You are on page 1of 11

JOURNAL OF MARINE RESEARCH

Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 254-264
Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jmr

AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI KARANG TERHADAP
BAKTERI YANG DIISOLASI DARI KARANG TERSERANG PENYAKIT
ULCERATIVE WHITE SPOTS DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA

Yesaya Putra Pamungkas*), Agus Sabdono, Diah Permata Wijayanti

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas
Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang 50275 Telp/Fax. 024-7474698

Email : Journalmarineresearch@gmail.com

ABSTRAK

Penyakit karang telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk
kondisi terumbu karang global. Adanya penyakit karang menimbulkan kekhawatiran akan kelestarian
dan keanekaragaman terumbu karang. Ulcerative White Spots (UWS) adalah salah satu penyakit
karang yang menginfeksi karang Favites sp. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri
karang yang aktif menghambat isolat bakteri karang terserang penyakit UWS serta mengkarakterisasi
secara biokimia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 - Maret 2014. Sampel diambil di
perairan Pulau Panjang, Jepara. Studi mikrobiologi di Laboratorium Terpadu UNDIP Semarang, uji
biokimia di Laboratorium Manajemen Kesehatan Hewan Akuatik, BBPBAP Jepara. Survey lapangan
dilakukan dengan menggunakan metode belt transect. Bakteri diisolasi dari karang sehat dan karang
yang terserang penyakit UWS. Purifikasi bakteri menggunakan metode streak. Uji antibakteri
menggunakan metode overlay dan difusi agar. Uji biokimia menggunakan metoda Cowan and Steels.
Hasil penelitian menunjukkan terumbu karang di Perairan Pulau Panjang memiliki tingkat prevalensi
penyakit yang tinggi yaitu sebesar 66,037%. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh isolat FSB 2.5 dan
GSB 2.2.1 yang mampu menghambat pertumbuhan isolat bakteri karang terserang penyakit UWS.
Karakterisasi bakteri secara biokimia dari isolat FSB 2.5 dan GSB 2.2.1 menyatakan bahwa bakteri
masuk dalam genus Pseudomonas sp.

Kata Kunci : Ulcerative White Spots, Favites sp, Pulau Panjang, Antibakteri

ABSTRACT

Coral disease has been identified as one of the main factors that aggravate the condition of coral
reefs globally. The presence of coral disease raises concerns about the sustainability and diversity of
coral reefs. Ulcerative White Spots (UWS) is a disease that infects coral reef Favites sp. This study
aims was to obtain bacterial isolates that active to inhibit coral bacteria isolates that infected by UWS
and characterize biochemically. The study was conducted in October 2013 - March 2014. Samples
were taken in the waters of Long Island, Jepara. Microbiology Studies in Integrated microbiology
UNDIP Semarang, biochemical tests in Laboratory Management of Aquatic Animal Health, BBPBAP
Jepara. Field surveys carried out by using the belt transect method. Bacteria were isolated from
healthy corals and coral that infected by UWS. Purification of bacterial streak method. Antibacterial
test using agar diffusion method and the overlay. Biochemical tests using the method of Cowan and
Steels. The results showed coral reefs in the waters of Panjang Island have a high prevalence rate that
is equal to 66.037%. Antibacterial activity test results obtained isolates FSB 2.5 and GSB 2.2.1 that
could inhibit the growth of coral bacterial isolates that infected by UWS. Biochemically characterization
of bacterial isolates from FSB 2.5 and GSB 2.2.1 states that the bacteria entered in the genus
Pseudomonas sp entered.

Keywords : Ulcerative White Spots, Favites sp, Panjang Island, Antibacterial

*) Penulis penanggung jawab
254

dibutuhkan sebagai langkah awal Lebih dari dua puluh penyakit penanggulangan kerusakan terumbu karang dijelaskan. yaitu genus karang Montipora.undip. agen penyebab penyakit yang berhasil Di Indonesia UWS diketahui menyerang diisolasi dan dikarakterisasi. 2012). Yellow blotch disease agar dapat dijadikan acuan dalam pada Montastraea faveolata dan Black pemulihan kondisi terumbu karang band pada Diploria strigosa (Rosenberg et sehingga ekosistem terumbu karang dapat al. karang karena penyakit – penyakit karang Berbagai jenis penyakit karang yang itu tergolong baru yang penyebarannya ditemukan di Dunia. dan pemutihan karang Oculina patagonica Cycloseris. yang terjadi. disebabkan serangan Penelitian mengenai antibakteri patogen. Porites. 2006).ac.php/jmr PENDAHULUAN Perkembangan penelitian Infeksi penyakit pada karang telah mikrobiologi karang dan penerapan teknik diidentifikasi sebagai salah satu faktor kultur serta teknologi molekuler mampu utama yang memperburuk kondisi mengidentifikasi beberapa patogen karang terumbu karang global (Weil et al. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1. menghasilkan nilai ekologis dan ekonomis yang maksimal. Adanya diagnosis. 255 . Umumnya menyerang pada genus : lingkungan dan hewan karang (Sabdono. karang.id/index. ventalina. Tahun 2014. dan 2008).. White plague mencari antibakteri yang dapat melawan yang menyerang Diploria strigosa dan bakteri yang ditemukan pada karang yang Favia favius. Heliopora. Kemampuan untuk mendeteksi dan ketika komunitas karang dalam kondisi mengetahui agen mikroba sebagai agen rentan seperti saat kompetisi dengan penyakit karang akan membantu dalam pertumbuhan cepat alga dan atau dalam penjelasan penyebab penyakit dan kondisi fisiologis lemah setelah terjadinya memfasilitasi deteksi penyakit karang dan pemutihan (Nugues. White band yang menyerang Oleh karena itu sangat penting untuk karang Acropora cervicornis. monitoring patogen pada penyakit karang ini menimbulkan individu dan ekosistem dan identifikasi kekhawatiran akan kelestarian terumbu sumber patogen (Pollock et al. dengan baik karena penyerangan hanya Penyakit ini membuat luka kecil pada sebagian koloni karang lalu berdiameter < 1 cm.. Faviid. 2009).. Indonesia diakibatkan oleh serangan Aspergilosis yang menyerang Gorgonia mikroba patogen (Abrar et al. Beberapa kasus penyakit karang Acropora (Beeden et al. kondisi lingkungan yang isolat bakteri karang terhadap bakteri memungkinkan karang tersebut terinfeksi yang di isolasi dari karang terserang penyakit. untuk diagnosis penyakit karang yang Serangan penyakit umumnya terjadi baru. Porites. Kemudian luka bintik-bintik putih Penyakit karang dapat timbul dikarenakan ini dapat bergabung dan membentuk luka adanya sinergisitas dari “triangle disease” yang lebih besar lama-kelamaan.. 2008). yaitu hubungan antara patogen. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. namun baru enam karang di Indonesia akibat penyakit UWS. berbentuk bulat telur menyebar hingga dapat menulari koloni secara teratur pada permukaan luar yang lain (Richardson et al. 2002). UWS yang ditemukan di akibat serangan pathogen Vibrio shiloi.. Montipora. Penyakit ini Penyakit karang dapat merusak ditandai dengan munculnya bintik-bintik sistem ekologi karang yang telah tertata putih pada permukaan luar karang. 2007). dan kondisi karang yang sedang penyakit ulcerative white spots sangat lemah. ulcerative white spots. White pox disease pada terserang penyakit ulcerative white spots Acropora palmata.. Nomor 3. salah satunya adalah sangat cepat. 2011).

(2008). Metode timed swims dilakukan terserang penyakit dan jumlah koloni dengan cara penyelam berenang lurus karang yang sehat (Beeden et al. diberi label dari Underwater Cards for Assessing Coral kemudian disimpan dalam cool box Health on Indo-Pacific Reef dari Coral (Sabdono. sepanjang garis (line) di kedalaman Desain penggunaan metode transek sabuk tertentu dalam waktu yang telah dapat dilihat pada Gambar 1. Jepara. dengan 256 . Pada terlebih dahulu dilakukan pencarian biota setiap plot dilakukan pencatatan antara target menggunakan metode timed lain genus. Sedangkan identifikasi halus dilakukan dengan pengerikan penyakit karang dilakukan dengan jaringan (scraping)... Bentuk pertumbuhan dari tiap-tiap Total Prevalence (P) = koloni karang yang terjangkit penyakit Prevalence + ∑ location karang dicatat dan diidentifikasi hingga Pengambilan Sampel tingkat genus menggunakan software Sampel diambil menggunakan tatah coral id dan buku Coral of The World dan palu.undip.id/index. Nasco. 2008). Selanjutnya sampel Disease Handbook. Teknik sampling dengan Metode Belt Transect. 2000). Sampel kemudian mengambil foto-foto karang yang sakit dimasukkan ke dalam plastik sampel steril dan diidentifikasi menggunakan foto-foto (Whirl-Pak. Nomor 3. menempel pada permukaannya. Tahun 2014. kemudian Prevalence (P) = x 100% dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang total colonies berisi 5 mL air laut steril.ac. Koordinat yang tampak pada layar Panjang. jumlah koloni karang yang swims. Setelah biota Oktober 2013 – Maret 2014. GPS dicatat pada buku data lapangan. 2008). 2008). selanjutnya dilakukan karang sehat dan karang terserang penentuan koordinat lokasi menggunakan penyakit UWS diambil dari Perairan Pulau GPS.. Isolasi dan purifikasi bakteri disease colonies Sampel karang dihancurkan. ditentukan. Sampel target ditemukan. Semua penyakit karang yang 2m 25 m 5m Gambar 1. Sampel Menurut Beeden et al. USA). yang diambil didokumentasikan. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. penghitungan prevalensi penyakit Studi Mikrobiologi dilakukan dengan menggunakan rumus : a. 2009). Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1. Penentuan Titik Sampling dan Data diambil menggunakan metode Pengambilan Data transek sabuk (Belt Transect) dengan Titik sampling ditentukan dengan modifikasi plot ukuran 2x5 meter. Guidelines for disemprot dengan air laut steril untuk Assesment and Management tahun 2008 membersihkan bakteri perairan yang (Beeden et al.php/jmr Penelitian ini bertujuan untuk terserang penyakit UWS serta mendapatkan isolat bakteri karang yang mengkarakterisasi secara biokimia. aktif menghambat isolat bakteri karang MATERI DAN METODE ditemukan dicatat dan didokumentasikan Penelitian ini dilakukan pada bulan (Raymundo et al. Pengambilan jaringan yang (Veron.

dilakukan goresan. Setiap koloni yang besarnya zona hambat yang terbentuk mempunyai bentuk dan warna yang dan jumlah bakteri karang terserang berbeda dipisahkan.5 mL air laut steril. Selanjutnya kertas Uji pendahuluan aktivitas antipatogen cakram steril diletakkan di atas dilakukan dengan menggunakan metode permukaan media agar Zobell 2216E yang overlay (Sabdono dan Radjasa. sehingga digojog menggunakan shaker. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1.php/jmr demikian diperoleh pengenceran sampel hari. 2003). JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. Demikian bakteri asosiasi diambil 1 mL (1% dari seterusnya hingga diperoleh pengenceran total volume soft agar) dan dimasukkan sampel 10-5 (Radjasa et al. Hal ini dilakukan agar bakteri White Spots meresap pada media.id/index. Media ditanam 5-12 titik bakteri) dan dibentuk agar Zobell 2216E tersebut. Purifikasi koloni-koloni bakteri uji konfirmasi menggunakan metode difusi dipisahkan dengan jarum ose berdasarkan agar dengan kertas cakram (Sabdono dan perbedaan warna. Metode goresan penyakit ulcerative white spots yang dilakukan untuk pemisahan dan dapat dihambat pertumbuhannya. sehat yang telah berumur 4-5 hari atau ditanam pada media ZoBell 2216E laut yang telah memasuki masa stationer petri disc (dalam satu cawan petri diteteskan di atas kertas cakram. Setelah pemurnian isolat tiap-tiap bakteri didapatkan bakteri yang dapat (Radjasa et al. dan 10-5 agar. sama. Dari ke dalam 100 mL media Zobell 2216E soft seri pengenceran 10-2. kemudian diinkubasi pada telah berisi sampel selanjutnya diinkubasi suhu ruang selama 1-2 hari dan diamati pada suhu 26°C selama 7 hari. Setelah didapatkan isolat penyakit ulcerative white spots yang bakteri murni maka disimpan pada media sedang dalam masa pertumbuhan atau agar miring. Dari pengenceran 100 diambil terserang penyakit Ulcerative white spots 0. Isolat bakteri karang menghindari kontaminasi maka cawan sehat yang aktif akan menghambat petri ditutup dengan parafilm dan bakteri karang terserang penyakit dibungkus plastik wrap. Untuk perkembangannya.undip. Setelah ulcerative white spots. Setelah itu 20µL bakteri karang Setiap satu ose bakteri karang sehat. Tahun 2014. Uji Aktivitas Antibakteri oleh diratakan di atas media Agar Zobell 2216E Bakteri Karang Terhadap hingga merata dan didiamkan selama 10- Bakteri Penyebab Ulcerative 15 menit. Selanjutnya media Zobell 2216E soft tersebut selanjutnya diambil 100 µL agar tersebut dituang ke dalam cawan sampel dan disebarkan ke dalam cawan petri yang berisi biakan bakteri karang petri steril yang berisi media actino sehat yang sudah diinkubasi 4 hari campuran dan Zobell 2216E.5 mL sampel dengan mikropipet steril ditanam dan ditumbuhkan selama 1x24 dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi jam pada media cair ZoBell 2216E sambil yang berisi 4. kemudian menjadi bulatan kecil. 2006). Pada hari ke-3. Kemudian cawan diinkubasi 2x24 jam dan diamati petri dibungkus dengan plastik wrap dan pembentukan zona hambatnya. Media yang sebelumnya.. 2007). 2006). 10-4. 10-3. Suspensi diperoleh pengenceran 10-1. diamati bentuk koloni. warna dan Skrining bakteri dilakukan berdasarkan permukaan koloninya. Nomor 3.ac. Isolasi bakteri menghambat bakteri karang terserang dilakukan dengan menggunakan teknik penyakit ulcerative white spots. Sebanyak 100µL biakan koloni pada media Zobell 2216E dalam cair isolate bakteri karang terserang cawan petri.. Zona diinkubasi pada suhu kamar selama 4 257 . Isolat bakteri karang sebesar 100. koloni bakteri yang tumbuh terbentuknya zona bening (hambat). terlihat dengan diinkubasi. tekstur dan bentuk Radjasa. berumur 1 sampai dengan 2 hari b.

undip.php/jmr hambat yang terbentuk diukur dan standart deviasi software Microsoft menggunakan jangka sorong.547%. Jepara. pengamatan morfologi. Perhitungan ini bertujuan untuk c. uji di Gambar 2. yellow dilakukan an dalam beberapa tahap yaitu blotch 5. idase. uji pigmen. dan white w plauge 4. m Data hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa menggunakan perhitungan mean PLS : Pink Line Syndrome WS : White Spots YBL : Yellow Blotch WP : White Plauge PU : Purple Syndrome Gambar 2. UWS yang menginfeksi menunjukkan adanya karang yang karang Favites ditandai adanya bintik – terserang penyakit UWS yaitu Genus bintik putih pada koloni karang. Metode Pulau Panjang sebesar 66.php/jmr s1.id/index.ac. aer uji karang di perairan Pulau Panjang disajikan aerobic. uji glukosa. Tahun 2014. purple syndrome dan Bergey’s (2005). Prevalensi Penyakit Karang di perairan Pulau Panjang. terbentuk aktivitas antibakteri yang unggul terhadapisolat isolat bakteri karang terserang HASIL penyakit UWS di uji biokimia untuk ensi penyakit karang di Total prevalensi mengetahui karakteristiknya karakteristiknya. 792%. pewarnaan gram.id/index. Hasil sampling di lapangan adalah masif. white spotspots 7. Uji biokimia 11. Uji biokimia Bakteri Karang mengetahui besarnya diameter zona Isolat bakteri karang yang memiliki hambat yang terbentuk.. Nomor 3.037 6 % yang yang digunakan dalam uji biokimia terdiri dari berturut-turut berturut pink line berdasarkan Cowan and Steels (1974) syndrome 36. uji katalase. Bentuk koloni karang Favites 258 . JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3.321%. Diagram mengenai prevalensi penyakit dan uji biokimia meliputi uji an aerobic.undip..717%.792%. Halaman 254-2 264 Online di: http://ejournal-s1. Sebanyak 106 1 koloni karang oksidase.660%. medium dari 10 genus ditemukan di dalam belt Analisa Data transek berukuran 25x2 m. uji OF medium.ac. Favites. Excel.

Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Karang Terhadap Isolat Bakteri Karang Terserang Penyakit UWS ( ukuran zona.ac. ± ± ± . Isolat Isolat Bakteri Karang Terserang Penyakit UWS Bakteri UWS1 UWS2 UWS3 UWS4 UWS5 UWS6 UWS7 UWS8 Karang 20.5 dan GSB batang. Sedangkan GSB 2.2.5 mampu menghambat didapatkan dari karang sehat sebanyak pertumbuhan bakteri UWS 1.58 1. UWS 4. Nomor 3. Kenampakan morfologi yang UWS 5. secara biokimia yaitu termasuk dalam 259 .2.83 5.50 0.1 yang penyakit UWS diperoleh 8 isolat bakteri mampu menghambat pertumbuhan isolat berdasarkan penampakan morfologi koloni bakteri karang terserang penyakit UWS.52 0. Karang Belum Terserang UWS Gambar 3. Karang Terserang UWS 2. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1.25 1.1 memiliki karakteristik yang sama katalase disajikan pada Tabel 2. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3.45 FSB 2.95 8.40 8. Uji aktivitas antibakteri dikonfirmasi Tabel 1. Jepara. yang Terserang Penyakit ulcerative white spots (UWS) di Perairan Pulau Panjang.14 5.undip. Sedangkan isolat bakteri yang FSB 2.2. mm).83 sampai 23.01 18. bakteri UWS 2. Setelah melakukan isolasi bakteri dengan metode difusi agar untuk isolat dari jaringan karang yang terserang unggul FSB 2. .2. Hasil uji overlay menunjukkan 2. ± ± . 117 isolat.95 isolat bakteri karang terserang penyakit mm tersaji pada Tabel 1.1 . ± - 2. Uji pendahuluan aktivitas antibakteri dan UWS 8 Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode menunjukkan isolat FSB 2. positif pada uji oksidasi dan uji 2.19 1.90 4. UWS 4.id/index.18 Keterangan : Rata-rata ± Standar deviasi (n=2) Hasil uji biokimia menunjukan bakteri garam negatif. bakterinya.49 5.5 dan GSB 2. UWS.2. ± 1. dan UWS 7.48 0. UWS 6.php/jmr 1 2 Keterangan : 1. warna dan mampu menghambat pertumbuhan kenampakan permukaan koloni bakteri.5 dan GSB overlay.5 ± .35 0.1 positif memiliki aktivitas antibakteri dari 117 isolat sebanyak 63 isolat bakteri dengan membentuk zona hambat yang simbion karang sehat aktif menghambat cukup besar antara 4. bentuk bakteri bahwa isolat bakteri FSB 2.80 GSB 2. Favites sp. UWS 3.1 diamati meliputi bentuk. Tahun 2014. ± .23 23.

037%. Tingkat pariwisata dan pengembangannya prevalensi penyakit karang di Pulau meliputi sedimentasi. di Karibia sebesar 5. Raymundo et al.2-10. (2006). Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1. di Indo-Pasifik. Tabel 2. (2006). (2004).792%.undip.. Mohamed et al.ac. - Flagel Polar Polar Genus Pseudomonas sp. Keterangan : (+) Hasil uji positif. - Katalase + + Oksidase + + Glukosa acid (phenol red) . di spots pernah ditemukan di Filipina oleh Thailand oleh Scaps and Haapkyla.. (-) Hasil uji negatif ALK (Alkali). rusaknya habitat Panjang tergolong jauh lebih tinggi akibat dari reklamasi lahan. debu.2.5 GSB 2. (2012) kondisi lingkungan dan tekanan dari menemukan di Pulau Kavaratti dan Laut aktivitas pariwisata mengingat perairan Merah bahwa PLS menginfeksi karang Pulau Panjang merupakan salah satu Porites. dan di Nusa Tenggara Timur oleh 260 . di Wakatobi Indonesia Syndrome (PLS) paling mendominasi di sebesar 0. (2011).9% oleh Abra et al. Pseudomonas sp. - Bentuk Batang Batang Aerobik + + An aerobik . - Pigmen . - Glukose acis (OF medium) -/ALK -/NC Aerogenik + + TCBS agar . Kejadian penyakit Pink Line oleh Weil. Tahun 2014. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. - Arginine dekarboxylase . NC (No Change) Kejadian suatu ulcerative white Mediterania oleh Weil et al. di GBR Australia bakteri patogen. perairan Pulau Panjang dengan prevalensi (2007).. terjadi di Pulau Panjang menginfeksi Keberadaan penyakit karang di perairan karang Porites dengan bentuk koloni masif Pulau Panjang disebabkan oleh buruknya dan submasif.php/jmr PEMBAHASAN tempat pariwisata. dan di Nusa Tenggara Timur sebesar 36. Nomor 3.9%.id/index. (2011). Penyakit PLS yang sebesar 41. al. (2012). (2003) Prevalensi penyakit karang di Pulau mengatakan bahwa dampak utama dari Panjang adalah sebesar 66.57% oleh Haapkyla et al.1 Gram .7% oleh Dalton dan patogen lebih mudah untuk menginfeksi Smith. Caesar et.. oleh stres dan rentang terhadap serangan Thinnes et al. - Motil . (2003). dan dibandingkan dengan yang terjadi di pembuangan limbah.28% karang.. Hasil Uji Biokimia Isolat Bakteri Karang yang Memiliki Aktivitas Antibakteri terhadap Bakteri Karang Terserang Penyakit UWS Kode Isolat Bakteri Uji Biokimia FSB 2. Hal ini menyebabkan wilayah lain: seperti yang ditemukan di karang di perairan Pulau Panjang menjadi India Bagian Tenggara sebesar 8. serta mengakibatkan sebesar 7..

(1986) penyakit bercak putih. Tebal UWS di Thailand memiliki multifocal yang dinding sel suatu bakteri berkisar antara padat dan putih fokus. (2008) penghambatan pertumbuhan juga penyakit ini menyerang jenis karang masif dipengaruhi oleh adanya sistem Porites dan beberapa karang seperti pengeluaran metabolit sekunder dalam Acropora..1 memiliki karakteristik yang ditemukan di perairan Pulau Panjang sama. (2009). Bentuk spots menunjukkan bahwa kedua isolat FSB 2. Perbedaan komposisi antara Filipina oleh Raymundo et al.. (2003) dan Beeden et al. Favidae bentuk enzim eksternal atau eksoenzim dan Heliopora. Echinopora. (2011). (2003) yaitu ulcerative berbentuk batang. 2000). namun berbeda juga menyebutkan bahwa dinding sel dengan temuan UWS di Thailand oleh adalah suatu struktur amat kaku yang Scaps and Haapkyla.... ulcerative white spots yang ditemukan di Gonzales et al. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3.5 dan GSB 2. (2003) dan metabolit sekunder dihasilkan ketika di Indonesia oleh Haapkyla et al.. Karakteristik ulcerative yang berasal dari sel bakteri simbion white spots ialah merusak permukaan karang. Montipora.5 dan GSB 2. Pelczar et al. et al. Isolat FSB 2.1 sama dengan temuan di Filipina oleh termasuk dalam golongan gram negatif Raymundo et al. Hal itu sama dengan diameter tapi juga sebagai media interaksi dengan ulcerative white spots yang ditemukan di organisme lain. Pelczar et al. Winson et al. Menurut Raymundo (Teasdale. ulcerative white spots di Nusa Tenggara Hasil identifikasi biokimia Timur dengan diameter 1cm. Conception et al. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1. Temuan memberikan bentuk pada sel.php/jmr Abrar et al. media dalam proses reproduksi (Faulkner Abrar et al. (2009) nutrien utama bagi organime terbatas menyerang karang Genus Porites.5 dari penyakit ulcerative white spots yang dan GSB 2.2. Metabolit sekunder Penyakit ulcerative white spots yang diproduksi oleh organisme sebagai respon ditemukan di perairan Pulau Panjang terhadap lingkungannya.undip. salah negatif. Tahun 2014. (1995) menyatakam bahwa bintik putih secara teratur. 2014).5–1 sekunder selain sebagai pertahanan diri. atau tidak tersedia.2. (1994) dan rangka karang. (2003) mengatakan Filipina oleh Raymundo et al.. Ulcerative bakteri dapat mengembangkan suatu white spots yang ditemukan di perairan sistem pertahanan diri dengan enzim Pulau Panjang menyerang karang Genus eksternal untuk menghadapi sesuatu yang Favites. Nomor 3. (1986) menjelaskan satunya yaitu terjadinya kompetisi antara bahwa bakteri gram negatif mempunyai bakteri simbion karang dengan isolat kandungan lipid sekitar 11–22% berat bakteri karang terserang penyakit UWS kering sel. Iqbal. FSB 2... namun terkadang dijumpai ulcerative white spots di Perairan Pulau bakteri dengan dinding sel yang amat Panjang sebesar 7. (2012). mencegah terjadinya Filipina oleh Raymundo et al..547% pada Favites.ac.. (2003) dan infeksi dari mikroorganisme dan sebagai di Indonesia oleh Haapkyla et al. Penemuan ini berbeda dengan mengancam kelangsungan hidupnya. Komposisi penyusun dinding sel Prevalensi ini memang tergolong rendah bakteri secara umum yaitu peptidoglikan jika dibandingkan dengan temuan di dan lipid. (2003) peptidoglikan dan lipid inilah yang diyakini pada Porites sebesar 53.7%.1 menunjukkan 261 .2. (2012) menemukan et al.id/index. 2009.. membedakan bakteri ke dalam dua Penghambatan pertumbuhan bakteri kelompok yaitu gram positif dan gram disebabkan oleh beberapa faktor. Fungsi metabolit memiliki diameter spots sebesar 0. tebal. cm. dengan timbulnya bintik.. Prevalensi penyakit 10-35 nm. Selain itu. sedangkan kandungan untuk mendapatkan ruang dan nutrisi peptidoglikannya sekitar 10% berat kering yang digunakan untuk pertumbuhan sel.

Centre for Marine Studies. D. London. karang terserang penyakit UWS. Melbourne-Thomas. Enzim Timur.. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1.undip. bakteri patogen Streptococcus equi. Pseudomonas sp. D. (2007b) melaporkan bahwa Pseudomonas Cowan. Page and E. St Lucia. H. Caraan.L. Flavell.. Manila.5 dan GSB 2. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. D. Isolat FSB 2. Isolat FSB 2. M. lingkungan.J. S. 2006. Willis. Penyakit Pada Karang (Scleractinia) Haapkyla..K. Bergey’s.ac.26 pp. Sponge: Source of Bioactive Substance. Nusa Tenggara Seymour.2.2.K.Unsworth. di Perairan Lembata. Smith. Pseudomonas sp. London. Weil. Bachtiar.. C..J. Bergey’s Manual of yang positif diketahui bahwa bakteri Systematic Bacteriology 2nd Ed (2). J. Pseudomonas sp. M.S.1 Schmidt. Penulis mengucapkan terima kasih Quorum sensing in Nitrogen-Fixing kepada seluruh Staf Laboratorium Rhizobia. 2007). Hasil Faulkner.. 87:403–414. and Epsilon memiliki karakteristik terdekat dengan proteobacteria. N. R. L. 2005. eastern Australia. B. University Press. I. penguraian hidrogen peroksida (H2O2) Beeden. Budiyanto. U. 1974. Part C the oksidase. H2O2 Underwater Cards for Assessing dalam tubuh bakteri dihasilkan dari suatu Coral Health on Indo-Pacific Reefs. Beta. et al. Vol. metabolisme aerob hasil penguraian dari CRTR. Manual for the sp mampu menghambat pertumbuhan Identification of Medical Bacteria.1 Alpha. Laboratorium MKHA BBPBAP.E & Marketon. Indonesia. A. L.F. Raymundo. S. UCAPAN TERIMAKASIH Gonzalez. Seymour. dan manusia.php/jmr hasil yang positif pada uji katalase. A. A. Program Project Executing glukosa menjadi asam glukonat (Poedjiadi Agency. L. uji oksidase dan uji aerobik. 2009. 2nd edition. Smith. J. E. (Ed). The Philipines..F. mampu bertahan hidup di lingkungan Lazaro.W. Jepara.2. Microbiol Mol Biol Rev 67: Terpadu Universitas Diponegoro dan Staf 574-592. Nomor 3.L. The University 2. J. dan biasa ditemukan di The Economics of Worldwide Coral Reef Degradation. Delta.J.M.5 dan GSB Gerhmann Building. T.1 Disease Dynamics at A Subtropical Location. Burke. Sulawesi. C. hewan.A. memiliki potensi Novel Bioactive Compound from The Sea. 2008. G. Biol. Biologycal Assays for yang minim nutrisi dan mampu bertahan Screening of Marine Sample : Work di berbagai kondisi lingkungan (Pollack. Haapkyla. Marine Science University of sebagai antibakteri. 2000. Harper. R. Tahun 2014. Book Strategies in The Quest for The 1995). B. M. 262 . South-east Abrar. J. D. menghambat pertumbuhan isolat bakteri 25: 37–45. E.5 dan GSB 2. karakterisasi biokimia menunjukkan Haygood. M. Smith.K. 238 hlm KESIMPULAN Dalton. 1994. Solitary Islands Marine merupakan isolat unggul yang mampu Park. B. memiliki kandungan enzim sitokrom The Proteobacteria. 55 pp. 2012. 2003. Cambridge genus Pseudomonas sp. Cambridge University Press.G. G. banyak ditemukan di berbagai macam Caesar. Coral Isolat FSB 2.2. 2003. J. Struktur Komunitas dan Ass.. 2007. J. menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Company. Ilmu Kelautan. Symbiotic Bacteria in termasuk dalam genus Pseudomonas. P. Arnhem. 107-119. Coral Disease Prevalence and Coral Health in The DAFTAR PUSTAKA Wakatobi Marine Park. Drugs from the Sea.. 24p.1 menunjukkan hasil yang positif pada of Queensland.id/index..Willis. Conception. Dari hasil uji Australia. Qld 4072. M.. J.A. Mar. In: Fusetani. Trebilco. Pet-Soede. Coral Reefs. Salomon. S. bahwa isolat FSB 2. 17 (2) : katalase berfungsi sebagai katalis pada 109-118. Inspiration organisme hidup seperti tumbuhan. J.5 dan GSB 2. Radjasa et al..

Dev. dan P. Band Disease.K.I. 2007. Sabdono. F. dan M. Jakarta..L. Sabdono. Aeby. Grossart. 2014. a marine bacterium Scaps. The Universitas Indonesia. Imhoff. 2012. and host range of a new coral Caims..J. O. D. Robust Coral Disease Diagnostics. J. PLoS Pathogens: 10 pp. LL. Udang. Activity of Marine Bacterium Acanthamoeba and Bacteria Produce Pseudomonas sp.G. 2007b. S. A.2 associated with coral Dynamics in The Wakatobi Marine Acropora sp. Sabdono.In Mandell. 472 hlm. A.. 2008. G.L. L.M. Harvell. from the north 263 . Rosenberg. Sci. Willis. 98 hlm. Sekar. prevalence. Salam. Weise.. Australia. M. L. Sabdono.. Jepara. Mohamed. Australia. E. Associated Bacterium Basillus sp.O. Sulfide. Y. hlm. Laporan Kegiatan Proyek Panjang. E. E. A. C. Salasia. Douglas. Soemodimedjo. Ecol. Richardson. B.K. 122p. A. The role of microorganisms in aeruginosa. Badan Douglas & J.K. T. Dasar ..id/index. Willis.. 2002.php/jmr Spatio-Temporal Coral Disease TAB4. Pseudomonas 2007. 2003. Penerbit Universitas Stani’cl. R.undip. Risk. A. Miller. and O. Broderick. 246. Associated with Antimicrobials to Target Their Soft Coral Sinularia polydactyla Counterpart. D. Poedjiadi. 7:56.Coast. Weil. Disease of aquatic Bourne. Bennet. Nomor 3.. 87: 79-90.P.. Anti Lembaga Penelitian Universitas Bacterial Property of A Coral- Diponegoro. W. Pollack. South-East Sulawesi.K. Mar. O.R. E. 2009. Sato... A. J. J. J. 7(2):239- National Park. O... Vol.J. Edited by G. M. disease and evolution. & Sabdono. 1986.. Organisms. and M. Ali. O. H. Biol. R.. A. The Urgent Need for organisms Vol. C. Focal white Pseudoalteromonas luteoviolacea spots on Porites spp. 2006. D.. Work. E. Int. Supriyanti. A. Brinkoff. R. Penelitian Ilmu Pengetahuan Dasar. Rajasa. Koren. Harvell CD. Proceeding of The 12th disease: description. C. N. Indonesia. J. Kaczmarsky. Martens. 10 pp. how much has been lost. 87: J. disease outbreak on coral Raymundo.J. Vol. Diseases of Aquatic Radjasa. Pusat Kajian Pesisir dan Laut Tropis Sabdono. J. P. Nugues. Bennett’s Principles and Practice of Nat Rev Microbiol. J..F. Karakterisasi dan Keanekaragaman Genetik Bakteri Identifikasi Bakteri Simbion Karang Laut Penghasil Senyawa Antibakteri Goniastrea aspera Resisten terhadap dalam Pengendalian Penyakit pada Logam Berat Copper (Cu) dari P. R.. A. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. St. and coral health. Ilmu Kelautan. Couch. AW. microcystin and the etiology of Black Pollock. 2008. Mikrobiologi Jilid 1. Patologi Karang. International Coral Reef Symposium. Radjasa. disease affecting Indo-Pacific reefs. zooepidemicus. 2011. Tahun 2014. Reynolds TL Health in The Northern Read Sea. Penerbit Monitoring and Management. 229: 61–71 Dahlgren. Khan.ac. Abdel 3(2): 170-174. Parasites & Vector. Status of Coral Reef Raymundo LJH. Jakarta. against Streptococus equi Subsp. 1980–2003. A. Biokimia. Antagonistic activity of 175-182. Ser. C. Indonesia. communities in St. Antibacterial Iqbal.New York: Penerbit Universitas Diponegoro Churchill Livingstone. P. Dasar . B. 443 University of Queensland. F.. M. L.. Dis Aquat Org. S. Pelczar. M. 2007. Coral Disease Handbook Pelczar. Haapkyla. 2011.. H. Disease (BBD).. Chan.. Lucia. L. Zilber-Rosenberg I. Morris. S. Impact of a coral Dis Aquat Org 56:95–104. T. 1995.. M. 105–115.. Efrony. (2003) Porites ulcerative white spot Egypt. Semarang. Gantar.10 hlm. Woodley. C. Jordan- Prog.. S.Dasar E. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1. pp.Dasar Guidelines for Assessment.. A. Infectious Diseases.. 14 (3): 117-125. M. Mandell. 5:355–362. T. A. Lucia: What and Bruckner. Reshef . M. Siddiqui. 2009. Againts Coral Pathogenic Black Band T. A. M. 9 (3): Simon. Lammler. Radjasa.. J. Pharmacol.. G.

M. In: Rosenberg E. G. Townsville. USA. & J. Liu. Prevalence in Palk Bay. P. Halaman 254-264 Online di: http://ejournal-s1. 203-236 p. (eds) Coral Health Dis. E. Smith. Howe Island Part 30 Australian Natl. C. Chhabra. Indian J.. 35-68 Secondary Metabolites Produced by pp. M.K. 75 (3): 567– Winson. J. the Wakatobi Marine National Park. J. Signal Molecules Regulate Production Mar. 572. 92:9427– 9431. E.php/jmr Andaman Sea. salinus That Inhibit Quorum 2006.K. Williams. P. Patterson Bally. 2011. the Marine Bacterium Halobacillus Weil. M. Salmond.ac. A. & Gil-Agudelo . E. T. S. A. M. V. Latifi. Mathews. Chapon. Camara. Appl.. Rowley. M. Environ. Sci. Caribbean.id/index. J. Journal of Coral Weil.R. E.. G. Proc. D. Secondary Metabolites in Coral and Coral Communities of Lord Pseudomonas aeruginosa. Tahun 2014. Galaxea.. 1995. Terence. M. Southeastern India – with Special Multiple N-acylhomoserine Lactones Emphasis to Black Band. 264 . G.. Wallace...W. F. Loya Y Teasdale. Coral Disease in The Wider Reef Studies 13: 3-4. Thinnesh. D. Organ. C. 40 (6): 813 – 820. Springer. Dis Aquat Gram-Negative Bacteria.L. Microbiol. 2000. JOURNAL OF MARINE RESEARCH Volume 3. 2009. Nomor 3. Foglino. B. S. Stewart. Bycroft. of Virulence Determinants and Veron. Coral Disease B. Akhlaghi. 69: 1–7. Western Thailand and Institute of Marine Science. Indonesia. Status and progress in coral Sensing-Controlled Phenotypes in reef disease research. Sci. Berlin Heidelberg New York. N. Lazdunski. Acad. A. Edward.. G.undip. J. 2004. Daykin. D.