You are on page 1of 3

18. Tn.

AN, 55 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan sesak nafas dan mengi sejak
2 hari lalu, flu batuk-pilek-demam-dan badan tidak terasa nyaman. Menurut
pengakuannya memiliki riwayat penyakit asma, alergi aspirin dan hipertensi. Berikut
ini farmakoterapi terbaik untuk Tn. TN:
Jawab :
Untuk Tn. AN diberikan diberikan ipratropium Bromida. Ipratropium untuk inhalasi
oral adalah suatu antikolinergik (parasimpatolitik) yang akan menghambat refleks
vagal dengan cara mengantagonis kerja asetilkolin. Bronkodilasi yang dihasilkan
bersifat lokal, pada tempat tertentu dan tidak bersifat sistemik. Ipratropium bromida
(semprot hidung) mempunyai sifat antisekresi dan penggunaan lokal dapat
menghambat sekresi kelenjar serosa dan seromukus mukosa hidung.

Untuk obat batuk yang digunakan


19. An. ST seorang anak laki-laki berusia 3 tahun, 16 kg, dengan riwayat selama 1,5
tahun mengalami mengi yang kambuh 3 hari per minggu dan terbangun di malam hari
4 kali setiap bulan. Obat-obat berikut diresepkan untuk An. ST oleh dokter
umumnya: (salbutamol) sirup 2 mg/5mL satu sendok teh tiga kali sehari dan Ventolin
MDI aerosol QID PRN untuk mengi. Ibu ST menyatakan bahwa An. ST nampak
mudah terkejut setelah minum sirup salbutamol. Untuk memperbaiki terapi jangka
panjang, regimen apa yang sesuai untuk An. ST?
Jawab
Pengobatan jangka panjang terdiri dari: inhalasi kortikosteroid 400 ug /hari, Steroid
inhalasi sebaiknya diberikan lebih dari 6 minggu walaupun efek klinisnya sudah
terlihat, karena apabila langsung dihentikan maka hiperreaktivitas bronkus akan
timbul seperti keadaan sebelum terapi dalam kurun waktu seminggu sesudah obat
dihentikan. Nedocromil atau teofilin lepas lambat. Dan jika diperlukan, dosis
kortikosteroid inhalasi dapat ditingkatkan sampai 800 mikrogram atau digabung
dengan bronkodilator kerja lama (khususnya untuk gejala malam), dapat juga
diberikan agonis beta 2 kerja lama inhalasi atau oral atau teofilin lepas lambat.
Sedangkan untuk menghilangkan gejala digunakan: agonis beta 2 inhalasi bila perlu
tapi tidak melebihi 3-4 kali per hari dan obat pencegah setiap hari.

20. Seorang pasien dewasa laki-laki mendapat terapi teofilin untuk asmanya. Berikut
adalah tanda-tanda efek samping teofilin yang perlu diwaspadai pasien
Jawab
Reaksi efek samping jarang terjadi pada level serum teofilin yang < 20 mcg/mL. Pada
level lebih dari 20 mcg/mL : mual, muntah, diare, sakit kepala, insomnia, iritabilitas.
Pada level yang lebih dari 35 mcg/mL : hiperglisemia, hipotensi, aritmia jantung,
takikardia (lebih besar dari 10 mcg/mL pada bayi prematur), seizure, kerusakan otak
dan kematian.
Lain lain: demam, wajah kemerah-merahan, hiperglikemia, sindrom ketidaksesuaian
dengan hormon antiduretik, ruam, kerontokan pada rambut. Etildiamin pada
aminofilin dapat menyebabkan reaksi sensitivitas termasuk dermatitis eksfoliatif dan
urtikaria.
Kardiovaskular: palpitasi, takikardia, hipotensi, kegagalan sirkulasi, aritmia
ventrikular.
Susunan Saraf Pusat: iritabilitas, tidak bisa instirahat, sakit kepala, insomnia, kedutan
dan kejang
Saluran Pencernaan : mual, muntah, sakit epigastrik, hematemesis, diare, iritasi
rektum atau pendarahan (karena penggunaan supositoria aminofilin). Dosis terapetik
teofilin dapat menginduksi refluks esofageal selama tidur atau berbaring,
meningkatkan potensi terjadinya aspirasi yang dapat memperparah bronkospasmus.
Ginjal : proteinuria, potensiasi diuresis.
Respiratori: takhipnea, henti nafas.