You are on page 1of 23

PELEDAKAN BATUAN PADA PENAMBANGAN

BAHAN GALIAN INDUSTRI

OLEH:
Nama : Yusran
Nim : 1309055032
Prodi : S1 Teknik pertambangan
Matakuliah : Teknik Teknik peledakan

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM S1 TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2016
DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................i

BAB 1 Pendahuluan ...................................................................4

1.1 Latar belakang ........................................................................4
BAB II Dasar Teori ....................................................................2

2.1 sejarah perusahaan..................................................................5

2.2 rekasi dan prodek bahan peledak............................................6

2.3 klasifikasi bahan peledak........................................................7

2.4 sifat bahan peledak..................................................................8

2.5 kecepatan detonator.................................................................9

2.6 kepekaan sesivity....................................................................9

BAB III Pembahasan .................................................................

3.1 pola pemboran.........................................................................10

3.2 metode peledakan pada underground blasting .......................13

3.3 geometri peledakan ................................................................14

BAB IV Kesimpulan ...................................................................25

KATA PENGANTAR

2

21 February 2017 TTD Penyusun 3 . Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. etika. mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun. serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Untuk itu. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat. Samarinda. karunia. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. kami berharap adanya kritik. Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian.

Untuk itu operator yang melakukan pekerjaan peledakan harus mengerti benar tentang cara kerja.1 Latar Belakang Peledakan adalah merupakan kegiatan pemecahan suatu material (batuan) dengan menggunakan bahan peledak atau Proses terjadinya ledakan. Suatu operasi peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang diterapkan. Peralatan peledakan (Blasting equipment) adalah alat-alat yang dapat digunakan berulang kali. Karena persiapan peledakan yang kurang baik akan menghasilkan bisa menyebabkan hasil yang tidak sempurna serta mengandung resiko bahaya terhadap keselamatan pekerja maupun peralatan. Oleh karena itu. Dalam membicarakan perlengkapan dan peralatan peledakan perlu hendaknya terlebih dahulu dibedakan pengertian antara kedua hal tersebut. misalnya blasting machine. crimper dan sebagainya. Sedangkan perlengkapan peledakan hanya dipergunakan dalam satu kali proses peledakan atau tidak bisa digunakan berulang kali.Untuk setiap metode peledakan. perlengkapan dan peralatan yang diperlukan berbeda- beda. BAB I PENDAHULUAN 1. Pekerjaan peledakan adalah pekerjaan yang penuh bahaya. sifat dan fungsi dari peralatan yang digunakan. Oleh karena itu agar tidak terjadi kerancuan dalam pengertian. Dalam hal ini pemilihan metode peledakan. pemilihan serta penggunaan peralatan dan perlengkapan juga berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. 4 . harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan hati-hati agar tidak terjadi kegagalan atau bahkan kecelakaan. maka dibuat sistematika berdasarkan tiap-tiap metode peledakan dalam arti bahwa perlengkapan dan peralatan akandikelompokan berdasarkan metodenya.

yang mana didapatkan KP eksplorasi seluas 4. Kemudian pada tahun 1992. sambil meneruskan kegiatan eksplorasi. Aneka Tambang Tbk. Selanjutnya pada tahun 1981 team unit geologi melakukan reconnaissance (survei tinjau) ke daerah Gunung Pongkor dan menemukan urat kuarsa dengan kandungan logam Au = 4 ppm dan logam Ag = 126 ppm di lokasi Pasir Jawa. Dengan mendapatkan Kuasa Pertambangan tersebut. Pada tahun 1983 sampai dengan tahun 1988 kegiatan eksplorasi di sekitar Gunung Pongkor ditangguhkan. sebelah barat Gunung Pongkor. saat eksplorasi di daerah Gunung Limbung..25 Ha.058 Ha yang berada dalam wilayah KP eksplorasi DU 868/JABAR seluas 8829. Pada akhir tahun 1979. dilakukan studi kelayakan tambang dan perencanaan tambang yang dilanjutkan development. PT. melalui salah satu unit kerjanya (unit geologi) memulai eksplorasi pada tahun 1974 sampai dengan tahun 1981 di daerah Gunung Limbung. Setelah melakukan studi kelayakan.339 ha (KP. dengan tujuan utamanya adalah mencari cebakan bijih logam dasar (base metal) yang pada saat itu kebutuhannya masih sangat tinggi. hal ini disebabkan fokus perusahaan yang sedang mencari mineral logam dasar. justru diperoleh informasi adanya mineralisasi sulfida pirit di daerah Gunung Pongkor.1 Sejarah Perusahaan Sejarah pendirian UBPE Pongkor ini dimulai ketika PT.Pada tahun 1988 sampai dengan 1991 dilaksanakan kegiatan eksplorasi lanjutan yang lebih sistematis dan lengkap sehingga ditemukan beberapa lokasi daerah prospek logam. DU 562/Jabar). Pertama kali yang di lakukan adalah pembuatan 5 . BAB II LANDASAN TEORI 2. ANEKA TAMBANG Tbk mendapatkan Kuasa Pertambangan Eksploitasi (KP DU 893/JABAR) seluas 4. pembangunan mulai dilakukan. Dari hasil tinjauan ini direncanakan untuk mengambil KP.

000 MW atau 5. Sedangkan energi per satuan waktu yang ditimbulkan sekitar 25. Adapun tekanannya. Oleh 6 .950. cair.500 kg/cm² atau 9. benturan. Bahan peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia yang didefinisikan sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat. Kemudian PT.jalan masuk Parempeng ke Pongkor sepanjang 12. menurut Langerfors dan Kihlstrom (1978).5 km dan pembangunan fisik pabrik dengan kapasitas 2. namun kondisi ini terjadi akibat reaksi peledakan yang sangat cepat. Perlu difahami bahwa energi yang sedemikian besar itu bukan merefleksikan jumlah energi yang memang tersimpan di dalam bahan peledak begitu besar.000 kcal/s.5 ton emas dan Tailing Dam. Antam Tbk melakukan restrukturisasi dan mengubah Unit Pertambangan Emas (UPE) Pongkor menjadi Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor 2.2 Definisi dan Jenis Bahan Peledak.000 atm setara dengan 101. Awal produksi bulan April tahun 1994 dan pada tahun yang sama pabrik pengolahan emas digabung menjadi satu unit produksi dengan nama Unit Pertambangan Emas (UPE) Pongkor.850 MPa (» 10. Panas dari gas yang dihasilkan reaksi peledakan tersebut sekitar 4000° C. bisa mencapai lebih dari 100.7500 meter per second (m/s). Kemudian kegiatan penambangan diperluas ke daerah Ciurug dan dilakukan pembangunan pabrik kedua untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 5 ton emas pertahun. Suatu operasi peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang diterapkan.000 MPa). gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil. atau campurannya yang apabila diberi aksi panas. Peledakan adalah merupakan kegiatan pemecahan suatu material (batuan) dengan menggunakan bahan peledak atau Proses terjadinya ledakan. Pada tanggal 1 Agustus 2000 UPE Pongkor mendapatkan Kuasa Pertambangan Eksploitasi yang baru yaitu KW 98 PP 0138 seluas 6. yaitu berkisar antara 2500 .047 Ha.

Ledakan. sehingga menghasilkan gas dan temperature sangat besar yang 7 . Dari definisi tersebut dapat tersirat bahwa ledakan tidak melibatkan reaksi kimia. Contoh ledakan antara lain balon karet ditiup terus akhirnya meledak. Untuk menghentikan kebakaran cukup dengan mengisolasi material yang terbakar dari oksigen Deflagrasi adalah proses kimia eksotermis di mana transmisi dari reaksi dekomposisi didasarkan pada konduktivitas termal (panas). Deflagrasi merupakan fenomena reaksi permukaan yang reaksinya meningkat menjadi ledakan dan menimbulkan gelombang kejut shock wave) dengan kecepatan rambat rendah. tapi kemunculannya disebabkan oleh transfer energi ke gerakan massa yang menimbulkan efek mekanis merusak disertai panas dan bunyi yang keras. Panas merupakan awal terjadinya proses dekomposisi bahan kimia pembentuk bahan peledak yang menimbulkan pembakaran. menurut Berthelot.3 Reaksi dan produk peledakan Peledakan akan memberikan hasil yang berbeda dari yang diharapkan karena tergantung pada kondisi eksternal saat pekerjaan tersebut dilakukan yang mempengaruhi kualitas bahan kimia pembentuk bahan peledak tersebut.sebab itu kekuatan energi tersebut hanya terjadi beberapa detik saja yang lambat laun berkurang seiring dengan perkembangan keruntuhan batuan. dilanjutkan dengan deflragrasi dan terakhir detonasi. dan lain-lain. yaitu antara 300 – 1000 m/s atau lebih rendah dari kecep suara (subsonic). 2. adalah ekspansi seketika yang cepat dari gas menjadi bervolume lebih besar dari sebelumnya diiringi suara keras dan efek mekanis yang merusak. d) Detonasi adalah proses kimia-fisika yang mempunyai kecepatan reaksi sangat tinggi. Reaksi pembakaran memerlukan unsur oksigen (O2) baik yang terdapat di alam bebas maupun dari ikatan molekuler bahan atau material yang terbakar. tangki BBM terkena panas terus menerus bisa meledak. Proses dekomposisi bahan peledak diuraikan sebagai berikut: Pembakaran adalah reaksi permukaan yang eksotermis dan dijaga keberlangsungannya oleh panas yang dihasilkan dari reaksi itu sendiri dan produknya berupa pelepasan gas-gas.

L. penanganan teknis lebih mudah. Kecepatan reaksi 2.000 – 24. Karena pemakaian bahan peledak dari sumber kimia lebih luas dibanding dari sumber energi lainnya. 2.650 – 8.semuanya membangun ekspansi gaya yang sangat besar pula. maka pengklasifikasian bahan peledak kimia lebih intensif diperkenalkan.000 fps (1. harga relatif murah.Menurut R.6 Kecepatan Detonasi Kecepatan Detonasi (velocity of detonation = VOD) merupakan kecepatan gelombang detonasi yang menerobos sepanjang kolom isian bahan 8 . Bahan peledak kuat (high explosive) Bila memiliki sifat detonasi atau meledak dengan kecepatan reaksi antara 5. lebih banyak variasi waktu tunda (delay time) dan dibanding nuklir tingkat bahayanya lebih rendah. Bahan peledak permissible digunakan khusus untuk memberaikan batubara ditambang batubara bawah tanah dan jenisnya adalah blasting agent yang tergolong bahan peledak kuat Sampai saat ini terdapat berbagai cara pengklasifikasian bahan peledak kimia. namun pada umumnya kecepatan reaksi merupakan dasar pengklasifikasian tersebut.650 m/s). biasanya dinyatakan dalam %. Pertimbangan pemakaiannya antara lain.000 m/s) Bahan peledak lemah (low explosive) Bila memiliki sifat deflagrasi atau terbakar kecepatan reaksi kurang dari 5. diantaranya yaitu : Kekuatan (Strength) Kekuatan suatu bahan peledak berkaitan dengan kandungan energi yang dimiliki oleh bahan peledak tersebut dan merupakan ukuran kemampuan bahan peledak tersebut untuk melakukan kerja.4 Klasifikasi Bahan Peledak Bahan peledak diklasifikasikan berdasarkan sumber energinya menjadi bahan peledak mekanik. kimia dan nuklir. Bahan peledak permissible dalam klasifikasi di atas perlu dikoreksi karena tidak semua merupakan bahan peledak lemah.5 Sifat Bahan Peledak Sifat bahan peledak mempengaruhi hasil peledakan. 2. Ash (1962). bahan peledak kimia dibagi menjadi.000 fps (1.

peledak. stick count (SC) atau loading density (de)Tekanan Detonasi (Detonation Pressure) Tekanan Detonasi (Detonation Pressure) merupakan penyebaran tekanan gelombang ledakan dalam kolom isian bahan peledak. dinyatakan dalam kilobar (kb BAB III 9 .7 Kepekaan (Sensivity) Kepekaan (Sensivity) adalah ukuran besarnya impuls yang diperlukan oleh bahan peledak untuk mulai bereaksi dan menyebarkan reaksi peledakan keseluruh isian. kecapatannya tergantung dari : jenis bahan peledak (ukuran butir. ukuran butir. pengaruh kandungan air. dan temperatur. Kepekaan ini tergantung pada : komposisi kimia. Bobot isi ini biasanya dinyatakan dalam specific gravity (SG). bobot isi. bobot isi). dinyatakan dalam gr/cm3. diameter dodol (diameter lubang leda 2.Bobot Isi Bahan Peledak (density) adalah perbandingan antara berat dan volume bahan peledak. dinyatakan dalam meter/detik.

1 Penampang Atas Pemboran V – Cut 10 . Cut Hole adalah suatu lubang buka yang diciptakan pada suatu face yang tidak mempunyai free face berupa lubang bor sedalam kemajuan yang diperoleh.1 Pola Pemboran Untuk membuat lubang maju dalam tambang bawah tanah atau tunnel perlu diciptakan suatu bidang bebas (free face) untuk kebutuhan peledakan. Untuk menambahkan free face dibutuhkan “Cut Hole”. Gambar 3. Wedge Cut atau V – Cut. Pola pemboran yang digunakan dalam persiapan peledakan tambang bawah tanah terdiri atas : a. yaitu pembuatan lubang tembak yang membentuk sudut ± 600 terhadap bidang bebas (free face). PEMBAHASAN 3.

11 . yaitu pola pemboran yang merupakan setengah dari wedge cut. Fan Cut. Gambar 3.2 Penampang Depan Pemboran V . Gambar 3.Cut b. Pyramid Cut atau Diamond Cut.4 Penampang Depan Pemboran Pyramid Cut c. yaitu pola pemboran yang merupakan variasi dari wedge cut dimana ujung dari lubang ledak mengarah pada titik pusat dari face yang berbentuk pyramid.3 Penampang atas Pemboran Pyramid Cut Gambar 3. Pola ini sangat baik digunakan pada vein yang tipis.

6 Penampang Depan Pemboran Fan Cut d.5 Penampang atas pemboran Fan Cut Gambar 3. Burn Cut. yaitu pola peledakan dimana lubang ledak tegak lurus terhadap bidang vertikal atau pada free face.7 Penampang Pemboran Burn Cut 12 . Gambar 3. Gambar 3.

90 13 . 17 dan 22 mm cartridges yang disesuaikan dengan aplikasi dilapangan. Gurit tersedia dalam ukuran 11.5 0.70 51 – 64 0.3. Berikut ini adalah tabel yang memberikan geometri peledakan untuk tiap diameter perimeter holes yang berbeda-beda.23 17 mm Gurit 0.9 0. Bahan peledak tersebut adalah Gurit. yaitu dapat dugunakan pada penggalian surface dan underground.80 – 0. smooth blasting dilaksanakan dengan special bahan peledak dengan spasi yang lebih dekat. Dalam pelaksanaan metoda smooth blasting ini.3 – 0.0 – 1. Metoda ini dimanfaatkan dalam countur blasting (dalam tambang bawah tanah digunakan untuk meledakkan wall and roof holes) yang bertujuan untuk memperhalus permukaan hasil peledakan. yaitu sebuah nitroglycerin sebagai isian dasar yang mengandung kieselguhr. telah dicoba dan hasilnya sangat baik. yaitu merupakan salah satu metoda dari contour blasting yang bertujuan untuk memperhalus batas terluar atau keliling dari hasil peledakan.1 Geometri Peledakan Smooth Blasting Perimeter Charge Hole Concentration Charge Type Burden Spasi Diameter ( kg/m) (m) 25 – 32 0.25 – 0. Seperti yang telah dikatakan sebelumya. Bahan peledak baru telah dikembangkan untuk keperluan smooth blasting yang mempunyai diameter explosive kecil dengan VOD rendah dan relative menghasilkan gas yang rendah.35 25 – 48 0. Artinya burden sebaiknya lebih besar dari pada spasinya.8. Tabel 3. Aplikasi dari metoda ini.1 0. Smooth blasting telah dikembangkan dan diteliti di Swedia tahun 1950 dan tahun 60-an. untuk mendapatkan hasil  yang baik maka ratio S/B sebaiknya 0.2 Metoda Peledakan Pada Underground Blasting Metoda peledakan yang banyak dipakai dalam tambang bawah tanah (underground blasting) adalah metoda smooth blasting.42 22 mm Gurit 1.7 – 0.50 – 0.11 11 mm Gurit 0.

51 – 64 0.90 Gambar 3.3 Geometri Peledakan Sebelum operasi pemboran dimulai penentuan letak lubang bor harus dievaluasi dengan hati-hati agar diperoleh hasil yang optimum dari bahan peledak yang dipilih. yang terdiri atas Floor holes. Stoping hole dan Roof holes.1 Desain guidelines Dimensi yang digunakan dalam perencanaan peledakan terowongan dapat diintruksikan secara geometris pada gambar 3.1 – 1. Cut hole.80 – 0.45 22 mm Gurit 1. Wall holes.2 0.3. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain peledakan antara lain :  Diameter lubang bor  Burden dan Spasi  Type bahan peledak yang akan digunakan. 14 . 3. Perbedaan utama antara peledakan terowongan dan peledakan jenjang adalah pada peledakan terowongan peledakan dilakukan dengan mengarah pada satu bidang bebas (free face) yang dibuat (Empty Hole) sedangkan pada peledakan jenjang peledakan dapat di desain menuju ke lebih dari satu bidang bebas (free face).8 Efek Peledakan Dengan Metoda Smooth Blasting 3.8.

Besarnya ukuran diameter empty hole dapat dilihat dari grafik atau jika mempergunakan beberapa empty holer diameter khayalnya dapat dihitung dengan mempergunakan rumus : Dd n Dimana : D = Besarnya diameter khayal empty hole d = Diameter lubang bor n = Jumlah lubang Dalam usaha menghitung burden dikotak pertama.9 Dimensi Bidang Lubang Ledak 3.3. 15 . Semakin besar kemajuan terowongan yang dinginkan maka semakin besar diameter empty hole yang diperlukan. Dalam mendesain suatu peledakan (penentuan spasi dan burden).2 Diameter Empty Hole Pemilihan diameter empty hole tergantung pada tingkat kemajuan terowongan yang dinginkan. jika menggunakan satu empty hole maka diameter yang digunakan adalah diameter empty hole itu sendiri. Gambar 3. tetapi jika menggunakan lebih dari satu empty hole maka yang digunakan adalah diameter khayal. maka bagian-bagian tersebut diatas harus diperhitungkan dengan baik yang mengacu pada besarnya diameter “Empty Hole” yang berfungsi sebagai free face.

Gambar 3. hanya terdapat keruskan tetapi jika jaraknya lebih pendek resikonya besar karena lubang ledak dan empty hole akan bertemu.3 Desain Cut Hole Jika kita melihat grafik 7.1 Hubungan Antara Jarak Lubang Ledak Dengan Empty Hole Serta Hasil Peledakannya 16 .3.5 untuk menghasilkan peledakan yang baik.10 kita menemukan jarak antara lubang ledak  dan empty hole sebaiknya tidak lebar dari 1.10 Desain Cut Holes Grafik 3. Jika jaraknya lebih panjang.3.

Desain Square I Jadi posisi lubang ledak di kotak pertama dapat ditunjukkan sebagai : Dimana a = C – C jarak antara lubang ledak dengan empty hole  = Diameter empty hole Dalam kasus ini beberapa empty hole hubungannya dapat ditunjukkan sebagai : a1 = 1. maka data kunci yang diperlukan pada kotak pertama adalah : a = C – C jarak antara pusat empty hole dan pusat lubang ledak W = Jarak antar lubang ledak Q = Jumlah bahan peledak 17 .ho) Dimana : Q = Jumlah pengisian bahan peledak. m Dengan demikian. Konsentrasi pengisian bahan peledak yang dipakai pada kotak pertama dapat dilihat dari grafik 7. Stemming Kotak Pertama (ho) = a Jadi Q = lc (H .A. kg/m H = Kedalaman lubang ledak.12. kg lc = Konsentrasi pengisian bahan peledak.5 D a 2 W1 = Dimana a = C – C jarak antara pusat empty hole dan pusat lubang ledak D = Diameter Khayal W = Jarak antar lubang ledak Parameter yang perlu diketahui dalam menentukan jumlah pengisian bahan peledak (Q) pada cut holes terdiri atas stemming dan konsentrasi pengisian bahan peledak (lc).

maka data kunci yang diperlukan pada kotak kedua dan kotak berikutnya adalah : B = Burden 18 . kg/m H = Kedalaman lubang ledak.13.5 W1 Dimana a = C – C jarak antara pusat empty hole dan pusat lubang ledak W = Jarak antar lubang ledak B = Burden Konsentrasi pengisian bahan peledak yang dipakai pada kotak kedua dan kotak berikutnya dapat dilihat dari grafik 7. Grafik 3. kg lc = Konsentrasi pengisian bahan peledak.2 Konsentrasi Minimum Pengisian Handak (kg/m) dan Maksimum Jarak C – C (m) Untuk Diameter Empty Hole Yang Berbeda-Beda B. Stemming Kotak Kedua (ho) = 0.5 x B Jadi Q = lc (H .ho) Dimana : Q = Jumlah pengisian bahan peledak. m Dengan demikian. Desain Square II B1 = W1 a2 = 1.5 W1 2 W2 = 1.

3 Konsentrasi Minimum Pengisian Handak (kg/m) dan Maksimum Jarak C – C (m) Untuk Jarak Antara Lubang Ledak Yang Berbeda-beda C.5 W3 19 .W = Jarak antar lubang ledak Q = Jumlah bahan peledak Grafik 3.5 W3 2 W4 = 1. Desai Square III B2 = W2 a3 = 1. Desain Kotak IV B3 = W3 a4 = 1. D.5 W2 2 W3 = 1.5 W2 Jumlah pengisian bahan peledak pada kotak ketiga ini caranya sama dengan penentuan jumlah pengisian bahan peledak pada kotak kedua.

11 Geometri Perledakan Pada Cut Holes Jika jarak antara lubang ledak (W) terlalu lebar dan burden (B) berdasarkan rumus diatas sama dengan (W) sehingga besar pada cut holes lebih besar dari burden pada stoping. maka burden pada cut holes dan perhitungan jumlah bahan peledak yang dipakai harus diatur sehingga sama dengan stoping holes. Gambar 3. 20 .

3. dan ANFO. stoping holes dan floor holes.4 Burden Dalam Hubungannya Dengan Konsentrasi Pengisian Bahan Peledak Untuk Diameter Lubang Ledak Dan Bahan Peledak Yang Berbeda Bila burden (B).4 Desain Stoping Setelah cut holes telah dihitung. Untuk menghitung burden (B) dan mengisi setiap bagian yang berbeda pada tunnel dapat dilihat dari grafik 3. Bahan peledak yang sering digunakan adalah Emulite. 3. 21 . tabel dibawah ini akan memberikan geometri pemboran dan pengisian handak disetiap bagian dari tunnel. kedalaman lubang ledak (H) dan konsentarasi bottom charge (lb) telah diketahui. stoping holes dapat dihitung.4 yang dapat digunakan sebagai dasar. Dynamex. Grafik 3. Sedangkan untuk meledakkan wall holes dan roof holes bahan peledak yang iasa dipakai adalah Gurit. wall holes. sisa dari geometri tunel yang terdiri atas floor holes. yang dipakai untuk meledakkan cut holes. roof holes. Pada umumnya bahan peledak yang digunakan dalam tambang bawah tanah (peledakan terowongan) adalah bahan peledak yang telah dikemas dalam bentuk paper cartridge atau plastic tube yang telah memepunyai diameter (mm) dan charge concentration (kg/m) tertentu.

Jenis jenis bahan peledak itu sendiri sangat bervariasi macamnya dari mulai ANFO. Kita tahu bahwa peledakan sendiri dilakukan apabila material yang akanb kita gali sudah tidak memungkinkan dengan alat gali mekanis jadi dilakukan proses peledakan.1 x B 1/3 X H lb 0.9 x B 1.5 x B Horizontal 1xB 1.5 x lb 0. Tabel 3.5 x lb 0.2 x B 1/3 x H lb 0.5 x B Roof 0.2 Geometri Peledakan Pada Stoping Holes Heigth Charge Part of The Burden Spacing Bottom Concentration Stemming Round (m) (m) Charge Bottom Column (m) (m) (kg/m) (kg/m) Floor 1xB 1.1 Kesimpulan Dari penjelasan di atas mengenai peledakan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa proses peledakan didalam dunia pertambangan sangat penting sekali demi berjalannya proses gali yang bagian dari proses industry pertambangan.4 X lb 0.5 x B BAB IV KESIMPULAN 4. dinamit dan banyak lagi macamnya Jenis 22 .5 x B Downwards 1xB 1.5 x lb 0.1 x B 1/6 x H lb 0.5 x B Stoping: Upwards 1xB 1.0 x lb 0.3 X lb 0.1 x B 1/6 x H lb 0.9 x B 1.2 x B Wall 0.1 x B 1/3 x H lb 0.1 x B 1/3 x H lb 1.

dinamit dan banyak lagi macamnya.jenis bahan peledak itu sendiri sangat bervariasi macamnya dari mulai ANFO. Dan tentang peledakan dan meode yang digunakan di tambang ANTAM sangat bermacam – macan sekali metodenya. Oleh sebab itu kita sebagai ahli tambang sudah seharusnya memepelajari tentang teknik peledakan dan cara peledakanitu sendiri. 23 . sesuai dengan kebutuhan yangh digunakan.