agar ibu merasa 12. Siapkan diri/penolong persalinan - Cuci tangan - Pakai celemek - Melaksanakan prinsip sterilisasi dalam menolong 4. Dampingi 8. vulva membuka.10 - Ibu dan beri diperhatikan shg Skort. - Kepala janin crowning 3-4 cm - Memimpin persalinan.

dengan cara seperti BAB - Saat sub occiput tampak di bwh symp tangan kanan melindungi perineum dengan dialasi lipatan kain bersih di bawah bokong ibu. - Setelah kedua bahu lahir. menarik secara hati-hati kearah bawah sampai bahu depan lahir. semantara tangan kiri menahan puncak kepala agar tidak terjadi difleksi yang terlalu cepat saat kepala lahir - Ambil kassa untuk membersihkan muka janin dari lender dan darah - Periksa ada/tidak lilitan tali pusat pada leher janin - Tunggu hingga kepala janin melakukan putar paksi selesai 5. lakukan sangga susur untuk melahirkan . tangan kita biparietal pada kepala janin. ibu untuk meneran bila ada his. kemudian menanti secara hati-hati ke atas sampai bahu belakang lahir. Melakukan putar paksi luar secara spontan - Setelah bayi putar paksi luar.

M pada 1/3 bagian . lakukan urutan pada tali pusar kearah ibu dan pasang klem kedua  2 cm dari klem pertama - Berikan bayi pada ibu untuk segera diberi ASI - Periksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan tunggal - Beritahu ibu untuk disuntik - Jam 16. tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah (menyelip jari. bungkus bayi dari kepala dan badan bayi.56 sutikkan oksitosin 10 unit secara I. setelah badan dan lengan lahir. telunjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin. - Jam 16. - Jepit tali pusat menggunakan klem  3 cm dari umbilicus bayi.55 WIB lahirlah bayi perempuan. letakkan bayi diatas perut ibu sambil menilai keadaan bayi AS : 8-9 - Segera keringkan bayi. seluruh badan.

pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah jarum jam untuk membantu pengeluaran . Bagian bawah uterus (dorsocranial) - Jika dengan penegangan. tali pusat terlihat bertambah panjang dan terasa adanya pelepasan placenta. minta ibu untuk meneran sedikit demi sedikit. tangan kanan menarik tali pusar keatas setinggi dengan kurve jalan lahir hingga plasenta tampak pada vulva - Setelah plasenta tampak pada vulva teruskan melahirkan plesenta dengan hati-hati. - Lakukan penegangan tali pusar terkendali - Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 – 10 cm dari vulva - Letakkan tangan kiri diatas symphisis untuk menahan (dorsokranial) 6. luar paha kanan setelah melakukan aspirasi terlebih dulu.

untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lengkap - Periksa perineum. Menggunakan 4 jari palmar tangan kiri hingga kontraksi uterus baik fundus uterus teraba keras - Periksa bagian maternal dan fetal placenta dengan tangan kanan. ada robekan. yaitu ikat tali pusatnya dan bungkus dengan kassa steril yang diberi alkhohol - Bungkus bayi kembali dan berikan bayi kepada ibu .15 wib placenta lahir secara skhultze - Lakukan masase pada fundus secara sirkuler - Periksa perineum apakah ada robekan 7. lakukan hecting jelujur - Bersihkan ibu - Rawat bayi. placenta dan mencegah robekan slaput placenta - Jam 17.

- Bersihkan alat-alat dengan rendam terlebih dahulu kedalam larutan klorin selama  10 menit barulah di cuci .

Ket (-) jernih. portio 3-07 . S : 365 ° C teraba kepala.30 4 x 101 40” 136 x/m . 4 x 101 . 3 x 101 penurunan kepala 3/5.00 45” 136 x/m 82 x/mnt 15. TD : 110/70 mmhg VT  7 cm.00 140 x/m 80 x/mnt 16. TD : 110/70 mmhg VT  2-3 cm. S : 365 ° C Denominator UUK 4 x 101 40” . penurunan kepala 1/5.30 3 x 101 40” 140 x/m 88 x/mnt 14. VT  lengkap. eff 75%. LEMBAR OBSERVASI INPARTU TGL JAM HIS LAMA DJJ TTV KETERANGAN 30.00 3 x 101 30” 136 x/m 88 x/mnt Hodge H I+ 11. R : 20 x/mnt Denominator UUK.30 3 x 101 30” 136 x/m 82 x/mnt 12. N : 88 x / mnt lunak. eff 100 %. .30 3 x 101 35” 136 x/m 80 x/mnt 13. Hodge IV Ibu dipimpin untuk mengejan . R : 20 x/mnt penurunan kepala 2/5 40” Hodge II+ 15. eff 25 %. teraba kepala. N : 88 x / mnt Ket (+). jernih. 4 x 101 . Ket (+).30 136 x/m 80 x/mnt Ketuban pecah spontan.30 3 x 101 30” 136 x/m .00 3 x 101 35” 140 x/m 80 x/mnt 13.00 3 x 101 35” 140 x/m 80 x/mnt 12. teraba kepala.00 3 x 101 40” 136 x/m 88 x/mnt 14. . 10.30 45” 136 x/m 82 x/mnt 16. 11.

55 wib . tampak adanya luka jahitan pada perineum BAK/BAB : (+)/(-) A : Ibu 2 jam Post partum P :. pengeluaran ASI ibu. lochea rubra  I kotek.KU : baik Kesadaran : Composmentis TTV : S : 36. P10001 1 hari Post S : Ibu mengatakan sudah tidak merasakan mules pada perutnya 2007 Partum dan rasa nyeri pada luka jahitan sudah agak berkurang PK 08.6 oC RR : 20 x/menit N : 80 x/mnt TD : 110/70 mmHg Mata : selaput lendir mata tidak pucat buah dada : membesar. CATATAN PERKEMBANGAN Tgl/Jam Diagnosa Data Dasar 30-03. puting susu menonjol colostrum +/ +. perdarahan. duduk dan berjalan Jelaskan pada ibu bahwa mulesnya itu karena uterus berkontraksi dengan baik Motivasi ibu untuk meneteki bayinya sesering mungkin Anjurkan ibu tetap untuk menjaga kebersihan diri Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi (4 sehat 5 sempurna) Lakukan kolaborasi dengan dokter SPOG untuk pemberian terapi per oral amoxan dan mefinal 3x1 serta biosanbe 1x1 31-03.00 . pengeluaran. bayi menetek dg kuat perut : TFU I jari bawah pusar. Motivasi ibu untuk mobilisasi dini secara bertahap yaitu miring kanan dan kiri. P10001 2 jam S :. tidak oedema. TTV.Ibu mengatakan lega dan bahagia atas kelahiran bayinya 2007 post partum yang pertama 18.Ibu mengatakan perut terasa mules dan nyeri pada luka jahitan O : . konstraksi uterus baik vulva : baik.Lakukan Observasi puerperium di R. Nifas yang meliputi KU. kontraksi uterus.

KU : baik .Berikan HE pada ibu tentang : . luka jahitan pada perineum masih basah .Muka : tidak pucat. terutama jalan lahir .Pemberian ASI Eksklusif .Anjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri.BAB : belum . jumlah cukup .Buah dada : pengeluaran coloctrum lancar. Kesadaran : Composmentis .5 oC RR : 20 x/menit N : 80 x/mnt TD : 110/70 mmHg .Imunisasi untuk bayi dan KB .Perawatan tali pusat bayi .Perut : TFU 2 jari bawah pusar. konstraksi uterus baik .Ibu diperbolehkan pulang . tidak oedema .Ibu sudah dapat berjalan sendiri A : P10001 1 hari post partum P :. TTV : S : 36.BAK : 2-3 kali.O : .Vulva : pengeluaran lochea rubra ½ kotek ganti 2 kali dalam 24 jam atau bila basah.Pola makan dengan gizi seimbang . bayi menetek dengan kuat .

.00 wib Tanggal keluar/ jam : 31-3-2007/ 17. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri.TFU 2 jari bawah pusar.Mata : conjungtiva merah muda.Muka : tidak pucat.5 oC RR : 20 x/menit Nadi : 88 x/mnt TD : 110/70 mmHg . RENCANA PULANG Nama ibu : Ny. Bersihkan puting susu sebelum dan sesudah menyusui serta sendawakan bayi setelah diberi minum. Rw : 1 Gedangan Sidoarjo Tanggal masuk/jam : 30-3-2007 / 10.Kesadaran : Composmentis .Ibu mengatakan sudah memahami tentang penjelasan yang diberikan oleh bidan O : KU : baik . konstraksi uterus baik .00 wib S : . Berikan HE tentang . pengeluaran lochea rubra ½ kotek ganti 2 kali dalam 24 jam.Ibu mengatakan senang karena sudah di ijinkan pulang . Jelaskan pentingnya mengikuti KB sesuai persetujuan suami – istri 3.Vulva : tidak odema. Motivasi ibu untuk kontrol 1 minggu lagi atau jika ada keluhan dan membawa bayinya untuk mendapatkan imunisasi di RS DKT sidoarjo atau dibidan terdekat . tidak oedema . Makanan yang bergizi seimbang untuk menyusui (4 sehat 5 sempurna) . Motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan 5. Minum air putih 9 – 10 gelas / hari .TTV : Suhu: 36. luka jahitan pada perineum tampak adanya luka jahitan masih basah A: Masalah teratasi P : Pasien pulang dengan diberi Nasehat : 1. terutama jalan lahir 4. 2. “Y” Umur : 28 tahun Alamat : ketajen Rt: 01 .

Selama melakukan Asuhan Kebidanan pada Ny “Y” didapatkan suatu diagnosa kebidanan yaitu G1 P00000 38 minggu. tidak ada penyulit yang menyertai 2. TTV. lakukan kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi . maka dilakukan intervensi sebagai berikut : 1. lakukan pendekatan terapeutik 2. kemajuan persalinan CHPB 4. hamil intra uterin dengan inpartu fisologis yang dilaksanakan tanggal 30 – 3 – 2007 tidak ditemukan adanya komplikasi yang terjadi selama masa inpartu. pimpin ibu bersalin secara APN 5. “Y” dengan G 1 P00000 38 minggu tunggal. tunggal. hidup. Hal yang perlu dijelaskan pada ibu dan keluarga adalah tentang proses persalinan yang memerlukan kesabaran dan tindakan – tindakan yang sesuai dengan protap pertolongan persalinan. hamil intra uterin dengan inpartu fisologis. berikan penjelasan tentang keadaan ibu 3. lakukan observasi KU ibu. yaitu data yang diperoleh berdasarkan keterangan dari pasien dan data obyektif yaitu data yang diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pasien oleh petugas. BAB 4 PEMBAHASAN Inpartu adalah keadaan seorang ibu yang akan melahirkan atau akan menjalani persalinan. ibu dan keluarga bersedia bekerja sama dengan Nakes Untuk menghindari masalah potensial agar tidak menjadi aktual. Dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ny. lakukan pengawasan dan perawatan masa nifas 6. sehingga apabila terjadi kesulitan dapat segera dilakukan penanganan/ tindakan yang tepat. Pada kasus ini tidak terjadi partus lama dikarenakan : 1. hidup. kondisi pasien baik 3. Pada Asuhan Kebidanan diperoleh pengkajian data yang berasal dari data subyektif.

Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana tindakan yang sudah ditetapkan sehingga asuhan yang diberikan berhasil dengan baik. .”Y” tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Setelah persalinan selesai sampai memasuki 2 jam PP. masalah potensail tidak terjadi dan masalah teratasi. Dari kasus Asuhan Kebidanan pada Ny.

tunggal. Sebagai bidan hendaknya dapat menjadi teman bagi pasien Untuk Klien dan Keluarga 1.1 Simpulan Setelah melakukan pengkajian didapatkan diagnosa G1 P00000 38 minggu. 5. Sebagai bidan hendaknya dapat menjelaskan tentang kemajuan persalinan 3. Sebagai petugas kesehatan khususnya bidan harus lebih sabar dalam menghadapi pasien inpartu. 2.2 Saran Untuk Petugas 1. Faktor – faktor yang menunjang keberhasilan dilaksanakannya Asuhan Kebidanan ini adalah : 1. Melakukan observasi kemajuan persalinan dan CHPB 3. 2. Klien mau bekerja sama dengan saran dan tindakan yang diberikan oleh petugas 3. Klien diharapkan lebih sabar dalam menghadapi masa inpartu . hidup. hamil intra uterin dengan inpartu fisologis tindakan yang telah dilakukan adalah : 1. Memimpin ibu bersalin sesuai dengan APN Setelah dilakukan evaluasi diketahui bahwa tindakan yang telah dilakukan ternyata berhasil. 2. BAB 5 PENUTUP 5. Klien memberikan kepercayaan kepada penulis dalam memberikan Asuhan Kebidanan atau pelayanan. Adanya pengertian dan kesadaran dari klien sehingga petugas dapat melakukan tindakan sesuai dengan protap yang berlaku adapun faktor – faktor yang menghambat keberhasilan dilaksanakanya Asuhan Kebidanan ini adalah adanya keterbatasan waktu dan kemampuan penulis dalam memberikan Asuhan Kebidanan pada klien. sehingga tidak terjadi penyulit mulai dari proses persalinan sampai 2 jam PP. Melakukan pemeriksaan terhadap keadaan umum ibu dan TTV. Klien dan Keluarga diharapkan dapat mengerti tentang masa inpartu 2.

EGC. Jakarta Sastrawinata Sulaiman. EGC. 1997. 2000. Jakarta Prawirohardjo. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. 1987. Jakarta Mochtar rustam. Bandung 52 . Sarwono. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Gde. DAFTAR PUSTAKA Manuaba Ida Bagus. 1983. Ilmu Kebidanan. Jilid I. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Obstetri Fisiologi. 1998. Yayasan Bina Pustaka. Sinopsis Obstetri Fisiologis dan Patologis. Jakarta Prawirohardjo Sarwono.

Sidoarjo. Keluarga dan teman – teman yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 1. April 2007 Penulis ZAHROH Nim :05. Y G1 P00000 Inpartu Dengan Partus Normal di RS DKT Sidoarjo Penulis menyadari dalam penyusunan makalah Asuhan Kebidanan ini tidak akan berhasil sesuai yang diharapkan. Drg Okti Selaku Direktur RS DKT Sidoarjo 2. 3. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan Asuhan Kebidanan yang akan datang. Damarati SKM Selaku Pembimbing Pendidikan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya 5. Hermina Humune SKP Selaku Direktur Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya 4. atas segala rahmat dan hidaya-Nya sehingga dapat terselesainya Asuhan Kebidanan Pada Ny. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Dalam penulisan makalah ini. penulis menyadari keterbatasan sebagai manusia yang tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan. Arias Dian W Amd Keb Selaku Bidan Koordinator Dan Pembimbing Praktek Di RS DKT Sidoarjo.040 . tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak.

“Y” dengan G1P00000 Inpartu Dengan Partus Normal di RS DKT Sidoarjo telah mendapat persetujuan dan pengesahan oleh pembimbing kami selama di lahan praktek yaitu pada tanggal : 17-11-2007 Mengetahui. Amd. LEMBAR PENGESAHAN Makalah Asuhan Kebidanan pada Ny.W.Keb) . Pembimbing Pendidikan Pembimbing Praktek (DAMARATI SKM ) (ARIAS DIAN.

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “Y” G1 P00000 INPARTU DENGAN PARTUS NORMAL DI RS DKT SIDOARJO Oleh: ZAHROH NIM: 05040 AKADEMI KEBIDANAN GRIYA HUSADA TAHUN AKADEMIK 2005 – 2008 .