You are on page 1of 70

STUDI PEMBUATAN TEPUNG LIDAH BUAYA

(Aloe vera L.)

SKRIPSI

OLEH:

ARY SYAHPUTRA
040305005/TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2008

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.), 2008.
USU Repository © 2009

STUDI PEMBUATAN TEPUNG LIDAH BUAYA
(Aloe vera L.)

SKRIPSI

OLEH:

ARY SYAHPUTRA
040305005/TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Di Departemen Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara

Disetujui Oleh
Komisi Pembimbing,

Ir.Rona J. Nainggolan, SU Dr. Ir. Elisa Julianti, MSi
Ketua Anggota

DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2009

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.), 2008.
USU Repository © 2009

ABSTRACT

A STUDY ON THE MAKING OF ALOE VERA FLOUR (Aloe vera L.)

The aim of this research was to investigate the effect of different dextrin
concentrations and drying times on the quality of aloe vera flour. The research
had been performed using factorial completely randomized design (CRD) with
two factors i,e : dextrin concentrations (K) : (0, 2, 4 and 6%) and drying times (P)
: (6, 8, 10 and 12 hours). Parameters analyzed were yield, water content, ash
content, vitamin C content, dispersion speed and organoleptic values (color and
flavour). The result showed that the dextrin concentrate had highly significant
effects on yield, water content, ash content, vitamin C content, dispersion speed
and organoleptic values (color and flavour). The drying time had highly
significant effects on yield, water content, ash content and had no significant
effects on vitamin C content, dispersion speed and organoleptic values (color and
flavour). The interaction of dextrin concentration and drying time had highly
significant effects on yield and water content but had no significant effects on ash
content, vitamin C content, dispersion speed and organoleptic values (color and
flavour). Dextrin concentration 6% with drying time 12 hour (K4L4) produced the
best aloe vera flour.

Keywords : Aloe Vera flour, dextrin concentration, drying time.

ABSTRAK

STUDI PEMBUATAN TEPUNG LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi
dekstrin dan lama pengeringan terhadap mutu tepung lidah buaya. Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu konsentrasi
dekstrin (0, 2, 4 dan 6%) dan lama pengeringan (6, 8, 10 dan 12 jam). Parameter
yang dianalisa adalah rendemen, kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kecepatan
dispersi dan nilai organoleptik (warna dan aroma). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap
rendemen, kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kecepatan dispersi dan nilai
organoleptik (warna dan aroma). Lama pengeringan memberikan pengaruh
berbeda sangat nyata terhadap rendemen, kadar air dan kadar abu, tetapi
memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar vitamin C, kecepatan
dispersi dan nilai organoleptik (warna dan aroma). Interaksi antara konsentrasi
dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata
terhadap rendemen dan kadar air, tetapi memberikan pengaruh berbeda tidak
nyata terhadap kadar abu, kadar vitamin C, kecepatan dispersi, dan nilai
organoleptik (warna dan aroma). Konsentrasi dekstrin 6% dengan lama
pengeringan 12 jam (K4L4) menghasilkan tepung lidah buaya yang terbaik.

Kata Kunci : Tepung lidah buaya, konsentrasi dekstrin, lama pengeringan.

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.), 2008.
USU Repository © 2009

24% dan terendah pada L4 (12 jam) yaitu sebesar 1.. Elisa Julianti. yaitu : Faktor 1 : Konsentrasi Dekstrin (K) terdiri dari 4 taraf yaitu : K1 = 0% . Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 1. Rendemen (%) Konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap rendemen tepung lidah buaya yang dihasilkan.). Nainggolan.01) terhadap tepung Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (6 jam) yaitu sebesar 1. K3 = 4% dan K4 = 6%.)” dibimbing oleh Ir.30% dan terendah pada K1 yaitu sebesar 0. Faktorial dengan dua (2) faktor. K2 = 2% . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap mutu tepung lidah buaya. Interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap rendemen memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0. SU dan Dr. MSi .sebagai ketua dan anggota pembimbing.Rona J. RINGKASAN Ary Syahputra “Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. USU Repository © 2009 .01) terhadap rendemen tepung lidah buaya yang dihasilkan. 2008.97% Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.11%. Ir. dan Faktor 2 : Lama Pengeringan (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : L1 = 6 jam : L2 = 8 jam : L3 = 10 jam dan L4 = 12 jam 1. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL).

01) terhadap tepung lidah buaya yang dihasilkan.88% dan terendah pada K1 (0%) yaitu sebesar 1. 3. Kadar Air (%) Konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.31% dan rendemen terendah pada K1 L4 (0% dan 12 jam) yaitu sebesar 0. Kadar Abu (%) Konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (0%) yaitu sebesar 16.26%.01) terhadap kadar air tepung lidah buaya yang dihasilkan. USU Repository © 2009 .39% dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 8.05% dan terendah pada L4 (12 jam) yaitu sebesar 9. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (6 jam) yaitu sebesar 13. Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar abu tepung lidah buaya yang dihasilkan. Interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap kadar air memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.05%. 2. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan K4L2 (6% dan 12 jam) yaitu sebesar 1.01%.01) terhadap kadar air tepung lidah buaya yang dihasilkan. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1L1 (0% dan 6 jam) yaitu sebesar 19.89%.04 % dan kadar air terendah pada K4L4 (6% dan 12 jam) yaitu sebesar 7. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 1.lidah buaya yang dihasilkan. 2008.18%.).

50 mg/100g bahan dan terendah pada perlakuan K2 dan K3 (2 dan 4%) yang bernilai sama yaitu sebesar 88 mg/100g bahan.). 4.36 menit dan terendah pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 2. USU Repository © 2009 .01) terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya yang dihasilkan.05) terhadap tepung lidah buaya yang dihasilkan. 5. Kecepatan Dispersi (menit) Konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.61% dan terendah pada L4 (12 jam) yaitu sebesar 1.74 menit Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0. Kecepatan dispersi tertinggi terdapat pada perlakuan K2 (2%) yaitu sebesar 6.01) terhadap kadar abu tepung lidah buaya yang dihasilkan.05) terhadap kadar vitamin C tepung lidah buaya yang dihasilkan. Interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap kadar abu memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P>0.56%. Interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0.01) terhadap kadar vitamin C tepung lidah buaya yang dihasilkan. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (6 jam) yaitu sebesar 1. 2008. Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0. Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 126.05) terhadap kadar vitamin C tepung lidah buaya yang dihasilkan. Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) Konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.

05) terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya yang dihasilkan. Interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0. Nilai Organoleptik (Numerik) Konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.22.01) terhadap nilai organoleptik tepung lidah buaya yang dihasilkan. Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0. Nilai organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (0%) yaitu sebesar 3. Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0. 6. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. 2008. USU Repository © 2009 . Interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap nilai organoleptik tepung lidah buaya yang dihasilkan.32 dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 3.05) terhadap nilai organoleptik tepung lidah buaya yang dihasilkan.).05) terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya yang dihasilkan.

beragama Islam. anak pertama dari 2 bersaudara dari Bapak Anda Surya dan Ibu Nurhaida Batubara. pada tahun 2001 lulus dari SLTP Negeri 2 Medan dan pada tahun 2004 lulus dari SMU Negeri 2 Medan dan diterima di Fakultas Pertanian Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui jalur SPMB. Selama mengikuti perkuliahan. 2008. USU Repository © 2009 . RIWAYAT HIDUP ARY SYAHPUTRA. Pada tahun 1998 lulus dari SD YAPENA 45 Medan. penulis menjadi asisten mata kuliah Teknologi Lemak & Minyak. dilahirkan di Medan pada tanggal 29 Januari 1987. mengikuti kegiatan organisasi IMTHP (Ikatan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian) dan ATM (Agriculture Technology Moslem). Penulis telah mengikuti Praktek Kerja Lapangan di PTPN II kebun Tanjung Garbus/Pagar Merbau Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.).

kesempatan. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Rona J. SU selaku ketua komisi pembimbing dan Dr. Pa’ Heru dan Pakde Alm. atas dukungan. Ir. Seluruh keluarga di Medan yang selalu memberi semangat Bu’de ku Nurlina. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Rara dan Yudi yang telah memberi semangat. 3.)". Saudara kandung ku Dodi beserta sepupu ku Budi. Nainggolan. USU Repository © 2009 . Om Iwan. dorongan semangat dan bantuan kepada penulis baik secara moril maupun materil. Sry. Terima kasih penulis sampaikan kepada Ir. terima kasih atas dukungan moril yang sangat berarti bagi penulis. Om Dani. Bi’ Iyus. Novi.). Bi’ Ijun dan Om ku. 2008. Diana. Bi’ Nani . Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada kedua orang tua tercinta Ayahanda Anda Surya dan Ibunda Nurhaida Batubara. Ilham. Adapun judul penelitian ini adalah "Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Adi 2. Yang teristimewa buat Icut. Bi’ Yanti. Elisa Julianti selaku anggota komisi pembimbing yang telah banyak memberikan masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1.

4. USU Repository © 2009 . Medan.). terima kasih atas kebersamaan yang kita bangun selama ini. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pihak yang membutuhkan dan untuk kepentingan penelitian selanjutnya. Februari 2009 Penulis Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. 2008. Rekan-rekan di Stambuk THP 04.

......................................................... 19 Penentuan Kadar Vitamin C (mg/100g bahan .... ii RIWAYAT HIDUP ......................................................................... i RINGKASAN .......... 12 Penambahan Dekstrin ............................................................ vi KATA PENGANTAR ..................................................................................................................................... 12 Pengeringan ................................................................................................................................ 15 Bahan Penelitian ............................................. DAFTAR ISI Hal ABSTRACT...................................................... 1 Tujuan Penelitian .............................................................................................................................................................. 15 Model Rancangan ............ 3 TINJAUAN PUSTAKA Asal Usul Lidah Buaya ...................................................................... xi DAFTAR GAMBAR .................................................. 15 Alat Penelitian ......................... 4 Botani Lidah Buaya ............................................................................................................................................................................................................................................................................................. 6 Tepung Lidah Buaya .............................................................................. 12 Blansing ............................................................... 11 Pemotongan dan Pengupasan ......................................................... 11 Perendaman Larutan Kapur (CaCl2) ................... 9 Dekstrin .......................................................................................................................................................... 13 BAHAN DAN METODA Waktu dan Tempat Penelitian ................ xii DAFTRA LAMPIRAN ......... vii DAFTAR ISI .................................................................................. USU Repository © 2009 ........................................................................................................................... 16 Pelaksanaan Penelitian .............................. 15 Reagensia ............... i ABSTRAK ............ 18 Penentuan Rendemen (%) .................................................... 18 Penentuan Kadar Abu(%) ........................................................................................ 18 Penentuan Kadar Air (%) .............................................................................. 3 Hipotesis Penelitian .............................................. 17 Parameter Penelitian ..................................... 2008..................... ix DAFTAR TABEL ................................................................................... 10 Tahap Pengolahan Tepung Lidah Buaya ........ 4 Komponen dan Manfaat Lidah Buaya .........)........................................................ 19 Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L...................................................................................................................................................... xiii PENDAHULUAN Latar Belakang .... 15 Metode Penelitian ........................................................................................................................................................................................................... 3 Kegunaan Penelitian ..................................................................................................................... 11 Pencucian ..

....................... 39 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kecepatan Dispersi .......... 27 Kadar Air (%) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Air ....... 30 Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air ......... 25 Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Rendemen ................... 31 Kadar Abu (%) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Abu ........................... 37 Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Vitamin C ......................................................................... Penentuan Kecepatan Dispersi (menit) ...................... 20 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Parameter yang Diamati ................. 39 Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Vitamin C .......... 33 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu ......... 46 LAMPIRAN Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.... 39 Kecepatan Dispersi (menit) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kecepatan Dispersi ............. 45 Saran ........ 41 Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kecepatan Dispersi .................... 43 Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Nilai Organoleptik ... 23 Rendemen (%) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Rendemen ................ 35 Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu ............................................................................ 19 Penentuan Uji Organoleptik (Numerik)................. 41 Nilai Organoleptik (Numerik) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Nilai Organoleptik ........ 45 DAFTAR PUSTAKA .................................................... 37 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Vitamin C ..................................................................................... 24 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Rendemen ............................ 42 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Nilai Organoleptik ............ 22 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Parameter yang Diamati .............................................. 43 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ............. USU Repository © 2009 ............... 28 Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Air ............................................. 2008....).........................

...... 32 12................... 42 Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Rendemen (%) ....... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu (%) ................................. Skala Uji Hedonik Nilai Organoleptik (warna & aroma) ............................ 39 16.................... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Rendemen (%) .................... USU Repository © 2009 .... 22 5. 35 14........................ Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Air (%) ...... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Air (%) .................................................................................................. Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Parameter yang Diamati.......................................... 24 7..... DAFTAR TABEL Hal 1................................................................................ 25 8...................... 2008...... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kecepatan Dispersi (menit)............................... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air (%) .....................................)... Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Parameter yang Diamati .................................................................................. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) ............................................ Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Abu (%) .......................................................... Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Nilai Organoleptik (Numerik)....................................... Kandungan Zat Gizi Lidah Buaya .............. 7 2................ 23 6................. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Rendemen (%) ......... 27 9................................................... 8 3....... Komposisi dan Manfaat Lidah Buaya bagi Manusia .................................................. 29 10.................. 30 11... 33 13...... 20 4...................... 37 15..............................................................................................................

............................ Grafik Hubungan Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya ................................... Grafik Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya .......................... 29 7.......................................... 33 9...... Grafik Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Vitamin C Tepung Lidah Buaya ........................... 11 2...................................................................................... 31 8.......................... Grafik Hubungan Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya ............. 26 5.......................................................................... 43 Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L............ 41 13................... Grafik Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kecepatan Dispersi Tepung Lidah Buaya .................. Grafik Hubungan Lama Pengeringan terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya ..... Dekstrin (β-1...6-glukan) ............................. 36 11............ 25 4....................)........... 2008............................ Grafik Hubungan Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu Tepung Lidah Buaya ........................................ 38 12............................................................................................................................ Grafik Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Nilai Organoleptik Tepung Lidah Buaya .................... Grafik Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya ..................................................................................................................... 28 6....................................................................................... Skema Pembuatan Tepung Lidah Buaya .............. 21 3.......................... USU Repository © 2009 .. DAFTAR GAMBAR Hal 1...... Grafik Hubungan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya ............... 34 10..... Grafik Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Abu Tepung Lidah Buaya ......

....... USU Repository © 2009 ................................ Data Pengamatan Analisa Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) ............................. Data Pengamatan Analisa Kadar Abu (%) ........... 51 7... 50 5.......... 53 10...................... 2008.. 52 9....... Daftar Analisis Sidik Ragam Rendemen (%) .. Daftar Analisis Sidik Ragam Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) ................ Daftar Analisis Sidik Ragam Nilai Organoleptik (Numerik) ............................ 49 2................................ DAFTAR LAMPIRAN Hal 1................... Data Pengamatan Analisa Kecepatan Dispersi (menit) ..... Daftar Analisis Usaha Tepung Lidah Buaya ......................... 50 4...................................... Data Pengamatan Analisa Rendemen (%) ....... 54 13................ Daftar Analisis Sidik Ragam Kadar Air (%) ... Daftar Analisis Sidik Ragam Kecepatan Dispersi (menit) ... 49 3... 51 6..... 55 Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L... Daftar Analisis Sidik Ragam Kadar Abu (%) ........................ Data Pengamatan Analisa Nilai Organoleptik (Numerik) ........................ 53 11.. 54 12..)......... Data Pengamatan Analisa Kadar Air (%) ..... 52 8.................

berwarna hijau. panjang mengecil ke bagian ujungnya. juga sebagai bahan pembuatan makanan dan minuman kesehatan. magnesium. kromium. Tanaman ini bermanfaat bagi bahan baku industri farmasi dan kosmetik. yang memiliki ciri fisik yaitu daun berdaging tebal. Gel lidah buaya kaya akan zat mineral seperti kalsium. Biasanya digunakan sebagai penyubur rambut. dan perawatan kulit. natrium. Lidah buaya (Aloe vera L) merupakan tanaman asli Afrika. Lidah buaya bukan hanya sebagai obat untuk orang sakit akan tetapi juga digunakan untuk pencegahannya. klorin. vitamin C dan lain-lain. Zat-zat ini sangat berguna untuk pertumbuhan tulang. Salah satu proses pengolahan produk makanan yang sangat umum adalah dengan penggunaan panas. Disamping itu. bukan sekadar untuk obat. dan beberapa asam seperti asam folat. panas diperlukan untuk menurunkan tingkat pencemaran dalam makanan. Namun disisi Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. kalium. tetapi juga untuk makanan. mencapai tingkat kematangan tertentu sehingga cita rasanya dapat diterima. 2008. tembaga. USU Repository © 2009 . Dalam pengolahan pelepah lidah buaya. Sekarang lidah buaya semakin banyak digunakan orang. PENDAHULUAN Latar Belakang Tanaman lidah buaya (Aloe Vera L) sudah dikenal sejak ribuan tahun silam. penyembuh luka. dan berlendir. pembentukan dan pergantian jaringan dan pengaturan gerak syaraf. seng. Lidah buaya tumbuh di daerah yang berhawa panas dan terbuka dengan kondisi tanah yang gembur dan kaya bahan organik.). tepatnya Ethiopia yang termasuk golongan Liliaceae.

Tepung yang dibuat. melapisi komponen flavour. minuman kesehatan. produk hasil freeze drying harganya relatif lebih mahal. Penggunaan tepung lidah buaya tidak hanya terbatas untuk industri farmasi. baik secara freeze drying maupun spray drying. Terlalu tingginya biaya yang harus dikeluarkan utnuk memenuhi alat pengering seperti freeze drying dan spray drying. USU Repository © 2009 . Selama ini pembuatan tepung lidah buaya menggunakan metode freeze drying dan spray drying. Lidah buaya dalam bentuk tepung mempunyai beberapa keuntungan. banyak digunakan dalam industri. yaitu kandungan nutrisinya tidak mudah rusak serta memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi. Namun. Penggunaan tepung dalam industri selain lebih praktis juga lebih stabil dan tidak mudah rusak (long life time). dan memperbesar volume. 2008. kosmetika. Penambahan bahan pengisi seperti dekstrin diperlukan dalam pembuatan bubuk lidah buaya dengan tujuan untuk mempercepat pengeringan dan mencegah kerusakan akibat panas.lain perlakuan panas selama pengolahan lidah buaya mempunyai potensi merusak senyawa-senyawa berkhasiat di dalamnya.). Upaya ini disamping untuk mempertahankan kandungan dalam gel juga untuk memberikan nilai tambah. sehingga lidah buaya tidak hanya dijual dalam bentuk pelepah segar yang relatif murah. Sifat gel lidah buaya yang mudah rusak mendorong dilakukannya upaya pengolahan menjadi bubuk atau tepung (aloe powder). meningkatkan total padatan. tetapi juga untuk campuran pakan ternak dan ikan. terutama tepung lidah buaya dengan standard mutu rendah. membuat peneliti berusaha untuk menggunakan metoda lain yang masih Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.

dapat menghasilkan tepung lidah buaya dengan biaya yang relatif murah dan

peralatan yang mudah diperoleh. Dari beberapa penelitian yang telah ada, dekstrin

merupakan bahan tambahan yang dapat membantu utnuk menghasilkan tepung

lidah buaya dengan memanfaatkan pengering buatan selama proses pengeringan.

Dengan melihat kesederhanaan posedur, biaya yang relatif murah dan

lidah buaya yang berkualitas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini.

Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian

tentang”Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.)”

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dekstrin

dan lama pengeringan terhadap mutu tepung lidah buaya.

Kegunaan Penelitian

- Sebagai sumber data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi penulis.

- Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat

dan industri pangan tentang pembuatan tepung lidah buaya dengan metode

dan peralatan yang sederhana dan murah.

- Sebagai sumber referensi bagi pihak yang membutuhkan.

Hipotesa Penelitian

- Konsentrasi dekstrin berpengaruh terhadap mutu tepung lidah buaya.

- Lama pengeringan berpengaruh terhadap mutu tepung lidah buaya.

- Interaksi konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan berpengaruh terhadap

mutu tepung lidah buaya.

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.), 2008.
USU Repository © 2009

TINJAUAN PUSTAKA

Asal-usul Lidah Buaya

Beberapa ahli menduga bahwa daerah asal lidah buaya adalah Afrika,

terutama Mediterania, kemudian menyebar ke Arab, India, Eropa, Asia Timur,

dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pendapat lain menjelaskan bahwa lidah

buaya berasal dari Bombay yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia

(Sudarto, 1997).

Lidah buaya pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17 dibawa

oleh petani keturunan Cina. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang

ditanam sembarangan di pekarangan rumah dan digunakan sebagai kosmetika

untuk penyubur rambut. Baru pada dekade 1990-an, tanaman ini dilirik industri

makanan dan minuman (Furnawanthi, 2002).

Di Indonesia, tanaman ini sudah lama ditanam oleh penduduk sebagai

tanaman obat keluarga sekaligus tanaman hias. Penanaman secara khusus dan

besar-besaran belum umum dilakukan, kecuali di beberapa tempat sebagai bahan

baku kosmetika. Namun dengan semakin meluasnya penggunaan lidah buaya dan

meningkatnya permintaan sebagai bahan baku obat dan kosmetika, lidah buaya

dapat dijadikan lahan bisnis baru, sehingga bisa menjadi tanaman agroindustri

(Sudarto, 1997)

Botani Lidah Buaya

Jenis lidah buaya yang dibudidayakan secara komersial di dunia yakni

Curacao aloe atau Aloe vera (Aloe barbadensis Miller), yang ditemukan oleh

Phillip Miller, seorang pakar botani yang berasal dari inggris, pada tahun 1768.
Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.), 2008.
USU Repository © 2009

Aloe barbadensis Miller mempunyai nama sinonim yang binomial, yakni Aloe

vera dan Aloe vulgaris. Sementara itu berdasarkan Furnawanthi (2002) taksonomi

Aloe barbadensis Miller sebagai berikut.

Dunia : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Monocotyledoneae

Bangsa : Liliflorae

Suku : Liliaceae

Marga : Aloe

Spesies : Aloe barbadensis Miller

Tanaman lidah buaya dapat tumbuh di daerah kering, seperti Afrika, Asia

dan Amerika. Hal ini disebabkan bagian stomata daun lidah buaya dapat tertutup

rapat pada musim kemarau karena untuk menghindari hilangnya air daun. Lidah

buaya juga dapat tumbuh di daerah yang beriklim dingin. Lidah buaya termasuk

tanaman yang efisien dalam penggunaan air, karena dari segi fisiologi tumbuhan,

tanaman ini termasuk tanaman yang tahan kekeringan (Furnawanthi, 2002).

Lidah buaya dapat tumbuh dari daerah dataran rendah sampai daerah

pegunungan. Daya adaptasinya tinggi sehingga tempat tumbuhnya menyebar

keseluruh dunia mulai daerah tropika sampai ke daerah sub tropika. Tanah yang

dikehendaki lidah buaya adalah tanah subur, kaya bahan organik dan gembur.

Kesuburan tanah pada lapisan olah sedalam 30 cm sangat diperlukan, karena

akarnya yang pendek tanaman ini tumbuh baik di daerah bertanah gambut yang

pH nya rendah (Soeseno, 1993).

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.), 2008.
USU Repository © 2009

gum dan unsur lain seperti minyak atsiri. asam-asam amino essensial dan non essensial yang secara bersamaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan yang menyangkut kesehatan tubuh. gel atau lendir daun lidah buaya mengandung beberapa mineral seperti Zn. unsur utama dari cairan lidah buaya adalah aloin. Cairan yang keluar dari potongan lidah buaya tadi bila diuapkan menjadi bentuk setengah padat. monosakarida dan polisakarida. K. Dari segi kandungan nutrisi. resin. vitamin. obat dan pelengkap gizi menjadikan lidah buaya sebagai tanaman ajaib. Kekayaan akan kandungan bahan yang di dapat berfungsi sebagai bahan kosmetik. 1988). Menurut Henry (1979). USU Repository © 2009 . dan vitamin seperti vitamin A Lidah buaya tidak menyebabkan keracunan pada manusia maupun hewan. 2002). Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. sehingga banyak menahan kehilangan cairan yang terlalu banyak dari dalam kulit (Hartanto dan Lubis. gum dan unsur lainnya seperti minyak atsiri. gel. sehingga sebagai bahan industri lidah buaya dapat diolah menjadi produk makanan dalam bentuk serbuk. emodin. dapat digunakan sebagai alat pencuci perut atau obat pencahar (Suryowidodo. Fe. saponin.). jus dan ekstrak. resin. Unsur utama dari cairan lidah buaya adalah aloin. karena tidak ada lagi tanaman lain yang mengandung bahan yang menguntungkan bagi kesehatan selengkap yang dimiliki tanaman tersebut. emodin. Di samping itu keistimewaan lidah buaya terletak pada selnya yang mampu untuk meresap di dalam jaringan kulit. 2008. anthraquinone. gula dan enzim. mineral.Komponen dan Manfaat Lidah Buaya Unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam daging lidah buaya menurut para peneliti antara lain : lignin.

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.476 Vitamin A (IU) 4.30 Abu (g) 0.80 Vitamin C (mg) 3.). Bahkan. kerontokan rambut. Zat aloin yang terkandung dalam lidah buaya berfungsi sebagai pencahar. Komposisi dan manfaat dari lidah buaya bagi manusia dapat dilihat pada Tabel 2. Kandungan Zat Gizi Lidah Buaya Zat Gizi Kandungan / 100 gr Bahan Energi (Kal) 4. 2008. USU Repository © 2009 . Hal ini dikemukakan oleh Celsus dan dilanjutkan oleh Dioscordes yang menegaskan bahwa Aloe vera berguna untuk mengobati sakit perut. sudah digunakan orang Yunani sejak abad ke-4 SM.00 Protein (g) 0.20 Sumber : Departemen Kesehatan R.. 2002).20 Serat (g) 0.01 Kadar Air (g) 99. (1992).00 Fosfor (mg) 186. di Amerika Serikat.594 Vitamin B1 (mg) 0. Kandungan zat gizi lidah buaya per 100 gram dapat dilihat pada Tabel 1.10 Lemak (g) 0.10 Kalsium (mg) 85. sakit kepala. lidah buaya resmi diakui sebagai obat pencahar dan pelindung kulit saat didaftarkan dalam United State Pharmacopoeia (USP) pada tahun 1820 (Furnawanthi. Tabel 1. perawatan kulit dan luka bakar. Lidah buaya terbukti dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes (Okyar.00 Besi (mg) 0. 2001). gatal. Gel lidah buaya juga memperlihatkan aktivitas anti penuaan karena mampu menghambat proses penipisan kulit dan menahan kehilangan serat elastin serta menaikkan kandungan kolagen dermis yang larut air. et al.I.

Isoleusin metabolisme tubuh dan Fenilalanin Sumber : (Suryowidodo. Untuk memenuhi kebutuhan dan Valin. Lipase. Ester asam sinamat. Lidah buaya mengandung saponin yang mempunyai kemampuan membunuh kuman. Untuk memenuhi kebutuhan dan Glukosa. Asam Krishopanat. Komposisi dan Manfaat Lidah Buaya Bagi Manusia Komponen Manfaat Lignin Mampu menembus dan meresap ke dalam kulit agar terjaga kelembabannya. Asam folat. Lidah buaya juga merangsang pertumbuhan sel baru dalam kulit. Saponin Mempunyai aktivitas antiseptik. sehingga gel akan menahan hilangnya cairan tubuh dari Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Anthranol. B6. Methionin. 2008.). metabolisme tubuh Rhamnosa. Amylase. Asam Suksinat. B2. USU Repository © 2009 . Dalam gel lidah buaya terkandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Threonin. pembersih Anthraquinone terdiri dari aloin. Mg. Aloetic acid. Isobarbaloin. Mannosa. Diperlukan untuk fungsi tubuh Cholin.Tabel 2. Cr Berinteraksi dengan vitamin mendukung fungsi tubuh sebagai zat gizi Vitamin : B1. Aldopentosa. Vit C. Aloe emodin. Cu. Asam glutamate. Alkaline metabolisme tubuh Phospatase Asam amino : Lysine. E dan Betakaroten Mono dan Polisakarida : Sellulosa. antiseptik dan penghilang rasa sakit. Asam malat. Zn. Eteral oil. Niacinida. Asam uronat dan Asam galakturonat Mineral : Ca. Resistanol quinon. Na. Untuk memenuhi kebutuhan dan Katalase. serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit. Bahan dasar obat yang mempunyai sifat Barbaloin. Leusin. 1988). K. Galaktosa dan Arabinosa Enzim : Oksidase. Anthracene.

Sifat gel lidah buaya yang mudah rusak mendorong dilakukannya upaya- upaya pengolahan menjadi tepung (aloe powder). Tepung mempunyai kemampuan menyerap air sehingga butiran-butiran tepung menjadi lebih besar. 2008). apabila dipanaskan granula itu akan pecah dan hal ini disebut gelatinisasi. besarnya butiran untuk setiap jenis tepung berbeda-beda. Adapun manfaat lain dari lidah buaya adalah untuk mengobati cacingan. Cairan bening seperti jeli diperoleh dengan membelah batang lidah buaya. sembelit. Pada peristiwa ini akan terjadi peningkatan viskositas. karena air sudah masuk ke dalam butiran tepung dan tidak dapat bergerak bebas lagi (Moehyi. dan anti bengkak seperti yang terdapat dalam aspirin (Sulaeman. Selain kedua zat tersebut. Lidah buaya dalam bentuk tepung mempunyai beberapa keuntungan. susah buang air besar. penyubur rambut.permukaan kulit. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. yakni sekitar 150 : 1 atau 150 kg pelepah basah menghasilkan 1 kg tepung (Furnawanthi. Jeli ini mengandung zat anti bakteri dan anti jamur yang dapat menstimulasi fibroblast yaitu sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan luka. 2002). batuk. Tepung Lidah Buaya Tepung berbentuk butiran-butiran kecil mengandung amilosa dan amilopektin. radang tenggorokan. jeli lidah buaya juga mengandung salisilat. luka bakar atau tersiram air panas. USU Repository © 2009 . 1992).). zat peredam sakit. noda hitam. 2008). menurunkan kolestrol dan mengobati (Forumtabloidnova. diabetes. yaitu kandungan nutrisinya tidak mudah rusak serta memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi. jerawat. Rasio bahan baku dan tepung yang dihasilkan cukup besar. 2008.

Beragamnya unsur yang terkandung dalam lidah buaya membuat kandungan unsur ini sulit dipisahkan kendati menggunakan peralatan canggih. et al. Adanya kalsium dalam lidah buaya dapat membantu pembentukan dan regenerasi tulang. para ahli yakin bahwa daya penyembuhan lidah buaya inilah yang merangsang mekanisme penyembuhan dalam tubuh manusia (Djubaedah. pewarna yang memerlukan sifat mudah larut ketika ditambahkan air serta bahan pengisi (filler) karena dapat meningkatkan berat produk dalam bentuk bubuk (Ribut dan Kumalaningsih. Kalium dan Natrium berfungsi dalam regulasi dan metabolisme tubuh dan penting dalam pengaturan impuls saraf. Fennema (1985) mengemukakan bahwa dekstrin tersusun atas unit glukosa yang dapat mengikat air. akibatnya Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Dekstrin Dekstrin adalah golongan karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang dibuat dengan modifikasi pati dengan asam. akibatnya proses oksidasi dapat dicegah. Fennema (1985) mengemukakan bahwa dekstrin tersusun atas unit glukosa yang dapat mengikat air. sebagai pembawa bahan pangan yang aktif seperti bahan flavour. dapat melindungi senyawa volatil dan senyawa yang peka terhadap panas atau oksidasi (lebih stabil terhadap suhu panas). 2002). sehingga oksigen yang larut dapat dikurangi. 2008. 2004) Penambahan dekstrin dapat mengurangi kerusakan vitamin C. USU Repository © 2009 . Hanya. sehingga oksigen yang larut dapat dikurangi. Dekstrin mudah larut dalam air. Unsur seng (Zn) berhubungan dengan kesehatan saluran air kencing. Dekstrin memiliki sifat yang dapat larut dalam air.). lebih cepat terdispersi. tidak kental serta lebih stabil daripada pati.

2008.6-glukan) (Anonimous. Gambar 1 : Dekstrin (β-1. (1992) berpendapat bahwa subtitusi dekstrin pada gum arab dapat meningkatkan retensi volatil hingga 84%.proses oksidasi dapat dicegah. Perendaman Larutan CaCl2 Kalsium klorida (CaCl2) merupakan suatu tepung tanpa warna yang digunakan sebagai sequesteran dalam pengolahan sayuran. USU Repository © 2009 . 2004) Tahap Pengolahan Tepung Lidah Buaya Pemotongan dan Pengupasan Dalam proses pemotongan lidah buaya digunakan pisau stainless steel dan hasil potongan segera dimasukkan dalam air. CaCl2 dapat menyerap air di sekelilingnya sehingga dapat digunakan sebagai drying agent. CaCl2 dapat mencegah pencoklatan yang disebabkan oleh efek kelasi kalsium dengan asam amino.. sebagai pengeras dan penggaring pada pengolahan buah-buahan dan sayuran. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari terjadinya proses pencoklatan (Susanto dan Saneto.). Bhandari et al. 1994). 1987). Pencoklatan pada buah-buahan menyebabkan Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Di dalam industri bahan makanan juga digunakan untuk memberikan keseimbangan yang tepat dari garam-garam mineral di dalam air masakan (Hughes.

asam dan atau enzim. 1984). Dekstrin banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi sebagai bahan pengisi pembuatan tablet (Ryan. Blansing Blansing adalah pemanasan sesaat dengan suhu 81 – 93oC selama 1 – 5 menit tergantung dari jenis dan ukuran bahan. 2002). USU Repository © 2009 . selain itu juga untuk menghilangkan bahan-bahan kimia yang melekat pada saat pemupukan.penampilan (appearance). flavor dan nilai gizi yang tidak dikehendaki (Apandi. Blansing biasanya dilakukan pada bahan yang akan dikeringkan. Penambahan Dekstrin Dekstrin adalah karbohidrat yang dibentuk selama hidrolisis pati menjadi gula oleh panas. 2006). Sifat viskositas yang rendah dari dekstrin menjadikan dekstrin sering dipakai sebagai bahan pengisi (filler) yang bersifat menstabilkan tekstur . melayukan dan mengurangi volume bahan sehingga memudahkan pengolahan selanjutnya (Purba dan Rusmarilin. dikalengkan atau pengolahan lanjutan dengan tujuan menonaktifkan enzim dan mengurangi sebagian mikroba. Desktrin ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.). Pencucian Pencucian ini berfungsi untuk melepaskan segala kotoran-kotoran yang melekat pada kulit lidah buaya tersebut. 2008) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. 2008. dibekukan. Pada proses pencucian senyawa aloin pada lidah buaya akan berkurang sehingga dapat mengurangi rasa pahit dari lidah buaya (Furnawanthi.

Pada pengolahan tepung diperlukan teknik enkapsulasi yang bertujuan untuk melindungi kandungan gizi yang sensitif terhadap kerusakan (proses oksidasi).). 2004). 1991). dapat melindungi senyawa yang mudah menguap dan senyawa yang peka terhadap panas atau oksidasi (Rahayuningdyah. dimana setiap kenaikan suhu sebesar 10oC kecepatan proses pencoklatan meningkat antara 4-8 kali. Waktu pengeringan biasanya dipengaruhi oleh udara pengering dan sifat yang dikeringkan. Pengeringan Pengeringan merupakan suatu metode untuk menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan bantuan energi matahari atau energi panas lainnya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan kering mikroba pembusuk tidak dapat tumbuh. karena memiliki sifat yang dapat larut dalam air. Menurut Desrosier (1988) menyatakan bahwa suhu tinggi menyebabkan reaksi pencoklatan dari gula dan asam-asam amino (reaksi Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. 2008. semakin tinggi suhu maka semakin cepat waktu pengeringan. Labuza (1982) menyatakan bahwa suhu mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap pencoklatan non enzimatis daripada proses kemunduran mutu lain. tidak akan berfungsi secara normal tanpa adanya air (Earle. Pengeringan merupakan metode tertua untuk mengawetkan bahan pangan. USU Repository © 2009 . dan enzim-enzim yang menyebabkan kerusakan kimia yang tidak diinginkan. melindungi pigmen serta meningkatkan kelarutan Untuk bahan enkapsulat yang digunakan adalah dekstrin. Untuk menekan produksi sering digunakan suhu tinggi dengan waktu yang cepat dan singkat (Paiman dan Murhananto. 1982).

Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. 2002). Suhu produk biasanya berkisar 60- 800C (Furnawanthi. Pengeringan dapat dilakukan dengan memakai suatu alat pengering (artificial drying) atau dengan penjemuran dengan menggunakan sinar matahari (sun drying). Pengeringan buatan mempunyai banyak keuntungan karena suhu dan aliran udara dapat diatur.). Prinsip tepung lidah buaya dapat dilakukan dengan cara freeze drying tetapi produk hasil freeze drying harganya relatif lebih mahal dan hanya dilakukan pada industri-industri besar. 1993). Pembuatan tepung lidah buaya secara freeze drying menggunakan alat freeze dryer yang bekerja pada suhu dan tekanan yang sangat rendah. Dengan suhu rendah ini. 2008. sehingga waktu pengeringan dapat ditentukan dan kebersihan mudah diawasi (Winarno. komponen yang mudah rusak atau sensitif terhadap panas dapat dipertahankan dan mempunyai sifat rekonstitusi yang baik.Maillard) makin meningkat yang berpengaruh terhadap warna dan flavour yang tidak diinginkan pada bahan makanan. Sedangkan cara spray drying dengan mengalirkan udara panas baik secara co-current (aliran searah) maupun counter current (aliran berlawanan). USU Repository © 2009 .

Muffle . Bahan lainnya adalah dekstrin yang ada di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan. Timbangan . Universitas Sumatera Utara.Panci Perebusan . Plastik . Reagensia .Pisau Stainlees steel .Baskom .Desember 2008 di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.Ayakan 80 mesh . Medan. BAHAN DAN METODA Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di bulan Oktober . Oven . 2008. Mixer .01 N .Beaker glass Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Blender . Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lidah buaya yang diperoleh dari lahan di Fakultas Pertanian. Loyang .). CaCl2 . USU Repository © 2009 . Iodin 0. Pati 1% Alat Penelitian .

Model Rancangan (Bangun. yang terdiri dari 4 taraf. yang terdiri dari 4 taraf. 1991) Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor.). yaitu: Faktor I : Konsentrasi Dekstrin (K). yaitu: K1 = kontrol (0%) K2 = 2% K3 = 4% K4 = 6% Faktor II : Lama Pengeringan (L). 2008.Metode Penelitian (Bangun.93……dibulatkan menjadi n = 2 untuk memperoleh ketelitian dilakukan ulangan sebanyak 2 kali. USU Repository © 2009 . 1991) Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan model sebagai berikut: Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. yaitu: L1 = 6 jam L2 = 8 jam L3 = 10 jam L4 = 12 jam Kombinasi perlakuan (Tc) = 4 x 4 = 16 dengan jumlah ulangan minimum perlakuan (n) adalah : Tc (n-1) ≥ 15 16 (n-1) ≥ 15 16 n ≥ 31 n ≥ 1.

. Dilakukan pengeringan pada oven blower dengan suhu 700C dan lama pengeringan sesuai perlakuan (6. Bubur lidah buaya dimixer dan ditambahkan dekstrin sesuai perlakuan (0%. 8. Dihancurkan/diblender sampai terbentuk bubur lidah buaya. 2008. . Pelepah lidah buaya dikupas kemudian dipotong dan dicuci hingga diperoleh gel lidah buaya. dan 12 jam) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.Yijk = µ+ αi + βj + (αβ)ij + εijk Yijk = Hasil Pengamatan dari faktor K pada taraf ke-i dan faktor L pada taraf ke-j dan ulangan ke-k µ = Efek nilai tengah αi = Efek Faktor K pada taraf -i βj = Efek faktor L pada taraf ke-j (αβ)ij = Efek interaksi dari faktor K pada taraf ke-i dan faktor L pada taraf ke-j εijk = Efek galat dari faktor K pada taraf ke-i dan faktor L pada taraf ke-j ul dalam ulangan ke-k Pelaksanaan Penelitian . 10. 4% dan 6%) . Ditaburkan diatas loyang yang telah dilapisi plastik. USU Repository © 2009 .). 2%. . . Gel lidah buaya tersebut kemudian direndam dalam larutan CaCl2 1% selama 10 menit. Dicuci dengan air yang mengalir. Diblansing dengan suhu 800C selama 15 menit. . .

Perlakuan ini diulang sampai diperoleh berat yang konstan. Kadar Abu (%) . Kadar Air (%) . % Rendemen = Berat akhir x 100% Berat awal Kadar Air (AOAC. 2008. USU Repository © 2009 .Parameter Penelitian Pengamatan dan pengumpulan data dilakukan berdasarkan analisa tepung yang meliputi parameter sebagai berikut: . Pengurangan berat merupakan banyaknya air yang diuapkan dari bahan dengan perhitungan sebagai berikut: Kadar air = Berat awal – Berat Akhir x 100 % Berat awal Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. et al. Uji Organoleptik (warna dan aroma) Rendemen (Sudarmadji. Selanjutnya dipanaskan kembali dalam oven selama 30 menit kemudian didinginkan di dalam desikator dan ditimbang. Kecepatan Dispersi (menit) .). 1989) Rendemen ditentukan sebagai persentase perbandingan berat tepung yang diperoleh dari daging lidah buaya.. 1984) Ditimbang bahan sebanyak 5 gram dalam aluminium foil yang telah diketahui berat kosongnya. Kemudian dikeringkan dalam oven dengan suhu 105oC selama 4 jam lalu didinginkan dalam desikator selama 15 menit kemudian ditimbang. Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) . Rendemen (%) .

2008.01 N x 0.. USU Repository © 2009 . Contoh yang telah dikeringkan diambil sebanyak 5 gram dan dimasukkan dalam muffle. Dihitung lamanya bahan terdispersi dalam pelarut air dengan menggunakan Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.01 N sampai muncul warna kebiru-biruan. ditambah aquadest sampai 100 ml. Ditambahkan 2-3 tetes larutan pati 1%. Kemudian disaring dan diambil filtratnya sebanyak 10 ml.88 x FP x 100 KVC = ___________________________________ Gram contoh FP = Faktor Pengencer KVC = mg vitamin C per 100 g bahan Kecepatan Dispersi Ditimbang sampel bahan ± 5g. Dititrasi dengan menggunakan larutan iodin 0. et al. dibakar pada suhu 100 OC selama 1 jam dan dilanjutkan dengan suhu 300 OC selama 2 jam. 1989) Kadar abu ditetapkan dengan cara membakar bahan dalam muffle. Didinginkan kemudian ditimbang dan dihitung kadar abu dengan rumus: a Kadar Abu (%) = x 100 % b Keterangan: a = berat akhir (g) b = berat awal (g) Kadar Vitamin C (Sudarmadji.Kadar Abu (Sudarmadji. et al. Diaduk dengan magnetic stirer pada kecepatan skala 10.. Ditambahkan air sebagai pelarut sebesar 10x dari berat bahan. Kadar vitamin C dihitung dengan rumus: ml iodin 0.). 1989) Diambil tepung lidah buaya sebanyak 10 gr.

2008. Uji Organoleptik (Soekarto. 1985) Penentuan uji organoleptik terhadap warna dan aroma dilakukan dengan uji kesukaan terhadap 10 panelis. USU Repository © 2009 . Lamanya bahan terdispersi dalam pelarut air dinyatakan dalam satuan menit.stopwatch. Nilai organoleptik warna dan aroma menggunakan 1 tabel parameter dengan proporsi warna (50%) dan aroma (50%). Skala Uji Hedonik Nilai Organoleptik (warna & aroma) Uji skala hedonik warna Skala Hedonik Skala Numerik Putih 4 Agak kekuningan 3 Kuning 2 Sangat kuning 1 Uji skala hedonik aroma Skala Hedonik Skala Numerik Sangat suka 4 Suka 3 Agak suka 2 Tidak suka 1 Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. dengan ketentuan penilaian sebagai berikut: Tabel 3.).

Skema Pembuatan Tepung Lidah Buaya Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. 2008. USU Repository © 2009 . Pelepah lidah buaya Dikupas dan dipotong Dicuci Direndam dalam Larutan CaCl2 1% 10 menit Dicuci bersih dengan air mengalir Diblansing pada suhu 800C 15 menit Diblender sampai terbentuk bubur Lidah buaya Konsentrasi Dekstrin Dimixer K1 = 0 % K2 = 2 % K3 = 4 % K4 = 6 % Ditaburkan diatas loyang yang Telah dilapisi plastik Lama pengeringan Pengeringan pada • Rendemen suhu 70oC L1 = 6 jam • Kadar Air 0 L2 = 8 jam • Kadar Abu L3 = 10 jam • Kadar vitamin C L4 = 12 jam Diayak 80 mesh • Kecepatan Dispersi • Uji organoleptik (Warna dan Aroma) Dianalisa Gambar 2.).

97 16. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 1.00 6.30% dan terendah pada K1 (0%) yaitu sebesar 0.27 9. Kadar Vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati.00 4.30 8. kadar vitamin C. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (0%) yaitu sebesar 16.18 93.18%.96 1.88% dan terendah pada K1 (0%) yaitu sebesar 1.97%.50 ~ 3.36 3.74 3.).23 K3 = 4% 1.72 88.32 K2 = 2% 1.60 1.39% dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 8.50 2.39 1. Tabel 4.05 1.23 K4 = 6% 1.56 88.22 Dari Tabel 4 dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. kecepatan dispersi dan nilai organoleptik (warna dan aroma) yang dapat dilihat pada Tabel 4.05%. Pengaruh Konsentrasi Dekstrin Terhadap Parameter yang Diamati Kadar Konsentrasi Kadar Kadar Vitamin C Kecepatan Nilai Dekstrin Rendemen Air Abu (mg/100g Dispersi Organoleptik (%) (%) (%) (%) bahan) (menit) (Numerik) K1 = 0 % 0. kadar abu. Pengaruh konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap parameter yang diamati dapat dijelaskan di bawah ini. kadar air. 2008.88 126.32 3. Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Parameter yang Diamati Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh terhadap rendemen. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 1.19 11. USU Repository © 2009 .

56%.61% dan terendah pada L4 (6%) yaitu sebesar 1. Nilai organoleptik Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.48 1.24 L3 = 10 jam 1.05 1.20 1. kadar air.126. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (0%) yaitu sebesar 13.36 menit dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 2.17 11. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (0%) yaitu sebesar 1.24 L4 = 12 jam 1. kecepatan dispersi dan nilai organoleptik (warna dan aroma) yang dapat dilihat pada Tabel 5. Kecepatan dispersi tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (0%) yaitu sebesar 3.).50 mg/100g bahan dan terendah pada K2 dan K3 (2% dan 4%) yaitu sebesar 88 mg/100g bahan.50 mg/100g bahan dan terendah pada L3 (4%) yaitu sebesar 93.26%.10 3.26 1.60 menit dan terendah pada L4 (6%) yaitu sebesar 3.24 13. Tabel 5. USU Repository © 2009 .60 3.22.00 3.00 3.11 9. kadar vitamin C.39 3. Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Parameter yang Diamati Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan memberikan pengaruh terhadap rendemen.56 99.61 104.50 mg/100g bahan. kadar abu.32 dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 3.33 3.10 menit.20 12.27 L2 = 8 jam 1. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (0%) yaitu sebesar 1. Kecepatan Dispersi terttinggi terdapat pada perlakuan K2 (2%) yaitu sebesar 6.05% dan terendah pada L4 (6%) yaitu sebesar 9. Kadar Vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (0%) yaitu sebesar 104.50 3. Nilai Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (0%) yaitu sebesar 3.50 3.24% dan terendah pada L2 (6%) yaitu sebesar 1. Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Parameter yang Diamati Kadar Lama Kadar Kadar Vitamin C Kecepatan Nilai Pengeringan Rendemen Air Abu (mg/100g Dispersi Organoleptik (%) (%) (%) (%) bahan) (menit) (Numerik) L1 = 6 jam 1.74 menit.11%.59 99.58 93.24 Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa lama pengeringan memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. 2008.

2008. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Rendemen (%) LSR Konsentrasi Notasi Jarak Rataan 0. L3 dan L4 (2.040 K2 = 2 % 1. Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh konsentrasi dekstrin terhadap rendemen untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 6. 4 dan 6%) yaitu sebesar 3. K1 = 0 % 0.97 d C 2 0.30 a A Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (0%) yaitu sebesar 3.01) terhadap rendemen tepung lidah buaya.).029 0.24. Tabel 6.01 Dekstrin 0. USU Repository © 2009 . . dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh sangat nyata (P<0. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 1. . K3 dan K4. Perlakuan K2 berbeda sangat nyata dengan K3 dan K4.27 b A 4 0. Perlakuan K3 berbeda tidak nyata dengan K4.30% dan terendah pada K1 yaitu sebesar 0.030 0.05 0.19 c B 3 0.042 K3 = 4 % 1.043 K4 = 6 % 1. Rendemen (%) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Rendemen (%) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 2). Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata dengan K2. Dekstrin merupakan golongan polisakarida yang berfungsi sebagai bahan pengisi (filler) yang bersifat inert yang dapat mempertahankan bagian bahan yang mudah hilang. Sehingga Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.01 .05 0.27 dan terendah pada L2.97% Dari Gambar 3 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi dekstrin maka rendemen tepung lidah buaya akan semakin meningkat.031 0.

Uji LSR Efek Utama Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Rendemen (%) LSR Lama Notasi Jarak Rataan 0.).50 1. 1. Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh lama pengeringan terhadap rendemen untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 7. dapat dilihat bahwa pengaruh lama pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.com.05 0.040 L2 = 8 jam 1.25 Rendemen (%) 1.00 y = 0. .berat akhir bahan menjadi lebih besar dengan semakin meningkatnya pemakaian dekstrin sebagai bahan pengisi (filler) (Suarakaryaonline. L1 = 6 jam 1.00 Konse ntrasi De kstrin (%) Gambar 3.9286 0.05 0. 2008. Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Rendemen (%) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 2).. USU Repository © 2009 .17 b B Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.042 L3 = 10 jam 1.029 0. .01 Pengeringan 0. Tabel 7. 2008) Hubungan antara konsentrasi dekstrin terhadap rendemen dapat dilihat pada Gambar 3.20 b AB 3 0.75 0.00 2.030 0.24 a A 2 0.0198 r = 0.00 4.01 .01) terhadap rendemen tepung lidah buaya.00 6.0539K + 1.

4 0.24% dan terendah pada L4 (12 jam) yaitu sebesar 1. penurunan kandungan air pada bahan Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.90 4 6 8 10 12 0 Lama Pengeringan (jam) Gambar 4.0. Hubungan Lama Pengeringan terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya Dari Gambar 4 dapat dilihat bahwa semakin lama pengeringan maka rendemen tepung lidah buaya akan semakin rendah. Perlakuan L3 berbeda sangat nyata dengan L4. Hal ini disebabkan karena kandungan air dan komponen-komponen lain yang larut dalam air akan semakin banyak yang menguap seiring dengan semakin lamanya pengeringan yang dilakukan. 2008.00 y = -0. Perlakuan L2 berbeda nyata dengan L3. 1.043 L4 = 12 jam 1. tetapi berbeda sangat nyata dengan L3 dan L4. Taib. et al. (1988).031 0.0201L + 1.20 Rendemen (%) 1. USU Repository © 2009 ..9876 0. Dari Tabel 7 dapat dilihat bahwa perlakuan L1 berbeda nyata dengan L2.).3627 r = . Hubungan antara lama pengeringan terhadap rendemen dapat dilihat pada Gambar 4.30 1.11%. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (6 jam) yaitu sebesar 1.11 c C Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%. tetapi berbeda sangat nyata dengan L4.10 1.

01 0.).95 d D 4 0.89 e D 5 0.066 0.064 0.065 0. .063 0.058 0.092 K3L2 1.094 K4L2 1.094 K4L3 1. USU Repository © 2009 .21 b B 7 0.30 a A Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.066 0. Uji LSR Pengaruh Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Rendemen (%) LSR Perlakuan Notasi Jarak Rataan 0.079 K1L2 0.065 0.062 0.093 K4L1 1.30 a A 10 0.menyebabkan berat bahan akan semakin menurun.05 0.085 K1L4 0.07 c C 9 0. Tabel 8. K1L1 1.01 .066 0.01) terhadap rendemen tepung lidah buaya yang dihasilkan Hasil pengujian LSR yang menunjukkan pengaruh interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap rendemen dapat dilihat pada Tabel 8. sehingga rendemen yang dihasilkan akan semakin menurun pula.31 a A 14 0.088 K2L2 1.29 a A 11 0.066 0.99 d C 3 0.05 c C 2 0.093 K3L3 1.065 0.087 K2L1 1.083 K1L3 0.31 a A 15 0.30 a A 6 0. .05 0.091 K2L4 1.093 K3L4 1.090 K2L3 1.17 b B 8 0.060 0.27 a A 12 0.21 b B 13 0.066 0. Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 2 ) menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.091 K3L1 1. 2008.066 0.

USU Repository © 2009 .7768 0.094 K4L4 1.).066 0.29 a A Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.01) terhadap kadar Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.00 0 0.5 1 1.5 Interaksi Konsentrasi Dekstrin & Lama Pengeringan L1 6.9846 0.89%.0435 r = 0.5 3 3.1351x + 0.5 2 2.00 L4 12.00 Gambar 5.9398 Y4 = 0. 1. Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa kombinasi perlakuan antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0. Pengaruh interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap rendemen tepung lidah buaya dapat dilihat pada Gambar 5.0789x + 1. 2008.7903 1.9306 0.40 Y1 = 0.01) terhadap rendemen tepung lidah buaya.1141x + 0.9148 r = 0.20 Rendemen (%) 1.80 0.20 0.00 L2 8. dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh sangat nyata (P<0. Hubungan Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Rendemen Tepung Lidah Buaya Kadar Air (%) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Air (%) Dari daftar analisis sidik ragam (lampiran).00 Y3 = 0.888 r = 0.1031x + 0. 16 0.60 1.60 Y2 = 0.5 4 4.00 L3 10. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan K4L2 (6% dan 12 jam) yaitu sebesar 1.40 r = 0.31% dan rendemen terendah pada K1L4 (0% dan 12 jam) yaitu sebesar 0.

2008. .). Hubungan antara konsentrasi dekstrin terhadap kadar air dapat dilihat pada Gambar 6. Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh konsentrasi dekstrin terhadap kadar air untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 9.585 K2 = 2 % 11. Perlakuan K3 berbeda sangat nyata dengan K4.01 .air tepung lidah buaya. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Air (%) LSR Konsentrasi Notasi Jarak Rataan 0. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (0%) yaitu sebesar 16.96 b B 3 0.458 0. Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata dengan K2.60 c C 4 0.631 K4 = 6 % 8.39% dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 8.01 Dekstrin 0.615 K3 = 4 % 9.05%. K3 dan K4.05 d D Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.05 0. Tabel 9.446 0. USU Repository © 2009 .39 a A 2 0. Perlakuan K2 berbeda sangat nyata dengan K3 dan K4.05 0. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. K1 = 0 % 16. .425 0.

Penambahan bahan pengisi seperti dekstrin perlu dilakukan untuk menurunkan kecenderungan bubuk melekat pada dinding pengering. Tabel 10.604 6.3685K + 15. L1 = 6 jam 13.20 b B Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.00 10.05 0.00 Konse ntrasi De kstrin (%) Gambar 6.05 a A 2 0.00 2. . Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya Dari Gambar 6 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi dekstrin maka kadar air tepung lidah buaya akan semakin menurun. 18.00 0. Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh lama pengeringan terhadap kadar air untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 10. USU Repository © 2009 .585 L2 = 8 jam 12. dapat dilihat bahwa pengaruh lama pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.00 0.01 . 1999) Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Air (%) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 4).01) terhadap kadar air tepung lidah buaya.).00 4. Sehingga hasil akhir bahan menjadi lebih kering dengan semakin menurunnya kadar air tepung lidah buaya tersebut (Nurika.00 8. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Air (%) LSR Lama Notasi Jarak Rataan 0.01 Pengeringan 0.00 16.00 2.00 14.00 Kadar Air (%) 12.0.425 0.00 6.00 y = -1.00 r = . . 2008.05 0.9723 4.

Menurut Desrosier.00 10. USU Repository © 2009 .947 8. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (6 jam) yaitu sebesar 13. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya air yang menguap selama pengeringan. 3 0.00 4.0. L3 dan L4. Perlakuan L3 berbeda sangat nyata dengan L4.615 L3 = 10 jam 11. semakin lama waktu pengeringan akan menyebabkan jumlah air yang menguap akan semakin banyak.00 12. Perlakuan L2 berbeda sangat nyata dengan L3 dan L4.26 d D Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.00 2.00 0. Hubungan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.26%.9608 6. 2008.631 L4 = 12 jam 9.00 0 4 6 8 10 12 Lama Pe nge ri ngan (Jam) Gambar 7.6054L + 16. Dari Tabel 10 dapat dilihat bahwa perlakuan L1 berbeda sangat nyata dengan L2.). sehingga kadar air pada bahan semakin menurun.458 0.05% dan terendah pada L4 (12 jam) yaitu sebesar 9.446 0.48 c C 4 0. (1988).00 Kadar Air (%) y = -0.00 r = . Dari Gambar 7 dapat dilihat bahwa semakin tinggi lama pengeringan maka kadar air tepung lidah buaya akan semakin menurun. Hubungan antara lama pengeringan terhadap kadar air dapat dilihat pada Gambar 7 14.

02 e G 12 0. Hasil pengujian LSR menunjukkan bahwa pengaruh interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap kadar air dapat dilihat pada Tabel 11.961 1.01 g H Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.07 d F 11 0.04 % dan kadar air terendah pada K4L4 (6% dan 12 jam) yaitu sebesar 7.54 c C 7 0.972 1.304 K2L2 12.978 1.01 0.324 K2L3 12. .358 K3L2 10.05 0.383 K4L2 8.287 K2L1 13.01%.04 a A 2 0.04 e G 14 0.978 1.893 1.07 c E 10 0. K1L1 19.955 1.171 K1L2 17.16 d D 9 0.05 0.97 b B 4 0. Uji LSR Pengaruh Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air (%) LSR Perlakuan Notasi Jarak Rataan 0.947 1.916 1. 2008.87 f H 16 0. Tabel 11.389 K4L3 7.230 K1L3 16.261 K1L4 11.981 1.07 c C 6 0.91 b A 3 0.08 c D 8 0.378 K4L1 9.972 1.372 K3L4 8. .30 e G 15 0. USU Repository © 2009 .64 c D 5 0. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1L1 (0% dan 6 jam) yaitu sebesar 19.22 e G 13 0.975 1.366 K3L3 9.935 1.01) terhadap kadar air tepung lidah buaya yang dihasilkan.338 K2L4 10.01 . Dari Tabel 11 dapat dilihat bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.975 1.01) terhadap kadar air tepung lidah buaya.349 K3L1 11.850 1.967 1. Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 4) menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.).392 K4L4 7.

899 4.9964 2.00 Gambar 8.00 6.9573 r = .Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.9662 r = .5178x + 16.00 8.00 10. Pengaruh interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap kadar air tepung lidah buaya dapat dilihat pada Gambar 8. dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh sangat nyata (P<0. Semakin tinggi konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan maka kadar air tepung lidah buaya akan semakin menurun.00 8. USU Repository © 2009 .0.9640 16.00 12.00 Kadar Air (%) 14.5655x + 16.00 12.037 18. 2008.629 r = . Hubungan Interaksi Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Air Tepung Lidah Buaya Kadar Abu (%) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Abu (%) Dari daftar analisis sidik ragam (lampiran 6). Hal ini disebabkan karena dekstrin mampu menurunkan kecenderungan bubuk melekat dalam pengering dan semakin lama proses pengeringan terjadi maka semakin besar pula kecenderungan air dapat teruapkan yang dapat menurunkan kadar air tepung lidah buaya.01) terhadap kadar Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.6x + 17.00 0 1 2 3 4 5 6 7 Interaksi Konsentrasi Dekstrin (%) dan Lama Pengeringan (Jam) 6.0.0.00 Y2 = -1.853 Y3 = -1.00 r = .7907x + 11. Dari Gambar 8 dapat dilihat bahwa interaksi antara konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan terhadap kadar air tepung lidah buaya mengikuti garis regresi linear.0. 20.).00 Y4 = -0.00 0.00 10.00 Y1 = -1.

Perlakuan K2 berbeda sangat nyata dengan K3 dan K4.00 2.56 c C 3 0. Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh konsentrasi dekstrin terhadap kadar abu untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 12.50 2.012 0.00 4.01 Dekstrin 0.00 0.9723 0. Tabel 12. 2008.).18 d D 2 0. Perlakuan K3 berbeda sangat nyata dengan K4. K1 = 0 % 1. 2.50 r = 0. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 1.50 1.05 0. USU Repository © 2009 .01 . Dari Tabel 12 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata dengan K2.18%.012 0.88% dan terendah pada K1 (0%) yaitu sebesar 1.2419 0.017 K4 = 6 % 1.05 0.00 6.00 y = 0.72 b B 4 0. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Abu (%) LSR Konsentrasi Notasi Jarak Rataan 0. K3 dan K4.00 Kadar Abu (%) 1.017 K3 = 4 % 1. .012 0.1138x + 1.016 K2 = 2 % 1. Hubungan antara konsentrasi dekstrin terhadap kadar abu dapat dilihat pada Gambar 9.00 Konsentrasi Dekstrin (%) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. .abu tepung lidah buaya.88 a A Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.

Menurut Rahayuningdyah (2004). Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh lama pengeringan terhadap kadar abu untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 13. 2008. dapat dilihat bahwa pengaruh lama pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.Gambar 9. Hal ini dikarenakan dekstrin mampu menurunkan kecenderungan bahan yang bersifat mudah rusak karena panas. karena pada kondisi tersebut ester pada minyak atsiri akan berikatan dengan mineral dan air yang ada pada bahan pangan tersebut dan disaat air menguap. . mengandung air. s besar.61 a A Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.05 0. dekstrin berfungsi sebagai bahan pengisi yang mampu menjaga kandungan gizi yang mudah rusak karena panas. L1 = 6 jam 1. Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu (%) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6). sebaiknya proses pengeringan bahan pangan tidak menggunakan suhu diatas 60oC. vitamin. Tabel 13. enzim dan glikoprotein (Sulaeman. 95%. 2008). Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Abu Tepung Lidah Buaya Dari Gambar 9 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi dekstrin maka kadar abu tepung lidah buaya akan semakin meningkat. .01 . Uji LSR Efek Utama Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu (%) LSR Lama Notasi Jarak Rataan 0.05 0.). USU Repository © 2009 . mineral.01) terhadap kadar abu tepung lidah buaya. 95%. asam amino. Lidah buaya sebagian besar. maka komponen mineral dan atsiri akan ikut menguap. sisanya mengandung bahan aktif (active ingredients) seperti: minyak esensial. Menurut Charalambons and Inglett (1981).01 Pengeringan 0.

59 b B 3 0. Penurunan kadar abu terjadi karena semakin lamanya proses pengeringan yang terjadi.012 0. L3 dan L4.65 1. Kadar abu tertinggi terdapat pada L1 (0%) yaitu sebesar 1. Hubungan antara lama pengeringan terhadap kadar abu dapat dilihat pada Gambar 10.012 0. 1.0.61% dan terendah pada L4 (12 jam) yaitu sebesar 1.56 c C Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%. Perlakuan L2 berbeda sangat nyata dengan L3 dan L4. sehingga semakin banyak mineral dan minyak atsiri yang teruapkan.40 04 6 8 10 12 Lama Pengeringan (jam) Gambar 10.50 r = .).60 Kadar Abu (%) 1.012 0. terkhususnya bahan pangan yang mengandung minyak eteris (atsiri) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.017 L4 = 12 jam 1. mineral yang terdapat pada bahan hasil pertanian.45 1.9881 1. 2008. Charalambons and Inglett (1981). Dari Tabel 13 dapat dilihat bahwa perlakuan L1 berbeda sangat nyata dengan L2.58 b B 4 0. USU Repository © 2009 .6495 1. Hubungan Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu Tepung Lidah Buaya Dari Gambar 10 dapat dilihat penurunan kadar abu mengikuti garis regresi linear. Perlakuan L3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan L4.0074x + 1.55 y = -0.017 L3 = 10 jam 1. 2 0.56%.016 L2 = 8 jam 1.

). USU Repository © 2009 . Tabel 14.05 0. .50 b B Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. diusahakan suhu tidak melebihi 60oC jika lama pengeringan melebihi dari 4 jam.01) terhadap kadar vitamin C tepung lidah buaya. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Vitamin C (mg/100 g bahan) LSR Konsentrasi Notasi Jarak Rataan 0. Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) Dari daftar analisis sidik ragam (lampiran 8). Untuk bahan pangan yang diolah dengan melalui tahap pengeringan. .01 . Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh konsentrasi dekstrin terhadap kadar vitamin C untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 14. Pengaruh Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Abu Tepung Lidah Buaya Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 6) menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0. Karena pada keadaan ini ester pada minyak atsiri akan berikatan dengan mineral dan air yang ada pada bahan pangan tersebut dan disaat air menguap. maka komponen mineral dan atsiri akan ikut menguap.05 0. dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.perlu pengaturan suhu dan lama pengeringan. K1 = 0 % 93.01 Dekstrin 0.05) terhadap kadar abu tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan. 2008.

Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 126.238 K4 = 6 % 126. Perlakuan K2 berbeda tidak nyata terhadap K3 tetapi berbeda sangat nyata terhadap K4.00 0. Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kadar Vitamin C Tepung Lidah Buaya Dari Gambar 11 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi dekstrin maka Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.358 K2 = 2 % 88.00 80.00 4.00 Kadar Vtamin C (mg/100g bahan) 120.00 100.00 2. 140.).883 12.00 0.00 y = 5.663 11.3 r = 0.00 6. 2 8. USU Repository © 2009 .00 60.00 b B 3 8. Hubungan antara konsentrasi dekstrin terhadap kadar vitamin C dapat dilihat pada Gambar 11.7745 40.250 11. K2 dan K3 (0.50 mg/100g bahan dan terendah pada perlakuan K1. 2 dan 4%) yang bernilai sama yaitu sebesar 88 mg/100g bahan.00 Konsentrasi Dekstrin (%) Gambar 11.50 a A Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%. Perlakuan K3 berbeda sangat nyata terhadap K4. 2008.775D + 80.00 20. Dari Tabel 14 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda tidak nyata terhadap K2 dan K3 tetapi berbeda sangat nyata terhadap K4.00 b B 4 8.935 K3 = 4 % 88.

oleh karena itu kulit yang melapisi butiran harus mampu menahan masuknya O2.). Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 8). Rosenberg (1990). Penambahan dekstrin diharapkan dapat mengurangi kerusakan vitamin C. Kerusakan vitamin C pada bahan diakibatkan karena adanya proses oksidasi.05) terhadap kadar vitamin C tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan. sehingga ketika proses pengeringan berlangsung partikel vitamin C akan terlindungi.kadar vitamin C pada bahan akan semakin meningkat. USU Repository © 2009 . lapisan film yang mengelilingi droplet akan semakin tebal dan kuat. dapat dilihat bahwa pengaruh lama pengeringan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0. semakin tinggi proporsi dekstrin yang digunakan. Pengaruh Interaksi Antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kadar Vitamin C (mg/100g bahan) Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 8) menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0. 2008.05) terhadap kadar vitamin C tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan. Kecepatan Dispersi (menit) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kecepatan Dispersi (menit) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Dengan demikian hanya sedikit komponen vitamin yang hilang selama pengeringan. Moreau dan Rosenberg (1996). pengeringan memberikan luas permukaan butiran yang sangat besar sehingga mempertinggi proses oksidasi.

486 K4 = 6 % 2. Semakin tinggi konsentrasi dekstrin maka semakin kecil pula kecepatan dispersi tepung lidah buaya. Namun.36 menit dan terendah pada perlakuan K4 (6%) yaitu sebesar 2.328 0.474 K3 = 4 % 4. Hidayat (2008).01 . K1 = 0 % ~ a A 2 0.). USU Repository © 2009 . dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh sangat nyata (P<0. Dekstrin bersifat larut dalam air.74 menit. sehingga dapat mempengaruhi kecepatan dispersi tepung lidah buaya dalam air.32 c C 4 0.36 b B 3 0. dekstrin dapat berfungsi sebagai emulsifier. Dari Gambar 12 dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin mengikuti garis regresi linear terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Kecepatan Dispersi (menit) LSR Konsentrasi Notasi Jarak Rataan 0. Kecepatan dispersi tertinggi terdapat pada perlakuan K2 (2%) yaitu sebesar 6. dapat pula meningkatkan kelarutan Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.74 d D Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.344 0. Tabel 15. Dari Tabel 15 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata terhadap K2. pada konsentrasi dekstrin 0% kecepatan dispersi tepung lidah buaya tidak dapat dideteksi. 2008.01) terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya. . Perlakuan K3 berbeda sangat nyata terhadap K4.451 K2 = 2 % 6. K3 dan K4. . Perlakuan K2 berbeda sangat nyata terhadap K3 dan K4.05 0. Dari daftar analisis sidik ragam (lampiran 10). Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh konsentrasi dekstrin terhadap kecepatan dispersi untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 15. Sedangkan pada K1 (0%) kecepatan dispersi tidak terhingga.353 0.01 Dekstrin 0.05 0.

bahan. dekstrin bersifat sebagai surfaktan (pembasah). 8. Zat pembasah membantu mempercepat penetrasi cairan ke dalam tablet sehingga dapat terjadi kontak antara bahan cairan dengan zat penghancur yang lebih cepat.0.00 Gambar 12. Hubungan antara konsentrasi dekstrin terhadap kecepatan dispersi dapat dilihat pada Gambar 12. Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Kecepatan Dispersi Tepung Lidah Buaya Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Kecepatan Dispersi (menit) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.00 2. Zat berkhasiat yang demikian akan menimbulkan masalah dalam waktu hancurnya.00 6. USU Repository © 2009 . Anonimous (2008). Dekstrin larut dalam air dingin dalam berbagai derajat tergantung pada kekuatan hidrolisisnya.9972 0.0.00 2.00 Y = . berifat sebagai penstabil emulsi atau dispersi.00 4.00 4. yaitu sifat yang susah untuk dibasahi.9063K + 8. oleh karena itu diperlukan suatu zat pembasah. Beberapa zat berkhasiat memiliki sifat hidrofob. 2008.00 0.00 6.).0979 r = .

05) terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.23 b B 3 0.22 b B Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.028 0. Tabel 16.32 a A 2 0.23 b B 4 0. Pengaruh Interaksi Antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Kecepatan Dispersi (menit) Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0. Hasil pengujian dengan LSR yang menunjukkan pengaruh konsentrasi dekstrin terhadap nilai organoleptik untuk tiap-tiap hasil dapat dilihat pada Tabel 16. Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 10). .029 0.05) terhadap kecepatan dispersi tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.01 Dekstrin 0. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Organoleptik (Numerik) LSR Konsentrasi Notasi Jarak Rataan 0.037 K2 = 2 % 3.01) terhadap nilai organoleptik tepung lidah buaya.). dapat dilihat bahwa pengaruh lama pengeringan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0.038 K3 = 4 % 3. dapat dilihat bahwa konsentrasi dekstrin memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01 . Nilai Organoleptik (Numerik) Pengaruh Konsentrasi Dekstrin terhadap Nilai Organoleptik (Numerik) Dari daftar analisis sidik ragam (lampiran 12).027 0.039 K4 = 6 % 3. K1 = 0 % 3. . USU Repository © 2009 .05 0. 2008.05 0.

32 dan terendah pada K4 (6%) yaitu sebesar 3. 2008. Perlakuan K2 berbeda tidak nyata terhadap K3 dan K4. Dari segi warna tepung lidah buaya yang dihasilkan semakin baik.Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunujkkan perngaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%. Hubungan antara konsentrasi dekstrin terhadap nilai organoleptik dapat dilihat pada Gambar 13. penawar bau. Dari Tabel 16 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata terhadap K2. USU Repository © 2009 . sehingga sediaan Farmasi yang dibuat dapat memenuhi syarat dan mampu memberikan efek terapeutik yang diharapkan. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Hal ini sesuai pernyataan Anonimous (2008) yang menyatakan bahwa dekstrin dapat bersifat sebagai zat tambahan dalam formula sediaan obat yang ditambahkan dalam jumlah kecil untuk maksud pemberian warna. rasa dan juga untuk meningkatkan ketersediaan hayati suatu obat. K3 dan K4.). Dari Gambar 13 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi dekstrin maka semakin kecil nilai organoleptik tepung lidah buaya. Perlakuan K3 berbeda tidak nyata terhadap K4.22. Analisis ini menggunakan dua penilaian yakni warna dan aroma. namun dari segi aroma tepung lidah buaya didominasi dekstrin yang berfungsi sebagai pengisi (filler). Nilai organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (0%) yaitu sebesar 3.

). 2008.30 y = -0.05) terhadap nilai organoleptik tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.00 2. 3.00 6.22 3.24 3.00 4. dapat dilihat bahwa pengaruh lama pengeringan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0.32 Nilai Organoleptik (Numerik) 3.8067 3. Hubungan Konsentrasi Dekstrin terhadap Nilai Organoleptik Tepung Lidah Buaya Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Nilai Organoleptik (Numerik) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 12).05) terhadap nilai organoleptik tepung lidah buaya yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.26 3. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.28 3.2919 r = .0.015K + 3. USU Repository © 2009 .20 3.18 0. Pengaruh Interaksi Antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan terhadap Nilai Organoleptik (Numerik) Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 12) menunjukkan bahwa konsentrasi dekstrin dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0.34 3.00 Konsentrasi Dekstrin (%) Gambar 13.

kadar air dan kadar abu tepung lidah buaya. kecepatan dispersi dan nilai organoleptik tepung lidah buaya. Perlu dilakukan penelitian terhadap penggunaan zat penstabil lain untuk menghasilkan tepung lidah buaya yang lebih bermutu yang berguna di bidang farmasi 2. Saran 1. 2008. dan kadar vitamin C tepung lidah buaya. Semakin lama pengeringan akan menurunkan rendemen. Dari hasil penelitian diperoleh hasil yang paling baik untuk menghasilkan tepung lidah buaya adalah dengan Konsentrasi Dekstrin 6% dengan Lama Pengeringan Selama 12 jam. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. tetapi menurunkan kadar air. 4.). Perlu Dilakuan Penelitian yang lebih lanjut terhadap besarnya suhu dan lama pengeringan terhadap mutu tepung lidah buaya. 3. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Semakin tinggi konsentrasi dekstrin akan meningkatkan rendemen. Interaksi antara Konsentrasi Dekstrin dan Lama Pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap Rendemen dan Kadar Air. kadar abu. USU Repository © 2009 . 2.

S. The quality of foods and beverages. M.jurnalfarmasi. 50-51. Food Sci. Teknologi Buah dan Sayur. Inc. Tanaman dan esehatan : Aloe vera si lidah buaya. Westport. Bogor... Cleveland. http//www. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Feldberg. laporan penelitian.ui. Richard..S. Balai Besar Industri Hasil Pertanian. R. Agro-Based Industry 19(1-2): Hartono.H. E. B. D. 1992.com. E. 1992.H. Desrosier.). 2002. Furnawanthi. 1992.. Lebert. W. Agromedia Pustaka. Food Chemistry.. Satuan Operasional Dalam Pengolahan Pangan. G. dan E.. Departemen Kesehatan R. and G. 2004.J.57(1):217-221. 2002. Daftar Komposisi Bahan Makanan. INC.L. Djubaedah. Jakarta. E. Sastra Hudaya. Earle. New York. Fennema. R. M. 1969..I. AVI. O. J. Diversifikasi produk olahan daun lidah buaya.. J.Warta IHP/J. Hartanto. Bhandari. Khasiat dan Manfaat Lidah buaya. Hartanto dan S. Noleau and A. Jakarta. (21 November 2008) Anonimous. Snack Food Technology. Struktur Kimia Dekstrin. Marcel Dekker. J. Alumni.. Lubis.ac. Chemistry and technologiy academic-press. Terjemahan : Nasution. H. hal 46. I. 1984. Volum 1 and 2. N.. UI-Press. R. Terjemahan M. 2008. Inglett. Charalambons. E. Jakarta. http://www.). Teknologi Pengawetan Pangan. USU Repository © 2009 .. E.S. Dumoulin.id. 2008. Majalah Tumbuhan. Bharata Karya. Jakarta. Tentang Tablet. 1982. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. M. (03 Februari 2009) Apandi. Muljohardjo. Flavour encapsulation by spray drying aplication to citrate and lynalil acetate. Mulyani. Lubis. 1988. 1981.H. Pardede.. 2002. 1985.bumikupijak. Pengolahan minuman sari lidah buaya (Aloevera Linn. Bandung.

and Rosenberg..go. http://www. Food and Nutrient Press Inc. A. 15(2): Paiman. Oxidatetive Stability of Anhydrous Microencapsulated in Whey Protein. M.id. [11 Oktober 2008].plasa.. Baktir. R. An update review of Aloe vera . USU-Press.. Effect of aloe vera leaveson blood glucose level in type I and type II diabetic rat models. 1982.. 1987.ebookpangan. Pengaruh Konsentrasi Dekstrin Suhu Inlet Spray Dryer Terhadap Stabilus Warna Bubuk Pewarna Dari Ekstrak Angkak.com. F.com. Budidaya Pengolahan Pendayagunaan Jahe.umm. I. Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang. 2008. Ribut. Hidayat. Labuza.pustaka-deptan.id. Tesis. dan S. Medan. N. 2008. Kumpulan Materi Teknologi Pangan.. C. Moreau. Jakarta.Sutlupinar. N. and N... 82 hal.Henry. Rusmarilin. W. Pembuatan bubuk sari buah sirsak dari bahan baku pasta dengan metode foam-mat drying. Can. Westport Connecticut. Rahayuningdyah. 1991. S. J. 1999. 50:139-144. Ryan. 2008. Purba. [19 September 2008]. Akev. 2004. dan Murhananto. root@digilib. Penebar Swadaya.ac. Jakarta. Moehyi. Food Sci. Food Sci. 2004. A dan H. http://www. Pengaruh penambahan dekstrin terhadap kualitas sari wortel instan. 1996. Okyar. (11 Februari 2009) Hughes. G. Kajian Suhu Pengeringan. Singapore. Bhratara Karya Aksara. 2001. Kumalaningsih.). M.. 2006. Food Additives Guide. [21Januari 2009] Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. L. http://www. 1990. Phytoter Res. Nurika.Cosm and Toiletries (94): 42−50. Rosenberg. 1979. http://www. Nutrisi dan Jasa Boga. USU Repository © 2009 . Factor Affecting Retention in Spray Drying Microencapsulation. Konsentrasi Dekstrin dan Lama Penyimpanan Bahan Baku Pasta. D. Pedoman Praktikum: Teknologi Bahan Pangan Nabati. John Wiley and Sons Chicester. 10(2): 43-50. Pengembangan Produk & Teknologi Proses. Shelf Life Dating of Foods. A. J. 1992. M.B..

T. 2008. BBIPH.. Said dan S. Kanisius.G.). Edisi November. 1994. S. Suryowidodo. Sudarto. F. Susanto..http://www. Majalah Trubus. Surabaya. 2008. Tabloid Nova. dan B. G. 1997. Jakarta. Hal : 42- 43. 1993. Y. C. Khasiat Tanaman Obat..com. (03 November 2008) Taib. Yogyakarta. Sulaeman. [15 Oktober 2008]. Lidah Buaya. Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.com. G. Jakarta. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Teknologi dan Konsumen. Melton Putra. Tanaman obat. 1993.. H. Gizi. Operasi Pengeringan pada Pengolahan Hasil Pertanian. http://www. Bogor.. Model pengembangan agribisnis komoditi lidah buaya. Pangan. 2008. USU Repository © 2009 . Lidah Buaya Sebagai Bahan Baku Industri Hasil Pertanian.forumtabloidnova. 1988... Bina Ilmu. Wiraatmadja.W. Saneto. 1988.A.Soeseno. Winarno.smecda. Gramedia Pustaka Utama.

066 0.10 1.90 0.30 K3L2 1.29 K Lin 1 0.53 L Kuad 1 0.956 ** 4.632 0.14 1.000 0.49 8.41 K 3 0.180 243.983 0.312 1. Daftar Analisis Sidik Ragam Rendemen (%) SK db JK KT F hit.689 ** 3.643 Keterangan: FK = 44.319 2.001 1.99 K1L3 0. Data Pengamatan Analisa Rendemen (%) Ulangan Perlakuan Total Rataan I II K1L1 1.61 1.41 1.60 1.113 ** 2.281 2.35 1.53 K Kuad 1 0.298% ** = sangat nyata * = nyata tn = tidak nyata Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.243 2.187 1.003 4.003 3.305 1.995 1.53 KxL 9 0.17 K2L4 1.49 8.211 2.60 1.002 2.53 K Kub 1 0.055 ** 3.311 1.30 K2L2 1.53 L 3 0.21 K4L1 1.95 K1L4 0.31 K4L3 1.31 K4L2 1.58 1.539 0.62 1.29 Total 37.282 1.308 1.21 K2L3 1.05 F.299 2.026 0.941 ** 2. USU Repository © 2009 .78 Galat 16 0.465 0.274 2.003 0.29 K3L3 1. F.43 1.98 0.203 1.065 0.071 96.093 1.29 L Lin 1 0.77 0.893 0.065 87.30 K4L4 1.63 5.89 K2L1 1.54 1.012 0.61 1.49 8.284 1.033 1.377 ** 4.27 K3L4 1.07 K3L1 1.022 30.001 0.166 tn 4.53 L Kub 1 0.978 0. Lampiran 1.18 Lampiran 2. 2008.104 2.071 0.81 Rataan 1.01 Perlakuan 15 0.49 8.54 3.184 1.162 2.05 K1L2 0.35 3.546 tn 4.465 630.297 1.269 1.662 tn 4.).49 8.63 5.001 Total 31 0.921 1.287 2.314 2.58 1.000 0.295 2.523 ** 4.042 57.67 KK = 2.881 1.49 8.297 2.

31 18.05 F.04 K4L2 8.706 ** 2.15 12.29 K Lin 1 299.29 L Lin 1 58.22 K4L1 8.647 299.230 23.02 7.82 17.834 ** 2.78 Galat 16 2.07 K2L2 12.583 ** 4. USU Repository © 2009 .64 K2L1 13.07 12.14 10.63 5.231.940 20.04 9.579 26.615 ** 4.380 16.08 KK = 3.53 K Kub 1 0.53 L 3 63.020 15.169 131.151 Keterangan: FK = 4.170 18.30 K4L3 7.615 0.21 8.161 Total 31 407.49 8.21 12.00 17.647 1. Data Pengamatan Analisa Kadar Air (%) Ulangan Perlakuan Total Rataan I II K1L1 19.507 21.930 26.076 1.74 7.35 3.53 KxL 9 24.72 8.615 3.82 17.795 3.520 24.820 35.694 * 4. Daftar Analisis Sidik Ragam Kadar Air (%) SK db JK KT F hit.810 16.49 8.).14 11. 2008.760 38.637 58.41 K 3 316.44 8.38 9.49 8.562 ** 4.08 K2L4 10.827 tn 4.07 K3L3 8.94 16.16 K3L1 10.324 ** 3.01 Perlakuan 15 404. F.685 16.32 10.076 6.53 K Kuad 1 16.060 20.07 K3L2 10.63 7.04 K1L2 18.49 8.120 33.27 11.637 364.83 7.97 9.864.646 16.63 5.100 18.59 8.07 9.972 167.646 103.91 K1L3 16.164 2.280 22.08 10.908 105.14 13.01 Total 367.636 657.486% ** = sangat nyata * = nyata tn = tidak nyata Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.07 19.50 Lampiran 4.86 11.571 0.726 ** 3.49 8.795 23.190 14.63 11.54 K2L3 12.49 8.02 K3L4 8.87 K4L4 6.92 12.97 K1L4 11.54 3.53 L Kub 1 1.04 12.87 9. Lampiran 3.868 ** 4.150 25.96 Rataan 11.53 L Kuad 1 3.

009 0.688% ** = sangat nyata * = nyata tn = tidak nyata Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.201 0.42 1.57 1.17 1.000 2.000 0.49 8. Daftar Analisis Sidik Ragam Kadar Abu (%) SK db JK KT F hit.74 K3L2 1.88 K4L4 1.684 ** 4.33 1.53 L Kub 1 0.83 1.41 K 3 2.72 3.235.35 1.17 1.).83 1. 2008.74 3.20 KK = 0.69 1.147 1.34 1.73 K3L3 1. Data Pengamatan Analisa Kadar Abu (%) Ulangan Perlakuan Total Rataan I II K1L1 1.88 K4L3 1.53 L 3 0.85 Total 50.35 3.002 0.16 2.71 1.87 1.88 3.070 2.754 ** 2.018 0.730 6.73 1.146.140 ** 3.56 K2L4 1.12 1.18 K1L3 1.000 Total 31 2.17 K1L4 1.59 3. Lampiran 5.38 1.53 KxL 9 0.92 K4L2 1.57 3.58 K2L2 1.43 1.17 K2L1 1.009 73.018 ** 3.49 8.000 1.86 3.000 0.203 Keterangan: FK = 80.17 2. USU Repository © 2009 .89 3.58 1.17 1.54 3.29 K Lin 1 2.105 ** 4.05 F.57 3.78 Galat 16 0.49 8.15 1.003 25.91 3.47 1.58 Lampiran 6.421 tn 4.190 0.72 K3L4 1.76 1.538 tn 2.71 1.101 852.632 ** 4.63 5.19 1.49 8.53 3.52 K3L1 1.009 0.71 3.284 ** 4.070 17.433.75 1.003 0.101 0.50 1.03 1.347 tn 4.87 1.72 3.73 1.16 1.55 1.18 2.01 Perlakuan 15 2.63 5.92 1.19 K1L2 1.19 2.53 L Kuad 1 0.49 8.29 L Lin 1 0. F.66 Rataan 1.71 K4L1 1.53 K Kub 1 0.45 1.53 K Kuad 1 0.49 8.018 152.000 0.58 K2L3 1.

53 KxL 9 968.29 L Lin 1 193.400 32.00 88.00 K2L2 88.400 ** 4.400 tn 4.00 220.00 KK = 11.00 88.54 3.00 88.00 88.00 K4L4 132.53 K Kub 1 435.000 tn 4.000 645.889 tn 2.00 264.333 1.00 88.49 8.000 161.00 88.49 8.000 ** 4.53 L Kuad 1 242.00 88.29 K Lin 1 3920.00 176.00 88.00 176. USU Repository © 2009 .333 ** 2.00 132.000 121.00 110.53 K Kuad 1 3872.00 Total 3168.00 K1L4 88.00 264.000 107. Daftar Analisis Sidik Ragam Kadar Vitamin C (mg/100 g bahan) SK db JK KT F hit.333 tn 3.00 K3L2 88.400 48.00 176.600 435.05 F.600 tn 4.600 193.600 1.00 176.00 88.53 L 3 484.00 176.00 110.00 88.00 K1L2 88.00 K4L3 132.00 K4L1 132.00 88.000 2.01 Perlakuan 15 9680.00 220.00 132.00 88.632.00 176.00 88.000 Keterangan: FK = 313.00 132.49 8.000 242.00 176.00 Lampiran 8. Data Pengamatan Analisa Kadar Vitamin C (mg/100 g bahan) Ulangan Perlakuan Total Rataan I II K1L1 132.667 22.49 8. F.00 K2L1 88.00 K2L3 88.667 ** 3.00 176.00 132.600 tn 4.35 3.000 Total 31 11616.00 88.00 176.00 88.00 132.111% ** = sangat nyata * = nyata tn = tidak nyata Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.00 88.00 K3L1 88.333 5.00 176.600 3.00 Rataan 99.00 88. Lampiran 7.63 5.400 0. 2008.000 2742.00 176.00 88.63 5.49 8.400 3920.00 88.49 8.000 32.00 88.00 88.000 3872.556 0.00 88.00 88.00 K3L3 88.41 K 3 8228.00 264.00 132.00 K2L4 88.00 K3L4 88.00 K4L2 132.00 K1L3 88.).53 L Kub 1 48.00 88.78 Galat 16 1936.

39 8.538 ** 4.13 KK = 9.890 57.00 0.41 K 3 172.49 8.76 2.79 2.90 K4L2 2.16 K2L4 6.089 ** 4.13 4.56 5.00 0.527 0.35 Lampiran 10.757 ** 4.027 ** 3.00 0.79 2.001 0.53 KxL 9 1.00 0.208% ** = sangat nyata * = nyata tn = tidak nyata Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.578 tn 2.35 Rataan 3.00 0.963 10. 2008.00 K2L1 7.255 11.24 K4L1 2. USU Repository © 2009 .787 ** 4.71 2.32 4.54 3.98 2.78 Galat 16 1.63 5.32 6.86 K4L4 2.53 L Kuad 1 0.53 L 3 1.337 3.15 K2L2 6.001 0.49 8.71 4.00 K1L4 0.53 K Kuad 1 126.53 L Kub 1 0.36 K3L2 4.63 2.72 6.89 5.048 0.78 K3L1 4.37 8.64 2.35 4.533 tn 3.630 604.684 122.00 0.).221 159.Lampiran 9 .00 0.05 F.01 Perlakuan 15 175.963 0.00 K1L3 0.67 6.49 8.782 Keterangan: FK = 360.49 8.31 8.49 8.206 1.29 K Lin 1 15. Data Pengamatan Analisa Kecepatan Dispersi (menit) Ulangan Perlakuan Total Rataan I II K1L1 0.095 Total 31 176.221 15.462 329.75 2.72 4.00 0.33 4.048 0. Daftar Analisis Sidik Ragam Kecepatan Dispersi (menit) SK db JK KT F hit.38 Total 107.14 6.36 K3L3 4.322.503 tn 4.53 K Kub 1 31.35 12.00 K1L2 0.63 5.18 12.355 0.00 0.19 8.459 ** 2.37 6.206 126.48 4.14 11.00 0.30 7.00 0.42 5.64 4.49 8.462 31.92 5.00 0.151 1.29 L Lin 1 0.36 K2L3 6.63 14. F.007 tn 4.29 4.35 3.32 K3L4 4.81 5.011 0.82 K4L3 2.

Daftar Analisis Sidik Ragam Nilai Organoleptik (Numerik) SK db JK KT F hit.000 0.000 0.200 3.010 0.500 ** 4.722 tn 2.53 K Kub 1 0.036 0.33 K1L4 3.300 3.200 6.004 0.49 8.018 29.002 2.41 K 3 0.49 8.200 6.250 3.300 3.001 2.015 0.23 K4L4 3.45 3.055 0.015 24.25 K3L2 3.25 Lampiran 12.63 5.49 8.200 6.005 0.833 tn 3.200 3.40 3.35 KK = 0.300 6.53 L 3 0.29 K Lin 1 0.60 3.23 K3L1 3.200 3.40 3.200 3.50 3.05 F.250 3.600 ** 4.004 0.49 8.200 6.49 8.45 3.200 6.53 L Kub 1 0.20 K3L4 3. 2008.35 K1L2 3.78 Galat 16 0.23 K4L1 3.40 3.25 K2L2 3.49 8.036 57.20 Total 103.90 Rataan 3.54 3.23 K3L3 3.250 6.350 6.100 tn 4.45 3.200 3.63 5.004 0.60 3.350 6.53 KxL 9 0.250 3.30 K2L1 3.250 3.075 Keterangan: FK = 337.500 ** 3.23 K4L3 3.01 Perlakuan 15 0.35 3. Data Pengamatan Analisa Nilai Organoleptik (Numerik) Ulangan Perlakuan Total Rataan I II K1L1 3.250 3.29 L Lin 1 0.23 K2L3 3.20 K2L4 3.65 3.300 3.45 3.250 6.400 * 4.004 6.004 6.53 L Kuad 1 0.200 3.70 3.250 6.000 tn 4.45 3.900 ** 2.770% ** = sangat nyata * = nyata tn = tidak nyata Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L.250 6.000 0.). Lampiran 11.200 6.50 3.065 0.45 3.200 6.004 6.250 3.400 * 4.250 6.45 3.001 0.300 6.350 3. F.30 K1L3 3. USU Repository © 2009 .53 K Kuad 1 0.001 Total 31 0.23 K4L2 3.

Lampiran 13.9 x 2000 = Rp 153. Dekstrin Rp.614 Kg Jadi biaya produksi total untuk menghasilkan 1 Kg tepung lidah buaya yaitu: . Untuk 1 Kg tepung lidah buaya di pasaran dijual dengan kisaran harga Rp.350.9 Kg pelepah lidah buaya segar.00/Kg.(biaya pembuatan tepung lidah buaya belum termasuk dana investasi awal yaitu oven blower / spray drying) Ary Syahputra : Studi Pembuatan Tepung Lidah Buaya (Aloe vera L. Utilitas (listrik dll) kita hargai Rp 1000.870. 1. Pelepah lidah buaya = 76. Pelepah Lidah Buaya Rp.00 .). Nilai tersebut diperoleh dari hasil rendemen maksimal yang diperoleh setelah penelitian. USU Repository © 2009 . Dekstrin = 4. Analisis Usaha Tepung Lidah Buaya Bahan Baku yang digunakan untuk pembuatan tepung lidah buaya / kg adalah: .000. dengan menggunakan dekstrin sebanyak 6% dari berat bahan maka dekstrin yang dipakai sebesar 4.5000/Kg Untuk menghasilkan 1 Kg tepung lidah buaya diperlukan sebanyak 76. 2008.800.00.00 / Kg tepung lidah buaya Jadi total untuk menghasilkan 1 Kg tepung lidah buaya dibutuhkan biaya produksi = Rp.070.614 x 5000 = Rp 23. 177.00 . 2000/Kg .