You are on page 1of 7

LAPORAN HASIL WAWANCARA

Assessment in Medical Education

Nama : Ananda Liza Putri Sarah

NPM : 113170006

Semester :7

Blok : 274

Fakultas Kedokteran

Universitas Swadaya Gunung Jati

Cirebon

2017

Terkadang teori yang diujikan ditak sesuai dengan yang dipelajari. Bagaimana proses UTB. dan sesuai dengan peranya sebagai pasien simulasi. jadi tidak ada permasalahan dari segi waktu ujian. e. Dan perna pasien simulasi sudah senagat membantu dalam proses OSCE. UAB. Saat ujian UTB atauUAB mahasiswa terlalu menunggu lama saat nunggu giliran ujian. OSOCA. c. Pengertian Assesmen dan Pembelajaran . Apakah ada yang perlu diperbaiki dari sistem ujianya? Mungkin seharusnya sebelum ujian dipersamakan persepsi terlebih dahulu sehingga niali yang diberikan juga sesuai. b. Dosen penguji Dilihat dari dosen pengujinya sudah cukup baik dalam menguji mahasiswanya tapi terkadang ketika mahasiswa sedang menjelaskan ketika ujian OSOCA dosen tersebut tidak memperhatikan. Kepuasan Sudah cukup puas dari segi ujianya. Jadwal Dari ujian UTB. Assesment in Learning a. UAB. Pasien simulasi Pasien simulasi sudah cukup baik. tapi kalo untuk ada perubahan biasanya suka diinfokan tapi terkadang mendadak. UP. Teori 1. OSCE? a. dan OSCE jadwal yang ditentukan biasanya sesuai. Waktunya Waktu ujianya juga sesuai dengan yang sudah ditentukan. d. Apakah ada kesukaran? Tidak ada 4. Apakah ada perihal yang ganjil? Tidak ada 3. h. ramah. Lebih efisien menggunakan CBT. Apakah ada kesulitan dalam belajar ujian? Terdapat kesulitan karena waktu belajar ujian tidak diberikan waktu yang lama. UP. Apakah ada kerancuan? Tidak ada 5. hanya jika ujian USOCA atauOSCE dilihat dari dosenya penguji juga. Penilaian Dari segi penilaian sih sudah sesuai. 6. f. nilai jadi cepat keluar. sehingga berpengaruh kepada nilai yang diberikan. Komputer yang digunakan saat CBT? Komputer yang digunakan saat CBT terlalu besar sedangkan tulisanya terlalu kecil jadi mempersulit untuk membaca soal. g. Teori yang diujikan Terkadang saat ujian tulis teori yang diujikan ada yang tidak dimengerti dan memang sulit. OSOCA.Hasil Wawancara 1. 2.

Kawasan Assesment dalam Pembelajaran Assesment sebagai alat evaluasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu contoh tes (assesment) yang menjadi industri besar di Amerika adalah test TOEFL (tes bahasa Inggris) yang digunakan untuk memasuki perguruan perguruan tinggi terkemuka di Amerika. pembebanan atau pemikulan. dengan menginformasikannya kepada siswa. Lebih lanjut Lefrancois (1982:336) mengemukakan bahwa assesmen adalah alat ukur/evaluasi. Menurut H. b. dimana guru dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dengan tahapan : 1) Menjadikan alat evaluasi sebagai umpan balik. Hal senada diungkapkan oleh Tardif (1989) bahwa assesment adalah evaluasi terhadap proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai oleh siswa. beban. Pembelajaran menurut Reigeluth dan Degeng adalah ”Upaya untuk membelajarkan siswa”. yaitu kognitif ( hal yang . memonitor. dapat kita simpulkan bahwa assesmen dalam pembelajaran secara istilah adalah upaya penilaian untuk mengukur (keberhasilan atau kegagalan) suatu proses pembelajaran sekaligus sebagai umpan balik bagi guru dan siswa. Bagi siswa assessmen dapat dijadikan evaluasi dirinya sejauhmana mereka memiliki kompetensi setelah mengikuti proses pembelajaran. sesuai kriteria yang ditetapkan. memiliki kompetensi dasar yang terfokus pada tiga kawasan/kategori ranah (domain). Lebih tegas lagi Gagne & Briggs menjelaskan assesment adalah alat ukur keberuntungan guru dan siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assesment) dalam meningkatkan keberhasilannya dan inisiatif diri. bagi guru/dosen untuk mengetahui. 3) Memberi kesempatan siswa untuk mengevaluasi diri. dan meningkatkan atau memotivasi prestasi siswa yang akan menjadi umpan balik bagi diri siswa sendiri untuk mengukur kelemahan dan kekuatannya dalam mengukur diri. merekam. Morton & Macbeth seperti yang dikutip Beard & Senior (1980:76) mengungkapkan bahwa assesment of learning adalah evaluasi pada landasan psikologis yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu mengevaluasi diri. bagi guru untuk mengetahui kemajuan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran”. Bagi guru assessmen dapat dijadikan alat evaluasi yang objektif untuk mengukur sejauhmana kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. contoh assesment di Indonesia salah satunya adalah UN (Ujian Nasional) yang dahulu dikenal dengan EBTANAS.A. penilaian.R Tilaar assesment adalah alat tes untuk mengukur performan siswa dalam proses belajar. 4) Memberi kesempatan siswa untuk mengevaluasi teman. pada tataran silabus. Sedangkan Assessment menurut Hopkins & Antes (1990:31) adalah alat ukur/evaluasi. Assesmen yang dalam bahasa Inggris disebut dengan ”Assesment” mengandung makna taksiran/penaksiran. mendorong. penilaian keadaan. 2) Memilih alat evaluasi yang objektif dan adil. Dalam pendidikan assessmen sering dirangkai dengan kata pembelajaran (Assesment Of Learning). Berdasarkan uraian di atas.

Artinya evaluasi sudah berlangsung sejak awal (pre test) proses pembelajaran hingga akhir pembelajaran (post test) dan jenjang tahapan dalam klasifikasi Bloom adalah dimulai dari : 1) Pengetahuan (penyajian informasi. 4) untuk mengetahui sejauhmana siswa mengeksplorasi tingkat kecerdasannya dalam memahami pelajaran. 5) Sintesis. 2) untuk mengetahui posisi siswa dalam kelompok di kelasnya.untuk mengetahui apakah metode yang diterapkan sudah sesuai dengan kondisi pembelajaran dan kondisi siswa yang ada dalam proses pembelajarannya. 6) Evaluasi menjadi assesmen penilaian yang berdasarkan pada kriteria tertentu sesuai kondisi pembelajaran yang ada. Fungsi Assesment Fungsi assesment dalam pembelajaran adalah 1) Fungsi administratif dalam penyusunan nilai dan buku raport. 5) untuk mengetahui ukuran daya guna dan hasilguna metode yang diterapkan oleh guru selaku pembimbing. 2) Fungsi promosi. Proses evaluasi dalam pembelajaran sebagaimana yang diklasifikasikan oleh Bloom dan teman temannya (1956) melalui tahapan yang dimulai dari jenjang yang mudah ke jenjang yang sulit.untuk menetapkan tingkat kelulusan siswa.sehingga guru dapat memberi test sesuai dengan kemampuan siswa 3) untuk mengetahui tingkat usaha siswa dalam upaya pembelajarannya.menyatukan bagian bagian kecil pesan/ide/pengetahuan menjadi satu kesatuan. Syarat dan Ragam Alat Evaluasi sebagai Assesmen dalam Pembelajaran 1) Syarat Alat Evaluasi sebagai Assesmen dalam Pembelajaran . c. 5) Fungsi Pertimbangan. 2) Pemahaman (siswa menguraikan pesan / pengetahuan yang diterima dari guru dan menguraikannya berdasarkan pemehamnnya/menambahkan atau mengkritisi). 3) Fungsi diagnostik. d. 4) Analisis (memecahkan pesan/ide/pengetahuan menjadi bagian kecil dan menunjukan hubungannya(keterkaitannya). menjelaskan bahwa tujuan dari assesment adalah 1) untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dan guru sebagai pembimbing dalam suatu kurun waktu proses belajar yang sudah ditentukan.dimana siswa mampu mengulang apa yang diuraikan guru/dosen). 3) Aplikasi (Siswa mampu membuat diagram / pola atas informasi / pesan / pengetahuan yang diterima dari guru berdasarkan pemahamnnya sendiri. harus diketahui dan dipahami oleh siswa). Tujuan Assesment Tujuan assesment dalam pembelajaran menurut Muhibbin. 4) Fungsi data bagi BP(Bimbingan Penyuluhan).untuk mengidentifikasi kesulitan siswa dalam belajar. bagi pengembangan kurikulum di masa yang akan datang. psikomotor (hal yang dapat dilakukan oleh siswa setelah memiliki pengetahuan) dan afektif (”sikap”siswa setelah proses pembelajaran diberikan). e.yang tentunya tidak keluar dari tujuan pesan tersebut).

l) Teknik Penilaian sikap. Teknik Penilaian melalui wawancara. komprehensif.(diujikan kepada siapapun dan dalam masa yang berbeda. g) Mengumumkan hasil penilaian siswa secara terbuka. c) Memberikan penilaian atas semua aspek perkembangan siswa (kognitif. f) Langkah langkah penyusunan soal. b) Tujuan dari assesmen yang akan diberikan. 2. Muhibbin menjelaskan bahwa persyaratan pokok penyusunan alat evaluasi yang baik dalam perspektif psikologi belajar. e) Teknik dan Alat Penilaian sebagai berikut : 1. d) Menilai kegiatan siswa dalam pelaksanaan tugas belajar. valid. Tahan Uji dan dapat dipercaya konsistensi dan keajegannya. 2.meliputi dua macam yakni. keabsahan dan kebenaran pengukuran yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. . f) Melakukan penilaian formatif atas pembelajaran dan memperbaikinya bila kurang efektif. 2) Ragam dan Teknik Assesmen dalam Pembelajaran Dalam Ragam dan Teknik Assesmen Pembelajaran setiap pendidik baik dosen ataupun guru. g) Penentuan Materi yang akan dan harus diujikan. Teknik Penilaian melalui Test (1. diskriminatif. harus memahami secara baik dan benar: a) Pengertian Evaluasi / assesmen dalam pembelajaran. akan memberi hasil yang ”pasti”sama secara prinsip). Lebih tegas lagi Suryabrata (1995:327) mengungkapkan bahwa syarat tes yang baik harus reliabel. (1) Reliabilitas. i) Mengumpulkan data perkembangan siswa j) Melakukan analisis hasil penelitian. 3. objektif.Test Tertulis/Test Objektif dan Uraian . Teknik Penilaian melalui observasi atau pengamatan. c) Kriteria dasar bahan ujian.Test Perbuatan). k) Penyusunan butir soal.Test Lisan. b) Menghargai karya siswa dan memajangnya. d) Mengenai soal yang bermutu ( soal yang shahih/valid dan handal/reliable). (sesuai dengan apa yang akan diukur/tepat sasaran). i) Penetuan dan Penyebaran soal. j) Penyusunan kisi-kisi. 3.afektif. h) Penetuan Prilaku yang akan diujikan.psikomotorik). (2) validitas. h) Memberikan umpan balik dan penguatan atas kegiatan siswa. dan mudah digunakan. e) Memberikan penilaian atas hasil yang dicapai. Dengan demikian syarat terpenting dalam assesment pembelajaran adalah adanya indikator kompetensi pedagogi yang dimiliki oleh guru atau dosen selaku evaluator sehingga guru atau dosen sebagai agen pembelajaran mampu: a) Menggunakan berbagai cara / teknik penilaian.

Qualification and Curriculum Agency. 4) Evaluasi Formatif.html. Zainal dan Elham Rohmanto. Jakarta: .untuk dibahas solusi pemahamannya. 2007. http://www. Nyoman Sudana & Yusufhadi Miarso. De Porter. Buku Pegangan Teknologi Pendidikan. 2007.sejenis”ulangan” yang diberikan pada akhir penyajian satuan pelajaran atau modul.pwr. Bandung: Haifa.QCDA@http://www.yang diberikan setelah selesai penyajian. Daftar Pustaka Abdullah . Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. sejenis ”ulangan umum” yang diberikan pada setiap akhir semester atau akhir periode pelaksanaan program pengajaran. dkk.”Terapan Teori Kognitif dalam Disain Pembelajaran”.evaluasi- program. 1993. Muhibbin menjelaskan bahwa ragam evaluasi terdiri atas beberapa bentuk test . 3) Evaluasi Diagnostik.uk/4336. Dalam Buku Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan baru . Jakarta: Arruz Media.ac.id/web/article/409-optimalisasi-peran-guru-dalam.um. Aqib.di antaranya adalah : 1) Pre test (diberikan guru pada setiap awal penyajian pelajaran) dan Post test (diberikan pada setiap akhir penyajian pelajaran) 2) Evaluasi Prasyarat (appersepsi). Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Accelerated Learning. 2002.yang menitikberatkan pada bahasan tertentu yang membuat siswa kesulitan. Jakarta: Yrama Widya. Bobby. Colin.aspx. 2009. 5) Evaluasi Sumatif. Rose.gov. Quantum Teaching. Bandung: Haifa Degeng.pembelajaran.qcda.

2007. Jakarta: Rineka Cipta.uk/4336. Jakarta: Mata Pena Syah. Tilaar. 2006. Jakarta: Rajawali Press. H.1999. Pengembangan KTSP dengan Perspektif Manajemen Visi.aspx Susanto. Standardisasi Pendidikan Nasional. Psikologi Belajar.Suatu Tinjauan Kritis.A. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen DIKTI.qcda.QCDA@http://www.gov. .R. Qualification and Curriculum Agency. Muhibbin. Proyek Pengembangan Pusat Fasilitas Bersama Antar Universitas / IUC (Bank Dunia XVII).