You are on page 1of 6

DEFINISI (PPDGJI-III

)
Gangguan skizofrenik
 Umumnya ditandai dengan distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar,
dan adanya afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted).
 Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual yang biasanya dapat
dipertahankan, walaupun defisit kognitif dapat berkembang kemudian.
 Gangguan ini melibatkan fungsi yang paling mendasar yang memberikan
pada orang normal suatu perasaan kepribadian (individuality), keunikan
dan pengarahan diri (self directed).
 Pikiran , perasaan dan perbuatan yang paling intim/mendalam sering
terasa diketahui oleh atau terbagi rasa dengan orang lain, dan waham-
waham dapat timbul, yang menjelaskan kekuatan alami dan supranatural
sedang bekerja mempengaruhi pikiran dan perbuatan penderita dengan
cara-cara yang sering tidak masuk akal (bizarre).
PREVALENSI
• Pada usia dewasa 0,5-1,5%
• Rata2 usia onset I episode psikotik dari skizofrenia adalah 10-25 thn pada
pria dan 25- 35 thn pada wanita
(PERJALANAN PENYAKIT)
• Fase prodromal
Secara lambat dan bertahap berkembang dari berbagai variasi tanda dan
gejala cth:penarikan diri , kehilangan minat pada sekolah dan pekerjaan,
kekacauan dlm kerapian /kebersihan,higiene diri, perilaku tidak biasa dan
meledaknya amarah
 Awal dari perkembangan penyakit, simtom negatif mungkin lebih banyak
berperan, dan diikuti secara bertahap dengan munculnya simtom positif.
 Oleh karena simtom positif lebih respon terhadap pengobatan, simtom
negatif ttp b’tahan diantara episode positif simtom.
 Outcome bervariasi dari remisi, eksaserbasi dan kronis.

Signs and symptoms

The symptoms of schizophrenia may be divided into the following 4 domains:

 Positive symptoms - Psychotic symptoms, such as hallucinations, which are usually
auditory; delusions; and disorganized speech and behavior
 Negative symptoms - Decrease in emotional range, poverty of speech, and loss of
interests and drive; the person with schizophrenia has tremendous inertia
 Cognitive symptoms - Neurocognitive deficits (eg, deficits in working memory and
attention and in executive functions, such as the ability to organize and abstract);
patients also find it difficult to understand nuances and subtleties of interpersonal cues
and relationships

Halusinasi 3. Bicara yang kacau (derailment atau incoherence) 4. kemiskinan bicara. kognitif dan mood Gejala positif seperti gejala psikotik berupa halusianasi. delusi. alogia. dan fungsi eksekutif. Disfungsi sosial dan pekerjaan C. Simtom negatif (afek tumpul. they often are depressed Gejala skizofrenia dibagi menjadi gejala positif. B. Bila ditemukan ada hubungan dengan gangguan perkembangan pervasif penambahan diagnosis dari skizofrenia harus dibuat berdasarkan atas ditemukannya waham yang jelas atau halusinasi yang muncul paling sedikit 1 bulan (atau lebih sedikit apabila berhasil diobati) G. E. negatif.karateristik simtoms: dua (atau lebih) dari hal dibawah ini. setiap hal muncul dalam porsi yang signifikan selama waktu / periode 1 bulan ( atau kurang apabila telah berhasil diobati) 1. Durasi tanda-tanda yag secara kontinu bertahan selama 6 bulan yang harus terdiri atas 1 bulan simtom pada kriteria A ( atau kurang apabila berhasil diobati) D. Dieksklusikannya Skizoafektif dan gangguan mood. Disorganisai berat dari perilaku atau perilaku katatonik.Patients often seem cheerful or sad in a way that is difficult to understand. Waham 2. disorganisasi bicara dan periaku Gejala negatif seperti menurunnya rentang emosional. 5. memperhatikan. Gejala mood seperti pasien terlihat ceria atau sedih dalam cara yang sulit dimengerti DIAGNOSIS (DSM IV-TR)  A. Diekslusikannya kondisi pemakaian subtance atau gangguan medis umum F. avolition) Catatan:hanya satu simtom dari kriteria A yang dibutuhkan apabila waham bizarre atau halusinasi terdiri dari suara yang terus menerus berkomentar pada perilaku atau pikiran org tsb.  Mood symptoms . Klasifikasi mengenai perjalanan longitudinal dibuat berdasarkan minimal 1 tahun setelah onset I . hilangnya minat dan hasrat. atau 2 atau lebih suara yang berbicara satu sama lain. Gejala kognitif seperti menurunnya kemampuan mengingat.

apabila disertai baik oleh waham yang mengambang/melayang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. seperti keadaan gaduh gelisah (excitement). . atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain). pembicaraan yang terhenti. respons emosional yang menumpul atau tidak wajar. sikap berdiam diri (self – absorbed attitude) dan penarikan diri secara sosial. b) Waham dikendalikan (delusion of control). perbuatan atau perasaan (sensation) khusus. Klasifikasi skizofrenia DSM IV-TR: 1. Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang harus selalu ada secara jelas: e) Halusinasi yang menetap dalam setiap modalitas. d) Waham– waham menetap jenis lain yang menurut budayanya dianggap tidak wajar serta sama sekali mustahil. atau jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. persepsi delusional. waham dipengaruhi (delusion of influence) atau passivity yang jelas merujuk pada pergerakan tubuh atau pergerakan anggota gerak atau pikiran. atau kekuatan dan kemampuan “manusia super” (misalnya mampu mengendalikan cuaca. mutisme dan stupor. Tipe Paranoid. atau mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri. h) Gejala – gejala “negatif” seperti sikap sangat masa bodoh (apatis). a) Thought echo. tak bertujuan. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. c) Suara halusinasi yang berkomentar secara terus-menerus terhadap perilaku pasien. sikap tubuh tertentu (posturing). negativisme. atau fleksibilitas serea. g) Perilaku katatonik. f) Arus pikiran yang terputus atau yang mengalami sisipan (interpolasi) yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu–minggu atau berbulan–bulan terus– menerus. ataupun ide-ide berlebihan (overload ideas) yang menetap. thought insertion atau withdrawal dan thought broadcasting. i) Suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan dari beberapa aspek perilaku perorangan.Kriteria diagnosis skizofrenia menurut ppdgj3 Harus ada minimal satu gejala yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejal-gejala itu kurang jelas). seperti misalnya mengenai identitas keagamaan atau politik. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. sikap malas.

dikendalikan.lainnya 9. depresi pasca skizofrenia.Katatonik 4. Tipe Disorganized. waham yang mengancam penderita (dikejar. 2. simplek. katatonik. PPDGJI-III: 1. takterinci.Paranoid 2. 3. hebefrenik. Halusinasi.YTT Klasifikasi skizofrenia menurut ppdgj III Paranoid. 5.Hebefrenik 3. residual. dibicarakan. Tipe Katatonik.simpleks 8. Memenuhi kriteri diagnosis umum skizofrenia 2. 4.Residual 7. Tipe Residual. Depresi pasca Skizofrenia 6. lainnya.Tak terinci 5. ytt Kriteria diagnosis skizofrenia paranoid 1. dll) . Tipe tak Terinci (Undifferentiated).

Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas pemalu dan suka menyendiri namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis 4. dipengaruhi. Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. Memenuhi kriteria diagnosis umum skizofrenia 2. seringkali disertai cekikian atau perasaan puas sendiri. Tidak sesuai dengan pedoman diagnostik untuk skizofrenia paranoid. serta unngkapan yang diulang-ulang. Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. fleksibilitas cerea. Kriteria diagnosis Skizofrenia katatonik 1. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren 5. mutism. hebefrenik. . afek dangkal disertai cekikikan atau menyeringai (grimace). gaduh gelisa. Kriteria diagnosis skizofrenia hebefrenik 1. serta mannerisme. rigiditas. negativisme. 3. perilaku tak bertanggung jawab. diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai ditemukan bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. residual atau depresi pasca skizofrenia. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol. Memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia 2. passivitas atau dikejar-kejar adalah yang paling menonjol. mendengung atau bunyi tawa. Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inapropiate). ungkapan kata-kata yang diulang-ulang. 3. Waham dikendalikan. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. Dorongan afektif dan dorongan khendak serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. Memnuhi kriteria diagnosis umum skizofrenia 2. Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi peluit. katatonik. Proses pikir mengalami Disorganisasi. senyum sendiri atau oleh sikap tinggi. Gangguan afektif. dorongan kehendak dan pembicaraan serta gejala katatonik secara relatif tidak menonjol. Satu atau lebih gambaran berikut ini harus mendominasi gambaran klinis Menonjol gejala negative seperti katatonik. Diagnosis hebefrenia untuk pertama kalinya hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset 15-25 tahun) 3. Kriteria diagnosis skizofrenia tak terinci 1.